Anda di halaman 1dari 13

EKO PRIANTO SIANTURI (17 02 047) Medan, 26 November 2018

Asisten Laboratorium Metrologi

()

PENGUKURAN LEVEL

Level merupakan parameter yang ada pada hampir setiap proses industri, ada banyak cara
mengukur level, yang paling sederhana adalah dengan menggunakan sight glass. Dengan
menggunakan sight glass, ketinggian dari liquid di dalam sebuah bejana/vesel akan secara fisik
terlihat, sehingga dengan membuat skala pada sight glass, kita dapat langsung menentukan
berapa persenkah tinggi permukaan cairan tersebut dari tinggi vessel/tangki/bejana.

1. Pengukuran Tinggi Permukaan Cairan

Alat-alat Instrument yang digunakan untuk mengukur dan menunjukkan tinggi


permukaan cairan dikenal dengan istilah Level.

Pengukuran level adalah yang berkaitan dengan keterpasangan terhadap peralatan proses
yang berbentuk kolom seperti:Tangki, Drum, Tabung Silinder.

Tujuan dari pada pengukuran dan pengendalian level adalah untuk mencegah agar
peralatan Instrumentasi pada suatu lapangan tidak mengalami kelebihan /kekurangan fluida yang
akhirnya dapat merusak peralatan – peralatan instrument tersebut.

2. Metode Pengukuran Tinggi Permukaan Cairan

Metoda-metoda pengukuran level perlu dilakukan untuk mendapatkan data analisa. Karena itu,
kesalahan kecil saja dapat mengakibatkan kerugian yang besar dalam kurun waktu yang lama.
Dalam pengukuran level ada banyak cara, mulai dari elemen perasa (sensor) hingga
penunjukannya dalam berbagai tampilan. Elemen dasar dan sistem yang digunakan untuk
pengukuran level banyak sekali ragamnya. Dari ragam tersebut yang dapat digunakan biasanya
tergantung pada proses, kemampuan, dan segi harga. Secara garis besar ada beberapa metoda
pengukuran level yaitu:

2.1. Metode Pengukuran Langsung

Tinggi level dapat dilihat langsung dan diduga kedalamannya tanpa harus mengalami proses
pengubahan bentuk bacaan dari hasil pengukuran, seperti Gambar 2.1. ini dikarenakan oleh
mekanisme tertentu yang secara langsung dapat diamati. Biasanya metoda pengukuran langsung
ini dipakai oleh industri yang memerlukan tempat penampungan atau tangki yang berukuran
kecil, dan ditunjukkan dalam satuan pengukuran panjang (meter). Dengan diketahuinya tinggi
level maka volume dari cairan yang diukur dapat diketahui bila diinginkan.

TINGGI CAIRAN

DILIHAT LANGSUNG

Gambar 2.1. Pengukuran Langsung

Pengukuran level secara visual atau secara langsung dapat dilihat dengan bantuan alat
ukur instrument maka dapatlah diketahui level dari media yang diukur.

1. Gelas Penduga (level gauge methode) Gelas penduga yang dapat menunjukkan tinggi
permukaan cairan dalam suatu bejana atau drum dan tangki secara langsung ada dua macam
gelas penduga yang digunakan : gelas penduga tebuka dan gelas penduga tertutup. Gelas
penduga digunakan pada tangki yang tidak bertekanan, sedangkan yang tertutup digunakan pada
tangki yang bertekanan. Dapat dilihat pada Gambar 2.2 berikut.
a. Level Glass Terbuka b. Level Glass Tertutup

Gambar 2.2 Pengukuran Level dengan Glass

Prinsip yang digunakan pada gelas penduga adalah prinsip bejana berhubungan. Gelas
penduga dapat menunjukkan tinggi level dalam suatu bejana secara langsung.

Gelas penduga ujung terbuka pemasangannya sangat sederhana. Pada gelas penduga
ujung terbuka, tinggi level yang diukur pada tangki atau bejana akan sama dengan yang
ditunjukkan pada gelas penduga, karena merupakan dua bejana yang saling berhubungan. Gelas
penduga ujung terbuka biasanya digunakan pada tangki yang tidak bertekanan yang tinggi.

Gelas penduga ujung tertutup digunakan untuk bejana bertekanan tinggi. Kedua ujung
gelas penduga dihubungkan dengan bejana. Ujung bagian bawah tersambung dengan bagian
bejana berisi cairan, sedangkan ujung bagian atas tersambung dengan bagian bejana beisi uap
(kosong).

