Anda di halaman 1dari 4

TOR (TERM OF REFRENCE)

KEGIATAN KAMPANYE HYGIENE SANITASI


DI PUSKESMAS MULYAGUNA
TAHUN ANGGARAN 2018

Satuan Kerja : PUSKESMAS MULYAGUNA


Hasil (Outcome) : Setelah dilakukan Kampanye Hygiene Sanitasi Masyarakat dapat
memahami pentinganya berlaku hidup bersih dan sehat serta
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan dapat menerapkan
kebiasaan cuci tangan pakai sabun setiap hari.
Kegiatan : Kampanye Hygiene Sanitasi
Indikator Kinerja Kegiatan : Jumlah kegiatan yang dilaksanakan melalui dana bantuan
oprasional kesehatan (BOK)
Jenis Keluaran (Outout) : Kampanye Hygiene Sanitasi
Volume Keluaran : 1 (Satu)
Satuan Ukur Keluaran : Dokumen

A. Latar Belakang
1. Dasar Hukum
a. Undang-undang nomor 23 tahun 1992 t tahun entang kesehatan
b. Undaan-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah
c. Peraturan pemerintah nomor 55 tentang dana perimbangan
d. Peraturan pemerintah nomor 58 tahun 2005 tentang pengelalaan keuangan daerah
e. Peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 75 tahun 2014 tentang pusat
kesehatan masyarakat.
f. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan (Bab II pasal 4, 5, 6, 7, 8, 9 mengatur
tentang Sanitasi Pangan dan pasal 10 s/d 12 tentang Bahan Tambahan Pangan).
g. Kepmenkes Nomor 942 Tahun 2003 tentang Pedoman Persyaratan Hygiene Sanitasi
Makanan Jajanan.
h. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1991 tentang Penangulangan Wabah Penyakit
Menular.
i. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2269/Menkes/Per/XI/2011 tentang Pedoman
Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun
2011 Nomor 755).
j. Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 193);
2. Gambaran Umum
Puskesmas Mulya Guna terletak di desa Mulya Guna Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten
Ogan Komering Ilir ( OKI ),Dengan jarak sekitar 29 Km dari ibukota Kabupaten OKI,
Kayuagung dan sekitar 14 Km dari Kecamatan Teluk Gelam.
Luas wilayah kerja Puskesmas Mulyaguna + 54,85 Km. Sebelumnya puskesmas bernama
Pustu ( Puskesmas Pembantu ) Mulyaguna. Pustu Mulyaguna dibangun pada tahun 1998 dan
dilakukan rehab pada 2010. Sejak terjadi pemekaran wilayah tahun 2016 berganti menjadi
Puskesmas Mulyaguna ( SK BUPATI OGAN KOMERING ILIR Nomor
:128/KEP/D.KES/2016 ) .Luas tanah Puskesmas Mulyaguna + 4000 m2,luas bangunan + 270,5
m2. Batas Wilayah kerja Puskesmas Mulyaguna
a. Sebelah Utara : Berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas
Pedamaran
b. Sebelah Barat : Berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas
Pedamaran
c. Sebelah Timur : Berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas
Tugumulyo
d. Sebelah Selatan : Berbatasan dengan wilayah kerja puskesmas
Sugihwaras
Mencuci tangan adalah menggosok air dengan sabun secara bersama-sama seluruh kulit
permukaan tangan dengan kuat dan ringkas kemudian dibilas dibawah aliran air (Larsan, 1995)
Hingga saat ini, masih banyak sekali anak-anak Indonesia yang meninggal karena diare,
juga juga anak-anak yang kurang gizi karena cacingan. Selain itu, masih ada pula anak dan orang
dewasa yang tertular dan meninggal karena terinveksi virus flu burung. Padahal, dengan
melakukan perilaku sederhana, cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebenarnya sudah dapat
mengurangi risiko tertular penyakit-penyakit tersebut. Data WHO menunjukkan, perilaku
CTPS mampu mengurangi angka kejadian Diare sebanyak 45 persen. Telah dibuktikan juga
bahwa CTPS dapat mencegah penyebaran penyakit kecacingan, serta mampu menurunkan kasus
infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) dan Flu Burung hingga 50 persen. Sanitasi penting, karena
turut menyelamatkan jiwa
Menurut Dr. Wani Devita Gunardi, SpMK, ahli mikrobiologi dari Eka Hospital yang
menjadi nara sumber dalam acara konferensi pers dalam rangka menyambut Hari Cuci Tangan
Sedunia (Global Handwashing Day), cara mencuci tangan seperti ini lebih efektif untuk:
a. Menurunkan kasus penyakit diare sebanyak 31%.
b. Mengurangi angka kesakitan akibat diare pada pasien imunokompromis hingga 58%.
c. Menurunkan penyakit ISPA sampai 45%.
d. Dan 0.5-0.8 per mil kasus hidrocephalus dan 1% kasus kelainan jantung bawaan diketahui
berhubungan dengan kebersihan diri dan lingkungan di saat hamil yang bisa dicegah dengan
kebiasaan CTPS.
Puskesmas Mulyaguna dalam memberikan pelayanan kesehatan masyrakat dengan Visi
“Menjadi Pilihan Pelayanan Kesehatan Menuju Masyarakat Hidupp Bersih dan Sehat dan
Misi :
a. Menggerakkan Pembangunan berwawasan Kesehatan.
b. Mendorong Kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat
c. Menyelenggarakan Peningkatan Managemen Pelayanan Kesehatan
d. Memelihara dan meningkatkan kesehatan Per orangan, Keluarga dan masyarakat
beserta Lingkungan

