Anda di halaman 1dari 5

PETUNJUK TEKNIS

BANTUAN SARANA IBADAH SD TAHUN 2014


NOMOR: DT.I.II/2/HM.01/676/2014

A. Latar Belakang
Pengeloaan Pendidikan Agama Islam (PAI) pada sekolah merupakan bentuk
penjabaran amanat Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional. Hal ini secara jelas dinyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional
adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab (Pasal 3).
Untuk mewujudkan peserta didik sebagaimana dalam tujuan pendidikan
nasional di atas, khususnya pendidikan agama, lahirlah Peraturan Pemerintah Nomor
55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan. Pendidikan
agama bertujuan untuk berkembangnya kemampuan peserta didik dalam memahami,
menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai agama yang menyerasikan penguasaannya
dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (Pasal 2, ayat 2).
Kemudian, untuk mendorong percepatan kemampuan peserta didik dalam
mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni ini,
dibutuhkan serangkaian proses yang terencana dan tersistem yang mendorong
adanya pengelolaan pendidikan agama secara formal pada sekolah. Oleh karena itu,
disahkanlah Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 16 tahun 2010 tentang
Pengelolaan Pendidikan Agama pada Sekolah.
Dalam PMA 16 tahun 2010, pasal 24, disebutkan, ”Setiap sekolah wajib
dilengkapi dengan sarana dan prasarana sesuai stándar nasional pendidikan untuk
penyelenggaraan pendidikan agama yang meliputi, antara lain, sumber belajar,
tempat ibadah, media pembelajaran, perpustakaan, dan laboratorium pendidikan
agama.” Penyediaan sarana dan prasarana tempat ibadah menjadi amat penting
dalam penyelenggaraan PAI dikarenakan tidak hanya untuk memenuhi aspek kognitif,
tetapi juga ranah afektif dan psikomotik.
Untuk mendukung dan merealisasikan tujuan pendidikan nasional dimaksud,
khususnya dalam pengelolaan PAI pada Sekolah, melalui DIPA APBN Direktorat
Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Tahun Anggaran 2014, Direktorat
Pendidikan Agama Islam melaksanakan Bantuan Sarana Ibadah SD. Kemudian, untuk
mendukung pelaksanaan kegiatan ini, perlu disusun Pedoman Bantuan Sarana Ibadah
SD sebagai acuan pelaksanaannya.
B. Tujuan
Tujuan Bantuan Sarana Ibadah SD ini adalah sebagai berikut :
1. Membangun tempat ibadah di SD.
2. Menyediakan sarana dan prasarana ibadah, seperti: perabot, kitab/buku, dan
perlengkapan penunjang ibadah lainnya di SD.
C. Sasaran
Sasaran Bantuan Sarana Ibadah SD ini adalah SD yang berkeinginan kuat dalam
membangun sarana atau tempat ibadah di sekolah, beserta kelengkapan perabot,
kitab/buku, dan perlengkapan penunjang pada sarana ibadah lainnya di SD,
sehingga dapat mengembangkan pembiasaan pengamalan ibadah dan
pembudayaan agama bagi peserta didik SD.

1
D. Dasar Hukum
Dasar Hukum Bantuan ini adalah sebagai berikut:
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
2. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan
Tanggung Jawab Keuangan Negara;
5. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
6. Undang-undang Nomor 19 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara Tahun Anggaran 2013;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan (SNP) berikut perubahannya PP Nomor 32 tahun 2013;
8. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan
Pendidikan Keagamaan;
9. Peraturan Pemerintah RI Nomor 45 tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan
Anggaran dan Belanja Negara
10. Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan
Anggaran Pendapatan dan belanja Negara sebagaimana telah diubah terakhir
dengan Keputusan Presiden RI Nomor 72 Tahun 2004 yang diubah terakhir
dengan Perpres Nomor 70 tahun 2012;
11. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah;
12. Peraturan Menteri Agama RI Nomor 2 Tahun 2006 tentang Mekanisme
Pelaksanaan Pembayaran atas Beban APBN di lingkungan Kementerian Agama RI;
13. Peraturan Menteri Agama RI Nomor 10 Tahun 2010 tentang organisasi dan tata
kerja Kementerian Agama RI.
13. Peraturan Menteri Agama RI. No. 16 Tahun 2010 tentang Pengolaan Pendidikan
Agama pada Sekolah;
14. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaraan Nomor: PER-66/PB/2005 tentang
Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban APBN;
14. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: DJ.I/48A/2007 Tahun 2007
tentang Pedoman Pemberian Bantuan.
E. Kriteria Penerima Bantuan
1. Sekolah Dasar tersebut terdaftar pada Dinas Pendidikan Kab/Kota setempat;
2. Memiliki lahan yang diperuntukkan pembangunan sarana ibadah;
3. Jumlah peserta didik muslim minimal 90 (Sembilan puluh) orang;
4. Diutamakan Sekolah Dasar yang jauh dari fasilitas/sarana
ibadah/masjid/mushalla milik masyarakat.
F. Kelengkapan Proposal
Setiap permohonan bantuan perlu dilengkapi persyaratan administrasi
sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan calon penerima bantuan
sebagai berikut :
a. Mengajukan surat permohonan bantuan ditujukan kepada Direktur
Pendidikan Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian
Agama RI, Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta Pusat
b. Melampirkan Nomor Rekening Bank dan NPWP atas nama sekolah (bukan
atas nama pribadi).
c. Membuat Rencana Anggaran Belanja (RAB) minimal Rp. 40.000.000,-.
d. Mendapatkan rekomendasi dari Kepala Kantor Kementerian Agama
Kabupaten/Kota atau Pejabat/Pimpinan Instansi yang berwenang.

