Anda di halaman 1dari 17

INTEGRASI NASIONAL

Setia Firda Nurfita1), Safari Hasan, S. IP, MMRS2)

1)
Ilmu Kesehatan Masyarakat, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri
2)
Staff Pengajar Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri
JL. K.H. Wachid Hasyim no. 65, Kediri, Jawa Timur, Indonesia
Email : setiafirdanurfita91470@gmail.com1) , Safarihasan81@gmail.com2)

Abstrak - Integrasi nasional adalah suatu socio-culture, etymology, economic


proses penyatuan atau pembauran berbagai background into regional unity and the
aspek sosial budaya, etimisitas, latar belakang formation of a nation that must guarantee the
ekonomi ke dalam kesatuan wilayah dan realization of harmony, harmony and balance
pembentukan bangsa yang harus dapat in achieving a common goal as a nation. The
menjamin terwujudnya keselarasan, keserasian driving factor for national integration is the
dan keseimbangan dalam mencapai tujuan historical climate which creates a sense of
bersama sebagai suatu bangsa. Faktor shared fate, the desire to unite the love of the
pendorong integrasi nasional yaitu faklim country among the Indonesian people, to feel
sejarah yang menimbulkan rasa senasib willing to sacrifice for the benefit of the nation
seperjuangan, keinginan untuk bersatu rasa and state. While the negative factors, the vast
cinta tanah air dikalangan Bangsa Indonesia, territory of the country there are threats,
rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa challenges, obstacles, disruptions from abroad,
dan negara. Sedangkan faktor yang heleragan, weak cultural values due to the influence of
wilayah negara yang begitu luas adanya foreign cultures. The development of national
ancaman, tantangan, hambatan, gangguan dari integration can be done through strategies and
luar negeri, lemahnya nilai-nilai budaya approaches, namely the political style of
bangsa akibat pengaruh budaya asing. leadership of the strengths of national political
Pengembangan integrasi nasional dapat ideological institutions and economic
dilakukan melalui strategi dan pendekatan development opportunities.
yaitu gaya politik kepemimpin kekuatan
Keyword : national integration
lembaga-lembaga politik idiologi nasional dan
kesempatan pembangunan ekonomi.

Kata kunci : integrasi nasional 1. PENDAHULUAN


a. Latar belakang
Integrasi berasal dari bahasa
ABSTRAC – Indonesia National integration is inggris “integration” yang berarti
a process of integrating various aspects of kesempurnaan atau keseluruhan.

1
Intergasi sosial dimaknai sebagai Integrasi nasional adalah usaha dan
proses penyesuaian di antara unsur- proses mempersatukan perbedaan
unsur yang saling berbeda dalam perbedaan yang ada pada suatu
kehidupan masyarakat yang memiliki negara sehingga terciptanya
keserasian fungsi. Integrasi sosial keserasian dan keselarasan secara
akan terbentuk apabila sebagian nasional. Seperti yang kita ketahui,
besar masyarakat memiliki Indonesia merupakan bangsa yang
kesepakatan tentang batas-batas sangat besar baik dari kebudayaan
teritorial, nilai-nilai, norma-norma, ataupun wilayahnya. Di satu sisi hal
dan pranata-pranata sosial. Di ini membawa dampak positif bagi
Indonesia istilah integrasi masih bangsa karena kita bisa
sering disamakan dengan istilah memanfaatkan kekayaan alam
pembauran atau asimilasi, padahal Indonesia secara bijak atau
kedua istilah tersebut memiliki mengelola budaya budaya yang
perbedaan. Integrasi diartikan melimpah untuk kesejahteraan
dengan integrasi kebudayaan, rakyat, namun selain menimbulkan
integrasi sosial, dan pluralisme sebuah keuntungan, hal ini juga
sosial. Sementara pembauran dapat akhirnya menimbulkan masalah yang
berarti penyesuaian antar dua atau baru. Kita ketahui dengan wilayah
lebih kebudayaan mengenai berapa dan budaya yang melimpah itu akan
unsur kebudayaan (cultural traits) menghasilkan karakter atau manusia
mereka yang berbeda atau manusia yang berbeda pula sehingga
bertentangan, agar dapat dibentuk dapat mengancam keutuhan bangsa
menjadi suatu sistem kebudayaan Indonesia. Agar penulis tidak
yang selaras (harmonis). Caranya menyimpang jauh dari materi yang
adalah melalui difusi (penyebaran), dibahas, maka penulis ingin
dimana unsur kebudayaan baru menyusun makalah ini secara
diserap ke dalam suatu kebudayaan sistematis. Dalam hal ini penulis
yang berada dalam keadaan konflik ingin membahas mengenai integrasi
dengan unsur kebudayaan tradisional nasional. Agar masyarakat khusunya
tertentu. Cara penanggulangan pelajar maupun mahasiswa dapat
masalah konflik adalah melalui mengetahui betapa pentingnya
modifikasi dan koordinasi dari unsur integrasi nasional bagi bangsa
- unsur kebudayaan baru dan lama. indonesia.
Inilah yang disebut sebagai Integrasi b. Rumusan masalah
Sosial (Theodorson & Theodorson, 1) Apa Pengertian Integrasi
1979 dalam Danandjaja, 1999). Nasional ?