Adapun faktor – faktor yang dapat merusak penampilan alat ukur tinggi level pada

2. Metode pemberat dan pita (stick) pengukuran level ini begitu sederhana dimana dapat
dipergunakan untuk mengukur cairan atau lainnya dengan mempergunakan pita pemberat yang
terbuat dari baja. Baja tersebut dicelupkan kedalam cairan maka level dapat dibaca secara
langsung. Kekurangan dari pengukuran dengan pita pemberat ini tidak dapat dipergunakan di
industri proses dan disarankan untuk tidak digunakan pada tangki yang bertekanan. Pada gambar
2.3. dapat dilihat alat pengukuran level dengan pita dan pemberat
.

Gambar 2.3. pengukuran level dengan pita dan pemberat

2.2. Alat ukur menurut metoda mekanik

Metode ini pada prinsipnya memanfaatkan gaya yang dihasilkan oleh penggerak fluida
(cairan), kemudian gerak ini akan dirubah kepada pembentuk gerak mekanik. Penggerak
mekanik ini kemudian dikalibrasiakan kedalam bentuk angka-angka. Ada beberapa macam
metode mekanik :

2.2.1. menurut gaya apung (bouyant)

Ada banyak cara mengukur level dengan menggunakan pelampung, tetapi prinsipnya
semua sama dimana pelampung akan terapung diatas permukaan cairan yang banyak posisinya
akan sesuai dengan perbandingan perubahan level dari cairan yang diukur.

Umumnya cara pengukuran cara seperti ini tidaklah begitu cocok untuk lapangan
industri. Pada gambar 2.3. dapat dilihat prinsip kerja pengukuran level dengan pengapung.
Gambar 2.3. pengukuran level dengan pengapung

2.3 . Metode tidak Langsung

Dalam metoda tidak langsung, perubahan tinggi rendahnya level yang terjadi dialihkan
dengan penggunaan mekanisme tertentu, sehingga besaran sinyal dapat diamati. Gaya pada
cairan menghasilkan gerak mekanik. Pergerakan mekanik ini kemudian dikalibrasikan kedalam
bentuk angkaangka. Mekanisme pengalihan perubahan tinggi rendahnya level yang terjadi
menhadi suatu besaran sinyal, seperti pada Gambar 2.5.

a. Metode timbangan(weigh methode)

Metode ini sangat baik untuk pengukuran secara tidak langsung. Metode ini juga dinamai
dengan load cells sebab timbangan dipasang pada bagian bawah tangki. Metode ini memiliki
beberapa keuntungan pada penerapannya:

- Nilai pengukuran yang konstan

- Nilai density konstan

- Langsung dapat membuka kapasitas produk yang ada pada

c Metode Getaran (Vibration Damping Methode)


Metode ini cocok digunakan untuk level switch. Peralatannya terdiri dari garpu tala yang dibuat
beresonansi diudara, yang mana media garpu tala tersebut berhubungan dengan media yang
diukur. Hasil dari resonansi garpu tala tersebut akan diterima oleh transmitter

dan diubah dalam bentuk sinyal yang diinginkan.

d. Metode Gaya Tekanan

1. Gaya Tekan Gelembung (Buble sistem)

Metode ini menggunakan tekanan hidrostatik yang ditimbulkan oleh media didalam tangki,
dengan cara memasukkan pipa kecil kedalam media dan memberikan tekanan udara pada pipa
tadi sehingga terjadi gelembung udara.

2. Metode Tekanan Statis (Diffrensial Preasure)

Metode ini menggunakan sebuah transmitter diffrensial preasure, yang mana transmitter ini
pemasangannya dipasang serendah mungkin. Transmitter ini bekerja berdasarkan adanya
perbedaan tekanan, yaitu tekanan high dan low. Berdasarkan perbedaan tekanan ini maka
dapatlah diukur tinggi permukaan cairan dari tangki tersebut.

3. Prinsip Kerja Bouyancy

Prinsip :

Satu ujung dari taung poros yang dihubungkan dengan kerangka pada pemasangan skrup.
Ujung yang lain dari tabung poros adalah disambungkan kelengan poros yang didukung oleh
sebuah titik tumpuan tabung poros pada suatu keadaan berputar yang konstan. Seperti
menaikkan levelzat cair, daya apung yang terlatih padakenaikkan pengapung pada hasil dari hasil
gaya keatas yang indah melalui lengan poros dan titik tumpuan berbentuk mata pisau ketabung
poros karena itu menukarkan gaya putaran yang terpakai ketabung poros tersebut.

