Anda di halaman 1dari 10

Konsepsi Psikologi Komunikasi Dalam Hubungan Interpersonal

KONSEPSI PSIKOLOGI KOMUNIKASI DALAM HUBUNGAN


INTERPERSONAL
Drs. Moch. Djauhari M.Si

Abstrak
Setiap kehidupan dalam diri manusia akan selalu membutuhkan
hubungan sosial antara individu yang satu dengan individu lainnya dengan
saling berinteraksi sesama manusia merupakan salah satu kebutuhan pokok
hubungan baik peorangan maupun hubungan dalam kelompok masyarakat
yang selalu dinamis . Dalam pandangan psikologi komunikasi seseorang
dalam berinteraksi sosial dipengaruhi oleh faktor kejiwaan yang menjadi
faktor utama pengetahuan bukan alat indera lainkarena dalam persepsi
seseorang dalam jiwa bisa menafsirkan, mendistorsi dan mencari makna
{Descartes dan Kant}. Persepsi merupakan proses interpretasi atau
menafsirkan suatu makna yang didasari oleh pengalaman & pengetahuan
yang tersimpan dalam memori pikiran seseorang, perlu menyadari dalam
proses hubungan interpersonal dapat memposisikan dirinya sebagai actual
self (diri kita saatini}, Ideal self (diri yang kita inginkan), Ought Self (diri
kita yang seharusnya) artinya harus disadari tentang individu sebagai dirinya
baik sikap dan konsep diri kita. Hal ini semua didapatkan sebagai evaluasi
diri selama dalam interaksi antar manusia prosesnya setelah mendapatkan
feedback/respon dari orang lain dengan cara memandang/menanggapi suatu
respon sebagai masukan dalam suatu pembelajaran diri .
Keyword : Psikologi Komunikasi, Komunikasi Interpersonal

Abstract
Every life in man will always require social relationships between
individuals with each other by interacting with fellow human beings is one
of the basic needs of both personal relationships and relationships within an
ever dynamic group of people. In the psychological view of a person's
communication in social interaction is influenced by psychological factors
that become the main factor of knowledge,not the other sense devices
because in one's perception in the soul can interpret, distort and search for
meaning (Descartes and Kant). Perception is the process of interpretation
or interpreting a meaning based on experience & knowledge stored in the
memory of one's mind, need to realize in the process of interpersonal
relationships can position itself as actual self (ourselves today), Ideal self
(self we want), Ought Self (our self should be) means to be aware of the
individual as himself either our attitudes and concepts.This is all obtained
as a self-evaluation during the interaction between human processes after
getting feedback/response from others by way of responding/responding a
response as input in a self-study.
Keyword: Communication Psychology, Interpersonal Communication

