Sajian Utama

Saatnya Menjadi Perusahaan

Perusahaan-perusahaan yang menerapkan good corporate governance makin diburu investor. Harga sahamnya pun naik hingga ratusan persen. Inilah survei pertama penerapan konsep ini di Indonesia.

Terpercaya
Harmanto Edy Djatmiko

B

uat kalangan bisnis seperti Anda, istilah good corporate governance (GCG) tentu tak asing lagi. Kita juga patut berterima kasih kepada para pejabat dan wakil rakyat kita yang berandil besar memopulerkan istilah ini. Belakangan,

beliau-beliau ini seakan takut dianggap ketinggalan zaman kalau tak membubuhkan tiga kata bahasa Inggris itu dalam setiap pidato mereka. Kendati kian populer, toh pemahaman atas GCG lebih banyak keliru ketimbang benamya, karena masing-masing menafsir sesuai kepentingannya. Kalangan bisnis umumnya menafsirkan GCG sebatas bagaimana perusahaan meningkatkan laba, menempatkan manajer dan karyawan serta mencapai target usaha, bahkan lebih sempit lagi sebagai masalah pembagian kekuasaan. Sementara para pejabat dan wakil rakyat, umumnya menafsir GCG sebagai keharusan perusahaan agar bermanfaat bagi pemerintah atau lingkungan sosialnya. Yang benar adalah paduan dari kedua tafsiran tersebut, plus sejumlah kepentingan lain. Secara umum, GCG adalah sistem dan struktur yang baik untuk mengelola perusahaan dengan tujuan meningkatkan nilai pemegang saham serta mengakomodasi (stakeholders) berbagai seperti pihak yang berkepentingan asosiasi bisnis, dengan perusahaan pekerja,

kreditor,

pemasok,

konsumen,

pemerintah dan masyarakat luas. Sejarah lahirnya GCG berawal dari reaksi para pemegang saham di Amerika Serikat pada 1980-an yang terancam kepentingannya. Sekadar menyegarkan ingatan kita, kala itu di AS terjadi gejolak ekonomi yang luar biasa. Banyak perusahaan melaku kan restrukturisasi dengan menghalalkan segala cara untuk merebut kontrol atas

perusahaan lain seperti akuisisi internal, corporate divesture, leverage buy out hingga hostile takeover. Perilaku seenaknya ini menimbulkan protes keras dari publik yang menilai manajemen perusahaan mengabaikan kepentingan para pemegang saham sebagai pemilik perusahaan. Memang, badai merger dan akuisisi di era 1980-an banyak merugikan para pemegang saham akibat kesalahan manajemen dalam mengambil keputusan. Untuk menjamin dan mengamankan kepentingan pemegang saham, misalnya, muncul gagasan pemberdayaan komisaris sebagai salah satu wacana penegakan GCG. Konsep GCG dengan cepat diterima kalangan bisnis maupun masyarakat luas. Bahkan, bagus tidaknya kinerja saham suatu perusahaan kini ikut ditentukan sejauh mana keseriusannya menerapkan GCG. Survei CLSA Emerging Market April lalu, misalnya, menemukan korelasi positif antara harga saham dan praktik GCG. Selama tiga tahun terakhir, nilai saham 100 perusahaan di pasar yang sedang berkembang (emerging market) meningkat rata-rata 127% (dalam US$). Dan, 25 perusahaan peringkat teratas yang mempraktikkan GCG dengan sangat baik, nilai sahamnya meroket rata-rata 267%. Sebaliknya, perusahaan yang tak peduli atau asal-asalan dalam menerapkan GCG seperti di Indonesia, Pilipina dan Pakistan, indeks sahamnya berantakan semua. Mirip dengan di AS, mencuatnya konsep GCG di Indonesia juga sebagai reaksi atas perilaku para pengelola perusahaan yang tak memperhitungkan stakeholdernya. Hal ini tersibak gamblang tatkala krisis mendera negeri ini sejak pertengahan 1997. Krisis memberi pelajaran berharga bahwa pembangunan yang dipacu selama ini temyata tak didukung struktur ekonomi yang kokoh. Hampir semua pengusaha besar kita menggelindingkan roda bisnis dengan manajemen yang acak-acakan dan sarat praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Riset McKinsey & Company tentang praktek GCG di 7 negara Asia (Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Taiwan, Filipina,Thailand dan Indonesia), menempatkan Indonesia di posisi terbawah. Menurut Mc-Kinsey pula, investor bersedia membayar premium 27% jika perusahaan di Indonesia bersedia menerapkan GCG. Sementara itu. Political and Economic Risk Consultancy, lembaga riset yang berkantor pusat di Hong Kong, menempatkan Indonesia sebagai negara terburuk kedua dalam GCG dengan skor 8,33 pada 2001 dan 8,29 pada 2000 (skor 0 sebagai yang terbaik dan skor 10 yang terburuk).

SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001

2

Hasil-hasil survei di atas cukuplah memberi pertanda bahwa sudah saatnya perusahaan-perusahaan Indonesia didorong untuk segera memperbaiki kualitas GCGnya. Atas dasar itu pula, SWA bekerjasama dengan lembaga independen The Indonesian Institute for Corporate Governance, untuk pertama kalinya di Indonesia, menyelenggarakan survei Corporate Governance Perception Index terhadap

perusahaan-perusahaan yang sahamnya masuk dalam Indeks LQ45. Tujuannya, selain memberikan penghargaan agar perusahaan termotivasi melaksanakan GCG, juga untuk memetakan masalah-masalah spesifik yang dihadapi perusahaan di negeri ini dalam menerapkan konsep GCG.

SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001

3

sementara Indonesia di posisi 11 dengan nilai 8. Padahal. persoalannya. Dengan aksen berbeda. yang jauh-jauh datang untuk urun bicara. disebabkan pengelolaan perusahaan yang amburadul).3. apa yang dibicarakan? Good Corporate Governance (GCG). apa yang Anda ucapkan itu benar." Demikian I Nyoman Tjager. hingga para pejabat yang merasa belum lengkap tanpa menyisipkan ini dalam skrip pidatonya. Figur yang dimaksud. Yaitu. Sebetulnya. suara mereka senada. agar tercapai peningkatan nilai pemegang saham dengan tetap mengakomodasi kepentingan berbagai pihak yang berhubungan dengan perusahaan (stakeholder). perlunya sistem dan struktur yang baik dalam mengelola perusahaan. Seperti halnya Indonesia. Suara yang menyeruak sebagai reaksi dari keyakinan bahwa kehancuran dunia usaha negara-negara Asia di tengah krisis moneter. Perlukah tindakan afirmatif? AIM Manila. tiga kata itu semakin nyaring terdengar di ruang publik. Paling sering. Luz.Barisan Perusahaan Terpercaya Teguh S. Ini penting. terutama di Indonesia. mantan Dirjen BUMN di Hotel Mulia 30 Agustus lalu. mulai dari lembaga riset dalam dan luar negeri. Dari riset ituJelas betapa buruknya kedua negara. Para pengusaha. ini fondasi masa depan perusahaan terpercaya. Mike Luz dari SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 4 . Prof. T uan. tentunya. Kendati belum ada keseragaman. diartikan sebagai tata kelola perusahaan yang baik. padanan verbal yang tepat belumlah satu suara. dunia usaha. Namun. selalu di tingkat implementasinya. Pelantunnya beragam. posisinya di nomor 9 dengan nilai 7. Berdasarkan riset Political and Economic Risk Consultancy (Hong Kong) pada Juni 2001. Termasuk. dan mengabaikan praktek usaha yang sehat lewat cara kotor macam KKN. Pambudi Masih banyak yang menganggap sekadar kepatuhan. menjalankan bisnis serampangan. yang hanya mengangguk seraya merasakan hal yang sama. negaranya (Filipina) pun tak terlalu baik dalam hal ini. Dalam bahasa Indonesia. Skala yang digunakan: 0 = terbaik dan 10 = terburuk.

Pertama kali ini di Tanah Air. kepemilikan saham (sebagai pemegang saham minoritas dengan cara membeli saham 52 perusahaan). ternyata. (2) Pelaksanaan RUPST dan perlakuan atas pemegang saham minoritas. dengan indikator penilaian yang ditetapkan Komite Penilaian. (6) Transparansi dan akuntabilitas. (4) Struktur direksi. Ketiga. dan Analis — dan mendasarkannya pada 7 kriteria yang terbagi 40 pertanyaan. Pasalnya. (3) Dewan Komisaris. mendeteksi sejauh mana penerapannya. Dengan metode itu. Semua jawaban diberi bobot. perbedaan realisasi pendekatan kelak mempengaruhi secara signifikan hasil indeks persepsi. Di tengah lantunan tentang pentingnya GCG. Melakukan riset selama Juli 2000 sampai Juni 2001. sementara 30 emiten lainnya. tak ada keraguan tentang hal itu. dan berbagai hal yang berkaitan dengan komisaris dan direksi? Semua jawaban dan perusahaan melalui sekretaris korporat atau investor relations. Semakin banyak informasi yang SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 5 . hanya berdasarkan informasi publik. Di sini. IICG membentuk Tim Kerja — meliputi Penanggung Jawab. persepsi ini diperoleh melalui tiga pendekatan. Kedua. kemudian direkapitulasi untuk menghasilkan skor akhir. melalui tiga metode itu diperoleh sumber informasi sejauh mana perusahaan menerapkan GCG di lingkungannya. terhadap 22 emiten dapat dilakukan seluruh pendekatan. Pertama. situs korporat. akan mempengaruhi persepsi para analis IICG terhadap pelaksanaan GCG di perusahaan tersebut. (5) Hubungan dengan stakeholder. sampai berita di media massa. Untuk melahirkan indeks penerapan GCG. (7) Tanggapan terhadap riset IICG.Seperti Tjager. bahkan hanya dari kliping koran. analisis informasi publik — laporan keuangan. Kriteria tersebut: (1) Komitmen perseroan terhadap implementasi GCG. wawancara dengan wakil perseroan (sekretaris korporat atau investor relations). digelar survei bertitel Good Corporate Governance Perception Index (GCGPI) atas 52 perusahaan publik yang masuk indeks LQ 45 di Bursa Efek Jakarta. Sebagai survei persepsi. yang terkadang amat minim. GCGPI merupakan persepsi atau cara pandang IICG terhadap penerapan GCG para responden. Yakni. Indonesian Institute of Corporate Governance (IICG) — lembaga di bawah naungan Masyarakat Transparansi Indonesia — mencoba melangkah lebih jauh. Contoh kongkret pertanyaan nomor 1 (komitmen perseroan terhadap GCG): (1) Sejauh mana perseroan menaruh perhatian terhadap semangat GCG? (2) Apakah perseroan memiliki code atau manual corporate governance (3) Apakah perseroan memiliki buku panduan yang secara khusus mengatur tugas-kewajiban-kewenangan. Komite Penilaian.

