Anda di halaman 1dari 3

Cara Trading Yang Simple Tapi Untung

Disini penulis akan menjelaskan bagaimana cara trading yang simple tapi untung.
Penasaran ? Mari simak penjelasan di bawah ini !

1. Minimalkan indikator

Biasanya Anda tertarik dengan semua indikator karena merasa setiap indikator itu
penting! Namun, sebenarnya terlalu banyak indikator akan berakibat buruk pada cara
trading Anda. Hal tersebut dikarenakan masing-masing indikator memiliki peran dan
sinyal yang bisa berbeda satu sama lain dan nantinya Anda tidak akan mendapat hasil
analisa yang sempurna melainkan Anda bisa dibingungkan oleh sinyal indikator yang
saling silang.

Sebaiknya, ambil saja satu indikator pokok dan pilihlah kira - kira 2 indikator
tambahan untuk mengkonfirmasi sinyal. Anda dapat memanfaatkan metode analisa
teknikal non-indikator, contohnya pengamatan price action, chart pattern, elliot wave,
serta tool trading (seperti Fibonacci Retracement dan Trend Line) selama Anda paham
dan dapat menginterpretasi sinyal dengan mudah.

2. Hindari time frame rendah

Chart trading memiliki beragam time frame. Ada yang sangat rendah seperti M1 (1
menit) sampai yang begitu tinggi hingga mencapai periode Monthly atau bulanan.
Pastikan Anda tidak berpedoman pada time frame di bawah H1 (1 jam). semakin
rendah Time Frame, maka akan semakin cepat pergerakan harga yang terekam untuk di
analisa. Anda juga harus memastikan terhindar dari jebakan noise pada time frame
rendah.

3. Open posisi hanya berdasarkan sinyal entry

Langkah ketiga yaitu dengan memastikan Anda selalu mematuhi sinyal entry dari
strategi trading, apapun keadaannya! Baik ketika Anda baru saja mengalami loss
ataupun saat sedang melihat peluang bagus, jangan open posisi apabila syarat entry
belum dapat terpenuhi.
Open posisi yang tidak didasarkan kepada sinyal entry memiliki peluang yang
sangat kecil, karena pada saat itu Anda hanya terpicu oleh emosi untuk masuk pasar
tanpa adanya alasan yang logis. Secara tidak sadar Anda telah menjadi korban dari para
big player yang memanfaatkan kelemahan para trader pemula.

4. Close posisi diatur sesuai manajemen resiko

Untuk meminimalisir penyusunan pengaturan yang banyak, Anda dapat


mengaplikasikan manajemen risiko pada strategi close posisi. Karena hal inilah yang
nantinya akan menentukan keberhasilan trading, apakah berakhir untung atau malah
sebaliknya.

Pengaplikasian risk/reward ratio lebih dari 1:1. Pengaplikasian tersebut dapat


Anda manfaatkan untuk kegunaan stop loss dan take profit. Stop loss ditentukan
berdasarkan batas toleransi risiko, sementara take profit dihitung dari skala rasio.
Misalnya Anda menentukan batas toleransi risiko sebanyak 10 pip per posisi. Dengan
risk/reward ratio 1:2, maka take profit ditentukan dengan jarak 20 pip dari level entry.

Langkah keempat ini membawa keuntungan meski posisi loss Anda leih banyak
daripada order yang berakhir profit. Contohnya, dalam 10 kali trading Anda loss 6x dan
profit 4x. jika dikalkulasikan, Anda rugi 60 pip dan keuntungan total berjumlah 80 pip.
Maka Anda masih untung 20 pip meskipun jumlah kekalahan yang dicatatkan lebih
banyak.

5. Buatlah Jurnal Trading

Langkah terakhir yang sering diabaikan oleh para trader. Padahal langkah ini
termasuk langkah yang pentin.

Mencatat setiap kegiatan trading yang telah Anda lakukan merupakan langkah
krusial untuk keperluan evaluasi. Hal ini perlu dilakukan guna mengembangkan skill
Anda. History yang terdapat pada jurnal trading dapat dimanfaatkan untuk menemukan
kesalahan dan belajar dari kesalahan tersebut, memperbaiki cara trading forex yang
berpotensi atau mengganti hal-hal yang dapat membebani pencapaian profit Anda.
Caranya dengan mencatat kapan saja saat melakukan eksekusi, apakah sudah
disertai sinyal dan sudah sesuai dengan trading plan serta berapa perolehan yang telah
Anda dapatkan. Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, Anda dapat
memanfaatkan fitur history trading yang sudah tersedia pada platform.