Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN AKHIR INDIVIDU

PELAKSANAAN SENAM SEHAT


TAHUN 2018

DESA TINDANG
KECAMATAN BONTONOMPO SELATAN
KABUPATEN GOWA

A. DINAH ADILAH
K111 15 326

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS HASANUDDIN
UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT)
KULIAH KERJA NYATA (KKN)
2018

iii
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena atas

berkat dan rahmat-Nya sehingga Laporan Individu Kuliah Kerja Nyata (KKN)

UNHAS Gelombang 99 Tahun 2018 ini dapat terselesaikan dengan baik yang

menjadi pelengkap dari program KKN yang telah kami kerjakan di Desa Tindang,

Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Laporan ini disusun sebagai salah satu persyaratan Kuliah Kerja Nyata

yang dapat digunakan sebagai pertanggungjawaban semua kegiatan di lokasi

Kuliah Kerja Nyata. Selain itu, laporan ini juga dapat digunakan untuk

mengetahui sejauh mana program kegiatan mahasiswa dapat terealisasi dengan

baik. Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata dan penyusunan laporannya telah banyak

diberikan bantuan dan bimbingan secara materil maupun moril dari berbagai

pihak sehingga program KKN dapat terselesaikan tepat waktu.

Kendala keterbatasan pengetahuan yang kami miliki mengakibatkan

penyusunan laporan program kerja kami masih sangat jauh dari predikat

sempurna. Namun, berkat bantuan dan masukan dari berbagai pihak setidaknya

laporan program kerja kami menjadi sedikit lebih baik. Kami menyampaikan

penghargaan setinggi-tingginya dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya

kepada:

1. Tuhan Yang Maha Esa atas karunia, anugerah, kesehatan, kemudahan,

dan semua rencana terbaik-Nya

iv
2. Ibu Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA selaku Rektor Universitas

Hassanudin yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk

melaksanakan program KKN Tematik Desa Sehat ini.

3. Pengelola P2KKN LPM Unhas , Bapak Dr. Hasrullah, MA. selaku

Kepala Pusat, serta staf dan satgas yang telah bertugas dengan baik

selama KKN Unhas Gelombang 99 Tahun 2018.

4. Bapak dr. M. Furqaan Naiem, M.Sc, Ph.D dan bapak Muh. Nur Amir,

S.Si., M.Si., Apt. selaku supervisor Kecamatan Bontonompo Selatan

yang telah banyak meluangkan waktunya ditengah kesibukannya yang

mereka hadapi untuk mengarahkan dan membimbing kami dalam

mengenal lebih jauh tentang bagaimana Ber-KKN.

5. Bapak Daniyal selaku Kepala Desa Tindang beserta staf dan jajarannya

yang telah banyak mengarahkan kami selama pelaksanaan KKN Unhas

Gelombang 99.

6. Keluarga Bapak Dg Gading yang telah bersedia menjadi keluarga baru

bagi kami dan mempersilakan kami untuk tinggal di rumah beliau

selama pelaksanaan KKN Unhas Gelombang 99.

7. Semua kepala Dusun yang ada di Desa Tindang.

8. Tokoh Masyarakat Desa Tindang yang telah menerima kami dengan

baik dan membantu kami dalam menyelesaikan program kerja kami

selama di lokasi.

v
9. Teruntuk teman, sahabat, dan saudara seperjuangan kami mahasiswa

KKN Unhas Gelombang 99 yang ada di kecamatan Bontonompo

Selatan terkhusus teman-teman posko 6.

10. Warga Desa Tindang terima kasih atas kerja sama dan bantuannya.

11. Seluruh pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Terima

kasih telah membantu menyelesaikan program kerja kami, semoga

Allah SWT membalas kebaikan kalian. Aamiin.

Kami menyadari bahwa dalam laporan program kerja kami masih jauh dari

kesempurnaan. Oleh karena itu segala kritik dan saran dari pembaca dan

masyarakat yang sifatnya membangun, diterima dengan senang hati, demi

kesempurnaan dan kemajuan bersama. Kami berharap semoga laporan ini berguna

bagi pembaca pada umumya dan masyarakat khususnya. Akhir kata, kami

ucapkan banyak terima kasih.