2
2) Apa Pentingnya Integrasi pembentukan suatu identitas
Nasional ? nasional.
3) Apa Maksud dari Pluralitas Menurut J. Soedjati
Masyarakat Indonesia ? Djiwandono, Integrasi nasional
4) Bagaimana Mewujudkan sebagai cara bagaimana kelestarian
Integrasi Nasional di Indonesia persatuan nasional dalam arti luas
? dapat didamaikan dengan hak
c. Tujuan menentukan nasib sendiri.
1) Mengetahui Pengertian Integrasi Menurut Safroedin
Nasional. Bahar,Integrasi nasional adalah
2) Mengetahui Pentingnya mengintegrasikan yang berarti
Integrasi Nasional. membuat untuk atau
3) Mengetahui Maksud dari menyempurnakan dengan jalan
Pluralitas Masyarakat Indonesia. menyatukan unsur-unsur bangsa
4) Mengetahui Mewujudkan yang semula mula terpisah-pisah.
Integrasi Nasional di Indonesia.
d. Tinjauan Pustaka 2. PEMBAHASAN
Menurut Dr. Nazaruddin a. Pengertian Integrasi Nasional
Sjamsuddin, Integrasi nasional Integrasi berasal dari bahasa
merupakan proses penyatuan suatu inggris “integration” yang berarti
bangsa yang mencakup semua aspek kesempurnaan atau keseluruhan.
kehidupannya, yaitu aspek sosial, Intergasi sosial dimaknai sebagai
politik, ekonomi, dan budaya. proses penyesuaian di antara unsur-
Menurut Howard unsur yang saling berbeda dalam
Wriggins,Integrasi nasional adalah kehidupan masyarakat yang memiliki
penyatuan bagian yang berbeda-beda keserasian fungsi. Integrasi sosial akan
dari suatu masyarakat menjadi suatu terbentuk apabila sebagian besar
keseluruhan/kesatuan yang lebih masyarakat memiliki kesepakatan
utuh atau memadukan masyarakat- tentang batas-batas teritorial, nilai-
masyarakat kecil yang jumlahnya nilai, norma-norma, dan pranata-
banyak menjadi satu kesatuan pranata sosial.
bangsa. Di Indonesia istilah integrasi
Menurut Myron Weiner, masih sering disamakan dengan istilah
Integrasi nasional adalah proses pembauran atau asimilasi, padahal
penyatuan dari berbagai kelompok kedua istilah tersebut memiliki
budaya dan sosial ke dalam satu perbedaan. Integrasi diartikan dengan
kesatuan wilayah, dalam rangka integrasi kebudayaan, integrasi sosial,

3
dan pluralisme sosial. Sementara b. Faktor-Faktor Pendorong Integrasi
pembauran dapat berarti penyesuaian Nasional sebagai berikut:
antar dua atau lebih kebudayaan 1) Faktor sejarah yang menimbulkan
mengenai berapa unsur kebudayaan rasa senasib dan seperjuangan.
(cultural traits) mereka yang berbeda 2) Keinginan untuk bersatu di
atau bertentangan, agar dapat dibentuk kalangan bangsa Indonesia
menjadi suatu sistem kebudayaan yang sebagaimana dinyatakan dalam
selaras (harmonis). Caranya adalah Sumpah Pemuda tanggal 28
melalui difusi (penyebaran), dimana Oktober 1928.
unsur kebudayaan baru diserap ke 3) Rasa cinta tanah air di kalangan
dalam suatu kebudayaan yang berada bangsa Indonesia, sebagaimana
dalam keadaan konflik dengan unsur dibuktikan perjuangan merebut,
kebudayaan tradisional tertentu. Cara menegakkan, dan mengisi
penanggulangan masalah konflik kemerdekaan.
adalah melalui modifikasi dan 4) Rasa rela berkorban untuk
koordinasi dari unsur - unsur kepentingan bangsa dan Negara,
kebudayaan baru dan lama. Inilah sebagaimana dibuktikan oleh
yang disebut sebagai Integrasi Sosial banyak pahlawan bangsa yang
(Theodorson & Theodorson, 1979 gugur di medan perjuangan.
dalam Danandjaja, 1999). 5) Kesepakatan atau konsensus
Integrasi nasional adalah usaha nasional dalam perwujudan
dan proses mempersatukan perbedaan Proklamasi Kemerdekaan,
perbedaan yang ada pada suatu negara Pancasila dan UUD 1945, bendera
sehingga terciptanya keserasian dan Merah Putih, lagu kebangsaan
keselarasan secara nasional. Seperti Indonesia Raya, bahasa kesatuan
yang kita ketahui, Indonesia bahasa Indonesia.
merupakan bangsa yang sangat besar c. Faktor-Faktor Penghambat Integrasi
baik dari kebudayaan ataupun Nasional sebagai berikut:
wilayahnya. Di satu sisi hal ini 1) Masyarakat Indonesia yang
membawa dampak positif bagi bangsa heterogen (beraneka ragam)
karena kita bisa memanfaatkan dalam faktor-faktor
kekayaan alam Indonesia secara bijak kesukubangsaan dengan masing-
atau mengelola budaya budaya yang masing kebudayaan daerahnya,
melimpah untuk kesejahteraan rakyat, bahasa daerah, agama yang
namun selain menimbulkan sebuah dianut, ras dan sebagainya.
keuntungan, hal ini juga akhirnya
menimbulkan masalah yang baru.