2
e. Surat Pernyataan Kesanggupan melaksanakan bantuan sesuai dengan juknis
dan peraturan perundangn-undangan yang berlaku.
G. Rambu-rambu Pemanfaatan/Pelaksanaan Bantuan
Bantuan Sarana Ibadah SD ini hanya diperuntukkan pada:
a. Membangun sarana ibadah pada SD yang memadai dengan komponen
pokoknya mushalla, tempat wudlu dan buang hadats (kamar kecil/mandi).
b. Menyediakan sarana dan prasarana ibadah, seperti : perabot, kitab/buku, dan
perlengkapan penunjang ibadah lainnya di SD. Khusus untuk penyediaan
sarana-prasarana penunjang ibadah ini tidak lebih dari 10% dari keseluruhan
bantuan , yaitu Rp 4.000.000,-.
H. Proses pencairan
1. Calon penerima bantuan mengajukan proposal sesuai dengan kelengkapan
proposal/permohonan bantuan;
2. Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) menetapkan penerima bantuan
sarana ibadah SD dan disahkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam;
3. Proses pencairan bantuan kepada penerima dilakukan sebagai berikut:
a. Direktur PAI selaku Pejabat pembuat komitmen mengajukan permintaan
pembayaran (SPP) kepada Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan
Islam;
b. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam selaku pejabat penerbit
Surat Perintah Membayar (SPM) mengajukan SPM kepada KPPN;
c. KPPN menerbitkan SP2D ditujukan ke rekening Bank penerima bantuan;
I. Kewajiban penerima bantuan
Dalam penggunaan bantuan, penerima bantuan harus memperhatikan
ketentuan sebagai berikut:
a. Merealisasikan pemanfaatan bantuan sesuai dengan rambu-rambu
pemanfaatan/pelaksanaan Bantuan Sarana Ibadah SD, khususnya item G.
b. Merelisasikan bantuan dengan tepat guna, sasaran, waktu, dan jumlah.
c. Mematuhi ketentuan perpajakan yang berlaku.
d. Melaporkan realisasi penggunaan bantuan dalam laporan
pertanggungjawaban bantuan secara tertulis kepada Direktur Pendidikan
Agama Islam paling lambat 1 (satu) bulan setelah diterimanya bantuan;
J. PENUTUP
Demikian Petunjuk Teknis Bantuan Sarana Ibadah SD Tahun Anggaran 2014
disusun sebagai pedoman pelaksanaan Bantuan Sarana Ibadah SD. Hal-hal yang
belum tercantum di sini akan diatur lebih lanjut dalam aturan-aturan yang lebih
rendah dan lebih lanjut.

Jakarta, 27 Juni 2014


An. Direktur Jenderal
Direktur Pendidikan Agama Islam

Dr. H. Amin Haedari, M.Pd


NIP. 195606121983031001

3
Lampiran I : Contoh Format Pelaporan

BAB I
PENDAHULUAN*

A. Permohonan Bantuan
B. Rekomendasi dari Instansi terkait
C. Latar Belakang Pengajuan Bantuan
D. Tujuan
E. Kegiatan Intrakurikuler, Ekstrakurikuler dan Foto Kegiatan PAI
F. RAB
G. Nomor Rekening dan NPWP
H. Surat Pernyataan Kesanggupan melaksanakan bantuan sesuai juknis dan
peraturan yang berlaku

BAB II
REALISASI BANTUAN SARANA IBADAH SD

A. SK Penerima Bantuan
B. Surat Pernyataan
C. Bukti/foto copy Penerimaan Bantuan
D. Rekap Pengunaan Dana Bantuan
E. Rincian dan Bukti-bukti Penggunaan Dana Bantuan
F. Bukti-bukti Pendukung lainnya, seperti pajak**, dll
G. Foto-foto Pendukung

BAB III
PENUTUP

A. Saran
B. Rekomendasi

Keterangan :
* = sesuai dengan proposal
**= Pajak-pajak terkait penyelenggaraan bantuan sarana ibadah SD
Untuk memenuhi syarat sah sebuah transaksi pada limit nominal
tertentu, setiap kwitansi harus dibubuhi materai. Berikut ketentuan
kwitansi pembayaran yang harus dibubuhi materai:
a. Pembelian/transaksi di atas Rp. 1.000.000,- dalam 1 (satu) kwitansi
dibubuhi materai Rp. 6.000,-
b. Kwitansi pembayaran honor tanpa dibubuhi materai.

4
Lampiran II : Daftar sarana dan prasarana ibadah SD*
Sesuai dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 211 tahun 2011 tentang
Pengembangan Standar Nasional Pendidikan Agama Islam

1. Perabot: lemari, meja kursi petugas, karpet/sajadah, meja dan kursi mimbar,
jadwal sholat, pengeras suara/wireless, keset, dan kipas angin.
2. kitab/buku: kitab suci, buku tajwid, panduan ibadah, buku doa dan khotbah.
3. perlengkapan penunjang ibadah lainnya: computer/laptop, alat kebersihan, jam
dinding, alas baca Al-Qur’an/rekal, papan tulis/whiteboard, mukena, sarung, dan
peci.

Keterangan :
* : Daftar ini merupakan daftar belanja penyediaan sarana prasarana ibadah PAI SD
yang jumlahnya hanya 10% dari total bantuan, yaitu 4.000.000,-, sehingga
penerima bantuan dapat memilih prioritas belanja yang paling dibutuhkan di
sekolah.