Anda di halaman 1dari 24

IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN TIME TOKEN

DALAM PEMBELAJARAN FIQH


DI MA ROUDLATUL MUTTAQIN MRANGGEN DEMAK

Oleh :
Saiful Mifham
31501502282

PROGAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLSM


JURUSAN TARBIYAH
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2018
PROPOSAL SKRIPSI

I. Judul Skripsi
“IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN TIME TOKEN
DALAM PEMBELAJARAN FIQH DI MA ROUDLATUL
MUTTAQIN MRANGGEN DEMAK”

II. Latar Belakang


Pada dasarnya pengertian pendidikan (UU SISIDIKNAS NO.20
tahun 2013 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki sikap spiritual keagamaan,
pengendalian, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan
yang diperlukan dirinya dan masyarakat.1
Sedangkan tujuan pendidikan dapatlah dikatakan bahwa tujuannya
adalah pembentukan kepribadian muslim2 paripurna (kaffah). Pribadi yang
demikian adalah pribadi yang menggambarkan terwujudnya keseluruhan
esensi manusia secara kodrati,yaitu manusia yang individual,makhluk
sosial,makhluk bermoral,dan makhluk ber-Tuhan. Citra yang seperti
dinamakan (insan kamil) atau pribadi yang utuh,sempurna,seimbang dan
selaras.3
Pembelajaran merupakan salah satu unsur penentu baik tidaknya
lulusan yang dihasilkan oleh suatu sistem pendidikan. Pembelajaran ibarat
jantung dari proses pendidikan. Pembelajaran yang baik,cenderung
menghasilkan lulusan dengan hasil yang baik pula,demikian pula
sebaliknya. Oleh karenanya perlu ada perubahan proses pembelajaran.
Kegiatan belajar mengajar di sekolah bertujuan untuk mentransfer
pengetahuan, meningkatkan, ketaqwaan, menanamkan, kedisiplinan,
mencipakan kepribadian, dan untuk menumbuhkan sikap tanggung jawab

1
Undang – Undang Sisdiknas No.20 Tahun 2013,hlm.53
2
Zakiyah derajat,Ilmu Pendidikan Islam,Jakarta.Bulan Bintang,1995,hlm.27
3
Zuhairini,Filsafat Pendidikan Islam,Jakarta,Depag 1982/1983,hlm.27

1
dan mandiri.4 Ada yang perlu diperhatikan oleh siswa agar diperoleh
prestasi belajar siswa yang tergolong baik, khusunya pada bidang studi
Fiqh. Supaya siswa mempunyai kemampuan mendasar tentang bidang studi
tersebut, karna bidang studi fiqh merupakan salah satu bidang studi yang
diajarkan di sekolah ataupun madarasah Negri ataupun swasta.
Untuk itu diperlukan strategi dalam upaya pencapaian tujuan
sebagaimana strategi pembelajaran adalah serangkain dan keseluruhan
tindakan strategis guru dalam merealisasikan perwujudan kegiatan
pembelajaran aktual yang efektif dan efisien, untuk itu pencapaian tujuan
pembelajaran, strategi pembelajaran merupakan bagian dari keseluruhan
komponen pembelajaran.5
Belajar bukanlah menghafal sejumlah fakta atau informasi. Belajar
itu harus berbuat untuk memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan
tujuan yang diinginkan. Maka strategi pembelajaran harus dapat mendorong
aktivitas siswa.6
Proses pembelajaran yang menyenangkan bisa dilakukan, salah
satunya adalah pengelolaan pembelajaran yang hidup dan bervariasi, yakni
dengan menggunakan pola dan model pembelajaran , media, dan sumber
belajar yang relevan serta gerakan – gerakan guru yang mampu
membangkitkan motivasi belajar peserta didik.7
Mata pelajaran Fiqih sangat berhubungan erat dengan dunia nyata
siswa, misalnya thaharah, shalat, haji dan umrah, merawat jenazah, jual beli,
warisan dan lain-lain. Untuk itu seorang guru harus kreatif dalam
menyampaikan materi pelajaran, menciptakan kondisi pembelajaran yang
menyenangkan bagi siswa, sehingga siswa merasa tertarik dan mampu
memahami materi yang disampaikan oleh guru secara maksimal.