4
2) Wilayah negara yang begitu luas, budaya di provinsi itu, misalnya
terdiri atas ribuan kepulauan yang adat, tarian daerah, alat musik
dikelilingi oleh lautan luas. khas daerah, dan sebagainya.
3) Besarnya kemungkinan ancaman, 2) Sikap toleransi antarumat
tantangan, hambatan dan beragama, walaupun agama
gangguan yang merongrong kita berbeda dengan teman,
keutuhan, kesatuan dan persatuan tetangga atau saudara, kita
bangsa, baik yang berasal dari harus saling menghormati.
dalam maupun luar negeri. 3) Sikap menghargai dan
4) Masih besarnya ketimpangan dan merasa ikut memiliki
ketidakmerataan pembangunan kebudayan daerah lain,
dan hasil-hasil pembangunan bahkan mau mempelajari
menimbulkan berbagai rasa tidak budaya daerah lain, misalnya
puas dan keputusasaan di masalah masyarakat Jawa atau
SARA (Suku, Agama, Ras, dan Sumatra, belajar menari
Antar-golongan), gerakan legong yang merupakan
separatisme dan kedaerahan, salah satu tarian adat Bali.
demonstrasi dan unjuk rasa. Selain anjungan dari semua
5) Adanya paham “etnosentrisme” di propinsi di Indonesia, di
antara beberapa suku bangsa yang dalam komplek Taman Mini
menonjolkan kelebihan-kelebihan Indonesia Indah juga
budayanya dan menganggap terdapat bangunan tempat
rendah budaya suku bangsa lain. ibadah dari agama-agama
d. Contoh Wujud Integrasi Nasional, yang resmi di Indonesia,
antara lain sebagai berikut: yaitu masjid (untuk agama
1) Pembangunan Taman Mini Islam), gereja (untuk agama
Indonesia Indah (TMII) di Kristen dan Katolik), pura
Jakarta oleh Pemerintah (untuk agama Hindu) dan
Republik Indonesia yang wihara (untuk agama
diresmikan pada tahun 1976. Di Buddha). Perlu diketahui,
kompleks Taman Mini bahwa waktu itu agama
Indonesia Indah terdapat resmi di Indonesia baru 5
anjungan dari semua propinsi di (lima) macam.
Indonesia (waktu itu ada 27 e. Faktor Internal dan Eksternal
provinsi). Setiap anjungan 1. Faktor Internal
menampilkan rumah adat Kesadaran diri sebagai
beserta aneka macam hasil makhluk social tuntutan

5
kebutuhan jiwa dan 2) Akulturasi, yaitu penerimaan
semangat gotong royong. sebagian unsur-unsur asing tanpa
2. Faktor Eksternal menghilangkan kebudayaan asli
Tuntutan perkembangan Integrasi nasional adalah upaya
zaman, persamaan menyatukan seluruh unsur suatu
kebudayaan, sikap bangsa dengan pemerintah dan
toleransi, adanya wilayahnya (saafroedin bahar, 1998).
consensus nilai, adanya “mengintegrasikan berarti membuat
tantangan dar luar. atau menyempurnakan dengan jalan
f. Contoh-Contoh Pendorong Integrasi terpusah-pisah. Menurut howard
Nasional : wrigins (1996), integrasi berarti
1) Adanya rasa keinginan untuk penyatuan bangsa-bangsa yang
bersatu agar menjadi negara yang berbeda dari suatu masyarakat
lebih maju dan tangguh di masa menjadi suatu keseluruhan yang
yang akan datang. lebih utuh atau memadukan
2) Rasa cinta tanah air terhadap masyarakat-masyarakat kecil yang
bangsa Indonesia banyak menjadi suatu bangsa. Jadi
3) Adanya rasa untuk tidak ingin menurutnya, integrasi bangsa
terpecah belah, karena untuk dilihatnya sebagai peralihan dari
mencari kemerdekaan itu adalah banyak masyarakat kecil menjadi
hal yang sangat sulit. suatu masyarakat yang besar.
4) Adanya sikap kedewasaan di h. Tentang integrasi, myron weiner
sebagian pihak, sehingga saat (1971) memberikan lima definisi
terjadi pertentangan pihak ini lebih mengenai integrasi yaitu :
baik mengalah agar tidak terjadi 1) Integrasi menunjuk pada
perpecahan bangsa. proses penyatuan berbagai
5) Adanya rasa senasib dan kelompok budaya dan sosial
sepenanggungan dalam suatu wilayah dan
6) Adanya rasa dan keinginan untuk proses pembentukan identitas
rela berkorban bagi bangsa dan nasional, membangun rasa
negara demi terciptanya kebangsaan dengan cara
kedamaian menghapus kesetiaan pada
g. Bentuk Integrasi Nasional sebagai ikatan-ikatan yang yang lebih
berikut : sempit.
1) Asimilasi, yaitu pembauran 2) Integrasi menunjuk pada
kebudayaan yang disertai ciri khas masalah pembentukan
kebudayaan asli. wewenang kekuasaan nasional

