Anda di halaman 1dari 76

ACHMAD SHODIK (2198)

21010111120053

1. Peningkatan subkualifikasi dari subkualifikasi K2 menjadi subkualifikasi K3 dapat


diberikan dengan persyaratan:
a. telah mempunyai pengalaman melaksanakan pekerjaan subkualifikasi K2 dengan
nilai perolehan sekarang secara kumulatif paling kurang Rp 1.750.000.000,- (satu
milyar tujuh ratus lima puluh juta rupiah) dalam kurun waktu 10 (sepuluh)
terakhir;
b. kekayaan bersih lebih dari Rp.200.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah)
sampai dengan Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dengan melampirkan
neraca tahun terakhir yang dibuat oleh Badan usaha ditandatangani diatas
materai; dan
c. kekayaan bersih lebih dari Rp.100.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah)
sampai dengan Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) dengan melampirkan
neraca tahun terakhir yang dibuat oleh Badan usaha ditandatangani diatas
materai; dan
d. PJT dan PJK dengan kualifikasi paling rendah sebagai tenaga terampil dan
subkualifikasi paling rendah kelas 1.
e. telah mempunyai pengalaman melaksanakan pekerjaan subkualifikasi K1 dengan
nilai perolehan sekarang secara kumulatif paling kurang Rp 1.000.000.000,- (satu
milyar rupiah) dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir;

Jawaban: A BENAR
Telah mempunyai pengalaman melaksanakan pekerjaan subkualifikasi K2 dengan
nilai perolehan sekarang secara kumulatif paling kurang Rp 1.750.000.000,- (satu
milyar tujuh ratus lima puluh juta rupiah) dalam kurun waktu 10 (sepuluh) terakhir;
kekayaan bersih lebih dari Rp.350.000.000,- (tiga ratus lima puluh juta rupiah) sampai
dengan Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) dengan melampirkan neraca tahun
terakhir yang dibuat oleh Badan usaha ditandatangani diatas materai; dan Jawaban e.
dari subkualifikasi K3 menjadi subkualifikasi M1

2. Peningkatan subkualifikasi dari subkualifikasi M2 menjadi subkualifikasi B1 dapat


diberikan dengan persyaratan:
a. telah mempunyai pengalaman melaksanakan pekerjaan subkualifikasi M2 dengan
nilai perolehan sekarang secara kumulatif paling sedikit Rp 50.000.000.000,-
(lima puluh milyar rupiah) yang diperoleh dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun
atau memiliki nilai pengalaman tertinggi pekerjaan subkualifikasi M2 Rp.
16.600.000.000,- (enam belas milyar enam ratus juta rupiah)yang diperoleh
selama kurun waktu 10 (sepuluh) tahu;
b. kekayaan bersih lebih dari Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah) sampai
dengan Rp. 50.000. 000.000,- (lima puluh milyar rupiah) dengan melampirkan
neraca tahun terakhir yang dibuat oleh Badan usaha ditandatangani diatas materai
dan laporan keuangan yang diterbitkan oleh kantor akuntan publik; dan PJT dan
PJK dengan kualifikasi paling rendah sebagai tenaga ahli dan subkualifikasi
paling rendah ahli madya.
c. telah mempunyai pengalaman melaksanakan pekerjaan subkualifikasi B1 dengan
nilai perolehan sekarang secara kumulatif paling sedikit Rp 250.000.000.000,-
(dua ratus lima puluh milyar rupiah) yang diperoleh dalam kurun waktu 10
(sepuluh) tahun
d. memiliki nilai pengalaman tertinggi pekerjaan subkualifikasi B1 Rp.
83.330.000.000,- (delapan puluh tiga milyar tiga ratus tiga puluh rupiah) yang
diperoleh selama kurun waktu 10 (sepuluh) tahun;
e. kekayaan bersih lebih dari Rp. 50.000.000. 000,- (lima puluh milyar rupiah)
dengan melampirkan neraca tahun terakhir yang dibuat oleh Badan usaha
ditandatangani diatas materai dan laporan keuangan yang diterbitkan oleh kantor
akuntan publik; dan
Jawaban: A dan B BENAR
Alasan:
Peningkatan subkualifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) e dapat
diberikan dengan persyaratan:
a. telah mempunyai pengalaman melaksanakan pekerjaan subkualifikasi M2
dengan nilai perolehan sekarang secara kumulatif paling sedikit Rp
50.000.000.000,- (lima puluh milyar rupiah) yang diperoleh dalam kurun waktu
10 (sepuluh) tahun atau memiliki nilai pengalaman tertinggi pekerjaan
subkualifikasi M2 Rp. 16.600.000.000,- (enam belas milyar enam ratus juta
rupiah)yang diperoleh selama kurun waktu 10 (sepuluh) tahu;
b. kekayaan bersih lebih dari Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah)
sampai dengan Rp. 50.000. 000.000,- (lima puluh milyar rupiah) dengan
melampirkan neraca tahun terakhir yang dibuat oleh Badan usaha ditandatangani
diatas materai dan laporan keuangan yang diterbitkan oleh kantor akuntan publik;
dan
c. PJT dan PJK dengan kualifikasi paling rendah sebagai tenaga ahli dan
subkualifikasi paling rendah ahli madya.

Jawaban C, D, E syarat untuk subkualifikasi B1 menjadi subkualifikasi B2

ADINA PERMATASARI (2199)


21010111130077

1. Yang termasuk dalam klasifikasi bidang usaha banguna sipil sesuai dalam pasal 8
peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional Nomor 10 Tahun 2013
adalah:
a. Bangunan komersial
b. Bangunan hotel
c. Insulasi dalam bangunan
d. Jalan raya, jalan rel kereta api dan Landas Pacu
e. Instalasi jaringan transmisi telekomunikasi dan/atau telepon

Jawaban: D
Bangunan komersial dan bangunan hotel termasuk dalam klasifikassi bidang usaha
bangunan gedung, sedangkan Insulasi dalam bangunan dan instalasi jaringan
transmisi telekomunikasi dan/ atau telepon termasuk dalam klasifikasi bidang usaha
instalasi mekanikal dan elektrikal.

2. Data pendukung yang harus disertakan Badan Usaha yang melakukan perbahan
subkualifikasi dan/ atau subkalifikasi adalah sebagai berikut, kecuali:
a. Bangunan komersial
b. Bangunan hotel
c. Insulasi dalam bangunan
d. Jalan raya, jalan rel kereta api dan Landas Pacu
e. Instalasi jaringan transmisi telekomunikasi dan/atau telepon

Jawaban: E
Lampiran 11-3 tentang data tenaga kerja digunakan / dilampirkan pada saat
Permohonan Registrasi Ulang Badan Usaha

ADITHYA WILDA NOVA SAPUTRA (2201)


21010111130117

1. Persyaratan pengalaman melaksanakan pekerjaan konstruksi sebagaimana dimaksud


dalam Pasal 9 ayat (6) huruf b sebagai berikut, subkualifikasi M1, dengan
persyaratan:

a. Memiliki pengalaman melaksanakan pekerjaan dengan total nilai kumulatif


perolehan sekarang paling sedikit Rp 2.500.000.000,- (dua milyar lima ratus juta
rupiah) yang diperoleh dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun
b. Memiliki nilai pengalaman tertinggi Rp. 833.000.000,- (delapan ratus tiga puluh
tiga juta rupiah) yang diperoleh selama kurun waktu 10 (sepuluh) tahun
c. Memiliki pengalaman melaksanakan pekerjaan dengan total nilai kumulatif
perolehan sekarang paling sedikit Rp 10.000.000.000
d. Memiliki pengalaman melaksanakan pekerjaan subkualifikasi B1 dengan total
nilai kumulatif perolehan sekarang paling sedikit Rp 250.000.000.000,- (dua ratus
lima puluh milyar rupiah) yang diperoleh dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun
e. Memiliki nilai pengalaman tertinggi pekerjaan subkualifikasi B1 Rp.
83.330.000.000,-(delapan puluh tiga milyar tiga ratus tiga puluh rupiah) yang
diperoleh selama kurun waktu 10 (sepuluh) tahun.
Jawaban: A dan B BENAR

Alasan:
Sesuai ketentuan dalam Pasal 9 ayat (6) huruf b untuk subkualifikasi M1 dengan
persyaratan:
Subkualifikasi M1, memiliki pengalaman melaksanakan pekerjaan dengan total nilai
kumulatif perolehan sekarang paling sedikit Rp 2.500.000.000,- (dua milyar lima
ratus juta rupiah) yang diperoleh dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun atau memiliki
nilai pengalaman tertinggi Rp. 833.000.000,- (delapan ratus tiga puluh tiga juta
rupiah) yang diperoleh selama kurun waktu 10 (sepuluh) tahun
Jawaban C untuk M2. Jawaban D dan E untuk B2.

2. LPJK Provinsi dinyatakan tidak dapat melaksanakan fungsinya sebagaimana


dimaksud pada ayat (3) jika telah terbukti :
a. Dengan sengaja memperlambat penyelesaian registrasi selama lebih dari satu
minggu dan sebanyak lebih dari 2 (tiga) kali selama satu bulan
b. Dengan sengaja memperlambat penyelesaian registrasi selama lebih dari satu
bulan dan sebanyak lebih dari 2 (dua) kali selama satu tahun
c. Menyatakan tidak dapat atau menolak untuk melakukan registrasi kepada Badan
usaha dengan alasan di luar ketentuan persyaratan registrasi yang berlaku. Proses
registrasi usaha diselenggarakan 2 (satu) tahun dalam 4 (empat) periode, masing-
masing periode memiliki jangka waktu 3 (tiga) bulan
d. Menyatakan tidak dapat atau menolak untuk melakukan registrasi kepada Badan
usaha dengan alasan di luar ketentuan persyaratan registrasi yang berlaku. Proses
registrasi usaha diselenggarakan 1 (satu) tahun dalam 4 (empat) periode, masing-
masing periode memiliki jangka waktu 3 (tiga) bulan
e. Tidak memiliki salah satu subklasifikasi dengan subkualifikasi B1 dan/atau B2

Jawaban: B dan D BENAR


Alasan:
Dalam hal LPJK Provinsi tidak dapat memberikan pelayanan registrasi di wilayah
provinsinya sebagaimana dimaksud ayat (2) butir b, pelaksanaan pelayanan registrasi
tersebut dilakukan oleh LPJK Nasional.
LPJK Provinsi dinyatakan tidak dapat melaksanakan fungsinya sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) jika telah terbukti :
a. Dengan sengaja memperlambat penyelesaian registrasi selama lebih dari satu bulan
dan sebanyak lebih dari 2 (dua) kali selama satu tahun.; dan
b. Menyatakan tidak dapat atau menolak untuk melakukan registrasi kepada Badan
usaha dengan alasan di luar ketentuan persyaratan registrasi yang berlaku. Proses
registrasi usaha diselenggarakan 1 (satu) tahun dalam 4 (empat) periode, masing-
masing periode memiliki jangka waktu 3 (tiga).
Jawaban E Tidak ada hubungannya.
AKHMAD.KHIRZY.M (2201)
21010111130118

1. Sebutkan pasal apa yang isinya merupakan sanksi yang diberikan apabila suatu
kontraktor melakukan penyelewengan / tidak sesuai dengan dokumen kontrak yang
disahkan oleh pihak – pihak terkait?
a. Pasal 1
b. Pasal 50
c. Pasal 100
d. Pasal 118
e. Pasal 18

Jawab : d. Pasal 118.


Dijelaskan pada pasal 118 mengenai tindakan / perbuatan penyedia barang / jasa
yang tidak mengikuti acuan pada dokumen kontrak. Contoh : pada suatu proyek
konstruksi, A tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak secara
bertanggung jawab.
Si A = Kontraktor Pelaksana

2. Jelaskan sanksi yang diberikan apabila kontraktor melakukan pelanggaran dan atau
kecurangan dalam proses pengadaan barang / jasa, ULP ?
a. Dilaporkan secara pidana dan masuk dafar hitam
b. Didiamkan saja
c. Peninjauan ulang dokumen kontrak
d. Tidak boleh mengikuti lelang proyek 1 kali
e. Perusahaan di bekukan.

Jawab : a. Dilaporkan secara pidana.


Dijelaskan pada pasal 118 ayat ke-7, apabila terjadi pelanggaran dan/atau
kecurangan dalam proses Pengadaan Barang/Jasa, ULP:
a. dikenakan sanksi administrasi;
b. dituntut ganti rugi; dan/atau
c. dilaporkan secara pidana.
AMINUDIN FARUQ MUNTASYIR (2200)
21010111130087

1. Bentuk usaha jasa pelaksana konstruksi meliputi orang perseorangan, yang dimaksud
orang perseorangan kecuali:
a. Orang perseorangan
b. Usaha Dagang (UD)
c. Firma
d. Perusahaan Bangunan (PB)
e. Biro Teknik (BT)

Alasan: c. Firma, karena dalam Perlem LPJKN No.11 Tahun 2013 firma merupakan
Badan usaha bukan berbadan hukum

2. Sebagai materi uji kelayakan klasifikasi dan kualifikasi pemohonan SBU dokumen
apa saja yang dipergunakan oleh AKBU?
a. Dokumen permohonan registrasi SBU
b. Berita acara verifikasi dan validasi
c. Berkas PDS
d. Database Badan Usaha.
e. LPJK

Alasan: e. LPJK, LPJK adalah lembaga pengembangan jasa konstruksi bukan


merupakan dokumen untuk uji kelayakan

ANDIKA FEIZAL W (2200)


21010111130085

1. Berapakah total nilai kumulatif perolehan paling sedikit subkualifikasi M1 agar dapat
melaksanakan pekerjaan subkualifikasi K2 ?
a. Perolehan sekarang paling sedikit Rp 750.000.000,- (tujuh ratus lima puluh juta
rupiah) yang diperoleh dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun.
b. Bagi badan usaha baru memiliki nilai kumulatif pekerjaan pengalaman PJT/PJK
paling sedikit Rp. 750.000.000,- (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).
c. Perolehan sekarang paling sedikit Rp 1.500.000.000,- (satu milyar lima ratus juta
rupiah) yang diperoleh dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun.
d. Perolehan sekarang paling sedikit Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) yang
diperoleh dalam kurun waktu 4 (empat) tahun.
e. Perolehan sekarang paling sedikit Rp 2.500.000.000,- (dua milyar lima ratus juta
rupiah) yang diperoleh dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun.

JAWAB :
A dan B benar
Berdasarkan persyaratan pengalaman melaksanakan pekerjaan konstruksi
sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat (5) huruf b sebagai berikut:
Subkualifikasi M1, memiliki pengalaman melaksanakan pekerjaan subkualifikasi K2
dengan total nilai kumulatif perolehan sekarang paling sedikit Rp 750.000.000,- (tujuh
ratus lima puluh juta rupiah) yang diperoleh dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun
ataubagi badan usaha baru memiliki nilai kumulatif pekerjaan pengalaman PJT/PJK
paling sedikit Rp. 750.000.000,- (tujuh ratus lima puluh juta rupiah);

2. Berapakah kode Provinsi berdasarkan penetapan LPJK untuk wilayah Jawa Tengah?
a. 20
b. 16
c. 25
d. 11
e. 32

JAWAB :
D.11
ALASAN :
Kode : 20 = Sulawesi Selatan Kode : 11 = Jawa Tengah
Kode : 16 = Kalimantan Selatan Kode : 32 = Papua Barat
Kode : 25 = Maluku
ANDREAS RADITYA WIRAWAN (2199)
21010111130081

1. Yang termasuk dalam Pelanggaran Ringan yang dilakukan oleh Badan Usaha pemilik
SBU adalah :
a. Melaksanakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan klasifikasi dan/atau kualifikasi
usaha yang dimilikinya
b. Terbukti memperoleh SBU dengan cara melanggar hukum
c. Data administrasi identitas Badan Usaha dalam dokumen yang diserahkan kepada
LPJK Nasional atau LPJK Provinsi ternyata tidak benar
d. Terbukti telah mempekerjakan tenaga Pegawai Negeri Sipil, anggota Tentara
Nasional Indonesia dan anggota Kepolisian Republik Indonesia sebagai PJBU,
PJT, PJK, dan tenaga ahli tetap.
e. Terbukti memiliki lebih dari satu SBU untuk klasifikasi yang sama dengan
kualifikasi berbeda

Jawaban : (C) Data administrasi identitas Badan Usaha dalam dokumen yang
diserahkan kepada LPJK Nasional atau LPJK Provinsi ternyata tidak benar.

Alasan : Menurut Perlem LPJKN No. 11 Tahun 2013 Pasal 63 Jawaban (A) dan (D)
adalah termasuk Pelanggaran Sedang, Jawaban (B) dan (E) adalah Pelanggaran Berat.
Hanya (C) yang termasuk Pelanggaran Ringan.