Akibatnya, batang poros berputar dan dipindahkan gerak putar yang dideteksi dalam
suatu sinyal arus yang mana memberikan level zat cair.
Metode pengukuran level.
Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan pada pengukuran level diantaranya adalah:

1.Pelampung (Floating device).


Pelampung merupakan alat yang sedehana yang dapat digunakan dalam pengukuran
level. Pengukuran ini didasarkan pada suatu benda (pelampung) yang mampu mengapung pada
fluida tertentu. Dengan demikian letak batas/interface dari dua jenis fluida, yang merupakan
level fluida, dapat diketahui berdasarkan letak dari pelampung tersebut. Umumnya pengukuran
level dengan menggunakan pelampung hanya terbatas pada interface antara cairan – gas.
Gambar 2 memperlihatkan pemakaian pelampung dalam pengukuran level pada suatu tangki.
Salah satu kekurangan dari instrument pelampung ini adalah tidak dapat digunakan untuk fluida
yang berubah (seperti berubah terhadap density atau temperatur).

2.Displacer.
Displacer merupakan alat ukur level yang diletakkan di sekitar tempat fluida yang akan
diukur dan juga dihubungkan dengan fluida yang bersangkutan. Dengan menggunakan kaidah
bejana berhubungan, maka level fluida dapat diketahui berdasarkan batas/interface fluida yang
terdapat pada displacer yang telah diberikan suatu skala satuan tertentu.

3.Hydrostatic head
Pengukuran level menggunakan metode ini didasarkan pada perbedaan tekanan antara di
dasar dan di permukaan fluida dalam suatu vessel/tangki. Hubungan antara level dan tekanan
yang digunakan pada metode ini adalah sebagai berikut :
Density suatu fluida sangatlah tergantung pada besarnya temperatur fluida yang bersangkutan,
sehingga untuk pengukuran level yang presisi density haruslah dikompensasi atau dihubungkan
dengan temperatur fluida yang diukur.

4.Gelombang Ultrasonic
Metode pengukuran level dengan menggunakan gelombang ultrasonic atau gelombang
suara lainnya memiliki prinsip kerja yang sama. Suatu sumber gelombang ultrasonic diletakkan
pada bagian atas suatu vessel/tangki. Gelombang ultasonic ini akan merambat dan terpantul
kembali ketika mengenai batas/interface dua fluida yang berbeda. Waktu tempuh yang digunakan
oleh gelombang ultrasonic tersebut dapat dikonvesikan untuk mengetahui atau mengukur level
fluida.

5.Radio Frequency (RF) Capacitance


Metode RF menggunakan karakteristik elektrik suatu kapasitor untuk pengukuran level.
Kapasitansi elektrik di antara dua konduktor yang terpisah jarak tertentu (d) merupakan sifat
penting dalam instrumen ini. Besarnya kapasitansi yang dimiliki oleh dua konduktor dapat
dinyatakan dala hubungan sebagai berikut :
Memperlihatkan kapasitansi dari suatu kapasitor. Suatu probe elektrik dimasukkan dalam
tangki dan berfungsi sebagai slah satu konduktor, sedangkan dinding tangki berfungsi sebagai
konduktor yang lain. Saat tangki dalam keadaan kosong, material yang berfungsi sebagai
dielektrik di antara kedua konduktor adalah udara. Saat fluida sudah mulai mengisi tangki maka
terdapat perubahan material dielektrik dari udara ke fluida proses6. Radio Frequency (RF)
Impedance
Metode lain yang dapat digunakan pada pengukuran level adalah menggunakan
karakteristik elektrik yaitu impedansi. Impedansi dalam suatu rangkaian AC.

Pengukuran level fluida di suatu industri mempunyai variasi yang cukup luas. Mulai dari
bentuk yang sederhana, tipe mekanik, elektronik hingga metode radiasi nuklir dan ultrasonic.
Pemilihan metode pengukuran level haruslah sesuai dengan aplikasi yang dibutuhkan. Adapun
metode pengukuran level fluida pada tangki dan separator dapat dibagi dalam beberapa kategori
1. Sight Glass

Gambar 2 – Sight Glass (www.mycheme.com)

Sight Glass merupakan salah satu metode pengukuran level fluida yang paling
konvensional dan biasa disebut dengan gauge glass. Sight Glass digunakan untuk pengukuran
level fluida di dalam tangki secara kontinyu, Ketika Level fluida di dalam tangki bergerak naik
maka level cairan di dalam sight glass juga akan naik dan begitu juga sebaliknya.

