Anda di halaman 1dari 8

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS STUDENT

CENTERED UNTUK PEMBELAJARAN KIMIA PADA MATERI


KESETIMBANGAN KIMIA SEBAGAI SUMBER BELAJAR
PESERTA DIDIK KELAS XI SMA/MA

DEVELOPING STUDENT WORKSHEET BASED ON STUDENT


CENTERED FOR CHEMISTRY LEARNING OF CHEMICAL
EQUILIBRIUM MATERIAL AS A SOURCE OF LEARNING
FOR SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS CLASS XI.

Sridovi Rarasasi, I Made Sukarna, M.Si


Jurusan Pendidikan Kimia, FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta
e-mail: madesukarna1@gmail.com

Abstrak
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk (1) mengembangkan dan (2)
mengetahui kualitas lembar kerja siswa berbasis student centered untuk
pembelajaran kimia pada materi kesetimbangan kimia sebagai sumber belajar
peserta didik kelas XI SMA/MA.
Model pengembangan yang digunakan adalah model prosedural, yaitu
model yang bersifat deskriptif, menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti
untuk menghasilkan produk. Produk awal lembar kerja siswa pada materi
kesetimbangan kimia ditinjau oleh dosen pembimbing sebagai ahli materi dan ahli
media dan tiga orang peer reviewer dari jurusan pendidikan kimia 2012 yang
memberikan masukan dan saran untuk merevisi produk awal ini. Hasil revisi
produk tersebut kemudian dinilai oleh lima orang guru kimia SMA/MA selaku
reviewer. Penilaian kualitas lembar kerja siswa ini menggunakan instrumen
penilaian berupa angket yang mencakup 3 aspek penilaian, yaitu (1) aspek
kelayakan lembar kerja siswa, (2) aspek kebahasaan, (3) aspek kegrafisan.
Hasil penelitian pengembangan ini adalah lembar kerja siswa berbasis
student centered pada materi kesetimbangan kimia yang terdiri dari empat materi
pokok. Lembar kerja siswa ini memiliki kualitas sangat baik (SB) dengan skor
rata-rata 130,20, sehingga lembar kerja siswa ini layak digunakan sebagai sumber
belajar peserta didik kelas XI SMA/MA.

Kata kunci: lembar kerja siswa, student centered, kesetimbangan kimia

1
Abstract
This development research aims to (1) develop and (2) determine the
quality of student worksheets quality based on student centered for chemistry
learning on chemical equilibriummaterial as a learning source in senior high
school class XI.
The model of development was procedural models, i.e. descriptive model,
which gave the direction of the steps that must be followed in producing a
product. The initial product of the student worksheets on chemical equilibrium
material was reviewed by the supervisors as the subject matter experts and media
specialists and three peer reviewers from chemistry education majors 2012 that
gave input and advice to revise this initial product. The revised product was
evaluated by five high school chemistry teachers as the reviewers. The assessment
of the student worksheets quality was using assessment instruments in form of
questionnaires that included three aspects of assessment, namely (1) the feasibility
aspect of student worksheets, (2) aspects of language, and (3) aspects of graphic.
The results of the development research was the student worksheets based
on student centered for the chemical equilibrium material of four main materials.
The student worksheet has a very good quality with the score of about 130.20, so
that the student worksheets was considered to be used as a source of learningfor
class XI senior high school students.