semakin jelas apa yang sebenarnya terjadi. dan itu berpengaruh terhadap persepsi. acuannya ditetapkan Komite Nasional Kebijakan Corporate Governance Indonesia (KNKCGI) yang mencakup empat komponen utama. transparansi — mewajibkan adanya informasi yang terbuka. dan menjamin terlaksananya komitmen dengan investor. Di sini. Keempat. terutama untuk menyangkut perusahaan.tergali. Sayang masih banyak perusahaan publik yang pelit membagi informasi. pengelolaan perusahaan. tanggung jawab—memastikan dipatuhinya semua peraturan. Kemudian. Juga. termasuk nilai-nilai sosial. penjelasan mengenai peran dan tanggungjawab. semua skor perusahaan diurutkan dari yang terbesar hingga terkecil untuk menghasilkan indeks. akuntabilitas— dimilikinya dewan komisaris dan direksi yang kompeten di bidangnya. dapat diperbandingkan. Ketiga. termasuk Indonesia. Kedua. tepat waktu. Pertama. Menurut Sudirman Said. dan kepemilikan GCG MENUNTUT TRANSPARANSI. SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 6 . serta mendukung usaha yang bertujuan untuk keseimbangan kepentingan manajemen dan pemegang saham. Direktur Eksekutif IICG. jelas. pemegang saham asing. masalah keuangan. yang kaidah pelaksanaannya mengacu pada kesepakatan yang berlaku umum di beberapa negara. kewajaran/kesetaraan (fairness) —adanya jaminan perlindungan hak pemegang saham termasuk minoritas. seluruh susunan kriteria dan pertanyaan berdasarkan aspek yang terkait dengan pengelolaan perusahaan dalam kerangka GCG.

44 13.94 14.56 D 15 11.00 76.06 4.50 7.31 3.44 5.50 70.00 Bank BCA 6.38 11.81 13.25 F 15 13.13 Astra Otoparts 6.75 51.25 Medco Energi International 4.13 Bahtera Adimina Samudera 3.06 9.00 Astra Internasional 10.25 8.00 4.44 14.81 13.44 11.50 69.88 11.75 8.13 10.Tabel 1 INDEKS PERSEPSI CORPORATE GOVERNANCE ATAS 22 EMITEN No.75 Kalbe Farma 3.88 4.81 16.25 61.38 Makindo 3.94 SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 7 .44 3.75 3.25 12.75 Skala Emiten B 15 12.63 8.75 3.75 10.25 14.75 9.13 14.06 9.06 5.75 58.00 9.50 7.56 10.75 66.38 13.19 12.56 5.94 15.50 8.75 58.13 Komatsu Indonesia 7.75 66.19 5.13 3.56 11.13 13.00 75.44 14.63 18.69 11.50 Charoen Phokpand Indonesia 3.75 12.13 3.75 9.69 12.88 8.88 13.19 10.50 14.31 11.63 Astra Graphia 6.25 12.88 9.88 10.75 53.25 15.38 Dankos Laboratories 5.69 12.00 9.00 63.00 6.13 Gajah Tunggal 5.94 5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 A 10 Timah 9.75 59.50 Matahari Putra Prima 5.81 15.50 3.94 3.88 5.00 Lautan Luas 6.94 6.13 10.56 7.88 8.63 9.25 4.75 48.94 3.25 63.00 8.94 6.13 5.00 5.00 64.94 10.81 6.38 8.81 6.69 11.00 11.19 10.44 12.50 Bank BII 5.38 10.00 78.44 9.75 4.88 10.13 United Tractor 6.13 7.13 9.13 G TOTAL 5 100 5.88 4.00 65.88 13.00 65.13 13.50 9.63 9.88 12.69 10.38 9.44 8.69 13.88 3.88 7.63 5.25 Bank CIC 5.19 5.63 13.75 Bimantara Citra 4.00 77.19 14.75 10.19 9.63 13.69 10.75 55.25 65.19 4.63 7.63 Metrodata Electronics 5.25 11.50 8.31 15.94 12.25 12.75 Aneka Tambang 6.13 C 25 12.19 13.38 E 15 14.50 12.81 13.88 9.50 8.25 14.13 11.63 12.00 Citra Marga Nusaphala Persada 5.

88 Bentoel International Investama 1.25 6.06 2.00 9.50 0.13 6.00 2.69 6.00 7.63 4.00 4.31 36.00 2.38 0.13 8.00 1.56 0.13 Lippo Bank 6.25 8.19 Bhakti Investama 1.50 10.75 8.75 0.25 6.63 29.25 TOTAL 100 43.50 24.00 5.69 14.00 8.00 2.00 4.81 2.25 2.00 2.00 30.94 9.25 6.94 41.31 Mulia Industrindo 1.44 0.69 3.00 2.00 2.00 1.19 Budi Acid Jaya 0.19 Pabrik Kertas Tjiwi Kimia 0.69 9.00 2.25 Gudang Garam 0.25 6.31 22.13 8.25 2.69 6.00 2.25 1.69 2.81 0.50 19.25 8.44 8.13 25.25 2.25 0.25 1.00 2.25 10.75 0.56 1.75 2.44 2.88 Barito Pacific Timber 1.00 1.19 Ultra Jaya 0.69 8.38 1.00 1.25 1.13 8.19 27.88 7.56 2.94 Indah Kiat Pulp & Paper 0.19 HM Sampoerna 0.25 6.06 Indosat 2.44 9.75 0.00 Panin Bank 2.88 37.88 8.88 5.00 1.50 Indorama Syntetics 1.00 0.81 22.50 2.25 2.00 5.25 8.69 9.75 2.00 0.75 8.63 16.25 2.25 2.25 0.94 Semen Cibinong 1.00 2.19 Tempo Scan Pacific 2.50 2.81 0.00 3.88 6.50 31.06 21.00 1.63 6.81 5.31 2.44 0.69 35.69 5.44 0.81 Ramayana Lestari Sentosa 1.06 2.25 7.69 17.69 3.19 23.25 2.69 10.00 1.25 6.25 0.56 5.00 8.75 1.88 7.00 1.25 Semen Gresik 1.19 Jakarta International Hotel & Development 1.75 41.06 10.63 8.25 5.75 1.44 8.31 5.63 3.19 5.01 Skala 10 15 25 Telkom 5. 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 Emiten A B C D E F G 5 3.50 6.44 9.00 5.00 0.25 2.00 Multipolar 1.94 7.25 2.00 6.88 7.13 33.63 Astra Agro Lestari 2.00 8.50 10.00 1.94 21.19 Fajar Surya Wisesa 1.25 24.25 Indocement Tunggal Prakarsa 1.69 0.75 2.06 6.25 8.19 38.50 9.44 9.63 Kriteria Penelitian : A = Komitmen perseroan terhadap corporate governance B = Pelaksanaan RUPS dan perlakuan terhadap minority shareholder C = Dewan Komisaris D = Struktur Direksi E = Hubungan dengan stakeholder F = Transparansi dan akuntabilitas G = Tanggapan terhadap riset IICG Sumber : The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 8 .69 8.69 7.44 10.00 2.50 28.19 26.38 6.25 1.94 2.00 2.50 0.88 0.69 8.06 6.44 9.75 9.25 Indofood Sukses Makmur 2.00 31.44 8.00 2.00 1.00 5.50 3.69 5.00 2.00 8.50 8.88 0.00 0.75 2.94 33.00 10.81 0.44 4.25 7.75 1.00 1.38 0.13 0.69 5.38 6.44 7.75 1.31 40.56 5.00 Trimegah Sekuritas 1.88 5.13 Alfa Retailindo 1.00 Lippo E-net 1.00 8.Tabel 2 INDEKS PERSEPSI CORPORATE GOVERNANCE ATAS 22 EMITEN No.00 12.31 0.00 6.13 PP London Sumatera Plantation 0.19 15 15 15 0.56 7.44 10.00 2.19 Lippo Sekuritas 0.

HM Sampoerna. dan Gudang Garam — yang terkenal bluechips — temyata di luar kelompok 22 emiten. skornya sangat jauh berbeda dari 30 emiten. Informasi. Metode ini berpengaruh sangat signifikan. Apalagi. Kesimpulan penelitian ini pun menyatakan telak demikian. lewat ketiga pendekatan riset. sebab saat diriset. Yang mengejutkan. beberapa nama besar lain seperti Telkom. pada 22 perusahaan yang bisa diterapkan seluruh metode pendekatan.Hasilnya. misalnya. Responsnya? "Banyak yang tidak menanggapi. Indosat. seyogyanya hal tersebut tak bisa dijadikan excuse. ini boleh dikata "kecelakaan". SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 9 . sudah mengupayakan berbagai hal untuk mendapatkan informasi langsung dari responden. bukan kebutuhan (needs). IICG menemukan secara umum. Telkom dan Indosat — selain terkenal bluechips sahamnya. betapa rendahnya perhatian perusahaan terhadap GCG. memang berpengaruh besar terhadap skor per-sepsi. AI dan Medco masuk dalam 10 besar perusahaan yang dipersepsi telah melaksanakan GCG (Tabel 1: Indeks Persepsi Corporate Governance atas 22 Emiten). Bisa jadi mengindikasi." katanya. wawancara. Dari kriteria pertama (komitmen perusahaan) yang berbobot nilai 10%. juga terbuka pada investor. termasuk juga oleh 28 perusahaan lain yang masuk Tabel 2. beberapa nama besar seperti Timah. Di satu sisi. yang informasinya minim dan bersifat sekunder. Seperti disinggung dalam metodologi di atas. Indofood Suk-ses Makmur. Hanya 14 responden. karena alas an sibuk. ternyata termasuk daftar 30 emiten. karena minimnya informasi (Tabel 2). sekretaris korporat investor relations kedua perusahaan sedang sibuk-sibuknya mengatasi demo karyawan seputar kisruhnya KSO Aria West dan tukar guling Indosat-Telkom. analis yang terjun langsung ke lapangan selama penelitian. Rendahnya perhatian juga ditunjukkan dari hanya 7 responden yang menyatakan memiliki panduan (code) pelaksanaannya. Tak heran. menyatakan sudah menjalankannya sebagai landasan kegiatan operasional. responden memandang penerapan GCG sekadar ketaatan (compliance) terhadap regulasi. seperti dituturkan Nur Sodiq. karena hasilnya digunakan untuk menjawab hingga 40% pertanyaan dari seluruh kriteria. Pihak IICG. Di antaranya. Namun.