4
Hamdani Ikhsan Dan Fuad Ikhsan, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta, Pustaka Setia,
2007,hlm.109 -110
5
Pupuh Fathurrahman, M. Sobry Subikno. Strategi Belajar Mengajar, Bandung, Refika
Aditama, 2007 , hlm.27
6
Mohammad Syarif Sumantri. Strategi Pembelajaran.cet-1. Jakarta: Rajawali
Pres.2015.hal.286.
7
Ibid.hal.287 – 288.

2
Dalam pembelajaran jarang ada siswa yang bertanya, baik terhadap
guru maupun temannya. Bila menghadapi soal latihan yang sulit, hanya
sebagian kecil siswa yang tertantang untuk menyelesaikannya. Siswa
lainnya hanya menunggu guru membahas soal tersebut. Kondisi ini
menunjukkan bahwa umumnya siswa bersifat pasif. Hal ini merupakan
salah satu penyebab belum tercapainya standar keberhasilan yang
ditetapkan kurikulum.
Salah satu strategi pembelajaran yakni strategi Time Token, dengan
strategi ini guru bisa lebih memotivasi peserta didiknya secara induvidual
dan kelompok. Dalam menggunakan strategi ini kesannya pembelajaran
akan lebih menyenangkan. Model ini digunakan untuk melatih dan
mengembangkan keterampilan sosial agar siswa mendominasi pembicaraan
atau diam sama sekali.8 Diharapkan dengan strategi Time Token dalam mata
pelajaran fiqh ini bertujuan agar peserta didik mengasai materi yang
diajarkan oleh guru dengan maksimal dan dapat bertingkah laku sesuai
ajaran Islam.
Berawal dari hal tersebut,maka penulis berkeinginan untuk
mengambil judul “Implementasi Strategi PembelajaranTime Token Dalam
Mata Pelajaran Fiqh Di Ma Roudlatul Muttaqin Mranggen Demak”.
III. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang ingin peneliti bahas lebih lanjut dalam
penelitian ini yaitu, bagaimana implementasi strategi pembelajaranTime
Token dalam mata pelajaran fiqh di MA Roudlatul Muttaqin Mranggen
Demak terkait dengan :
1. Bagaimana perencanaan strategi pembelajaran Time Token dalam
mata pelajaran fiqh di MA Roudlatul Muttaqin Mranggen Demak
2. Bagaimana pelaksanaan strategi pembelajaran Time Token dalam
mata pelajaran fiqh di MA Roudlatul Muttaqin Mranggen Demak

8
Miftahul Huda. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta : Pustaka
Belajar. 2013. hal. 239

3
3. Bagaimana evaluasi strategi pembelajaran Time Token dalam mata
pelajaran fiqh di MA Roudlatul Muttaqin Mranggen Demak
IV. Tujuan Penelitian Skripsi
Mengacu rumusan maslah diatas, tujuan penelitian adalah untuk
mengetahui bagaimana strategi pembelajaranTime Token dalam mata
pelajaran fiqh di MA Roudlatul Muttaqin Mranggen.
1. Untuk mengetahui perencanaan strategi pembelajaran Time Token
dalam mata pelajaran fiqh di MA Roudlatul Muttaqin Mranggen
Demak
2. Untuk mengetahui pelaksanaan strategi pembelajaran Time Token
dalam mata pelajaran fiqh di MA Roudlatul Muttaqin Mranggen
Demak
3. Untuk mengetahui evaluasi strategi pembelajaran Time Token dalam
mata pelajaran fiqh di MA Roudlatul Muttaqin Mranggen Demak
V. Keranga Pemikiran
Menurut Al-Ghazali Fiqh ialah hukum syariat yang berhubungan
dengan perbuatan orang mukallaf, seperti: mengetahui hukum wajib, haram,
mubah, mandup dan makruh atau mengetahui suatu akad itu sah atau tidak
dan suatu ibadah itu diluar waktunya yang semestinya (qadla’) atau di dalam
waktunya (ada’).9
Sedangkan menurut istilah yang digunakan para ahli Fiqh (Fuqaha),
Fiqh merupakan ilmu pengetahuan yang membicarakan atau membahas
tentang hukum-hukum Islam yang bersumber pada Al-Qur’an, As-Sunnah
dan dari dalil-dalil terperinci.10
Fiqh memebahas tentang hukum-hukum dan juga tentang kaifiat
ibadah yang diajarkan oleh syara’ Islam sehingga seseorang dapat
melaksanakan suatu ibadah dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan
syari’at yang termaktub dalam Al-Qur’an dan Hadits.