Gowa, 10 Agustus 2018

A.Dinah Adilah
K11115326

vi
DAFTAR ISI

SAMPUL
LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................... ii
KATA PENGANTAR ........................................................................................ iii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL .............................................................................................. vii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ..................................................................................... 1
B. Tujuan KKN ........................................................................................ 3
C. Sasaran KKN ....................................................................................... 4
D. Manfaat KKN ...................................................................................... 7
BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI
A. Keadaan Geografis .............................................................................. 8
B. Keadaan Demografis/Kependudukan .................................................. 9
C. Agama .................................................................................................. 10
D. Suku Bangsa ........................................................................................ 10
E. Pendidikan ........................................................................................... 10
F. Mata pencaharian ................................................................................. 11
G. Pemerintahan ....................................................................................... 11
H. Sarana Kesehatan ................................................................................. 13
BAB III IDENTIFIKASI MASALAH DAN PEMECAHAN MASALAH
A. Identifikasi Masalah ............................................................................ 14
B. Pemecahan Masalah ............................................................................ 16
BAB IV KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN
A. Pelaksanaan Senam Sehat .................................................................. 21
BAB V PENUTUP .............................................................................................. 24
A. Kesimpulan .......................................................................................... 24
B. Saran .................................................................................................... 25
LAMPIRAN

vii
DAFTAR TABEL

Tabel II.1 Data Penduduk Desa Tindang Kecamatan Bontonompo Selatan ............9
Tabel II.2 Jumlah Mata Pencaharian Masyarakat Desa Tindang Kecamatan
Bontonompo Selatan ................................................................................11
Tabel II.3 Nama-nama Kepala Dusun .......................................................................12
Table III.1 Program Kerja yang Akan Dilaksanakan .................................................18

viii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kuliah Kerja Nyata merupakan suatu bentuk pendidikan dengan cara

memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah-

tengah masyarakat di luar kampus, dan secara langsung mengidentifikasi

masalah serta menangani masalah-masalah kesehatan dan pembangunan yang

dihadapi. KKN dilaksanakan perguruan tinggi dalam upaya untuk

meningkatkan taraf pendidikan bagi mahasiswa, dan untuk mendapatkan nilai

tambah yang lebih besar pada pendidikan tinggi.

KKN dilaksanakan dalam masyarakat dengan maksud meningkatkan

relevansi pendidikan tinggi dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat

akan ilmu pengetahuan, teknologi serta seni untuk melaksanakan

pembangunan yang semakin meningkat serta meningkatkan persepsi

mahasiswa tentang relevansi antara materi kurikulum di kampus dengan

realita pembangunan dalam masyarakat.

Melalui KKN akan terlihat bahwa perguruan tinggi bukan merupakan

suatu kelembagaan yang terpisah dari masyarakat. Akan tetapi, terjadi

keterikatan secara fisik maupun emosional antara perguruan tinggi dan

masyarakat sehingga pada gilirannya akan terasa bahwa peranan perguruan

tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

menjadi nyata.

9
Tujuan yang harus dicapai melalui KKN adalah memberi pengalaman

belajar tentang pembangunan masyarakat dan pengalaman kerja nyata

pembangunan, menjadikan lebih dewasanya kepribadian mahasiswa dan

bertambah luasnya wawasan mahasiswa, memacu pembangunan masyarakat

dengan menumbuhkan motivasi kekuatan sendiri, mendekatkan perguruan

tinggi kepada masyarakat.

Berbagai pengalaman belajar akan diperoleh setiap mahasiswa yang

ber-KKN, seperti pengalaman belajar mengenai potensi desa dan masyarakat,

membuat rencana pembangunan desa, berkomunikasi dengan berbagai

lapisan masyarakat, menggerakkan dan mengorganisasikan masyarakat.

Apabila tujuan ini tercapai dengan baik, maka KKN dapat menghapus isu

yang selama ini dilontarkan sebagai kritik terhadap perguruan tinggi. Artinya

para sarjana yang pernah mengikuti/menjadi peserta KKN akan lebih siap dan

matang dalam memasuki lapangan kerja atau sebagai kader-kader

pembangunan.

Perguruan tinggi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam

masyarakat. Serta dihargai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan ilmu

pengetahuan, teknologi dan seni. Karenanya perguruan tinggi harus banyak

terlihat dengan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat.

Universitas Hasanuddin sebagai institusi keilmuan telah menetapkan

mahasiswa untuk melaksanakan kuliah kerja nyata di tengah-tengah

masyarakat dengan harapan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh

di bangku kuliah sebagai wujud kepedulian dan partisipasi Universitas

10
Hasanuddin dalam peningkatan pembangunan masyarakat khususnya di Desa

Tindang Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa yang merupakan

salah satu lokasi KKN Tematik Desa Sehat Periode Juli – Agustus 2018.