3.88 Metrodata Electronics 13.75 11.00 Astra Graphia 6. 4. 5. 3. 2. 2.00 Komatsu Indonesia 7. 5.00 5.00 5. 4.88 United Tractor 13.69 C: No. 3.88 10. 4. 3.69 12.44 14. Dewan Komisaris Emiten Bank CIC Matahari Putra Prima Bank BII Bank BCA Astra Internasional Skor 18.63 15. 2. 2. 5.44 14.00 Timah 9. 2.00 5.D: No. Komitmen Perseroan Terhadap Corporate Governance Emiten Skor Astra Internasional 10. Transparansi dan Akuntabilitas Emiten Timah Bank BCA Aneka Tambang Komatsu Indonesia Astra Internasional Skor 13.25 15. 1.44 10. 2. 3.88 Bimantara Citra 13. 1. 1.50 9.00 5.44 16.63 10. 1. Struktur Direksi Emiten Bank CIC Timah Bank BCA Aneka Tambang Matahari Putra Prima Skor 12.94 15.88 E: No.38 Astra Otoparts 6. 2. 4. 5.44 14.00 SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 10 . Tanggapan terhadap Riset IICG Emiten Astra Graphia Astra Internasional Bank BCA Bank CIC Dankos Laboratories Skor 5. 4. F: No.44 14. 4. 5.75 12.19 11. 1. 3. Hubungan dengan Stakeholder Emiten Astra Internasional Bank BCA Citra Marga Nusaphala Persada Timah Bank BII Skor 14.88 Medco Energi International 13.31 G: No. 1. 5. 4.38 Pelaksanaan RUPS dan Perlakuan Terhadap Minority Shareholder Emiten Skor Astra Internasional 13. 1.25 B: No.75 5 BESAR IPCG BERDASARKAN MASING-MASING KRITERIA A: No. 3. 5.

sebelum ditetapkan dalam RUPS. tu- SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 11 . Kemudian. Akan tetapi. 11 responden sudah membentuk serikat pekerja. Kemudian. yang bisa dijadikan salah satu ukuran efektivitas pengendalian perusahaan. bagaimana kriteria lima yang berbobot nilai 15%? Ihwal hubungan dengan stakeholder. Masih banyak yang menolak wawancara dengan dalih tidak tahu atau "itu bukan wewenang saya". yang berfungsi hanya alat stempel. hanya 6 responden yang membatasi perangkapan jabatan. masih minim. hanya 11 responden yang memiliki sistem evaluasi kinerja baku atas direksi. sebenarnya cukup lumayan. Hasil kriteria keempat (bobot 15%) juga tak kalah memprihatinkan. dari 52 responden.Pada kriteria kedua (bobot 15%). dan mengurangi potensi konflik kepentingan. Lantas. Padahal. Secara umum. juga para sekretaris korporat belum baik menjalankan tugasnya. fungsi sekretaris korporat yang masih memble. dilihat dari substansinya. 30 responden memiliki program pengembangan pegawai secara berkala. Lalu. Kendati begitu. Dari 22 emiten. yang perlu dicatat di sini. 92% melaksanakan RUPS tepat waktu. hanya 45% responden yang menjadwalkannya berkala sebulan sekali. karena merugikan pemegang saham yang semestinya diberi informasi lengkap. Padahal. beberapa hal positif dicatat IICG. selain karena alas an kesibukan menanggapi permintaan wawancara IICG. Meski demikian. Pembatasan itu demi efektivitas pengendalian. Minimnya informasi. nominasi dan seleksi anggota direksi masih ditentukan pemegang saham pengendali dan direksi lainnya. Memang. dari 52 emiten. hanya 30 responden yang menyediakannya. dalam hal ketersediaan bahan RUPS. 34 di antaranya telah memiliki komisaris independen. sementara 23% reponden lainnya menjadwalkan sekali dalam tiga bulan. Juga. Keprihatinan yang sama juga muncul dari kriteria ketiga (bobot 25%). bahkan terkesan akal-akalan. Seluruh responden sudah memiliki sekretaris korporat. Selain taat menyampaikan informasi material ke otoritas bursa (BEJ/Bapepam). banyak komisaris independen dari kalangan internal perusahaan—mantan komisaris hingga pendiri perusahaan. yang namanya independen sudah pasti tak ada hubungannya dengan pemilik perusahaan. Ini menyedihkan. merunut dari penuturan Sodiq. Ini memprihatinkan. kata Sodiq. dan 23 responden sudah menjalankan program pengembangan komunitas. dan melibatkannya dalam pengambilan keputusan. Rapat dewan komisaris pun. masih jauh dari semangat GCG. 19 responden menyatakan belum memiliki sistem yang mengatur secara khusus evaluasi kinerja dewan komisaris. Indikasinya. dari panduan KNKCGI.

sementara 7 emiten selalu terlambat." kata Sodiq. dan hanya 43% yang mengungkap gaji. mayoritas responden belum menanggapi secara serius riset IICG sebagai hal penting. la mewanti-wanti. lanjutnya. Kalau bicara soal itu. kualitas isi laporan tahunan belum memberikan informasi memadai. posisi ini memang sekadar pajangan. ini juga yang mesti menjadi catatan. Dilihat dari nilai yang didapat. GCG bukan metode penjualan atau management tools macam balance score card. kata Sudirman. merusak citra perusahaan sebagai perusahaan terbuka (Tbk. ini merupakan subjektivitas peneliti IICG atas respons emiten. bukan kebutuhan — adalah: Belum tertarik manfaat jangka panjang penerapannya. pada kriteria ke-6 (bobot 15%). secara keseluruhan. Apakah perusahaan memang tidak mau memikirkan dan menerapkannya? Yang paling mungkin terjadi — dirujuk dari rendahnya kesadaran emiten menerapkan ini hanya sebatas kepatuhan. ini jelas pekerjaan rumah perusahaan—terutama 30 emiten—membenahi sekretaris korporatnya. merasa dapat berjalan tanpa GCG. Lain halnya kalau memang ingin tertutup. serta menilai ketaatan perusahaan terhadap ketentuan yang berlaku. Banyak perusahaan. Fondasi perusahaan yang kokoh. yang mungkin sudah baik diterapkan. Sebab. Mengutip laporan Mc. investor semakin memperhatikan sejauh mana perusahaan menerapkan tata SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 12 .gasnya sebagai penghubung perusahaan dengan investor. baru 31 responden tepat waktu. benar adanya. tak sedikit perusahaan yang belum menyadari pentingnya laporan tahunan bagi stakeholder. Namun demikian. agar perusahaan tidak menganggap remeh. dan tak melihat ada dampak finansial secara langsung. hanya 47% yang memperbarui pengungkapan risiko yang dihadapi perusahaan. Bahkan 30 responden aktif melakukan paparan publik dua kali lebih dalam setahun. Sementara itu. Nah. Kinsey baru-baru ini. sebab manfaatnya besar untuk jangka panjang.) yang ternyata tertutup. sebagai referensi investasi dan kinerja manajemen. Agaknya. "Paparannya.Ini. landasan tata kelola perusahaan. Lalu. serta tunjangan direksi dan komisaris. masih sering seperti company profile yang penuh produk jualan. ketaatan menyampaikan informasi publik (public expose) sudah dilakukan seluruh emiten. dalam hal laporan keuangan ke bursa. perilaku tertutup mereka bisa mengaburkan informasi tentang pelaksanaan GCG. Adapun dari kriteria ke-7 (bobot 5%). Dari 49 laporan tahunan emiten yang dianalisis. Juga. yang langsung bisa dilihat hasilnya.

agar benar-benar menerapkan hal ini. di samping laporan perkembangan lainnya. Ernst & Young. GCG diyakininya sungguh pentingbagi perusahaan. Menariknya. telah berupaya mengelola diri menjadi lebih tertib. Seperti diungkap Sugiharto. PT Medco Energi International yang berada di posisi 6. dan pada beberapa kriteria (direksi. transparan. Investor yakin. mereka bahkan berani membayar premium 27% jika menerapkan hal ini. tak segan bermitra dengannya. Direktur Keuangan merangkap Sekretaris Korporat. dan transparansi) paling tinggi di riset IICG. kelompok usaha ini benar-benar ingin menjadi perusahaan yang dikelola secara profesional dan jauh dari citra KKN. Mengapa? "Karena. Sebab. yakni kesembronoan pengelolaan yang berujung pada kehancuran. PT Bimantara Citra yang berada diposisi 10 riset IICG. bahkan meminta bantuan konsultan temama. Sehingga. Erry Riyana. Tak heran. bertanggungjawab. perusahaannya makin serius menerapkan GCG. ujarnya. sepakat. selepas lengsemya Soeharto. Untuk transparansi. hati-hati. Selain kepatuhan pada peraturan. Terlepas dari lirikan investor ataupun tidak. pada hubungan dengan stakeholder. Sementara itu. perusahaan apapun yang menerapkan GCG. Lalu. katanya. pihaknya tidak segan-segan menyambat konsultan untuk menilai sejauh mana praktek GCG telah diterapkan dengan baik di lingkungannya. laporan keuangan diberikan 14 hari sebelum RUPS. sehingga seluruh risiko perseroan pun lebih dapat diprediksi. "Mustahil. Digunakannya konsultan dalam penerapan GCG memang makin kencang belakangan. SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 13 . "Anda bisa lihat berapa banyaknya press release yang kami keluarkan setiap tahun. tak heran juga jika skor Timah tertinggi. membuatkan tahap-tahap penerapan tatakelola perusahaan yang baik di lingkungannya." katanya.kelola yang baik. seperti juga Timah. Dirut PT Timah. misalnya Erry mengaku rajin mengirimkan laporan secara berkala ke publik berbentuk laporan kinerja. Dalam hal transparansi. "Untuk Indonesia. tak mau kalah." ujarnya yakin. hubungan dengan stakeholder. investor memandang GCG sebagai cara mengurangi risiko "kecelakaan finansial". mulai dari karyawan level bawah sampai puncak. Di tempat lain. Timah berupaya menerapkan sebaik-baiknya. agar investor punya kesempatan mempelajarinya. kemakmuran perusahaan dan pemegang saham dapat diwujudkan tanpa GCG." katanya. Alhasil. Maka. berarti telah menjadi perusahaan terpercaya (trusted company). Tampaknya. Medco pun meminta bantuan konsultan." papamya. dibuatkan pengembangan kemampuan yang terencana. juga pandangan jangka panjang.