9
Bambang Subandi Dkk, Studi Hukum Islam, Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press, 2012,
hal. 39.
10
Zakiyah Darajat, Metode Khusus Pengajaran Agama Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 1995,
hal.78

4
Definisi tersebut disusun sesuai dengan pengalaman dan
pengetahuan tentang syari’at Islam yang harus dikuasai oleh murid-murid
dimana tentang pemahaman tentang syari’at Islam, kaifiat ibadah juga
ditekankan kepada taraf pengamalan ibadah sehingga menjadi dorongan
kepada siswa untuk mengamalkan dengan baik sesuai dengan tuntunan
syari’at Islam khususnya dalam menjalankan kewajiban yang utama yaitu
ibadah shalat fardhu lima waktu sehari semalam.
Mata pelajaran Fiqh adalah bahan kajian yang memuat ide pokok
yaitu mengarahkan peserta didik untuk menjadi muslim yang taat dan saleh
dengan mengenal, memahami, menghayati, dan mengamalkan hokum Islam
sehingga menjadi dasar pandangan hidup (way of life) melalui kegiatan
bimbingan, pengajaran, latihan serta pengalaman peserta didik sehingga
menjadi muslim yang selalu bertambah keimanan dan ketaqwaannya
kepada Allah SWT. Sehubungan dengan itu, mata pelajaran fiqh mencakup
dimensi pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai keagamaan.11
Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa Fiqh
merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang hukum-hukum syara’ yang
bersumber dari Al-Qur’an, As-Sunnah dan dari dalil-dalil terpenci.
Adapun tujuan mata pelajaran fiqh di Madrasah Aliyah, yaitu:
1) Mengetahui dan memahami prinsip-prinsip, kaidah-kaidah dan
tatacara pelaksanaan hukum Islam baik yang menyangkut aspek
ibadah maupun muamalah untuk dijadikan pedoman hidup dalam
kehidupan pribadi dan sosial.
2) Melaksanakan dan mengamalkan ketentuan hukum Islam dengan
benar dan baik,sebagai perwujudan dari ketaatan dalam
menjalankan ajaran agama Islam baikdalam hubungan manusia
dengan Allah SWT., dengan diri manusia itu sendiri,sesama
manusia, dan makhluk lainnya maupun hubungan dengan
lingkungannya.