Keywords: student worksheet, student centered, chemical equilibrium

PENDAHULUAN Data dari Programme for


A. Latar Belakang International Student Assessment
Kondisi pendidikan di Indonesia (PISA) tahun 2012 Indonesia berada
saat ini sangat memprihatinkan. pada posisi 29 dari 30 negara untuk
Berdasarkan data Trends in kemampuan matematika, pada posisi
International Mathematics and Science 25 dari 30 negara untuk kemampuan
Study (TIMSS) 2011 Indonesia berada membaca, dan pada posisi 29 dari 30
pada posisi 38 dari 42 negara untuk negara untuk kemampuan sains [2].
kemampuan matematika, pada posisi 40 Kenyataan ini menunjukan
dari 42 negara untuk kemampuan sains, bahwa pendidikan di Indonesia
dan pada posisi 42 dari 45 negara untuk relatif tertinggal dari Negara lain.
kemampuan membaca. Data Progress Oleh karena itu perlu adanya
in International Reading Literacy Study perbaikan pada sistem pendidikan
(PIRLS) tahun 2011 kemampuan Indonesia untuk mengejar kemajuan
membaca peserta didik kelas IV, Negara lain.
Indonesia berada pada posisi 42 dari 45 Setiap Negara memiliki
negara peserta [1]. suatu pedoman penyelenggaraan

2
pendidikan yang disebut kurikulum Namun, saat ini LKS yang
nasional. Kurikulum merupakan beredar di lingkungan sekolah hanya
seperangat rencana dan pengaturan bersifat informatif yang berisi
yang meliputi isi, tujuan, dan bahan ringkasan materi dan latihan soal,
pelajaran serta cara yang digunakan sehingga peserta didik cenderung pasif
sebagai pedoman penyelenggaraan dan hanya menghafal materi yang ada
kegiatan pembelajaran untuk mencapai di LKS. Oleh karena itu, perlu
tujuan pendidikan tertentu [3]. dikembangkan suatu LKS berbasis
Kurikulum 2013 (K-13) hadir student centered sehingga dapat
untuk menyempurnakan kurikulum mewujudkan pembelajaran yang
yang sebelumnya, dimana Kurikulum berpusat pada peserta didik melalui
2013 telah dikembangkan dengan pendekatan sains. Berdasarkan hal
penyempurnaan berbagai pola pikir, tersebut, sangat penting untuk
salah satunya adalah pola mengembangkan Lembar Kerja Siswa
pembelajaran yang berpusat pada guru berbasis student centered untuk
menjadi berpusat pada peserta didik, pembelajaran kimia pada materi
serta pola pembelajaran pasif menjadi kesetimbangan kimia sebagai sumber
pembelajaran aktif-mencari tahu belajar peserta didik kelas XI
(pembelajaran peserta didik aktif SMA/MA.
mencari makin diperkuat dengan Materi yang dipilih dalam
model pembelajaran pendekatan sains) penelitian pengembangan ini adalah
[4]. kesetimbangan kimia, karena salah
Adanya tuntutan K-13 yang satu meteri pokok pada mata pelajaran
menitikberatkan pada pembelajaran kimia yang bersifat abstrak dan sering
berpusat pada peserta didik dengan menyebabkan miskonsepsi pada
pendekatan sains, perlu adanya media peserta didik adalah materi
pembelajaran yang sesuai dengan kesetimbangan kimia. Beberapa
tuntutan tersebut. Lembar Kerja Siswa kesalahan konsep pada pokok bahasan
(LKS) merupakan salah satu media kesetimbangan kimia, yaitu (1)
pembelajaran yang dapat berfungsi keadaan kesetimbangan akan tercapai
untuk meningkatkan keterlibatan jika konsentrasi pereaksi sama dengan
siswa dalam proses pembelajaran. konsentrasi hasil reaksi, (2) tidak

