Anda di halaman 1dari 11

BAB 3

ANALISIS SITUASI

3.1 Keadaan Geografis

Puskesmas Lubuk Kilangan terletak di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Luas

wilayahnya yaitu ±85,99 Km2 dan terdiri dari 7 kelurahan dengan luas sebagai berikut:

1. Kelurahan Batu Gadang : 19.29 km2

2. Kelurahan Indarung : 52.1 km2

3. Kelurahan Padang Besi : 4.91 km2

4. Kelurahan Bandar Buat : 2.87 km2

5. Kelurahan Koto Lalang : 3.32 km2

6. Kelurahan Baringin : 1.65 km2

7. Kelurahan Tarantang : 1.85 km2

Dengan kondisi 40% dataran rendah dan 60 % dataran tinggi, curah hujan ± 471

mm/bulan, temperatur antara 28 0C– 310C, dan batas wilayah sebagai berikut:

1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Pauh

2. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Solok

3. Sebelah Barat berbatas dengan Kecamatan Lubuk Begalung

4. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Bungus Teluk Kabung.

25
Gambar 3.1 Peta Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Kilangan (Sumber: Laporan Tahunan
Puskesmas Lubuk Kilangan Tahun 2017)

3.2 Keadaan Demografi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang untuk Kecamatan Lubuk

Kilangan Kota Padang tahun 2017 yang dipublikasikan pada tahun 2017, jumlah

penduduk Kecamatan Lubuk Kilangan adalah sebanyak 54.792 jiwa dengan jumlah KK

17.254, RT Sebanyak 199, dan RW sebanyak 48 dengan rata-rata anggota keluarga 4

orang, serta kepadatan penduduk 614/km². Adapun rincian jumlah penduduk menurut

kelurahan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.1 Jumlah Penduduk Kecamatan Lubuk Kilangan Tahun 2017 (Sumber: Laporan
Tahunan Puskesmas Lubuk Kilangan tahun 2017)
No Kelurahan JML KK JML JIWA RT RW
1 Bandar Buat 4728 15.574 45 11
2 Padang Besi 2264 7.619 24 5
3 Indarung 3811 11.507 44 12
4 Koto Lalang 2579 7.824 31 6
5 Batu Gadang 2530 7.575 31 6
6 Baringin 460 1.652 6 2
7 Tarantang 882 3.041 14 3
Jumlah 17.254 54.792 199 48

26
Berdasarkan data diatas didapatkan bahwa kelurahan Bandar Buat memiliki

kepadatan penduduk paling tinggi yaitu 5.426 jiwa/km 2 diikuti oleh kelurahan Koto

Lalang dengan kepadatan penduduk 2.356 jiwa/km 2, kelurahan Padang Basi sebesar

1.818 jiwa/km2, kelurahan Tarantang sebesar 1.643 jiwa/km 2, kelurahan Baringin sebesar

1000 jiwa/km2, kelurahan Batu Gadang sebesar 392 jiwa/km 2, dan terakhir kelurahan

Indarung dengan kepadatan penduduk sebesar 220 jiwa/km 2.

3.3 Kondisi Sosial, Budaya, dan Ekonomi

Pencaharian masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Kilangan sangat beragam dan

bervariasi. Umumnya masyarakat pribumi bekerja sebagai petani (85%) dan sebahagian

kecil lainnya bekerja sebagai pegawai negeri, buruh, swasta dan pedagang. Latar

belakang pendidikan masyarakat di wilayah kerja Lubuk Kilangan juga bervariasi, berupa

sarjana, pendidikan terakhir SMA/ sederajat, SMP/ sederajat, SD/sederajat, dan putus

sekolah.

Salah satu aspek yang dapat digunakan sebagai indikator keberhasilan

pembangunan adalah keadaan ekonomi. Pembangunan ekonomi yang diupayakan

diharapkan mampu mendorong kemajuan, baik fisik, sosial, mental, dan spiritual di

segenap pelosok negeri terutama wilayah yang tergolong daerah tertinggal. Suatu daerah

dikategorikan menjadi daerah tertinggal karena beberapa faktor penyebab, yaitu

geografis, sumber daya alam, sumber daya manusia, prasarana dan sarana, daerah rawan

bencana dan konflik sosial, dan kebijakan pembangunan. Keterbatasan prasarana terhadap

berbagai bidang termasuk di dalamnya kesehatan menyebabkan masyarakat di daerah

tertinggal mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas ekonomi dan sosial.

