Anda di halaman 1dari 19

SIDANG KOMPREHENSIF

1. Bang Arik
Pak Dono
 Uu No 04 Th 2009?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 Tentang
Pertambangan Mineral Dan Batubara
Penggolongan bahan galian diatur bedasarkan pada kelompok usaha
pertambangan, sesuai Pasal 4, yaitu:
a. Usaha Pertambangan dikelompokkan atas:
1. Pertambangan mineral;
2. Pertambangan batubara.
b. Pertambangan mineral sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a
digolongkan atas:
1. Pertambangan mineral radio aktif;
2. Pertambangan mineral logam;
3. Pertambangan mineral bukan logam;
4. Pertambangan batuan.
 Perbedaan Sumberdaya dan Cadangan?
a. Sumberdaya adalah suatu banyaknya endapan bahan galian (bahan
tambang) yang terdapat di alam baik zat cair, zat pada maupun gas yang
terkonsentrasi secara alami yang mengandung satu atau lebih komoditas dan
diharapkan dapat menguntungkan bila ditambang.
b. Cadangan adalah besaran endapan bahan galian yang menggambarkan
letak keterdapatan, bentuk tubuh bijih, volume atau tonase, dan mutu /
kualitas, yang dapat menguntungkan bila ditambang berdasarkan teknologi
pada saat ini, karena telah melalui suatu perhitungan yang teliti.
 Mineral? Ganesa Mineral? Contoh Mineral?
a. Mineral adalah suatu padatan senyawa kimia non-organik yang homogen dan
terbentuk secara alami di alam, mempunyai sifat-sifat kimia dan fisika tertentu
dan memiliki bentuk teratur (sistem kristal).
b. Genesa mineral adalah mineral terbentuk seri yang kompleks dari bahan
kimiawi, fase reaksi (kristalisasinya) yang dilewati melalui suatu permulaan
dari keadaan atom-atom yang tidak teratur dalam kurun waktu tertentu atau
dengan cara yang homogen, kemudian pada suatu saat dalam formasinya
selama pertumbuhannya mineral berusaha untuk mencapai keadaan
seimbang dengan lingkungannya. Hal inilah yang menyebabkan mengapa
setiap perubahan dalam kondisi-kondisi (seperti tekanan, suhu, keasaman
larutan, dll) jika salah satunya terganggu akan mengganggu pertumbuhannya
atau akan membentuk dirinya melalui perubahan-perubahan di dalam
pengaturan inti mineral (seperti kerusakan struktur, persent inklusi, zonasi
kimiawi).
c. Contoh mineral berdasarkan kemiripan komposisi kimia dan struktur kristal
menjadi 8 kelompok, yaitu :
1. Unsur bebas : Tembaga (Cu), Perak (Ag), Emas (Au)
2. Sulfida : Argentite (Ag2S), Galena (PbS), Pyrite (FeS2)
3. Oksida : Cassiterite (SnO2), Corundum (Al2O3), Hematite (Fe2O3),
ffffffffffffffMagnetit (Fe3O4)
4. Halida : Fluorite (CaF2), Halite (NaCl)
5. Karbonat : Dolomite (CaMg(CO3)2, calcite (CaCO3), dan Magnesite
ccccccccccc(MgCO3)
6. Sulfat : Celestine (strontium sulfate), barite (barium sulfate), dan gypsum
7. Phosfat : Apatite (Ca5(PO4)3F)
8. Silikat : Albit (Na(AlSi3O8)), Olivine ((MgFe)2SiO4)
 Batubara? Ganesa Batubara? Analisa Proximat dan Ultimat? Basis
Pelaporan?
a. Batubara adalah sedimen (padatan) yang dapat terbakar, terbentuk dari sisa
tumbuhan yang terhumifikasi, berwarna coklat sampai hitam yang selanjutnya
terkena proses fisika dan kimia yang berlangsung selama jutaan tahun
hingga mengakibatkan pengkayaan kandungan C dengan rumus kimia
C137H97O9NS.
b. Batubara berasal dari sisa tumbuhan yang terakumulasi menjadi gambut
yang kemudian tertimbun oleh sedimen, setelah pengendapan terjadi
peningkatan temperatur dan tekanan yang nantinya mengontrol kualitas
batubara. Pembentukan tanaman menjadi gambut dan batubara melalui dua
tahap, yaitu tahap diagenesa gambut (peatilification) dan tahap
pembatubaraan (coalification). Tahap diagenesa gambut disebut juga dengan
tahap biokimia dengan melibatkan perubahan kimia dan mikroba, sedangkan
tahap pembatubaraan disebut juga dengan tahap geokimia atau tahap fisika-
kimia yang melibatkan perubahan kimia dan fisika serta batubara dari lignit
sampai antracit
Ditinjau dari cara terbentuknya, batubara dapat dibedakan menjadi batubara
ditempat (insitu) dan batubara yang bersifat apungan (drift). Batubara
ditempat terbentuk di tempat tumbuhan itu terbentuk, mengalami proses
dekomposisi dan tertimbun dalam waktu yang cepat, batubara ini dicirikan
dengan adanya bekas –bekas akar pada seat earth serta memiliki kandungan
pengotor yang rendah, sedangkan batubara apingan terbentuk dari timbunan
material tanaman yang telah mengalami perpindahan selanjutnya
terdekomposisi dan tertimbun, pada batubara ini tidak dijumpai bekas-bekas
akar pada seat earth dan memiliki kandungan pengotor yang tinggi.
c. Analisa Proksimat Batubara digunakan untuk mengetahui karakteristik dan
kualitas batubara dalam kaitannya dengan penggunaan batubara tersebut,
yaitu untuk mengetahui jumlah relatif air lembab (moisture content), zat
terbang (VM), abu (ash), dan karbon tertambat (FC) yang terkandung didalam
batubara.
Analisa Ultimat (analisa elementer) adalah analisa dalam penentuan jumlah
unsur Karbon (Carbon atau C), Hidrogen (Hydrogen atau H), Oksigen
(Oxygen atau O), Nitrogen (Nytrogen atau N) dan Sulfur (Sulphur atau S).
d. Basis dalam perhitungan hasil analisa batubara adalah dasar yang dipakai
untuk menyatakan nilai dari suatu parameter dan menginterpretasikan nilai
tersebut pada kondisi tertentu batubara. Interpretasi dari basis tersebut
sesuai dengan istilah basis tersebut, misalkan seperti basis basis di bawah ini
;
1. As received/as sampled basis (AR) = nilai parameter atau kualitas
batubara pada saat batubara tersebut diterima / disampling.
2. Air dried basis (ADB) = nilai kualitas pada kondisi batubara setelah di air
dried.
3. Dry basis (DB) = nilai kualitas pada kondisi batubara kering atau tidak
memiliki nilai moisture (moisture free)
4. Dry ash free basis (DAF) = nilai kualitas batubara pada kondisi batubara
tersebut kering dan bebas dari ash.
5. Dry mineral matter free basis (DMMF) = menginterpretasikan nilai kualitas
pada kondisi batubara tidak mengandung air dan mineral matter.
 Posisi Batubara? Harga Batubara?
1. Batubara tebentuk di daerah banyak air bisa basin atau cekungan, delta,
pantai, rawa dll (lingkungan pengendapan batubara)
2. HBA Februari US$ 50,92 per ton.

