Anda di halaman 1dari 13

Konsep Matematika (KoMa)

Belajar Matematika ONLINE Bersama

Beranda ▼

Peluang Kejadian Bersyarat

                Blog Koma - Pada artikel ini kita akan membahas Peluang Kejadian Bersyarat yang
merupakan bagian dari peluang kejadian majemuk. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan
dengan kejadian majemuk yaitu "peluang kejadian saling lepas dan saling bebas" dan baca juga
konsep "peluang kejadian secara umum" untuk memudahkan dalam mempelajari materi Peluang
Kejadian Bersyarat ini.

Konsep Peluang Kejadian Bersyarat


       Dua kejadian disebut kejadian bersyarat atau kejadian yang saling bergantung apabila terjadi atau tidak
terjadinya kejadian A akan memengaruhi terjadi atau tidak terjadinya kejadian B.

Peluang terjadinya kejadian A dengan syarat kejadian B telah terjadi terlebih dahulu ditulis P (A|B) :
P (A ∩ B)
P (A|B) = , dengan P (B) ≠ 0
P (B)

Peluang terjadinya kejadian B dengan syarat kejadian A telah terjadi terlebih dahulu ditulis P (B|A) :
P (A ∩ B)
P (B|A) = , dengan P (A) ≠ 0
P (A)

dengan P (A ∩ B) = peluang irisan A dan B.

Contoh Soal Peluang Kejadian Bersyarat :


1). Sebuah dadu dilempar sekali. Tentukan peluang munculnya mata dadu ganjil dengan syarat
munculnya kejadian mata dadu prima lebih dahulu.
Penyelesaian :
*). Misal A adalah kejadian munculnya angka prima,
Ruang sampel : S = {1,2,3,4,5,6}, sehingga n(S) = 6
A = {2,3,5}, sehingga n(A) = 3 .
n(A) 3 1
Peluang kejadian A : P (A) = = =
n(S) 6 2

*). Misal B adalah kejadian muncul mata dadu ganjil,


B = {1,3,5} , sehingga irisannya : A ∩ B = {3,5} , dengan n(A ∩ B) = 2 .
n(A ∩ B) 2 1
Peluang irisannya : P (A ∩ B) = = =
n(S) 6 3

*). Menentukan peluang munculnya mata dadu ganjil dengan syarat munculnya kejadian mata dadu
prima lebih dahulu : P (B|A)
1
P (A ∩ B) 2
3
P (B|A) = = =
1
P (A) 3
2

Jadi, peluang munculnya mata dadu ganjil dengan syarat munculnya kejadian mata dadu prima
lebih dahulu adalah 3 .
2

Catatan :
*). Kejadian A terjadi lebih dahulu, sehingga A = {2,3,5} adalah sebagai ruang sampel dari kejadian
B.
*). Kejadian B : B = {3,5} , sehingga peluang kejadian B adalah .
2

2). Sebuah kotak berisi bola merah dan bola putih, dan setiap bola diberi tanda X atau tanda Y.
Berikut komposisi bola-bola yang ada dalam kotak :

Dipilih satu bola secara acak dari kotak tersebut. Tentukan peluang dari kejadian terambil bola
hitam bertanda X.
Penyelesaian :
*). Kejadian ini bisa kita pandang sebagai peluang kejadian munculnya bola hitam ( kejadian B)
dengan syarat bola bertanda X (kejadian X) lebih dahulu.
*). Terdapat 8 bola bertanda X dari total 11 bola,
sehingga peluangnya P (X) = .
8

11

*). Dari 8 bola bertanda X terdapat 5 warna hitam, artinya n(B ∩ X) = 5 .


sehingga peluangnya .
5
P (B ∩ X) =
11

*). Peluang warna hitam (B) dengan syarat bertanda X : P (B|X)


5
P (B ∩ X) 5
11
P (B|X) = = =
8
P (X) 8
11
5
Jadi, peluang dari kejadian terambil bola hitam bertanda X adalah 8
.
Menentukan peluang irisan dari peluang kejadian bersyarat
Peluang kejadian A dan B dengan kejadian B terjadi lebih dahulu : P (A ∩ B) ,
P (A ∩ B)
P (A|B) = → P (A ∩ B) = P (B) × P (A|B)
P (B)

