Anda di halaman 1dari 7

PELAYANAN KEROHANIAN PASIEN

UNTUK SEMUA AGAMA

No. Dokumen : No. Revisi: Halaman:

001/KH/03/13 0 /
Tanggal terbit: Ditetapkan oleh Plt Direktur Utama

Prosedur Tetap

...............2013 Dr. Khrisna Nugraha Widjaja


Pelayanan pendampingan atau bimbingan Rohani yang bersifat
memperbaiki (reparative), menopang, memulihkan dalam konflik
dan penderitaan paling dalam dan kritis yang dialami oleh pasien dan
PENGERTIAN
keluarga sehingga dimampukan memahami arti dan makna hidup
serta menginterpretasikan sesuai dengan nilai-nilai dan
keyakinannya.
Sebagai acuan penerapan langkah – langkah dalam melaksanakan
TUJUAN pelayanan pendampingan rohani atau bimbingan rohani bagi pasien
rawat inap yang membutuhkan.

KEBIJAKAN SK Direktur Utama No........tahun 2013 tentang Kebijakan Pelayanan


Kerohanian Pasien.
A. Pelayanan kunjungan pasien baru rawat inap:

1. Semua petugas/pelayan rohani mengidentifikasi dan mencatat


semua pasien baru rawat inap berdasarkan informasi dari
komputer dan ruang keperawatan setiap hari.
2. Berdasarkan data di atas, petugas kerohanian mengunjungi pasien
dengan prioritas pasien baru, pra oprasi dan pasien terminal di
PROSEDUR ruang perawatan masing-masing pasien.
3. Petugas melakukan cuci tangan sebelum bersentuhan dengan
pasien.
4. Petugas kerohanian mengecek kembali kebenaran identitas pasien
yang bersangkutan dengan menayakan nama dan tanggal lahir
pasien.
5. Petugas kerohanian selanjutnya menyapa, meneguhkan dan

1
PELAYANAN KEROHANIAN PASIEN
UNTUK SEMUA AGAMA

No. Dokumen : No. Revisi: Halaman:

001/KH/03/13 0 /
Tanggal terbit: Ditetapkan oleh Plt Direktur Utama

Prosedur Tetap

...............2013 Dr. Khrisna Nugraha Widjaja


mendengarkan semua yang diungkapkan oleh para pasien dan
keluarga yang dikunjungi
6. Bila dalam proses pendampingan ada kasus psikologi dan
spiritual, petugas rohani akan menginformasikan kepada kepala
ruang (untuk kerjasama pendampingan) dan dilanjutkan dengan
pendampingan lanjutan setelah 2 – 3 hari pasien dalam perawatan.
7. Petugas kerohanian menawarkan pelayanan doa bila pasien dan
keluarga bersedia.
8. Apabila pasien/keluarga berkenan didoakan, maka sebelum
petugas mengakhiri kunjungan akan mendoakannya.
9. Petugas kerohanian melakukan cuci tangan kembali setelah
memberikan pelayanan rohani kepada pasien dan keluarga.
PROSEDUR 10. Petugas kerohanian membuat laporan hasil pendampingan di
dalam buku laporan harian.

B. Pelayanan Kerohanian Pre Oprasi

1. Setiap pagi, petugas kerohanian ( sesuai jadwal ) mencatat semua


pasien yang akan dioperasi. Informasi daftar pasien operasi
tertulis di papan program opaerasi di kamar bedah.
2. Petugas kerohanian mengunjungi pasien yang akan dilakukan
tindakan operasi di ruang rawat inap pasien.
3. Petugas melakukan cuci tangan sebelum bersentuhan dengan
pasien yang akan dilayani.

2
PELAYANAN KEROHANIAN PASIEN
UNTUK SEMUA AGAMA

No. Dokumen : No. Revisi: Halaman:

001/KH/03/13 0 /
4. Petugas kerohanian menyapa, menguatkan, mensupport dan
mendoakan pasien tanpa membedakan agama pasien agar pasien
merasa nyaman dan siap dalam menjalani operasi
5. Petugas kerohanian melakukan cuci tanagn kembali setelah
melakukan pendampingan
6. Petugas kerohanian membuat catatan mengenai proses pelayanan /
pendampingan rohani yang telah diberikan di dalam catatan
terintegrasi dalam rekam medis pasien.
7. Petugas kerohanian membuat catatan pribadi sebagai pelaporan /
dokumentasi

C. Pelayanan Kerohanian Secara Khusus

1. Pasien atau keluarga mengajukan permohonan pelayanan


pendampingan rohani kepada perawat.
PROSEDUR 2. Perawat menyerahkan formulir permohonan pelayanan rohani
kepada pasien / keluarganya untuk diisi.
3. Perawat menyampaikan permohonan pelayanan rohani pasien /
keluarganya kepada bagian kerohanian.
4. Petugas kerohanian mengunjungi pasien di ruang perawatan,
dilanjutkan dengan memperkenalkan diri dan menayakan
kebutuhan pelayanan rohani yang diperlukan.
5. Petugas kerohanian meminta ijin untuk menutup tirai selama
pelayanan (bila dalam kamar kapasitas lebih dari 1 orang).
Pada jam dinas pelayanan akan diberikan oleh petugas
kerohanian rumah sakit namun bila pasien menghendaki
pelayanan rohani diberikan oleh petugas mitra kerja atau
rohaniwan rujukan keluaga, petugas kerohanian rumah sakit akan
menghubungi dan mempersilahkan petugas rohani yang
dimaksud untuk memberik,an pelayanan.