 Pak Zaenal
 Metode dan Sistem Penambangan?
Secara garis besar metode penambangan dikelompokkan menjadi 3, yaitu :
a. Tambang terbuka (surface mining) :
Metode penambangan yang segala kegiatan atau aktivitas penambangannya
dilakukan di atas atau relatif dekat dengan permukaan bumi, dan tempat
kerjanya berhubungan langsung dengan udara luar.
b. Tambang dalam/tambang bawah tanah (underground mining) :
Metode penambangan yang segala kegiatan atau aktivitas penambangannya
dilakukan di bawah permukaan bumi, dan tempat kerjanya tidak langsung
berhubungan dengan udara luar.
c. Tambang bawah air (underwater mining) :
Metode penambangan yang kegiatan penggaliannya dilakukan di bawah
permukaan air atau endapan mineral berharganya terletak dibawah
permukaan air.
Secara garis besar sistem penambangan dikelompokkan menjadi 3, yaitu :
Metode tambang terbuka :
- Open pit, open cut, open cast dan open mine adalah metode penambangan
yang diterapkan untuk bahan galian logam.
- Quarry adalah metode penambangan yang diterapkan untuk bahan galian
non logam.
- Strip mine adalah metode penambangan yang diterapkan untuk endapan
bahan galian yang posisinya horisontal atau agak miring.
- Alluvial mine adalah metode penambangan yang diterapkan untuk endapan
alluvial.
Metode tambang bawah tanah :
 Swasangga
- Gophering adalah sistem yang arah penggaliannya selalu mengikuti arah
endapan bijih.
- Underground glory hole adalah sistem penggaliannya dimulai dari atas raise
dan diperbesar ke segala arah.
- Shrinkage stoping adalah sistem penggaliannya dilakukan secara over hand.
- Sublevel stoping adalah sistem dimana dibuat sublevel-sublevel dengan jarak
tertentu.
 Berpenyangga Buatan
- Cut and fill stoping adalah sistem penggaliannya dimana broken orenya
dikeluarkan seluruhnya dan diganti dengan fiiling material.
- Shrinkage stoping adalah sisitem yang menerapkan perpaduan antara
shrinkage dan cut and fill stoping.
- Square set stoping adalah sistem penambangannya digunakan timber untuk
menyangga seluruh ruangan bekas tambang.
- Stull stoping adalah sistem penambangannya menggunakan stull untuk
menyangga antara hanging wall dan foot wall.
 Ambrukan
- Top slicing adalah sistem penggaliannya diawali dari puncak yang dilakukan
slice demi slice.
- Sublevel caving adalah sistem penggaliannya dengan membuat sublevel-
sublevel.
- Block caving adalah penambangannya dengan memanfaatkan runtuhnya
broken ore dalam tiap block level.
 Syarat-Syarat Pemilihan Metode Penambangan?
Ada 6 faktor yang mempengaruhi pemilihan metode penambangan :
a. Karakteristik dari endapan
Ukuran, Bentuk, Kedalaman, Strike & Dip
b. Kondisi Geologi dan Hidrologi
Mineralogi, Struktur Geologi (lipatan, kekar, Sesar), Air tanah dan limpasan
c. Sifat Geoteknik
Sifat elastik (Kekuatan, modulus elastis dll), Prilaku elastik atau viskoelastik
(flow, creep), Keadaan teganggan (Tegangan awal, induksi), Konsolidasi,
kompaksi, dan kompetensi), Sifat fisik lainnya (Bobot isi, Voids, Porositas,
Premebilitas, kandungan lengas -miisture content)
d. Ekonomi
Cadangan (Tonase dan kadar/kualitas), Laju produksi (Produksi per satuan
waktu), Umur tambang, Produktivitas (Produksi per satuan pekerja dan waktu
misalnya ton/kariawa-shift), Perbandingan ongkos penanbangan untuk
metode penambangan yang cocok
e. Teknologi
Perolehan tambang (mine recovery), Dilusi (jumlah waste yang dihasilkan
dengan bijih/batubara), Ke-Fleksibelitas-an metode dengan perubahan
kondisi, Selektifitas metode untuk batubara dan waste, Konsentrasi atau
dispersi dari pekerjaan, Modal pekerja dan intensitas mekanisasi
f. Lingkungan
Kontrol bawah tanah, Penurunan permukaan tanah (Subsidence), Kontrol
atmosfire (kontrol kualitas, kontrol panas dan kelembaban, serta untuk
tambang bawah tanah ventilasi), Kekuatan kerja (pelatihan, recruitment,
kondisi kesehatan dan keselamatan kerja, kehidupan dan pemukiman)
 Metode Penambangan Batubara? Contour Mining? Bentuknya?
a. Metode Penambangan Batubara dibagi menjadi 2 :
1. Tambang Terbuka
 Contour Mining
 Tipe penambangan ini pada umumnya dilakukan pada endapan
batubara yang terdapat di pegunungan atau perbukitan.
 Open Pit Mining
 Open Pit Mining adalah penambangan secara terbuka dalam
pengertian umum. Tipe penambangan ini pada umumnya dilakukan
pada endapan batubara yang terdapat di pegunungan atau
perbukitan.
 Stripping Mining
 Tipe penambangan terbuka yang diterapkan pada endapan
batubara yang lapisannya datar dekat permukaan tanah.
2. Tambang Bawah Tanah
- Room & Pillar
 Cara penambangan ini mengandalkan endapan batubara yang tidak
diambil sebagai penyangga dan endapan batubara yang diambil
sebagai room. Pada metode ini penambangan batubara sudah
dilakukan sejak pada saat pembuatan lubang maju. Selanjutnya
lubang maju tersebut dibesarkan menjadi ruangan–ruangan dengan
meninggalkan batubara sebagai tiang penyagga.
 Long Wall
 Pada penambangan dengan metode advancing Longwall terlebih
dahulu dibuat lubang maju yang nantinya akan berfungsi sebagi
lubang utama (main gate) dan lubang pengiring (tail gate), dibuat
bersamaan pada pengambilan batubara dari lubang buka tersebut.
 Pada metode retreating Longwall merupakan kebalikan dari metode
advancing longwall karena pengambilan batubara belum dapat
dilakukan sebelum selesai dibuat suatu panel yang akan
memberikan batasan lapisan batubara yang akan diekstraksi
(diambil)
 Perbedaan BESR 1 dan BESR 2?
 SR (Striping Ratio)
 Perbandingan antara jumlah overburden yang akan dikupas dengan
endapan bijih yang akan dikupas.
Jumlah OB (BCM/Ton)
 SR =
Jumlah BB (BCM/Ton)
 SR Ekonomis
 Perbandingan antara jumlah overburden yang akan dikupas dengan
endapan bijih yang akan dikupas yang masih menguntungkan apabila
ditambang.
Harga Jual BB – Biaya Produksi BB – Profit Jual BB
 SRekonomis = Biaya Pengupasan OB
 BESR 1
 Perbandingan antara biaya penggalian endapan bijih (ore) dengan
biaya pengupasan tanah penutup (overburden). Dari nilai BESR 1 ini
dapat ditentukan metode penambangan yang tepat. Jika nilainya <7 =
Tamka, >7=Tamda.
Biaya Tamda ($/ton) – Biaya Tamka ($/ton)
 BESR 1 = Biaya Pengupasan OB ($/BCM)
 BESR 2
 Perbandingan antara biaya penggalian endapan bijih (ore) dengan
biaya pengupasan tanah penutup (overburden). Dari nilai BESR 2 ini
dapat diketahui untung atau ruginya tambang yang akan di buka Jika
nilainya <1 = Rugi, >1=Untung
Harga Jual BB ($/ton) – Biaya Produksi BB ($/ton)
 BESR 2 = Biaya Pengupasan OB ($/BCM)