Jurnal Spektrum Komunikasi Vol. 5 No. 2 2017 48


Konsepsi Psikologi Komunikasi Dalam Hubungan Interpersonal

Pendahuluan : Behaviorisme, Psikologi Kognitif, dan


“Ilmu komunikasi ibarat oasis, Psikologi Humanistis.
yang menjadi persimpangan jalan dan Setiap pendekatan (konsepsi)
tempat perjumpaan berbagai ilmu tersebut memandang manusia dengan cara
(musafir) dalam perjalanan ke tujuan yang berlainan, yang akan mempengaruhi
keilmuannya masing-masing. Walaupun pandangannya tentang karakteristik
sebagian musafir itu sekedar mampir manusia sebagai pelaku utama
sebentar, ilmu yang dikembangkannya komunikasi. Dalam tulisan ini akan
pada saat mampir itu membantu dibahas konsepsi Psikologi Komunikasi,
pertumbuhan ilmu si musafir dan yang pada dasarnya melihat manusia
memperkaya oasis tersebut“ demikian kata sebagai Homo Mechanicus (Makhluk yang
Wilbur Schramm, salah seorang Bapak digerakkan semaunya oleh lingkungan)
Ilmu Komunikasi (Dahlan, 1996). Secara umum, pembahasan materi
Komunikasi adalah suatu ilmu yang dalam tulisan ini dilakukan dengan tujuan
cakupannya luas dan perlintasan ilmu-ilmu untuk memberikan gambaran singkat
lain, seperti psikologi, sosiologi, tentang kontribusi pandangan (konsepsi)
antropologi, linguistik, ilmu politik, dan Psikologi Komunikasi terhadap
sebagainya. Sebagian dari para peletak perkembangan teori dalam Ilmu
dasar ilmu komunikasi memang berlatar Komunikasi, dalam tulisan ini dibahas
belakang ilmu lain, yang kemudian tertarik pemahaman singkat tentang perkembangan
pada ilmu komunikasi, seperti Harold konsepsi psikologi komunikasi, yang
Lasswell yang ahli ilmu politik, Claude mencakup perkembangan pemikirannya
Shannon dan Warren Weaver yang ahli sekaligus tokoh-tokohnya. Selanjutnya
fisika, atau Paul Lazarsfeld yang seorang dibicarakan kontribusi psikologi
sosiolog. Sementara Wilbur Schramm komunikasi dalam konteks komunikasi
sendiri adalah seorang ahli bahasa interpersonal.
Inggris.Menurut Rakhmat (2001), banyak
teori dalam ilmu komunikasi Psikologi teori komunikasi Manusia
dilatarbelakangi konsepsi-konsepsi Teori-teori persuasi sudah lama
psikologi tentang manusia. Paling tidak, menggunakan konsepsi psikoanalisis yang
ada empat teori psikologi yang paling melukiskan manusia sebagai makhluk
dominan yang dianggap sebagai akar dari yang digerakkan oleh keinginan-keinginan
teori komunikasi, yaitu Psikoanalisis, terpendam (Homo Volens). Teori jarum

Jurnal Spektrum Komunikasi Vol. 5 No. 2 2017 49


Konsepsi Psikologi Komunikasi Dalam Hubungan Interpersonal

hipodermik dilandasi konsepsi memberikan dorongan untuk kegiatan-


behaviorisme yang memandang manusia kegiatan yang konstruktif dan disamping
sebagai makhluk yang digerakkan itu diri manusia ada instink merusak
semaunya oleh lingkungan (Homo (destruktif) dan emosional (agresif), dalam
Mechanicus). Teori pengolahan informasi hal ini Id didasari untuk memenuhi
jelas dibentuk oleh konsepsi psikologi kebutuhan dengan prinsip kesenangan 2)
kognitif yang melihat manusia sebagai Ego , fungsinya untuk menjembatani
makhluk yang aktif mengorganisasikan tuntutan Id antara keinginan hewani
dan mengolah stimulus yang diterimanya dengan tuntutan rasional dan
(Homo Sapiens). Teori-teori komunikasi realistikdalam memenuhi kebutuhan diri
interpersonal banyak dipengaruhi konsepsi manusia untuk bertindak secara realitas di
psikologi humanistis yang dunia luar.3) Superego, adalah nurani
menggambarkan manusia sebagai pelaku dalam jiwa manusia berdasarkan
aktif dalam merumuskan strategi internalisasi norma-norma sosial dan
transaksional dengan lingkungannya kultural budaya di masyarakat .
(Homo Ludens). Walaupun psikologi telah
banyak melahirkan teori-teori tentang Pendekatan behaviorisme
manusia, tetapi empat pendekatan yang Teori kaum behavioris lebih
paling dominan adalah psikoanalisis, dikenal dengan nama teori belajar, karena
behaviorisme, psikologi kognitif, dan menurut mereka seluruh perilaku manusia
psikologi humanistis. kecuali instink adalah hasil belajar. Belajar
artinya perubahan perilaku organisme
Pendekatan psikoanalisis sebagai pengaruh lingkungan.
Dalam pandangan psikoanalisis Behaviorisme tidak mau mempersoalkan
melihat dasi sisi struktur jiwa manusia, apakah manusia baik atau jelek, rasional
perilaku manusia merupakan hasil atau emosional; behaviorisme hanya ingin
interaksi dalam diri kepribadian manusia mengetahui bagaimana perilakunya
terdapat tiga unsur (Sigmund Freud), yaitu dikendalikan oleh faktor-faktor
: 1) Id adalah kepribadian seseorang lingkungan.Dalam perkembangan
yang menyimpan dorongan biologis Psikologi, bidang ilmu yang mengkaji
manusia , bisa jadi disebut tabiat hewani tentang tingkah laku manusia, yang
karena ada dorongan diri manusia terdapat mendapat sebutan mazhab „kedua‟ adalah
instink reproduktif (Libido) yang karya para ahli yang berhubungan dengan