2. Menetapkan rencana pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa yang meliputi:


1) spesifikasi teknis Barang/Jasa;
2) Harga Perkiraan Sendiri (HPS); dan
3) rancangan Kontrak.
Hal tersebut adalah tugas pokok dan kewenangan sebagai :
a. PPK
b. PA
c. KPA
d. ULP
e. KPI
Jawaban : (A) PPK

Alasan : Menurut Perpres No 70 Tahun 2012 Pasal 11 (1) PPK memiliki tugas pokok
dan kewenangan sebagai berikut:
a. menetapkan rencana pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa yang meliputi:
1) spesifikasi teknis Barang/Jasa;
2) Harga Perkiraan Sendiri (HPS); dan
3) rancangan Kontrak.
b. menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa;
c. menyetujui bukti pembelian atau menandatangani Kuitansi/Surat Perintah Kerja
(SPK)/suratperjanjian:
d. melaksanakan Kontrak dengan Penyedia Barang/Jasa;
e. mengendalikan pelaksanaan Kontrak;
f. melaporkan pelaksanaan/penyelesaian Pengadaan Barang/Jasa kepada PA/KPA;
g. menyerahkan hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa kepada PA/KPA dengan
Berita AcaraPenyerahan;
h. melaporkan kemajuan pekerjaan termasukpenyerapan anggaran dan hambatan
pelaksanaanpekerjaan kepada PA/KPA setiap triwulan; dan
i. menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen pelaksanaan
PengadaanBarang/Jasa.

ANGGITA INGES WARI (2196)


21010111120008

1. Jika anda seorang kontraktor dan perusahaan anda menginginkan penyetaraan dengan
badan usaha asing, maka lembaga apakah yang menangani penyetaraan tersebut:
a. USBU provinsi.
b. USBU nasional.
c. USBU kota.
d. USBU internasional
e. Imigrasi.

Jawaban: b)USBU nasional adalah unit sertifikasi badan usaha yang berwenang dalam
penyetaraan badan usaha asing.
2. Berikut ini merupakan tugas dan wewenang PPK, kecuali :
a. menerbitkan pelaksanaan barang/jasa kepada KPA/PA.
b. menerbitkan surat penunjukan penyedia barang/jasa.
c. melaksanakan kontrak dengan penyedia barang/jasa.
d. mengendalikan pelaksanaan kontrak.
e. mengadakan sertifikasi jasa.
Jawaban: E, alasannya cukup jelas

ANJAR SATRIA NUGRAHA (2197)


21010111120033

1. Persyaratan kekayaan bersih untuk subkualifikasi B adalah :


a. Paling sedikit Rp. 300 juta
b. Paling sedikit Rp. 200 juta
c. Paling sedikit Rp. 500 juta
d. Paling sedikit Rp. 350 juta
e. Paling sedikit Rp. 400 juta
(jawaban : c , menurut Pasal 10 perlem LPJKN no.11 tahun 2013 butir 1f.
subkualifikasi B, memiliki kekayaan bersih paling sedikit Rp. 500.000.000,- (lima
ratus juta rupiah). )

2. Metode pemilihan Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi dengan jumlah Penyedia


yang mampu melaksanakan diyakini terbatas dan untuk pekerjaan yang kompleks.
Disebut:
a. Pelelangan umum
b. Pelelangan terbatas
c. Pelelangan terbuka
d. Pelelangan Sederhana
e. Tidak ada yang benar
(jawaban : b sesuai dengan pasal 1 butir 24 Perpress no 70 tahun 2012
ARDINA RAHMALIA (2199)
21010111130068

1. Masyarakat atau pengguna jasa dapat memberi masukan atau pengaduan apabila
ditemui ada ketidakbenaran data Badan Usaha yang tercantum dalam SIKI-LPJK
Nasional atau SBU. Ketidakbenaran data apa yang dimaksud?
a. Data administrasi dan Data personalia Badan Usaha
b. Klasifikasi dan/atau kualifikasi usaha
c. Data pengalaman Badan Usaha
d. Informasi yang terkait dengan perolehan pekerjaan
e. Semua jawaban benar
Jawaban : E
2. Apa saja tahapan penanganan pengaduan ketidakbenaran data pada SBU? Sebutkan
secara urut!
a. Penerimaan laporan, pengaduan dan temuan; Pemeriksaan pengaduan;
Perintah Pelaksanaan pemeriksaan; Pembuatan Berita Acara Pemeriksaan; dan
Penetapan sanksi.
b. Penerimaan laporan, Perintah Pelaksanaan pemeriiksaan; pengaduan dan
temuan; Pemeriksaan pengaduan; Pembuatan Berita Acara Pemeriksaan; dan
Penetapan sanksi.
c. Penerimaan laporan, pengaduan dan temuan; Perintah Pelaksanaan
pemeriksaan; Pemeriksaan pengaduan; Pembuatan Berita Acara
Pemeriksaan; dan Penetapan sanksi.
d. Penerimaan laporan, pengaduan dan temuan; Pemeriksaan pengaduan;
Pembuatan Berita Acara Pemeriksaan; Perintah Pelaksanaan pemeriiksaan;
dan Penetapan sanksi.
e. Pembuatan Berita Acara Pemeriksaan; Penerimaan laporan, pengaduan dan
temuan; Perintah Pelaksanaan pemeriiksaan; Pemeriksaan pengaduan; dan
Penetapan sanksi.
Jawaban : C
AS`AD IZUL FALAH (2201)
21010111130111
1. Yang tidak termasuk dalam kriteria tingkat/kedalaman kompetensi dan potensi
kemampuan usaha adalah…
a. Kriteria Resiko
b. Kriteria Bangunan
c. Kriteria Biaya
d. Kriteria Teknologi
e. Semua jawaban benar

Jawaban : (B)

Alasan : Menurut Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi


Nasional No. 10 Tahun 2013 Pasal 10 kriteria tingkat/kedalaman kompetensi dan
potensi kemampuan usaha adalah :
Kriteria Resiko, meliputi :
a. risiko kecil, mencakup pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya dan
pemanfaatan bangunan-konstruksinya tidak membahayakan keselamatan
umum dan harta benda;
b. risiko sedang, mencakup pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya dan
pemanfaatan bangunan-konstruksinya dapat membahayakan keselamatan
umum, harta benda, dan jiwa manusia;
c. risiko tinggi, mencakup pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya dan
pemanfaatan bangunan-konstruksinya sangat membahayakan keselamatan
umum, harta benda, jiwa manusia, dan lingkungan.
Kriteria Teknologi, meliputi :
a. teknologi sederhana, mencakup pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya
menggunakan alat kerja sederhana dan tidak memerlukan tenaga ahli;
b. teknologi madya, mencakup pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya
menggunakan sedikit peralatan berat dan memerlukan tenaga ahli;
c. teknologi tinggi, mencakup pekerjaan konstruksi yang pelaksanannya
menggunakan banyak peralatan berat serta banyak memerlukan tenaga ahli
dan tenaga terampil.

Badan usaha pun tergantung besar atau kecilnya


a. Badan Usaha dengan kualifikasi kecil dapat melaksanakan pekerjaan
konstruksi dengan kriteria risiko kecil, berteknologi sederhana,dan berbiaya
kecil.
b. Badan Usaha dengan kualifikasi menengah, dapat melaksanakan pekerjaan
dengan kriteria risiko sedang, berteknologi madya dan berbiaya sedang.
c. Badan Usaha dengan kualifikasi besar, yang berbentuk Perseroan
Terbatas (PT) dapat melaksanakan pekerjaan berisiko tinggi, berteknologi
tinggi, dan berbiaya besar.
Usaha Orang Perseorangan hanya dapat melaksanakan pekerjaan konstruksi
yang beresiko kecil, berteknologi sederhana, dan berbiaya kecil.

2. Berikut adalah yang termasuk dalam klasifikasi bidang usaha keterampilan, yaitu :
a. Saluran irigasi
b. Jembatan
c. Installasi elektrikal
d. Pemasangan gypsum dan ornament
e. Penyelidikan tanah

Jawaban : (D)

Alasan :
Yang dimaksud keterampilan adalah keahlian khusus yang dimiliki untuk membuat
sesuatu dengan rapi, teliti, dan terampil. Klasifikasi bidang usaha keterampilan
tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (4) meliputi subklasifikasi
pekerjaan sebagai berikut:
a. kaca dan pemasangan kaca jendela;
b. plesteran;
c. pengecatan;
d. pemasangan keramik lantai dan dinding;
e. pemasangan lantai lain, penutupan dinding dan pemasangan wallpaper;
f. kayu dan atau penyambungan kayu dan material lain;
g. dekorasi dan pemasangan interior;
h. pemasangan ornamen;
i. pemasangan gipsum;
j. pemasangan plafon akustik; dan
k. pemasangan curtain wall.

Sedangkan untuk jembatan dan saluran irigasi merupakan klasifikasi di bidang


bangunan sipil, Installasi elektrikal merupakan klasifikasi di instalasi mekanikal dan
elektrikal, serta penyelidikan tanah merupakan klasifikasi di bidang spesialis.

ASTRID GIOVANI ANGGASTA (2201)


21010111130110

1. Yang termasuk dalam dokumen verifikasi dan validasi untuk permohonan registrasi sbu
terhadap berkas administrasi adalah...
a. Surat keterangan domisili
b. Faktur Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
c. NPWP
d. A dan C benar
e. A dan B benar
Jawaban: d. A dan C benar

Alasan :

LPJK no 11 tahun 2003 pasal 2009

Verifikasi dan validasi berkas dokumen permohonan registrasi SBU dilakukan terhadap
berkas administrasi meliputi :

a. legalitas Perseroan Terbatas, Akte pendirian dan Akte perubahannya yang terakhir
yang dibuat oleh notaris dengan pengesahan akte pendirian dan persetujuan akte
perubahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia;
b. dalam hal Perseroan Terbatas sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah usaha
patungan wajib memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada huruf a,
dilengkapi surat persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal;
c. legalitas Koperasi, Akte pendirian dan Akte perubahannya yang terakhir yang dibuat
oleh notaris dengan pengesahan akte pendirian dan persetujuan akte perubahan dari
Menteri terkait;
d. legalitas Badan Usaha bukan badan hukum meliputi CV dan Firma, wajib memiliki
akte pendirian/akte perubahannya yang dibuat oleh notaris dan dilengkapi bukti
pendaftaran di Pengadilan Negeri setempat;
e. surat keterangan domisili atau SITU yang masih berlaku;
f. NPWP; dan
g. SBU tahun sebelumnya, dengan mempertimbangkan klasifikasi dan kualifikasi yang
tertera di SBU dan persyaratan registrasi.

2. Yang termasuk dalam kategori pelanggaran sedang yang dilakukan oleh Badan Usaha
pemilik SBU adalah...
a. Terbukti memperoleh SBU dengan cara melanggar hukum
b. Melaksanakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan klasifikasi dan/atau
kualifikasi usaha yang dimilikinya
c. Terbukti mengubah klasifikasi dan atau kualifikasi usaha dalam rekaman SBU
d. Tidak menerapkan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang
berlaku di tempat kegiatan konstruksi
e. Memiliki lebih dari satu SBU untuk klasifikasi yang sama dengan kualifikasi
berbeda

Jawaban: b. Melaksanakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan klasifikasi dan/atau


kualifikasi usaha yang dimilikinya

Alasan:

LPJK no 11 tahun 2003 pasal 63

(2) Pelanggaran Ringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dikenakan
bilamana terjadi hal-hal sebagai berikut :

a. Data administrasi identitas Badan Usaha dalam dokumen yang diserahkan


kepada LPJK Nasional atau LPJK Provinsi ternyata tidak benar ; atau
b. Badan Usaha mempekerjakan tenaga kerja warga negara asing yang tidak
memiliki sertifikat keahlian yang diregistrasi oleh LPJK Nasional dan/atau
kompetensinya tidak sesuai dengan jabatan pekerjaannya; atau
c. PJBU/PJT/PJK/tenaga ahli tetap yang dipersyaratkan tidak bekerja pada Badan
Usaha sesuai dengan data yang ada dalam SIKI-LPJK Nasional dan/atau
terbukti merangkap jabatan pada Badan Usaha lain dengan Usaha sejenis di
bidang jasa konstruksi ; atau
d. Badan Usaha tidak melaporkan perolehan pekerjaan maupun penyelesaian
pekerjaannya kepada LPJK Nasional atau LPJK Provinsi melalui Asosiasi.
e. Badan Usaha yang melaksanakan pekerjaan keteknikan tidak dilengkapi dengan
tenaga kerja yang memiliki SKA dan/atau SKTK; atau
f. Badan Usaha tidak langsung mengganti PJT/PJK/tenaga ahli tetap yang keluar
atau berhenti dari BadanUsaha tersebut dan/atau tidak melaporkan penggantinya
kepada LPJK Nasional atau LPJK Provinsi; atau
g. Badan Usaha tidak menerapkan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3) yang berlaku di tempat kegiatan konstruksi ; atau
h. Badan Usaha tidak memberikan data dan/atau klarifikasi yang dibutuhkan
dalam proses pemeriksaan oleh LPJK Nasional atau LPJK Provinsi atas
pengaduan yang masuk ke LPJK Nasional atau LPJK Provinsi dalam batas
waktu yang ditetapkan ; atau
i. Badan Usaha dilaporkan oleh asosiasinya telah pindah ke asosiasi lain tanpa
memberitahukan pengunduran diri dari asosiasi lamanya; atau
j. Badan Usaha tidak melaporkan pengunduran diri dari asosiasi lamanya kepada
LPJK.
(3) Pelanggaran Sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, bilamana Badan
Usaha :
a. telah menerima 3 (tiga) kali Surat Peringatan pelanggaran ringan atau Surat
Peringatan pelanggaran sedang yang pertama, namun dalam waktu 30 (tiga
puluh) hari sejak diterbitkannya Surat Peringatan tersebut Badan Usaha tidak
memenuhi ketentuan sebagaimana tertera dalam isi Surat Peringatan tersebut;
atau
b. melaksanakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan klasifikasi dan/atau
kualifikasi usaha yang dimilikinya ; atau
c. terbukti telah mempekerjakan tenaga Pegawai Negeri Sipil, anggota Tentara
Nasional Indonesia dan anggota Kepolisian Republik Indonesia sebagai PJBU,
PJT, PJK, dan tenaga ahli tetap.

(4) Pelanggaran Berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, bilamana Badan
Usaha :

a. telah menerima Surat Peringatan Pelanggaran Sedang yang kedua, namun dalam
waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterbitkannya Surat Peringatan tersebut, Badan
Usaha tidak memenuhi ketentuan sebagaimana yang tercantum dalam isi Surat
Peringatan tersebut ; atau
b. terbukti memalsukan pengalaman pekerjaan dan/atau memasukkan data
pengalaman dan/atau data keuangan dan/atau data personalia yang tidak benar,
yang menyebabkan penetapan klasifikasi maupun kualifikasi Usahanya tidak
benar ; atau
c. terbukti memalsukan surat keabsahan Registrasi, surat keterangan tidak sedang
dikenakan sanksi dan surat keterangan telah melaporkan perolehan pekerjaan,
yang diterbitkan oleh SIKI-LPJK Nasional ; atau
d. terbukti memperoleh SBU dengan cara melanggar hukum; atau
e. terbukti mengubah klasifikasi dan atau kualifikasi usaha dalam rekaman SBU
atau rekaman turunan SBU-nya, yang tidak sama dengan SBU aslinya; atau
terbukti memiliki lebih dari satu SBU untuk klasifikasi yang sama dengan
kualifikasi berbeda.

BADARUDDIN YUSUF (2199)


21010111130078

1. Sanksi apakah yang diberikan kepada suatu badan usaha pelaksana konstruksi yang
melakukan pelanggaran berupa melaksanakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan
klasifikasi dan/atau kualifikasi usaha yang dimilikinya dan telah menerima 2 (dua)
kali Surat Peringatan tetapi tidak juga mematuhi teguran yang tercantum dalam isi
surat peringatan ?
a. pembatasan kegiatan usaha tidak dapat mengikuti proses pengadaan selama 60
(enam puluh) hari terhitung sejak dikeluarkannya surat pengenaan sanksi.
b. dikenakan sanksi pencabutan SBU
c. pembatasan kegiatan usaha tidak dapat mengikuti proses pengadaan selama 30
(tiga puluh) hari terhitung sejak dikeluarkannya surat pengenaan sanksi.
d. sanksi pelanggaraannya dinaikkan menjadi kategori pelanggaran sedang
e. pembatasan kegiatan usaha tidak dapat mengikuti proses pengadaan selama 90
(sembilan puluh) hari terhitung sejak dikeluarkannya surat pengenaan sanksi

Jawaban : A
Alasan : Karena dalam Peraturan Lembaga Jasa Konstruksi Nasional No.10
Thn 2013 telah dijelaskan dalam pasal 65 Ayat 3 bahwa suatu badan usaha pelaksana
konstruksi yang melakukan pelanggaran berupa melaksanakan pekerjaan yang tidak
sesuai dengan klasifikasi dan/atau kualifikasi usaha yang dimilikinya termasuk
pelanggaran Ringan, dan pelanggaran Ringan menurut pasal 66 ayat 2 dikenakan
sanksi tidak dapat mengikuti proses pengadaan selama 60 (enam puluh) hari terhitung
sejak dikeluarkannya surat pengenaan sanksi.