 Bu Ami
 Tujuan Pengolahan?
a. Agar dapat mengurangi ongkos angkut, karena zat-zat pengotor yang
tercampur dalam bahan galian telah dipisahkan sehingga yang diangkut
merupakan bahan galian murni yang telah terbebas dari pengotor
b. Meningkatkan nilai tambah bahan galian, karena setelah dilakukannya
pengolahan dapat meningkatkan kadar bahan galian tersebut, sehingga nilai
jualnya akan meningkat juga dipasaran
c. Untuk mereduksi senyawa-senyawa kimia yang tidak dikehendaki pabrik
peleburan
d. Menyesuaikan dengan permintaan pasar
e. Bila konsentratnya mengandung lebih dari satu mineral berharga, maka ada
kemungkinan dapat diambil yang lain sebagai by produck.
 Tahapan Pengolahan? Alat Pengolahan?
Tahap-tahap utama dalam proses PBG terdiri dari Kominusi, Sizing,
Concentrating, dan Dewatering :
a. Kominusi
Kominusi atau pengecilan ukuran merupakan tahap awal dalam proses PBG
yang bertujuan untuk :
1. Membebaskan / meliberasi (to liberate) mineral berharga dari material
pengotornya.
2. Menghasilkan ukuran dan bentuk partikel yang sesuai dengan kebutuhan
pada proses berikutnya.
3. Memperluas permukaan partikel agar dapat mempercepat kontak dengan
zat lain, misalnya reagen flotasi.
Kominusi ada 2 (dua) macam, yaitu :
1. Peremukan / pemecahan (crushing)
Peremukan adalah proses reduksi ukuran dari bahan galian / bijih yang
langsung dari tambang (ROM = run of mine) dan berukuran besar-besar
(diameter sekitar 100 cm) menjadi ukuran 20-25 cm bahkan bisa sampai
ukuran 2,5 cm. Peralatan yang dipakai antara lain adalah :
 Jaw crusher
 Gyratory crusher
2. Penggerusan / penghalusan (grinding)
Penggerusan adalah proses lanjutan pengecilan ukuran dari yang sudah
berukuran 2,5 cm menjadi ukuran yang lebih halus. Peralatan
penggerusan yang dipergunakan adalah :
 Ball mill dengan media penggerus berupa bola-bola baja atau
keramik.
 Rod mill dengan media penggerus berupa batang-batang baja.
 Autogenous mill bila media penggerusnya adalah bahan galian atau
bijihnya sendiri.
b. Sizing
Setelah bahan galian atau bijih diremuk dan digerus, maka akan diperoleh
bermacam-macam ukuran partikel. Oleh sebab itu harus dilakukan
pemisahan berdasarkan ukuran partikel agar sesuai dengan ukuran yang
dibutuhkan pada proses pengolahan yang berikutnya.
Pengayakan atau penyaringan adalah proses pemisahan secara mekanik
berdasarkan perbedaan ukuran partikel. Pengayakan (screening) dipakai
dalam skala industri, sedangkan penyaringan (sieving) dipakai untuk skala
laboratorium. Produk dari proses pengayakan/penyaringan ada 2 (dua), yaitu:
1. Ukuran lebih besar daripada ukuran lubang-lubang ayakan (oversize).
2. Ukuran yang lebih kecil daripada ukuran lubang-lubang ayakan
(undersize).
Saringan (sieve) yang sering dipakai di laboratorium adalah :
1. Hand sieve
2. Vibrating sieve series / Tyler vibrating sive
Sedangkan ayakan (screen) yang berskala industri antara lain :
1. Vibrating screen (single deck, double deck, triple deck, etc.)
2. Shaking screen
3. Rotary shifter
c. Concentrating
Agar bahan galian yang mutu atau kadarnya rendah (marginal) dapat diolah
lebih lanjut, yaitu diambil (di-ekstrak) logamnya, maka kadar bahan galian itu
harus ditingkatkan dengan proses konsentrasi. Sifat-sifat fisik mineral yang
dapat dimanfaatkan dalam proses konsentrasi adalah :
1. Perbedaan konsentrasi gravitasi dan media berat. Produk dari proses
konsentrasi gravitasi ada 3 yaitu :
 Konsentrat (concentrate) yang terdiri dari kumpulan mineral berharga
dengan kadar tinggi.
 Amang (middling) yaitu konsentrat yang masih kotor.
 Ampas (tailing) yang terdiri dari mineral-mineral pengotor yang harus
dibuang.
Peralatan konsentrasi gravitasi yang banyak dipakai adalah :
 Jengkek (jig) dengan bermacam-macam rekacipta (design).
 Meja goyang (shaking table).
 Konsentrator spiral (Humprey spiral concentrator).
 Palong / sakan (sluice box).
2. Perbedaan berat jenis sifat dengan media berat.