Jurnal Spektrum Komunikasi Vol. 5 No. 2 2017 50


Konsepsi Psikologi Komunikasi Dalam Hubungan Interpersonal

teori Behaviorisme. Teori yang bersifat memahami lingkungannya dan makhluk


umum ini dirumuskan oleh John B. yang selalu berpikir (Homo Sapiens)
Watson (1878-1958) tepat pada peralihan
abad ini. Saat itu Watson adalah seorang Psikologi Kognitif
guru besar psikologi di Universitas Johns Gestalt psikologi awal abad XX,
Hopkins. la berupaya menjadikan studi manusia tidak memberikan respon kepada
tentang manusia seobjektif dan seilmiah stimulasi secara otomatis artinya manusia
mungkin, karenanya seperti Sigmund sebagai adalah organisme aktif yang dapat
Freud, ia berusaha mereduksikan tingkah mempersepsikan dan mendistorsi
laku manusia menjadi perkara kimiawi dan lingkungan sebelum memberikan
fisik semata. Behaviorisme lahir sebagai responnya terlebih dulu manusia
reaksi terhadap introspeksionisme (yang menangkap stimulus secara keseluruhan
menganalisis jiwa manusia berdasarkan dalam satuan2 yang bermakna (Gestalt)
laporan-laporan subjektif) dan juga dalam ilmu komunikasi dikenal dengan
psikoanalisis (yang berbicara tentang alam “Words don’t mean, people mean” =
bawah sadar yang tidak tampak). kata-kata tidak bermakna , orang lah yang
Behaviorisme ingin menganalisis hanya bermakna . Perilaku manusia kalau dilihat
perilaku yang nampak saja, yang dapat dari konteksnya menurut Lewin bahwa
diukur, dilukiskan, dan diramalkan. perilaku adalah hasil interaksi antara
Belakangan, teori kaum behavioris lebih individu / person dengan lingkungannya .
dikenal dengan nama teori belajar, karena Tegangan (Tension)atau kepanikan
menurut mereka seluruh perilaku manusia menunjukkan suasana kejiwaan yang
kecuali instink adalah hasil belajar. Belajar terjadi ketika kebutuhan psikologia belum
artinya perubahan perilaku organisme terpenuhi. Hal ini yang disebut dengan
sebagai pengaruh lingkungan. teori konsep konsistensi kognitif artinya
Behaviorisme tidak mau mempersoalkan individu berusaha mengoptimalkan makna
apakah manusia baik atau jelek, rasional dalam persepsi , perasaan, kognisi dan
atau emosional; behaviorisme hanya ingin pengalamannya . Berkembangnya
mengetahui bagaimana perilakunya penelitian tentang perubahan sikap dengan
dikendalikan oleh faktor-faktor teori konsepsi manusia sebagai konsistensi
lingkungan, jadi manusia dipandang kognitif, Leon Festinger dalam teori
sebagai makhluk yang selalu berusaha disonansi kognitif artinya ketidakcocokan
antara dua kognisi (pengetahuan) Dalam

