Anda di halaman 1dari 13

;MODUL JAVA

A. PERBEDAAN PEMROGRAMAN PROSEDURAL DAN OBJEKTIF


Pemrograman prosedural/ terstruktur : Konsep pemrograman yang memandang sebuah program
sebagai suatu prosedur besar yang kemudian dibagi-bagi lagi menjadi prosedur-prosedur yang lebih kecil
dan saling berinteraksi satu sama lain.
Pemrograman Objek : Konsep yang membagi program menjadi objek-objek yang saling berinteraksi.

B. PENGERTIAN OBJECT ORIENTED PROGRAMMING (OOP)


Dalam difinisi pemrograman berorientasi obyek dikenal adanya kelas dan obyek. Class atau kelas
mendefinisikan karakteristik abstrak dari sesuatu termasuk atribut atau sifat-sifat dari sesuatu dan apa yang
dapat dikerjakan oleh sesuatu (method). Obyek adalah contoh dari kelas yang sudah didefinisikan. Atribut
dan method dari kelas secara otomatis akan menurun pada obyek namun dengan kekhususan. Ada beberapa
konsep penting yang kalian harus pahami dalam pemrograman berorientasi yaitu, abstraksi, enkapsulasi,
inheritance dan polymorphism.
1. Abstraksi adalah pengabstrakan atau penyembunyian kerumitan dari suatu proses
2. Pembungkusan merupakan proses abstraksi secara kode program
3. Pewarisan
4. Polimorfisme

C. PENGENALAN JAVA
Java adalah bahasa pemrograman berorientasi objek (OOP), bukan seperti Pascal yang berbasis
prosedural. Dalam memecahkan masalah, Java membagi program menjadi objek-objek, kemudian
memodelkan sifat dan tingkah laku masing-masing.
Sebagai bahasa pemrograman berorientasi objek, java menggunakan kelas untuk membentuk suatu
objek. Sejumlah kelas sudah tersedia dan Anda dapat menggunakannya dengan mudah, dan bahkan Anda
dapat mengembangkannya lebih jauh melalui konsep pewarisan. Pewarisan adalah salah satu sifat yang ada
pada bahasa pemrograman berorientasi objek, yang memungkinkan sifat-sifat suatu objek diturunkan
dengan mudah ke objek lain.
Java dikembangkan oleh Sun Microsystems pada Agustus 1991, dengan nama semula Oak. Pada
januari 1995, karena nama Oak diangga kurang komersial, maka diganti menjadi Java.
Sun membagi teknologi Java menjadi beberapa bagian, yaitu :
 Enterprise Java (J2EE) untuk aplikasi berbasis web.
 Standar Java (J2SE), ini adalah yang dikenal dengan bahasa Java.
 Micro Java (J2ME), yang banyak dipakai untuk wireless devices/ mobile devices.

D. DASAR BAHASA JAVA


1. Karakter
Elemen terkecil pada pemrograman Java adalah karakter. Yang dimaksud dengan karakter bisa
berupa :
 Huruf (A sampai dengan Z, a sampai z),
 Angka (0 sampai dengan 9),
 Simbol (misalnya * dan !), dan
 Kode control (misalnya newline)

2. Kata Kunci
Java memiliki sejumlah kata yang bermakna khusus. Kata-kata seperti ini digolongkan sebagai kata kunci
atau kata tercadang. Kata kunci tidak dapat digunakan sebagai pengenal. Berikut adalah daftar beberapa
kata kunci pada Java :
abstract const float interface
boolean continue for long
break do goto native
byte double if new
case else implements null
catch extends import package
char final instanceof private
class finally int protected
public super throw while
return switch throws
short synchronized try
static this void

3. Pengenal
Pengenal (Identifier) adalah nama yang diciptakan oleh pemrograman dan digunakan di dalam program
untuk memberi nama kelas atau variable pada program.
Aturan pemberian nama pengenal pada Java adalah sebagai berikut :
 Karakter pertama berupa huruf, tanda garis bawah (_), atau tanda dolar ($).
 Karakter kedua dan seterusnya dapat berupa sembarang huruf atau angka.
 Panjang pengenal bebas (bisa berapa saja).
 Huruf kapital dan huruf kecil diperlakukan berbeda.

