Anda di halaman 1dari 3

Indikasi dan Kontraindikasi Bleaching

1. Kontraindikasi bleaching secara umum


● Poor case selection
Pasien yang memiliki masalah emosional atau psikologis bukanlah pilihan
tepat untuk bleaching.
● Dentin hipersensitif
Gigi yang hipersensitif perlu diberikan perlindungan ekstra sebelum
melakukan bleaching.
● Gigi yang direstorasi ekstensif
Karena tidak memiliki enamel yg cukup untuk merespon hasil bleaching
● Gigi dengan Tanda Hipoplastik dan Retak
Aplikasi agen bleaching meningkatkan kontras antara opaque spots putih dan
struktur gigi normal
● Restorasi yang rusak dan bocor
Contohnya: obturasi akar yang tidak benar, harus diobturasi ulang.

2. INTERNAL (NONVITAL) BLEACHING TECHNIQUES


Indikasi Kontarindikasi

● Perubahan warna dari ruang pulpa ● Perubahan warna email yang


● Perubahan warna dari dentin dangkal (superficial)
● Perubahan warna yang tidak dapat ● Pembentukan enamel yang rusak
diatasi dengan external bleaching. ● Kehilangan dentin yang parah
● Adanya karies
● Restorasi komposit yang berubah
warna (kecuali jika diganti setelah
bleaching)

3. EXTERNAL (VITAL) BLEACHING TECHNIQUES


a. Thermo/Photo Extracoronal Bleaching
Indikasi Kontarindikasi

● Diskolorasi email ringan ● Perubahan warna gelap yang parah


● Diskolorasi tetrasiklin ringan ● Kehilangan enamel yang parah
● Diskolorasi fluorosis endemik ● Kedekatan tanduk pulpa
● Diskolorasi yang disebabkan oleh ● Gigi yang hipersensitif
faktor usia ● Adanya karies
● Restorasi koronal yang besar / buruk
b. Mouthguard Vital Bleaching
Indikasi Kontarindikasi

● Diskolorasi email superfisial ● Kehilangan email parah


● Diskolorasi ringan berwarna kuning ● Gigi hipersensitif
● Diskolorasi fluorosis berwarna ● Adanya karies
coklat ● Restorasi koronal yang tidak
● Diskolorasi yang disebabkan oleh sempurna
faktor usia ● Alergi terhadap gel bleaching
● Bruxism

4. EXTERNAL BLEACHING (GROSSMAN)


a. In-office

Indikasi Kontarindikasi

● Permukaan enamel yang mengalami ● Gigi karies


defect (tetracycline dan fluorosis) ● Restorasi RK yang mengalami
● Sebelum dilakukan restorasi → perubahan warna
membuat warna gigi menjadi terang
sebelum diletakkan porcelain ● Perubahan warna yang dapat
veneer/RK dihilangkan hanya dengan rubber
● Sesudah dilakukan restorasi → cup dan pasta profilaksis
apabila crown lebih terang dari gigi ● Gigi hipersensitif
normal, perlu disamakan shadenya ● Anak-anak dengan kamar pulpa
besar
● Wanita hamil dan sedang menyusui
● Gigi dengan akar terpapar

b. At-home

Indikasi Kontarindikasi
● Diskolorasi enamel superficial ● Ada karies
● Diskolorasi menjadi sedikit kuning ● Kehilangan banyak enamel
● Diskolorasi karena fluorosis (coklat) ● Gigi hipersensitif
● Diskolorasi karena umur
● Bruxism
● Defective coronal restoration
● Alergi pada gel bleaching

Pemilihan Restorasi

Restorasi yang biasa digunakan adalah light shade, light-cured, acid-etched composite resin.
Resin komposit lebih disarankan untuk light-cure dari permukaan labial untuk mengurangi
microleakage. Adanya white cement (dapat berupa GIC atau light shade zinc phosphat) di bawah
tumpatan RK akan lebih baik karena apabila seluruhnya menggunakan RK, maka akan
kehilangan translusensi dan sulit membedakan komposit dan gigi pada saat rebleaching.

Residu dari H2O2 dapat memberi efek buruk pada kekuatan ikatan komposit, sehingga perlu
menunggu 7 hari sebelum direstorasi. Catalase treatment pada visit terakhir dapat meningkatkan
penghilangan sisa peroksida dari kavitas akses. Penempatan kalsium hidroksida pada kamar
pulpa sebelum penempatan restorasi akhir dapat menanggulangi keasaman dari bleaching agent
dan mecegah resorpsi akar.