11
Hasbi Ash Shiddieqy, Pengantar Ilmu Fiqh . Jakarta : Bulan Bintang, 1987, hal. 17

5
3) Mengenal, memahami, dan menghayati terhadap sumber hukum
Islam denganmemanfaatkan usul fiqh sebagai metode penetapan dan
pengembangan hukumIslam dari sumbernya.
4) Menerapkan kaidah-kaidah pembahasan dalil-dalil syara’ dalam
rangka melahirkan hukum Islam yang diambil dari dalil-dalilnya
untuk diamalkan dalamkehidupan sehari-hari.12
Maka tujuan ilmu fiqh adalah untuk mengetahui dan menerapkan
hukum-hukum syara‟ dari amal perbuatan manusia, yaitu apa saja yang
wajib dikerjakanmaupun apa saja yang wajib ditinggalkan manusia yang
diperoleh dari dalil-dalilterperinci ke dalam kehidupan seharihari, demi
untuk kemaslahatan manusia dan mencegah timbulnya kerusakan di tengah-
tengah mereka.
Agar tujuan tersebut dapat terlaksana dengan baik, maka seorang
guru diharuskan teliti dalam pemilihan strategi pembelajaran. Time Token
adalah salah satu model pembelajaran kooperatif atau kelompok yang
diharapkan dapat membantu siswa untuk lebih termotivasi dan aktif dalam
pembelajaran sehingga pembelajaran akan terasa hidup dan tidak
membosankan. Model Time Token adalah model pembelajaran yang
digunakan dengan tujuan agar siswa aktif berbicara. Selain itu, untuk
menghindari siswa mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali”.13
Melalui pembelajaran dengan model Time Token ini diharapkan semua
siswa termotivasi dalam kelas dan tidak merasa bosan.
Langkah-langkah dari model Time Token, yaitu: kondisikan kelas
untuk melaksanakan diskusi (cooperative learning / CL), setiap siswa diberi
kupon berbicara dengan waktu kurang lebih 60 detik sampai 120 detik bila
telah selesai bicara kupon yang dipegang siswa diserahkan, setiap siswa
berbicara satu kupon, siswa yang telah habis kuponnya tidak boleh bicara

12
Lampiran SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 2676 Tahun 2013Tentang Kurikulum
2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah.hal. 63-64.
13
Zainal Aqib. Model-Model, Media, dan strategi pembeljaran kontekstual (Inovatif).
Bandung: Rama Widya. 2013.hal.33

6
lagi, kemudian, bagi siswa yang masih mempunyai kupon harus berbicara
sampai kuponnya habis, begitu seterusnya.
Pemilihan materi yang sesuai untuk model pembelajaran Time
Token adalah materi yang lebih menekankan pada penyampaian pendapat
siswa dalam berlangsungnya pembelajaran. Hal ini dikarenakan model
pembelajaran ini lebih menekankan pada keaktifan siswa dalam
mengutarakan pendapatnya mengenai suatu masalah yang muncul.
Pemahaman tentang materi oleh siswa dalam model ini sangat diutamakan
terutama dalam bentuk diskusi yang kebanyakan pendapatnya harus
memiliki dasar yang kuat untuk sebuah argument.14
VI. Metode Penulisan Skripsi
Metode merupakan suatu hal yang sangat penting demi tercptanya
suatu tujuan penelitian. Karena metode mempelajari dan membahas tentang
cara – cara yang ditempuh dengan setepat – tepatnya dan sebaik – baiknya.
Uintuk mencapai tujuan tersebut, sehingga dapat dipertanggungjawabkan
secara ilmiah.15
Dalam metode penelitian yang penulis gunakan dengan cara – cara
yang ada hubungannya dengan penulisan skripsi adalah sebagai berikut :
A. Jenis Dan Pendekatan Penelitian
Jenis penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research),
yang pada hakekatnya untuk mempelajari secara intensif tentang latar
belakang sekarang dan interaksi lingkungan.16 Pendekatan yang
digunakan adalah pendekatan kualitatif yang pada hakekatnya data hasil
penelitian lebih berkenaan dengan interprestasi terhadap data yang
ditemukan dilapangan.17

14
Miftahul Huda. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta : Pustaka
Belajar. 2013.hal. 241
15
Masri Singarimbun Dan Sifyan Efendi, Metodologi Penelitian Survei, Jakarta, Lp3es,
1986.hlm.68
16
Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, Jakarta, PT Raja Grafindo Persada,
1988,hlm.22
17
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D, Bandung : Alfa Beta, 2006.
hlm.14