belum ada presedennya. yakni pemahaman yang menganggap GCG bukan jalan pintas yang berdampak pada kinerja finansial. Pertama. Iamencontohkan praktek keterbukaan informasi. Erry tak membantah. agar perusahaan lebih profesional di samping bentuk pertanggungjawaban terhadap pemegang saham dan stakeholder. ia justru menambahkan: Unsur budaya yang berkembang di lingkungan usaha nasional belum menunjang perkembangan penerapan GCG. Sebab. Yang diatur memang hanya tanggung jawab seperti mengawasi direksi. Dirut BEJ. Menurut Mas Achmad Daniri. beberapa hal kompleks membuat penerapan GCG masih terbata-bata di Tanah Air. Goei Siauw Hong Kedua. pemegang saham dan investor kurang aktif memberdayakan diri. bahwa terkadang penerapan elemen GCG tak mudah. perusahaan ini tak memerlukan jasa konsultan untuk menerapkan GCG. Sudah dianggap kebijakan internal. Dalam hal dewan komisaris yang dikeluhkan. tak terlalu penting. disertai sanksi bagi yang melakukan tindakan tidak etis. lain lagi ceritanya. Akibatnya. penggunaan konsultan atau tidak. Menurutnya. Metrodata. seperti seleksi komisaris independen. Yang tercantum. Di sinilah persoalannya. Alhasil. Kuncinya.Peringkat 7 riset IICG. misalnya." katanya seraya melengkapkan. penegakan peraturan. "Masih ada yang menganggap sebagai membuka rahasia dagang dan mengancam daya saing. Sodiq tidak kaget dengan komentar Erry yang terakhir. perusahaan membuat caranya sendiri untuk hal-hal yang belum ada contohnya. Ketiga. Di Indonesia. atau Pemerintah dalam kasus BUMN. Menurut Irawan Gozali. komisaris tak bisa mandiri dan independen mengawasi kinerja manajemen. sehingga SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 14 . seperti yang sudah disinggung di atas. karena menyadari itu penting. beberapa aturan yang dibuat KNKCGI memang masih ada yang tidak tegas dan spesifik. struktur pemilikan atau pengendalian perusahaan masih terkonsentrasi pada perorangan atau keluarga pendiri. Kalaupun belum menganggap kebutuhan. yang penting kepatuhan menerapkannya. sehingga daya tawamya lemah saat berhadapan dengan manajemen. Sebetulnya. problem kepemilikan. Aturan komposisi pun masih mengambang. Sekretaris Korporatnya. kalimat: "Komposisi dewan komisaris harus sedemikian rupa.

menyadari pentingnya. menolaknya telak. tepat dan cepat. sebagai lembaga yang bermisi memberi advokasi terhadap penerapan GCG di kalangan privat. terasa ada keprihatinan. "Kami tidak menilai mereka (30 emiten) tidak kooperatif dan tidak menerapkan GCG. la mengajak melihat apa yang dilakukan lembaganya merupakan upaya. Kalau tidak. semuanya kembali pada informasi.memungkinkan pengambilan keputusan yang efektif. survei ini belum mencerminkan apa-apa seputar wajah sesungguhnya penerapan GCG di Indonesia. Mungkin. kapan lagi. inilah potret penerapan GCG di Indonesia. indeks perusahaannya seharusnya tidak jauh dari AI. agar penerapan GCG tidak sebatas wacana. katanya. seperti rapat dewan komisaris mengevaluasi kinerja manajemen. Jangan-jangan. kami harus memulainya. "Kami menyadari kelemahan-kelemahan yang ada. Demikianlah barisan perusahaan terpercaya. melihat hasilnya. mengapa begitu?" Danny Walla. Bahkan. yang meletakkan fondasi krusial bagi sosok perusahaan yang dikelola dengan baik. ada kebanggaan banyak emiten yang telah berupaya menjadi perusahaan terpercaya. Direktur Eksekutif Institut Pengembangan Manajemen Indonesia. "Dengan responden seadanya. rutin setiap minggu." katanya mencoba bijak. terutama oleh otoritas terkait seperti BEJ." lanjutnya bersemangat. Begitukah? Nirwan Idrus." Tanpa aturan seleksi. Menurutnya. sosialisasinya harus ditingkatkan. memiliki beberapa rekomendasi penting. IICG. termasuk menjadi pemilik saham yang ikut RUPS. Bapepam dan KNKCGI. "Karena. Nirwan mempertanyakan. mempertanyakan pula. penelitian ini belum sempuma. elemen dalam tata kelola perusahaan yang baik telah berupaya diterapkan semaksimal mungkin. yang masuk rumpun AI berada di posisi 27. SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 15 . karena kurang dari 50% perusahaan yang disurvei memenuhi kriteria penilaian lewat tiga metode pendekatan. mengapa Astra Agro Lestari (AAL). Kembali pada hasil riset IICG. Kedua. Menurutnya. Kendati begitu. Preskom AAL. Sebab. "Sudahlah. Ia juga menandaskan. GCG harus dijadikan gerakan nasional. pihaknya telah melakukan riset dengan cara yang komprehensif sebagai riset persepsi melalui metode yang ada. mereka menilai masih ada titik-titik lemah yang harus dikembangkan lagi." katanya. "Apakah ciri-ciri yang bagus di perusahaan induk tak diteruskan anak-anak usahanya?" "Ya. penerapan pola GCG kami sama dengan AI. sebagai tindak afirmatif." katanya berdalih. Sudirman tidak menolak kritik Nirwan. meski terkadang aturannya belum jelas. Kendati begitu. karena adanya ketidaksepahaman tentang manfaat tata kelola. Pertama." ujarnya.

Sekarang. yakni pemahaman yang menganggap GCG bukan jalan pintas yang berdampak pada kinerja finansial. Beberapa hal kompleks membuat penerapan GCG masih terbata-bata di Tanah Air. penerapan GCG tak bisa lagi ditoleransi. untuk meningkatkan kembali kepercayaan investor dan kemudahan fund raising Indonesia. Mas Achmad Daniri SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 16 . Tidak lagi sebatas wacana. GCG mungkin tak akan bergaung. Menurutnya. disertai sanksi bagi yang melakukan tindakan tidak etis. inilah titik lemah selama ini. yang penting. Memang. penegakan peraturan. tetapi gerakan yang kongkret. Seperti kata Sudirman. kalau saja pengawasan perilaku perusahaan dilakukan secara tegas." ujamya. mendorongnya menjadi standar mutu. meningkatkan law enforcement dan perlindungan terhadap pihak yang dirugikan. "Kuncinya. seluruh mata menatap sejauh mana komitmen Anda pada hal ini. akibat bad corporate governance. Khusus perlindungan pihak yang dirugikan praktek pengelolaan perusahaan yang buruk dan penegakan hukum. Keempat.Ketiga. Kalau mau jujur dan mau menoleh ke belakang. perlu waktu." Agaknya. "Terutama. Namun yakinlah. analis saham Goei Siauw Hong sepakat. bagaimana semua pihak melihat GCG sebagai hal yang urgen demi pengelolaan perusahaan yang baik. kita harus memulainya sejak sekarang. sehingga tak ada lagi pernyataan seperti yang dilontarkan Tjager.

budaya dan hubungan antar organ perusahaan. Walaupun menggunakan ketiga pendekakatan itu. Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) menggunakan tiga pendekatan menembus responden. bukan berarti pengumpulan informasi berjalan mulus. Metode tersebut hanya dapat diandalkan. Padahal dalam banyak hal. Wawancara dengan responden. hanya berhasil dilaksanakan dengan 22 emiten dari 52 responden—jumlah perusahaan yang SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 17 . seperti hadir di RUPS. kualitas informasi publik—khususnya yang disediakan responden—dan infrastruktur pengaksesnya cukup memadai. menggunakan hak suara. Artinya. informasi tersebut masuk kriteria “rahasia perusahaan". bila kesadaran responden terhadap pentingnya GCG cukup baik. Responden dalam riset meliputi emiten yang masuk LQ 45 Bursa Efek Jakarta periode Juli 2000-Juni 2001. Dengan kata lain. membeli saham perusahaan responden (emiten yang diperingkat). wawancara dengan wakil perusahaan (responden). untuk melengkapi sekaligus menjadikan lebih objektif. infomasi yang ada juga dibandingkan dengan infomasi publik dari berbagai sumber. Riset serupa yang dilakukan di beberapa negara. harus mengetahui bagaimana karakteristik. misalnya. IICG menjadi salah satu pemegang saham minoritas dengan segala hak yang melekat. Pendekatan kedua. Dalam riset kali ini. Melalui pembeIian saham. Di samping itu. Hal itu sejak awal disadari bakal menimbulkan banyak kesulitan. dan memperoleh informasi relevan melalui surat kabar. Di sarnping itu. Sebab implementasi GCG sangat terkait dengan kebijakan manajemen dalam mengelola perusahaan. banyak mengandalkan data public dan menggunakan kuesioner yang harus diisi responden. dan bukan konsumsi publik. perusahaan cukup transparan dan "jujur" menilai dirinya sendiri.Susahny Menembus Responden Nur Sodiq R iset terhadap penerapan good corporate governance (GCG) adalah riset data kualitatif. untuk menilai implementasi GCG. sehingga kredibel sebagai bahan analisis. Pertama.