6
pusat diatas unit-unit sosial yang menentukan tingkat integrasi
yang lebih kecil yang suatu bangsa yaitu :
betanggotakan kelompok- 1) Adanya ancaman dari luar
kelompok sosial budaya 2) Gaya politik kepemimpinan
masyarakat tertentu. 3) Kekuatan lembaga - lembaga
3) Integrasi menunjuk pada politik
masalah menghubungkan 4) Ideologi nasional
antara pemerintah dengan 5) Kesempatan pembangunan
yang diperintah. Mendekatkan ekonomi
perbedaan-perbedaan Sunyoto Usman (1998)
mengenai aspirasi dan nilai menyatakan bahwa suatu kelompok
pada kelompok elit dan massa. masyarakat dapat terintegrasi apabila
4) Integrasi menunjuk pada :
adanya konsensus terhadap 1) Masyarakat dapat menentukan
nilai yang minimum yang dan menyepapakati nilai-nilai
diperlukan dalam memelihara fundamental yang dapat
tertib sosial. dijadikan rujukan bersama
5) Integrasi menunjuk pada 2) Masyarakat terhimpun dalam
penciptaan tingkah laku yang unit sosial sekaligus memiliki
terintegrasi dan yang diterima “croos cutting loyality”
demi mencapai tujuan 3) Masyarakat berada saling
bersama. ketergantungan diantara unit-
Sejalan dengan definisi tersebut, unit sosial yang terhimpun di
myron weiner membedakan lima tipe dalamnya dalam memenuhi
integrasi nasional, integrasi wilayah, kebutuhan ekonomi.
integrasi nilai, integrasi elit massa,
dan integrasi tingkah laku (tindakan b. Pentingnya Integrasi Nasional
integratif). Integrasi merupakan Masyarakat yang terintegrasi
upaya menyatukan bangsa-bangsa dengan baik merupakan harapan bagi
yang berbeda dari suatu masyarakat setiap negara. Sebab integrasi
menjadi satubangsa. masyarakat merupakan kondisi yang
Howard Wriggins (1996) diperlukan bagi negara untuk
menyebut adanya pendekatan atau membangun kejayaan nasional demi
cara bagaimana para pemimpin mencapai tujuan yang diharapkan.
politik mengembangkan integrasi Ketika masyarakat suatu negara
bangsa. Kelima pendekatan yang senantiasa diwarnai oleh pertentangan
selanjutnya disebut sebagai faktor atau konflik, maka akan banyak

7
kerugian yang diderita, baik kerugian kondisi integrasi masyarakat
berupa fisik materill seperti kerusakan merupakan sesuatu yang sangat
sarana dan prasarana yang sangat dibutuhkan untuk membangun
dibutuhkan oleh masyarakat, maupun kejayaan bangsa dan negara, dan oleh
kerugian mental spiritual seperti karena itu perlu senantiasa
perasaan kekawatiran, cemas, diupayakan. Kegagalan dalam
ketakutan, bahkan juga tekanan mental mewujudkan integrasi masyarakat
yang berkepanjangan. Disisi lain berarti kegagalan untuk membangun
banyak pula potensi sumber daya yang kejayaan nasional, bahkan dapat
dimiliki oleh negara, yang mestinya mengancam kelangsungan hidup
dapat digunakan untuk melaksanakan bangsa dan negara yang bersangkutan.
pembangunan bagi kesejahteraan Sejarah indonesia adalah sejarah
masyarakat, harus dikorbankan untuk yang merupakan proses dari
menyelesaikan konflik tersebut. bersatunya suku-suku bangsa menjadi
Dengan demikian negara yang sebuah bangsa. Ada semacam proses
senantiasa diwarnai konflik di konvergensi, baik yang desengaja
dalamnya akan sulit untuk maupun tidak disengaja, ke arah
mewujudkan kemajuan. menyatunya suku-suku tersebut
Integrasi masyarakat yang menjadi satu kesatuan negara dan
sepenuhnya memang sesuatu yang bangsa. (sumartana dkk, 2001:100)
tidak mungkin diwujudkan, karena
setiap masyarakat disamping c. Pluralitas Masyarakat Indonesia
membawakan potensi integrasi juga Kenyataan bahawa masyarakat
menyimpan potensi konflik atau indonesia merupakan suatu hal yang
pertentangan. Persamaan kepentingan, sudah sama-sama dimengerti. Dengan
kebutuhan untuk bekerja sama, serta meminjam istilah yang digunakan oleh
konsensus tentang nilai-nilai tertentu clifford geertz, masyarakat majemuk
dalam masyarakat, merupakan potensi adalah merupakan masyarakat yang
yang mengintegrasikan. Sebaliknya terbagi-bagi kedalam sub-sub sistem
perbedaan-perbedaan yang ada dalam yang kurang lebih berdiri sendiri-
masyarakat seperti perbedaan suku, sendiri, dalam mana masing-masing
perbedaan agama, perbedaan budaya, sub sistem terikat ke dalam oleh
dan perbedaan kepentingan adalah ikatan-ikatan yang bersifat primordial.
menyimpan potensi konflik, terlebih (geertz,1963: 105 dst). Apa yang
apabila perbedaan-pebedaan itu tidak dikatakan sebagai ikatan primordial
dikelola dan disikapi dengan cara dan disini adalah ikatan yang muncul dari
sikap yang tepat. Namun apapun perasaan yang lahir dari apa yang ada