7
Peneltian kualitatif pada hakikatnya adalah mengamati orang yang
ada dalam lingkungan hidupnya,berinteraksi dengan mereka,berusaha
memahami bahasa dan tafsiran mereka tentang dunia sekitarnya.18 Dalam
hal ini yang akan diamati adalah implementasi setrategi pembelajaran
Time Token dalam mata pelajaran fiqh di MA Roudlatul Muttaqin
Mranggen Demak.
Penggunaan metode kualitatif dalam penelitian ini didasarkan pada
pertimbangan bahwa permasalahan yang akan dipecahkan lebih tepatnya
bila menggunakan metode kualitatif karena dengan metode kualitatif
lebih sensitif (aktif-resktif dan dapat dipastikan) dengan
mempertimbangkan saling berpindahnya pengaruh dan pola nilai yang
mungkin harus dihadapi dengan penelitian. Di samping itu data yang
didadpat lebih lengkap, lebih mendalam dan lebih dapat dipercaya.
B. Metode Pengumpulan Data
1. Aspek Penilitian
Aspek yang diamati dalam penelitian di MA Roudlatul
Muttaqin Mranggen Demak meliputi :
a. Perencanaan
1) Silabus
2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) :
a) Standar Kompetensi
b) Kompetensi Dasar
c) Tujuan Pembelajaran
d) Materi pembelajaran
e) Media Pembelajaran
f) Metode Pembelajaran
g) Langkah – langkah pembelajaran
b. Pelaksanaan

18
Ibid , hlm.15

8
Langkah – langkah penerapan strategi pembelajaran Time
Token :
1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran atau
kompetensi dasar
2) Guru mengkondisikan kelas untuk melaksanakan
diskusi klasikal.
3) Guru memberi tugas kepada siswa.
4) Guru memberi sejumlah kupon berbicara dengan
waktu kurang lebih 60 detik sampai 120 detik bila
telah selesai bicara kupon yang dipegang siswa
diserahkan, setiap siswa berbicara satu kupon, siswa
yang telah habis kuponnya tidak boleh bicara
lagi,kemudian, bagi siswa yang masih mempunyai
kupon harus berbicara sampai kuponnya habis,
begitu seterusnya.
5) Guru memberikan nilai berdasarkan waktu yang
digunakan tiap siswa dalam berbicara. 19
c. Penilaian
a) Tes ulangan harian
b) Tes submatif
c) Tes sumatif
2. Jenis Dan Sumber Data
a. Data Primer
Data primer adalah data yang langsung dikumpulkan
oleh peneliti atau petugas – petugasnya dari sumber
pertamanya.20 Data primer diperoleh dari penelitian
lapangan (field reaseach) melalui prosedur dan teknik

19
Miftahul Huda. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta : Pustaka
Belajar. 2013. hal. 240
20
Sumardi Suryabrata. Op,Cit, hlm.85

9
pengambilan data melalui wawancara (interview),observasi
dan dokumentasi.
b. Data Sekunder
Data sekunder merupakan sumber informasi yang
didapat diperpustakaan dan jasa informasi yang tersedia.21
Sumber sekunder merupakan sumber penunjang yang
dibutuhkan untuk memperkaya data atau menganalisa data
dan menganalisa permasalahan yaitu pustaka yang berkaitan
dengan pembahasan dan dasar teoritis.22 Data kepustakaan
tersebut meliputi buku –buku maupun arsip dan literatur
yang berkaitan dengan tujuan penelitian.
C. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data yang dipertanggungjawabkan di
dalam penelitian ini penulis menggunakan data atau keterangan tata
cara mengadakan penelitian lapangan. Peneliti ini digunakan untuk
mencari data dan mengumpulkan data lapangan, yang dimaksud
disini adalah lokasi tempat penelitian yaitu MA Roudlatul Muttaqin
Mranggen Demak Tahun Pelajaran 2017/2018.
Untuk memenuhi beberapa jenis data dan teknik
pengumpulan data yaitu dengan metode – metode sebagai berikut :
a. Observasi
Observasi yaitu memperhatikan sesuatu dengan
menggunakan mata. Didalam pengertian psikologik,
observasi disebut juga pengamatan.23 Teknik ini digunakan
untuk mengamati secara langsung cara mengajar guru mata
pelajaran fiqh MA Roudlatul Muttaqin Mranggen Demak
Tahun Pelajaran 2017/2018

21
Masri Singarimbun dan Sifyan Efendi, Metodologi Penelitian Survei, Jakarta,
Lp3es,1986,hlm.70
22
Sutrisno Hadi, Metodologi Reaseach, jilid I, Yogyakarta,Yayasan Penerbit Psikologi
UGM,1989. hal.10
23
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta : Rineka
Cipta, 2002, hlm.133