Peluang kejadian A dan B dengan kejadian A terjadi lebih dahulu : P (A ∩ B) ,


P (A ∩ B)
P (B|A) = → P (A ∩ B) = P (A) × P (B|A)
P (A)

Contoh soal :
3). Dalam sebuah kotak terdapat 6 bola merah dan 4 bola putih. Jika sebuah bola diambil dalam
kotak itu berturut-turut sebanyak dua kali tanpa pengembalian. Tentukan peluang yang terambil
a). kedua-duanya bola merah,

b). bola pertama warna merah dan bola kedua warna putih.
Penyelesaian :
a). kedua-duanya bola merah,
*). Misal A kejadian bola pertama merah,
n(A)
Peluang A : P (A) .
6 3
= = =
n(S) 10 5

*). B kejadian bola kedua warna merah.


karena bola tidak dikembalikan, maka bola merah tinggal 5 bola merah dan 4 bola putih.
Sehingga peluang B dengan kejadian A sudah terjadi : P (B|A)
5
P (B|A) =
9

*). Peluang bola pertama merah dan kedua merah : P (A ∩ B)


3 5 1
P (A ∩ B) = P (A) × P (B|A) = × =
5 9 3
Jadi, peluang keduanya merah adalah
1

b). bola pertama warna merah dan bola kedua warna putih
*). Misal A kejadian bola pertama merah,
n(A)
Peluang A : P (A) .
6 3
= = =
n(S) 10 5

*). B kejadian bola kedua warna putih.


karena bola tidak dikembalikan, maka bola merah tinggal 5 bola merah dan 4 bola putih.
Sehingga peluang B dengan kejadian A sudah terjadi : P (B|A)
4
P (B|A) =
9

*). Peluang bola pertama merah dan kedua putih : P (A ∩ B)


3 4 4
P (A ∩ B) = P (A) × P (B|A) = × =
5 9 15
Jadi, peluang bola pertama warna merah dan bola kedua warna putih adalah
4

15

4). Dalam supermarket terdapat 12 ibu-ibu dan 4 orang remaja yang sedang berbelanja. Kemudian
dari mereka dipilih secara acak 3 orang untuk mendapatkan 3 undian berhadiah, dan setiap orang
hanya berhak memperoleh 1 hadiah. Tentukan peluang dari kejadian :
a). ketiga undian dimenangkan oleh ibu-ibu.
b). undian pertama dimenangkan remaja, undian kedua dimenangkan oleh ibu-ibu, dan undian
ketiga dimenangkan remaja.
c). terdapat 2 undian yang dimenangkan remaja dan 1 undian dimenangkan oleh ibu-ibu.

Penyelesaian :
*). Misalkan I adalah kejadian ibu-ibu memenangkan undian dan R adalah kejadian remaja
memenangkan undian.

a). ketiga undian dimenangkan oleh ibu-ibu.


ada 12 ibu-ibuu dan 4 remaja, sehingga n(S) = 16 .
*). Peluang ibu-ibu memenangkan undian pertama : P (I1 ) .
12 3
= =
16 4

*). 1 ibu sudah menang, maka tersisa 11 ibu-ibu dan 4 remaja, sehingga
Peluang ibu-ibu memenangkan undian kedua : P (I2 |I1 ) = 15 .
11

*). 2 ibu sudah menang, maka tersisa 10 ibu-ibu dan 4 remaja, sehingga
Peluang ibu-ibu memenangkan undian ketiga : P (I3 |I1 , I2 ) = 14 = 7 .
10 5

*). Peluang ketiganya dimenangkan oleh ibu-ibu : P (I1 ∩ I2 ∩ I3 )

P (I1 ∩ I2 ∩ I3 ) = P (I1 ) × P (I2 |I1 ) × P (I3 |I1 , I2 )

3 11 5
= × ×
4 15 7
11
=
28
Jadi, peluang ketiga undian dimenangkan oleh ibu-ibu adalah .
11

28

b). undian pertama dimenangkan remaja, undian kedua dimenangkan oleh ibu-ibu, dan undian
ketiga dimenangkan remaja.
ada 12 ibu-ibuu dan 4 remaja, sehingga n(S) = 16.
*). Peluang remaja memenangkan undian pertama : P (R1 ) .
4 1
= =
16 4