Jurnal Spektrum Komunikasi Vol. 5 No. 2 2017 51


Konsepsi Psikologi Komunikasi Dalam Hubungan Interpersonal

keadaan disonan, orang berusaha Abraham Maslow dalam mencari alternatif


mengurangi disonansi dengan berbagi dari dua teori yang sangat berpengaruh
cara. Dihadapkan dalam situasi disonan, atas pemikiran intelektual dalam
seseorang akan: (1) mengubah perilaku, psikologi.Meskipun tokoh-tokoh psikologi
(2) mengubah kognisi tetang lingkungan, humanistik memiliki pandangan yang
(3) memperkuat salah satu kognisi, (4) berbeda-beda, tetapi mereka berpijak pada
mengurangi disonansi dengan memutuskan konsepsi fundamental yang sama
bahwa salah satu kognisi tidak penting. mengenai manusia, yang berakar pada
Dalam teori komunikasi, teori disonansi salah satu aliran filsafat modern, yaitu
menyatakan bahwa orang akan mencari eksistensialisme.
informasi yang mengurangi disonansi, dan Eksistensialisme menolak paham
menghindari informasi yang menambah yang menempatkan manusia semata-mata
disonansi. sebagai hasil bawaan ataupun lingkungan.
Dalam teori disonansi ini dikritik Sebaliknya, para filsuf eksistensialis
dan muncul konsepsi manusia sebagai percaya bahwa setiap individu memiliki
pengolah informasi , dalam konsepsi ini kebebasan untuk memilih tindakan,
perilaku manusia dipandang sebagai menentukan sendiri nasib atau wujud dari
produk strategi pengolahan informasi yang keberadaannya, serta bertanggung jawab
rasional dan mengarahkan atas pilihan dan keberadaannya. Salah satu
simbol/penyandian, penyimpanan, dan tokoh yang terkenal dalam teori psikologi
pemamnggilan informasi . Kenyataan humanistik adalah Carl Rogers.
menunjukan bahwa manusia tidaklah Carl Roger memiliki pandangan
serasional dugaan tersebut, penilaian orang humanism , sebagai berikut : 1). Setiap
terjadi didasarkan pada data-data yang manusia hidup dalam dunia pengalaman
kurang kemudian dikombinasikan dengan yang bersifat pribadi ;2) Manusia
diwarnai oleh prakonsepsi. berperilaku untuk mempertahankan,
Psikologi Humanistis meningkatkan dan mengaktualisasi diri; 3)
Individu bereaksi pada situasi sesuai
Psikologi humanistik dengan persepsi dirinya dan dunianya; 4)
(Humanistic Psychology) Anggapan adanya ancaman terhadap diri
diperkenalkan oleh sekelompok ahli akan diikuti oleh pertahanan diri; 5)
psikologi yang pada awal tahun 1960-an Kecenderungan batiniah manusia ialah
bekerja sama di bawah kepemimpinan menuju kesehatan dan keutuhan diri .

