Anda di halaman 1dari 7

Bab II-1:Konstruksi

Bagian E
Persyaratan tambahan untuk ruang mesin yang
tidak dijaga pada waktu-waktu tertentu
(Bagian E berlaku untuk kapal-kapal barang kecuali peraturan 54
yang merupakan acuan untuk kapal penumpang)

Peraturan 46
Umum
1 Tata susunannya harus sedemikian rupa sehingga menjamin
keselamatan kapal dalam semua kondisi pelayaran, termasuk olah
gerak, dan itu sepadan dengan kapal yang mempunayi ruang-ruang
mesin yang dijaga.

2 Upaya yang harus diambil untuk memenuhi syarat-syarat yang


ditetapkan Badan Pemerintah untuk menjamin bahwa perlengkapan
berfungsi dengan baik dan tata susunan yang memenuhi syara telah
dilakukan untuk penerapan inspeksi dan pengujian rutin untuk
menjamin kelangsungan operasi secara terus menerus.

3 Setiap kapal harus dilengkapi dengan bukti-bukti dokumen,


yang ditetapkan oleh Badan Pemerintah tenteang, kemampuan
beroperasi saat ruang mesin yang tidak dijaga pada waktu-waktu
tertentu.

Peraturan 47
Tindakan pencegahan kebakaran
1 Harus dilengkapi Sarana yang apabila untuk mendeteksi dan
memberi alarm bahaya pada tingkat awal apabila terjadi kebakaran :
.1 di tempat persediaan udara pada ketel dan tempat
pembuangan gas; dan
.2 di saluran pencari udara bila pada mesin pengerak,
kecuali jika Badan Pemerintah menganggap hal ini tidak diperlukan
pada keadaan khusus.

156
Bab II-1:Konstruksi

2 Mesin pembakaran dalam yang mempunyai daya 2250 kW


dan diatasnya atau yang mempunyai garis tengah silinder lebih dari
300 mm harus dilengkapi dengan alat-alat penemu uap minyak pada
lemari engkol atau pemantau temperatur bantalan mesin atau alat-
alat yang sepadan.

Peraturan 48
Perlindungan terhadap penggenangan
1 Sumur bilga dalam ruang mesin yang tidak dijaga pada waktu
tertentu harus ditempatkan dan dipantau sedemikian rupa sehingga
penimbunan oleng cairan diketahui pada sudut-sudut normal dari
keadaan trim dan oleng, dan cukup besar untuk mampu menampung
mudah dikeringkan dalam keadaan normal selama waktu tidak
dijaga.

2 Jika pompa bilga mampu diasut secara otomatis, alat-alat


tersebut harus dilengakapi alat untuk menunjukkan apakah saat
pemasukan cairan lebih besar dari kapasitas pompa atau saat
pompa yang dioperasikan seringkali lebih dari yang biasanya
diharapkan. Pada keadaan ini, sumur bilga yang lebih kecil untuk
mengatasi pada waktu yang memakai dapat diizinkan jika dipasang
kontrol pompa bilga otomatis, perhatian khusus harus diberikan pada
persyaratan pencegahan pencemaran minyak.

3 Lokasi kontrol setiap katup pelayanan pemasukan air laut,


pembuangan di bawah garis air atau suatu sistim injeksi bilga harus
ditempatkan sedemikian rupa sehingga waktu pengoperasian pada
saat masuknya air ke dalam ruangan tersebut memadai, dengan
memperhatikan waktu yang diperlukan untuk mencapai atau
mengoperasikan alat kontrol, jika ketinggian permukaan cairan dari
ruangan yang tergenang secara berlebihan pada sat kapal muatan
penuh sehingga memerlukan tata susunan yang harus dapat
mengoperasikan alat kontrol dari posisi diatas ketinggian tersebut. .

Peraturan 49
Kontrol mesin propulsi dari anjungan navigasi
1 Pada bawah semua kondisi pelayaran, termasuk olah gerak,
kecepatan, arah daya dorong dan, jika memungkinkan, kisaran
baling-baling dapat di kontrol secara penuh dari anjungan navigasi.

1.1 Pengendali jarak jauh tersebut dapat dilakukan oleh satu

157
Bagian E Peraturan 46,
47

peralatan kontrol untuk setiap baling-baling yang berdiri sendiri,


dengan unjuk kerja otomatis dari semua yang berkaitan denan
layanan- layanan, termasuk, jika diperlukan, sarana-sarana untuk
mencegah beban lebih dari mesin propulsi.

1.2 Mesin propulsi utama harus dilengkapi dengan peralatan


pemberhentian pada keadaan darurat di anjungan navigasi yang
terpisah dari sistim kontrol dari anjungan navigasi.