Dengan demikian. Maka. mayaritas. Sementara itu. Informasi yang sudah dikumpulkan. dewan komisaris. diperoleh dengan mengikuti RUPS. Sisanya tidak dapat dihadiri. B. skor pertanyaannya: 25% x 15% x 4 = 0. nilai jawabannya A (4). jika tidak ada/tidak diperoleh data. di samping konfirmasi melalui telepon. karena digunakan untuk menjawab 40% pertanyaan dalam kriteria pemeringkatan. pelaksanaan RUPS tahunan dan perlakuan terhadap pemegang saham minoritas. indeks yang diperoleh tidak dapat dibandingkan antara responden yang dapat diwawancarai dengan yang tidak diwawancarai.15. SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 18 . yang diterbitkan emiten. Selanjutnya. Namian demikian. struktur direksi. tidak seluruh RUPS emiten (responden) dapat dihadiri. khususnya terhadap hak-hak pemegang saham. nilainya 0. C dan D. nilai jawaban dikalikan dengan persentase bobot setiap pertanyaan dan bobot kriteria. Uatuk jawaban A diberi nilai 4. Dengan memiliki KTUR. pemegang saham memperoleh hak sepenuhnya selama mengikuti RUPS. C (2) dan D (1). Ke-7 kriteria itu: Komitmen perseroan terhadap implementasi GCG. karena kendala teknis—tidak terbit atau terlambatnya penyampaian Konfirmasi Tertulis untuk RUPS (KTUR). Sebagai contoh. B (3). apabila responden memiliki komisaris independen dengan komposisi lebih dari 30% jumlah komisaris. diperoleh berbagai informasi yang digunakan untuk menjawab 8%-15% pertanyaan. Sementara itu. Dari 52 perusahaan yang diperingkat.responden tidak menanggapi permintaan wawancara. Hanya empat responden yang menanggapi secara tertulis tidak bersedia diwawancarai. Pertanyaan-pertanyaan tersebut memiliki bobot persentase sesuai dengan efektivitasnya dalam implementasi GCG. penilaiannya sebagai berikut: Bobot persentase aspek dewan komisaris 25%. atau biro administrasi efek yang ditunjuk emiten. Padahal. hubungan dengan pemegang saham. hasil wawancara sangat signifikan. Melalui RUPS. serta tanggapan terhadap riset GCG. Dengan alasan "sibuk". selanjutnya digunakan untuk menjawab 40 pertanyaan dalam 7 kriteria pemeringkatan. Jawaban-jawaban punya gradasi dari A — paling baik/sesuai dengan praktek GCG atac regulasi — hingga D (buruk atau tidak sesuai dengan regulasi).rencananya dimasukkan dalam pemeringkatan. sudah dikirimkan 3-4 kali surat permohonan selama 6 bulan. hanya 33 perusahaan yang RUPS nya dapat diikuti tim periset. Setiap pertanyaan punya empat jawaban A. Untuk rnelihat sejauh mana perhatian responden. transparansi dan akuntabilitas. Untuk melakukan wawancara. Bobot persentase pertanyaan komisaris independen 15 %.

lantaran luasnya cakupan GCG. Di samping itu. setidaknya risetdapat dijadikan acuan: Melihat sejauh mana implementasi GCG di kalangan emiten Indonesia sudah berjalan. atau dari periset. SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 19 . Bias dapat diperoleh dari responden. digunakan untuk menentukan skor Corporate Governance Perception Index. Penulis adatah Sekretaris Eksekutif IICG. Walau dengan segala keterbatasan. karena kualitas informasi yang disampaikan sewaktu wawancara.Jumlah nilai dari 40 pertanyaan. kemungkinan munculnya bias dalam penilaian tidak dapat dihindari. untuk memotret implementasi GCG secara utuh di perusahaan pun amat sulit. Bila melihat metode yang digunakan.

kecuali ikut dalam wacana baru GCG. "Sebaik apapun perusahaan. hingga hari ini pun mayoritas masyarakat Indonesia sepertinya sulit menerima. Bimantara secara cermat melihat bahwa terhitung sejak krisis kemarin. belum mengikuti standar atau aturan global seperti yang diinginkan investor asing. Artinya. sejak Bimantara masuk lantai bursa. Bahkan. Perjalanan waktu ternyata mengajarkan Bimantara banyak hal. SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 20 . Implementasinya pun tidak sulit. tidak akan dilirik investor asing. citra perusahaan bisa makin bagus di mata investor. yang awalnya memang milik putra mantan Presiden Soeharto. diakui Direktur Utama Edwin Kawilarang. meskipun masih dalam format sederhana. kreditor. Padahal. Bimantara agaknya tak punya pilihan. bahwa Bimantara bukan/tidak lagi milik dinasti Cendana atau Bambang Trihatmodjo. investor asing hanya berminat pada perusahaan yang menerapkan GCG.Biar Bimantara Citra: Lebih Cantik Dan Seksi Dengan menerapkan GCG. praktis sejak itu pula kekuasaan keluarga Cendana telah habis di perusahaan. Pelaksanaan GCG dengan benar mulai dilaksanakan dua tahun lalu. Pasalnya. jika tidak menerapkan GCG. maupun calon mitra bisnis. Itu pun.. Atas dasar profesionalisme manajemen Bimantara mulai menerapkan good corporate governance (GCG). melepaskan diri dari belitan masa lalu." kata Edwin. masih dalam tahap belajar. asal ada kemauan dari pemegang saham mayoritas. Akbar Faizal dan Ishak Rafick Bebaskan Diri dari Masa Lalu B ukan persoalan mudah bagi manajemen PT Bimantara Citra Tbk. penerapan GCG di perusahaan ini diimplementasi sejak 1995. Tanpa gembar-gembor. Sebagai perusahaan publik yang sahamnya banyak dimiliki asing. Berikut pengalaman PT Bimantara Citra dan Medco Energi International.

misalnya. GCG itu kan sistem yang mengatur." Edwin memaparkan. sekaligus bagaimana menghadapinya. Praktis. bahkan sebelum dihantam badai krisis. Saat ini. menyusun manual-manual seperti corporate policy. secara internal GCG dibutuhkan dalam tataran perbaikan kinerja. financial & accounting. Bahkan. karyawan. Sebelumnya. mengapa kekhawatiran seperti ini harus muncul. minimal guna mengurangi risiko investasi. operation management dan investment & reporting. human resources. mengelola dan mengawasi proses pengendalian bisnis perusahaan untuk menaikkan nilai saham. kredit pinjaman bank dalam jumlah luar biasa besamya "dimakan" sendiri pemilik perusahaan/ pemegang saham. pemisahan peran yang jelas antara pemilik/pemegang saham dengan manajemen. agar masyarakat tahu bagaimana langkah yang sebaiknya dilakukan manajemen perusahaan." ungkap Edwin. Yakni. Tak heran. Tinggallah manajemen melongo dan pusing memikirkan utang yang semakin menggunung. Banyak contoh kasus. Misalnya. penerapan GCG juga mengubah visi dan misi Bimantara secara keseluruhan. Harta perusahaan juga ikut dikuras untuk kepentingan pribadi pemilik perusahaan. Jepang dan Indonesia. yang sebenamya sangat berguna untuk mengidentifikasi kemungkinan risiko. Diakui Edwin. jika kemudian banyak perusahaan sangat cepat ambruk. Manual-manual itu sangat penting. Bimantara sendiri tak punya tujuan muluk-muluk menerapkan GCG. khususnya di perusahaanperusahaan Indonesia. "Ini sih bukan rahasia lagi. konglomerasi ini bermain di 7 lini usaha/bisnis. di mata investor Bimantara bak gadis cantik yang siap disunting. proses penerapan GCG di Bimantara dilakukan melalui berbagai tahap. "Dulunya. information & reporting. pemasok dan kreditor juga sangat membutuhkan penerapan GCG. pemerintah. risk management. kami tak pernah melaksanakan risk management manual. media dan logistik. Persekongkolan pemerintah dengan konglomerasi di Korea. "Kami hanya ingin menarik para investor menanamkan dananya di perusahaan kami. internal audit. Sejak menerapkannya. Salah satu penyebabnya. memberikan nilai tambah ke pemegang saham. kreditor dan masyarakat sekitar. Secara teknis. Tujuannya." ujar Edwin. rapuhnya manajemen karena pemegang saham selalu ikut mencampuri manajemen. GCG memberi poin tersendiri bagi Bimantara.Menurut Edwin. sekaligus sebagai bentuk perhatian ke stakeholder. manajemen fokus pada tiga lini usaha: telekomunikasi. Nilai saham pun melambung hingga 30%. Empat lini bisnis SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 21 . termasuk pengaturan hubungan kerja. Adapun secara ekstemal.