2. Termasuk kedalam kualifikasi dan subkualifikasi manakah suatu badan usaha yang
memiliki kemampuan pelaksanaan pekerjaan antara 0-50 Milyar?
a. Kualifikasi Usaha Kecil dengan Subkualifikasi K2
b. Kualifikasi Usaha Kecil dengan Subkualifikasi K3
c. Kualifikasi Usaha Menegah dengan Subkualifikasi M1
d. Kualifikasi Usaha Menegah dengan Subkualifikasi M2
e. Kualifikasi Usaha Besar dengan Subkualifikasi B1

Jawaban : D

Alasan : Karena dalam Peraturan Lembaga Jasa Konstruksi Nasional No.10 Thn 2013
telah dijelaskan dalam Lampiran 2 mengenai Persyaratan Penetapan Kualifikasi
Usaha Jasa Pelaksana Konstruksi bahwa suatu usaha Jasa Pelaksana Konstruksi yang
memiliki kemampuan pelaksanaan pekerjaan antara 0-50 Milyar termasuk kedalam
Kualifikasi Usaha Menegah dengan Subkualifikasi M2.

BAYU DWI SATRIO (2196)


21010111120003

1. Pembagian subkualifikasi usaha pelaksana konstruksi ditentukan berdasarkan


pemenuhan beberapa persyaratan dan kemampuan usaha salah satunya adalah kekayaan
bersih. Berapa kekayaan bersih sebuah usaha pelaksana konstruksi untuk bisa
dikategorikan subkualifikasi B2 ?
a. Memiliki kekayaan bersih Rp 2.000.000.000 sampai dengan Rp 10.000.000.000
b. Memiliki kekayaan bersih Rp 10.000.000.000 sampai dengan Rp 50.000.000.000
c. Memiliki kekayaan bersih paling sedikit Rp 50.000.000.000
d. Memiliki kekayaan bersih Rp 500.000.000 sampai dengan Rp 2.000.000.000
e. Memiliki kekayaan bersih Rp 350.000.000 sampai dengan Rp 500.000.000

Alasan :
Di dalam Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional Nomor 10
Tahun 2013 Pasal 11 Ayat 1 Butir H menyatakan subkualifikasi B2, memiliki
kekayaan bersih paling sedikit Rp 50.000.000.000 ( lima puluh milyar rupiah).

2. Pembagian subkualifikasi usaha pelaksana konstruksi ditentukan berdasarkan


pemenuhan beberapa persyaratan dan kemampuan usaha salah satunya adalah
pengalaman pekerjaan. Persyratan pengalaman pekerjaan apa yang harus dipenuhi oleh
usaha pelaksana konstruksi untuk bisa dikategorikan subkualifikasi M1 ?
a. Memiliki pengalaman melaksanakan pekerjaan dengan total nilai kumulatif perolehan
sekarang paling sedikit Rp 1.000.000.000 yang diperoleh dalam kurun waktu 10 tahun
b. Memiliki pengalaman melaksanakan pekerjaan dengan total nilai kumulatif perolehan
sekarang paling sedikit Rp 1.750.000.000 yang diperoleh dalam kurun waktu 10 tahun
c. Memiliki pengalaman melaksanakan pekerjaan dengan total nilai kumulatif perolehan
sekarang paling sedikit Rp 10.000.000.000 yang diperoleh dalam kurun waktu 10
tahun
d. Memiliki pengalaman melaksanakan pekerjaan dengan total nilai kumulatif perolehan
sekarang paling sedikit Rp 60.000.000.000 yang diperoleh dalam kurun waktu 10
tahun
e. Memiliki pengalaman melaksanakan pekerjaan dengan total nilai kumulatif
perolehan sekarang paling sedikit Rp 2.500.000.000 yang diperoleh dalam kurun
waktu 10 tahun

Alasan :
Di dalam Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional Nomor 10
Tahun 2013 Pasal 11 Ayat 2 Butir E menyatakan subkualifikasi M1, memiliki
pengalaman melaksanakan pekerjaan dengan total nilai kumulatif paling sedikit Rp
2.500.000.000 (dua milyar lima ratus juta rupiah) yang diperoleh dalam kurun waktu
10 (sepuluh) tahun atau memiliki nilai pengalamna tertinggi Rp 833.000.000 (delapan
ratus tiga puluh tiga juta rupiah) yang diperoleh selama kurun waktu 10 (sepuluh)
tahun.
BERNADETA ANDINI PUTRI P (2198)
21010111120052

1. PT. AX merupakan kontraktor yang sedang megerjakan suatu proyek Z di daerah


Semarang. Setelah beberapa bulan bekerja, ternyata terbukti mengubah klasifikasi dan
atau kualifikasi usaha dalam rekaman SBU atau rekaman turunan SBU-nya, yang tidak
sama dengan SBU aslinya. Ini merupakan suatu pelanggaran yang termasuk pelanggaran
berat. Sanksi apa saja yang bisa dikenakan kepada kontraktor PT. AX ?
a. Surat Peringatan d. Surat Peringatan dan masuk daftar hitam
b. Pencabutan SBU e. SP, pencabutan SBU, dan daftar hitam
c. Masuk daftar hitam

Jawab : E
Pembahasan :
Menurut Perlem nomor 10 tahun 2013 pasal 64, jenis sanksi ditetapkan sebagai berikut:
a. Surat Peringatan;
Surat Peringatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dikeluarkan oleh Pengurus
LPJK Nasional atau LPJK Provinsi sebagai berikut :
a. Untuk pelanggaran ringan dikenakan dalam 3 (tiga) kali Surat Peringatan;
b. Untuk pelanggaran sedang dikenakan dalam 2 (dua) kali Surat Peringatan;
c. Untuk pelanggaran berat dikenakan dalam 1 (satu) kali Surat Peringatan;
d. Untuk setiap tahapan Surat Peringatan tersebut huruf a dan b, Badan Usaha diberi
waktu 30 (tiga puluh) hari untuk mematuhi teguran yang tercantum dalam isi Surat
Peringatan sebelumnya;
e. Dalam hal tidak dipatuhinya batas 3 (tiga) kali Surat Peringatan untuk pelanggaran
ringan maka pelanggaran tersebut akan dimasukan dalam kategori pelanggaran sedang
yang pertama, dan selanjutnya bilamana batas 2 (dua) kali Surat Peringatan untuk
pelanggaran sedang tidak dipatuhi maka pelanggaran tersebut akan dimasukan dalam
kategori pelanggaran berat; dan
f. Surat Peringatan sebagaimana dimaksud dalam huruf c adalah merupakan Surat
Peringatan pertama dan terakhir.
Setiap Surat Peringatan ditembuskan kepada asosiasi dimana Badan Usaha tercatat
sebagai anggota untuk selanjutnya mendapatkan pembinaan.
b. Pencabutan SBU; dan
Pencabutan SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b ditetapkan oleh Pengurus
LPJK Nasional atau LPJK Provinsi berdasarkan usulan USBU, setelah dalam waktu 30
(tiga puluh) hari teguran yang tercantum dalam isi Surat Peringatan untuk kategori
pelanggaran berat tidak dipatuhi.
Keputusan pencabutan SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dikeluarkan oleh
a. Pengurus LPJK Nasional terhadap SBU yang diterbitkan oleh USBU Nasional.
b. Pengurus LPJK Provinsi terhadap SBU yang diterbitkan oleh USBU Provinsi.
Setiap surat pencabutan SBU yang dikeluarkan oleh Pengurus LPJK Nasional atau LPJK
Provinsi kepada Badan Usaha ditembuskan kepada asosiasi dimana Badan Usaha tercatat
sebagai anggota untuk selanjutnya mendapatkan pembinaan, dan bilamana diperlukan
asosiasi dapat mengenakan sanksi organisasi.

c. Masuk dalam Daftar Hitam LPJK.


Badan Usaha dapat dimasukkan dalam Daftar Hitam LPJK dalam hal:
a. terbukti menyalahi peraturan perundang-undangan; atau
b. dikenakan sanksi daftar hitam oleh pengguna jasa dan dilaporkan kepada LPJK .
Tatacara pengenaan daftar hitam diatur tersendiri dalam peraturan LPJK.

2. Syarat-syarat yang harus ditaati oleh perusahaan asing yang ikut dalam Pengadaan
Barang dan Jasa terdapat pada peraturan apa ?
a. Perpres nomor 4 tahun 2003 d. Perlem nomor 10 tahun 2013
b. Perlem nomor 11 tahun 2013 e. UU nomor 18 tahun 1999
c. Perpres no 7 tahun 2012

Jawab : C
Pembahasan :
Menurut Peraturan Presiden nomor 7 tahun 2012, syaratnya adalah :
1. Perusahaan asing dapat ikut serta dalam Pengadaan Barang/Jasa dengan ketentuan
sebagai berikut:
a. untuk Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dengan nilai diatas Rp100.000.000.000,00
(seratus miliar rupiah);
b. untuk Pengadaan Barang/Jasa Lainnya dengan nilai diatas Rp20.000.000.000,00 (dua
puluh miliar rupiah); dan
c. untuk Pengadaan Jasa Konsultansi dengan nilai diatas Rp10.000.000.000,00 (sepuluh
miliar rupiah).
2. Perusahaan asing yang melaksanakan pekerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
harus melakukan kerja sama usaha dengan perusahaan nasional dalam bentuk kemitraan,
subKontrak dan lain-lain, dalam hal terdapat perusahaan nasional yang memiliki
kemampuan dibidang yang bersangkutan.
3. Dalam hal Pengadaan Barang/Jasa Lainnya dengan nilai dibawah
Rp20.000.000.000,00 (dua puluh miliar rupiah) tidak dapat dilaksanakan oleh Penyedia
Barang/Jasa Lainnya dari Dalam Negeri, Pengadaan Barang/Jasa Lainnya dilakukan
melalui Pelelangan Internasional (International Competitive Bidding) dan diumumkan
dalam website komunitas internasional.
4. Dalam hal Pengadaan Jasa Konsultansi dengan nilai dibawah Rp10.000.000.000,00
(sepuluh miliar rupiah) tidak dapat dilaksanakan oleh Penyedia Jasa Konsultansi Dalam
Negeri, Pengadaan Jasa Konsultansi dilakukan melalui Seleksi Internasional
(International Competitive Bidding) dan diumumkan dalam website komunitas
internasional.
5. Pengadaan Barang/Jasa Lainnya/Jasa Konsultansi yang dilaksanakan melalui
Pelelangan Internasional

BILLY ADRIANSYAH (2200)


21010111130100

1. SKI-LPJK Nasional dapat digunakan untuk, kecuali …


a. mengeluarkan surat keterangan kebenaran data Badan usaha dan orang
perseorangan
b. menampilkan data Badan usaha dan orang perseorangan untuk menyeleksi peserta
pelelangan
c. mengeluarkan surat keterangan telah memberikan laporan perolehan pekerjaan
d. memberikan informasi tentang proyek yang sedang dan telah dikerjakan oleh
Badan usaha dan orang perseorangan
e. sebagai database badan usaha
Jawaban: e. sebagai database badan usaha
Alasan: Database badan usaha merupakan bagian dari evaluasi registrasi dari SBU
(Perlem 10 Tahun 2013 Pasal 48 Ayat 1) bukan fungsi dari SKI-LPJK

2. Apabila terdapat kejadian bencana alam yang masuk dalam cakupan wilayah suatu
kontrak, pekerjaan penanganan darurat dapat dimasukan ke dalam dokumen …
a. PPK
b. SIUP
c. CCO
d. AHSP
e. BoQ

Jawaban: c. CCO (Contract Change Order)


Alasan : Terdapat pada Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 pasal 90

BIMBY OCTAVIA KURNIASARI (2198)


21010111120051

1. Kontraktor sebagai pelaksana suatu proyek merupakan badan hukum yang dipilih
sebagai pelaksana suatu proyek sesuai dengan keahliannya. Di dalam bidang usaha
pelaksana konstruksi bangunan sipil, subklasifikasinya meliputi hal-hal di bawah ini,
kecuali :
a. Saluran air, pelabuhan, dam, dan prasarana sumber daya air lainnya
b. Instalasi pengolahan air minum dan air limbah serta bangunan pengolahan sampah
c. Instalasi tenaga listrik gedung dan pabrik
d. Jembatan, jalan layang, terowongan dan subways
e. Jalan raya (kecuali jalan layang), jalan, rel kereta api, dan landas pacu bandara

Jawaban :c
Alasan : Karena instalasi tenaga listrik gedung dan pabrik termasuk ke dalam
subklasifikasi bidang usaha instalasi mekanikal dan elektrikal (Pasal 8
ayat 4 Peraturan LPJK Nasional No. 10 Tahun 2013 tentang Registrasi
Usaha Jasa Pelaksana Konstruksi)
2. Tugas dan tanggung jawab seorang kontraktor adalah :
a. Pekerjaan pelaksanaan konstruksi harus sesuai dengan peraturan dan spesifikasi
yang telah direncanakan dalam kontrak perjanjian pemborong
b. Terlaksananya schedule kerja sesuai rencana
c. Menyediakan tenaga kerja, bahan, tempat demi kelancaran pelaksanaan
d. Menjaga seluruh alat yang berhubungan dengan pelaksanaan
e. Memastikan pekerjaan konstruksi yang sedang dilaksanakan sudah sesuai dengan
final desain

Jawaban : e
Alasan : Karena Memastikan pekerjaan konstruksi yang sedang dilaksanakan
sudah sesuai dengan final desain termasuk ke dalam lingkup pekerjaan
Jasa Pengawas Pekerjaan Konstruksi Teknik Sipil Transportasi
(Peraturan LPJK Nasional No. 11 Tahun 2013 tentang Registrasi
Usaha Jasa Perencana dan Pengawas Konstruksi Halaman 63)

BUSTAN FADHILSYAH R (2201)


21010111130107

1. laporan rekomendasi kelayakan klasifikasi dan kualifikasi meliputi berikut ini, kecuali
a. check list kelengkapan dokumen
b. lembar evaluasi pengurus badan usaha
c.rekomendasi klasifikasi dan kualifikasi
d. lembar evaluasi SDM badan usaha
e. berita acara verifikasi dan validasi
jawaban : (e)
berita acara verifikasi dan validasi, karena dalam perlem 10 tahun 2013, pasal 48,
untuk jawaban butir (e) merupakan salah satu yang termasuk dalam dokumen
permohonan registrasi SBU oleh AKBU (pasal 1).

2. situs resmi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi adalah...


a. www.lpjk.com
b.www.lpjk.org
c.www.lpjk.net
d. www.lpjkons.com
e. www.lpjki.com
jawaban (c)
dalam perlem 10 tahun 2013, pasal 43, badan usaha dapat mengunduh borang atau
formulir permohonan registrasi SBU beserta persyaratannya melalui situs resmi LPJK
yaitu www.lpjk.net

DESIMAN SIHALOLO
L2A009036

1. Bagaimana pelaksanaan pengadaan pekerjaan konstruksi dengan dana hibah dengan


pemberian dana langsung kepada penerima hibah?
A. Dikelola langsung oleh penerima hibah dengan rencana kerja yang telah ditetapkan
B. Dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang memiliki sertifikat,
klasifikasi dan kualifikasi perushaan jasa konstruksi
C. Berdasarkan Peraturan Presiden No 54 Tahun 2010 Pasal 5
D. Pasal 8 UU Nomor 18 Tahun 1999 dan Pasal 9 ayat (2) huruf d, Perauturan
Pemerintah No. 29 Tahun 2000
E. Jawaban A,B,C,D benar

Jawaban : E. Jawaban A,B,C,D benar

Untuk pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang bersumber dari hibah, baik


kegiatan perencanaan, pelaksanaan, maupun pegawasan harus dilakukan oleh
perseorangan atau badan usaha yang memiliki sertifikat, klasifikasi, dan
kualifikasi perusahaan jasa konstruksi dan memiliki tenaga ahli dan tenaga
terampil yang bersertifikat Sebagaimana diatur dalam Pasal 8 UU Nomor 18
Tahun 1999 dan Pasal 9 ayat (2) huruf d, Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun
2000.
Hibah yang dilakukan dengan pengalihan dana secara langsung kepada
penerima hibah, prsose pengadaannya dapat dikelola langsung oleh penerima
hibah sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan. Apabila penerima
hibah merasa tidak mampu melakukan sendiri proses pengadaan tersebut,
maka dapat meminta bantuan kepada instansi teknis terkait untuk melakukan
prsose pengadaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Meskipun demikian, diharapkan proses pengadaan yang dilakukan tetap
mengikuti prinsip-prinsip pengadaan sebagaimana tercantum dalam
Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Pasal 5 yang efisien, efektif,
transparan, terbuka, bersaing, adil/tidak diskriminatif dan akuntabel.

