Anda di halaman 1dari 3

1.

Air Pendingin
Hal hal yang perlu diperhatikan pada air pendingin :
a. Jernih, maksudnya air harus bersih, tidak terdapat partikel-parlikel kasar
yaitu batu, krikil atau partikel-partikel halus seperti pasir, tanah dan lumut
yang dapat menyebabkan air kotor.
b. Tidak menyebabkan korosi.
c. Tidak menyebabkan fouling, fouling disebabkan oleh kotoran yang terikut
saat air masuk unit pengolahan air seperti pasir, mikroba dan zat-zat
organik.

2. Air Umpan Boiler


Air umpan boiler adalah air yang digunakan untuk pembuat steam.
Persyaratan kualitas air umpan boiler dapat dilihat pada Tabel 1.1.
No. Parameter Satuan Batas Konsentrasi
1. PH - 8,2-8,5
2. TDS Ppm 4000
3. P. Alkalinity Ppm 250-500
4. M.Alkalinity Ppm <2
5. Besi (Fe) Ppm 10
6. Silika Ppm 100
7. Fosfat Ppm 30-60
(Sumber : Soeswanto,2000)
Hal yang diperhatikan dalam penanganan air umpan boiler adalah zat-zat
yang dapat menyebabkan korosi. Korosi yang terjadi di dalam boiler disebabkan
karena air mengandung larutan asam, gas-gas yang terlarut, seperti: O2, CO2,
H2S maupun disebabkan karena kontak dengan udara luar. Selain itu perlu
diperhatikan zat-zat yang dapat menyebabkan kesadahan air. Kesadahan pada air
disebabkan oleh ion-ion, seperti: Ca2+, Mg2+, SO42- dan CO32-.

3. Air Domestik
Air domestik digunakan untuk kebutuhan air minum, laboratorium, kantor
dan perumahan. Standar baku mutu air bersih dari PERMENKES NO.
907/MENKES/SK/VII/2002.
No. Parameter Analisis Satuan Baku Mutu
Sifat Fisika
1. Zat Padat Terlarut (TDS) mg/L 1000
2. Zat Padat Tersuspensi (TSS) mg/L 1000
3. Kekeruhan NTU 5
o
4. Temperatur C Suhu udara, 3oC
5. Warna TCU 15
6. Daya Hantar Listrik S/cm -
Sifat Kimia
1. Besi (Fe) mg/L 0,3
2. Flourida (F) mg/L 1,5
3. Kesadahan (CaCO3) mg/L 500
4. Klorida (Cl) mg/L 250
5. Mangan (Mn) mg/L 0,1
6. Natrium (Na) mg/L 200
7. Nitrat (Sebagai NO3) mg/L 50
8. Nitrit (Sebagai NO2) mg/L 3
9. Ph - 6,5-8,5
10. Sulfat (SO4) mg/L 250
11. Kalium (K) mg/L -
12. Tembaga (Cu) mg/L 2
13. Kromium IV (Cr) mg/L 0,05
14. Arsen (As) mg/L 0,01
15. Air Raksa (Hg) mg/L 1
Sifat Kimia Organik
1. Zat Organik (KMnO4) mg/L 36,63
(Sumber: PERMENKES 907,Standar baku mutu air bersih,2002)

Nb : air hydrant tidak membutuhkan karakteristik khusus, air pemanas sama dg air
pendingin syarat-syaratnya

BAKU MUTU AIR LIMBAH


Baku mutu air limbah adalah ukuran batas atau kadar unsur pencemar
dan/atau jumlah unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam air
limbah yang akan dibuang atau dilepas ke dalam media air dari suatu usaha
dan/atau kegiatan. Baku mutu air limbah dalam industri berdasarkan Peraturan
Menteri Lingkungan Hidup Nomor 03 Tahun 2010, yang dapat dilihat pada Tabel
Parameter Kadar Maksimum (mg/L)
BOD5 50
COD 100
TSS 150
Fenol 1
Amonia (NH3-N) 20
pH 6-9
Kuantitas Air Limbah 0,8 per detik per Ha lahan
Maksimum kawasan terpakai
Sulfida (H2S) 1
Senyawa aktif biru metilen 10
Kadmium (Cd) 0,1
Krom Heksavalen (CR+6) 0,5
Krom total (Cr) 1
Tembaga (Cu) 2
Timbal (Pb) 1
Nikel (Ni) 0,5
Seng (Zn) 10
(Sumber: Permen LH, Baku mutu air limbah dalam industri, 2010)