3
dapat mengkaitkan nilai K dengan laboratory or in the naural
komposisi kimia saat kesetimbangan, environment) as distinguished from
(3) pada suhu tetap penambahan changes by factor not attributable to
padatan atau cairan murni akan training.” Bagi Hilgard belajar
menggeser kesetimbangan heterogen; merupakan proses perubahan melalui
(4) tidak dapat menentukan pengaruh kegiatan atau prosedur latihan baik
dari suatu gangguan terhadap latihan di dalam laboratorium maupun
kesetimbangan; (5) penambahan dalam lingkungan ilmiah [6].
katalis akan meningkatkan nilai K [5]. Salah satu bukti bahwa
B. Tujuan seseorang telah melakukan kegiatan
Tujuan penelitian ini adalah belajar ialah adanya perubahan
sebagai berikut. tingkah laku pada orang tersebut, yang
1. Mengembangkan lembar kerja sebelumnya tidak ada atau tingkah
siswa berbasis student centered lakunya masih lemah atau kurang [7].
pada materi kesetimbangan kimia Pembelajaran adalah kegiatan
yang dapat digunakan sebagai belajar mengajar ditinjau dari sudut
sumber belajar peserta didik kelas kegiatan siswa, berupa pemberian
XI SMA/MA. pengalaman belajar siswa yang
2. Mengetahui kualitas lembar kerja direncanakan guru untuk membangun
siswaberbasis student centered pengetahuan baru dan siswa dapat
untuk pembelajaran kimia pada mengaplikasikannya [8].
materi kesetimbangan kimia Konsep pembelajaran Ilmu
sebagai sumber belajar peserta Pengetahuan Alam (IPA) menekankan
didik kelas XI SMA/MA yang pada pengalaman langsung untuk
telah dikembangkan berdasarkan mengembangkan kompetensi agar
penilaian oleh lima guru kimia peserta didik mampu “mencari tahu”
SMA/MA. dan “berbuat”, hal ini akan membantu
KAJIAN PUSTAKA peserta didik untuk memperoleh
Hilgard mengungkapkan: pemahaman yang lebih mendalam [9].
“Learning is the process by which an Dalam pembelajaran di tingkat
activity originates or changed through Sekolah Menengah Atas (SMA), ilmu
training procedurs (wheter in the pengetahuan alam terdiri atas tiga

4
cabang ilmu yang saling berkaitan OHP, petunjuk praktikum, dan media
yaitu kimia, fisika, dan biologi. pembelajaran lain [12].
Hakikat ilmu kimia mencakup Lembar Kerja Siswa, yaitu
dua hal, yaitu kimia sebagai produk materi ajar yang sudah dikemas
dan kimia sebagai proses. Kimia sedemikian rupa, sehingga peserta
sebagai produk meliputi sekumpulan didik diharapkan dapat mempelajari
pengetahuan yang terdiri atas fakta, materi ajar tersebut secara mandiri
konsep, dan prinsip kimia [10]. [13].
Student Centered Learning METODE PENELITIAN
(SCL) merupakan suatu model Prosedur pengembangan pada
pembelajaran yang menempatkan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis
peserta didik sebagai pusat dari proses student centered pada materi
belajar. Pembelajaran yang berpusat kesetimbangan kimia didasarkan pada
pada siswa adalah proses belajar prosedur pengembangan menurut Borg
mengajar berdasarkan kebutuhan dan dan Gall yang telah dimodifikasi.
minat siswa. Model pembelajaran Prosedur pengembangan pada
yang berpusat pada peserta didik penelitian ini memiliki empat tahapan,
dirancang untuk menyediakan sistem yakni: Tahap Analisis, Tahap
belajar yang fleksibel sesuai dengan Perencanaan Pengembang, Tahap
kehidupan dan gaya belajar siswa [11]. Pelaksanaan Pengembangan, Tahap
Proses belajar-mengajar pada Penilaian dan Revisi Produk.
hakikatnya adalah proses komunikasi, Instrumen yang dipakai dalam
yaitu proses penyampaian pesan dari penelitian pengembangan ini adalah
sumber pesan melalui saluran/media angket tertutup, yang sudah disediakan
tertentu ke penerima pesan. Segala jawabannya sehingga responden
jenis media yang dipergunakan dalam tinggal memilih. Bentuk angket dalam
proses belajar-mengajar disebut media penelitian ini adalah check list dan
pembelajaran. rating scale (skala bertingkat), check
Jenis media pembelajaran yang list merupakan sebuah daftar, dimana
biasa digunakan dalam proses responden tinggal membubuhkan
pembelajaran antara lain buku tanda cek (√) pada kolom yang sesuai
pelajaran, lembar kerja siswa (LKS), [14]. Dalam instrumen ini terdapat tiga