Contoh :
Pengenal yang Valid Keterangan
X Berbeda dengan x
$_99 Awalan $ diperkenankan
_nama Awalan _ diperkenankan
namaYangPanjangSekaligusJugaBolehKok
kuartal_1 Bisa mengandung _ dan angka
2minggu Tidak boleh diawali angka
barang# Tidak boleh mengandung simbol-simbol khusus seperti #
dan *
dua minggu Tidak boleh mengandung spasi
Super Tidak diperkenankan karena termasuk kata kunci

Catatan :
Untuk mendukung makna yang jelas, penggunaan lebih dari satu kata bisa dilakukan. Untuk variabel,
kata pertama diawali dengan huruf kecil dan kata-kata berikutnya diawali dengan huruf kapital. Misal :
jumlahBarang, persegiPanjang, LuasLingkaran, dll.

4. Operator dalam Java


Operator adalah simbol atau karakter khusus yang digunakan dalam suatu ekspresi untuk
menghasilkan suatu nilai. Java menyediakan sejumlah kelompok operator, salah satunya yakni :
a. Operator aritmatika
Operator Keterangan
+ Tanda plus untuk penjumlahan
- Tanda minus untuk pengurangan
* Tanda kali untuk perkalian
/ Tanda garis miring untuk pembagian
% Tanda persen untuk sisa pembagian (mod)

b. Operator penggabungan
Pada Java, operator + juga dapat dikenakan pada string. Gunanya adalah untuk menggabungkan
dua buah string menjadi sebuah string baru.
Contoh :
System.out.println (“Nama saya : ” + “Agung”);
Ekspresi :
“Nama saya : ” + “Agung”
sama dengan
“Nama saya : Agung”

c. Operator pembanding
Operator pembanding atau juga disebut operator relasional berguna untuk melakukan
pembandingan. Berikut daftar operator pembanding :
Operator Makna Contoh
== Samadengan a == b
!= Tidak samadengan a != b
> Lebih besar dari a>b
< Kurang dari a<b
>= Lebih besar dari samadengan a >= b
<= Kurang dari samadengan a <= b

a. Operator Logika
Operator logika biasa digunakan untuk membentuk suatu keadaan logika (boolean) berdasarkan
sebuah atau dua buah ekspresi kondisi. Java menyediakan tiga buah operator logika :

Operator Makna Contoh


&& dan (a==70) && (b=90)
|| atau (a==70) || (b=90)
! Bukan !(a==70)

5. Tipe Data Primitif di dalam Java


a. Integer (Bilangan Bulat)
Integer merupakan tipe data numerik yang digunakan apabila tidak berurusan dengan pecahan atau
bilangan decimal. Tipe data numerik yang termasuk integer adalah sebagai berikut : Byte, Short, Int,
Long. Meskipun integer terdiri dari beberapa tipe, namun bilangan integer yang biasa digunakan
adalah int, dan bukan byte, short maupun long
b. Floating Point (Bilangan Pecahan)
Floating Point digunakan untuk menangani bilangan desimal atau perhitungan yang lebih detail
disbanding integer. Ada dua macam floating point, yaitu : float dan double.
c. Char
Char adalah tipe untuk menyatakan sebuah karakter yang didefinisikan dengan diawali dan diakhiri
dengan tanda ‘ ‘ (petik tunggal).
d. Boolean
Dalam Java dikenal tipe data Boolean yang terdiri dari dua nilai saja, yaitu true dan false. Boolean
sangat penting dalam mengevaluasi suatu kondisi.

6. Variabel dan Pendeklarasiannya


Variabel menyatakan suatu lokasi di dalam memori komputer yang digunakan untuk menyimpan
suatu nilai dan nilai yang ada di dalamnya bisa diubah. Adapun pengertian variabel secara singkat yaitu
container (wadah) yang digunakan untuk menyimpan suatu nilai pada sebuah program dengan tipe
tertentu
Variabel yang digunakan dalam program Java perlu dideklarasikan. Bentuk pendeklarasian variabel di
dalam Java :
tipe namaVariabel;
Contoh :
Variabel Keterangan
int jumlahBarang Variabel jumlahBarang bertipe int
float bilPecahan Variabel bilPecahan bertipe float
char huruf Variabel huruf bertipe char
boolean jenisKelamin Variabel jenisKelamin bertipe Boolean
String kalimat Variabel kalimat bertipe String