3.1 Sarana dan Prasarana Kesehatan

Sarana kesehatan puskesmas lubuk kilangan dapat dilihat pada tabel berikut.

27
Tabel 3.2 Kondisi Sarana Kesehatan Puskesmas Lubuk Kilangan Tahun 2017 (Sumber:
Laporan Tahunan Puskesmas Lubuk Kilangan tahun 2017)
Kondisi
Jenis Sarana dan
No Jumlah Rusak Rusak Rusak
Prasarana Baik
Ringan Sedang Berat
I Sarana Kesehatan
1 Puskesmas Induk 1 1
2 Puskesmas Pembantu 4 4
3 Rumah Dinas Dokter 1 1
4 Rumah Dinas Perawat - -
5 Poskeskel 7
6 Puskesmas Keliling roda 1 1
7 Ambulance 0 0
9 Sepeda Motor 5 5
II Sarana Penunjang
1 Komputer 20 18 1
2 Laptop 10 10 1
3 Mesin Tik 1 1 1
4 Telepon 1 - 1
5 Listrik 1 1
6 Sarana Air Bersih 1 1
III Sarana dan Prasarana
lain Dalam Puskesmas
1 Laboratorium 1 1

Prasarana kesehatan di Kecamatan Lubuk Kilangan meliputi :

a. Posyandu Balita : 44 Pos

b. Posyandu Lansia : 14 Pos

c. Kader Kesehatan : 173 Orang

d. Kader Aktif : 172 Orang

e. Praktek Swasta Dokter Umum : 5 Orang

28
f. Prakter Swasta Dokter Gigi : 3 Orang

g. Praktek Bidan Swasta : 18 Orang

h. Klinik Bersalin : 7 Buah

i. Rumah Obat/Apotik : 9 Buah

j. Rumah Sakit Swasta : 0 Unit

k. Pos UKK : 1 Pos

l. Pengobatan Tradisional : 109 Buah

m. Toga : 174 Buah

n. PAUD : 14 PAUD
(6 PAUD terintegrasi Posyandu)

3.5 Gambaran Khusus


Sistem JKN merupakan jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta

memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi

kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah

membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah. Sistem JKN telah

diterapkan di seluruh Indonesia sejak tanggal 1 Januari 2014, termasuk Puskesmas

Lubuk Kilangan. 5

Puskesmas Lubuk Kilangan telah memasukan sistem JKN ke dalam sistem

pelayanan kesehatan masyarakat. Sistem JKN yang diterapkan oleh Puskesmas

Lubuk Kilangan dengan pembiayaan pelayanan kesehatan per kapita. Bagi

pengguna BPJS yang telah memilih Puskesmas Lubuk Kilangan sebagai fasilitas

kesehatan tingkat pertama (FKTP), maka anggaran dana dari BPJS disalurkan

sebesar Rp. 6.000,-/ peserta. 8

Tabel 3.3 Jumlah peserta jaminan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas


Lubuk Kilangan Bulan Januari-November Tahun 20189

29
Bulan Jumlah Peserta
Januari 25.798
Februari 25.781
Maret 25.975
April 25.961
Mei 25.877
Juni 25.951
Juli 25.681
Agustus 25.757
September 25.670
Oktober 25.626
November 25.435

Berdasarkan tabel 3.3 dapat dilihat perubahan jumlah peserta dari bulan ke

bulan Hal ini disebabkan oleh adanya kelahiran bayi, meninggalnya peserta, dan

hal lain yang menyebabkan masuk dan keluarnya peserta JKN seperti peserta

yang mengganti FKTP-nya ke fasilitas kesehatan lain. Data kepesertaan JKN di

Puskesmas Lubuk Kilangan pada bulan November tahun 2018 sebanyak 25.435

orang peserta.9

BPJS Kesehatan dalam ketentuan Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan

(KBKP) mengatur berapa harga kapitasi yang diberikan pada puskesmas. Kapitasi

yang sudah didapatkan puskesmas akan dipotong jika tidak memenuhi indikator

berikut : 8

a. Kunjungan peserta minimal 150/mil peserta (15%).

b. Rujukan non spesialistik < 5%.

c. Kunjungan berulang penyakit kronik (kegiatan prolanis) > 50%.