Merupakan proses konsentrasi yang bertujuan untuk memisahkan
mineral-mineral berharga yang lebih berat dari pengotornya yang terdiri
dari mineral-mineral ringan dengan menggunakan medium pemisah yang
berat jenisnya lebih besar dari air (berat jenisnya > 1) seperti tetra bromo
ethana (b.j. = 2,96), bromoform (b.j. = 2,85) dan methylene jodida (b.j. =
3,32). Produk dari proses konsentrasi ini adalah :
 Endapan (sink) yang terdiri dari mineral-mineral berharga yang berat.
 Apungan (float) yang terdiri dari mineral-mineral pengotor yang ringan.
Peralatan endap apung yang banyak dipakai adalah :
 Flotation Cell
 Drum separator karena bentuknya silindris.
 Cone separator karena bentuknya seperti corongan.
3. Perbedaan sifat kelistrikan untuk proses konsentrasi elektrostatik.
Merupakan proses konsentrasi dengan memanfaatkan perbedaan sifat
konduktor (mudah menghantarkan arus listrik) dan non-konduktor (nir
konduktor) dari mineral. Kendala proses konsentrasi ini adalah :
 Hanya sesuai untuk proses konsentrasi dengan jumlah umpan yang
tidak terlalu besar.
 Karena prosesnya harus kering, maka timbul masalah dengan debu
yang berterbangan.
Produk dari proses konsentrasi ini adalah :
 Mineral-mineral konduktor sebagai konsentrat.
 Mineral-mineral non-konduktor sebagai ampas (tailing).
Peralatan yang biasa dipakai adalah :
 Electrodynamic separator (high tension separator).
 Electrostatic separator:
4. Perbedaan sifat kemagnetan untuk proses konsentrasi magnetik.
Proses konsentrasi yang memanfaatkan perbedaan sifat kemagnetan
(magnetic susceptibility) yang dimiliki mineral. Sifat kemagnetan bahan
galian ada 3 (tiga) macam, yaitu :
 Ferromagnetic, yaitu bahan galian (mineral) yang sangat kuat untuk
ditarik oleh medan magnet. Misalnya magnetit (Fe3 O4).
 Paramagnetic, yaitu bahan galian yang dapat tertarik oleh medan
magnet. Contohnya hematit (Fe2 O3), ilmenit (Se Ti O3) dan pyrhotit
(Fe S).
 Diamagnetic, yaitu bahan galian yang tak tertarik oleh medan magnet.
Misalnya : kwarsa (Si O2) dan feldspar [(Na, K, Al) Si3 O8].
Jadi produk dari proses konsentrasi yang berlangsung basah ini adalah :
 Mineral-mineral magnetik sebagai konsentrat.
 Mineral-mineral non-magnetik sebagai ampas (tailing).
Peralatan yang dipakai disebut magnetic separator yang terdiri dari :
 Induced roll dry magnetic separator.
 Wet drum low intensity magnetic separator
d. Dewatering
Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi kandungan air yang ada pada
konsentrat yang diperoleh dengan proses basah, misalnya proses
konsentrasi gravitasi dan flotasi.
Cara-cara pengawa-airan ini ada 3 (tiga), yaitu :
1. Cara Pengentalan / Pemekatan (Thickening)
Konsentrat yang berupa lumpur dimasukkan ke dalam bejana bulat.
Bagian yang pekat mengendap ke bawah disebut underflow, sedangkan
bagian yang encer atau airnya mengalir di bagian atas disebut overflow.
Kedua produk itu dikeluarkan secara terus menerus (continuous).
2. Cara Penapisan / Pengawa-airan (Filtration)
Dengan cara pengentalan kadar airnya masih cukup tinggi, maka bagian
yang pekat dari pengentalan dimasukkan ke penapis yang disertai
dengan pengisapan, sehingga jumlah air yang terisap akan banyak.
Dengan demikian akan dapat dipisahkan padatan dari airnya.
3. Pengeringan (Drying)
Proses untuk membuang seluruh kandung air dari padatan yang berasal
dari konsentrat dengan cara penguapan (evaporization/evaporation).
Peralatan atau cara yang dipakai ada bermacam-macam, yaitu :
 Hearth type drying/air dried/air baked, yaitu pengeringan yang
dilakukan di atas lantai oleh sinar matahari dan harus sering diaduk
(dibolak-balik).
 Shaft drier, ada dua macam, yaitu :
 tower drier, material (mineral) yang basah dijatuhkan di dalam
saluran silindris vertikal yang dialiri udara panas (80o – 100o).
 rotary drier, material yang basah dialirkan ke dalam silinder
panjang yang diputar pada posisi agak miring dan dialiri udara
panas yang berlawanan arah.