B. Tujuan KKN

KKN adalah program intrakurikuler dengan tujuan utama untuk

memberikan pendidikan kepada mahasiswa Namun demikian, karena

pelaksanaannya mengambil lokasi di masyarakat dan memerlukan

keterlibatan masyarakat, maka realisasinya harus sekaligus bisa memberikan

kemanfaatan bagi masyarakat. Karenanya KKN memiliki arah yang ganda,

yaitu memberikan pendidikan tidak hanya dalam kelas tetapi juga pendidikan

pelengkap kepada mahasiswa untuk pengembangan diri dengan melakukan

interaksi sosial kemasyarakatan di luar kelas, dan membantu masyarakat serta

pemerintah melancarkan kegiatan sosial kemasyarakatan dan kegiatan

pembangunan di lokasinya masing-masing.

Dengan demikian, melalui KKN akan terlihat bahwa perguruan tinggi

bukan merupakan suatu kelembagaan yang terpisah dari masyarakat. Akan

tetapi terjadi keterikatan dan saling ketergantungan baik secara fisik maupun

emosional antara perguruan tinggi dan masyarakatsehingga pada gilirannya

akan terasa bahwa peranan perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan

ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni menjadi lebih nyata.

Adapun maksud dan tujuan dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata

(KKN) ini adalah sebagai berikut :

11
a. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi strata

satudi Perguruan Tinggi Negeri Universitas Hassanudin.

b. Sebagai implementasi dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan

Tinggi yaitu pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian

kepada masyarakat.

c. Memberi pengalaman belajar tentang pembangunan masyarakat

dan pengalaman kerja nyata pembangunan.

d. Menjadikan lebih dewasanya kepribadian mahasiswa dan

bertambah luasnya wawasanmahasiswa.

e. Memacu pembangunan masyarakat dengan menumbuhkan

motivasi kekuatan sendiri.

f. Mendekatkan perguruan tinggi kepada masyarakat, menjalin

relevansi Perguruan Tinggi dengan kebutuhan masyarakat.

C. Sasaran KKN

Pada dasarnya mempunyai tiga kelompok sasaran, yaitu mahasiswa,

masyarakat bersama pemerintah Desa dan perguruan tinggi, masing-masing

akan memperoleh manfaat dari pelaksanaan KKN sebagai berikut :

a. Mahasiswa

1. Memperdalam pengertian mahasiswa tentang cara berfikir dan bekerja

secara interdisipliner sehingga dapat mengahayati adanya

ketergantungan kaitan dan kerjasama antar sektor.

12
2. Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa tentang

pemanfaatan ilmu, teknologi dan seni yang dipelajarinya bagi

pelaksanaan pembangunan.

3. Memperdalam penghayatan dan pengertian mahasiswa terhadap

kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dalam melaksanakan

pembangunan.

4. Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa terhadap seluk-

beluk keseluruhan dari masalah pembangunan dan perkembangan

masyarakat.

5. Mendewasakan cara berfikir serta meningkatkan daya penalaran

mahasiswa dalam melakukan penelaahan, perumusan, dan pemecahan

masalah secara pragmatis ilmiah.

6. Memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan

pembangunan dan pengembangan masyarakat berdasarkan IPTEKS

secara interdisipliner atau antar sektor.

7. Melatih mahasiswa sebagai dinamisator dan problem solver.

8. Memberikan pengalaman belajar dan bekerja sebagai kader

pembangunan sehingga terbentuk sikap dan rasa cinta terhadap

kemajuan masyarakatnya.

9. Melalui pengalaman bekerja dalam melakukan penelaahan,

merumuskan dan memecahkan masalah secara langsung, akan

menumbuhkan sifat profesionalisme dan kepeduliaan sosial dalam diri

13
mahasiswa dalam arti peningkatan keahlian, tanggung jawab, maupun

rasa kesejawatan

b. Masyarakat dan Pemerintah Daerah/Institusi

1. Masyarakat memperoleh pemikiran, perkembangan IPTEKS sebagai

dasar dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan dan

pemberdayaan.

2. Pemerintah dan masyarakat memperoleh cara-cara inovatif yang

dibutuhkan untuk merencanakan, merumuskandan melaksanakan

pembangunan serta pemberdayaan.

3. Pemerintah memperoleh pengalaman dalam menggali serta

menumbuhkan potensi swadaya masyarakat sehingga mampu

berpartisipasi aktif dalam pembangunan.

4. Terbentuknya aktor pemberdayaan dan pembangunan di dalam

masyarakat.