30
Tabel 3.4 Jumlah Kunjungan Peserta Jaminan Kesehatan Puskesmas Lubuk
Kilangan Bulan Januari-November Tahun 20189
Bulan Jumlah Persentase Target 150/mil
Kunjungan Kunjungan
Januari 1.763 6.8% 68/mil
Februari 1.504 5.8% 58/mil
Maret 1.849 7.1% 71/mil
April 1.922 7.4% 74/mil
Mei 2.077 8.0% 80/mil
Juni 1.438 5.5% 55/mil
Juli 2.185 8.5% 85/mil
Agustus 2.183 8.5% 85/mil
September 2.000 7.7% 77/mil
Oktober 2.155 8.4% 84/mil
November 2.253 8.8% 88/mil
RATA-RATA 1.939 7.5% 75/mil

Tabel 3.4 menunjukkan jumlah kunjungan peserta jaminan kesehatan

Bulan Januari-November 2018 di Puskesmas Lubuk Kilangan. Jumlah kunjungan

terbanyak terdapat pada bulan November yaitu sebanyak 2.253 kunjungan.

Jumlah kunjungan pada bulan Januari hingga November 2018 tidak memenuhi

target BPJS dengan jumlah kunjungan kurang dari 150 jiwa/mil. Rata-rata jumlah

kunjungan peserta jaminan kesehatan bulan Januari-November 2018 di Puskesmas

Lubuk Kilangan adalah 7.5%.9

31
Tabel 3.5 Jumlah Rujukan Peserta Jaminan Kesehatan Puskesmas Lubuk
Kilangan pada Tahun 20189
Bulan Jumlah Rujukan Persentase Rujukan
Januari 332 19.0%
Februari 289 19.2%
Maret 318 17.1%
April 314 16.3%
Mei 522 25.1%
Juni 258 17.9%
Juli 445 20.4%
Agustus 209 9.5%
September 209 10.5%
Oktober 193 8.9%
November 255 11.3%
RATA-RATA 304 15.9%

Tabel 3.5 merupakan jumlah rujukan dari semua kunjungan peserta JKN ke

Puskesmas Lubuk Kilangan tiap bulan pada tahun 2018. Rata-rata rujukan pada

tahun 2018 yaitu sebanyak 15.9% dari jumlah kunjungan dalam setahun. Rujukan

paling banyak dilakukan pada bulan Mei yaitu sebanyak 25.1 % dari jumlah

kunjungan bulan itu. Sedangkan jumlah rujukan yang paling sedikit terjadi pada

bulan Oktober yaitu sebanyak 8.9 %. Sama seperti halnya jumlah kunjungan,

jumlah rujukan pada bulan Januari hingga November 2018 tidak mencapai target

BPJS yakni <5%.9

Data mengenai kunjungan berulang penyakit kronis atau PROLANIS tidak

dapat ditampilkan karena sistem pencatatan dan pelaporannya langsung

menggunakan aplikasi pelayanan primer (P-Care), sehingga indikator yang dapat

dianalisis hanya jumlah kunjungan dan jumlah rujukan.

Penyesuaian besaran kapitasi berdasarkan pencapaian target indikator

komitmen pelayanan bagi FKTP adalah sebagai berikut: 8

32
a. Apabila 3 target indikator komitmen pelayanan tercapai, maka FKTP

menerima pembayaran kapitasi sebesar 100% dari norma kapitasi yang

ditetapkan.
b. Apabila 2 target indikator komitmen pelayanan tercapai dan 1 indikator

lainnya tidak mencapai target indikator, maka FKTP menerima

pembayaran kapitasi sebesar 95% dari norma kapitasi yang ditetapkan.


c. Apabila 1 target indikator komitmen pelayanan tercapai dan 2 indikator

lainnya tidak mencapai target indikator, maka FKTP menerima

pembayaran kapitasi sebesar 92.5% dari norma kapitasi yang ditetapkan


d. FKTP yang tidk memenuhi seluruh target indikator komitmen pelayanan,

maka FKTP menerima pembayaran kapitasi sebesar 90% dari norma

kapitasi yang ditetapkan.