2. Apa perbedaan jasa konstruksi pada PPh Pasal 23 dan PPh Pasal 4 ayat 2?
A. Pemotongan pajak atas penghasilan tertentu yang salah satunya adalh penghasilan
dari jasa konstruksi
B. PPh Pasal 4 ayat 2 ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah (PP) No 51 Tahun 2008
stdd PP Nomor 40 Tahun 2009 bersifat final sementara PPh Pasal 23 tidak final
C. PPh Pasal 23 berperan dalam perencanaan konstruksi, PPh Pasal 4 ayat 2 berperan
dalam pelaksaan konstruksi
D. PPh Pasal 23 berbentuk badan (perusahaan), PPh Pasal 4 ayat 2 berstatus individu
E. Jawaban B dan D benar

Jawaban : B. PPh Pasal 4 ayat 2 ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah (PP) No 51


Tahun 2008 stdd PP Nomor 40 Tahun 2009 bersifat final sementara PPh
Pasal 23 tidak final
Dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) yang terbaru, yaitu UU
No. 36 Tahun 2008, jasa konstruksi disebutkan dalam dua pasal yang
berbeda. Pertama, jasa konstruksi disebutkan dalam Pasal 4 ayat 2 huruf d
dan yang berikutnya disebutkan dalam Pasal 23. Kedua pasal itu bicara
mengenai pemotongan pajak atas hasil penghasilan tertentu yang salah
satunya adalah penghasilan dari jasa konstruksi. Bedanya PPh Pasal 4 ayat 2
yang aturan pelaksanaannya ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah (PP) No.
51 Tahun 2008 stdd PP Nomor 40 Tahun 2009 bersifat final sementara PPh
Pasal 23 tidak final.
Pasal 4 ayat 2 adalah pasal dan ketentuan yang bersifat lex speciais dalam
soal pengenaan PPh atas penghasilan-penghasilan tertentu jika dibandingkan
dengan Pasal 23 maupun pasal-pasal lainnya dalam UU PPh. Begitu juga
dengan ketentuan mengenai pengenaan PPh atas jasa konstruksi.
DEVSA RIEVKY SOFIAN (2199)
21010111130080

1. Menurut Pasal 8 Perlem LPJKN No. 11 Tahun 2013 yang bukan termasuk
Kualifikasi Badan Usaha Jasa Perencana dan Pengawas Konstruksi adalah :
A. Usaha Menengah 1 (M1)
B. Usaha Sedang 2 (S2)
C. Usaha Kecil 2 (K2)
D. Usaha Besar
E. Usaha Menengah 2 (M2)
Jawaban : (B) Usaha Sedang 2 (K2)
Alasan : Menurut Perlem LPJKN No. 11 Tahun 2013 Pasal 8 yang tercantum adalah
(1) Kualifikasi Badan Usaha Jasa Perencana dan Pengawas Konstruksi meliputi: a.
usaha kecil; b. usaha menengah; dan c. usaha besar.
(2) Kualifikasi Badan Usaha kecil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a
meliputi subkualifikasi:
a. kecil 1 (K1); dan b. kecil 2 (K2);
(3) Kualifikasi badan usaha menengah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b
meliputi subkualifikasi: a. menengah 1 (M1); dan b. menengah 2 (M2).
(4) Kualifikasi badan usaha besar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c
meliputi subkualifikasi besar (B). Sehingga Usaha Sedang adalah yang tidak
termasuk.

2. Proses penilaian untuk mendapatkan pengakuan terhadap klasifikasi dan kualifikasi


atas kompetensi dan kemampuan usaha di bidang jasa konstruksi disebut :
A. Sertifikasi
B. Klasifikasi
C. Sertifikat
D. Registrasi
E. Kualifikasi
Jawaban : (A) Sertifikasi
Alasan : Menurut Perlem LPJKN No. 10 Tahun 2013 Pasal 1 nomor 12 disebutkan
Sertifikasi adalah proses penilaian untuk mendapatkan pengakuan terhadap
klasifikasi dan kualifikasi atas kompetensi dan kemampuan usaha di bidang
jasa konstruksi yang berbentuk usaha orang perseorangan atau Badan
usaha

DONI TRIATMOJO (2201)


21010111130112

1. Berdasarkan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJK) Nomor : 11


Tahun 2013. Bagian KRITERIA PENILAIAN KLASIFIKASI DAN KUALIFIKASI
berada pada Bab berapa ?

a. Bab I

b. Bab II

c. Bab III

d. Bab IV

e. Bab V

Jawaban : berdasarkan LPJK no. 11 tahun 2013 maka d. Bab IV

2. Berdasarkan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJK) Nomor : 10


Tahun 2013. Pasal yang mengatur Ruang lingkup pengaturan pelaksanaan sertifikasi
dan registrasi Usaha Jasa Pelaksana Konstruksi ini meliputi ketentuan tentang bentuk,
sifat, persyaratan Badan usaha, penggolongan klasifikasi dan pembagian
subklasifikasi, penggolongan kualifikasi dan pembagian subkualifikasi, persyaratan
dokumen permohonan registrasi , penyelenggaraan registrasi, penyelenggaraan
sertifikasi, penyelenggaraan verifikasi dan validasi awal, monitoring dan evaluasi
penyelenggaraan sertifikasi, serta sanksi atas pelanggaran ?
a. Pasal 1
b. Pasal 2
c. Pasal 3
d. Pasal 4
e. Pasal 5
Jawaban : berdasarkan LPJK no. 11 tahun 2013 maka d. Pasal 4
EKA YULIANTI (2197)
21010111120028

1. Apa yang dimaksud dengan metode EPC (Engineering, Procurement and


Construction)?
a. Suatu metode yang digunakan oleh perusahaan konstruksi dimana lingkup
pekerjaan kontraktor adalah hanya design and built.
b. Suatu metode yang digunakan oleh perusahaan konstruksi dimana lingkup
pekerjaan kontraktor adalah hanya memberikan pelayanan jasa konsultan.
c. Suatu metode yang digunakan oleh perusahaan konstruksi dimana lingkup
pekerjaan kontraktor adalah hanya melakukan penyediaan bahan atau alat tertentu
yang dibutuhkan oleh proyek tersebut.
d. Suatu metode yang digunakan oleh perusahaan konstruksi dimana lingkup
pekerjaan kontraktor design and built ini bertambah dengan melakukan
penyediaan bahan atau alat tertentu yang dibutuhkan oleh proyek tersebut.
e. Semua salah, sebutkan jawaban yang benar.
Jawaban: D

2. Apa contoh dari perusahaan konstruksi yang menggunakan metode EPC?


a. Inti Karya Persada Teknik, Rekayasa Industri , Tripatra.
b. Adhi Karya, Pembangunan Perumahan, Wijaya Karya.
c. Hutama Karya, Nindya Karya, Pulau Intan.
d. Semua benar.
e. Semua salah, sebutkan jawaban yang benar.
Jawaban: A

Alasan :

Menurut UU No.18 tahun 1999 yang dimaksud dengan pekerjaan konstruksi adalah
keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta
pengawasan yang mencakup pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal dan tata
lingkungan yang masing-masing beserta kelengkapannya, untuk mewujudkan suatu bangunan
atau bentuk fisik lain.
Dalam UU yang sama disebutkan bahwa jasa konstruksi adalah layanan jasa
perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi, yang masing-masing dikenal dengan
sebutan konsultan perencana (jasa perencanaan), kontraktor (jasa pelaksanaan) dan konsultan
MK – Manajemen Konstruksi (jasa pengawasan).
Pada era tahun 1990-an pembedaan fungsi dan tanggung jawab tersebut sangat
kentara, bahkan seakan telah menjadi “dikotomi” diantara ketiganya. Pada masa itu
umumnya perusahaan konstruksi memposisikan diri menjadi salah satu dari tiga fungsi
tersebut. Sejalan dengan bertambahan kebutuhan dan berjalannya waktu, mulai banyak
kontraktor yang menyediakan jasa konsultasi yang sering disebut dengan istilah design &
built. Layanan design & built ini seakan “memotong” jalur birokrasi dan komunikasi antara
perencana dengan pelaksana, sehingga menghemat waktu dan juga “biaya”.
Awal tahun 2000, sejalan dengan maraknya proyek pertambangan, lingkup pekerjaan
kontraktor design & built ini bertambah lagi untuk melakukan penyediaan bahan atau alat
tertentu yang dibutuhkan oleh proyek tersebut. Pengembangan metode ini kemudian dikenal
sebagai EPC, yaitu Engineering (rekayasa/perencanaan), procurement (pembelian) dan
construction (konstruksi). Metamorfosa menjadi EPC ini tidak hanya dilakukan oleh
kontraktor, namun juga oleh konsultan. Bahkan tiga besar kontraktor EPC saat ini di
Indonesia yaitu IKPT, Rekayasa Industri dan Tripatra awalnya adalah konsultan.

ENDA SURANTA SITEPU (2206)


21010111140213

1. Apabila terjadi perubahan gambar rencana (gambar rencana berbeda dengan hasil akhir)
yang biasanya sering terjadi pada tahap pelaksanaan,kontraktor selaku penyedia jasa dapat
dapat mengklaim beberapa perubahan aspek,yaitu...
a. Perubahan Biaya
b. Perubahan Waktu Kerja
c. Perubahan Lingkup Pekerjaan
d. Perubahan Pengawas Pekerjaan
e. Jawaban a b c benar

Jawab : E

Pembahasan : Gambar rencana berbeda dengan hasil akhir pembangunan sesuai yang
diinginkan oleh pihak pemilik. Pada tahap pelaksanaan pembangunan sering pihak pemilik
memerintahkan perubahan-perubahan terhadap gambar rencana, yang berakibat pada klaim
dari pihak penyedia jasa (kontraktor) berupa permintaan perubahan baik biaya, waktu
maupun gabungan antara perubahan biaya, waktu dan lingkup pekerjaan (jasa).

2. Kontraktor selaku pelaksana pekerjaan sering mengalami sengketa yang mempengaruhi


pelaksanaan proyek,hal hal tersebut yaitu...

a. Kondisi Lapangan
b. Spesifikasi Teknis
c. Kontrak
d. Persyaratan & Administrasi Kontrak
e. jawaban a,b,c,dan d benar semua

Jawab : E
Pembahasan : Penyebab sengketa lainnya yang mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan adalah
kondisi lapangan (kondisi cuaca, kondisi tanah, kondisi topografi, dll), spesifikasi teknis,
surat perjanjian kerjasama (kontrak), persyaratan kontrak dan administrasi kontrak.

ERICHA MARTHINA (2196)


21010111120002

1. Badan usaha pelaksana konstruksi wajib memiliki persyaratan usaha berupa …


a. SBU dan SKTK
b. SKTK
c. TDUP
d. SKA
e. SBU
Jawaban : (e) SBU
Alasan : Sesuai pasal 7 ayat 2 Badan Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1)
huruf b wajib memiliki SBU.

2. Berikut ini beberapa Dokumen permohonan registrasi SBU yang dipergunakan oleh
AKBU sebagai materi uji kelayakan klasifikasi dan kualifikasi pemohonan SBU, meliputi
kecuali…
a. Dokumen permohonan registrasi SBU serta Berita acara verifikasi dan validasi
b. Berita acara verifikasi dan validasi serta Data base perseorangan
c. Berkas PDS dan Data Base Perusahaan Pembangunan
d. Dokumen permohonan registrasi SBU, Berkas PDS dan Data base perseorangan
e. Semua salah

Jawaban : (a) Dokumen permohonan registrasi SBU serta Berita acara verifikasi dan
validasi

Alasan : Berdasarkan pasal 48 ayat 1 menyatakan bahwa Dokumen permohonan


registrasi SBU dipergunakan oleh AKBU sebagai materi uji kelayakan klasifikasi
dan kualifikasi pemohonan SBU, meliputi :
 Dokumen permohonan registrasi SBU;
 Berita acara verifikasi dan validasi;
 Berkas PDS; dan
 Database Badan Usaha.

FAHMI AKMAL HASANI (2201)


21010111130116

1. Verifikasi dan validasi berkas dokumen permohonan registrasi SBU dilakukan terhadap
berkas administrasi meliputi :
a. Legalitas Perseroan Terbatas, Akte pendirian dan Akte perubahannya yang terakhir
yang dibuat oleh notaris dengan pengesahan akte pendirian dan persetujuan akte
perubahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia;
b. Dalam hal Perseroan Terbatas sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah usaha
patungan wajib memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada huruf a,
dilengkapi surat persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal;
c. Legalitas Koperasi, Akte pendirian dan Akte perubahannya yang terakhir yang dibuat
oleh notaris dengan pengesahan akte pendirian dan persetujuan akte perubahan dari
Menteri terkait;
d. Legalitas Badan Usaha bukan badan hukum meliputi CV dan Firma, wajib memiliki
akte pendirian/akte perubahannya yang dibuat oleh notaris dan dilengkapi bukti
pendaftaran di Pengadilan Negeri setempat;
e. semua benar

JAWABAN: E Benar
Alasan:
(1) Verifikasi dan validasi berkas dokumen permohonan registrasi SBU dilakukan
terhadap berkas administrasi meliputi :
a. legalitas Perseroan Terbatas, Akte pendirian dan Akte perubahannya yang terakhir
yang dibuat oleh notaris dengan pengesahan akte pendirian dan persetujuan akte
perubahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia;
b. dalam hal Perseroan Terbatas sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah usaha
patungan wajib memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada huruf a, dilengkapi
surat persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal;
c. legalitas Koperasi, Akte pendirian dan Akte perubahannya yang terakhir yang dibuat
oleh notaris dengan pengesahan akte pendirian dan persetujuan akte perubahan dari
Menteri terkait;
d. legalitas Badan Usaha bukan badan hukum meliputi CV dan Firma, wajib memiliki
akte pendirian/akte perubahannya yang dibuat oleh notaris dan dilengkapi bukti
pendaftaran di Pengadilan Negeri setempat;
e. surat keterangan domisili atau SITU yang masih berlaku;
f. NPWP; dan
g. SBU tahun sebelumnya, dengan mempertimbangkan klasifikasi dan
kualifikasi yang tertera di SBU dan persyaratan registrasi.

2. Verifikasi dan validasi dokumen permohonan registrasi SBU terhadap berkas keuangan
meliputi :
a. neraca dua tahun terakhir yang dibuat oleh Badan Usaha dan ditandatangani diatas
materai dengan memperhatikan nilai modal disetor sama dengan yang tertera di akte
perusahaan
b. faktur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan meneliti nilai PPN
c. daftar pengalaman Badan usaha melaksanakan pekerjaan diisi berdasarkan formulir
isian permohonan registrasi yang dikelompokan dalam setiap subklasifikasi;
d. rekaman kontrak pekerjaan dengan meneliti keabsahan kontrak, jadwal pelaksanaan,
lingkup pekerjaan dan nilai pekerjaan;
e. rekaman berita acara serah terima pekerjaan pertama dan/atau berita acara serah
terima pekerjaan akhir dengan meneliti keabsahan berita

JAWABAN: A Benar
Alasan:
Verifikasi dan validasi dokumen permohonan registrasi SBU terhadap berkas keuangan
meliputi :
a. neraca dua tahun terakhir yang dibuat oleh Badan Usaha dan ditandatangani diatas
materai dengan memperhatikan nilai modal disetor sama dengan yang tertera di akte
perusahaan; dan
b. neraca dua tahun terakhir yang dibuat oleh Badan usaha ditandatangani diatas materai
dan laporan keuangan yang ditandatangani kantor akuntan publik dengan memperhatikan
nilai modal yang disetor sama dengan yang tertera di akte perusahaan.

Jawaban B, C, D, E merupakan verifikasi dan validasi berkas dokumen permohonan


registrasi SBU dilakukan terhadap berkas pengalaman pekerjaan.

FALDY FAISAL JATNIKA (2199)


21010111130082

1. Dalam penilaian pengalaman pekerjaan badan usaha pada saat permohonan registrasi SBU
hal apakah yang menjadi acuan penilaiannya?
a. Nilai kumulatif kontrak pekerjaan selama 10 tahun
b. Pemasukan kumulatif pekerjaan selama 10 tahun
c. Masa pengalaman di bidang konstruksi
d. Jumlah proyek yang dikerjakan selama 10 tahun
e. Banyaknya pekerja yang berpengalaman dalam badan usaha tersebut

Jawaban A

Alasan: terdapat pada pasal 35 ayat 4


Penetapan subkualifikasi berdasarkan hasil penilaian nilai kontrak pekerjaan
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) sebagai berikut:
a. Badan Usaha subkualifikasi K1 tidak dipersyaratkan pengalaman;
b. Badan Usaha subkualifikasi K2 dipersyaratkan memiliki pengalaman melaksanakan
pekerjaan subkualifikasi K1 dengan total nilai kumulatif perolehan sekarang paling sedikit
Rp 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) yang diperoleh dalam kurun waktu 10 (sepuluh)
tahun;
c. Badan Usaha subkualifikasi K3 dipersyaratkan memiliki pengalaman melaksanakan
pekerjaan subkualifikasi K2 dengan total nilai kumulatif perolehan sekarang paling sedikit
Rp 1.750.000.000,- (satu milyar tujuh ratus lima puluh juta rupiah) yang diperoleh dalam
kurun waktu 10 (sepuluh) tahun;
d. Badan Usaha subkualifikasi M1 dipersyaratkan memiliki pengalaman melaksanakan
pekerjaan subkualifikasi K3 dengan total nilai kumulatif perolehan sekarang paling sedikit
Rp 2.500.000.000,- (dua milyar lima ratus juta rupiah) yang diperoleh dalam kurun waktu 10
(sepuluh) tahun atau memiliki nilai pengalaman tertinggi Rp. 833.000.000,- (delapan ratus
tiga puluh tiga juta rupiah) yang diperoleh selama kurun waktu 10 (sepuluh) tahun;
e. Badan Usaha subkualifikasi M2 dipersyaratkan memiliki pengalaman melaksanakan
pekerjaan subkualifikasi M1 dengan total nilai kumulatif perolehan sekarang paling sedikit
Rp 10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah) yang diperoleh dalam kurun waktu 10 (sepuluh)
tahun atau memiliki nilai pengalaman tertinggi pekerjaan subkualifikasi M1 Rp.
3.330.000.000,- (tiga milyar tiga ratus tiga puluh tiga juta rupiah) yang diperoleh selama
kurun waktu 10 (sepuluh) tahun;
f. Badan Usaha subkualifikasi B1 dipersyaratkan memiliki pengalaman melaksanakan
pekerjaan subkualifikasi M2 dengan total nilai kumulatif perolehan sekarang paling sedikit
Rp 50.000.000.000,- (lima puluh milyar rupiah) yang diperoleh dalam kurun waktu 10
(sepuluh) tahun atau memiliki nilai pengalaman tertinggi pekerjaan subkualifikasi M2 Rp.
16.600.000.000,- (enam belas milyar enam ratus juta rupiah)yang diperoleh selama kurun
waktu 10 (sepuluh) tahun; dan
g. Badan Usaha subkualifikasi B2 dipersyaratkan memiliki pengalaman melaksanakan
pekerjaan subkualifikasi B1 dengan total nilai kumulatif perolehan sekarang paling sedikit Rp
250.000.000.000,- (dua ratus lima puluh milyar rupiah) yang diperoleh dalam kurun waktu 10
(sepuluh) tahun atau memiliki nilai pengalaman tertinggi pekerjaan subkualifikasi B1 Rp.
83.330.000.000,- (delapan puluh tiga milyar tiga ratus tiga puluh rupiah) yang diperoleh
selama kurun waktu 10 (sepuluh) tahun.