2. Revina
 Pak Dudi
 Skala Peta Yang Digunakan Untuk Mencari Endapan Bahan Galian Dan
Proses Pengeboran?
a. Survei Tinjau = 1 : 100.000
b. Prospeksi = 1 : 50.000
c. Eksplorasi Pendahukuan = 1 : 10.000
d. Eksplorasi Rinci = 1 : 2.000
 Ciri-Ciri Batuan Beku, Sedimen, Dan Metamorf?
a. Batuan Beku
Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma yang
membeku. Batuan beku terjadi dari magma cair pijar yang rnernbeku karena
mengalami pendinginan (penurunan temperatur). Magma merupakan benda
cair yang sangat panas dan terdapat di perut bumi. Magma yang mencapai
permukaan bumi disebut lava. Semula batuan beku berupa lelehan magma
yang besar. Ex : granit, gabro, andesit
b. Batuan Sedimen
Batuan endapan merupakan batuan yang terbentuk dari hasil endapan
pelapukan batuan. Batuan jenis seperti ini dapat pula terbentuk dari batuan
yang terkikis ataupun dari hasil endapan sisa-sisa binatang dan tumbuhan.
Ex : Batu pasir, Batu kapur, Konglomerat, Breksi
c. Batuan Metamorf
Batuan malihan (metamorf) berasal dari batuan sedimen yang
mengalami perubahan (metamorfosis). Batuan sedimen mengalami
perubahan karena mendapat panas dan tekanan dari dalam Bumi. Kalau
mendapat panas terus menerus, batuan sedimen akan berubah menjadi
batuan malihan. Ex : Marmer, sabak, topaz, intan
 Sebutkan 3 Perusahaan Tambang Batubara, Emas dan Nikel Di Indonesia?
a. Perusahaan Tambang Batubara di Indonesia :
1. PT Adaro Indonesia – Kalimantan Selatan
2. PT Arutmin – Kalimantan Selatan
3. PT Kaltim Prima Coal – Kalimantan Timur
4. PT Bukit Asam – Sumatera Barat
b. Perusahaan Tambang Emas di Indonesia :
1. PT Freeport – Papua
2. PT Newmont – NTB
3. PT Antam – Bogor
4. PT Nusa Halmahera Mineral – Maluku
c. Perusahaan Tambang Nikel di Indonesia :
1. PT Vale Indonesia – Sulsel
2. PT Antam – Sulteng
Perusahaan Tambang di Jawa Barat :
a. Kab. Bogor PT. Aneka Tambang, Tbk. – Pongkor
b. Kab. Garut PT. Chevron Energy Indonesia – Drajat
c. Kab. Bandung PT. Pertamina (Persero) UPms III Padalarang
d. Kab. Bandung PT. Silva - Padalarang
Perusahaan Tambang di Jawa Timur :
a. Kab. Probolinggo PT. Paiton Energi Company
b. Kab. Sidoarjo PT. Lapindo Brantas (lap. Wunut & Tanggulangin)
c. Kota Surabaya PT. Pertamina (Persero) UPms V Instalasi Tanjung Perak
- Berapa Kedalaman Pengeboran?