Soal transparansi yang sering menjadi pokok masalah di internal perusahaan. Bimantara menargetkan masuk dalam tiga besar pada akhir 2002. Dan tentunya. Argumen Edwin tampaknya sebagai bantahan rumor yang berkembang. yang tentu juga punya agenda jelas. Akibatnya. Tapi saat RUPS. Pelaksanaan GCG mengharuskan semua pelaporan seperti ini. semua diundang dan dimintai pendapatnya. rapat direksi harus tercatat dan termonitor. Kami bisa ditegur dong. Bahkan. karena uang yang digunakan untuk kegiatan sosial adalah hak pemegang saham. Serta. para pemegang saham tidak lagi punya waktu memeriksa laporan dengan teliti. SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 22 . pembuatan laporan keuangan yang terbuka dan terkontrol para analis. Sehingga. dan berkas harus diberikan dua minggu sebelum RUPS. untuk kegiatan sosial pun harus dilaporkan ke pemegang saham—dulunya. Wajar sajalah. tentu saja sesuai dengan mekanisme. Bimantara adalah anak emas yang seakan-akan semua orang butuh padanya. untuk mengevaluasi karyawan. tak punya pilihan kecuali semua pihak ikut serta dalam pengembangan perusahaan (bottom up). Transparansi dalam pengambilan keputusan juga telah dilakukan. Namun. kendala pelaksanaan GCG bukan tidak ada. juga mendapat porsi perhatian ekstra serius. Sebagai perusahaan bercap Cendana. Toh. dengan penerapan key performance indicator. Edwin bangga Bimantara masuk dalam 10 besar terbaik perusahaan yang telah melaksanakan GCG sesuai hasil survei Majalah SWA bekerjasama dengan Institute of Corporate Governance." Edwin menjelaskan. "Tapi. diberikan pada detikdetik terakhir pelaksanaan RUPS. khususnya dalam budaya kerja. bahwa berkas-berkas RUPS Bimantara. budaya kerja harus berubah. Bahkan. baik ke pemegang saham mayoritas maupun minoritas. Begitu aturannya dari Bapepam." ujarnya. ketika tidak lagi memberi nilai tambah." kata Edwin. "Direksi di sini rapat sedikitnya sekali seminggu. Penerapan fairness juga menjadi perhatian utama dengan perlakuan sama tanpa keistimewaan. kinerja karyawan terpatok pada model top-down. yang kecil tentu saja kalah. masa itu telah lewat dan manajemen menyadari.lainnya dijual. Misalnya. Saat voting. Misalnya. Adapun langkah mencapai target tadi. yakni ketika semua elemen mampu melakukan perbaikan budaya kerja. sebab memang tak ada aturannya. tidak pernah. berbagai indikator yang digunakan perusahaan global untuk menilai karyawannya. "Kami kan perusahaan publik.

terjadilah proses restruturisasi organisasi perusahaan. Medco mengadakan benchmark study untuk menilai kompensasi SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 23 . diperlukan kekuatan yang bisa memaksa. "Dengan go public.PT Medco Energi International Tbk. pria berkacamata minus in punya pengalaman panjang di Arthur Andersen dan Bank Chemical. Untuk melicinkan jalan perpindahan budaya itu. Medco bertransforma dan family centris menjadi professional oganization. (Medco) mungkin termasuk salah satu perintis penerapan good corporate governance (GCG) di Indonesia. Selanjutnya. Medco. prinsip fairness dijalankan dan dikaitkan dengan sumber daya manusia. Pada saat sama. GCG di negeri ini baru menjadi tuntutan para investor dari kreditor setelah krisis membuka selubung pengelolaan perusahaan yang rawan penyelewengan pada Juli 1997. Kekuatan itu adalah pemegang saham publik. karena budaya perusahaan telah terbentuk bertahun-tahun lamanya. Grup Gajah Tunggal (BDNI) dan Chandra Asri. stafing. modal. Meskipun demikian. Sebelum bergabung dengan Medco. termasuk yang sekelas Grup Sinar Mas (BII). maka yang berkata bukanlah Sugiharto kepada Pak Arifin dan keluarga tapi publik lah yang berkata. dan di-go public kan pada 12 Oktober 1994." ujarnya Begitulah Medco lantas direstrukturisasi. Untuk itu. kata Direktur Keuangan merangkap Sekretaris Korporat Medco Sugiharto. : Berani Melakukan Perpindahan Budaya P T Medco Energi International Tbk. bisnis intinya diperjelas. Cara pengelolaan seperti itu diyakini telah ikut menyeret Indonesia ke dalam kesulitan lewat ribuan perusahaan yang karam. dua perusahaan yang punya standar internasional dalam penerapan GCG. dan lain-lain. kata Sugiharto. Perusahaan pertambangan ini. bagi Sugiharto menerapkan GCG bukanlah hal yang mudah. Kini survei Indonesian Institute of Corporate Governance menempatkan Medco di urutan ke6 perusahaan yang menerapkan GCG dengan baik Direkrutnya Sugiharto pada 1994 oleh pemilik Medco Arifin Panigoro juga dalan rangka penerapan GCG. menerapkan GCG sejak 1994. Harus ada perpindahan budaya dari budaya keluarga yang tertutup menjadi perusahaan public yang terbuka. Jadi jauh sebelum penerapannya menjadi kebutuhan. Transparansi menjadi kata kunci untu semua yang berkepentingan pada kesuksesan. pemilik tidak lagi ikut campur dalam operasi sehari-hari perusahaan.

terutama karena tersedianya dana murah dari pasar modal. Sementara karyawan memiliki pengembangan karier sendiri. pelatihan. baik yang konvensional. Baru belakangan perusahaan ini melibatkan banyak pihak dalam seminar." jelasnya bersemangat. Dalam penerapan GCG. sehingga penumpukan wewenang bisa dihindari. akses kepada pendanaan. adanya perpindahan budaya pada gilirannya memberikan maslahat ekonomi jangka panjang bagi Medco. Pelatihan ini bekerjasama dengan konsultan manajemen asal ITB.karyawan. Toh. Menurut Sugiharto. Tidak ada anggaran khusus untuk semua itu. delegation of authority tetap diperlukan. pasar uang ataupun equity. dan syaratnya gampang." katanya memberi contoh. penerapan GCG merupakan proses dinamis. penyempurnaan berjalan terus dari waktu ke waktu. awalnya Medco tidak melibatkan konsultan. Anggaran untuk penerapan GCG masuk dalam biaya operasional. I Gede Rake. hal itu bukan proyek melainkan sudah inheren dengan kinerja perusahaan. "Sebagai Chief Financial Officer merangkap Corporate Secretary. Harus ada perpindahan budaya dari budaya keluarga yang tertutup menjadi perusahaan publik yang terbuka. Itu keuntungan riil yang dituai dengan masuk pasar modal. Menerapkan GCG bukanlah hal yang mudah." katanya. sumber dana Medco juga meluas dari domestik menjadi internasional. bagi Medco. Singkatnya. Ini sengaja dilakukan agar Medco tidak berada dalam posisi ter.Pada gilirannya. "Dengan melakukan go public." tutur Sugiharto. Sebab. itu tak berarti semuanya nantinya menjadi serba kolektif. karena budaya perusahaan telah terbentuk bertahun-tahun lamanya. Ini diikuti level Direktur. tidak diperkenankan. mudah. SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 24 . Bagi Sugiharto. Jangka waktunya dua minggu. ada yang disebut Synergistic Leadership. lebih mudah sejak Medco menerapkan GCG. Training ini wajib diikuti dan merupakan kombinasi antara training dan outbond. yang juga anggota Dewan Pakar PPP. Implementasinya melahirkan demokratisasi dalam pengambilan keputusan. "Dana internasional itu murah. Selain saya. "Untuk level manajer sampai Vice President ada training Transformational Leadership. cepat. saya berwenang memberikan keterangan tentang affair perusahaan. dan sebagainya yang ditujukan untuk memperkokoh GCG.bawah dalam penggajian. Artinya. ini memperkecil peluang munculnya KKN. Pada tingkatan yang lebih tinggi.

Dalam pengambilan keputusan penting. investor relations (sebagai sekretaris)." kata Sugiharto. disclosure dan laporan keuangan tahunan maupun triwulanan. Anggota komite adalah direksi. Secara substansi. SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 25 . "Mereka mewakili pemegang saham dari luar negeri. Medco selalu mengadakan analist meeting. Complience officer harus menguasai seluruh peraturan. setiap ada corporate action. Setelah merestrukturisasi utang. Bapepam mengakui. Medco memang termasuk the best ten dalam volume perdagangan di bursa. Perusahaan ini juga konsisten memberikan laporan keuangan 14 hari sebelum RUPS. Di samping itu. serta investor relations dan compliance officer. apa artinya penerapan GCG di Medco bagi kinerja sahamnya di pasar modal? "Paling tidak kami termasuk the good performing company secara konsisten sejak IPO. Medco termasuk perusahaan yang rajin mengeluarkan siaran pers. Dengan penerapan GCG selama ini. semua diambil melalui comittee. mereka bisa juga disebut independen. Medco termasuk yang paling telanjang. Selain itu." kata Sugiharto. dalam masalah transparansi. sebagai watchdog. yaitu Wijarso dan John Karamoy. termasuk dengan wartawan. Dengan demikian. "Karyawan yang masuk ke sini pertama kali harus menandatangani kode etik." jawabnya bangga. kata Sugiharto. Medco juga memiliki kode etik perusahaan. Selain benefit di atas. Medco dinilai banyak orang sebagai perusahaan yang peduli terhadap pemegang sahamnya. dan promoter—bisa dari anak-anak perusahaan yang menjadi pimpro." jelasnya. corporate finance manager. baik yang ada di dalam maupun di luar perusahaan. Medco kemudian juga memasukkan dua orang asing sebagai komisaris. Komite ini dilengkapi buku SOP yang bernama Authoritative Table. bisa diharapkan keputusan yang diambil adalah yang terbaik karena telah dibahas dari segala sisi. "Mereka bertugas menjadi wasit pada seluruh rapat yang ada di perusahaan. Medco juga melengkapi dirinya dengan internal audit. lanjutnya. terlihat gamblang bahwa Medco memiliki diskripsi pekerjaan yang jelas antara Board of Directors dan Board of Commisioner. termasuk pemegang saham minoritas. Dari bagan organisasinya. Dia juga konsisten mengangkat komisaris independen.

komite pengembangan manajemen GE mulai melakukan serangkaian perjalanan 2-3 hari ke lapangan untuk mencari calon pengganti sang CEO. mereka menentukan satu dari tiga eksekutif terbaik yang telah dijaring secara seksama untuk menjadi nakhoda terpercaya mereka. Welch membesarkan General Electric (GE). Proses penggantian CEO yang paling menarik perhatian dunia bisnis ini dimulai empat tahun lalu ketika. Inilah kado terakhir buat Welch yang tak lama kemudian menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada Jeffrey Immelt. Immelt yang kelahiran Cincinnati. Ohio. Edison pada 1892 ini merebut peringkat puncak dari tangan Campbell Soup Co. James McNemey (51 tahun). Pada puncak pemilihan itu. Itulah salah satu kiat Jack F. Apa yang dilakukan perusahaan mancanegara dalam hal yang berkaitan dengan kepentingan pemegang saham minoritas ini. Di situ. mereka mendapatkan lebih dari sekadar kajian formal tentang strategi dan SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 26 . Tak menyertakan Welch yang sangat disegani. cara yang unik dalam memilih penggand sang chairman legendaris itu memberikan andil yang menentukan kemenangan GE. Akhir Januari 2000. perusahaan yang didirikan Thomas A. pada 1956. Rahasia sukses lainnya? Mungkin ini: good corporate governance (GCG). tetapi bisa mengangkat nilai saham.. atas anjuran Welch. dan apa pula respons investor? M enjadi nomor satu atau dua di setiap bisnis yang digeluti. Di bawah "tatapan" 130 direktur sepanjang sejarah GE yang fotonya terpampang di dinding ruang rapat besar yang digunakan.Praktik Di Mata Investor Mancanegara Prih Sarnianto Good corporate governance tidak menjamin kinerja bisnis bagus. Boleh jadi. Para anggota komite yang semuanya direktur dari luar itu menemui para kepala divisi dan pemain kunci lainnya. di Rockefeller Center. 15 pria dan tiga wanita — para anggota board — berkumpul di lantai ke-53 Gedung General Electric Co. dua kali GE menyabet gelar runner-up perusahaan terbaik yang menjalankan GCG. Dari tiga kali survei majalah Business Week terhadap korporasi Amerika Serikat. New York. mengalahkan Robert Nardelli (52 tahun) dan W.