2. Pelanggaran yang dilakukan badan usaha SBU dikategorikan sebagai berikut:


Pelanggaran ringan; Pelanggaran sedang; dan Pelanggaran berat. Manakah yang termasuk
kategori pelanggaran berat?
a. Badan Usaha tidak melaporkan perolehan pekerjaan maupun penyelesaian
pekerjaannya kepada LPJK Nasional atau LPJK Provinsi melalui Asosiasi.
b. Terbukti telah mempekerjakan tenaga Pegawai Negeri Sipil, anggota Tentara Nasional
Indonesia dan anggota Kepolisian Republik Indonesia sebagai PJBU, PJT, dan PJK.
c. Terbukti memiliki lebih dari satu SBU untuk klasifikasi yang sama dengan kualifikasi
berbeda.
d. Melaksanakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan klasifikasi dan/atau kualifikasi
usaha yang dimilikinya.
e. Data administrasi identitas Badan Usaha dalam dokumen yang diserahkan kepada
LPJK Nasional atau LPJK Provinsi ternyata tidak benar
Jawaban C

Alasan: terdapat pada pasal 65 ayat 2


Pelanggaran Ringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dikenakan bilamana
terjadi hal-hal sebagai berikut :
a. Data administrasi identitas Badan Usaha dalam dokumen yang diserahkan kepada LPJK
Nasional atau LPJK Provinsi ternyata tidak benar ; atau
b. Badan Usaha mempekerjakan tenaga kerja warga negara asing yang tidak memiliki
sertifikat keahlian yang diregistrasi oleh LPJK Nasional dan/atau kompetensinya tidak
sesuai dengan jabatan pekerjaannya; atau
c. PJBU/PJT/PJK yang dipersyaratkan tidak bekerja pada Badan Usaha sesuai dengan data
yang ada dalam SIKI-LPJK Nasional dan/atau terbukti merangkap jabatan pada Badan
Usaha lain dengan Usaha sejenis di bidang jasa konstruksi ; atau
d. Badan Usaha tidak melaporkan perolehan pekerjaan maupun penyelesaian pekerjaannya
kepada LPJK Nasional atau LPJK Provinsi melalui Asosiasi.
e. Badan Usaha yang melaksanakan pekerjaan keteknikan tidak dilengkapi dengan tenaga
kerja yang memiliki SKA dan/atau SKTK; atau
f. Badan Usaha tidak langsung mengganti PJT/PJK yang keluar atau berhenti dari Badan
Usaha tersebut dan/atau tidak melaporkan penggantinya kepada LPJK Nasional atau LPJK
Provinsi; atau
g. Badan Usaha tidak menerapkan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang
berlaku di tempat kegiatan konstruksi ; atau
h. Badan Usaha tidak memberikan data dan/atau klarifikasi yang dibutuhkan dalam proses
pemeriksaan oleh LPJK Nasional atau LPJK Provinsi atas pengaduan yang masuk ke
LPJK Nasional atau LPJK Provinsi dalam batas waktu yang ditetapkan ; atau
i. Badan Usaha dilaporkan oleh asosiasinya telah pindah ke asosiasi lain tanpa
memberitahukan pengunduran diri dari asosiasi lamanya; atau Peraturan LPJK Nasional
No. 10 Tahun 2013 | 65
j. Badan Usaha tidak melaporkan pengunduran diri dari asosiasi lamanya kepada LPJK.

Pelanggaran Sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, bilamana Badan Usaha:
a. telah menerima 3 (tiga) kali Surat Peringatan pelanggaran ringan atau Surat Peringatan
pelanggaran sedang yang pertama, namun dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak
diterbitkannya Surat Peringatan tersebut Badan Usaha tidak memenuhi ketentuan
sebagaimana tertera dalam isi Surat Peringatan tersebut; atau
b. melaksanakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan klasifikasi dan/atau kualifikasi usaha
yang dimilikinya ; atau
c. terbukti telah mempekerjakan tenaga Pegawai Negeri Sipil, anggota Tentara Nasional
Indonesia dan anggota Kepolisian Republik Indonesia sebagai PJBU, PJT, dan PJK.

Pelanggaran Berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, bilamana Badan Usaha :
a. telah menerima Surat Peringatan pelanggaran sedang yang kedua, namun dalam waktu
30 (tiga puluh) hari sejak diterbitkannya Surat Peringatan tersebut, Badan Usaha tidak
memenuhi ketentuan sebagaimana yang tercantum dalam isi Surat Peringatan tersebut ;
atau
b. terbukti memalsukan pengalaman pekerjaan dan/atau memasukkan data pengalaman
dan/atau data keuangan dan/atau data personalia yang tidak benar, yang menyebabkan
penetapan klasifikasi maupun kualifikasi Usahanya tidak benar ; atau
c. terbukti memalsukan surat keabsahan Registrasi, surat keterangan tidak sedang
dikenakan sanksi dan surat keterangan telah melaporkan perolehan pekerjaan, yang
diterbitkan oleh SIKI-LPJK Nasional ; atau
d. terbukti memperoleh SBU dengan cara melanggar hukum; atau
e. terbukti mengubah klasifikasi dan atau kualifikasi usaha dalam rekaman SBU atau
rekaman turunan SBU-nya, yang tidak sama dengan SBU aslinya; atau
f. terbukti memiliki lebih dari satu SBU untuk klasifikasi yang sama dengan kualifikasi
berbeda.
FIRMAN HASIHOLAN (2206)
21010111140218

1. Kualifikasi badan usaha kecil sebagaimana dimaksud pada Peraturan Lembaga


Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional Nomor : 10 Tahun 2013 pasal 9 ayat (2)
huruf a meliputi subkualifikasi : kecil 1 (K1), kecil 2 (K2), dan kecil 3 (K3).
Subkualifikasi K1 memiliki kekayaan bersih lebih dari ...........................
a. Rp. 50.000.000,-
b. Rp. 50.000.000,- sampai dengan Rp. 200.000.000,-
c. Rp. 200.000.000,- sampai dengan Rp. 350.000.000,-
d. Rp. 350.000.000,- sampai dengan Rp. 500.000.000,-
e. Rp. 500.000.000,- sampai dengan Rp. 2.000.000.000,-

2. Di bawah ini yang bukan merupakan subukualifikasi orang perseorangan dan badan
usaha yang penyelenggaraan registrasinya dilaksanakan oleh LPJK Provinsi adalah
.....................
a. Kecil 1 (K1)
b. Kecil 2 (K2)
c. Menengah 1 (M1)
d. Menengah 2 (M2)
e. Besar 1 (B1)

Jawaban :
1. Menurut Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional Nomor : 10
Tahun 2013 pasal 11 ayat (1) huruf b, subkualifikasi K1 memiliki kekayaan bersih
lebih dari Rp. 50.000.000,- sampai dengan Rp. 200.000.000,-. (Jawaban : B)
2. Menurut Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional Nomor : 10
Tahun 2013 pasal 14, Penyelenggara Registrasi dilaksanakan oleh :
 LPJK Nasional, untuk Badan usaha yang memiliki salah satu subkualifikasi
dengan subkualifikasi B1 dan/atau B2.
 LPJK Provinsi, untuk usaha orang perseorangan dan Badan usaha dengan
subkualifikasi K1, K2, K3, M1 dan M2.
Maka Jawaban adalah E karena Besar 1 (B1) dilaksanakan oleh LPJK
Nasional. (Jawaban : E)

Gema Putra Pratama


21010111130104

1. Berdasarkan pembagian penggunaan teknologi dari besaran biaya dan volume pekerjaan,
maka teknologi yang tidak perlu memerlukan tenaga ahli adalah ;
a. Teknologi Sederhana
b. Teknologi Madya
c. Teknologi Tinggi
d. Teknologi Rendah
e. Teknologi Menengah
Alasan : Berdasarkan Perlem No. 10 tahun 2013 pasal 10 ayat 4 menyatakan ada 3
macam penggunaan teknologi berdasarkan besaran biaya dan volume pekerjaan,
yaitu : teknologi sederhana, teknologi madya, dan teknologi tinggi. Dan teknologi
sederhanalah satu-satunya yang tidak memerlukan tenaga ahli.
2. Faktor penting yang membuat pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya dan
pemanfaatan bengunan konstruksinya sangat membahayakan hingga menyebabkan risiko
tinggi adalah
a. Keselamatan umum
b. Jiwa manusia
c. Harta Benda
d. Lingkungan
e. Bangunan Lain
Alasan : Berdasarkan Perlem No.10 Tahun 2013 pasal 10 ayat 3 terdapat 3 kriteria
risiko yaitu ; risiko kecil, risiko sedang dan risiko tinggi. Tetapi hanya faktor
lingkungan yang membuat risiko tersebut menjadi risiko tinggi.
HAFARA PRASETIADI (2206)
21010111140215

1. Dalam pelaksanaan penyediaan jasa konstruksi terkadang terjadi ketidaksesuaian data


Basan Usaha yang tercantum dalam SIKI-LPJK Nasional atau SBU. Apabila
ditemukan ketidaksesuaian tersebut masyarakat atau pengguna jasa konstruksi dapat
mengadukan ketidaksesuaian tersebut. Berikut ini yang bukan merupakan data yang
bisa dipaporkan atas ketidak sesuaian adalah...
a. Data Pengalaman Badan Usaha
b. Data Administrasi
c. Klasifikasi dan/atau kualifikasi usaha
d. Data yang terkait dengan perolehan pekerjaan
e. Data Keuangan Badan Usaha Pengawasan

Jawaban: e. Karena didalam dokumentasi penyedia jasa konstruksi tidak tercantum


tentang keuangan BU Pengawas.

2. Setelah pengaduan diterima maka akan dilakukan penanganan, tahapan penanganan


pengaduan sebagai berikut :
i. Penerimaan laporan
ii. Pemeriksaan pengaduan
iii. Penetapan sanksi
iv. Pembuatan berita acara
v. Pelaksanaan pemeriksaan

Urutan tahapan penanganan pengaduan adalah :

a. I-ii-iii-iv-v
b. I-ii-iv-iii-v
c. I-v-iv-ii-iii
d. I-v-ii-iv-iii
e. I-ii-iv-v-iii

Jawaban : d. Buka Perlem no 10 th. 2013 halaman69


ITA PUJI LESTARI (2198)
21010111120050

1. Pelanggaran Ringan sebagaimana dimaksud pada LEMBAGA PENGEMBANGAN


JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR : 10 TAHUN 2013 Pasal 65 ayat (2)
dikenakan bilamana terjadi hal-hal sebagai berikut, kecuali :
a. Badan Usaha tidak melaporkan perolehan pekerjaan maupun penyelesaian
pekerjaannya kepada LPJK Nasional atau LPJK Provinsi melalui Asosiasi.
b. Badan Usaha yang melaksanakan pekerjaan keteknikan tidak dilengkapi dengan
tenaga kerja yang memiliki SKA dan/atau SKTK
c. terbukti memperoleh SBU dengan cara melanggar hukum
d. Badan Usaha tidak langsung mengganti PJT/PJK yang keluar atau berhenti dari
Badan Usaha tersebut dan/atau tidak melaporkan penggantinya kepada LPJK
Nasional atau LPJK Provinsi
e. Badan Usaha tidak menerapkan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
yang berlaku di tempat kegiatan konstruksi

Jawaban : C karena merupakan Pelanggaran Berat sebagaimana dimaksud pada


LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL
NOMOR : 10 TAHUN 2013ayat (1) huruf c

2. Metode satu sampul digunakan untuk Pengadaan Barang/Jasa yang sederhana,


Bagaimana karakteristik yang dimiliki metode satu sampul?
a. Pekerjaan yang bersifat sederhana dengan standar harga yang telah ditetapkan
Pemerintah
b. Pekerjaan bersifat kompleks
c. memenuhi kriteria kinerja tertentu dari keseluruhan sistem, termasuk
pertimbangan kemudahan atau efisiensi pengoperasian dan pemeliharan
Peralatannya
d. mempunyai beberapa alternatif penggunaan sistem dan desain penerapan
teknologi yang berbeda
e. membutuhkan waktu evaluasi teknis yang lama
Jawaban : A, karena jawaban B C D E merupakan karakteristik dari metode dua
tahap

JUMANTO (2196)
21010111120009

1. Sebutkan undang-undang yang mengatur khusus tentang kontraktor?

a. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi (“UU 18/1999”).

b. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (“UU 28/2002”).

c. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman.

d. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Tata Rencana Kota.

e. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Infrastruktur Gedung (“UU 3/2002”)

*Jawaban : (a,b,c)

2. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh sebuah kontraktor adalah Pengalaman
kerja, kemampuan keuangan, kemampuan teknis. Pertanyaannya adalah sebutkan
kemampuan teknis tersebut?

a. Kemampuan Peralatan

b. Kemampuan Personil

c. Manajemen Mutu

d. Pengawasan

e. Kemampuan Pengendalian Waktu

*Jawaban : (a,b,c)
KAHFI AULIA RAHMAN (2200)
21010111130102

1. Badan usaha konstruksi yang terbukti memalsukan pengalaman pekerjaan dan/atau


memasukkan data pengalaman dan/atau data keuangan dan/atau data personalia yang
tidak benar adalah termasuk ke dalam ?
A. Pelanggaran Biasa
B. Pelanggaran Berat
C. Pelanggaran Ringan
D. Pelanggaran Terencana
E. Pelanggaran Terpusat

Alasan : Karena dalam peraturan lembaga pengembangan jasa konstruksi nasional nomor
: 11 tahun 2013 Pasal 63 Ayat 4 sudah di jelaskan yang termasuk pelanggaran berat
salahsatunya adalah memalsukan pengalaman pekerjaan dan/atau memasukkan data
pengalaman dan/atau data keuangan dan/atau data personalia yang tidak benar .

2. Hal berikut adalah termasuk kedalam pelanggaran ringan yaitu ?

A. Badan Usaha tidak menerapkan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
yang berlaku di tempat kegiatan konstruksi
B. melaksanakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan klasifikasi dan/atau kualifikasi
usaha yang dimilikinya
C. terbukti telah mempekerjakan tenaga Pegawai Negeri Sipil, anggota Tentara Nasional
Indonesia
D. terbukti memperoleh SBU dengan cara melanggar hokum
E. telah menerima Surat Peringatan Pelanggaran Sedang yang kedua

Alasan : Karena dalam peraturan lembaga pengembangan jasa konstruksi nasional nomor
: 11 tahun 2013 Pasal 63 Ayat 4 sudah di jelaskan yang termasuk pelanggaran ringan
salahsatunya adalah Badan Usaha tidak menerapkan ketentuan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) yang berlaku di tempat kegiatan konstruksi.
KANTYA PRATITA D (2196)
21010111120001

1. Kualifikasi Badan Usaha jasa pelaksana konstruksi didasarkan pada?


a. Kriteria tingkat/kedalaman kompetensi.
b. Potensi kemampuan usaha.
c. Kemampuan melakukan pelaksanaan pekerjaan.
d. Kekayaan bersih, pengalaman dan tenaga kerja .
e. Semua benar.

Jawab : E
Alasan :
Tercantum pada Peraturan LPJK Nasional No. 10 Tahun 2013 Pasal 10 yaitu (1) Kualifikasi
Badan Usaha jasa pelaksana konstruksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2)
didasarkan pada kriteria tingkat/kedalaman kompetensi dan potensi kemampuan usaha, serta
kemampuan melakukan pelaksanaan pekerjaan.
Berdasarkan Pasal 9 ayat (6) pembagian kualifikasi badan usaha ditentukan berdasarkan pada
pemenuhan persyaratan dan kemampuan usaha yang meliputi: kekayaan bersih, pengalaman
dan tenaga kerja.