8
dalam kehidupan sosial, yang sebagian Walaupun karakteristik
besar berasal dari hubungan kelurga, masyarakat majemuk sebagaimana
ikatan kesukuan tertentu, keangootaan dikemukakan olehn pierre L. Van
dalam keagamaan tertentu, yang berghe sebagaimana diatas tidak
membawakan ikatan yang sangat kuat sepenuhnya mewakili kenyataan
dalam kehidupan masyarakat. yang ada dalam mayarakat dalam
Sedangkan menurut pierre L. Van masyarakat indonesia, akan tetapi
den berghe masyarakat majemuk pendapat tersebut setidak-tidaknya
memiliki karakteristik (nasikun, dapat digunakan sebagai acuan
1993:33) : berfikir dalam menganalisis
1) Terjadinya segementasi keadaan masyarakat indonesia.
kedalam bentuk kelompok- Struktur masyarakat indonesia
kelompok yang seringkali ditandai oleh dua cirinya yang unik.
memiliki sub-kebudayaan Secara horizontal masyarakat
yang berbeda satu sama lain. indonesia ditandai oleh kenyataan
2) Memiliki struktur sosial yang adanya kesatuan-kesatuan sosial
terbagi ke dalam lembaga- berdasarkan perbedaan-perbedaan
lembaga yang bersifat non- suku bangsa, perbedaan agama,
komplementer, adat, serta perbedaan-perbedaan
3) Kurang mengembangkan kedaerahan. Secara vertikal struktur
konsensus diantara para masyarakat indonesia ditandai oleh
anggotanya terhadap nilai-nilai adanya perbedaan-perbedaan
yang bersifat dasar, vertikal antara lapisan atas dan
4) Secara relatif seringkali lapisan bawah yang cukup tajam.
mengalami konflik diantara (nasikun, 1993:28).
kelompom yang satu dengan Dalam dimensi horizontal
yang lainnya, kemajemukan masyarakat
5) Secara relatif integrasi sosial indonesia dapat dilihat dari adanya
tumbuh di atas paksaan berbagai macam suku bangsa
(coercion) dan saling seperti suku bangsa jawa, suku
ketergantungan dalam bidang bangsa sunda, suku bangsa batak,
ekonomi, suku bangsa minangkabau, suku
6) Adanya dominasi politik oleh bangsa dayak, dll. Tentang berapa
suatu kelompok atas jumlah suku bangsa yang ada di
kelompok-kelompok yang indonesia, ternyata terdapat
lain. perbedaan yang cukup signifikan
diantara para ahli tentang

9
indonesia. Hildred geertz misalnya keragaman adat istiadat, budaya,
menyebutkan adanya lebih dari 300 dan bahasa daerah. Setiap suku
suku bangsa di indonesia dengan bangsa yang ada di indonesia
bahasa dan identitas kulturalnya masing-masing memiliki adat
masing-masing. Sedangkan skinner istiadat, budaya, dan bahasanya
menyebutkan lebih dari 35 suku yang berbeda satu sama lain, yang
bangsa di indonesia dengan bahasa sekarang dikenal sebagai adat
dan adat istiadat yang berbeda satu istiadat, budaya, dan bahasa daerah.
sama lain. Perbedaan yang Kebudayaan suku selain terdiri atas
mencolok dari jumlah suku bangsa nilai-nilai dan aturan-aturan
yang disebutkan oleh masing- tertentu, juga terdiri atas
masing, dapat dikatakan bahwa kepercayaan-kepercayaan tertentu,
masyarakat indonesia adalah pengetahuan tertentu, serta sastra
masyarakat yang majemuk. dan seni yang diwariskan dari
Suku-suku bangsa ini biasa generasi ke generasi. Secara umum
dinamakan bangsa, seperti bangsa dapat dikatakan bahwa sebanyak
melayu, bangsa jawa, bangsa suku bangsa yang ada di indonesia,
bugius dan sebagainya. Masing- setidak-tidaknya sebanyak itu pula
masing suku bangsa memiliki dapat dijumpai keragaman adat
wilayah kediaman sendiri, daerah istiadat, budaya serta bahasa daerah
tempat kediaman nenek moyang indonesia.
suku bangsa yang bersangkutan Disamping suku-suku bangsa
yang pada umumnya dinyatakan tersebut, yang bisa dikatakan
melalui mitos yang meriwayatkan sebagai suku bangsa asli, di
asal-usul suku bangsa yang indonesia juga terdapat kelompok-
bersangkutan. Anggota masing- kelompok warga mayarakat yang
masing suku bangsa cenderung lain yang sering dikatakan sebagai
memiliki identitas tersendiri warga peranakan. Mereka itu
sebagai anggota suku bangsa yang seperti warga cina, arab, dan india.
bersangkutan, sehingga dalam Kelompok warga masyarakat
keadaan tertentu mereka tersebut juga memiliki
mewujudkan rasa setiakawan, kebudayaanya sendiri, yang tidak
solidaritas dengan sesama suku mesti sama dengan budaya suku-
bangsa asal. (bachtiar, 1992: 12). suku alsi di indonesia, sehingga
Berkaitan erat dengan muncul budaya orang-orang china,
keragaman suku sebagaimana budaya orang-orang arab, budaya
dikemukakan diatas adalah orang-orang india. Dan lain-lain.