Tanda-tanda eksternal yang mudah terlihat dalam hal independensi GE adalah kenyataan bahwa mayoritas besar dari 18 anggota board berasal dari luar. Salah satu praktik yang paling menarik dari perusahaan yang. Dalam hal kualitas direksi? Ada bukti tak langsung: hanya dalam bilangan minggu. performa perusahaan dan kualitas direksi. serta pakar GCG—sebagai indikasi bahwa GE memiliki dewan direksi yang benar-benar independen serta punya akuntabilitas tinggi kepada pemegang saham —dua dari empat kriteria besar yang mencerminkan GCG. menurut versi Business Week. dua calon bos GE yang kalah langsung dibajak untuk menakhodai perusahaan Fortune 500 lainnya — Nardelli oleh Home Depot dan McNemey oleh 3M. Vice Chairman Georgeson Shareholders Communication Inc. Kebijakan board Home Depot yang orisinal juga menarik banyak perusahaan untuk menirunya. "Itu sangat unik. perusahaan di bidang proxy advisory.. dan mereka yang duduk di komite audit. pihak yang kepentingannya sering dilupakan. bukan cuma board GE yang sering dijadikan panutan. dan komite penominasi (nominating committee) tak satu pun dari dalam.ukur secara eksternal. komite kompensasi. karena dapat melakukan pembicaraan informal dalam acara makan siang atau makan malam yang santai. pada 2000 menduduki peringkat ke-8 dalam hal GCG ini adalah kebijakan yang mewajibkan direktur dari luar untuk secara lainnya yang sangat jelas terlihat di dalam SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 27 .operasional perusahaan." Dalam hal praktik corporate governance yang inovatif. boleh dibilang tak ada perusahaan besar yang mengalahkan GE yang nilai pasamya meroket jadi hampir US$ 500 miliar dari hanya US$ 13. bukan hanya untuk sebuah board tetapi juga untuk seorang CEO yang justru menyuruh board tersebut melakukannya. Dalam hal performa. telah bicara dengan sendirinya. pemilihan CEO yang sangat terbuka ini dipandang oleh responden—para chief executive dan direktur perusahaan lain. "Standar terpenting GCG tak dapat di. "Termasuk kualitas karakter. Tanda-tanda lainnya." ujar Silas Cathcart. dan faktor personal boardroom tetapi tak terlihat dari luar. yang tercermin dari kiprah mereka. Wilcox. misalnya. cara ini mengilhami mereka melakukan atau menganjurkan hal serupa. Rupanya.9 miliar ketika mulai dipegang Welch pada April 1981. seorang direktur GE yang mantan CEO Illinois Tool Works Inc. nilai-nilai.6 juta itu terbuka sejalan dengan para pemegang saham minoritas. keberanian mengambil posisi independen. Dua kriteria besar lainnya. adalah: kepentingan para outside director yang masing-masing menguasai saham GE senilai rata-rata US$ 6." kata John C. Bahkan.

"Rupanya. Solusinya: Home Depot membuka toko satu jam lebih lambat pada hari Minggu. Praktik yang sangat menghormati hak. melakukan hal yang tak kalah unik. Dan ini ironis. ketika para staf di toko-toko mengeluh karena tak bisa lagi melakukan pelatihan customer service lantaran kelewat sibuk. Kunjungan ke toko membuat anggota dewan direksi memperoleh informasi dari tangan pertama. Sebagai contoh. mereka juga bisa berperan lebih besar buat perusahaan. para anggota board tersebut dapat menolong menyampaikan unek-unek ini kepada manajemen puncak.formal turun ke lima toko milik perusahaan setiap kuartal. Secara tersirat. yang paling ideal bagi perusahaan adalah memiliki chairman yang kuat. Compaq bahkan kesulitan merekrut CEO yang bagus dari luar. lalu secara sukarela memutuskan me mangkas kompensasi tahunan mereka menjadi US$ 113 ribu dari US$ 160 ribu! Memang. karena sejak lama para pakar manajemen meyakinkan dunia usaha bahwa. ini menyalahkan Rosen yang kelewat kuat pengaruhnya. setelah kampiun industri PC ini mendepak CEO kedua mereka dalam lima tahun terakhir." ujar Patrick McGum. Rampung dengan proses suksesi yang tak kalah transparan dari GE. eksekutif Institutional Shareholders Services Inc. sehingga salah seorang direktur yang merasa tak punya waktu untuk kunjungan toko tersebut. langganan peringkat puncak yang pada 2000 menduduki peringkat ke-3. kinerja keuangan Campbell Soup dan Compaq boleh dibilang kedodoran dibandingkan para pesaing masing-masing dan nilai sahamnya jeblok dibandingkan indeks saham S&P 500. Kalau kenyataan lapangan lain dari teori. Benjamin Rosen. Ini mungkin hal yang biasa-biasa saja seandainya para direksi tersebut tidak menyimpulkan bahwa gaji mereka kelewat besar. Mereka juga melakukan melakukan survei gaji direksi. tak ada jaminan bahwa ketaatan terhadap prinsip-prinsip GCG akan membuat kinerja perusahaan mencorong. tahun lalu 16 anggota dewan yang ada mengevaluasi efektivitas masing-masing terhadap 35 kriteria dalam upaya meningkatkan kontribusi mereka. apa untungnya menerapkan GCG? Banyak. Dengan begitu. sehingga setiap minggu para staf dapat memulai kerja dengan pelatihan selama satu jam. Aturan ini dijaga benar. misalnya. Para direktur Campbell Soup. mengundurkan diri pada awal 2001. yang terpisah dari CEO-nya. para kandidat khawatir akan jadi semacam sopir cadangan. Memiliki board yang sangat independen di bawah chairman non-eksekutif yang sangat kuat.hak para pemegang saham ini bisa SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 28 . Johnetta Cole. Selama 18 bulan terakhir sampai 2000.

arsiteknya. rektor universitas yang menerima bantuan US$ 1 juta darinya. perusahaan yang pada 2000 GCG-nya terburuk menurut Business Week dan pada 2001 terpilih jadi jadi salah satu yang paling amburadul menurut Fortune. kebijakan CEO Michael D. mereka mendapatkan lebih dari sekadar kajian formal tentang strategi dan operasional perusahaan. Yang masih belum dilakukan Eisner? Justru yang terpenting: la belum mau mencopot teman-teman dekatnya — termasuk pengacaranya.. Toh. komite kompensasi dan komite pengembangan eksekutif seluruhnya orang luar. menurut standar yang disepakati kalangan bisnis dan pakar GCG.basi ketimbang perubahan yang sebenamya. karena dapat melakukan pembicaraan informal dalam acara makan siang atau makan malam yang santai. kebijakan ini masih dipandang belum cukup. Eisner mengubah beberapa praktik governance yang kurang rancak. sehingga sejak Mei 1998 kapitalisasi pasar Disney terpangkas hampir 18% atau US$ 15 SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 29 . Padahal. Salah satunya. Di tengah menurunnya kinerja keuangan. Eisner setuju melakukan pemilihan tahunan anggota dewan pada 2001. kalangan perusahaan yang mengabaikan GCG akan mengalami tekanan yang lebih besar manakala kinerja bisnisnya menurun.membuat masyarakat pemegang saham memiliki pengertian yang lebih besar terhadap perusahaan tersebut di masa sulit. Eisner yang memberikan paket pesangon US$ 75 juta kepada mantan Presiden Direktur Michael Ovits dua tahun lalu mendapat sorotan semakin tajam. perusahaan baru bisa dikatakan memiliki dewan yang independen kalau direktur yang orang dalam tak lebih dari dua orang. board di Disney masih dipenuhi orang-orangnya Eisner. Sangat disegani. Tak heran kalau kalangan investor tetap menganggap apa yang dilakukan Eisner cuma semacam basa. Jack Welch Atas desakan kalangan investor institusional. Maklum. la juga tidak memperbarui anti-takeover poisoning plan — rencana yang jika diterapkan akan membuat akuisisi terhadap Disney jadi kelewat mahal — yang kedaluwarsa pada 1999 dan telah membuat aturan yang menjamin agar para anggota komite audit. Sebaliknya. mantan kepala SD anak-anaknya — dari jajaran anggota dewan. Ambil contoh Walt Disney Co. ia menaruh dua direktur independen ketika dua petinggi yang orang dalam mengundurkan diri. Buat meredam kritik terhadap perusahaan pemilik theme park paling terkenal di dunia ini.