2. Hal apa saja yang perlu dievaluasi sebagai penilaian kelayakan suatu badan usaha jasa
konstruksi, kecuali?
a. Evaluasi pengurus.
b. Verifikasi & Validasi Dokumen Badan Usaha.
c. Evaluasi keuangan.
d. Evaluasi peralatan.
e. Evaluasi administrasi.

Jawab : D
Alasan :
Berdasarkan Peraturan LPJK Nasional No. 10 Tahun 2013 halaman 102 tabel Rangkuman
Lembar Evaluasi.
KHOIRUL MUSTOFA (2201)
21010111130123

1. Di bawah ini merupakan dokumen permohonan registrasi SBU yang dipergunakan


oleh AKBU sebagai materi uji kelayakan klasifikasi dan kualifikasi permohonan SBU
yaitu:
a. Dokumen permohonan registrasi SBU
b. Berita acara verivikasi dan validasi
c. Berkas PDS
d. Database Badan Usaha
e. Benar Semua
Jawaban : e. Benar Semua
Alasan : Sesuai dengan pasal 48 ayat 1 Peraturan LPJK Nasional No. 10
Tahun 2013

2. Badan Usaha yang dikenakan sanksi oleh LPJK Nasional atau LPJK Provinsi
ditayangkan dalam:
a. SIKI-LPJK Nasional
b. SIKI-LPJK Provinsi
c. SIKI-LPJK Kota
d. SIKI-LPJK Daerah
e. Benar Semua
Jawaban : a. SIKI-LPJK Nasional
Alasan : Sesuai dengan Pasal 71 Peraturan LPJK Nasional N. 10 Tahun 2013

L HAMONANGAN ARITONANG RG (2197)


21010111120024

1. Jika ingin mendirikan badan usaha yang bergerak di bidang jasa konstruksi, maka badan
usaha tersebut wajib menjalani proses sertifikasi sesuai klasifikasi dan kualifikasi
usahanya. Sertifikasi ini dilakukan oleh :

a. HKTI

b. DPR
c. LPJK

d. SUCOFINDO

e. Jawaban a dan c benar

Jawaban yang benar adalah C. LPJK

Alasan :

Pada Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional nomor 10 Tahun


2013, pada Bab I pasal yang pertama di sebutkan :

Ayat yang 1 :

Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi yang selanjutnya disebut LPJK adalah


lembaga sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2010
tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor28 Tahun 2000 tentang Usaha dan
Peran Masyarakat Jasa Konstruksi sebagaimana diubah terakhir kali dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 92Tahun 2010 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah
Nomor28 Tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi.

Ayat yang 28 :

Sertifikat Keahlian Kerja yang selanjutnya disebut SKA adalah Sertifikat yang
diterbitkan LPJK dan diberikan kepada tenaga ahli konstruksi yang telah memenuhi
persyaratan kompetensi berdasarkan disiplin keilmuan, kefungsian dan/atau keahlian
tertentu.

2. Sanksi apa yang akan diberikan oleh LPJK kepada Badan Usaha Jasa Konstruksi jika
mengalami pelanggaran dalam proses pekerjaannya ?

a. Surat Peringatan, Masuk dalam daftar hitam LPJK

b. Surat Peringatan, Pencabutan SBU, Masuk dalam daftar hitam LPJK

c. Surat Peringatan, Pencabutan SKA

d. Semua Salah

e. Semua Benar
Jawaban yang benar adalah

b. Surat Peringatan, Pencabutan SBU, Masuk dalam daftar hitam LPJK

Alasan:

Pada Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional nomor 10 Tahun


2013, pada Bab X pasal yang ke-64 di sebutkan :

(1) Jenis sanksi ditetapkan sebagai berikut :

a. Surat Peringatan;

b. Pencabutan SBU; dan

c. Masuk dalam Daftar Hitam LPJK.

(2) Surat Peringatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dikeluarkan oleh
Pengurus LPJK Nasional atau LPJK Provinsi sebagai berikut :

a. Untuk pelanggaran ringan dikenakan dalam 3 (tiga) kali Surat Peringatan;

b. Untuk pelanggaran sedang dikenakan dalam 2 (dua) kali Surat Peringatan;

c. Untuk pelanggaran berat dikenakan dalam 1 (satu) kali Surat Peringatan;

d. Untuk setiap tahapan Surat Peringatan tersebut huruf a dan b, Badan Usaha diberi
waktu 30 (tiga puluh) hari untuk mematuhi

e. Dalam hal tidak dipatuhinya batas 3 (tiga) kali Surat Peringatan untuk pelanggaran
ringan maka pelanggaran tersebut akan dimasukan dalam kategori pelanggaran
sedang yang pertama, dan selanjutnya bilamana batas 2 (dua) kali Surat Peringatan
untuk pelanggaran sedang tidak dipatuhi maka pelanggaran tersebut akan dimasukan
dalam kategori pelanggaran berat; dan

f. Surat Peringatan sebagaimana dimaksud dalam huruf c adalah merupakan Surat


Peringatan pertama dan terakhir.

(3) Setiap Surat Peringatan ditembuskan kepada asosiasi dimana Badan Usaha tercatat
sebagai anggota untuk selanjutnya mendapatkan pembinaan.
(4) Pencabutan SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b ditetapkan oleh
Pengurus LPJK Nasional atau LPJK Provinsi berdasarkan usulan USBU, setelah
dalam waktu 30 (tiga puluh) hari teguran yang tercantum dalam isi Surat Peringatan
untuk kategori pelanggaran berat tidak dipatuhi.

(5) Keputusan pencabutan SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (4)dikeluarkan oleh

a. Pengurus LPJK Nasional terhadap SBU yang diterbitkan oleh USBU Nasioanal.

b. Pengurus LPJK Provinsi terhadap SBU yang diterbitkan oleh USBU Provinsi.

(6) Setiap surat pencabutan SBU yang dikeluarkan oleh Pengurus LPJK

Nasional atau LPJK Provinsi kepada Badan Usaha ditembuskan kepada asosiasi
dimana Badan Usaha tercatat sebagai anggota untuk selanjutnya mendapatkan
pembinaan, dan bilamana diperlukan asosiasi dapat mengenakan sanksi organisasi.

(7) Contoh bentuk Surat Peringatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 22dan contoh
Surat Pencabutan SBU sebagaimana tercantum dalam Lampiran 23.

(8) Sanksi terhadap Badan Usaha

LINDA BUDI LESTARI (2196)


21010111120018

1. Bentuk usaha jasa pelaksanaan konstruksi meliputi Badan Usaha. Badan Usaha dibagi
menjadi 2, Badan Usaha Nasional dan Badan Usaha Asing. Dibawah ini yang merupakan
Badan Usaha Nasional yang bukan Badan Hukum adalah :
A. Perseroan terbatas
B. Koperasi
C. Biro Teknik
D. Usaha dagang
E. Firma

Jawaban : E

Alasan : Berdasarkan Perlem No. 10 Tahun 2013 Bab III Pasal 5 ayat 4 yang menjelaskan
tentang Badan Usaha Nasional.
2. Dibawah ini mana yang termasuk kualifikasi Badan Usaha Jasa Pelaksana Konstruksi:
A. Usaha Menengah
B. Usaha Ringan
C. Usaha Sedang
D. Usaha Minimal
E. Usaha Maksimal

Jawaban : A

Alasan : Karena Usaha Menengah termasuk usaha jasa pelaksana yang ada di pasal 9

M. LUTHFI (2198)
21010111130058
1. Bentuk usaha jasa perencana dan pengawas kontruksi adalah orang perseorangan dan
badan usaha. Bentuk usaha orang perseorangan meliputi
A. Orang perseorangan
B. Usaha dagang (UD)
C. Perusahaan bangunan (PB)
D. Biro teknik (BT)
E. Benar semua
Jawaban: E
2. Klasifikasi bidang Usaha Jasa Perencana dan Pengawas Konstruksi meliputi, kecuali
A. Perencanaan arsitektur
B. Perencanaan rekayasa (engineering);
C. Perencanaan penataan ruang
D. Perencanaan wilayah
E. Pengawasan arsitektur

Jawaban: D

MEGA ASISKA NINDA PRATIWI (2206)


21010111140222

1. Salah satu kriteria risiko yaitu mencakup pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya
dan
pemanfaatan bangunan-konstruksinya sangat membahayakan keselamatan umum,

harta benda, jiwa manusia, dan lingkungan adalah termasuk kriteria risiko .....

a. Kecil
b. Sedang
c. Menengah
d. Tinggi
e. Sangat Tinggi

Jawabannya risiko tinggi, karena ada di UUD LPJKN Pasal 9 ayat 3

2. Syarat-syarat utuk menjadi tenaga ahli dalam suatu badan usaha yaitu, kecuali .....
a. Foto KTP
b. Foto NPWP
c. Foto copy Ijasah
d. Fotocopy SKA
e. Ijasah Asli

Jawabannya adalah e karena terdapat di pasal 32 ayat 1 e

MUHAMMAD BAHRUDDIN
21010110130142

1. Yang tidak termasuk laporan rekomendasi kelayakan dan kualifikasi badan usaha
adalah:
a. Chek list verifikasi dan validasi
b. Lembar evaluasi pengurus badan usaha
c. Lembar evaluasi SDM badan uasaha
d. Lembar penerbitan oleh LPJK nasional
e. Lembar evaluasi keuangan badan usaha
Jawaban : D, sesuai Bab VII pasal 48 poin 6

2. SIKI – LPJK Nasional dapat digunakan untuk, kecuali:


a. Mengeluarkan surat keterangan tidak dikenakan sanksi dan masuk dalam daftar
hitam LPJK
b. Mengeluarkan surat keterangan kebenaran data badan usaha dan orang
perseorangan
c. Mengeluarkan surat peringatan kepada badan usaha dan orang perseorangan
d. Mengeluarkan surat kebsahan regristasi
e. Memberikan informasi tentang proyek yang sedang dan telah dikerjakan oleh
badan usaha dan orang perseorangan
Jawaban : C, sesuai Bab IX pasal 59 poin 1

MUHAMMAD IDU ZAMAN S (2200)


21010111130089

1. Pelanggaran yang dilakukan oleh Badan Usaha pemilik SBU, dikategorikan


sebagai pelanggaran ringan, bilamana:
a. Data administrasi identitas Badan Usaha dalam dokumen yang diserahkan kepada
LPJK Nasional atau LPJK Provinsi ternyata tidak benar.
b. Badan Usaha mempekerjakan tenaga kerja warga negara asing yang tidak
memiliki sertifikat keahlian yang diregistrasi oleh LPJK Nasional dan/atau
kompetensinya tidak sesuai dengan jabatan pekerjaannya.
c. Badan Usaha tidak melaporkan perolehan pekerjaan maupun penyelesaian
pekerjaannya kepada LPJK Nasional atau LPJK Provinsi melalui Asosiasi.
d. Jawaban a dan c benar.
e. Semua jawaban benar.

Kunci jawaban: E, karena meninjau dari pasal 65 ayat 2 peraturan lembaga


pengembangan jasa konstruksi nasional nomor : 10 tahun 2013 tentang registrasi
usaha jasa pelaksana konstruksi, jawaban a, b, dan c termasuk kategori pelanggaran
ringan. Jadi semua jawaban benar.

2. Salah satu bentuk usaha jasa pelaksanaan konstruksi adalah Badan Usaha. Badan
usaha yang dimaksud meliputi:
a. Badan usaha nasional.
b. Badan usaha regional.
c. Badan usaha asing.
d. Jawaban a dan c benar.
e. Semua jawaban benar.

Kunci jawaban: D, karena meninjau dari pasal 5 ayat 3 peraturan lembaga


pengembangan jasa konstruksi nasional nomor : 10 tahun 2013 tentang registrasi
usaha jasa pelaksana konstruksi, Badan usaha hanya meliputi badan usaha nasional
dan badan usaha asing. Jadi jawaban d yang paling benar.

MUHAMMAD IQBAL AE (2198)


21010111130060

1. Dalam pasangan 8 ayat 3 peraturan LPJK no. 10 tahun 2013 yang merupakan bangunan
sipil adalah sebagai berikut kecuali :
A. Rel kereta api
B. Dam
C. Mall
D. Stadion
E. Dam
Jawaban : C, karena Mall merupakan bangunan gedung yaitu termasuk bangunan
komersial (Pasal 8 ayat 2)

2. Dalam pasal 5 ayat 3 peraturan LPJK no. 10 tahun 2013 badan usaha nasional meliputi
sebagai, berikut, kecuali :
A. CV
B. UD
C. PT
D. Koperasi
E. Firma
Jawaban : B, karena UD adalah Usaha Dagang yang merupakan orang perseorangan
dalam bentuk usaha pelaksana konstruksi (Pasal 5 ayat 2)
NOVIANA SHINTA D (2199)
21010111130079

1) Yang termasuk materi uji kelayakan klasifikasi dan kualifikasi permohonan Sertifikat
Badan Usaha (SBU) adalah :
A. i, ii, iv
B. ii, iii, v
C. i, v, vi
D. iii, iv, vi
E. iv, v, vi

Jawaban : B. (ii, iii, v)


Alasan : Dalam Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi No. 10 tahun 2013
Bab VII Mekanisme Registrasi Bagian Keempat Tata Cara Penilaian Kelayakan
Badan Usaha pasal 48 ayat 1 tertulis :
Dokumen permohonan registrasi SBU dipergunakan oleh AKBU sebagai materi
uji kelayakan klasifikasi dan kualifikasi pemohonan SBU, meliputi :
a. Dokumen permohonan registrasi SBU;
b. Berita acara verifikasi dan validasi;
c. Berkas PDS; dan
d. Database Badan Usaha.

2) SIKI-LPJK Nasional dapat digunakan untuk, kecuali :


A. Memberikan informasi tentang proyek yang sedang dan telah dikerjakan oleh
Badan usaha dan orang perseorangan.
B. Mengeluarkan surat keterangan tidak dikenakan sanksi dan masuk dalam daftar
hitam LPJK.
C. Menetapkan subklasifikasi dan subkualifikasi terhadap permohonan registrasi
SBU serta penetapan kemampuan dasar pada setiap subklasifikasi.
D. Menampilkan data Badan usaha dan orang perseorangan untuk menyeleksi peserta
pelelangan.
E. Mengeluarkan surat keabsahan Registrasi.
Jawaban : C. (Menetapkan subklasifikasi dan subkualifikasi terhadap permohonan
registrasi SBU serta penetapan kemampuan dasar pada setiap subklasifikasi.)
Alasan : Sebagaimana yang tercantum pada Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa
Konstruksi No. 10 tahun 2013 Bab IX Ketentuan Pelengkap Bagian Pertama
Penggunaan SIKI-LPJK Nasional dan Data Registrasi Badan Usaha pasal 59
menyatakan :
SIKI-LPJK Nasional dapat digunakan untuk :
a. mengeluarkan surat keabsahan Registrasi;
b. mengeluarkan surat keterangan tidak dikenakan sanksi dan masuk dalam
daftar hitam LPJK;
c. mengeluarkan surat keterangan kebenaran data Badan usaha dan orang
perseorangan;
d. mengeluarkan surat keterangan telah memberikan laporan perolehan
pekerjaan;
e. memberikan informasi tentang proyek yang sedang dan telah dikerjakan oleh
Badan usaha dan orang perseorangan; dan
f. menampilkan data Badan usaha dan orang perseorangan untuk menyeleksi
peserta pelelangan.

NOVITA AFRIANTY PANJAITAN (2196)


21010111120012

1. Telah menerima surat peringatan pelanggaran sedang yang kedua,namun dalam waktu
30 ( tiga pulih ) hari sejak diterbitkannya surat peringgatan tersebut, badan usaha tidak
memenuhi ketentuan sebagaimana yang tercantum dalam isi surat peringatan tersebut.
Pelanggaran diatas merupakan pelanggaran yang dilakukan oleh Badan Usaha pemilik
SBU yang dikategorikan dalam pelanggaran:
a. Pelanggaran Ringan
b. Pelanggaran Sedang
c. Pelanggaran Berat
d. Pelanggaran Undang – Undang
e. Pelanggaran Hukum
Jawaban :(C)
Alasan : Jenis – Jenis pelanggaran telah diatur dalam Peraturan Lembaga
Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional ( LPJK ) no. 10 tahun 2013
pasal 65.

2. Persyaratan Klasifikasi dan Kualifikasi Bidang Usaha memiliki kekayaan bersih lebih
dari Rp. 50.000.000.00 ( lima puluh juta ) sampai dengan Rp. 200.000.000.00 ( dua
ratus juta ).
Persyaratan kekayaan bersih diatas merupakan subkualifikasi:
a. Subkualifikasi K2
b. Subkualifikasi P
c. Subkualifikasi M1
d. Subkualifikasi K1
e. Subkualifikasi K3
Jawaban :(A)
Alasan : Persyratan Klasifikasi dan Kualifikasi Bidang Usaha telah dijelaskan
dalam Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional ( LPJK ) no. 10 tahun
2013 pasal 11

NUR FAHRIA ROSLINAWATI DEWI (2198)


21010111120049

1. Sebuah lembaga penyedia jasa konstruksi dapat digugat ketika dalam melakukan
pekerjaan konstruksi, dikarenakan lembaga tersebut sedang bermasalah. Masalah apa
saja yang membuat lembaga tersebut dapat digugat?
a. Perusahaan dalam keadaan pailit, berada dalam pengawasan pengadilan, dan
direksi di dalamnya mengalami sanksi pidana.
b. Nomor Pokok Wajib Pajak ( NPWP ) perusahaan konstruksi tersebut telah
dimiliki.
c. Keterlambatan perusahaan konstruksi dalam memberikan upah kepada para
pekerja.
d. Ketika terjadi krisis moneter, perusahaan tersebut juga mengalami krisis.
e. Perusahaan tidak masuk ke dalam Daftar Hitam.