2 Perintah-perintah dari anjungan navigasi untuk mesin propulsi


harus dapat ditunjukkan pada ruang kontrol mesin utama atau pada
tempat kontrol mesin propulsi yang sesuai.

3 Pengendali jarak jauh dari mesin propulsi harus hanya


mungkin diopersikan dari satu lokasi pada satau waktu; pada lokasi-
lokasi yang dihubungkan dengan tempat-tempat pengendali yang
diijinkan. Pada setiap lokasi harus terdapat sebuah indikator yang
menunjukkan lokasi yang mana berada dalam kontrol ruang mesin.
Pemindahan kontrol antara anjungan navigasi dan ruang mesin
harus hanya pada ruang mesin induk atau pada ruang kontrol mesin
indik. Sistem harus memasukkan upaya untuk mencegah daya
dorong baling-baling dari pengubah yang nyata ketika memindahkan
kontrol pemindahan dari satu tempat untuk tempat lainnya.

4 Harus memungkinkan semua mesin-mesin penting untuk


keamanan operasi kapal diatur dari posisi setempat, meskipun dalam
kasus kerusakan pada setiap bagian otomatis atau sistim pengendali
jarak jauh.

5 Rancangan dari sistim pengendali jarak jauh otomatis harus


sedemikian rupa sehingga terjadi kerusakan maka alarm harus
berbunyi. Kecuali Badan Pemerintah menganggap hal tersebut tidak
dapat dilaksanakan, pengatur kecepatan dan daya dorong dari
baling-baling dapat dipertahankan sampai pengendali setempat
beroperasi.

6 Indikator-indikator dapat dipasang pada anjungan navigasi


untuk :
.1 kecepatan baling-baling dan putaran dari baling- baling
langkah tetap atau
.2 kecepatan baling-baling dan posisi langkah untuk baling-
baling dengan langkah yang dapat dikontrol.

7 Jumlah yang bertalian dengan sarana otomatis yang


mengalami kegagalan untuk menghasilkan penyusutan dapat
dibatasi untuk memberikan perlindungan cukup dari tekanan udara

158
Bab II-1:Konstruksi

asut. Suatu alarm harus disediakan antara ruang kontrol permesinan


utama atau tempat kontrol mesin induk yang bersangkutan, anjungan
navigasi dan ruang akomodasi perwira bagian- bagian mesin.

Peraturan 50
Komunikasi
Suatu sarana yang dapat diandalkan dari komunikasi yang
berhubungan dengan suara harus disediakan antara ruang
pengendali utama mesin -mesin atau tempat pengendali mesin
propusi yang bersangkutan, anjungan navigasi dan ruang akomodasi
perwira bagian mesin.

Peraturan 51
Sistem alarm
1 Suatu sistem alarm harus tersedia untuk menunjukkan setiap
kesalahan yang menjadi perhatian dan akan :
.1 mampu membunyikan suatu alarm yang terdengar dalam
ruang pengendali mesin utama atau pada tempat
pengendali mesin propulsi dan penunjuk yang dapat
dilihat dari setiap fungsi alarm yang terpsiah pada tempat
yang tepat;
.2 mempunyai hubungan dengan ruang-ruang umum
masinis dan pada setiap kamar-kamar masinis yang
dihubungkan dengan panel pilihan untuk menjamin
hubungan untuk sekurangnya satu dari kamar-kamar itu.
Badan Pemerintah dapat mengizinkan tata susunan yang
sepadan;
.3 Mengatifkan alarm yang terdengar dan terlihat pada
anjungan navigasi ntuk setiap situasi yang mana
diperlukan tindakan atau perhatian dari perwira jaga;
.4 Sejauh dapat dilaksanakan dirancang pada kegagalan
dari hal yang berkaitan dengan keselamata.
.5 Mengaktifkan alarm masinis yang diharuskan oleh
peraturan 38 jika suatu fungsi alarm belum mendapat
perhatian dalam waktu yang singkat.

2.1 Sistem alarm harus terus menerus diberi tenaga dan harus
memiliki pemindah otomatis ke tenaga cadangan pada saat
kerusakan.

2.2 Kerusakan pada pasokan tenaga normal dari sistim alarm


dapat ditunjukkan oleh suatu alarm.

159
Bagian E Peraturan 46,
47

3.1 Sistim alarm harus dapat menunjukkan pada waktu yang sama
lebih dari satu kesalahan dan penerimaan setiap alarm tidak dapat
menghalangi alrm lainnya.

3.2 Penerimaan pada tempat sebagaimana ditunjukkan dalam


paragraf 1 pada setiap kondisi harus dapat ditunjukkan pada
tempat-tempat dimana kejadian itu dapat diperlihatkan. Alarm
harus dijaga sampai mereka menerima dan tanda yang dapat
dilihat dari masing- masing alarm harus bertahan sampai
kerusakan diperbaiki, pada saat sistem alarm harus secara
otomatis disetel kembali pada kondisi operasi normal.