10
Kadang-kadang mereka juga 1) Dimensi Integrasi Nasional
menampakkan diri dalam kesatuan Integrasi nasional dapat dilihat
tempat tinggal, sehingga dikota- dari dua dimensi, yaitu dimensi
kota besar di indonesia dijumpai vertikal dan dimensi horizontal.
adanya sebutan kampung pecinan, Dimensi vertikal dari integrasi
kampung arab, dan lain-lain. adalah dimensi yang berkenaan
Keberagaman suku bangsa di dengan upaya menyatukan
indonesia sebagaimana diuraikan persepsi, keinginan, dan harapan
diatas terutama disebabkan oleh yang ada antara elite dan massa
keadaan geografis indonesia yang atau antara pemerintah dan
merupakan negara kepulauan rakyat. Jadi integrasi vertikal
dengan jumlah pulau yang sangat merupakan upaya mewujudkan
banyak dan letaknya yang saling integrasi dengan menjebatani
berjauhan. Dalam kondisi yang perbedaan-perbedaan antara
demikian nenek moyang bangsa pemerintah dan rakyat. Integrasi
indonesia yang kira-kira 2000 nasional dalam dimensi yang
tahun SM secara bergelombang demikian biasa disebut dengan
datang dari daerah yang sekarang integrasi politik. Sedangkan
dikenal sebagai daerah tiongkok dimensi horisontal dari integrasi
selatan, mereka harus tinggal adalah dimensi yang berkenaan
menetap di daerah yang terpisah dengan upaya mewujudkan
satu sama lain. Karena ionisasi persatuan di antara perbedaan-
geografis antara satu pulau dengan perbedaan yang ada dalam
pulau yang lain, mengakibatkan masyarakat itu sendiri, baik
masing-masing penghuni pulau itu perbedaan wilayah tempat
dalam waktu yang cukup lama tinggal, perbedaan suku,
mengembangkan kebudayaannya perbedaan agama, perbedaan
sendiri-sendiri terpisah satu sama budaya dan perbedaan-
lain. Disitulah secara perlahan- perbedaan lainnya. Jadi
lahan identitas kesukuan itu integrasi horisontal merupakan
terbentuk, atas keyakinan bahwa upaya mewujudkan integrasi
mereka masing-masing berasal dari dengan menjembatani
satu nenek moyang, dan memiliki perbedaan antar kelompok
kebudayaan yang berbeda dari dalam masyarakat. Integrasi
kebudayaan suku yang lain. nasional dalam dimensi ini biasa
disebut dengan integrasi
d. Integrasi Nasional Indonesia teritorial.

11
Pengertian integrasi nasional vertikalnya. (Sjamsuddin,
mencakup dimensi vertikal 1989:11).
maupun dimensi horizontal. Tantangan integrasi nasional
Dengan demikian persoalan tersebut lebih menonjol ke
integrasi nasional menyangkut permukaan setelah memasuki
keserasian hubungan antara era reformasi tahun 1998.
pemerintah dan rakyat, serta Konflik horizontal maupun
keserasian hubungan di antara vertikal sering terjadi bersamaan
kelompok-kelompok dalam dengan melemahnya otoritas
masyarakat dengan latar pemerintahan di pusat.
belakang perbedaan di Kebebasan yang digulirkan pada
dalamnya. Dalam upaya era reformasi sebagai bagian
mewujudkan integrasi nasional dari proses demokratisasi yang
indonesia, tantangan yang di telah banyak disalahgunakan
hadapi datang dari keduanya. oleh kelompok-kelompok dalam
Dalam dimensi horizontal masyarakat untuk bertindak
tantangan yang ada berkenaan seenaknya sendiri, tindakan
dengan pembelahan horizontal mana kemudian memunculkan
yang berakar pada perbedaan adanya gesekan-gesekan antar
suku, agama, ras, dan geografi. kelompok dalam masyarakat
Sedangkan dalam dimensi dan memicu terjadinya konflik
vertikal tantangan yang ada atau kerusuhan antar kelompok.
adalah berupa celah perbedaan Bersamaaan dengan itu
antara elite dan massa, dimana demontrasi menentang
latar belakang pendidikan kebijakan pemerintah juga
kekotaan menyebabkan kaum banyak terjadi, bahkan
elite berbeda dari massa yang seringkali demonstrasi itu
cenderung berpandangan diikuti oleh tindakan-tindakan
tradisional. Masalah yang anarkis.
berkenaan dengan dimensi Keinginan yang kuat dari
vertikal lebih sering muncul ke pemerintah untuk mewujudkan
permukaan setelah berbaur aspirasi masyarakat, kebijakan
dengan dimensi horizontal, pemerintah yang sesuai dengan
sehingga memberikan kesan kebutuhan dan harapan
bahwa dalam kasus indonesia masyarakat, dukungan
dimensi horizontal lebih masyarakat terhadap pemerintah
menonjol dari pada dimensi yang sah, dan ketaatan warga