Pendeklarasian dua buah variabel bisa dilakukan seperti berikut :


tipe namaVariabel1, namaVariabel2;
Contoh:
int bilanganJ, bilanganK;
Pada contoh di atas, bilanganJ maupun bilanganK bertipe int.
7. Memberikan Nilai Terhadap Variabel
Setelah variabel dideklarasikan, variabel dapat diberi nilai. Caranya adalah dengan menggunakan
operator = . Penulisannya adalah sebagai berikut :

variabel = nilai;
Contoh:
Penugasan Keterangan
jumlahBarang = 10; Variabel jumlahBarang diisi dengan bilangan bulat 10
huruf = ‘A’; Variabel huruf diisi dengan karakter A
Kalimat = “Halo, Desy”; Variabel kalimat diisi dengan string “Halo, Desy”;

Pemberian nilai juga dapat dilakukan saat variabel dideklarasikan. Penulisannya adalah sebagai
berikut :

tipe variabel = nilai;


Contoh:
double PI = 3.14;
int panjang = 4;

8. Komentar
Komentar adalah keterangan di dalam program yang berfungsi untuk memberikan penjelasan atau
informasi kepada pembaca program. Komentar dapat berupa nama pembuat program, tanggal
pembuatan program, fungsi program, atau penjelasan untuk bagian tertentu dalam program. Komentar
dapat dibuat dengan menggunakan pasangan tanda /* */ untuk mengomentari beberapa baris, dan
dapat dibuat dengan menggunakan // untuk mengomentari satu baris.
Contoh komentar untuk beberapa baris:
/* Ini adalah program bintang
Menggunakan pengkondisian dan
Pengulangan */

Contoh komentar untuk beberapa baris:


// Ini adalah sebuah komentar
// Ini adalah sebuah program bintang

9. Gaya Penulisan Program


Umumnya program Java ditulis dengan bentuk seperti ini :

Bentuk 1 :

public class selamatBelajar {


public static void main (String[]args) {
System.out.println(“Selamat Belajar Java”);
}
}

Bentuk 2 :

public class selamatBelajar


{
public static void main (String[]args)
{
System.out.println(“Selamat Belajar Java”);
}
}
10. Memahami program Java
Contoh program Java :
1 //Program Tampil Kata
2
3 public class selamatBelajar {
4 public static void main (String[]args) {
5 System.out.println(“Selamat Belajar Java”);
6 }
7 }

Program di atas diberi nomor, dimaksudkan sebagai acuan untuk menjelaskan program tersebut.
Penjelasan :
 Baris (1) menyatakan suatu komentar
 Baris (3) merupakan bagian untuk mengawali pendefinisian kelas bernama selamatBelajar. Definisi
kelas berupa suatu blok, yang diawali dengan simbol { dan diakhiri dengan }. Blok ini dimulai pada
baris (3) dan berakhir pada baris (7). Kelas ini memiliki sebuah metode bernama main().
 Definisi main() terdapat pada baris (4) hingga (6). Perlu diketahui bahwa main() adalah metode yang
akan dijadikan sebagai awal pengeksekusian aplikasi Java. Source code yang terdapat pada metode
inilah yang akan dieksekusi pertama kali.
 Metode main() didefinisikan sebagai public static void. Kata kunci public menyatakan bahwa
metode ini bisa dipanggil dari mana saja (baik dari dalam kelas itu sendiri maupun dari luar kelas).
Kata kunci void menyatakan bahwa metode ini tidak memberikan nilai balik.

E. PENYELEKSIAN KONDISI DAN PERULANGAN


Pada Java, dikenal struktur kontrol, baik struktur kontrol percabangan (pengkondisian) maupun
perulangan (looping). Struktur kontrol percabangan (pengkondisian) digunakan untuk menyeleksi kondisi
data bernilai benar atau salah dengan statement IF. Jika kondisi benar, maka akan dicetak nilai yang sesuai.
Jika kondisi tidak terpenuhi, maka akan dicetak nilai sebaliknya.
Untuk struktur kontrol perulangan digunakan statement For dan While selama kondisi terpenuhi.
Statement For berfungsi mengulang proses sesuai dengan kondisi yang diberikan, sedangkan statement
While berfungsi mengulang proseshingga kondisi terpenuhi.

1. Pengkondisian (Conditional)
Conditional merupakan suatu pengaturan alur program berdasar kondisi boolean yang dijadikan
patokan.