*). 1 remaja sudah menang, maka tersisa 12 ibu-ibu dan 3 remaja, sehingga
Peluang ibu-ibu memenangkan undian kedua : P (I |R1 ) = 15 = 5 .
12 4

*). 1 ibu sudah menang dan 1 remaja, maka tersisa 11 ibu-ibu dan 3 remaja, sehingga
3
Peluang remaja memenangkan undian ketiga : P (R2 |R1 , I ) = 14 .
*). undian pertama dimenangkan remaja, undian kedua dimenangkan oleh ibu-ibu, dan undian
ketiga dimenangkan remaja : P (R1 ∩ I ∩ R2 )
P (R1 ∩ I ∩ R2 ) = P (R1 ) × P (I |R1 ) × P (R2 |R1 , I )

1 4 3
= × ×
4 5 14
3
=
70
3
Jadi, peluangnya adalah 70
.

c). terdapat 2 undian yang dimenangkan remaja dan 1 undian dimenangkan oleh ibu-ibu.
Terdapat tiga kemungkinan dan cara menghitungnya mirip dengan cara bagian (b) sebelumnya.
*). undian pertama dimenangkan remaja, undian kedua dimenangkan oleh ibu-ibu, dan undian
ketiga dimenangkan remaja,
P (R1 ∩ I ∩ R2 ) = P (R1 ) × P (I |R1 ) × P (R2 |R1 , I )

3
= = 0, 0428
70
*). undian pertama dimenangkan remaja, undian kedua dimenangkan oleh remaja, dan undian
ketiga dimenangkan ibu-ibu,
P (R1 ∩ R2 ∩ I ) = P (R1 ) × P (R2 |R1 ) × P (I |R1 , R2 )

4 3 12
= × ×
16 15 14

= 0, 0428

*). undian pertama dimenangkan ibu-ibu, undian kedua dimenangkan oleh remaja, dan undian
ketiga dimenangkan remaja,
P (I ∩ R1 ∩ R2 ) = P (I ) × P (R1 |I ) × P (R2 |I , R1 )

12 4 3
= × ×
16 15 14

= 0, 0428

Jadi, peluang terdapat 2 undian yang dimenangkan remaja dan 1 undian dimenangkan oleh ibu-ibu
adalah 0, 0428 + 0, 0428 + 0, 0428 = 0, 1284 .

putu darmayasa

Berbagi
Artikel Terkait: peluang
Peluang Kejadian Bersyarat

Peluang Kejadian Saling Lepas dan Saling Bebas

Peluang Kejadian Secara Umum

12 komentar:

kucing hebat 20 Agustus 2016 19.45


Soal salah: Sebuah dadu dilempar sekali. Tentukan peluang munculnya mata dadu ganjil dengan
syarat munculnya kejadian mata dadu prima lebih dahulu.

Seharusnya:
Sebuah dadu dilempar sekali. Tentukan peluang munculnya mata dadu ganjil dengan syarat mata
dadu yang muncul bilangan prima
Balas

Balasan

putu darmayasa 21 Agustus 2016 20.53


Hallow #kucing hebat.

Terima kasih untuk koreksinya. Di sini bukan masalah SOAL SALAH ATAU BENAR, artikel ini
(contoh-contoh soalnya) dibuat memang untuk pemula (baru belajar peluang besyarat)
yang artinya butuh soal yang langsung kena dengan teori yang ditulis sebelumnya (di
atasnya) entah itu soalnya dalam kalimat yang efektif atau tidak. Harapannya akan
langsung bisa dipahami dengan kesesuaian teori dan contoh soalnya.

Terima kasih untuk kunjungannya ke blog koma ini.


Semoga terus dan selalu bisa membantu kita semua. ^_^

Balas

Aziz Wijaya 12 Oktober 2017 07.32


Mantab, makasih putu
Balas

Balasan

putu darmayasa 12 Oktober 2017 09.25


Hallow @Aziz,

Terimakasih untuk kunjungannya ke blog koma.