Grand strategi Depkes yang banyak berhubungan dengan penyelengaraan program


dilingkungan Ditjen Bina Kesmas adalah grans strategi 1dan 2.
Penjabaran / orasionaliasasi grand strategi yang ke-2 (dua) : Meningkatkan akses
pelayanan kesehatan Puskesmas yang meliputi program prioritas utama : kesehatan ibu, anak,
perbaikan gizi , kesehatan kerja, revitalisasi puskesmas, revitalisasi posyandu, pelayanan
kesehatan daerah terpencil \, daerah tertinggal, daerah perbatasan, dan daerah kepulauan telah
dibahas/ diperdalam dalam pertemuan Perencanaan Program Kesmas pada tahun sebelumnya.
Demikian juga penjabaran grand strategi 1 (satu) yaotu : Penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat untuk hidup sehat, khususnya peningkatan dan pembinaan UKBM / Posyandu telah
dibahas dalam pertemuan tersebut . Selain pengembangan UKBM / Posyanfu, dalam grand
strategi 1 (satu) terdapat kebijakan baru yaitu pengembangan Desa Siaga/ Pos Kesehatan Desa
(poskesdes)
Program-program kesehatan mesyarakat tersebut harus dijalankan dengan komitmen
penuh para pelaksanya. Oleh karena itulah, dierlukan suatu wadah untuk mengkoordinaiakan para
pihak yang terkait dengan program-program kesehatan masyarakat tersebut agar program-
program kesehatan masyarakat yang telah disusun dapat berjalan dengan bail.

B. Penerima Manfaat
Masyarakat

C. Jenis Kegiatan
: Kampanye Hygiene Sanitasi

D. Strategi Pencaapaian Keluaran


1. Metode Pelaksanaan :
a. Penyuluhan mengenai Hygiene Sanitasi
b. Domonstasi 7 langkah cuci tangan yang baik dan benar
2. Tahapan dan waktu pelaksanaan :
a. Persiapan administrasi, materi dan pelaporan
b. Waktu pelaksanaan Kampanye Hygiene Sanitasi( Cuci Tangan Pakai Sabun) dilaksanakan
pada bulan April tahun 2018
c. Pelaksanaan kegiatan tertuang pada POA kegiatan bulanan.

E. Pembiayaan
Pembiayaan kegiatan bantuan operasional kesehatan ( BOK ) melalui dana alokasi khusus ( DAK )
Non Fisik Dinas Kesehatan Kabupaten OKI Tahun 2018 yang telah di alokasikan ke Puskesmas
Mulyaguna Kecamatan Teluk Gelam.
Kayuagung, April 2018
Pimpinan Puskesmas Mulyaguna

DORIS , SKM
NIP. 19800412 200003 1 002