5. Pemerintah dapat memperoleh input dari mahasiswa dan kampus

tentang program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

c. Perguruan Tinggi

1. Memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintegrasian mahasiswa

dengan proses pembangunan di tengah-tengah masyarakat sehingga

kurikulum, materi perkuliahan, dan pengembangan ilmu yang ada di

perguruan tinggi dapat lebih disesuaikan dengan tuntutan nayata

pembangunan.

14
2. Memperoleh berbagai kasus yang berharga, yang dapat digunakan

sebagai contoh dalam memberikan materi perkuliahan dan menemukan

berbagai masalah untuk pengembangan penelitian.

3. Mampu menelaah dan merumuskan keadaan/kondisi nyata masyarakat

yang berguna bagi pengembangan IPTEKS, serta dapat mendiagnosa

secara tepat kebutuhan masyarakat, sehingga IPTEKS yang diamalkan

dapat sesuai dengan tuntutan nyata.

4. Meningkatkan, memperluas dan mempererat kerjasama dengan instansi

serta departemen lain melalui rintisan kerjasama dari mahasiswa yang

melaksanakan KKN.

D. Manfaat KKN

Adapun manfaat dari pelaksanaan KKN Tematik ini mahasiswa

mampu menerapkan ilmunya sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing.

Mahasiswa juga belajar untuk berbaur dengan masyarakat di lokasi mereka

melaksanakan KKN Tematik. Pola pikir mahasiswa yang melaksanakan KKN

dapat meningkat dan memperluas cakrawala berpikirnya dengan menghadapi

masyarakat yang begitu homogen. Masyarakat mendapat motivasi dari

mahasiswa sebagai motifator untuk lebih peduli dan mau membangun

kelurahan atau kelurahannya lebih baik.

15
BAB II

GAMBARAN UMUM LOKASI

A. Keadaan Geografis

1. Letak dan Luas Wilayah

Desa Tindang merupakan salah satu dari 8 Desa dan 1 Kelurahan

di wilayah Kecamatan Bontonompo Selatan yang terletak pada bagian

utara wilayah Bontonompo Selatan. Desa Tindang mempunyai luas

wilayah seluas ±3,29 Km2.

Secara geografis Desa Tindang berbatasan dengan daerah-daerah

sebagai berikut:

a) Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Tanrara Kab.Gowa

b) Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Sengka Kab. Gowa

c) Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Bontokassi Kab. Takalar

d) Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Bontoramba Kab. Gowa

2. Jarak

a) Desa Tindang ke Kecamatan Bontonompo Selatan: 3 Km/15 menit

b) Desa Tindang ke Kabupaten Gowa: 25 Km/1 jam

3. Kondisi Iklim

Desa Tindang mempunyai iklim tropis yakni kemarau dan

penghujan. Hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola

tanam yang ada di Desa Tindang utamanya pada musim penghujan

tanaman padi dan jagung sering diserang oleh hama pengganggu tanaman,

16
seperti keong mas, dll. Pada musim kemarau persawahan sering dilanda

kekeringan.

B. Keadaan Demografis/Kependudukan

Berdasarkan data administrasi pemerintahan DesaTindang, jumlah

penduduk yang tercatat secara administrasi, berjumlah total 4.476 Jiwa dan

1.111 Kepala Keluarga. Dengan perincian penduduk berdasarkan jenis

kelamin yakni sebagai berikut :

1. Laki-Laki, berjumlah : 2.200Jiwa

2. Perempuan, berjumlah : 2.276Jiwa

Tabel II.1
Data Penduduk Desa Tindang Kec.Bontonompo Selatan

No. Nama Dusun L P Jumlah


1. Karannuang 250 258 508
2. Tindang 397 389 786
3. Bontobaddo 410 443 853
4. Pammanjengang 352 369 721
5. Mandengeng 509 515 1.024
6. Isoka 282 302 584
Total 2.200 2.276 4.476
Sumber Data: Hasil Sensus (KPM) Desa Tindang 2017/2018

Berdasarkan data tabel 2.1 diatas, jumlah penduduk terbanyak berada

di Dusun Mandengeng dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 509 jiwa

dan perempuan berjumlah 515 jiwa dengan total jumlah penduduk sebanyak

1.024 jiwa. Sedangkan dusun dengan jumlah penduduk terendah berada di

Dusun Karannuang dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 250 jiwa dan

perempuan berjumlah 258 jiwa dengan total jumlah penduduk sebanyak 508

jiwa.

17
C. Agama

Mayoritas penduduk di Desa Tindang menganut agama Islam.