Semangat belajar.
Balas

Meme 16 Desember 2017 23.11


Bgaimana mencari peluang bersyarat jika soalnya :
Di PT A, 25% siswa gagal dlm Ujian matematika, 15% gagal dlm statistik dan 10% gagal keduax. Dan
seorg siswa dipggl scr acak. tntukan Brpa peluangx bahwa ia gagal dalam matematika atau statistik.
Trmksh 🙏🙏
Balas

Balasan

putu darmayasa 17 Desember 2017 07.32


Hallow @Meme,

Terima kasih untuk pertanyaannya.

Kita misalkan P (M c ) = 25% , c


P (S ) = 15% , dan P (M
c c
∩ S ) = 10% . Peluang
gagal dalam mat atau stat adalah
c c c c c c
P (M ∪ S ) = P (M ) + P (S ) − P (M ∩S )

= 25% + 15% − 10%

= 30%

Jadi, peluangnya adalah 30%.

Seperti itu penjelasannya.

Terima kasih untuk kunjungannya ke blog koma ini.

Balas

Khoridah Milaini 2 Maret 2018 07.46


Bagaimana cara penyelesaian soal berikut:
Peluang Ratna lulus ujian dengan nilai memuaskan adalah 0,95. Sedangkan peluang Ratna
mendapatkan pekerjaan setelah lulus dalam waktu 1 bulan pertama adalah 0,76. Peluang Ratna lulus
ujian tetapi tidak dapat pekerjaan dalam waktu 1 bulan pertama setelah lulus adalah...
Balas

Balasan

putu darmayasa 8 Maret 2018 12.05


Hallow @Khoridah,

Terima kasih untuk pertanyaannya.

Perhatikan contoh-contoh soal di atas. Jika syarat yang digunakan sama yaitu mendapat
kerja atau tidak mendapat kerja dengan syarat lulus, maka bisa menggunakan bentuk
komplemennya saja karena jumlah peluang kerja dengan syarat lulus dan peluang tidak
kerja dengan syarat lulus adalah 1.

Misalkan :
Peluang kerja dengan syarat lulus : P (K|L)
Peluang tidak kerja dengan syarat lulus : P (K c |L)
Perhitungannya :
c
P (K|L) + P (K |L) = 1

c
0, 76 + P (K |L) = 1

c
P (K |L) = 1 − 0, 76 = 0, 24

Seperti itu penjelasannya. Jika ada kekeliruan, mohon untuk dikoreksi ya.

Terima kasih untuk kunjungannya ke blog koma ini.

Semoga terus bisa bermanfaat.

Shandy Verdyo 14 Desember 2018 06.54


Kak, tidak bermaksud mengoreksi sebenarnya karena saya juga belum paham.
Btw apa boleh begini ya kak jawabannya?

P(K|L) + P(Kc|L) = 1

P(K|L) = P(K∩L) ÷ P(L)

= 0,76 ÷ 0,95

= 0,8

∴ P(K|L) = 0,8

P(K|L) + P(Kc|L) = 1

0,8 + P(Kc|L) = 1

P(Kc|L) = 0,2

Terima kasih.

putu darmayasa 14 Desember 2018 13.00


Hallow @Shandy,

Terimakasih untuk koreksinya. Soal ini ternyata sudah lama ya yaitu bulan Maret 2018,
sehingga sekarang ini saya harus baca lagi dan memahami kembali soalnya, hehehehe....
Ketika saya menjawab soal tersebut, saya menitik beratkan pada kalima "peluang dapat
kerja setelah lulus", artinya baik nilainya memuaskan atau tidak, yang penting dia lulus
maka peluangnya adalah 0, 76 . Sehingga waktu itu saya berkesimpulan bahwa 0, 76 itu
adalah peluang bersyaratnya (peluang kerja dengan syarat lulus).

Nah setelah saya baca lagi dan pahami lagi, ternyata seharusnya ada korelasi antara
peluang lulus dengan peluang dapat kerjanya, artinya semakin tinggi peluang kelulusannya
maka peluang mendapat kerjanya juga semakin tinggi apalagi dengan nilai memuaskan.
Sehingga dapat kita simpulkan P (L) = 0, 95 dan P (K ∩ L) = 0, 76 serta P (K|L)
P (K∩L) 0,76
dapat kita cari sesuai rumus yang ada yaitu P (K|L) = =
0,95
= 0, 8 . Di sini
P (L)

baik nilainya memuaskan atau tidak itu tidak masalah karena pasti akan diberikan
besaran/nilai peluang lulusnya.