10
b. Wawancara/interview
Wawancara / interview yaitu alat pengumpul
informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan
secara lisan untuk dijawab secara lisan pula.24 Metode ini
digunakan sebagi teknik pengumpulan data apabila peneliti
ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan
permasalahan yang harus diteliti,tetapi juga apabila peneliti
ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih
mendalam, berkaitan dengan pelaksanan strategi
pembelajaran Time Token pada mata pelajaran fiqh yang ada
di siswa MA Roudlatul Muttaqin Mranggen Demak.
c. Dokumentasi
Metode dokumentasi mencari data mengenai hal-hal
atau variable yang berupa catatan, transkip buku, surat kabar,
majalah, prasasti, notulen, rapat, leger, agenda dan
sebagainya.25
Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data
yang bersifat dokumentasi, misalnya jumlah siswa, guru dan
staf serta jumlah sarana yang lain. Sedangkan jenis datanya
dibagi kedalam kata-kata dan tindakan, sumber data tertulis,
foto dan statistik.
D. Teknik Analisi Data
Setelah data data terkumpul,selanjutnya disusun secara
sistematis dan dianalisa secara kualitatif dengan menggunakan
model interaktif ”Miles and Huberman” dengan menggunakan
metode – metode sebagai berikut :
a. Data Reduction (Reduksi Data) yaitu merangkum, memilih
hal – hal yang pokok, memfokuskan pada hal – hal yang

24
Amirul Hadi, Metodologi Penelitian Penelitian, Pustaka Setia, 1998.Hlm 135
25
Suharsimi Arikunto, Op.Cit.hlm.206

11
penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak
perlu.26
b. Data display (penyajian data) yaitu penyajian data yang
dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan
antar kategori, flowcart dan sebagainya sehingga mudah
memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya
berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut.27
c. Conclusion drawing/vervication, yaitu melakukan
interpreksi data dan melakkan penyempurnaan dengan
mencari data baru yang diperlukan guna pengambilan
kesimpulan. Dalam menyimpulkan data digunsksn cara
berpikir deduktif (data bersifat umum ke khusus) dan
induktif (berdasar data yang khusus ke umum).28

VII. KERANGKA SKRIPSI


IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN TIME TOKEN
DALAM PEMBELAJARAN FIQH DI MA ROUDLATUL
MUTTAQIN MRANGGEN DEMAK
HALAMAN JUDUL
HALAMAN NOTA PEMBIMBING
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN DEKLARASI
HALAMAN MOTTO
HALAMAN KATA PENGANTAR
HALAMAN DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN

26
Ibid,hlm.338
27
Ibid, hlm341
28
Ibid, hlm.338

12
BAB I PENDAHULUAN
A. Alasan Pemilihan Judul
B. Penegasan Istilah
C. Rumusan Masalah
D. Tujuan Penilitian Skripsi
E. Metode Penulisan Skripsi
F. Sistematika Penulisan Skripsi
BAB II STRATEGI PEMBELAJARAN TIME TOKEN DALAM
PEMBELAJARAN FIQH
A. Pendidikan Ilmu Fiqh
1. Pengertian Pendidikan Ilmu Fiqh
2. Dasar Pendidikan Ilmu Fiqh
3. Tujuan Pendidikan Ilmu Fiqh
4. Materi Pendidikan Ilmu Fiqh
5. Metode Pendidikan Ilmu Fiqh
6. Evaluasi Pendidikan Ilmu Fiqh
B. Strategi Time Token
1. Pengertian Time Token
2. Karakteristik Time Token
3. Prinsip – prinsip Time Token
4. Prosedur Pelaksanaan Time Token
5. Keunggulan dan Kelemehan Time Token
C. Implementasi Strategi TIME TOKEN Learning dalam
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)
1. Perencanaan Strategi Time Token
2. Pelaksanaan Strategi Time Token
3. Penilaian hasil belajar dengan Strategi Time Token
BAB III STRATEGI TIME TOKEN DALAM PEMBELAJARAN
FIQH DI MA ROUDLATUL MUTTAQIIN MRANGGEN
DEMAK