12
masyarakat melaksanakan tidak pernah tertutup sama
kebijakan pemerintah adalah sekali kemungkinannya untuk
pertanda adanya integrasi dalam terjadi. Namun yang diharapkan
arti vertikal. Sebaliknya bahwa konflik itu dapat dikelola
kebijakan demi kebijakan yang dan dicarikan solusinya dengan
diambil oleh pemerintah yang baik, dan terjadi dalam kadar
tidak atau kurang sesuai dengan yang tidak terlalu mengganggu
keinginan dan harapan upaya pembangunan bagi
masyarakat serta penolakan kesejahteraan masyarakat dan
sebagian besar warga pencapaian tujuan nasional.
masyarakat terhadap kebijakan 2) Mewujudkan integrasi nasional
pemerintah menggambarkan Indonesia
kurang adanya integrasi Salah satu persoalan yang
vertikal. Memang tidak ada dialami oleh negara-negara
kebijakan pemerintah yang berkembang termasuk indonesia
melayani dan memuaskan dalam mewujudkan integrasi
seluruh warga masyarakat, nasional adalah masalah
tetapi setidak-tidaknya primordialisme yang masih
kebijakan pemerintah kuat. Titik pusat goncangan
hendaknya dapat melayani primordial biasanya berkisar
keinginan dan harapan sebagian pada beberapa hal, yaitu
besar warga masyarakat. masalah hubungan darah
Sedangkan jalinan hubungan (kesukuan), jenis bangsa (ras),
dan kerjasama di antara bahasa, daerah, agama, dan
kelompok-kelompok yang kebiasaan. (geertz, dalam :
berbeda dalam masyarakat, sudarsono, 1982: 5-7).
kesediaan untuk hidup Di era globalisasi, tantangan
berdampingan secara damai dan itu bertambah oleh adanya
saling menghargai antara tarikan global dimana
kelompok-kelompok keberadaan negara dan bangsa
masyarakat dengan pembedaaan sering dirasa terlalu sempit
yang ada satu sama lain, untuk mewadahi tuntunan dan
merupakan pertanda adanya kecenderungan global. Dengan
integrasi dalam arti horizontal. demikian keberadaan negara
Pertentangan atau konflik antar berada dalam dua tarikan
kelompok dengan berbagai latar sekaligus, yaitu tarikan dari luar
belakang perbedaan yang ada, berupa globalisasi yang

13
cenderung mengabaikan batas- konflik yang bersifat vertikal
batas negara-bangsa, dan tarikan maupun bersifat horizontal.
dari dalam berupa Dalam dimensi vertikal,
kecenderungan menguatnya sepanjang sejarah sejak
ikatan-ikatan yang sempit proklamasi indonesia hampir
seperti ikatan etnis, kesukuan, tidak pernah lepas dari gejolak
atau kedaerahan. Disitulah kedaerahan berupa tuntutan
nasionalisme dan keberadaan untuk memisahkan diri.
negara nasional mengalami Sedangkan dalam dimensi
tantangan yang semakin berat. horizontal, sering pula dijumpai
Namun demikian harus tetap adanya gejolak atau
diyakini bahwa nasionalisme pertentangan diantara
sebagai karakter bangsa tetap kelompok-kelompok dalam
diperlukan di era indonesia masyarakat, baik konflik yang
merdeka sebagai kekuatan untuk bernuansa ras, kesukuan,
menjaga eksistensi, sekaligus keagamaan, atau antar
mewujudkan taraf peradaban golongan. Disamping itu juga
yang luhur, kekuatan yang konflik yang bernuansa
tangguh, dan mencapai negara- kecemburuan sosial.
bangsa yang besar. Dalam skala nasional, kasus
Nasionalisme sebagai karakter aceh, papua, ambon, merupakan
semakin diperlukan dalam konflik yang bersifat vertikal
menjaga harkat dan martabat dengan target untuk
bangsa di era globalisasi karena memisahkan diri dari negara
gelombang “peradaban republik indonesia. Kasus-kasus
kesejagatan” ditandai oleh tersebut dapat dilihat sebagai
semakin kaburnya batas-batas konflik antara masyarakat
teritorial negara akibat daerah dengan otoritas
gempuran informasi dan kekuasaan yang ada di pusat.
komunikasi. (budimansyah dan Disamping masuknya
suryadi, 2008:164). kepentingan-kepentingan
Dengan kondisi masyarakat tertentu dari masyarakat yang
indonesia yang diwarnai oleh ada di daerah, munculnya
berbagai keanekaragaman, harus konflik tersebut merupakan
disadari bahwa masyarakat ekspresi ketidakpuasan terhadap
indonesia menyimpan potensi kebijakan pemerintah pusat
konflik yang sangat besar, baik yang diberlakukan di daerah.