Lagi sekali terimakasih untuk koreksi dan kunjungannya ke blog koma.

Catatan :
Untuk mengerjakan soal peluang memang agak sulit karena harus menyamakan
pemahaman kita sebagai orang yang mengerjakan soal dan maksud dari soal sesuai
harapan dari pembuat soal, sehingga sedikit saja kita salah dalam mengartikan kalimat
yang ada maka jawabannya pasti akan berbeda. Jika kita tidak dalam keadaan ujian, maka
sebaiknya kita perlu diskusi dengan orang lain untuk menyamakan persepsi yang diminta
pada soal. Maka dari itu, saya selalu meminta koreksi semua artikel yang ada di blog koma
ini kepada pembaca agar menghasilkan artikel yang berkualitas. Terimakasih untuk
pembaca yang mau berbagi dan mau mengoreksi tulisan-tulisan yang ada di blog koma
sebagai bahan diskusi kita bersama.

Semoga terus bermanfaat.

Balas

Caesarla Elyolawati 3 Juli 2018 07.40


Materi yang anda tulis benar2 membantu saya sebagai mahasiswa program studi pndidikan mtk.
Terimakasih �� dan tetaplah berkarya dan menulis. Keep up the good work ����
Balas

Balasan

putu darmayasa 14 Desember 2018 13.02


Hallow @Caesarla,

terimakasih untuk kunjungannya ke blog koma ini.

semoga terus bermanfaat.

Balas
Masukkan komentar Anda...

Beri komentar sebagai: renaldy therry (G Logout

Publikasikan Pratinjau Beri tahu saya

‹ Beranda ›
Lihat versi web

Peluang Kejadian Saling Lepas dan...

Peluang Kejadian
Secara Umum

Kumpulan Soal
Peluang Seleksi
Masuk PTN

Konsep
Matematika
(KoMa)

Operasi
Pembagian Suku
Banyak
Akar-akar dan
Faktor Persamaan
Suku Banyak

Statistika :
Penyajian Data

Kombinasi pada
Peluang dan
Contohnya

Kumpulan Soal
Transformasi
Seleksi Masuk...

Teorema Sisa dan


Teorema Faktor
pada Suku Banyak

Menghitung Luas
Daerah
Menggunakan...

Menentukan Nilai
Suku Banyak

Telusuri

Les Privat

Les Privat Cermat

Mengenai Saya
putu darmayasa
Ikuti 126

Lihat profil lengkapku

Labels

aplikasi vektor (6)


aritmetika sosial (6)
asimtot fungsi (4)
barisan dan deret (3)
bidang irisan dimensi tiga (4)
binomial newton (2)
bunga pertumbuhan dan peluruhan (8)
dimensi tiga (15)
eksponen (13)
elips (1)
fungsi komposisi dan invers (7)
fungsi kuadrat (7)
garis dan sudut (8)
geometri bidang datar (9)
integral (19)
irisan dua lingkaran (16)
irisan kerucut (20)
kaidah pencacahan (5)
komposisi transformasi (11)
kumpulan soal (27)
limit (14)
lingkaran (5)
logaritma (8)
logika matematika (10)
luas bangun datar khusus (2)
matematika keuangan (10)
matriks (7)
notasi sigma (1)
peluang (3)
persamaan dan pertidaksamaan linear (8)
persamaan garis lurus (3)
persamaan kuadrat (9)
pertidaksamaan (12)
program linear (8)
relasi dan fungsi (4)
segi empat (8)
segitiga (6)
sistem persamaan (5)
sistem pertidaksamaan (2)
soal dan pembahasan sbmptn (2)
soal dan pembahasan um ugm (2)
statistika (7)
suku banyak (6)
tokoh matematika (6)
transformasi geometri (19)
trigonometri (18)
trigonometri sudut tidak istimewa (10)
turunan (14)
vektor (19)

Mitra Dari Blog Koma

dunia-informa
Blog KoBi (Konsep Biologi)
Blog KoKim (Konsep Kimia)

Diberdayakan oleh Blogger.