Bentuk Umum If Bentuk Umum If Else If Bentuk Umum Switch


if (kondisi) if (kondisi1) switch (ekspresi)
{ { {
Blok pernyataan benar Blok pernyataan benar case <nilaivariabel1> : <blok pernyataan>; break;
} } case <nilaivariabel2> : <blok pernyataan>; break;
else else if (kondisi2) case <nilaivariabel3> : <blok pernyataan>; break;
{ { default : <blok pernyataan>; break;
Blok pernyataan salah Blok pernyataan salah }
} }
else if (kondisi3) Keterangan :
{ Fungsi break adalah untuk menghentikan eksekusi
Blok pernyataan salah sebuah blok program
}
else
{
Blok pernyataan salah
}
2. Pengulangan (Looping)
Looping adalah perulangan suatu blok kode program berdasar kondisi yang ditentukan sampai tercapai
kondisi untuk menghentikannya. Setiap perulangan memiliki empat bagian, yaitu :
 Inisialisasi : variabel yang digunakan untuk keadaan awal perulangan
 Badan program : pernyataan yang ingin kita ulangi
 Iterasi : program yang kita jalankan setelah badan program
 Terminasi : pernyataan boolean yang diperiksa setiap kali selama perulangan untuk melihat apakah
sudah waktunya menghentikan eksekusi. Pada Java dikenal tiga macam bentuk perulangan, yaitu : while,
do-while, for.

Bentuk Umum While Bentuk Umum Do While Bentuk Umum For


while (kondisi) do for (inisialisasi; kondisi; nilai increment/decrement)
{ { {
Blok pernyataan Blok pernyataan Blok pernyataan
} } }
while (kondisi)
Keterangan :
Kondisi/batasan yaitu berapa banyak kita melakukan
pengulangan
Increment yaitu pertambahan, misal a++, artinya nilai
a=a+1
Decrement yaitu pengurangan, misal a-- artinya nilai
a=a-1

1. Contoh Penggunaan Statement If


//Source code dengan nama file contohIf.java
class contohIf
{
public static void main(String[]args)
{
int a=1;

if (a==0)
{
System.out.println ("variabel bernilai 0");
}
else
{
System.out.println ("variabel bukan bernilai 0");
}
}
}

Hasil dari program diatas :


variabel bukan bernilai 0

2. Contoh Penggunaan Statement If Else If


//Source code dengan nama file contohIfElseIf.java
class contohIfElseIf
{
public static void main(String[]args)
{
int x=1, y=8;

if (x<5)
{
System.out.println ("Hasilnya adalah nilai x lebih kecil dari 5");
}
else if (y<5)
{
System.out.println ("Hasilnya adalah nilai y lebih kecil dari 5");
}
else
{
System.out.println ("Tidak ada di daftar kondisi");
}
}
}

Hasil dari program diatas :


Hasilnya adalah nilai x lebih kecil dari 5
Tidak ada di daftar kondisi

3. Contoh Penggunaan Statement SWITCH


//Source code dengan nama file contohSwitch.java
class contohSwitch
{
public static void main(String[] args)
{
int a=4 ;
switch(a)
{
case 1 : System.out.println("Satu");break;
case 2 : System.out.println("Dua");break;
case 3 : System.out.println("Tiga");break;
case 4 : System.out.println("Empat");break;
case 5 : System.out.println("Lima");break;
default : System.out.println ("Angka bernilai lebih dari lima");break;
}
}
}

Hasil dari program diatas :


Empat

4. Contoh Penggunaan Statement WHILE


//Source code dengan nama file contohWhile.java
class contohWhile
{
public static void main(String[] args)
{
int i=0;

while (i<2)
{
System.out.println(“Nama saya adalah Siti”);
i++;
}
}
}

Hasil dari program diatas :


Nama saya adalah Siti
Nama saya adalah Siti
Nama saya adalah Siti

5. Contoh Penggunaan Statement DO WHILE


//Source code dengan nama file contohDoWhile.java
class contohDoWhile
{
public static void main(String[] args)
{
int i=0;
do
{
System.out.print(i);
i++;
}
while (i<10);
}
}

Hasil dari program diatas :