Peratuan 52
Sistem keselamatan
Suatu sistim keselamatan harus disediakan untuk menjamin
penguasaan pengendalian kesalahan yang serius dalam operasi
mesin atau ketel, yang menimbulkan bahaya secara tiba- tiba harus
mengaktifkan penutupan secara otomatis bagian dari instalasi dan
bahwa alarm telah menyala. Penghentian sistim propulsi dapat tidak
secara otomatis diaktifkan kecuali dalam keadaan yang mengarah
pada kerusakan yang serius, kerusakan yang menyeluruh, atau
ledakan. Apabila tata susunan untuk penguasaan pengendalian
penghentian dari mesin penggerak utama harus dipasang, hal ini
dapat dimaksudkan untuk menghindarkan pengoperasian yang
kurang hati-hati. Sarana yang dapat dilihat dapat disediakan untuk
menunjukkan penguasaan pengendalian telah diaktifkan.

Peraturan 53
Persyaratan khusus untuk permesinan ketel dan instalasi
listrik
1 Persyaratan-persyaratan khusus untuk permesinan, ketel dan
instalasi listrik dapat memenuhi persyaratan dari Badan Pemerintah
dan dapat termasuk sekurang-kurangnya persyaratan dari peraturan
ini.

2 Sumber tenaga listrik utama harus memenuhi persyaratan


sebagai berikut :

2.1 Jika tenaga listrik dapat secara normal dipasok dari dari satu
pembangkit listrik, tata susunan untuk tempat pembebanan yang

160
Bab II-1:Konstruksi

tepat harus disediakan untuk menjamin keutuhan dari persediaan


tenaga untuk pelayanan yang diperlukan untuk tenaga propulsi dan
kemudi demikian juga untuk keselamatan kapal. Pada keadaan
kehilangan tenaga dari pembangkit listrik dalam suatu
pengoperasian, perlengkapan yang memadai harus disiapkan untuk
persyaratan otomatis dan penyambungan ke papan hubung utama
dari suatu pembangkit listrik cadangan dengan kapasitas yang cukup
untuk memungkinkan mesin penggerak dan kemudi dan menjamin
keselamatan kapal dengan pengasutan ulang otomatis peralatan
bantu penting termasuk, jika diperlukan pengoperasian selanjutnya.
Badan Pemerintah boleh memberi kelonggaran persyaratan untuk
kapal dengan tonase kotor kurang dari 1600 jika hala ini dianggap
tidak praktis.

2.2 Jika tenaga listrik secara normal dipasok oleh lebih dari satu
pembangkit listrik secara serentak dalam pengoperasian secara
bersamaan, harus disediakan misalnya dengan penyaluran beban
untuk menjamin bahwa dalam keadaan kehilangan tenaga dari salah
satu pembangkit listrik, pembangkit dapat tetap sisianya tetap
beroperasian tanpa pembebanan yang berlebihan untuk menjamin
sistem propulsi dan kemudi dan memberi jaminan keselamatan
kapal.

3 Jika mesin-mesin yang siaga diperlukan peralatan pengubah


otomatis harus disediakan.

4 Kontrol pengendali otomatis dan tanda bahaya


4.1 Sistem kontrol harus sedemikian rupa sehingga dapat
memberikan layanan yang diperlukan untuk operasi mesin
penggerak utama dan mesin bantu secara terjamin melalui tata
susunan otomatis yang diperlukan.

4.2 Suatu alarm harus diberikan pada perubahan otomatis.

4.3 Suatu sistem alarm sesuai peraturan 51 harus tersedia untuk


semua tekanan penting, suhu dan batas tinggi cairan dan parameter
lainnya.

4.4 Suatu pengendalian terpusat harus ditata sedemikian rupa


dengan panel-panel alarm yang diperlukan dan transmisi yang dapat
menunjukkan dari setiap alarm.

5 Harus disediakan sarana untuk menjaga tekanan udara asut


pada batas yang diwajibkan apabila mesin pembakaran dalam
digunakan sebagai propulsi utama.

161
Bagian E Peraturan 46,
47

Peraturan 54
Perhatian khusus berkenaan dengan kapal penumpang
Kapal penumpang harus dipertimbangkan secara khusus oleh Badan
Pemerintah apakah ruang mesin dijaga atau tidak dalam waktu
tertentu dan jika tidak dijaga maka persyaratan tambahan yang
ditetapkan dalam peraturan ini diperlukan untuk mencapai
kesetaraan keselamatan sebagaimana lazimnya ruang mesin yang
dijaga.

162