Berdasarkan sejarah bahwa sebelum masuknya agama islam ke Desa

Tindang, masyarakat sudah menganut suatu aturan kepercayaan dan adat

istiadat yang sangat dijunjung tinggi sampai sekarang. Maka tak heran jika di

Desa Tindang, masih sering dijumpai kegiatan atau peringatan hari besar

Islam yang sarat dengan simbol-simbol tradisi/adat setempat seperti contoh

kegiatan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

D. Suku Bangsa

Mayoritas penduduk Desa Tindang adalah suku Makassar karena

merupakan suku asli dari penduduk yang mendiami wilayah Desa Tindang.

Kentalnya tradisi dan budaya Makassar yang dapat dilihat dari aktifitas

kehidupan masyarakat. Adat dan istiadat yang berlaku dalam masyarakat

menjadi pola kehidupan di berbagai bidang dan hal ini menjadi suatu aturan

tersirat dan dihormati oleh masyarakat.

E. Pendidikan

Sarana pendidikan yang tersedia di Desa Tindang antara lain:

1. Taman Kanak-kanak (TK): 2 unit, yaitu TK Pakalabbiridan PAUD SPASS

Desa Tindang.

2. Sekolah Dasar (SD): 4 unit, yaitu SD Inpres Isoka, SD Kampung Parang,

SD Tindang dan MIS Mandengeng.

3. Sekolah Menengah Pertama (SMP): -

4. Sekolah Menengah Atas (SMA) : -

18
F. Mata Pencaharian

Secara umum mata pencaharian masyarakat Desa Tindang adalah

petani, daerah persawahan yang luas membuat masyarakat bekerja di kebun

seperti terlihat dalam tabel 2.2.

Tabel II.2 Jumlah Mata Pencaharian Masyararakat Desa Tindang


No. Mata Pencaharian L P Total %
1. Petani 842 314 1.156 28,55
2. Pedagang 7 6 13 0,32
3. PNS 12 20 32 0,79
4. TNI/Polri 13 0 13 0,32
5. Pegawai Swasta 35 38 73 1,80
6. Wiraswasta 168 69 237 5,85
7. Pensiunan 13 5 18 0,44
8. Pekerja Lepas 306 613 919 22,69
9. Buruh Harian 15 5 20 0,49
10. Lainnya 11 0 11 0,27
11. Tidak/Belum 632 928 1.560 38,53
Bekerja
Jumlah 2.051 1.998 4.049 100
Sumber Data: Hasil Sensus (KPM) Desa Tindang 2017/2018.

Dari data tersebut di atas sudah terlihat bahwa sumber mata

pencaharian masyarakat Desa Tindang yang dominan bekerja sebagai petani

dengan jumlah 842 laki-laki dan 314 perempuan, hal ini disebabkan karena

luasnya lahan pertanian di wilayah desa Tindang. Sementara warga yang

tidak/belum bekerja menempati persentase tertinggi yakni 38,53%.

G. Pemerintahan

Wilayah Desa Tindang terdiri dari 6 Dusun, yaitu:

1. Dusun Karannuang terdiri dari 1 RW dan 3 RT: RW 01, RT 01, RT 02, RT

03.

2. Dusun Tindang terdiri dari 2 RW dan 6 RT

19
a. RW 01, RT 01, RT 02, RT 03

b. RW 02, RT 01, RT 02, RT 03

3. Dusun Bonto baddo terdiri dari 2 RW dan 6 RT

a. RW 01, RT 01, RT 02, RT 03

b. RW 02, RT 01, RT 02, RT 03

4. Dusun Pammanjengang terdiri dari 2 RW dan 5 RT

a. RW 01, RT 01, RT 02, RT 03

b. RW 02, RT 01, RT 02

5. Dusun Mandengeng terdiri dari 2 RW dan 6 RT

a. RW 01, RT 01, RT 02, RT 03

b. RW 02, RT 01, RT 02, RT 03

6. Dusun Isoka terdiri dari 1 RW dan 3 RT: RW 01, RT 01, RT 02, RT 03.

Adapun nama-nama kepala dusun yang menempati Desa Tindang

dapat dilihat pada table dibawah:

Tabel II.3
Nama-Nama Kepala Dusun
No. Nama Jabatan
1. Lemang Dg. Tinri Kadus Pammanjengang
2. Limbung Dg. Tangnga Kadus Mandengeng
3. Abd. Azis Dg. Lawa Kadus Karannuang
4. Sudarmin Dg. Mile Kadus Isoka
5. Zainuddin Dg. Tompo Kadus Tindang
6. Husman Dg.Ngempo Kadus Bonto baddo
Sumber data: Hasil Sensus (KPM) Desa Tindang 2017/2018.

Secara umum pelayanan Pemerintah Desa Tindang kepada masyarakat

cukup baik. Dalam beberapa kunjungan ke kantor desa, pegawai kantor desa

masih perlu meningkatkan kedisiplinan dalam hal ketepatan waktu, sementara

untuk keperluan administrasi dan pelayanan masyarakat sangat responsif.

20
H. Sarana Kesehatan

Sarana yang tersedia di Desa Tindang, untuk menunjang kesehatan

masyarakat antara lain berupa:

1. Puskesmas Pembantu (Pustu) berjumlah 1 unit, yaitu Pustu Desa Tindang.

2. Posyandu berjumlah 6 unit yang tersedia disetiap dusun, namun tempat

posyandu yang tersedia tidak menentu karena kegiatan posyandu hanya

dilakukan di rumah warga setiap sebulan sekali di masing-masing dusun

yang ada di desa Tindang.

21
BAB III

IDENTIFIKASI DAN PEMECAHAN MASALAH

A. Identifikasi Masalah

Masalah merupakan suatu persoalan yang memerlukan suatu

penyelesaian atau pemecahan. Didalam pelaksanaan kegiatan KKN, sebelum

menyusun dan melaksanakan program kerja yang akan dijalankan, lebih

baiknya mengetahui bagaimana keadaan masyarakat dilokasi KKN yang

merupakan tempat dimana obyek atau sasaran pelaksanaan program kerja

KKN berada. Identifikasi masalah merupakan langkah awal untuk

melakukan suatu rencana kegiatan. Masalah-masalah yang ditemukan pada

masyarakat perlu diidentifikasi secara jelas dan spesifik dengan

memfokuskan pada wilayah kerja di mana sumberdaya setempat dapat

mengatasi masalah tersebut. Adanya identifikasi masalah memberikan

gambaran dengan jelas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi masalah

tersebut. Upaya-upaya yang dapat dilakukan, sumberdaya yang tersedia, serta

faktor-faktor pendukung dan penghambat upaya tersebut.

Dalam pelaksanaanya, sangat penting diadakan observasi

lokasi/lapangan sebelum dilakukannya program-program kerja yang

bertujuan untuk mengetahui kondisi masyarakat Desa Tindang, mendapat

informasi mengenai masalah-masalah yang ada pada lingkup masyarakat

khususnya pada sektor kesehatan yang menjadi permasalahan tiap tahunnya

sebagai gambaran dalam penyusunan program-program kerja yang

22
diharapkan akan mengatasi masalah-masalah yang ada pada lingkup

masyarakat terkait dalam hal ini masyarakat Desa Tindang.

Kehidupan masyarakat yang plural memiliki beragam kepentingan

dan senantiasa dihadapkan dengan berbagai masalah. Untuk setiap masalah

yang muncul di tengah kehidupan haruslah memiliki sebuah penyelesaian,

jika tidak maka akan tergilas oleh masalah itu sendiri. Oleh karena itu,

dengan keberadaan mahasiswa KKN diharapkan mampu memberikan

sumbangsih berupa sumbangan pikiran, ide atau pun gagasan untuk

membantu masyarakat dalam memecahkan masalah yang dihadapi.

Metode pengumpulan masalah yang dilakukan ada 2 (dua) yaitu:

1. Metode Observasi merupakan suatu metode yang melibatkan pancaindra

untuk mengamati suatu objek serta terlibat langsung terhadap apa yang

dikerjakan oleh sumber data.

2. Metode wawancara yaitu bertemu dan bertatap muka langsung dengan

segenap masyarakat setempat berkaitan dengan fakta dan masalah

dilapangan.

Program kerja tingkat desa/kelurahan dilaksanakan berdasarkan hasil

observasi dan tinjauan langsung di lokasi desa yang dilakukan pada minggu

pertama setelah tiba di lokasi KKN. Observasi ini dilakukan di dusun-dusun

yang ada di Desa Tindang Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten

Gowa. Pelaksanaan observasi ini untuk mengetahui dan mengenal kondisi

geografis dan demografis, kondisi sosial ekonomi, budaya masyarakat,

permasalahan kesehatan dan pendidikan di masyarakat setempat serta

23
berbagai permasalahan lainnya yang banyak terjadi dalam masyarakat.

Berdasarkan observasi lapangan, maka ditemukan berbagai masalah

kesehatan masyarakat yang menjadi acuan dalam penentuan program kerja.

Berdasarkan wawancara dan tanya jawab dengan para kepala dusun,

kepala pustu, dan masyarakat yang tentunya dengan dampingan dari kepala

desa setempat, didapatkan beragam masalah yang ada di Desa Tindang.

Melihat permasalahan yang ditemui maka diadakan penyeleksian untuk

menyaring masalah-masalah apa saja yang utama dan sesuai dengan

kemampuan serta kondisi objektif yang ada. Didapatkan masalah yakni

masalah kesehatan yaitu kurangnya pemahaman masyarakat tentang perilaku

hidup bersih dan sehat (PHBS) dan masalah tentang yang semakin hari

semakin meningkat.

B. Pemecahan Masalah

Masalah-masalah yang telah teridentifikasi melalui survei lokasi pada

minggu pertama selama lima hari dan saran dari kepala dusun dan tokoh

masyarakat khususnya kader kesehatan tersebut, selanjutnya ditindak lanjuti

dengan cara mencari pemecahan masalahnya. Penetapan pemecahan masalah

untuk masalah yang teridentifikasi sebelumnya disesuaikan dengan

kemampuan yang dimiliki dalam hal tenaga, waktu maupun biaya.

Berdasarkan identifikasi masalah yang dilakukan di Desa Tindang,

didapatkan berbagai masalah kesehatan dan kejadian-kejadian menyimpang

yang mengancam kesehatan pula. Oleh karena itu kami merumuskan

beberapa program kerja untuk mengatasi masalah tersebut salah satu program

24
kerja yaitu Pelaksanaan Senam Sehat yang dimana kegiatan ini dikhususkan

pada anak anak Desa Tindang. Zaman teknologi seperti saat ini membuat

masyarakat khususnya anak-anak malas untuk menggerakkan badan sehingga

membuat mereka dapat terserang gangguan kesehatan dini, seperti timbulnya

masalah pada persendian dan otot. Padahal usia anak-anak merupakan usia

emas untuk tumbuh dan berkembang sehingga jika rutin berolahraga maka

tubuh akan menjadi sehat.

Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh dari senam jika dilakukan

secara bertahap dan rutin diantaranya; meningkatkan gerak fungsional,

menjaga keseimbangan tubuh, serta kelenturan gerak sendi. Berdasarkan

observasi dan wawancara dengan warga setempat, guru sekolah, dan pihak

puskesmas yang didapatkan adalah kurangnya kegiatan meningkatkan

produktifitas kerja khususnya pada masyarakat termasuuk anak-anak.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu meningkatkan kebugaran jasmani

anak-anak agar dapat terhindar dari masalah kesehatan dini, selain itu

kegiatan ini dimaksudkan untuk menjalin tali silaturahim dengan warga

setempat.

25
Tabel III.1
Program Kerja yang akan dilaksanakan
Rencana Sasaran Maksud Kegiatan Lokasi Waktu
Kerja Kegiatan
Pelaksanaan Siswa-siswi Kegiatan ini dilakukan SD Inpres Isoka Rabu,
Senam kelas IV, V, untuk membentuk Desa Tindang, 18
Sehat dan VI SD masyarakat yang mau Kecamatan Juli
Inpres Isoka berolahraga agar sehat Bontonomp 2018
Desa Tindang jasmani dengan focus Selatan
kepada anak sekolah dan
menjaga silaturahim
yang baik. Selain itu,
kegiatan ini mendorong
siswa agar tetap menjaga
kebugaran tubuh melalui
senam sehat.

26
BAB IV

KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN

Hasil observasi/pengamatan lapangan dan wawancara dengan masyarakat

setempat, pihak puskesmas, dan guru sekolah didapatkan beberapa masalah

kesehatan yang ada di wilayah Desa Tindang yang dimana setelah mendapatkan

beberapa masalah maka akan dibuatkan solusi pemecahannya dengan menyusun

program-program kerja yang sesuai dan telah disepakati bersama. Adapun salah

satu evaluasi dan hasil pelaksanaan program kerja, yaitu:

A. Pelaksanaan Senam Sehat

1. Deskripsi Kegiatan:

Kegiatan program kerja “Senam Sehat” di SD Inpres Isoka Desa

Tindang dilaksanakan dengan harapan agar siswa-siswi dapat menyadari

akan pentingnya senam secara rutin agar peserta kegiatan merasa lebih

sehat dan bugar setelah melaksanakan senam. Kegiatan ini dapat kami

laksanakan setelah berkoordinasi dengan pihak puskesmas, kepala sekolah,

dan guru SD Inpres Isoka, serta siswa-siswi yang ada di SD Inpres Isoka.

Kami melakukan wawancara pada salah satu responden yang mengikuti

senam sehat yaitu Muh.Muhsin (kelas VI), menurutnya “senam yang

dilaksanakan disekolah seru dan membuat saya menjadi sehat, musiknya

juga menyenangkan sehingga saya senang mengikuti senam ini. Sekolah

jarang melaksanakan senam tapi dengan adanya kakak KKN sehingga

kami bisa senam lagi”.

2. Hari/tanggal: Rabu, 18 Juli 2018

27
3. Waktu: 09.00-10.00 Wita

4. Tempat: SD Inpres Isoka Desa Tindang, Kecamatan Bontonompo Selatan

5. Peserta: Siswa-siswi kelas IV, V, dan VI SD Inpres Isoka

6. Hasil pelaksanaan: Terlaksana 100%

7. Faktor Penghambat: Tidak tersedianya sound disekolah

8. Faktor Pendukung: Dukungan dari pihak puskesmas, kepala sekolah, guru,

dan siswa-siswi SD Inpres Isoka.

28
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Selama pelaksanaan KKN di Desa Tindang kami telah melihat,

mengkaji, dan merasakan secara langsung semua kejadian dan masalah yang

berkaitan dengan kesehatan, maka kami mencoba untuk menarik kesimpulan

sebagai bahan pertimbangan dan kritikan atau usulan yang sifatnya

konstruktif dan sebagai bahan kajian untuk meningkatkan taraf kesehatan

Desa Tindang. Sebagai akhir laporan ini pelaksanaan KKN mahasiswa Unhas

Gelombang 99 di Desa Tindang, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten

Gowa, maka kami dapat menarik kesimpulan:

1. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hassanudin di Desa

Tindang, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa mendapat

sambutan, tanggapan, dan perhatian yang baik dari warga Desa Tindang.

2. Program memerlukan kesiapan yang matang yang meliputi kesiapan fisik

maupun mental, tak kalah penting ilmu pendidikan dan keterampilan yang

memadai sebagai bekal untuk aktivitas dalam kehidupan masyarakat

sebenarnya.

3. Salah satu program kerja yang telah dilaksanakan adalah Pelaksanaan

Senam Sehat.

4. Pada dasarnya masyarakat sangat memerlukan dukungan untuk dapat

meningkatkan kesejahteraannya, maka kita sebagai mahasiswa harus

menjadi motivator bagi masyarakat Desa Tindang.

29
5. Dengan adanya kegiatan KKN ini, hubungan antara lembaga perguruan

tinggi sebagai sumber ilmu pengetahuan dengan masyarakat dan

pemerintah setempat semakin baik, sehingga penanganan di berbagai

bidang pembangunan akan terintegrasi.

B. Saran

Kami mahasiswa KKN Reguler Gelombang 99 yang telah

melaksanakan KKN di Desa Tindang perlu pembenahan yang efektif sebelum

melaksanakan tugas KKN. Dengan demikian maka kami mengajukan saran-

saran sebagai berikut:

1. Bagi Institusi

a. Sistem pembekalan bagi para mahasiswa KKN masih perlu

ditingkatkan sebelum ke lokasi sehingga mahasiswa mampu lebih

beradaptasi, berasimilasi, dan bersosialisasi dengan masyarakat.

2. Bagi Pemerintah Desa

a. Dari hasil observasi hendaknya pemerintah Desa Tindang harus lebih

meningkatkan peran dan fungsi desa sebagai lembaga pemerintahan

yang ada di tingkat desa seperti dalam bidang pembangunan,

pendidikan, kebersihan lingkungan, dan koordinasi dengan masyarakat.

b. Pemerintah desa diharapkan agar dapat menjaga apa yang telah dirintis

dan dilakukan serta memelihara apa yang telah di buat peserta KKN

Unhas Gelombang 99 tahun 2018.

3. Bagi Masyarakat Setempat

30
a. Kepada segenap masyarakat desa agar dapat mengembangkan potensi

diri serta aktualisasi dalam berbagai bidang khususnya kesehatan

sehingga tingkat kesehatan masyarakat dapat meningkat.

b. Masyarakat desa diharapkan ikut berperan aktif dalam pelaksanaan

KKN Unhas sehingga tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud karena

tanpa dukungan masyarakat kegiatan ini tidak dapat terlaksana dengan

baik sebagaimana yang diharapkan.

31