0123456789

6. Contoh Penggunaan Statement FOR


//Source code dengan nama file contohFor.java
class contohFor
{
public static void main(String[]args)
{
for (int i=1; i<=5; i++ )
{
System.out.print( i );
}
}
}

Hasil dari program diatas :


12345

//Source code dengan nama file contohFor2.java


class contohFor2
{
public static void main(String[] args)
{
for (int i =0; i<5 ;i++ ) //untuk baris
{
for (int j=i; j<5 ; j++) //untuk kolom
{
System.out.print ("*"); //cetak bintang
}
System.out.println(); //cetak enter
}
}
}
Hasil dari program diatas :

*****
****
***
**
*

F. ARRAY
Array adalah sekumpulan variabel yang memiliki tipe data yang sama dan dinyatakan dengan nama
yang sama. Array menggunakan indeks integer untuk menentukan urutan elemen-elemennya, dimana
elemen pertamanya dimulai dari indeks 0, elemen kedua memiliki indeks 1, dan seterusnya.
1. Mendeklarasikan Variabel Array
Mendeklarasikan variabel array dengan tipe data yang diinginkan dengan cara yang hampir sama dengan
variabel biasa. Misalnya untuk mendeklarasikan variabel bertipe integer, dapat dilakukan dengan cara :

int[ ] bilangan;
atau
int bilangan[ ];
Jadi perbedaan utama pendeklarasian variabel array dengan variabel biasa adalah tanda kurung [ ] di
akhir tipe data atau di akhir nama variabel.

2. Mendefinisikan Array
Setelah mendeklarasikan array, kita perlu mendefinisikan array, dalam arti menentukan besar array yang
diinginkan. Misalnya :

int []number;
number = new int [100];
number [0]= 23; dst

atau bisa disingkat penulisannya:

int []number = new int [100];


number [0]= 23; dst

Setelah didefinisikan, maka variabel dengan nama bilangan dapat menyimpan 5 nilai integer yang dapat
diakses melalui indeks 0 sampai indeks 4.

3. Contoh Penggunaan Array


// contoh program array dengan bentuk pertama
class contohArray
{
public static void main(String[] args)
{
int[]monthDay = new int [12];
monthDay[0] = 31;
monthDay[1] = 29;
monthDay[2] = 31;
monthDay[3] = 30;
monthDay[4] = 31;
monthDay[5] = 30;
monthDay[6] = 31;
monthDay[7] = 31;
monthDay[8] = 30;
monthDay[9] = 31;
monthDay[10] = 30;
monthDay[11] = 31;

System.out.println ("April memiliki " + monthDay[3]+ " hari");


}
}

Hasil dari program diatas :


April memiliki 30 hari

// contoh program array dengan bentuk kedua


class contohArray2
{
public static void main(String[] args)
{
int[]monthDay = {31,29,31,30,31,30,31,30,31,30,31,30};

System.out.println ("April memiliki " + monthDay[3]+ " hari");


}
}

Hasil dari program diatas :


April memiliki 30 hari

G. KELAS DAN METHOD


1. Kelas
Kelas dapat didefinisikan sebagai cetak biru (blueprint) atau prototype/ kerangka yang mendefinisikan
variabel-variabel (data) dan method-method (perilaku) umum dari sebuah objek tertentu. Kelas pada
Java didefinisikan dengan menggunakan kata kunci class. Struktur penulisan kelas :
class namaKelas
{
Body dari class (isi dari class)
}

2. Method
Metode merupakan bagian dari sebuah objek atau kelas yang telah dideklarasikan sebelumnya. Metode
terdiri dari dua macam :
a. Function : Method yang memiliki nilai balikan ( bisa menggunakan kata apa saja dalam bagian
penamaan method ). Struktur Penulisan Function :
Modifier tipeNilaiBalikan namaMethod (parameter input)
{
Body dari method (isi dari class)
}
Contoh program untuk Function:
class FunctionToy
{
static int c;//bisa diluar void main,tetapi harus ditambah static

public static int tambah(int a, int b)


{
return (a+b);
}

public static int kurang(int a, int b)


{
return (a-b);
}

public static int kali(int a, int b)


{
return (a*b);
}

public static float bagi (float a, float b)


{
return (a/b);
}

public static void main(String[] args)


{
//int c;
float d;

c = tambah (5,2);
System.out.println(c);

c = kurang (5,2);
System.out.println(c);

c = kali (5,2);
System.out.println(c);

d = bagi (5,2);
System.out.println(d);