250 m Tebal Semu = 1,4 m


% Lereng = 15% Singkapan

10%
Dit : Kedalaman Pengeboran?

 Pak Maryanto
 Metode Penambangan UPO Ombilin?
Penambangan bawah tanah dengan sistem long wall
 Sketsa Longwall dan Room and Pillar?

 Contoh Perhitungan Pemasangan Penyangaan Dengan Span?

 Penentuan Pembukaan OB Apakah Dilakukan Penggalian Atau Peledakan?


Dilakukan proses peledakan apabila pengupasan OB dengan menggunakan alat
berat sudah tidak mampu dilakukan.
 Bu Yanti
 Karbon Aktif?
Karbon aktif, atau sering juga disebut sebagai arang aktif, adalah suatu jenis
karbon yang memiliki luas permukaan yang sangat besar. Hal ini bisa dicapai
dengan mengaktifkan karbon atau arang tersebut. Hanya dengan satu gram dari
karbon aktif, akan didapatkan suatu material yang memiliki luas permukaan kira-
kira sebesar 500 m2. Contoh yang mudah dari karbon aktif adalah yang banyak
dikenal dengan sebutan norit yang digunakan untuk mengatasi gangguan
pencernaan. Prinsip kerja norit adalah ketika masuk kedalam perut dia akan
mampu menjerap bahan – bahan racun dan berbahaya yang menyebabkan
gangguan pencernaan. Kemudian menyimpannya di dalam permukaan porinya
sehingga nantinya keluar nantinya bersama tinja.
 Pengolahan Batubara dan Tembaga / Timah?
a. Pengolahan Tembaga/Timah
Proses pembuatan tembaga dilakukan dari senyawa sulfidanya dalam
mineral kalkopirit (CuFeS2) dan kalkosit (Cu2S). Karena terdapat cukup
banyak besi, proses pembuatan tembaga menjadi agak kompleks karena
harus memisahkan Cu dan FeS. Pada pengolahan biji tembaga, pada proses
mill menghasilkan konsentrat tembaga dan emas dari bijih yang ditambang
dengan memisahkan mineral berharga dari pengotor yang menutupinya.
Langkah-langkah utamanya adalah penghancuran, penggilingan,
pengapungan, dan pengeringan.
2CuFeS2(s) + 4O2(g) → Cu2S(a) + 2FeO(s) + 2SO2(g) (Dibakar)
2Cu2S + 3O2 → 2Cu2O + 2SO2
2Cu2O + Cu2S → 6Cu + SO2
Sedangkan FeO teroksidasi menjadi terak FeSiO3.
FeO + SiO2 → FeSiO3
b. Pengolahan Batubara
Batubara jenis sub-bituminous termasuk kualitas rendah sehingga memiliki
harga yang relatif rendah juga. Untuk meningkatkan harga batubara seperti
ini dapat dilakukan usaha peningkatan nilai tambah.
1. Proses Karbonisasi batubara merupakan proses peningkatan kualitas
batubara dengan cara dipanaskan di dalam tanur pada temperatur tinggi
diatas 800oC atau pada temperatur dibawah 600oC dalam lingkungan
tanpa atau sedikit udara. Proses ini dapat menghilangkan atau
mengurangi kandungan volatile matter dan air.
2. Gasifikasi batubara merupakan proses konversi batubara menjadi gas.
Umumnya dilakukan untuk batubara yang tidak dapat digunakan secara
langsung sebagai bahan bakar. Gas yang dihasilkan dapat dimurnikan
lagi atau dapat langsung digunakan sebagai bahan bakar, atau
direaksikan dengan senyawa lain untuk menghasilkan bentuk gas lain
atau menjadi bentuk cairan. Bahan bakar gas sintetik ini lebih ramah
lingkungan dibandingkan dengan pembakaran langsung dari batubara.
3. Liquefaction merupakan proses konversi batubara menjadi produk lain
seperti cairan melalui proses pirolisis, indirect liquefaction, dan direct
liquefaction. Pada proses pirolisis, cairannya merupakan produk samping
dari produksi kokas. Pada proses indirect liquefaction, batubara
digasifikasi menjadi campuran gas CO dan hidrogen (H2). Gas ini biasa
disebut syngas. Proses direct liquefaction sering juga disebut sebagai
coal hydrogenation. Pada proses ini, batubara dicampur dengan larutan
pendonor hidrogen dan direaksikan dengan hidrogen atau syngas pada
tekanan dan temperatur tinggi untuk menghasilkan berbagai produk
bahan bakar cair.
 Metode Penentuan Alat Pengolahan?
3. Priema
 Pak Dono
 Pembagian Ganesa Bahan Galian?
Endapan-endapan mineral yang muncul sesuai dengan bentuk asalnya disebut
endapan primer (hypogen). Jika mineral-mineral primer telah mengalami terubah
melalui pelapukan atau proses- proses luar (superficial processes) disebut
dengan endapan sekunder atau endapan supergen. Endapan-endapan mineral
yang terbentuk bersamaan dengan terbentuknya batuan disebut dengan
singenetik, dan jika terbentuk tidak bersamaan dengan terbentuknya batuan
disebut dengan epigenetik
 Bagaimana / Kapan Suatu EBG Dinyatakan Terbentuk Dekat Permukaan /
Jauh Di Bawah Permukaan?
Diliat dari mineral, endapan volcanic (dekat permukaan) dan plutonic (bawah
permukaan)
 Mengapa Kadar Emas Ada Yang Tinggi dan Rendah?
Konsentrasi keterbentukannya, dicontrol batuan diterobos, batuan menerobos.
 Lebih Tinggi Mana Kadar Emas Yang Terbentuk Dekat Permukaan / Jauh Di
Dalam Permukaan?
dekat permukaan, karena banyak pengkayaan mineral
 Apa Saja Jenis Endapan Primer dan Sekunder?
Primer : metasomatisme kontak, hidrotermal, metamorfik
Sekunder = aluvial, laterit
 Untuk Penambangan Manakah Yang Lebih Berpotensi Emas yang
Terbentuk Dekat Permukaan / Jauh Di Dalam Permukaan?
 Apa metode Eksplorasi Yang Pas Untuk Emas?
Langsung dan tidak langsung ( geokimia, geofisika, geologi)
 Apa yang Dimaksud Eks. Geofisika? Apakah Emas Bisa Pakai Geofisika?

 Apa Mineral Pembawa Emas?


Native, kalaferit (AuTe2)
 Bagamana Ciri Suatu Vein yang Kaya Akan Emas?
 Apa Yang Harus Dilakukan Pertama Saat Pertama Kali Akan Membuka
Tambang?
Pembuatan drainasenya agar kondisi kerja penambangan tetap kering
 Bu Ami
 Berapa Harga Emas Sekarang?
USD:1.209,80/oz | Antam:563.000/gr | Kurs IDR/USD:13.504,00
 Apa Satuan Emas Ketika Dijual?
Troy/ons = 31,1gr
 Dimana Lokasi ANTAM yang Menampung Emas untuk Diolah Kembali Dari
Seluruh Indonesia?
Pulogadung
 Bagaimana Cara Pemurnian Emas? Apa Itu Bullion?
Sianida atau Hg (amalgamasi)
Tergantung batuan pembawa
Hasil pengolahan emas dan logam lain yang telah di olah  bullion
 Apa Nama Proses Pemurnian Bullion?
Refining
 Sebutkan Sifat Fisik Material?
Sifat penting yang kedua dalam pemilihan material adalah sifat fisik. Sifat fisik
adalah kelakuan atau sifat-sifat material yang bukan disebabkan oleh
pembebanan seperti pengaruh pemanasan, pendinginan dan pengaruh arus
listrik yang lebih mengarah pada struktur material. Sifat fisik material antara lain :
temperatur cair, konduktivitas panas dan panas spesifik.
 Apa Metode Yang Paling Tepat Untuk Konsentrasi Emas Dan Pake Sifat
Fisik Apa?

 Gambarkan Shaking Table dan Kemana Larinya Tailing dan Konsentrat?