JAWABAN :
Masalah yang dapat menjadikan lembaga konstruksi terkena gugatan adalah :
a. Perusahaan dalam keadaan pailit, berada dalam pengawasan pengadilan, dan
direksi di dalamnya mengalami sanksi pidana.
Dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia no. 70 tahun 2012 tentang
Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden no. 54 tahun 2010 tentang Pengadaan
Barang/ Jasa Pemerintah telah ditegaskan dalam pasal 19 ayat 1 ( k) bahwa
“penyedia barang / jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang / jasa wajib
memenuhi beberapa persyaratan diantaranya tidak dalam pengawasan pengadilan,
tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan dan/ atau direksi yang
bertindak untuk dan atas nama perusahaan tidak sedang dalam menjalani sanksi
pidana, yang dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangani Penyedia
Barang/ Jasa.

2. Dalam sebuah kasus ketika sebuah badan usaha konstruksi mengadukan lembaga
asosiasi konstruksi disaat?
a. Badan usaha tersebut terlambat dalam memberikan laporan kemajuan pekerjaan
konstruksi tersebut.
b. Data administrasi identitas badan usaha tidak diserahkan kepada LPJK.
c. Badan usaha yang melaksanakan pekerjaan ketenikana telah dilengkapi dengan
tenaga kerja yang memiliki SKA.
d. Badan usaha telah menyampaikan laporan kepada asosiasi tetapi asosiasi tersebut
tidak memasukannya kedalam situs LPJK.
e. Asosiasi telah menerima dan memasukkan laporan perkembangan pekerjaan
kedalam situs LPJK.

JAWABAN:
Sebuah Badan Usaha dapat menuntut lembaga Asosiasi ketika :
d. Badan usaha telah menyampaikan laporan kepada asosiasi tetapi asosiasi tersebut
tidak memasukannya kedalam situs LPJK.
Telah tertera dalam Peraturan LPJK Nasional No. 10 Tahun 2013 dalam pasal 62
ayat 5 :
“Bilamana Badan Usaha telah menyampaikan laporan kepada Asosiasi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (2), namun Asosiasi tidak
memasukannya kedalam situs LPJK, dan kemudian LPJK menerima pengaduan
dari Badan Usaha tersebut, maka LPJK akan memberikan sanksi kepada Asosiasi
yang bersangkutan.”

NURYATNA (2197)
21010111120022

1. Berikut ini adalah jenis dokumen permohonan registrasi SBU yang dipergunakan oleh
AKBU sebagai materi uji kelayakan klasifikasi dan kualifikasi pemohonan SBU,
kecuali:
a. Dokumen permohonan registrasi SBU.
b. Data administrasi dan keuangan.
c. Berita acara verifikasi dan validasi.
d. Berkas PDS.
e. Database badan usaha.

Kunci jawaban: B, karena karena meninjau dari pasal 48 ayat 1 peraturan lembaga
pengembangan jasa konstruksi nasional nomor : 10 tahun 2013 tentang registrasi
usaha jasa pelaksana konstruksi, data administrasi dan keuangan tidak termasuk
kedalamnya. Jadi jawaban yang benar adalah b.

2. Kualifikasi Badan Usaha jasa pelaksana konstruksi didasarkan pada Kriteria


tingkat/kedalaman kompetensi dan potensi kemampuan usaha meliputi kriteria risiko
dan/atau kriteria besaran biaya. Kriteria risiko berikut meliputi?
a. Risiko kecil
b. Risiko sedang
c. Risiko tinggi
d. a b c benar
e. semua salah

Kunci jawaban: D
karena karena meninjau dari pasal 10 ayat 3 peraturan lembaga pengembangan jasa
konstruksi nasional nomor : 10 tahun 2013 tentang registrasi usaha jasa pelaksana
konstruksi, data administrasi dan keuangan tidak termasuk kedalamnya. Jadi jawaban
yang benar adalah D.

OKTAVIANUS HERI S (2197)


21010111120036

1. Menurut Peraturan LPJK No. 11 Tahun 2006 tentang pengelompokkan tersebut


didasarkan pada apa yang disebut dengan grade, pada kualifikasi “ Grade 6” besaran
biaya proyek yang ditangani adalah?
a. s.d Rp 600.000.000.-
b. s.d Rp 1.000.000.000.-
c. s.d Rp 300.000.000.-
d. Rp 1.000.000.000.- s.d Rp 10.000.000.000.-
e. Rp 1.000.000.000.- s.d Rp 25.000.000.000.-

Jawaban : E, karena kualifikas usaha untuk grade 6 termasuk pada kualifikasi besar,
termasuk pada kelompok B2 yang menangani proyek yang besaran biaya proyeknya
Rp. 1 Milyar sampai dengan Rp. 25 Milyar.

2. Berapa persen tarif Pph untuk pelaksanaan konstruksi yang dilakukan oleh penyedia
jasa yang tidak memiliki kualifikasi usaha?
a. 2%
b. 5%
c. 7%
d. 4%
e. 6%

Jawaban : D, karena hal tersebut sudah ditetapkan pada PP Nomor 51 Tahun 2008

PUTRA UTAMA (2201)


21010111130114

1. Metode pemasukan Dokumen Penawaran terdiri atas metode satu sampul, metode dua
sampul atau metode dua tahap. Yang merupakan karakteristik metode satu sampul adalah
a) Pekerjaan bersifat sederhana dengan standar harga yang telah ditetapkan pemerintah
b) Dibutuhkan penilaian terpisah antara persyaratan teknis dengan harga peawaran
c) Pekerjaan bersifat kompleks
d) Mempunyai beberapa alternatif penggunaan sistem dan desain penerapan teknologi
yang berbeda
e) Membutuhkan penyetaraan teknis

Jawaban : A

Alasan karena Metode satu sampul digunakan untuk pengadaan barang/jasa yang sederhana,
dimana evaluasi teknis tidak dipengaruhi oleh harga.

2. Pelelangan umum dan seleksi umum perorangan dengan pascakualifikasi dilakukan


dengan ketetapan waktu berikut, kecuali :
a) Pemberian penjelasan dilaksanakan paling cepat 3 (tiga) hari kerja sejak tanggal
pengumuman
b) Evaluasi penawaran dapat dilakukan sesuai dengan waktu yang diperlukan dan Jenis
dan kompleksitas pekerjaan
c) Masa sanggahan terhadap hasil pelelangan/ seleksai selama 5 ( lima) hari kerja setelah
pengumuman hasil pelelangan/seleksi
d) Pendaftaran dan pengambilan dokumen pengadaan dimulai sejak tanggal
pengumuman sampai dengan 1 (satu ) kerja sebelum batas akhir pemasukan dokumen
penawaran.
e) Pemasukan dokumen penewaran di mulai 2 (dua) hari kerja setelah pemberian
penjelasan

Jawaban : E

Alasan karena Pemasukan dokumen penewaran di mulai 1 (satu) hari kerja setelah
pemberian penjelasan

PUTRI LOKITA PURNAMA CITRA (2199)


21010111130073

1. Bagaimana pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dengan menggunakan


Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN)?
a. Dapat dilakukan meskipun memberatkan
b. Dapat dilakukan meskipun sedikit menyimpang dari prinsip pengadaan barang
jasa
c. Dapat dilakukan apapun alasannya.
d. Dapat dilakukan hanya bila bermanfaat dan memberikan benefit langsung bagi
masyarakat
e. Tidak dapat dilakukan meskipun bermanfaat dan memberikan benefit langsung
kepada masyarakat.

Jawaban: D

Penggunaan PHLN untuk belanja Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah dan


Instansi lainnya (K/L/D/I) dapat dilakukan bilamana memberikan manfaat dan benefit
langsung untuk masyarakat. Dalam hal ini perlu dicermati hasil dan kegiatan yang
dibiayai dari PHLN harus menjadi milik Pemerintah Indonesia bukan menjadi milik
negara/lembaga donor. Bilamana ada ketentuan dan persyaratan dalam pemberian
PHLN tersebut memberatkan Negara Indonesia dan bertentangan dengan ketentuan
dan prinsip-prinsip pengadaan, maka sebaiknya PHLN tersebut tidak diterima.

Dalam pemberian hibah sering dilakukan pembuatan desain dan peralatan yang tidak
sesuai dengan kemampuan Penyedia di Indonesia atau barang-barang yang tidak ada
di Indonesia. Padahal paket pekerjaan tersebut bilamana disesuaikan dengan
kompetensi Penyedia Indonesia akan banyak dipenuhi oleh Penyedia Indonesia,
termasuk spesifikasi barang-barang dapat disesuaikan dengan produk dalam negeri
Indonesia dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Negara donor harus menghormati kebijakan umum pemerintah Indonesia termasuk


ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Dengan demikian, tidak diperkenankan
dalam perjanjian hibah atau pinjaman menetapkan persyaratan yang sudah diarahkan
sehingga yang dapat memenuhi hanya Penyedia yang berasal dari negara donor.

K/L/D/I penerima PHLN sedapat mungkin memperjuangkan kepentingan Penyedia


dan Produk dalam negeri ketika perjanjian tersebut ditandatangani dengan cara
membuat paket pengadaan tidak dalam bentuk paket pengadaan yang besar.
Disamping itu, K/L/D/I diharapkan tidak tergesa-gesa menandatangani perjanjian
PHLN dengan donor sebelum mengkaji dengan benar, bahwa perjanjian PHLN
tersebut menguntungkan negara dan masyarakat. Demikian juga dalam membuat
tanggapan atas hasil kajian lembaga/negara donor, tidak dibuat dengan tergesa-gesa
sehingga merugikan negara dan masyarakat.
2. Bagaimana pelaksanaan pengadaan pekerjaan konstruksi dengan dana
hibah dengan pemberian dana langsung kepada penerima hibah?
a. Hanya dapat berbentuk rehabilitasi, renovasi, dan konstruksi sederhana
b. Untuk konstruksi bangunan baru yang tidak sederhana
c. Penerima dana tidak boleh meminta bantuan bila tidak mampu melakukan sendiri
d. Proses pengadaannya tidak dapat dikelola langsung oleh penerima hibah
e. Banguna baru yang tidak sederhana dibangun oleh penerima hibah

Jawaban: A
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 Pasal 31 huruf c dan huruf
d, pengadaan secara swakelola oleh kelompok masyarakat pelaksana swakelola
dilaksanakan untuk pengadaan Pekerjaan Konstruksi hanya dapat berbentuk
rehabilitasi, renovasi dan konstruksi sederhana. Sedangkan konstruksi bangunan baru
yang tidak sederhana, dibangun oleh K/L/D/I Penanggung Jawab Anggaran untuk
selanjutnya diserahkan kepada kelompok masyarakat sesuai dengan peraturan
perundang-undangan;

Hibah yang dilakukan dengan pengalihan dana secara langsung kepada penerima
hibah, proses pengadaannya dapat dikelola langsung oleh penerima hibah sesuai
dengan rencana kerja yang telah ditetapkan. Apabila penerima hibah merasa tidak
mampu melakukan sendiri proses pengadaan tersebut, maka dapat meminta bantuan
kepada instansi teknis terkait untuk melakukan proses pengadaan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan;

RESHA RESNANDI RAKA (2206)


21010111140223
1. Pilih salah satu standar mutu yang benar, diterapkan kontraktor pada suatu proyek :

a. ISO 4001;

b. ISO 14010;

c. ISO 14001;

d. OHSAS 18100;

e. ISO 9010;

jawaban : C
dasar : ISO 14001 adalah suatu standar untuk menjaga agar suatu proyek tidak
menimbulkan dampak yang berlebih pada suatu lingkungan, sehingga lingkungan
tetap terjaga seperti semula.

2. Di bawah ini adalah peraturan di dunia konstruksi, kecuali :


a. UU 18 tahun 1999
b. PP 30 tahun 2000
c. PP 28 tahun 2000
d. PP 25 tahun 2000.
e. Per Men PU 45/PRT/M/2007
Jawaban : D
dasar : Yang tidak termasuk peraturan di dunia konstruksi adalah PP no. 25 tahun
2000 karena peraturan ini tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan propinsi
sebagai daerah otonom.

Reska Ayu Yuniar M


21010111120016
1. Berapa kekayaan bersih sebagaimana dimaksud pada ayat 5 pasal 8 dalam Parlem
LPJKN No 11 tahun 2013 pada subkualifikasi M1?
a. 150.000,-
b. 1.500.000,-
c. 15.000.000,-
d. 150.000.000,-
e. 1.500.000.000,-
Alasan ;
(1) Persyaratan kekayaan bersih sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat (5) huruf a
sebagai berikut:
a. subkualifikasi P, tidak dipersyaratkan;
b. subkualifikasi K1 memiliki kekayaan bersih paling sedikit Rp. 50.000.000,- (lima
puluh juta rupiah);
c. subkualifikasi K2 memiliki kekayaan bersih paling sedikit Rp. 100.000.000,-
(seratus juta rupiah);
d. subkualifikasi M1, memilki kekayaan bersih paling sedikit Rp. 150.000.000,-
(seratus lima puluh juta rupiah);
e. subkualifikasi M2, memiliki kekayaan bersih paling sedikit Rp. 300.000.000,- (tiga
ratus juta rupiah);
f. subkualifikasi B, memiliki kekayaan bersih paling sedikit Rp. 500.000.000,- (lima
ratus juta rupiah).

2. Salah satu contoh dibawah yang termasuk klasifikasi bidang Usaha Jasa Perencana
dan Pengawas Konstruksi adalah;
a. Perencanaan rekayasa (Engineering)
b. Perencanaan Lingkungan
c. Perencanaan bahan dan material
d. Pengawasan Lingkungan
e. Konsultan lingkungan

Alasan ;
Pasal 7
(1) Klasifikasi bidang Usaha Jasa Perencana dan Pengawas Konstruksi meliputi:
a. perencanaan arsitektur;
b. perencanaan rekayasa (engineering);
c. perencanaan penataan ruang
d. pengawasan arsitektur;
e. pengawasan rekayasa (engineering);
f. pengawasan penataan ruang;
g. konsultansi spesialis; dan
h. jasa konsultansi lainnya.

RESTU RAMA BAYU ADI (2200)


21010111130088

1. Di bawah ini yang merupakan pengertian dari badan usaha patungan adalah:
a. Badan usaha yang mempunyai modal dari patungan atau iuran setiap
karyawannya.
b. Badan usaha yang berbentuk orang perseorangan, usaha dagang, perusahaan
bangunan atau biro teknik.
c. Badan usaha berbadan hukum yang didirikan berdasarkan peraturan
perundang-undangan Republik Indonesia terkait dengan penanaman modal
asing.
d. Badan usaha berbadan hukum seperti perseroan terbatas atau koperasi.
e. Badan usaha bukan berbadan hukum seperti Commanditaire Vennootschap
atau Firma.

JAWABAN: c (Badan usaha patungan adalah badan usaha berbadan hukum


yang didirikan berdasarkan peraturan peundang-undangan RI terkait dengan
penanaman modal asing.)

2. Salah satu kriteria penggunaan teknologi dalam kualifikasi badan usaha jasa
perencana dan pengawas konstruksi adalah:
a. Pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya dan pemanfaatan bangunan
konstruksinya sangat membahayakan keselamatan umum, harta benda, jiwa
manusia dan lingkunan
b. Melaksanakan pekerjaan konstruksi dengan resiko kecil dan berbiaya kecil
c. Teknologi yang mencakup pekerjaan konstruksi yang menggunakan alat-alat
terbaru
d. Pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya menggunakan sedikit peralatan
berat dan memerlukan tenaga ahli
e. Pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya dan pemanfaatan banungan
konstruksinya tidak membahayakan keselamatan umum dan harta benda

JAWABAN: d (Kriteria penggunakaan teknologi: 1. Teknologi sederhana,


yang mencakup pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya menggunakan alat
kerja sederhana dan tidak memerlukan tenaga ahli, 2. Teknologi madya,
mencakup pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya menggunakan sedikit
peralatan berat dan memerlukan tenaga ahli, 3. Teknologi tinggi, mencakup
pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya menggunakan bnyak peralatan
berat serta memerlukan tenaga ahli dan tenaga terampil)
RIADE YUSUF HERNANDA (2196)
21010111120015

1) Tata cara pemilihan penyedia barang / jasa yang dilakukan secara terbuka dan dapat
diikuti oleh semua penyedia barang / jasa yang terdaftar pada sistem pengadaan secara
elektronik dengan cara menyampaikan satu kali penawaran dalam waktu yang telah
ditentukan, yaitu :

a) E-Tendering
b) E-Catalogue
c) E-Purchasing
d) E-Procurement
e) Semua Benar

Jawaban : A. E-Tendering , terdapat pada Peraturan Presiden Republik


Indonesia No 70 Tahun 2012 Pasal 1 Ayat 39

2) Tata cara pembelian barang / jasa melalui system katalog elektronik, yaitu :

a) E-Tendering
b) E-Catalogue
c) E-Purchasing
d) E-Procurement
e) Semua Benar

Jawaban : B. E-Catalogue , terdapat pada Peraturan Presiden Republik


Indonesia No 70 Tahun 2012 Pasal 1 Ayat 41.