5
aspek penilaian dan dijabarkan ke Keterangan:
X = skor empiris
dalam 30 kriteria penilaian.
X i (Rerata ideal) = 1/2 (skor maksimum
Penjabaran dan masing-masing aspek ideal + skor minimum ideal)
SBi(Simpangan baku ideal) = 1/6 (skor
tersebut diadaptasi dari instrument maksimum ideal – skor minimum ideal)
penilaian Syifa Fathya Leonita (2014)
(3) Mengubah skor rata-rata tiap aspek
[15].
yang berupa data kuantitatif menjadi
Data yang diperoleh dari hasil
kriteria kualitatif seperti Tabel 2 [16].
penelitian disajikan dalam bentuk
HASIL DAN DISKUSI
tabel data yang diperoleh dengan
Penelitian pengembangan ini
tahap-tahap sebagai berikut: (1)
telah menghasilkan produk Lembar
Pengubahan nilai, hasil penilaian dari
Kerja Siswa (LKS) berbasis student
reviewer berupa data kualitatif diubah
centered pada materi kesetimbangan
menjadi data kuantitatif dengan
kimia. LKS ini berisi tiga materi
ketentuan SB (sangat baik) skor 5, B
pokok kesetimbangan kimia, yaitu
(baik) skor 4, C (cukup) skor 3, K
reaksi bolak-balik dan kesetimbangan
(kurang) skor 2, dan SK (sangat
kimia, hukum kesetimbangan kimia
kurang) skor 1. (2) Penghitungan skor
dan tetapan kesetimbangan (K), dan
rata-rata, dengan rumus:
pergeseran kesetimbangan. Struktur
∑𝑋
X= LKS ini meliputi (1) judul LKS, (2)
𝑛
Dengan:X = skor rata-rata, ∑X = tujuan pembelajaran, (3) pendahuluan
jumlah skor, dan n= jumlah atau teori, (4) alat dan bahan, (5)
penilaian
Tabel 2. Kriteria Kategori Penilaian prosedur kegiatan (6) pertanyaan, dan
Ideal (7) kesimpulan.
No Rentang Skor Katergori
(i) Penilaian Lembar Kerja Siswa

1. X > X i + 1,8 Sangat Baik berbasis student centered dilakukan


SBi (SB)
terhadap 3 aspek, yaitu aspek
X i + 0,6 SBi<X
2. Baik (B) kelayakan LKS (terdiri atas sub aspek
≤ X i + 1,8 SBi
X i - 0,6 SBi<X cakupan materi, kebenaran dan
3. Cukup (C)
≤ X i + 0,6 SBi ketepatan konsep student centered,
X i - 1,8 SBi<X kelayakan isi, dan sajian), aspek
4. Kurang (K)
≤ X i - 0,6 SBi kebahasan (lugas), dan aspek
Sangat
5. X ≤ X i 1,8 SBi kegrafisan. Penilaian kualitas LKS
Kurang (SK)