33
BAB 4

PEMBAHASAN

Sistem JKN diselenggarakan oleh BPJS dan telah diterapkan di seluruh Indonesia

sejak tanggal 1 Januari 2014 dan juga sudah dilaksanakan di puskesmas Lubuk

Kilangan. Jumlah peserta JKN berubah-ubah setiap bulannya. Setelah dilakukan

diskusi dengan penanggung jawab program jaminan kesehatan Puskesmas Lubuk

Kilangan, jumlah peserta JKN yang berubah-ubah setiap bulannya disebabkan

karena banyaknya peserta yang mengajukan perpindahan karena kesalahan alamat

pendaftaran atau memang berniat berpindah ke/dari dokter keluarga/klinik. Selain

itu adanya penambahan dan pengurangan peseta yang terjadi karena kelahiran dan

kematian yang terjadi setiap bulannya. Ketidakstabilan jumlah peserta ini dinilai

wajar dan tidak mengganggu kinerja Puskesmas.

Total jumlah peserta JKN terakhir pada bulan November tahun 2018 di

wilayah kerja Puskesmas Lubuk Kilangan adalah 25.435 orang atau sekitar 46.4%

dari total 54.792 orang di Kecamatan Lubuk Kilangan. Jumlah ini dinilai masih

jauh dari target pemerintah yaitu seluruh penduduk Indonesia telah menjadi

peserta JKN pada tahun 2019. Namun pencapaian ini sulit dinilai oleh pihak

Puskesmas, mengingat adanya kemungkinan peserta JKN di wilayah kerja

Puskesmas Lubuk Kilangan yang sudah terdaftar namun lebih memilih

meregistrasikan pengobatan di pelayanan kesehatan lainnya.

Masyarakat peserta BPJS kapitasi FKTP lain (selain Puskesmas Lubuk

Kilangan) masih sering berobat ke puskesmas Lubuk Kilangan sebagai pasien

umum, sehingga biaya kapitasi yang seharusnya ditanggung oleh BPJS menjadi

34
tanggung jawab pemerintah kota. Hal ini disebabkan masyarakat ingin berobat

pada pagi hari namun pada FKTP lain tersebut jam pelayanannya sore sehingga

mereka berobat ke puskesmas yang buka pagi. Pihak puskesmas sudah

memberlakukan aturan bahwa puskesmas hanya akan menerima kunjungan

pertama pasien JKN yang bukan tanggungan puskesmas Lubuk Kilangan dan

memberikan edukasi pada kunjungan pertama tersebut. Diharapkan pasien

tersebut selanjutnya berobat ke FKTP dimana mereka terdaftar sebagai peserta

JKN.

Selain itu, karena sistem JKN ini cenderung baru, masyarakat masih belum

mengetahui tentang sistem ini. Masyarakat pada umumnya banyak yang tidak

mengetahui alur pelayanan BPJS, sehingga diperlukan waktu yang lebih lama

dalam pelayanan kesehatan di puskesmas. Bahkan, petugas juga masih belum

mengerti sepenuhnya mengenai sistem JKN. Petugas masih sering menghubungi

pihak BPJS jika ditemukan masalah atau prosedur yang kurang dimengerti oleh

petugas.

Puskesmas sendiri sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat

mengenai JKN ini, meliputi penyuluhan di dalam gedung puskesmas seperti di

meja administrasi atau secara langsung kepada pasien yang ingin bertanya dan

sosialisasi di posyandu mengenai informasi terbaru JKN dan meluruskan persepsi

bahwa puskesmas juga berperan dalam kegiatan promotif dan preventif.

35