3
PELAYANAN KEROHANIAN
UNTUK SEMUA AGAMA

No. Dokumen : No. Revisi: Halaman:

001/KH/03/13 0 /

6.Petugas kerohanian menandatangani surat permohonan pelayanan


kerohanian dan mengarsipkannya.
7.Petugas kerohanian membuat catatan sebagai pelaporan atau
dokumentasi.

D. Pelayanan Kerohanian Pasien Stadium Terminal

1. Keluarga pasien mengajukan permohonan pelayanan kerohanian


2. Perawat menyerahkan formulir ‘pelayanan kerohanian pasien’
kepada pasien / keluarga pasien untuk diisi
3. Pasien / Keluarga mengisi formulir pelayanan kerohanian,
kemudian menyerahkan kepada perawat
4. Perawat menghubungi petugas kerohanian untuk menindaklanjuti
PROSEDUR
permohonan pelayanan kerohanian pasien tersebut
5. Petugas kerohanian menindaklanjuti permohonan pasien /
keluarga yang akan didampingi dengan mengunjungi pasien dan
menanyakan pelayanan rohani yang dibutuhkan. ( bila pasien /
keluarga menghendaki pelayanan dilakukan oleh rohaniwan
rujukan keluarga petugas rumah sakit akan menyerahkan
pelayanan kepada rohaniwan rujukan keluarga )
6. Petugas kerohanaian memberikan pelayanan pendampingan;
meneguhkan dan membimbing pasien dan keluarga menerima
dan memahami keadaannya.
7. Bila pasien tidak dapat berkomunikasi dikarenakan kondisinya,
maka verifikasi dilakukan kepada keluarga/ pendamping pasien.
8. Apabila pasien meninggal saat diberikan pelayanan, maka

4
PELAYANAN KEROHANIAN PASIEN
UNTUK SEMUA AGAMA

No. Dokumen : No. Revisi: Halaman:

001/KH/03/13 0 /

pelayanan pendampingan rohani dilanjutkan kepada keluarga


pasien yang ada pada saat itu dan diakhiri dengan mendoakan
keluarga.
9.Pelayan kerohanian menandatangani formulir permohonan
keringanan dan mengarsipkannya
10.Petugas kerohanian membuat catatan pelayanan sebagai
pelaporan/ dokumentasi.

E. Pelayanan Studio

1. Petuas studio/operator mempersiapkan semua materi yang akan


PROSEDUR di sampaikan hari itu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
2. Petugas/operator menyalahkan semua peralatan audio dan video
visual.
3. Operator memastikan semua telah siap, baik materi maupun
peralatan audio dan video visual.
4. Operator memulai pelayanan/siaran dengan menyapa para pasien
dan keluarga kemudian melanjutkan siaran sesuai dengan jadwal
yang telah ditetapkan.
5. Petugas operator akan mengakhiri pelayanan dengan menakhiri
pelayanan dengan permohonan undur diri dan akan kembali pada
pukul 15.30 WIB – 20.00 WIB.

5
PELAYANAN KEROHANIAN PASIEN
UNTUK SEMUA AGAMA

No. Dokumen : No. Revisi: Halaman:

001/KH/03/13 0 1/1

F.Pelayanan Perpustakaan Pasien

1. Petugas menyediakan buku-buku yang akan dipinjamkan


2. Buku-buku yang telah disiapkan di….
3. Pasien memilih buku yang akan dipinjamkan
4. Petugas mencatat buku, nama peminjam dan ruang yang
ditempati
5. Petugas menyerahkan buku yang dipinjam
6. 2 hari kemudian petugas mengambil buku pinjaman dan mencatat
tanggal kembali buku yang dipinjamkan
Petugas membuat laporan perminjaman buku-buku perpustakaan
pasien.
7. Petugas membuat laporan perminjaman buku-buku perpustakaan
PROSEDUR
G. Home Visit

1. Unit-unit perawatan dan petugas kerohanian menyerahkan data


pasien yang perlu pelayanan kunjungan rumah ke bagian
kerohanian
2. Petugas mengecek data pasien yang diterima sebelum melakukan
kunjungan rumah
3. Petugas mengajukan permintaan sarana transportasi ke bagian
transportasi
4. Bagian transportasi menyediakan kendaraan dan driver
5. petugas bersama driver manuju ke rumah pasien
6. petugas memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan
perkunjungan

6
PELAYANAN KEROHANIAN PASIEN
UNTUK SEMUA AGAMA

No. Dokumen : No. Revisi: Halaman:

001/KH/03/13 0 1/1

7. 7.Petugas menayakan perkembangan kopndisi pasiendan


keluargasetelah berada di rumah dilanjutkan dengan memberikan
PROSEDUR dukungan dan bimbimngan.
8. 8.Petugas kemudian mengakhiri perkunjungan dengan mendoakan
pasien dan keluarga. Apabila pasien dan keluarga tidak bersedia
petugas akan berpamitan.

Pendeta RSMR, pendaftaran, unit-unit perawatan, bagian kerohanian,


BAGIAN TERKAIT transportasi, kamar bedah, humas, polilkinik, pasien/keluarga pasien.