6
dilakukan oleh 5 reviewer yaitu guru pada materi kesetimbangan kimia
kimia SMA/MA. Berdasarkan berdasarkan penilaian reviewer
penilaian dari 5 reviewer tersebut, adalah sangat baik (SB). Dengan
kualitas Lembar Kerja Siswa berbasis demikian LKS ini layak dijadikan
student centered secara keseluruhan sebagai salah satu sumber belajar
adalah sangat baik (SB). Grafik pada materi kesetimbangan kimia
kualitas LKS tiap aspek penilaian untuk kelas XI SMA/MA semester
dapat dilihat pada Gambar 1. satu.
DAFTAR PUSTAKA
120
91,6 105
Xi + 1,8 Sbi 1. TIMMS & PIRLS. (2011). Science
100 88,2 Skor rata-rata Achievement and Reading
80 Skor maksimal ideal Achievement. Diakses dari
timssandpirls.bc.edu pada tanggal
60 12 Juli 2016, Jam 10.00 WIB.
40 25,8 2. OECD. (2014). PISA 2012
25,2 30
12,8 Results: What Students Know and
20 12,6 15 Can Do (Student Performance in
0 Mathematics, Reading and Science
KELAYAKAN KEBAHASAAN KEGRAFISAN Volume 1). Ebook. Diakses dari
LKS
oecd-ilibrary.org pada tanggal 12
Gambar 1. Grafik Kualitas LKS Tiap Juli 2016, Jam 10.45 WIB.
3. Undang-Undang (UU) Republik
Aspek Penilaian. Indonesia Nomor 20 Tahun 2003
SIMPULAN Tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
Berdasarkan kesesuaian antara 4. Peraturan Menteri Pendidikan dan
hasil penelitian dengan rumusan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 69 Tahun 2013 Tentang
masalah, dapat disimpulkan bahwa: Kerangka Dasar dan Struktur
1. Lembar Kerja Siswa (LKS) Kurikulum Sekolah Menengah
Atas/Madrasah Aliyah.
berbasis student centered untuk 5. Muh. Afturizaliur Adaminata & I
pembelajaran kimia pada materi Nyoman Marsih. (2011). Analisis
Kesalahan Konsep Siswa SMA
kesetimbangan kimia sebagai pada Pokok Bahasan
sumber belajar peserta didik kelas Kesetimbangan Kimia. Prosiding,
Simposium Nasional Inovasi
XI SMA/MA telah berhasil Pembelajaran dan Sains 2011
dikembangkan dengan model (SNIPS 2011). Bandung: ITB.
6. Wina Sanjaya. (2006). Strategi
pengembangan prosedural. Pembelajaran Berorientasi
2. Kualitas Lembar Kerja Siswa Standar Proses Pendidikan.
Jakarta: Prenada Media Group.
(LKS) berbasis student centered

7
13. A diP iorvo (20ll).Pr'{nz,
j,u ilttrn .ldr P.hh.Lqaru" Krtutil:\tathr R.hn,lt
hk^\t 4,ttux.i 1,kl kt, M! kxl.
Mnlydi,\dar.dkk (200i1 Plnth.lljtttrt !4r! Mt otiktu
sLat ?si Br lr4r t tltncuj(t L in i(. ,l/?,r,.,,,rgk, YogFknm:
Depdemen Pcnd iku NNional 14. Suh.6i i Arikmio. (2010).
(DeDdihEr. (2014). Molc/ Pi1,tuh| Ptneliii. ,: S'ant
PnhcLtjon t larant IPA Pltn?k n t Ptlklik. tak^@:
Di&ses d.n s$r.scnbd can,
pidx ranggrl ll lulilOl6.Jar 15. Sjrlh Fdhyx Leonirr (l0lJ).
Pci sch bangrn Le mhr r Kegiarin
snsnvi S. (200?). P.,/.1.r,/ Siswa (LKS)BcR)nerhsi
PcNlckrkn lrzrl.,,sr/,r'r,.s prda
Ptrtbll jt rt Ktri] n,tart K.nscp llukln Faftday. Jt ,lxi
Diakscs drifile upiedu pada Jakano: rikolras Ilmu Trbiyah
rdn:gal L2 Juli 20r6, Jan t0 00 datr Kcguru{n UIN Srnril

lt. Ocma' Hdb.lik {2011) r, rr.T 16 Eto Pntre wid)oko. (2009).


Rlklir. ]:Lttgt4 | J^kMa Btn\ htlnri Pn,sl nrt Panrtu iqur.
Yoglakanr: Pusdka Pclil.r
NaDoSudj{n. &Almrd Riei
QAt\).Mettu Pansi trl
BaDdu!: S imr B.ru lldsindo

\niler inid srtri iun l.dirclhn[ n Ani*cl im rcldhdnevie$ orehPcngLii


oleh Pembmbift pda bnlpil Uhm{ Ed. radslal.9. i{q!ud. ,rlb

Pol . K Pbdi.{nrosa. Ph.D


NIP. 19601023 10350r r 002