Anda di halaman 1dari 3

Pertanyaan Audit Pembelian

1. Resiko apa saja yang biasa dihadapi oleh fungsi pembelian? (Zulkifli)
2. Apa kelebihan dan kelemahan dari pembayaran melalui cek? Dan alternatif apa yang
dapat dilakukan apabila terjadi cek kosong? (Suci)
3. Temuan apa saja yang biasa ditemukan dalam audit pembelian? (Zakhwan)
4. Transaksi apa yang diperlukan untuk pemisahan tugas? (Dwi)
5. Faktur ada namun barang tidak ada, apa langkah yang diambil auditor? (Alan)
6. Pihak-pihak mana saja yang berhak melakukan otorisasi pembelian dan faktor apa
yang menyebabkan adanya audit pembelian? (Aspihani)

Jawaban:

1. Resiko yang dihadapi oleh fungsi pembelian antara lain:


a. Keliru memesan barang yang tidak diperlukan atau memesan barang terlalu
banyak. Barang yang sudah dipesan ternyata tidak pernah diterima.
b. Adanya faktur fiktif atau dokumen pendukung yang lain. Faktur fiktif ini
merugikan perusahaan karena perusahaan bisa jadi mengeluarkan kas untuk
faktur fiktif tersebut. Adanya persediaan yang sudah daluwarsa atau out of date.
terpaksa dicatat sebagai kerugian.
c. Faktur dari pemasok yang legal tetapi informasi dalam faktur tidak benar.
d. Lalai membayar satu faktur dua kali. Administrasi yang tidak rapi bisa jadi
dapat membuat perusahaan membayar satu faktur dua kali, Tentu saja, jika ini
terjadi perusahaan rugi karena kas perusahaan menjadi tertahan di pemasok.
e. Pencurian cek oleh karyawan. Tentu saja jika cek kosong perusahaan
dimanfaatkan oleh karyawan, maka perusahaan akan rugi.
f. Akses terhadap daftar pemasok perusahaan oleh karyawan yang tidak berhak.
Daftar pemasok merupakan informasi yang mestinya tidak tersebar ke mana-
mana. Bukanlah satu hal yang menguntungkan perusahaan jika informasi ini
sampai ke tangan pesaing.
2. Kelebihan:
a. -Memudahkan pembayaran karena tidak perlu menghitung uang
b. -Alat pembayaran yang dapat diteriama untuk jumlah yang tidak terbatas
c. -Lebih aman karena resiko uang hilang lebih kecil
d. -Jika hilang dapat dilakukan pemblokiran dan pelacakan
e. -Dapat berpindah tangan tanpa mengeluarkan biaya yang besar
Kelemahan:
a. -Pemegang cek hanya bisa melakukan pencairan pada jam buka bank yang
dituju.
f. -Tidak efektif digunakan untuk membayar dalam jumlah kecil
g. -Tidak setiap orang dapat menerimanya.
h. -ada batas waktu untuk pencairan uangnya, jangan sampai terlewat batas
waktunya.
i. -Kemungkinan bisa terjadi penipuan atau Cek Kosong.
j. -Cek mudah robek jika tidak digunakan secara hati-hati.
k. -risiko kehilangan cek tinggi jika jenis cek tersebut cek atas unjuk.
l. -biaya untuk membuat cek tinggi, tidak semua bisa memiliki cek. Hanya yang
memiliki tabungan giro memiliki cek. Dan itu biasanya dimiliki oleh
perusahaan saja yang memiliki transaksi besar.
Jika mendapat cek kosong, maka kembalikan lagi cek tersebut ke perusahaan yang
memberikan cek tersebut. Lalu bisa kita meminta dalam bentuk uang. Jika hal tersebut
tidak bisa dilakukan maka segera melapor kepolisian karena hal ini termasuk kejahatan
penipuan tindak pidana.
3. Hasil laporan audit pembelian berisi temuan-temuan berupa ketidaksesuaian dengan
prosedur, penyalahgunaan wewenang, penyimpangan sistem, dan sebagainya yang
perlu diperbaiki oleh perusahaan dan juga rekomendasi yang perlu dilaksanakan
manajemen untuk memperbaiki temuan-temuan tersebut sehingga di masa depan dapat
diminimalkan atau dihilangkan.
4. Di dalam fungsi pembelian, pemisahan tugas bagian yang mencatat pembelian dan yang
menerima harus dipisah, karena jika seorang karyawan memegang rangkap jabatan
tersebut, kemungkinan terjadiya kecurangan atau fraud akan lebih besar.
5. Pertama-tama harus dilihat dulu Free On Board (FOB) pembelian pada faktur tersebut,
jika menggunakan Shipping point maka perusahaan segera mencatat adanya pembelian
setelah terjadinya transaksi pembelian, hal ini memungkinkan terjadinya adanya faktur
namun barang tidak ada. Jika menggunakan FOB Destination Point, jika ada faktur
pembelian namun tidak ada barangnya, maka bisa dicurigai adanya faktur fiktif.
6. Pihak-pihak yang terlibat pada terjadinya pembelian adalah dimulai dengan fungsi
produksi yang akan meminta barang kepada fungsi gudang, namun jika barang tidak
terdapat di bagian gudang maka fungsi gudang akan meminta kepada fungsi pembelian
untuk melakukan pembelian barang yang dibutuhkan oleh fungsi produksi. Selanjutnya
setelah pembelian terjadi dan barang sudah sampai, maka fungsi gudang akan
memberikan apa yang dibutuhkan oleh fungsi produksi. Namun proses pembelian ini
tidak terlepas dari controlling dan otorisasi dari manajemen tingkat atas.