. Direktur Riset Council of Institutional Investors. dana pensiun ini sekarang memanfaatkan Internet buat menghimpun suara. "Hitung saja biaya menyurati seluruh pemegang saham perusahaan. "tetapi Disney tidak melompat ke arah yang benar-benar baru. komite audit cuma bertemu dua kali pada tahun fiskal 1999.8 juta saham. yang menguasai 1. Bagaimana tidak. Bapepam-nya AS. "Mereka itu seperti mimpi buruk dalam masalah corporate governance. di Rite Aid yang sampai diharuskan mengubah laporan keuangannya selama tiga tahun terakhir. Dan strategi ini bukan tak mungkin akan memicu revolusi baru yang memperjuangkan GCG. Koppes. Tyson. tidak memberi dukungan suara kepada dua direktur yang dekat dengan Chairman John H. Associate SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 30 . Kenyataan bahwa empat dari 9 direktur yang ada adalah orang dalam dan lima anggota dewan direksi sudah berusia 70 tahun atau lebih membuat orang kian mengerinyitkan dahi. Internet jelas telah membuat para pemegang saham yang aktivis lebih mudah dan murah untuk mengontak dan mengorganisasi investor lain." ujar Richard H. sekarang juga telah menggunakan Internet buat melecut para manajer dan anggota dewan yang kinerianya kurang bagus untuk bekerja lebih keras. California Public Employees Retirement System (Calpers) memaksa Tyson Foods Inc. professor ilmu hukum dari Universitas Stanford.miliar lebih." ujar Damon A. dari Greenway Partners LP sampai Lens Inc. Pelopomya tak lain kalangan investor institusional yang memiliki otot finansial jauh lebih kuat ketimbang investor individual. dana pensiun AFL-CIO mengupayakan debat terbuka secara online tentang gaji CEO di 500 perusahaan publik papan atas. (peringkat ke-2 terburuk menurut Business Week) dan Cendant Corp. Buat menghilangkan mimpi buruk ini —yang jadi kenyataan merugikan bagi para pemegang saham — di banyak negara gerakan yang membela hak-hak pemegang saham minoritas makin marak. Calpers juga mendorong para investor lain. Para investor aktivis. Silvers. Untuk memperkuat gerakannya." Di dua perusahaan lain — Rite Aid Corp. Skandal tersebut membuat para investor kian meragukan kredibilitas dewan mereka. Di AS. Domini Social Security Fund telah mengumumkan rencananya untuk ambil suara dalam masalah proxy melalui dunia maya. "Yang namanya peningkatan mestinya adalah langkah ke arah yang benar. menanggalkan sistem saham dual-class yang memungkinkan Senior Chairman Don Tyson mengendalikan hampir 90% voting power di perusahaan itu. (ke-4 terburuk)—praktik GCG yang jelek bahkan telah menimbulkan skandal akunting yang memicu kericuhan manajemen dan mengundang penyelidikan Securities and Exchange Commission." ujar Ann Yeger. Lalu.

Emerson Electric dan Micron Technology." Terlebih. mereka memenangkan beberapa kursi. dengan dukungan Association for Defence Minority Shareholders. Kebijakan Pemerintah Jerman menghapus corporate capital gains atas penjualan saham yang berlaku efektif awal tahun depan diperkirakan bakal mendorong kalangan perusahaan. para investor akan tahu rencana Calpers untuk tidak memberikan suara pada Januari lalu dalam pemilihan beberapa direktur Tyson Foods. semakin aktif. Calpers mempublikasikan sikapnya pada RUPS di 300 perusahaan — tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu yang cuma100 perusahaan. Di Eropa.General Counsel AFL-CIO. situs mereka menarik 30 ribu hit lebih/bulan. Tak mau lagi dirugikan begitu saja oleh Groupe Andre yang terus memburuk kinerjanya. Calpers berupaya mengomunikasikan suara yang akan diberikan. tahun lalu para investor menuntut pemilik rantai pertokoan fashion Kookai ini untuk menempatkan wakil investor minoritas di jajaran dewan. Alasannya: beberapa anggota dewan ketiga perusahaan tersebut punya hubungan bisnis atau personal dengan perusahaan atau manajemen puncak yang. Dan. Associate General Counsel Calpers. Ketika dana pensiun ini memublikasikan suara yang mereka berikan (votes) berkaitan dengan masalah proxy. ternyata situs web cukup ampuh mengundang para pemegang saham untuk berpartisipasi. kelompok pemegang saham kecil. walau tak ada lembaga yang setangguh Calpers. berkat bantuan media massa. Dengan mengklik situs web dana pensiun ini. kian banyak perang proxy—yang biasanya dilakukan di balik pintu yang tertutup rapat oleh para power broker local— diledakkan di ruang publik. menerangkan. misalnya Shareholders Association di Swedia. Kita bisa memperoleh akses kepada semua orang. untuk melepas yang saham sejak lama SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 31 . juga mulai melakukan tekanan serupa. "Dengan menggunakan situs web. Menjelang RUPS tahun ini. Gillan. terutama perbankan. bakal mempengaruhi independensi mereka. dengan memanfaatkan kekuatan media massa. Di Benua Lama ini. "Kami mencoba mempengaruhi opini orang banyak dalam masalah pemberian suara. The Economist mencatat. Salah satu caranya. Calpers membuktikan. Calpers yakin. Melalui situsnya. seperti yang mereka lakukan ketika mencegah merger Volvo-Renault dan "membujuk" Skandia membatalkan sistem pemberian bonusnya yang kontroversial. dua minggu sebelum RUPS. beberapa investor institusional besar seperti DWS dan Union Investment di Jerman." Kayla J. Demikian pula.

mendirikan semacam kemitraan asosiasi publik-swasta untuk mengumpulkan mformasi tentang praktik pemerintah terhadap perusahaan yang terdaftar di bursa buat menjamin kepentingan investor institusional. untuk mengambilalih The Philippine National Bank (PNB). pemilikan saham silang yang menjadi salah satu penghambat besar penerapan GCG akan sangat berkurang." Mark Mobius. Langsung mendirikan komite untuk mengubah UU Sekuritas dan mempromosikan "an economic philosophy of transparency and free enterprise. "Ini bakal mengubah insider market yang rendah likuiditasnya menjadi pasar dengan likuiditas jauh lebih tinggi seperti di bagian lain Eropa. hanya 18% saham Jerman yang berada di tangan asing—tak sampai setengah dibandingkan tingkat pemilikan saham oleh asing di Francis dan Belanda. Di antara negara yang terbanyak memiliki perusahaan dengan GCG yang amburadul—Cina. taipan Lucio Tan." Negara Asia lainnya Korea Selatan. bank pemerintah yang merupakan kreditor ke-6 ter. Malaysia. Kalau ramalan Stephen Davis jadi kenyataan." ujar pendiri Davis Global Advisor.besar di negeri itu. mengajukan complaint kepada bank sentral negeri berbahasa Tagalog tersebut. Di era pemerintahan yang lalu. Thailand menerbitkan "code of good practices on good corporate governance. Pakistan dan Filipina—hanya yang disebut terakhir ini yang meluncurkan kebijakan yang berani. Joseph Estrada memberi izin sobatnya. Tan berada dalam posisi yang SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 32 . Indonesia. Tahun lalu. beberapa perusahaan Tan." Musababnya sederhana. Di Asia. campur tangan pemerintah untuk membenahi perilaku dunia bisnis lebih dalam lagi.mereka simpan. "Kemampuan PNB menagih outstanding loans ke perusahaan-perusahaan tersebut menjadi pertanyaan besar. Presiden Direktur Templeton Emerging Market Funds. akan lebih banyak pemilikan asing di perusahaan Jerman. Alasannya? "Kami tidak yakin Mr.” Gloria Mancapagal Arroyo "Ini akan menjadi akhir Germany Inc. Saat ini. termasuk Philippine Airlines yang terpuruk. diketahui menjadi debitor besar PNB. yang pemilikan saham silang dan praktik GCG-nya nya jauh lebih parah. lembaga yang beraktivitas meningkatkan akuntabilitas perusahaan di seluruh dunia. yang kita kenal sekarang. Padahal.

memungkinkannya melaksanakan tugas dengan baik sebagai direktur (PNB).sung meraup laba sangat besar—sekitar 6 triliun won (US$ 4. ini tak menghilangkan kemungkinan lain sebagai pemicu sentimen negatif tersebut: Kalau perusahaan yang GCG-nya bagus saja bisa jeblok kinerjanya(sehingga secara tak sengaja merugikan pemegang saham). karena kepentingannya yang lain menjadi taruhan Begitu Estrada jatuh. bos The Philippine Insurance Corp. membukukan laba. Filipina dan Pakistan—indeks sahamnya semua jeblok. Bagaimana bisa?'" Sangat mungkin para investor khawatir terhadap menurunnya bisnis elektronik global. putra chairman Samsung Group Lee Kun Hee yang berusia 33 tahun. sebuah LSM yang membela hak-hak pemilik saham meluncurkan kampanye untuk menghadang Samsung yang hendak menempatkan Lee Jae-Yong. kenyataannya para pemegang saham memperlakukan perusahaan seolah merugi. sebagai vice president perusahaan itu." Ia juga mengangkat Noberto Nazareno. kapitalisas pasar perusahaan anjiok men. Selain itu. kalangan non-pemerintah di Asia juga mulai bangkit. menjadi Chairman PNB. Tengok saja bursa-bursa yang penuh dengan perusahaan yang praktik GCG-nya amburadul— termasuk Indonesia. menjalankan bank tersebut menurut standar GCG tertinggi. pada tahun yang sama. nilai sahamnya meroket ratarata 267%. "Pada tahun fiskal yang berakhir Desember lalu. Tugasnya: mengambil alih kontrol mayoritas dari Tan. Selama tiga tahun terakhir. lalu melego kembali PNB ke swasta. Perusahaan yang seenaknya dalam soal GCG? Dihukum oleh pasar. Kontroversi pun merebak. katanya. nilai saham 100 perusahaan di pasar yang sedang berkembang meningat rata-rata 127% (dalam US$). Presiden Gloria Macapagal Arroyo langsung mendirikan komite untuk mengubah UU Sekuritas dan mempromosikan "an economic philosophy of transparency and free enterprise. Awal tahun ini. SWA/19/XVII/20 September-3 Oktober 2001 33 .8 miliar)." ujar para eksekutif Samsung. 25 perusahaan peringkat teratas. Tetapi. misalnya. Di antara perusahaan itu.jadi 2 triliun won (hanya separuh nilainya pada awal tahun). "Kami jadi bertanya-tanya: 'Perusahaan. yang disegani. bagaimana pula yang GCG-nya jelek dan jelas-jelas berisiko tinggi untuk menerapkan kebijakan yang merugikan pemegang saham? Penelitian CLSA Emerging Market yang hasilnya diterbitkan April lalu membuktikan adanya korelasi langsung antara harga saham dan praktik GCG. yang mempraktikkan GCG dengansangat baik. dan memicu pertanyaan lain. Sam. Namun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful