Anda di halaman 1dari 24

UJI CHI-SQUARE PADA PEMANFAATAN LALAT BUAH

(DROSOPHILA MELANOGASTER) SEBAGAI ORGANISME MODEL

DALAM MENGUNGKAP PENYIMPANGAN INDEPENDENT

ASSORTMENT

Disusun Oleh:

ABDULLAH H1041151013

SUTAN SYAHIR H1041151009

WINDA EKA PUTRI H1041151042

UNIVERSITAS TANJUNGPURA

PONTIANAK

2018

i
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur penulis panjatkan Kehadirat Allah yang Maha Kuasa karena atas
berkat rahmat-Nya yang telah terlimpahkan serta tidak lupa juga marilah kita
haturkan rasa cinta kita kepada kepada baginda Rasulullah atas karya tulis ilmiah
yang berjudul ” Uji Chi-Square Pada Pemanfaatan Lalat Buah (Drosophila
Melanogaster) Sebagai Organisme Model Dalam Mengungkap Penyimpangan
Independent Assortment” dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Karya tulis ilmiah ini disusun untuk mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah pada
ajang lomba Matematika on The Paper Tingkat Mahasiswa se-Kota Pontianak,
Kalimantan Barat. Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini, penulis mendapat
banyak bantuan, masukan, bimbingan, dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk
itu, melalui kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih yang tulus
kepada:

1. Ibu Riza Linda., S.Si, M.Si. selaku Ketua Jurusan Program Studi Biologi,
Fakultas Matematika Universitass Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat
2. Ibu Rahmawati, S.Si, M.Sc. selaku Dosen Pendamping dalam penulisan karya
tulis ilmiah.
3. Mahasiswa-mahasiswi dan seluruh keluarga Program Studi Biologi yang
telah mendukung terkait penyusunan karya tulis ilmiah ini.

Penulis menyadari bahwa karya tulis ilmiah ini masih jauh dari sempurna dan
perlu pendalaman lebih lanjut. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan
saran dari pembaca yang bersifat konstruktif demi kesempurnaan karya tulis
ilmiah ini. Penulis berharap semoga gagasan pada karya tulis ilmiah ini dapat
bermanfaat bagi dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan pada khususnya dan
pembaca pada umumnya. Akhir kata

Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Pontianak, 16 Februari 2018

Penulis

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...............................................................................................i

LEMBAR PENGESAHAN...................................................................................ii

KATA PENGANTAR..........................................................................................iii

DAFTAR ISI.........................................................................................................iv

RINGKASAN........................................................................................................v

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang........................................................................................1

1.2 Batasan Masalah.....................................................................................2

1.3 Tujuan.....................................................................................................2

1.4 Manfaat...................................................................................................2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Drosophila melanogaster (Lalat Buah)..................................................4

2.2 Hukum Mendel.......................................................................................5

2.3 Uji Chi-square........................................................................................7

BAB III METODE PENULISAN.........................................................................9

BAB IV PEMBAHASAN....................................................................................10

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan...........................................................................................13

5.2 Saran.....................................................................................................14

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 1. Daftar Riwayat Hidup

iv
RINGKASAN

Seluruh makhluk hidup yang berada didunia ini melakukan proses


perkembangbiakan agar sifat-sifat yang dimilikinnya tetap ada kepada generasi
berikunya . Proses berkembang biak sangat erat kaitannya dengan pewarisan sifat
baik itu sifat yang terlihat (Fenotip) dan sifat yang tidak tampak (genotip).
Beberapa ratus tahun yang lalu, ilmuan telah berupaya untuk melakukan
pengembangan terhadap ilmu genetika hingga saat ini sehingga tercetus sebuah
hukum Mendel II atau yang biasa dikenal dengan nama hukum berpasangan bebas
(independent assortment) yang telah menjadi dasar dalam perkembangan
keilmuan pewarisan sifat hingga saat ini. Namun, dalam aplikasi pada dunia
nyata, dasar teori ini memiliki ketidaksesuaian atau bisa dikatakan sedikit
menyimpang terhadap hasil pengamatan kembali yang dilakukan. Penyimpangan
ini dapat berupa mekanisme terjadinya pindah silang (crossingover) dan pautan
kelamin (sex linked) yang mana terjadi error location terhadap penempatan
faktor-faktor pembawa sifat-sifat keturunan (gen) kepada generasi berikutnya.
Untuk membuktikan hal ini, maka diperlukan suatu analisis yakni suatu cara
untuk mengungkap kejadian ini dengan melakukan perhitungan terhadap
kemungkinan-kemungkinan penyipangan yangterjadi pada teori II Mendel salah
satunya dengan uji Chi-square. Uji Chi-squar (X2) merupakan salah satu model
analisis data yang dibuat dengan tujuan agar data yang telah didapatkan dari hasil
pengamatan berupa percobaan dengan menggunakan organisme model yakni
Drosophila melanogaster sebagai simultan untuk membuktikan penyimpangan
hukum pasangan gen bebas sesuai dengan nilai ekspektasi atau harapan fenotip
berdasarkan teori mendel adalah 9:3:3:1. Berupa teori perbandingan fenotip yakni
1:1:1:1 yang sudah ada sebelumnya sebagai angka harapan (expected) untuk
dibandingkan apakah antara teori dengan kenyataan hasil pengamatan berjalan
beriringan atau sebaliknya. Hasil studi literatur menyatakan bahwa
penyimpangan pada pindah silang hukum Mendel II dengan menggunakan
organisme model D. melanogaster menghasilkan anakan F2 tipe parental dengan
tipe rekombinan sebesar 67,6% dan 32,39%. Kemunculan anakan tipe non
parental dibawah 50% telah menjadi indikasi bahwa gen b (warna mata hitam)
terpaut dengan gen cl (clot eye) berada pada kromosom yang sama, hal ini erat

v
kaitannya dengan fakta bahwa hampir seluruh faktor atau gen yang terletak
padasatu kromosom yang sama akan lebih cenderung terpaut antara satu sama
lainnya selama fase reduksi pada tahap pembelahan meiosis (pembentukan
gamet). Berkaitan dengan uji Chi-square, diperoleh bahwa kemunculan anakan
tipe parental tidak diakibatkan oleh pilihan bebas gen b dan cl atau kejadian
pindah silang dengan nilai chi hitung lebih besardari nilai chi tabel. Kromosom-
kromoson yang hendak memisah, pada saat itu kromatid-kromatid yang
bersilangan itu melekat dan putus pada bagian kiasma dan pada tiap potongan itu
melekat pada kromatid sebelahnya secara timbal balik. Kemudian penyimpangan
pada tautan kelamin hukum Mendel II terhadap Drosophila melanogaster yang
menghasilkan anakan keturunan pertama (F1) yakni betina mata merah dan jantan
warna putih, sedangkan anakan keturunan kedua (F2) menunjukkan bahwa
separuh F2 bermata putih dan sisanya bermata merah, F2 jantan bermata merah
sama jumlahnya dengan F2 betina bermata merah serta F2 jantan bermata putih
sama jumlahnya dengan F2 betina berwarna putih dengan rasio antara jantan mata
merah, jantan mata putih, betina mata merah, dan betina mata putih memenuhi
rasio 1:1:1:1 berdasarkan hasil uji chi-square bahwa nilai chi hitung yakni 2,096
kurang dari nilai chi tabel yakni 7,81. Berkaitan dengan rasio fenotip F2 yang
telah dicetuskan pertama kali oleh Mendel, yakni 9:3:3:1. Pindah silang
menghasilkan sel kelamin yang berlangsung antara 2 buah gen dengan tipe
parental karena gamet-gamet yang dibentuk hanya tipe parental saja. Hampir
keseluruhan alel gen-gen dihubungkan secara bersama-sama pada kromosom yang
akan mewarisi tanpa rekombinasi.

vi
1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Salah satu ciri makhluk hidup adalah berkembang biak. Proses berkembang
biak sangat erat kaitannya dengan pewarisan sifat baik itu sifat yang terlihat
(Fenotip) dan sifat yang tidak tampak (genotip). Kedua sifat ini biasa dikaji dalam
disiplin ilmu biologi, yakni genetika. Genetika merupakan ilmu yang mempelajari
tentang mekanisme pewarisan sifat-sifat yang diturunkan oleh organisme induk
kepada keturunannya (hereditas). Istilah genetika pertama kali diperkenalkan oleh
Thomas Hunt Morgan (1911) yang menyatakan bahwa substansi hereditas yang
dinamakan gen terdapat didalam lokus pada kromosom secara biologis, keturunan
memperoleh gen dari induknya (Campbell et al., 2002). Perkembangan ilmu
genetika mengalami perkembangan secara pesat hingga saat ini setelah
ditemukannya kembali penelitian yang dilakukan oleh seorang ilmuan
berkebangsaan Austria yakni Gregor Mendel dengan melakukan persilangan
monohibrid (satu sifat beda) dan dihibrid ( dua sifat beda) dengan tujuan untuk
mengetahui pola pewarisan sifat dari tetua kepada generasi berikutnya salah
satunya dengan menggunakan organisme model.
Organisme model merupakan organisme yang biasa dimanfaatkan dalam
mempelajari beberapa kasus dan fenomena dalam ruang lingkup biologi (Fields
dan Johnson, 2005). Pemanfaatan organisme model dilakukan dengan cara
mengumpulkan berbagai informasi terkait proses biologi (Bolker, 1995).
Organisme model memiliki beberapa karakteristik dan kriteria khusus seperti
memiliki siklus pertumbuhan dan perkembangan menjadi generasi baru dalam
waktu yang relatif pendek dan cepat misalkan lalat buah (Drosohila
melanogaster).
Lalat buah (Drosophila melanogaster) biasa dijumpai pada buah-buahan yang
telah busuk. Bagi sebagian orang, hewan ini sering dianggap sebagai salah satu
hal yang menjijikan. Namun, lalat buah sering dimanfaatkan sebagai organisme
model oleh para ilmuan untuk mengungkap penyimpangan Hukum Mendel II.
Untuk membuktikan penyimpangan dari teori ini, maka diperlukan kerangka
2

berpikir secara logis (analisis) baik itu berupa taksiran kesimpulan (kualitatif)
maupun berupa angka-angka atau nilai (kuantitatif). Analisis kuantitatif
merupakan suatu hasil kerangka berpikir yang diimplementasikan dalam bentuk
angka-angka yang pasti. Salah satunya adalah uji Chi-square. Chi-square
digunakan untuk menyajikan data-data valid hasil pengamatan variasi dari
organisme model yakni lalat buah yang dibandingkan dengan hasil analisis dari
teori Hukum Mendel I dan Hukum Mendel II. Untuk pemahaman lebih jelasnya,
maka akan dibahas dalam karya tulis ini.

1.2 Batasan Masalah


Adapun batasan-batasan masalah pada karya tulis ini sebagai berikut:
A. Fenomena pindah silang dan pautan kelamin pada Drosophila melanogaster.
B. Penyimpangan rasio fenotipe Hukum Mendel II berdasarkan uji Chi-square.

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan karya tulis ini sebagai berikut:
A. Untuk mengetahui proses terjadinya pindah silang dan pautan kelamin pada
Drosophila melanogaster.
B. Untuk mengetahui dan memahami penyimpangan fenotipe Hukum Mendel II
berdasarkan uji Chi-square.

1.4 Manfaat
Hasil penulisan karya tulis ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai
berikut:

A. Penulis
Sebagai bahan untuk mengajukan Lomba Karya Tulis Ilmiah Matematika On
The Paper yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Matematika
(HIMATIKA) Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.
B. Peneliti
Sebagai bahan referensi ilmiah untuk dijadikan landasan bagi kegiatan
penelitian lebih lanjut terhadap jenis-jenis turunan dari Drosophila sp.
3

C. Pendidikan
Sebagai tambahan informasi bagi proses pembelajaran dan pelengkap bahan
ajar di sekolah.
4

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Drosophila melanogaster (Lalat Buah)


Lalat buah merupakan salah satu jenis serangga yang memiliki habitat hidup
dengan cara mengelompok pada buah yang telah rusak dan busuk. Menurut
Meigen (1830) didalam Drosophila melanogaster memiliki klasifikasi sebagai
berikut:

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Diptera
Famili : Droshophilidae
Genus : Droshopila
Spesies : Droshopila melanogaster

D. melanogaster dewasa memiliki karakteristik seperti panjang tubuh 2-3 mm,


kepala berbentuk elips memiliki antena bercabang dan tidak runcing. Bagian
thorax berwarna kuning muda ditumbuhi bulu berwarna putih. Abdomen
bersegmen lima yang tampak jelas dengan batas garis hitam. Sayap terletak dari
bagian thorax hingga melewati abdomen dan berwarna transparan. Tubuh
berwarna coklat kekuningan dengan mata berbentuk elips dengan faset berwarna
merah. D. melanogaster betina memiliki ukuran lebih besar daripada D.
melanogaster. Individu jantan mempunyai ciri berwarna gelap pada abdomen
bagian dorsal, sisir kelamin (sex comb) pada kaki depan. Bagian ujung abdomen
betina runcing, sedangkan ujung abdomen jantan bulat (Robert, 2005).

Gambar 2.1 Drosophila melanogaster betina (A) dan jantan (B) (Fauzi dan
Corembima, 2016)
5

Drosophila melanogaster (D. melanogaster) merupakan serangga yang


memiliki kromosom kelamin seperti pada manusia umumnya, yaitu XX yang
menyatakan individu betina dan XY yang menyatakan individu jantan. Jenis
kelamin merupakan salah satu karakter fenotip yang nyata, meskipun perbedaan
anatomis dan fisiologis antara jantan dan betina sangat besar, tetapi dasar
kromosom seksnya sedikit lebih sederhana (Campbell et al., 2002). Pada lalat
buah (D. melanogaster), ada dua kromosom seks, yang dilambangkan dengan X
dan Y.
D. melanogaster mengalami metamorfosis sempurna, siklus hidupnya terdiri
dari fase telur, larva, pupa, dan imago (Robert, 2005). Siklus hidup tersebut
berlangsung 9-10 hari. Pada tahun 1900, Morgan dan Castel adalah orang yang
pertama kali memperkenalkan D. melanogaster sebagai organisme model untuk
mempelajari ilmu genetika karena memiliki ukuran yang kecil, siklus hidup yang
pendek, produksi keturunan memakan waktu yang relatif pendek dan
menghasilkan keturunan yang banyak, jumlah kromosom sedikit serta biaya
pemeliharaan tergolong murah dan mudah terjangkau oleh siapapun (Suryo,
2010).

2.2 Hukum Mendel


Hukum Mendel telah menjadi salah satu landasan teori yang penting dalam
perkembangan ilmu pewarisan sifat (hereditas) yakni genetika di seluruh dunia.
Untuk membuktikan bahwa sifat-sifat keturunan dibawa oleh suatu agen
pembawa sifat dari induk kepada keturunanya yakni berupa alel, Mendel
melakukan percobaan yang kedua dengan menyilangkan kacang ercis (Pisum
sativum L.) yang memiliki dua sifat beda (dihibrid) menghasilkan perbandingan
fenotip 9:3:3:1 dikenal dengan hukum berpasangan secara bebas (Hukum Mendel
II) (Suryo, 1994). Hukum mendel II atau yang biasa dikenal dengan nama hukum
berpasanggan secara bebas (Independent Assortment). Isi dari hukum ini
menyatakan bahwa segregasi suatu pasangan gen tidak bergantung kepada
segregasi pasangan gen lainnya, sehingga didalam gamet-gamet yang terbentuk
akan terjadi pemilihan kombinasi gen-gen secara bebas. Akan tetapi, dalam
praktiknya didalam kehidupan, sering terjadi ketidak sesuaian antara teori
6

pewarisan sifat ini dengan hasil yang ditunjukkan berdasarkan pengamatan yang
telah dilakukan. Sehingga, dapat diperkirakan bahwa terjadinya ketidaksesuaian
ini dapat disebabkan karena gen-gen yang saling mempengaruhi berupa interaksi
gen, adanya gen yang bersifat homozigot letal dan sebagainya.
Pautan kelamin (sex linked) merupakan peristiwa beberapa gen bukan alel
yang terdapat pada satu kromosom yang sama dan tidak memisah secara bebas
saat pembentukan gamet. Pautan kelamin pertama kali ditemukan oleh T.H
Morgan dan C.B Bridger pada tahun 1910. Penemuan ini diperoleh saat
mempelajari penyimpangan dari hasil (keadan) suatu strain Drosophila
melanogaster yang bermata putih dan ternyata strain tersebut sudah tergolong
galur murni dimana strain bermata putih disilangkan dengan strain berwarna
merah, hasilnya berupa turunan yang muncul tidak sesuai dengan yang seharusnya
(mata merah (strain normal) dan mata putih (strain white)) sedangkan warna tubuh
(normal dan black) bukan merupakan pautan kelamin (Corebima, 2003). Beberapa
penyebab lainnya yang dapat diantaranya adalah viabilitas dan segregation
distortion. Pada kejadian viabilitas jantan dari beberapa spesies mempunyai
jumlah kematian yang lebih tinggi dibanding dengan betina pada semua umur
(Maxon, 1985). Kematian zigot jantan dapat disebabkan kehadiran helical
mycoplasma yang bersifat menginfeksi materi genetik asam nukleat strain-strain
Drosophila. Pada kasus kejadian segregation distortion atau miotic drive yang
merupakan adanya gangguan pada pemisahan gamet saat proses gametogenesis
mengakibatkan individu jantan D. melanogaster akan memproduksi lebih banyak
gamet yang membawa kromosom X (Strickberger, 1985), sehingga
kecenderungan individu jantan lebih rendah dibandingkan individu betina.
Pindah silang (Crossing over) merupakan pertukaran materi genetik antara
kromosom homolog menjadi kromosom berbentuk rekombinan. Peristiwa ini
terjadi ketika mekanisme pencocokan pada kromosom yang bersesuaian pecah
dan menyambung kembali ke kromosom yang lainnya. Pada umumnya peristiwa
ini terjadi pada settiap-setiap gametogenesis pada kebanyakan makhluk hidup.
Awalnya peristiwa ini terjadi pada tahap pembelahan sel meiosis I tepatnya akhir
profase I dan permulaan metafase I, yaitu pada saat kromosom telah mengganda
menjadi 2 kromatid. Kromosom-kromoson yang hendak memisah, pada saat itu
7

kromatid-kromatid yang bersilangan itu melekat dan putus pada bagian kiasma
dan pada tiap potongan itu melekat pada kromatid sebelahnya secara timbal balik.
Kemudian gen-gen tersebut mengalami perpindahan akan berpindah dibagian
kromatid sebelahnya. Pindah silang menghasilkan sel kelamin yang berlangsung
antara 2 buah gen dengan tipe parental karena gamet-gamet yang dibentuk hanya
tipe parental saja. Hampir keseluruhan alel gen-gen dihubungkan secara bersama-
sama pada kromosom yang akan mewarisi tanpa rekombinasi. Rekombinasi
meiosis akan memungkinkan pemisahan alel-alel yang bebas antara dua alel pada
gen posisi tunggal dengan rekombinasi secara acak antara kromosom yang
bersifat homolog (Corebima, 2013).

2.3 Uji Chi-square


Umumnya kesimpulan tentang populasi diperoleh dari data penelitian secara
sampling. Analisis kesimpulan yang baik pada tingkat kepercayaan tertentu maka
diperlukan uji matematis. Salah satu uji matematis yang sering digunakan dalam
menganalisis data percobaan genetika adalah Uji Chi Kuadrat. Uji Chi-square
(X2) adalah uji yang dibuat dengan tujuan data yang telah didapatkan dari hasil
pengamatan sesuai dengan nilai ekspektasinya yang juga diartikan sebagai hasil
observasi sesuai dengan teori yang ada.. dengan frekuensi harapan/ekspektasi.
Chi-square pada umumnya digunakan untuk mengkaji fenomena biologi yang
berkaitan dengan genetika yang dihadapkan pada pendugaan frekuensi teoritik
berdasarkan penyebaran data pengamatan, dengan mengacu pada nilai-nilai
keakuratan berdasarkan tabel uji. misalkan untuk kasus-i (i - 1, 2, ..., k) diketahui
frekuensi teori sama dengan n1, n2, ..., nk. Dari hasil pengamatan untuk kasus-
kasus tersebut diperoleh banyaknya individu sama dengan N1 N2 ...Nk dan (N1 +
N2.....Nk - N). Bila data itu mengikuti frekuensi teoritik maka sebaran harapan
data sama dengan (n1 x N), (n2 x N) ..., (nk x N) (Wirdjosoemarto, 2009). Untuk
memutuskan dapat diterima atau tidaknya bahwa sebaran pengamatan sama
dengan sebaran harapan, dilakukan pengujian dengan menggunakan kriteria
statistika x2 (khi-kuadrat) sebagai berikut:
8

Keterangan:
O : Hasil Pengamatan (Observed)
E : Harapan (Expected) (Wirdjosoemarto, 2009).

Penggunaan uji Chi-square pada kajian genetika biasannya pada


pengamatan terhadap pembuktian hukum genetika Mendel. Pada pengamatan
biasanya sifat fenotipe (yang Tampak dari luar) lebih ditekankan untuk melihat
apakah ada persamaan atau perbedaan antara teori pewarisan sifat (hereditas)
sebelumnya (Expexted) memenuhi hasil pengamatan yang telah dilakukan
(Observed), biasanya pengamatan terhadap D. melanogaster. Jika terdapat jumlah
pengamatan dari tiap sifat fenotip yang muncul atau terlihat memiliki nilai yang
sama dengan harapannya atau nilai teorinya, maka nilai X2 akan sama dengan nol.
Jadi nilai X2 yang kecil menunjukkan data pengamatan dan teoritisnya sangat
dekat dengan dan sebaliknya apabila nilai X2 besar menunjukkan deviasi yang
besar antara data pengamatan dan data yang diharapkan. Pada umumnya, uji Chi-
square menggunakan probabilitas sebesar 5% atau 0,05 untuk memperjelas
batasan diterima atau ditolaknya hipotesis yang telah diajukan berdasarkan hasil
pembandingan hitungan data pengamatan dengan teori (tabel chi-kuadrat).
Perhitungan dengan menggunakan uji Chi-square juga sering digunakan
untuk melakukan perhitungan terhadap hasil percobaan apakah data tersebut bisa
dipercaya akan kebenarannya. Rasio persilangan dihibrid 9:3:3:1 merupakan
suatu ramalan yang akan terjadi dari perkawinan dengan asumsi alel dominan dan
resesif, segregasi dari gen, pemisahan gen secara bebas dan pembentukan gamet,
serta fertilisasi yang berlangsung secara acak. Asumsi-asumsi tersebut dapat
berubah-ubah sesuai dengan peristiwa yang sedang terjadi pada saat itu, sehingga
data hasil percobaan yang didapatkan harus dilakukan pengujian terkait
penyimpangan yang diperoleh dengan yang diharapkan (Mustami, 2013).
9

BAB III
METODE PENULISAN

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode deskriptif yakni


dengan nengumpulkan data-data dan informasi berdasarkan telaah pustaka dari
berbagai jurnal, buku maupun website. Data yang telah terkumpulkan selanjutnya
akan diurai dan dianalisis dengan menggunakan analisa isi dokumen (Content
analysis document). Metode penulisan Content analysis document adalah yakni
tekni yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui usaha menemukan
karakteristik pesan dan dilakukan secara objektif dan sistematis (Moleong, 2007).
selain itu, analisis kuantitatif juga digunakan dalam karya tulis ini menggunakan
analisis uji Chi-square (X2).
10

BAB IV
PEMBAHASAN

Lalat buah (Drosophila melanogaster) merupakan salah satu jenis kelompok


serangga (insecta) yang biasanya terdapat pada buah-buahan yang busuk dan
telah rusak. Lalat ini biasa digunakan sebagai organisme model untuk penelitian
terkait hal yang berhubungan dengan pewarisan sifat keturunan (hereditas).
Organisme model adalah organisme yang biasa digunakan untuk membuktikan
dan melihat fenomena biologi yang terjadi terutama dalam hal hereditas. Salah
satu karakteristik yang dimiliki oleh organisme model yakni memiliki siklus
pertumbuhan dan perkembangan relatif singkat dan tidak memakan banyak waktu
sehingga memudahkan untuk dilakukan pengamatan secara lebih teliti. untuk
Pindah Silang . D. melanogaster tergolong serangga yang memiliki kromosom
kelamin seperti kromosom kelamin pada manusia umumnya, yaitu XX yang
menyatakan individu betina dan XY yang menyatakan individu jantan. Jenis
kelamin merupakan salah satu karakter fenotip yang nyata, meskipun perbedaan
anatomis dan fisiologis antara jantan dan betina sangat besar, tetapi dasar
kromosom seksnya sedikit lebih sederhana (Campbell et al., 2002).
Hukum Mendel II atau yang biasa dikenal dengan sebutan hukum
berpasangan secara bebas Akan tetapi, dalam praktiknya didalam kehidupan,
sering terjadi ketidak sesuaian antara teori pewarisan sifat ini dengan hasil yang
ditunjukkan berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. Untuk membuktikan
ketidaksesuaian ini, maka digunakan suatu pengujian secara matematis untuk
membandingkan nilai pada teori dengan hasil pengamatan yang ada dilapangan
yakni Uji Chi-square. Uji Chi-square (X2) merupakan uji yang dibuat dengan
tujuan data yang telah didapatkan dari hasil pengamatan (observed) sesuai dengan
nilai yang diharapkan (expected) yang juga diartikan sebagai hasil observasi
sesuai dengan teori yang ada (Wirdjosoemarto, 2009).
Pautan kelamin (Sex linked) merupakan peristiwa beberapa gen bukan alel
yang terdapat pada satu kromosom yang sama dan tidak memisah secara bebas
saat pembentukan gamet (Corebima, 2003). Berdasarkan penelitian yang telah
dilakukan oleh Fauzi dan Corebima (2016) dengan mendemonstrasikan
11

penyimpangan pada tautan kelamin hukum Mendel II terhadap Drosophila


melanogaster yang menghasilkan anakan keturunan pertama (F1) yakni betina
mata merah dan jantan warna putih, sedangkan anakan keturunan kedua (F2)
menunjukkan bahwa separuh F2 bermata putih dan sisanya bermata merah, F2
jantan bermata merah sama jumlahnya dengan F2 betina bermata merah serta F2
jantan bermata putih sama jumlahnya dengan F2 betina berwarna putih dengan
rasio antara jantan mata merah, jantan mata putih, betina mata merah, dan betina
mata putih memenuhi rasio 1 tipe normal betina (♀ N) : 1 tipe normal jantan
(♂N) : 1 tipe betina tubuh putih (♀ w) : 1 jantan tubuh putih (♂w) yang
digunakan sebadai dasar rasio frekuensi harapan pada uji chi-square dengan hasil
uji chi-square bahwa nilai chi hitung yakni 2,096 kurang dari nilai chi tabel yakni
7,81 .Hal ini tentu saja menyimpang dari rasio fenotip F2 yang telah dicetuskan
pertama kali oleh Mendel, yakni 9:3:3:1. Kemudian penelitian serupa juga pernah
dilakukan oleh Capy dan Gibert (2004) terkait dua spesies kosmopolitan D.
melanogaster dan D. simulans yang memang berasal dari nenek moyang yang
sama, tetapi memiliki perbedaan yang cukup signifikan mulai dari morfologi,
fisiologi, perilaku seksual, allozim dan protein lainnya, inversi kromosom, DNA
mitokondria dan nuklir, unsur transposabel dan wolbachia. menurut Maxon
(1985) Penyimpangan ini terjadi karena kematian zigot jantan yang disebabkan
kehadiran helical mycoplasma yang bersifat menginfeksi materi genetik asam
nukleat strain-strain Drosophila dan segregation distortion atau miotic drive yang
merupakan adanya gangguan pada pemisahan gamet saat proses gametogenesis
mengakibatkan individu jantan D. melanogaster akan memproduksi lebih banyak
gamet yang membawa kromosom X (Strickberger, 1985). Selain itu, adannya
mutasi, suhu, intensitas cahaya dan senyawa kimia dapat menyebabkan fungsi
kromosom terganggu sehingga sifat-sifat yang tampak berupa abnormal bahkan
berlebihan.
Pindah silang (Crossing over) merupakan pertukaran materi genetik antara
kromosom homolog menjadi kromosom berbentuk rekombinan. Berdasarkan
penelitian yang telah dilakukan oleh Fauzi dan Corebima (2016) dengan
mendemonstrasikan penyimpangan pada pindah silang hukum Mendel II dengan
menggunakan organisme model D. melanogaster menghasilkan anakan F2 tipe
12

parental dengan tipe rekombinan sebesar 67,6% dan 32,39%. Kemunculan anakan
tipe non parental dibawah 50% telah menjadi indikasi bahwa gen b (warna mata
hitam) terpaut dengan gen cl (clot eye) berada padakromosom yang sama, hal ini
erat kaitannya dengan fakta bahwa hampir seluruh faktor atau gen yang terletak
padasatu kromosom yang sama akan lebih cenderung terpaut antara satu sama
lainnya selama fase reduksi pada tahap pembelahan meiosis (pembentukan
gamet). Berkaitan dengan uji Chi-square, diperoleh bahwa kemunculan anakan
tipe parental tidak diakibatkan oleh pilihan bebas gen b dan cl atau kejadian
pindah silang dengan nilai chi hitung lebih besardari nilai chi tabel deengan
menggunakan fenotip 1:1:1:1 sebagai angka harapan untuk memastikan
kemunculan empat anakan pada F2 mengaami kejadian pindah silang.
Kromosom-kromoson yang hendak memisah, pada saat itu kromatid-kromatid
yang bersilangan itu melekat dan putus pada bagian kiasma dan pada tiap
potongan itu melekat pada kromatid sebelahnya secara timbal balik. Kemudian
gen-gen tersebut mengalami perpindahan dibagian kromatid sebelahnya. Pindah
silang menghasilkan sel kelamin yang berlangsung antara 2 buah gen dengan
tipe parental karena gamet-gamet yang dibentuk hanya tipe parental saja. Hampir
keseluruhan alel gen-gen dihubungkan secara bersama-sama pada kromosom yang
akan mewarisi tanpa rekombinasi. Rekombinasi meiosis akan memungkinkan
pemisahan alel-alel yang bebas antara dua alel pada gen posisi tunggal dengan
rekombinasi secara acak antara kromosom yang bersifat homolog.
13

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengumpulan datadari berbagai sumber, maka dapat
disimpulkan beberapa hal dalam karya tulis ini sebagai berikut:
A. Proses terjadinya pindah silang (crossing over) pada Drosophila melanogaster
yakni Kromosom-kromoson yang hendak memisah bersamaan dengan itu,
kromatid-kromatid yang bersilangan melekat dan putus pada bagian kiasma
dan pada tiap potongan itu melekat pada kromatid sebelahnya secara timbal
balik, lalu gen-gen tersebut mengalami perpindahan dibagian kromatid
sebelahnya. Pindah silang menghasilkan sel kelamin yang berlangsung antara
2 buah gen dengan tipe parental karena gamet-gamet yang dibentuk hanya
tipe parental saja. Hampir keseluruhan alel gen-gen dihubungkan secara
bersama-sama pada kromosom yang akan mewarisi tanpa rekombinasi dan
pada akhirnya akan membentuk kromoson yang bersifat homolog.
B. Uji Chi-square (X2) adalah uji yang dibuat dengan tujuan data yang telah
didapatkan dari hasil pengamatan sesuai dengan nilai ekspektasinya yang juga
diartikan sebagai hasil observasi sesuai dengan teori yang ada. Perhitungan
dengan menggunakan uji Chi-square terhadap percobaan dalam pembuktian
rasio fenotip hukum II Mendel 9:3:3:1 menjadi 1:1:1:1 sebagai frekuensi
harapan (expected). Peyimpangan-penyimpangan fenotip ini berupa perubahan
pada warna mata khususnya. Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya
penyimpangan ini dikarenakan terdapat gen-gen berpengaruh yang saling
berinteraksi satu sama lain sehingga menyebabkan seluruh faktor atau gen
yang terletak pada satu kromosom yang sama akan lebih cenderung terpaut
antara satu sama lainnya selama fase reduksi pada tahap pembelahan meiosis
(pembentukan gamet) serta gangguan pada pemisahan gamet saat proses
gametogenesis mengakibatkan individu jantan D. melanogaster akan
memproduksi lebih banyak gamet yang membawa kromosom X.
14

5.2 Saran
Penulisan sumber referensi terkait D. melanogaster akan menjadi langkah
awal untuk lebih mempopulerkan hewan ini sebagai salah satu organisme model
dalam mempelajari hampir seluruh fenomena yangbberkaitan dengan
pengembangan ilmu pewarisan sifat atau genetika. Melalui langkah tersebut,
diharapkan mampu menjadi penambah wawasan dan keahlian dalam
memanfaatkan segala sesuatu yang berada di lingkungan tempat tinggal untuk
menunjang kemampuan dan meningkatkan kapasitas diri agar bangsa ini menjadi
bangsa yang lebih maju dan beradab
DAFTAR PUSTAKA

Bolker JA. 1995. Model systems in developmental biology. BioEssays 17(5): 451-
455.
Campbell NA, Reece JB, Mitchell LG. 2002. Biology. Fifth Edition. New York:
Addison Wesley Longman Inc.
Corebima AD. 2003. Genetika Mendel. Surabaya: Airlangga University Press.
Corebima AD. 2013. Genetika Mendel. Surabaya: Airlangga University Press.
Capy P, Gibert P. 2004. Drosophila melanogaster, Drosophila simulans: so
Similar yet so Different. Genetica 120: 5-16.
Fauzi A, Corebima AD. 2016. Pemanfataan Drosophila Melanogaster Sebagai
Organisme Model Dalam Mengungkap Berbagai Fenomena Penyimpangan
Rasio Mendel. Prosiding Seminar Nasional Biologi 978‐602‐0951: 11‐9.
Fields S, Johnston M. 2005. Whither Model Organism Research?. Science 307
(5717): 1885-1886.
Maxon LR. 1985. Genetics. United State of America: Brown Publisher.
Meigen JW. 1830. Systematische Beschreibung der bekannten europäischen
zweiflügeligen Insekten. Schulzische Buchhandlun, 6: 3-11.
Mustami MK. 2013. Genetika, Makasar: Universitas Islam Alauddin.
Robert JB. 2005. Genetic Analysis and Principle. Third Edition. McGrow:Hill
International Edition
Strickberger MW. 1985. Genetics. Edisi 3. New York: MacMillan Publishing
Company.
Moleong LJ. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Penerbit Remaja
Rosda Karya.
Suryo. 1994. Genetika Strata 1. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Suryo. 2010. Genetika. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Wirdjosoemarto K. 2009. Genetika. Tanggerang Seatan: Universitas Terbuka.
Lampiran 1.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

CURRICULUM VITAE

Ketua

Nama Lengkap : Abdullah


Tempat/Tanggal Lahir : Ketapang, 03 Juli 1997
Alamat : Jalan Sepakat 02 Gang Bahasa No. 05
Agama : ISLAM
No. Telpon : 089693665134/085752395832
E-Mail : abdullah.dullah13@student.untan.ac.id
Riwayat Pendidikan : SDN 11 Kinjil Pesisir
SMPN 02 Ketapang
SMAN 02 Ketapang
Universitas Tanjungpura (sekarang)
Karya Tulis yang Pernah dibuat : Tidak ada
Penghargaan Karya Tulis : Tidak ada
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

CURRICULUM VITAE

Anggota 1

Nama Lengkap : Sutan Syahir


Tempat/Tanggal Lahir : Pontianak, 13 Januari 1997
Alamat : Jalan Panglima ‘Aim Gang Aman
Agama : ISLAM
No. Telpon : 089693515623
E-Mail : sutan.syahir007@gmail.com
Riwayat Pendidikan : SDN 17 Pontianak Timur
SMPS Walisongo Pontianak
MAN 01 Pontianak
Universitas Tanjungpura (sekarang)
Karya Tulis yang Pernah dibuat : Tidak ada
Penghargaan Karya Tulis : Tidak ada
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

CURRICULUM VITAE

Anggota 2

Nama Lengkap : Winda Eka Putri


Tempat/Tanggal Lahir : Pontianak, 01 Juli 1997
Alamat : Jalan Ampera
Agama : ISLAM
No. Telpon : 089686982995
E-Mail : Windaekaputri@student.untan.ac.id
Riwayat Pendidikan : SDN 09 Sungai Kakap
SMPN 09 Pontianak
SMAN 02 Pontianak
Universitas Tanjungpura (sekarang)
Karya Tulis yang Pernah dibuat : Tidak ada
Penghargaan Karya Tulis : Tidak ada