2. Float Level Measurement


Gambar 3 – Float Type (www.mycheme.com)

Pergerakan Float di dalam tangki akan ditransmisikan ke counter weight di dalam sight
glass melalui kabel seling dan pulley. Prinsip Float hampir sama seperti halnya sight glass di
atas, hanya saja logikanya yang terbalik. Ketika level fluida di dalam tangki bergerak naik maka
level cairan yang berada di sight glass akan turun.

3. Hydrostatic Pressure Level Measurement

Gambar 4 – Hydrostatic Pressure Type (toekangengineer.blogspot.com)

Prinsip pengukuran dari Hyrostatic Pressure Type adalah Hukum Pascal yang berbunyi
tekanan yang diberikan zat cair dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan sama
besar. Dengan memanfaatkan persamaan ΔP= ρg(Δh), Sistem pengukuran dilakukan dengan
menempatkan dua unit sensor tekanan di dasar tangki (P1) dan di bagian atas tangki (P2)
sehingga dengan dua parameter yang didapat dari dua unit sensor tersebut kita dapat
mendapatkan parameter level fluida dengan perhitungan matematis sebagai berikut:

H=ΔP/(Ρg)
Kekurangan dari metode Hydrostatic Pressure ini adalah kita hanya dapat
menggunakannya pada fluida yamg homogen. Jika terdapat dua campuran fluida atau lebih maka
kemungkinan pengukuran yang akurat akan berkurang karena massa jenis dari kedua fluida
tersebut berbeda.
4. Displacer Level Measurement

Gambar 5 – Displacer (www.iamechatronics.com)

Displacer merupakan metode pengukuran level fluida yang paling popular sejak beberapa
tahun yang lalu. Prinsip pengukuran metode Displacer ini menggunakan Prinsip Archimedes
dengan mendeteksi berat batang displacer yang direndam dalam fluida tersebut. Ketika level
fluida semakin tinggi maka batang displacer akan mengalami gaya apung yang lebih besar
sehingga ketika berat batang displacer semakin ringan maka controller akan membaca bahwa
level fluida semakin tinggi dan begitu juga sebaliknya.

5. Capacitance Level Measurement


Gambar 6 – Capacitance Type (www.sensorsmag.com)

Minyak memiliki konstanta dari 1,8 hingga 5, Pure glycol mempunyai konstanta 37 dan
larutan air berkisar antara 50 hingga 80. Prinsip Capacitance Level measurement adalah
berdasarkan prinsip kerja kapasitor dimana komponen elektrik ini dapat menyimpan energi.
Kapasitor terdiri dari dua plat konduktif yang dipisahkan oleh media insulator. Jumlah energi
yang dapat disimpan oleh kapasitor dipengaruhi oleh Luas Plat, Jarak kedua plat dan konstanta
dielektrik medianya.

Dalam aplikasi pengukuran level fluida pada tangki, Plat pertama adalah Probe yang
dimasukkan ke dalam tangki, sedangkan dinding tangki akan berfungsi sebagai Plat kedua
dimana jarak antara probe dengan dinding tangki tidak akan berubah maka satu-satunya
parameter yang akan berubah adalah konstanta dielektrik. Udara memiliki konstanta dielektrik
satu sedangkan fluida memiliki konstanta dielektrik lebih dari satu.

Ketika level fluida semakin tinggi maka konstanta dielektrik fluida yang diukur akan
menggantikan udara dan menyebabkan nilai kapasitansi naik sehingga controller akan membaca
bahwa level fluida semakin tinggi dan begitu pula sebaliknya.

6. Ultrasonic Level Measurement

Gambar 7 – Ultrasonic Level Measurement (www.enggcyclopedia.com)

Ultrasonic Level Measurement bekerja menggunakan prinsip pemancaran gelombang


suara yang dipancarkan oleh Piezoelectric ke dalam tangki yang berisi fluida. Alat ini mengukur
lama waktu yang dibutuhkan gelombang suara yang dipantulkan kembali ke transmitter.
DAFTAR PUSTAKA

http://abdisatu.blogspot.com/2014/05/pengukuran-level-pada-tangki.html

http://arniiren.blogspot.com/2010/11/bab-iii.html

http://jayadi89.blogspot.com/2010/11/pengukuran-level-level-measurement.html

http://www.insinyoer.com/pengukuran-level-fluida-pada-tangki-dan-separator/

Anda mungkin juga menyukai