 Apa Perbedaan Emas Kuning, Merah, Ungu, dan Hijau? Bagaiman cara
menghasilkan Emas Ungu?
Hasil perpaduan emas dengan logam lain akan menghasilkan warna yang
berbeda-beda, contohnya adalah sebagai berikut:
a. Emas Merah: emas murni + tembaga
b. Emas Kuning: emas murni + perak murni
c. Emas Putih: emas murni + timah sari + nikel + perak murni
d. Emas Hijau: emas murni + perak murni + kadmiun + tembaga
e. Emas Biru: emas murni + besi
f. Emas Jingga: emas murni + perak murni + tembaga
g. Emas Coklat: emas murni + palladium + perak murni
h. Emas Abu-abu: emas murni + tembaga + besi
i. Emas Ungu: emas murni + alumunium
 Pak Maryanto
 Apa Yang Dimaksud Dengan Tunnel, Shaft, Crosscut, Adit, Inline Shaft?
a. Shaft adalah suatu lubang bukaan vertical atau miring yang menghubungkan
tambang bawah tanah dengan permukaan bumi dan berfungsi sebagai jalan
pengangkutan karyawan, alat- alat kebutuhan tambang, ventilasi, penirisan
dan lain – lain.
b. Tunnel ( terowongan ) adalah suatu lubang bukaan mendatar atau hampir
mendatar yang menembus kedua belah kaki bukit.
c. Adit ( terowongan buntu ) adalah suatu lubang bukaan mendatar atau hampir
mendatar menghubungkan tambang bawah tanah dengan permukaan bumi
dan Hnya menembus disebelah kaki bukit saja.
d. Drift adalah suatu lubang bukaan mendatar yang dibuat dekat atau pada
endapan bijih dan arahnya sejajar dengan jurus atau dimensi terpanjang dari
endapan bijihnya.
e. Cross cut adalah suatau lubang bukaan mendatar yang menyilang/
memotong jurus endapan bijih.
f. Level adalah drift atau cross cut atau adit yang dibuat dengan jarak – jarak
yang teratur kea rah vertical biasanya diberi nomor – nomor urut secara
teratur menurut ketinggiannya dari permukaan laut atau menurut
kedalamannya dari permukaan bumi.
g. Raise adalah suatu lubang bukaan vertical atau agak miring yang dibuat dari
level bawah ke level yang diatasnya.
h. Winze adalah lubang bukaan vertical atau agak miring yang dibuat dari level
atas ke level yang di bawahnya.
i. Blind shaft adalah suatu raise atau winze yang berfungsi sebagai shaft tetapi
tidak menembus sampai ke dalam permukaan.
j. Stope ( lombong ) adalah suatu tempat atau ruangan pada tambang bawah
tanah dimana endapan bijih sedang di tambang tetapi bukan pengalian yang
dilakukan selama development.
k. Sump adalah suatu sumur dangkal untuk menampung air dar mana air
kemudian di pompakan kepermukaan bumi.
 Bagaimana Cara Penambangan Bentuk Ore Yang Paling Efektif Pada
Gambar Berikut :

Ore

 Apa Bagian2 Dari Singel dan Overall Bench?


4. Vivi
 Pak Machali
 Definisi Air Tanah dan Air Permukaan?
Airtanah adalah air yang bergerak di dalam tanah yang terdapat dalam ruang
antar butir-butir tanah yang meresap ke dalam tanah dan bergabung membentuk
lapisan tanah yang disebut akuifer.
 Air permukaan yaitu pergerakan aliran air dipermukaan tanah melalui sungai dan
anak sungai. Sebutkan Tambang Bijih Yang Ada Di Indonesia Dan Nama
Mineralnya?
a. Timah – kasiterit Sno2, granit
b. Freeport – bornit cufes4, diorit
c. CSD – pirit, basalt riolit
d. Antam pongkor – pirit, basalt riolit
e. Antam pomalaa – peridotit, dunit
 Apa Yang Dimaksud Dengan Cadangan Tertambang?
Cadangan yang sudah diketahui SR ekonomi dan BESR ekonomi
 Apa Dan Sebutkan Mineral Serie Bowen?
Seri Reaksi Bowen merupakan suatu skema yang menunjukan urutan kristalisasi
dari mineral pembentuk batuan beku yang terdiri dari dua bagian. Mineral-mineral
tersebut dapat digolongkan dalam dua golongan besar yaitu:
a. Golongan mineral berwarna gelap atau mafik mineral.
b. Golongan mineral berwarna terang atau felsik mineral.

 Apa Perbedaan Dari Aquifer, Aquitar, Aquiklud, Dan Aquifluk?


a. Aquifer : mololoskan dan menyarangan (menyimpan) dalam jumlah besar-
pasir
b. Akuitar : aquifer jumlah dikit meloloskan - sandyclay dll
c. Aquiklud : bisa menyarangkan tidak bisa meloloskan – lempung
d. Akuifluk : tidak dapat duaduanya – batuan beku
 Pak Yul
 Jelaskan Siklus Hidrologi?
Siklus hidrologi adalah perputaran air dengan perubahan berbagai bentuk dan
kembali pada bentuk awal. Air di bumi mengalami perputaran terus atau
membentuk siklus yang dimulai dari penguapan (evaporation), hujan
(presipitation), dan pengaliran (out flow). Pada perjalanan menuju bumi beberapa
presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang
kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai
tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu yaitu evaporasi / transpirasi,
infiltrasi, dan menjadi air permukaan (surface run off).
 Perbedaan Evaporasi, Transpirasi, Dan Evapotranspirasi?
a. Evaporasi atau penguapan merupakan proses fisis perubahan cairan menjadi
uap, atau berubahnya air menjadi uap dan bergerak dari permukaan tanah
dan permukaan air ke udara.
b. Transpirasi adalah proses penguapan dari tanaman yaitu terlepasnya air dari
dalam jaringan tanaman.
c. Evapotranspirasi adalah gabungan dari peristiwa evaporasi dan transpirasi
yang diartikan sebagai peristiwa kehilangan air (penguapan) dari jaringan
tanaman dan dari permukaan tanah yang dipakai sebagai tempat
tumbuhnya.
d. Kondensasi / pengembunan adalah perubahan wujud benda ke wujud yang
lebih padat, seperti gas (atau uap) menjadi cairan.
 Di Awan Itu Ada Proses Apa Dalam Siklus Hidro??
Kondensasi
 Apa Yang Dimaksud Reaksi ZOB?
Zero oxygen balance adalah kesetimbangan jumlah oksigen yang tepat dalam
suatu campuran bahan peledak sehingga seluruh reaksi menghasilkan hidrogen
menjadi hidrogen dioksida (H2O), Carbon menjadi CO2 dan nitrogen menjadi N2
bebas, sehingga dalam hasil reaksinya hanya ketiga nsur tersebut yang
terbentuk.

 Apa Itu Stifness Ratio?

 Sifat Batuan?

 Output Dari Sifat Mekanik Batuan?


Mekanika batuan sendiri mempunyai karakteristik mekanik yang diperoleh dari
penelitian ini adalah kuat tekan batuan (σt), kuat tarik batuan (σc ), Modulus
Young (E), Nisbah Poisson (v), selubung kekuatan batuan (strength envelope),
kuat geser (τ), kohesi (C), dan sudut geser dalam (φ).
5. Nella
 Pak Machali
 Metode Eksplorasi?