}
}

Hasil dari program diatas :

7
3
10
2.5

b. Procedure : Method yang tidak memiliki nilai balikan (Selalu menggunakan void). Struktur Penulisan
Procedure :
Modifier static void namaMethod(parameter input)
{
Body dari method (isi dari class)
}

Contoh program untuk procedure :


class contohProcedure
{
public static void perkenalkan(String nama)
{
System.out.println ("Halo nama saya " +nama);
}

public static void main(String []args)


{
perkenalkan("neike");
}
}

Hasil dari program diatas :


Halo nama saya neike

H. KONSTRUKTOR
Konstruktor adalah method yang dipanggil pada saat pembentukan (instansiasi) objek dan berfungsi
untuk memberi nilai inisial pada variabel objek. Konstruktor ini dipanggil pada saat proses instansiasi kelas
menjadi objek. Berikut ini beberapa karakteristik yang dimiliki oleh konstruktor :
a. Method konstruktor harus memiliki nama yang sama dengan nama kelas.
b. Tidak mengembalikan suatu nilai
Method konstruktor tidak dapat dipaksa untuk mengembalikan suatu nilai dengan keyword return.
c. Satu kelas bisa memilii lebih dari satu konstruktor
Contoh program untuk konstruktor :
class contohKonstruktor
{
public void perkenalkan(String nama)
{
System.out.println ("Halo nama saya " +nama);
}

public static void main(String []args)


{
contohKonstruktor k = new contohKonstruktor();
// k --> nama objek
// contohKonstruktor()--> constructor, nama constructor harus sama dg nama kelas

k.perkenalkan("neike");

}
}

Hasil dari program diatas :


Halo nama saya neike

I. INHERITANCE, ENCAPSULATION DAN POLYMORPHISM


1. INHERITANCE (PEWARISAN)
Inheritance adalah proses pewarisan data dan method dari suatu kelas kepada kelas yang lain. Kelas
yang mewariskan disebut Kelas Super (Super Class), sedangkan kelas yang diwariskan disebut subkelas
(Sub Class). Dalam beberapa referensi, kelas super disebut juga Kelas Induk, sementara subkelas sebagai
Kelas Anak

2. ENCAPSULATION
Dalam OOP dikenal prinsip encapsulation (enkapsulasi) adalah cara “membungkus” data dan
method yang menyusun kelas dan menyembunyikannya dari dunia luar sehingga kelas dapat dipandang
sebgai suatu modul. Maksud dari enkapsulasi adalah penentuan aksesibilitas, yaitu apakah method dan
variabel dari suatu kelas dapat dibaca oleh kelas lain.
Mungkin istilah enkapsulasi ini masih agak asing bagi Anda. Istilah ini bila diterjemahkan secara tata
bahasa akan bermakna pengkapsulan. Layaknya sebuah kapsul obat yang berfungsi “membungkus”
serbuk obat menjadi suatu modul kapsul.
Java memiliki tiga modifier yang mengatur aksesbilitas dari suatu unsur, yaitu :
 Public : variabel dan method dapat diakses oleh class manapun
 Protected : variabel dan method hanya dapat diakses oleh class itu sendiri beserta turunannya
 Private : variabel dan method hanya dapat diakses oleh classitu sendiri
Modifier adalah keyword yang digunakan sebagai pelengkap suatu unsur (kelas/method/variabel)
dan berfungsi menjelasknan bagaimana hubungandi antara unsur-unsur tersebut.

Hubungan antara akses dan Inheritance :


Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan pada saat mewariskan method, yaitu :
a. Method yang dideklarasikan public pada suatu superclass harus bersifat public, juga untuk semua
subclass.
b. Method yang dideklarasikan protected pada superclass dapat menjadi protected atau public untuk
subclass, namun tidak bisa menjadi private.
c. Method yang dideklarasikan private tidak dapat diwariskan.

3. POLYMORPHISM
Polymorphism bermakna sesuatu yang memiliki banyak bentuk. Dalam pemrograman, istilah
polymorphism dapat diartikan sebagai modul yang memiliki nama sama, namun memiliki behavior
(tingkah laku) yang berbeda sehingga listing code implementasinya berbeda.

J. SPESIFIKASI HARDWARE UNTUK INSTALASI JAVA