14
Kebijakan pemerintah pusat bersama-sama. Proses
dianggap memunculkan pengesahan pembukaan UUD
kesenjangan antar daerah, 1945 oleh PPKI pada tanggal 18
sehingga ada daerah-daerah Agustus 1945 yang bahannya
tertentu yang sangat maju diambil dari naskah piagam
pembangunannya, sementara jakarta, dan didalamnya terdapat
ada daerah-daerah yang masih rumusan dasar-dasar negara
terbelakang. Dalam hubungan pancasila, menunjukkan pada
ini isu dikhotomi jawa dan luar kjita betapa tokoh-tokoh pendiri
jawa sangat menonjol, dimana negara (the founding fathers)
jawa dianggap pada waaktu itu menghargai
mempresentasikan pusat perbedaan-perbadaan yang
kekuasaan yang kondisinya terdapat dalam kehidupan
sangat maju, sementara hanya masyarakat indonesia. Para
daerah-daerah di luar jawa yang pendiri negara rela
merasa menyumbangkan mengesampingkan persoalan
pendapatan yang besar pada perbedaan-perbedaan yang ada
negara, kondisinya masih demi membangun sebuah
terbelakang. Dengan mengacu negara yang dapat melindungi
pada faktor-faktor terjadinya seluruh rakyat indonesia.
konflik kedaerahan Sejalan dengan itu dipakailah
sebagaimana disebutkan diatas, semboyan bhineka tunggal ika,
konflik kedaerahan di indonesia yang artinya walaupun berbeda-
terkait secara akumulatif dengan beda tetapi tetap satu adanya.
berbagai faktor tersebut. Semboyan tersebut sama
Sejak awal berdirinya negara maknanya dengan istilah “unity
indonesia, para pendiri negara in diversity:”, yang artinya
menghendaki persatuan di bersatu dalam keanekaragaman,
negara ini diwujudkan dengan sebuah ungkapan yang
menghargai terdapatnya menggambarkan cara
perbedaan di dalamnya. Artinya menyatukan secara demokratis
bahwa upaya mewujudkan suatu masyarakat yang
integrasi nasional indonesia didalamnya diwarnai oleh
dilakukan dengan tetap memberi adanya berbagai perbedaan.
kesempatan kepada unsur-unsur Dengan semboyan bhineka
perbedaan yang ada untuk dapat tunggal ika tersebut segala
tumbuh dan berkembang secara perbedaan dalam masyarakat

15
ditanggapi bukan sebagai kebudayaan yang bersangkutan,
keadaan yang menghambat dan bukan memandang
persatuan dan kesatuan bangsa, kebudayaan orang lain dari
melainkan sebagai kekayaan perspektif dirinya sendiri. Oleh
budaya yang dapat dijadikan karena itu multikulturalisme
sumber pengayaan kebudayaan menekankan pentingnya belajar
nasional kita. tentang kebudayaan-kebudayaan
Untuk terwujudnya lain dan mencoba
masyarakat yang memahaminya secara penuh dan
menggambarkan semboyan empatik sehingga dapat
bhineka tunggal ika, diperlukan menghargai kebudayaan-
pandangan atau wawasan kebudayaan lain disamping
multikulturalisme. kebudayaannya sendiri.
Multikulturalisme adalah
pandangan bahwa setiap
kebudayaan memiliki nilai dan 3. KESIMPULAN
kedudukan yang sama dengan Integrasi berasal dari bahasa inggris
kebudayaan lain, sehingga “integration” yang berarti kesempurnaan
setiap kebudayaan berhak atau keseluruhan. Integrasi nasional
mendapatkan tempat adalah usaha dan proses mempersatukan
sebagaimana kebudayaan perbedaan perbedaan yang ada pada suatu
lainnya. (baidhawy. 2005:5). negara sehingga terciptanya keserasian
Perwujudan dari dan keselarasan secara nasional. Seperti
multikulturalisme adalah yang kita ketahui, Indonesia merupakan
kesediaan orang-orang dari bangsa yang sangat besar baik dari
kebudayaan yang beragam kebudayaan ataupun wilayahnya. Di satu
untuk hidup berdampingan sisi hal ini membawa dampak positif bagi
secara damai. Disini diperlukan bangsa karena kita bisa memanfaatkan
sikap hidup yang memandang kekayaan alam Indonesia secara bijak
perbedaan di antara anggota atau mengelola budaya budaya yang
masyarakat sebagai kenyataan melimpah untuk kesejahteraan rakyat,
wajar dan tidak menjadikan namun selain menimbulkan sebuah
perbedaan tersebut sebagai keuntungan, hal ini juga akhirnya
alasan untuk berkonflik. menimbulkan masalah yang baru.
Disamping itu perlu Integrasi nasional penting untuk
memandang kebudayaan orang diwujudkan dalam kehidupan masyarakat
lain dari perspektif pemilik karena di Indonesa merupakan Negara

16
yang masih berkembang atau dapat Kedokteran Universitas Brawijaya
dikatakan Negara yang masih mencari jati Malang, lulus tahun 2011. Saat ini
diri. Selain itu, integrasi nasional sangat menjadi Dosen di IIK Bhakti Wiyata.
penting untuk diwujudkan karena
merupakan suatu cara yang dapat
menyatukan berbagai macam perbedaan
yang ada di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://ojs.unm.ac.id/sosialisasi/article/vie
w/3115
2. https://www.zonareferensi.com/pengert
ian-integrasi-nasional/
3. https://www.kompasiana.com › banhin
4. www.academia.edu › INTEGRITAS_NA...
5. https://www.google.com/url?sa=t&sourc
e=web&rct=j&url=https://simdos.unud.a
c.id/uploads/file_pendidikan_1_dir/6bfe
d1ab6721a7e36e217799d6017460.pdf&v
ed=2ahUKEwjy

BIODATA PENULIS

Setia Firda Nurfita, merupakan


mahasiswa jurusan fakultas ilmu
kesehatan IIK Bhakti Wiyata , Kediri
2018.

Safari Hasan, S.IP,MMRS,


memperoleh gelar sarjana ilmu politik
(S. IP) dari jurusan Ilmu Administrasi
Negara FISIP Universitas Airlangga
Surabaya, lulus tahun 2007.
Memperoleh gelar Magister
Managemen Rumah Sakit (MMRS)
dari Program Pasca Sarjana Magister
Managemen Rumah Sakit Fakultas

17