13
A. Gambaran Umum MA Roudlatul Muttaqiin Mranggen
Demak
1. Sejarah Singkat
2. Visi dan Misi
3. Letak goegrafis
4. Keadaan guru, karyawan dan siswa
5. Keadaan sarana dan prasarana
6. Kurikulum yang digunakan
B. Pelaksanaan Strategi Time Token Dalam Pembelajaran
Fiqh di MA Roudlatul Muttaqiin Mranggen Demak
1. Perencanaan Strategi Time Token Dalam
Pembelajaran Fiqh di MA Roudlatul Muttaqiin
Mranggen Demak
2. Pelaksanaan Strategi Time Token Dalam
Pembelajaran Fiqh di MA Roudlatul Muttaqiin
Mranggen Demak
3. Penilaian hasil belajar dengan Strategi Time Token
Dalam Pembelajaran Fiqh di MA Roudlatul
Muttaqiin Mranggen Demak
BAB VI ANALISIS IMPLEMENTASI STRATEGI TIME TOKEN
DALAM PEMBELAJARAN FIQH DI MA ROUDLATUL
MUTTAQIIN MRANGGEN DEMAK
A. Analisis Tentang Perencanaan Strategi Time Token Dalam
Pembelajaran Fiqh di MA Roudlatul Muttaqiin Mranggen
Demak
B. Analisis Tentang Pelaksanaan Strategi Time Token Dalam
Pembelajaran Fiqh di MA Roudlatul Muttaqiin Mranggen
Demak
C. Analisis Tentang Penilaian hasil belajar dengan Strategi
Time Token Dalam Pembelajaran Fiqh di Ma Roudlatul
Muttaqiin Mranggen Demak

14
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN – LAMPIRAN
DAFTAR HIDUP PENULIS

15
DAFTAR PUSTAKA
Aqib, Z. (2013). Model-Model, Media, dan strategi
pembelajaran kontekstual (Inovatif). Bandung: Rama
Widya.

Amirul Hadi. (1998). Metodologi Penelitian Penelitian.


Yogyakarta: Pustaka Setia.

Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:

Rineka Cipta.

Darajat, Z. (1995). Metode Khusus Pengajaran Agama Islam. Jakarta: Bumi

Aksara.

(1995). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bulan Bintang.

Efendi, M. S. (1986). Metodologi Penelitian Survei. Jakarta: Lp3es.

Huda, M. (2013). Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta :

Pustaka Belajar.

Ikhsan, H. I. (2007). Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Setia.

Lampiran SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 2676 Tahun 2013


Tentang Kurikulum 2013Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
dan Bahasa Arab di Madrasah.

Pupuh Fathurrahman, d. M. (2007). strategi belajar mengajar. Bandung:

Refika Aditama.

Shiddieqy, H. A. (1987). Pengantar Ilmu Fiqh . Jakarta : Bulan Bintang.

Subandi, B. (2012). Studi Hukum Islam. Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press

Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif,R&D. Bandung: Alfa

Beta.

16
Sumantri, M. S. (2015). Strategi Pembelajara.cet-1. Jakarta: Rajawali Pres.

Suryabrata, S. (1988). Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo


Persada.

Undang – Undang Sisdiknas No.20 Tahun 2013

Zuhairini. (1982/1983). Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Depag .

17
INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA
Hari / Tanggal :
Tempat :
Kegiatan :

1. Perencanaan

ASPEK INDIKATOR KETERANGAN


YA TIDAK
Guru berdasarkan standar
kompetensi
Guru menetapkan kompetensi dasar
RPP DAN Guru menentukan tujuan
SILABUS pembelajaran
Guru berdasarkan materi
pembelajaran
Guru menggunakan metode atau
model pembelajaran
Guru menjalankan langkah –
langkah pembelajaran