RINI PRATIWI A. (2199)


21010111130075

1. Berapa jumlah formulir yang harus disertakan untuk memperpanjang sertifikat badan
usaha (sbu) :
A. 10
B. 11
C. 14
D. 12
E. 13
Jawaban : C (14)

Alasan : Sebagaimana tercantum pada peraturan lembaga pengembangan jasa konstruksi no.
10 tahun 2013 pasal 27 tentang permohonan registrasi ayat 6 menyatakan " permohonan
registrasi sbu untuk perpanjangan masa berlaku sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib
melengkapi data sebagaimana formulir yang tercantum dalam lampiran 12 meliputi :

Lampiran 12-1 : formulir permohonan sbu

Lampiran 12-2 : surat pengantar permohonan perpanjangan subklasifikasi dan subkualifikasi

Lampiran 12-3 : surat permohonan klasifikasi perpanjangan sub klasifikasi dan sub
klasifikasi

Lampiran 8-4 : bentuk surat pernyataan badan usaha

Lampiran 8-5 : formulir isian data administrasi

Lampiran 8-6 : formulir isian data pengurus

Lampiran 8-7 : formukir isian data penanggung jawab

Lampiran 8-8 : formulir surat pernyataan bukan pegawai negri

Lampiran 8-9 : formulir data keuangan

Lampiran 8-10 : bentuk neraca

Lampiran 8-11 : formulir isian data personalia (pjbu/pjt/pjk)

Lampiran 8-12 : surat pernyataan penanggung jawab teknik

Lampiran 8-13 : bentuk daftar riwayat hidup

Lampiran 8-14 : formulir isian pengalaman badan usaha" dari penjelasan diatas terlihat jelas
bahwa jumlah formulir yang dibutuhkan untuk registrasi perpanjangan sbu adalah 14 buah

2. Yang termasuk dalam dokumen verifikasi dan validasi untuk permohonan registrasi sbu
terhadap berkas pengalaman pekerjaan adalah :
A. Rekaman kontrak pekerjaan
B. Faktur pajak pertambahan nilai
C. NPWP
D. A dan B benar
E. A dan C benar

Jawaban : D (A dan B benar)


Alasan : sebagaimana yang tercantum pada peraturan lembaga pengembangan jasa
konstruksi no. 10 tahun 2013 pasal 31 ayat 1 yang berbunyi " verifikasi dan validasi
berkas dokumen permohonan registrasi sbu dilakukan terhadap berkas pengalaman
pekerjaan meliputi :

A. Daftar pengalaman badan usaha melaksanakan pekerjaan diisi berdasarkan formulir


isian permohonan registrasi yang dikelompokkan dalam setiap sub klasifikasi

B. Rekaman kontrak pekerjaan dengan meneliti keabsahan kontrak, jadwal pelaksanaan,


lingkup pekerjaan dan nilai pekerjaan

C. Rekaman berita acara serah terima pekerjaan pertama dan/atau berita acara serah
terima pekerjaan akhir dengan meneliti keabsahan berita acara serah terima pekerjaa
tersebut

D. Faktur pajak pertambahan nilai (ppn) dengan meneliti nilai ppn dengan nilai
pekerjaan"

Berdasar penjelasan diatas maka jawaban yang tepat adalah D (A dan B benar) karena
kedua jawaban tersebut terdapat pada pasal 31 ayat 1.

RIO NURDIN (2204)


21010111130170

1. Peningkatan subkualifikasi Badan Usaha dari subkualifikasi M1 menjadi


subkualifikasi M2 dapat di berikan dengan salah satu syaratnya adalah …….
a. Mempunyai kekayaan bersih sebesar Rp. 300.000.000,- ( tiga ratus juta rupiah )
b. Mempunyai Keuntungan usaha selama 10 tahun sebesar Rp 1.500.000.000,- (satu
milyar lima ratus juta rupiah)
c. Telah mempunyai pengalaman melaksanakan pekerjaan subkualifikasi M1
d. PJT, PJK dan tenaga ahli tetap dengan kualifikasi paling rendah sebagai tenaga
ahli dan subkualifikasi paling rendah madya.
e. Benar semua

Jawaban : e

Alasan : Dalam Perlem LPJKN no. 11 tahun 2013 Pasal 24 ayat 4

Peningkatan subkualifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dapat


diberikan

dengan persyaratan:

a. telah mempunyai pengalaman melaksanakan pekerjaan subkualifikasi M1 dengan


nilai

perolehan sekarang secara kumulatif Rp 1.500.000.000,- (satu milyar lima ratus juta

rupiah) yang diperoleh dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun;

b. kekayaan bersih paling sedikit Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) dengan

melampirkan neraca tahun terakhir yang dibuat oleh Badan Usaha ditandatangani di

atas materai dan laporan keuangan yang diterbitkan oleh kantor akuntan publik; dan

c. PJT, PJK dan tenaga ahli tetap dengan kualifikasi paling rendah sebagai tenaga ahli

dan subkualifikasi paling rendah madya.

2. Dalam permohohonan baru pembuatan Setifikat Badan Usaha harus melampirkan


beberapa berkas pendukung,yaitu ……
a. Formulir Permohonan SBU
b. Bentuk Daftar Riwayat Hidup
c. Bentuk Surat Pernyataan Badan Usaha
d. Bentuk Neraca
e. Semua Benar

Jawaban : e

Alasan : Dalam Perlem LPJKN no. 11 tahun 2013 Pasal 19 ayat 3


Data Badan usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2), melengkapi data
sebagaimana

tercantum dalam Lampiran 8 beserta berkas pendukungnya, meliputi:

a. Lampiran 8-1 : Formulir Permohonan SBU;

b. Lampiran 8-2 : Surat Pengantar Permohonan Subklasifikasi dan Subkualifikasi;

c. Lampiran 8-3 : Surat Permohonan Klasifikasi dan Kualifikasi Konversi;

d. Lampiran 8-4 : Bentuk Surat Pernyataan Badan Usaha;

e. Lampiran 8-5 : Formulir Isian Data Administrasi;

f. Lampiran 8-6 : Formulir Isian Data Pengurus;

g. Lampiran 8-7 : Formulir Isian Data Penanggung Jawab;

h. Lampiran 8-8 : Formulir Surat Pernyataan Bukan Pegawai Negeri;

i. Lampiran 8-9 : Formulir Data Keuangan;

j. Lampiran 8-10 : Bentuk Neraca;

k. Lampiran 8-11 : Formulir Isian Data Personalia (PJBU/PJT/PJK/Tenaga Ahli

Tetap); 18

l. Lampiran 8-12a : Surat Pernyataan Penanggung Jawab Teknik;

m. Lampiran 8-12b : Surat Pernyataan Penanggung Jawab Klasifikasi;

n. Lampiran 8-12c : Surat Pernyataan Tenaga Ahli;

o. Lampiran 8-13 : Bentuk Daftar Riwayat Hidup; dan

p. Lampiran 8-14 : Formulir Isian Pengalaman Badan Usaha.


RISKY YOSIFIA SINAGA (2198)
21010111130056

1. Berdasarkan peraturan LPJK Nasional No. 10 Tahun 2013 tentang Registrasi Jasa
Usaha Konstruksi Nasional, yang termasuk dalam berkas administrasi yang akan
diverifikasi dan di validasi adalah sebagai berikut, kecuali ……
a. Legalitas Perseroan Terbatas, Akte Pendirian, Akte Perubahan terakhir yang dibuat
oleh notaris dengan pengesahan akte pendirian dan persetujuan akte perubahan dari
Menteri HUKUM dan HAM.
b. Legalitas Koperasi, Akte Pendirian, dan Akte Perubahannya yang terakhir
c. NPWP
d. Faktur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan meneliti PPN dengan nilai
pekerjaan
e. Surat Keterangan Domisili yang masih berlaku
Jawaban : (D)
Alasan : Faktur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) termasuk dalam berkas
pengalaman pekerjaan bukan berkas administrasi yang dimuat dalam
peraturan LPJK Nasional No. 10 Tahun 2013 pasal 31 ayat 1.

2. Badan Usaha yang mengajukan registrasi ulang tahun ke 2 dan tahun ke 3 wajib
mengisi formulir isian yaitu ……
a. Surat Permohonan registrasi tahun ke-2/tahun ke-3
b. Surat pernyataan Badan Usaha
c. Data Tenaga Kerja
d. Isisan Laporan perolehan pekerjaan dalam 1 tahun
e. Semua Benar
Jawaban : E

Alasan : Dalam peraturan LPJK Nasional No. 10 Tahun 2013 bagian ketiga pasal 26
ayat 7 mengatur tentang tata cara registrasi ulang tahun ke-2 atau tahun ke-3
serta formulir yang wajib diisi yakni Surat Permohonan Registrasi Tahun
ke-2/Tahun ke-3, Surat Pernyataan Badan Usaha, Data Tenaga Kerja, dan
Isian Laporan Perolehan Pekerjaan dalam
RUZIKA HABIB KHIRZIN (2206)
21010111140221

1. Pemilihan Penyedia Pekerjaan Konstruksi dilakukan

Dengan dibawah ini kecuali :

a. Pelelangan Umum;

b. Pelelangan Terbatas;

c. Pemilihan Langsung;

d. Penunjukan Langsung;

e. kontes;

jawaban : E

dasar : Sesuai dengan peraturan presiden no 70 tahun 2012, pasal 35. Kontes
merupakan salah satu cara pemilihan penyedia barang. Bukan penyedia pekerjaan
konstruksi.

2. Tanda bukti perjanjian terdiri atas dibawah ini, kecuali:


b. bukti pembelian;
b. kuitansi;
c. Surat Perintah Kerja (SPK); dan
d. surat perjanjian.
e. surat penjaminan
Jawaban : E
dasar : Sesuai dengan peraturan presiden no 70 tahun 2012, pasal 55 ayat 1, tanda
bukti perjanjian terdiri atas : bukti pembelian, kuitansi, surat perintah kerja (SPK) dan
surat perjanjian.

SAVITRI EKA PUTRI (2196)


21010111120014

1. Dibawah ini yang bukan termasuk dalam bentuk usaha jasa pelaksanaan konstruksi
orang perseorangan adalah…
a. Orang Perseorangan
b. Usaha Dagang (UD)
c. Perusahaan Bangunan (PB)
d. Biro Teknik (BT)
e. Perseroan Terbatas

Jawaban : (e) Perseroan terbatas

Alasan : Pasal 5 ayat 4 menunjukkan bahwa Perseroan Terbatas merupakan


bentuk usaha jasa pelaksanaan konstruksi yang merupakan badan
usaha nasional berbadan hukum.

2. Dokumen pendukung yang harus disertakan pada saat permohonan regristasi berkas
SBU terhadap tenaga kerja PJBU, PJT dan PJK adalah…
a. SKA, Foto copy KTP dan Foto copy NPWP
b. Akta Kelahiran, SKA dan Daftar Riwayat Hidup
c. Foto copy KTP, KK dan SKTM
d. SKTM, SKA dan Daftar Riwayat Hidup
e. Foto copy NPWP, SKA dan KK

Jawaban : (a) SKA, Foto copy KTP dan Foto copy NPWP

Alasan : Sesuai Pasal 33 ayat 1 e menjelaskan dokumen pendukung yang harus


disertakan berupa :

1) Foto copy SKA/SKTK yang berlaku (tidak wajib bagi PJBU)


2) Foto copy Ijasah (tidak wajib bagi PJBU)
3) Foto KTP
4) Foto copy NPWP (tidak wajib bagi pemegang SKTK)
5) Daftar riwayat hidup
6) Surat penyataan bukan pegawai negeri, bukan anggota Tentara
Nasional Indonesia atau bukan anggota Kepolisian Republik
Indonesia
SERUNI ADIDAR LESMI (2200)
21010111130101

1. Lembaga Kontraktor sangatlah penting dalam bidang pengadaan barang atau jasa
khususnya dibidang konstruksi karena kontraktor merupakan penyedia jasa dilapangan
sekaligus. Pilihlah dibawah ini yang merupakan syarat administratif yang wajib dimiliki
untuk bisa menjadi lembaga konsultan yang berdasar hukum yaitu :
a. Memiliki akte notaris berisikan tentang kepemilikan modal, bentuk badan hukum
serta organisasi
b. Memiliki Surat Ijin Usaha Konstruksi (SIUJK)
c. Memiliki Nomor Wajib Pajak (NPWP)
d. Terdaftar pada panitiapengadilan dan terdaftar pada badan perencana
e. a,b,c,d benar

Jawaban : E. a,b,c,d benar

Alasannya : Dalam KEPRES No. 29 Tahun 1984 menjelaskan bahwa syarat wajib
berdirinya sebuah lembaga konsultan yang “sehat” itu memenuhi syarat administrasi
diatas, selain itu dalam Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) No.11
Tahun 2013 bab 3 pasal 5,6,7,8,9 menjelaskan kembali tentang regulasi berdirinya sebuah
badan usaha (konsultan).

2. Kontraktor yang akan mengikuti tender pengadaan barang dan jasa pada
kementrian/lembaga/institusi secara terbuka harus memiliki informasi pengumuman terkait
proyek yang akan dilaksanakan yaitu
a. Nama dan alamat pengguna anggaran
b. Paket pekerjaan yang akan dilaksanakan
c. Lokasi pekerjaan
d. Perkiraan besar biaya
e. Semua benar

Jawaban : E. Semua benar

Alasannya : Berdasarkan Perpres No.70 Tahun 2012 pasal 25 ayat 2 bahwa pekerjaan
yang harus memiliki syarat diatas untuk dilakukan tender terbuka pada masyarakat luas.
SUNJAVTASRA REFASA P (2200)
21010111130105

1. Sertifikat yang diterbitkan LPJK dan diberikan kepada tenaga terampil konstruksi yang
telah memenuhi persyaratan kompetensi berdasarkan disiplin keilmuan, kefungsian
dan/atau keterampilan tertentu adalah pengertian dari :
a. Sertifikat Keterampilan Kerja (SKTK) (jawaban)
b. Sertifikat Keahlian Kerja (SKA)
c. Sertifikat Badan Usaha (SBU)
d. Sertifikat Kemampuan Kerja (SKKK)
e. Sertifikat Keahlian Khusus (SKKH)

Alasan: Jawaban sesuai dengan pengertiannya

2. Sesuai dengan Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional No. 10


Tahun 2013 Pasal 8. Dibagi menjadi berapa kategori pengelompokkan Klasifiaksi dan
Kualifikasi Bidang Usaha?
a. 5
b. 6
c. 7 (jawaban)
d. 8
e. 9

Alasan: karena sesuai dengan peraturan tersebut, Klasifiaksi dan Kualifikasi Bidang Usaha
dibagi menjadi 7 kelompok, yaitu:
a) Klasifikasi bidang usaha bersifat umum
b) Klasifikasi bidang usaha bangunan gedung
c) Klasifikasi bidang usaha bangunan sipil
d) Klasifikasi bidang usaha instalasi mekanikal dan elektrikal
e) Klasifikasi bidang usaha jasa pelaksana lainnya
f) Klasifikasi bidang usaha bersifat spesialis
g) Klasifikasi bidang usaha keterampilan tertentu

THIAS GINANJAR (2199)


21010111130084

1. Verifikasi dan validasi berkas dokumen permohonan registrasi SBU


dilakukan terhadap berkas pengalaman pekerjaan meliputi
a. daftar pengalaman Badan usaha melaksanakan pekerjaan diisi
berdasarkan formulir isian permohonan registrasi yang dikelompokan
subklasifikasi;
b. rekaman kontrak pekerjaan dengan meneliti keabsahan kontrak, jadwal
pelaksanaan, lingkup pekerjaan dan nilai pekerjaan;
c. rekaman berita acara serah terima pekerjaan pertama dan/atau berita
acara serah terima pekerjaan akhir dengan meneliti keabsahan berita
acara serah terima pekerjaan tersebut;
d. Faktur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan meneliti nilai PPN
dengan nilai pekerjaan.
e. Semua benar

Kunci jawaban: E
karena karena meninjau dari pasal 31 ayat 1 peraturan lembaga pengembangan jasa
konstruksi nasional nomor : 10 tahun 2013 tentang kriteria penulaian klasifikasi dan
kualifikasi. Jadi jawaban yang benar adalah E.

2. Usaha jasa pelaksana konstruksi meliputi:


a. Usaha bersifat umum;
b. Usaha bersifat spesialis; dan
c. Usaha orang perseorangan yang berketerampilan kerja.
d. Usaha komunitas
e. A,b dan c benar

Kunci jawaban: E
karena karena meninjau dari pasal 6 ayat 1 peraturan lembaga pengembangan jasa
konstruksi nasional nomor : 10 tahun 2013 tentangbentuk dan sifat, persyartan.serta
klasifikasi dan klasifikasi usahaJadi jawaban yang benar adalah E.