 Metode Estimasi?

 Mineral Dalam Batuan Beku?

 Perbedaan SD Tereka, Terunjuk, dan Terukur?


 Macam-macam Batuan Beku, Sedimen, dan Metamorf?

 Terjadinya Air Asam Tambang?

 Genesa Batubara?

 Perbedaan Pasir dan Batu Pasir?


 Pak Yul
 Perbedaan Kekuatan dan Kekerasan?
 Rumus Gaya dan Satuan?
 Tekanan adalah?
 Skala Mohs?
 Pertanyaan tentang Skripsi Masing2?
 Diagram Mohr dan Output?
 UCS Output?
 Bu Yanti
 Material Balance, Metalurgical Balance?
 Screening? Sebutkan 4 Produk?
 Ayakan dalam mm, inch, mesh?
 UU no 1 th ^7? UU no 4 th 2009?
 Genesa Batubara?
 Kenapa ada Pirit dalam Batubara?
 Bahan Galian Industri melewati proses Pengolahan Sampai Tahapan apa?
 Konsentrat itu Apa?

6. Siti
 Pak Dudi
 Pengaruh Struktur Terhadap Getaran Tanah?
 Pengertian Getaran Tanah?
 Faktor yang mempengaruhi Getaran Tanah?
 Sifat Fisik, dan Kimia Mineral Batuan Beku, Sedimen, dan Metamorf?
 Contoh Perhitungan Persen Lereng?
 Genesa Batuan Beku, Sedimen, dan Metamorf?
 Posisi Konkordan, Diskordan, Sill, dan Dike?
 Bu Elfida
 Reaksi ZOB dan Setarakan?
 Cari MR dan AR ZOB?
 Kalo ada 100 Kg bahan Peledakan, Cari berapa % Anfo?
 Reaksi Redoks?
 Bahan Galian Logam itu Ion Positif dan Negatif?
 Al2++2e?
 Pengolahn? Pengertian Kominusi, Sizing, Concentrating, Dewatering,
Metalurgi? Jelaskan Pengertian alat, dan Outputnya?
 Reagen Flotasi?
 Macam2 Mineral Logam Yang Kuat?

 Pak Solihin
 Alat Gali, Muat, dan Angkut? Tamka dan Underground Jelaskan + Contoh?
 Sistem Penambangan Tamka?
 Pemboran, Mata Bor?
 Perbedaan Tambang BB di Tanjung Enim dan Kalimantan?
 Pengetahuan ttg Tambang di Indonesia?
 Kalo ada kontur terus dipotong2 tengahnya, maka gimana Konturnya?
 Efek Negatif Peledakan?
7. Chintya
 Pak Yunus
 Kekar itu Apa?
 Genesa Kekar?
 Gaya yang Bekerja Pada Kekar?
 Kenapa di Sawah yang Kerng ada Kekar?
 Penyebab Sawah Kering?
 Kekar it berpola, bukannya tidak Beraturan, Jelaskan?
 Genesa Kekar Berdasarkan Tektonik?
 Kandungan Magma? (Bukan Si Al, Mg Fe)(Magma itu beku, Pengaruh Suhu
dan Tekanan Salah)
 Pengaruh Kekar Terhadap Stabilitas Lubang Bukaan?
 Permukaan Kekar Dipengaruhi Oleh Apa?
 Joint Set itu Apa?
 Bu Linda
 Pengolahan Emas Dari ROM sampai Bullion?
 Bahan Kimia Yang Digunakan?
 Kenapa Sianida lebih Efektif dari Pada Raksa?
 Penggunaan Zn Dalam Pengolahan?
 Pengaruh Boraks dalam Karbon?
 Cil Itu Apa? (Carbon In Leach)
 Macam-macam Warna Emas?
 Kadar Emas kenapa 24 Karat?
Kadar 24 karat dinyatakan sebagai emas murni.
 Artinya Karat?
Karat adalah tetapan yang biasa digunakan untuk menyebutkan kadar
kandungan emas. Untuk mengenal emas, kita terlebih dahulu mengenal istilah
"kadar" dalam emas. Kadar merupakan tingkat keaslian emas, atau jumlah
kandungan kemurnian emas. Kadar emas dinyatakan dalam "karat".
 1 Karat artinya apa?
Emas untuk perhiasan biasanya dicampur dengan logam lain. Hal ini karena
emas murni (100%) sangatlah lunak dan sulit untuk dibentuk. Logam yang biasa
digunakan untuk bahan campuran adalah nikel, tembaga, perak, seng, rhodium
dan lainnya. Perhiasan dengan kadar emas 80% menyatakan bahwa kandungan
emas dalam perhiasan tersebut adalah 80%, sedangkan 20% sisanya berupa
logam campuran bukan emas.
 Pak Zainal
 Kasus, diketahui BESR 1 dan BESR 2

500 Meter
Batubara

Penambangan yang Cocok? Parameternya Apa?

 Geometri Peledakan? Penempatan Primer Paling Baik dimana? Mungkinkah


ada 2 dodol dalam 1 lubang? Cara kerja Petasan? Gambaran Nonel?
 Kasus Peledakan

Sumbu Api

Detonator Nonel

 Bagaimana cara meledakkan nonel kalua kita hanya punya sumbu api,
detonator elektrik, sama korek api?
8. Al-Amin

A. 25 m
10 m

B C
a. Cari Kemiringan dari titik a-b dan a-c?
b. Cari Persen Lereng dari titik a-b dan a-c?
c. Kemana Arah Aliran Air Limpasan Jika Ada Air di Titik A? Berikan
Alasan?
 Sebutkan nama Batuan Beku Beserta Jenisnya?
 Sebutkan Semua metode Penambangan Berserta Penjelasan?
 Dalam Penjualan Batubara apa Parameter Yang Perlu Diinformasikan?
 Apa yang dimaksud Kcal/Kg Pada Satuan Kalori BB?
 Angka 5.600 Kcal/kg (Nilai Kalori) dalam Informasi Kualitas BB apakah
dalam GCV atau NCV? Jelaskan apakah GCV dan NCV?