18
2. Pelaksanaan

ASPEK INDIKATOR KETERANGAN


YA TIDAK
Guru menjelaskan kompetensi
dasar atau tujuan pembelajaran
Guru mengkondisikan kelas untuk
melaksanakan diskusi klasikal
Guru memberikan tugas kepada
sisiwa
Langkah Langkah Guru memberi sejumlah kupon
Strategi berbicara dengan waktu kurang
Pembelajaran Time lebih 60 detik sampai 120 detik bila
Token telah selesai bicara kupon yang
dipegang siswa diserahkan, setiap
siswa berbicara satu kupon, siswa
yang telah habis kuponnya tidak
boleh bicara lagi. Kemudian, bagi
siswa yang masih mempunyai
kupon harus berbicara sampai
kuponnya habis, begitu seterusnya.
Guru memberikan nilai
berdasarkan waktu yang digunakan
tiap siswa dalam berbicara.

19
3. Evaluasi

ASPEK INDIKATOR KETERANGAN


YA TIDAK
Tes Harian Guru melakukan evaluasi untuk
mengukur ketercapaian suatu
kompetensi dasar
Tes Submatif Guru melakukan perbaiakan nilai
dalam pembelajaran
Tes Sumatif Guru melakukan evaluasi untuk
mengetahui hasil belajar setelah
mengikuti periode tertentu

20
PEDOMAN DOKUMENTASI

Hari/Tanggal :
Tempat :
Keterangan
NO.
Aspek/gejala yang diamati Ada Tidak ada
1. Profil Sekolah
2. Daftar Guru, Karyawan, Peserta didik,
Sarpras
3. Dokumentasi Sekolah
- Struktur Organisasi sekolah
- Struktur Organisasi satuan
pendidikan
- Kalerder pendidikan yang meliputi
jadwal pembelajaran, ulangan, ujian,
kegiatan ekstrakulikuler, dan hari
libur
- Prota/promes
- Model satuan pelajaran (kurukulum)
- Peraturan akademik
- Tata tertib (tata tertib pendidikan,
tenaga kependidikan, peserta didik,
penggunaan dan pemeliharaan sarana
dan prasarana)

21
PEDOMAN WAWANCARA

Hari/Tanggal :

Tempat :

1. Bagaimana sejarah berdirinya MA Roudlatul Muttaqiin Mranggen Demak


2. Apa Visi dan Misi MA Roudlatul Muttaqiin Mranggen Demak
3. Bagaimana kebijakan sekolah dalam mewujudkan visi dan misi tersebut.
4. Bagaimana kurikulum yang diterapkan di MA Roudlatul Muttaqiin
Mranggen Demak
5. Bagaimana proses perencanaan pembelajaran fiqh di MA Roudlatul
Muttaqiin Mranggen Demak
6. Bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran fiqh di MA Roudlatul
Muttaqiin Mranggen Demak
7. Bagaimana evaluasi pembelajaran fiqh di MA Roudlatul Muttaqiin
Mranggen Demak
8. Bagaimana peran guru dalam pembelajaran di MA Roudlatul Muttaqiin
Mranggen Demak
9. Bagaimana peran orang tua di MA Roudlatul Muttaqiin Mranggen Demak
10. Apa saja kendala yang dihadapi dalam penerapan pembelajaran fiqh di MA
Roudlatul Muttaqiin Mranggen Demak
11. Bagaimana cara untuk mengatasi kendala tersebut.

22
RIWAYAT HIDUP

Nama : Saiful Mifham


TTL : Demak,16 Januari 1991
NIM : 31501502282
FAKULTAS : Agama Islam
JURUSAN : Tarbiyah
ALAMAT : Kebunbatur Rt:06/Rw:06 Mranggen Demak
Jateng
No. Hp : 082328725893
Riwayat Pendidikan :
- MI Falahiyyah Sambung Lulus 2004
- MTS Tajul Ulum Lulus 2007
- MA Tajul Ulum Lulus 2010
- Menempuh Pendidikan Sarjana (S1) Fakultas Agama Islam
Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam Di Universitas
Islam Sultan Agung tahun 2015 sampai sekarang

Semarang, 25 September 2018

Saiful Mifham

23