Jurnal Spektrum Komunikasi Vol. 5 No. 2 2017 52


Konsepsi Psikologi Komunikasi Dalam Hubungan Interpersonal

dan Afektif merupakan komponen aspek


Faktor-faktor personal terhadap perilaku emosional dari faktor sosiopsikologis.
Dua pendekatan dalam psikologi Faktor situasional
social: ada yang menekankan faktor-faktor Faktor-faktor Situasional yang
social; atau dengan istilah lai: faktor-faktor Memengaruhi Perilaku Manusia
yang timbul dari dalam diri individu Berdasarkan eksperimen yang telah ia
(faktor personal), dan faktor-faktor lakukan pada kera-kera gibbon, Delgado
berengaruh yang dating dari luar diri menyimpulkan bahwa respons otak sangat
individu (faktor environmental). Menurut dipengaruhi oleh “setting” atau suasana
McDougall, faktor-faktor personallah yang yang melingkupi organisme (Packard,
menentukan perilaku manusia. Populernya 1978: 45). Edward G. Sampson
behaviorisme memporakporandakan dalil- merangkumkan seluruh faktor situasional
dalil McDougall. Orang melihat faktor sebagai berikut: 1).Faktor Ekologis: Kaum
situasilah yang penting . determinisme lingkungan sering
Faktor biologis artinya perilaku menyatakan bahwa keadaan alam
seseorang dipengaruhi secara genetis memengauhi gaya hidup dan perilaku.
sudah terprogram dalam diri manusia yang Contoh dari faktor ini adalah faktor
disebut dengan epigenetic(Wilson). geografis dan faktor iklim dan
Adanya perilaku tertentu yang merupakan meteorologis. 2). Faktor Rancangan dan
bawaan manusia dan bukan pengaruh Arsitektural, Satu rancangan arsitektur
lingkungan atau situasi , hal ini dapat mempengaruhi pola komunikasi di
dikarenakan faktor-faktor biologis yang antara orang-orang yang hidup dalam
mendorong perilaku manusia yang disebut naungan arsitektural tertentu. Pengaturan
motif biologis . ruangan juga telah terbukti mempengaruhi
Faktor Sosiopsikologis , manusia pola-pola perilaku yang terjadi di tempat
sebagai makhluk sosial dalam proses sosial itu. 3). Faktor Temporal , telah banyak
memiliki beberapa karakteristik yang diteliti pengaruh waktu terhadap bioritma
berpengaruh dalam perilakunya yang dapat manusia. Satu pesan komunikasi yan g
diklasifikasikan dalam tiga komponen : disampaikan pada pagi hari akan
Kognitif merupakan komponen intelektual memberikan makna yang lain bila
; Konatif komponen yang berhubungan disampaikan pada tengah malam.
dengan kebiasaan dan kemauan bertindak; 4).Suasana Perilaku (Behavior
Settings)Roger Barker dan rekan-rekannya

Jurnal Spektrum Komunikasi Vol. 5 No. 2 2017 53


Konsepsi Psikologi Komunikasi Dalam Hubungan Interpersonal

membagi lingkungan ke dalam beberapa Persepsi kita tentangsejauhmana


satuan yang terpisah, yang disebut suasana lingkungan memuaskan atau
perilaku. Pada setiap suasana terdapat mengecewakan kita, akan mempengaruhi
pola-pola hubungan yang mengatur perilaku kita dalam lingkungan itu. Pola-
perilaku orang-orang di dalamnya. 5). pola kebudayaan yang dominan atau ethos,
Teknologi, Alvin Tofler melukiskan ideologi dan nilai dalam persepsi anggota
gelombang peradaban manusia yang masyarakat, mempengaruhi seluruh
terjadi sebagai akibat perubahan perilaku social.
teknologi. Lingkungan teknologis Stimulus yang Mendorong dan
(technosphere) yang meliputi system Memperteguh Perilaku
energy, system reproduksi, dan system Beberapa peneliti psikologi social, seperti
distribusi, membentuk serangkaian Fredericsen Price, dan Bouffard (1972),
perilaku social yang sesuai dengannya meneliti kendala situasi yang
(sociosphere). Bersamaan dengan itu mempengaruhi kelayakan melakukan
tumbuhlah pola-pola penyebaran informasi perilaku tertertentu. Situasi yang permisif
(infosphere) yang memengaruhi suasana memungkinkan orangmelakukan banyak
kejiwaan ( psychosphere) setiap anggota hal tanpa harus merasa malu. Sebaliknya,
masyarakat. situasi restriktif menghambat orang untuk
berperilaku sekehendak hatinya.
Faktor-faktor Sosial
Sistem peranan yang ditetapkan Komunikasi Interpersonal
dalam suatu masyarakat, struktur Komunikasi interpersonal dapat
kelompok dan organisasi, karakteristik dilakukan dalam bentuk verbal maupun
populasi, adalah faktor-faktor social yang nonverbal. Komunikasi interpersonal tidak
menata perilaku manusia. Karakteristik hanya tentang apa yang dikatakan dan apa
populasi seperti usia, kecerdasan, yang diterima namun juga tentang
karakteristik biologis, mempengaruhi bagaimana hal itu dikatakan, bagaimana
jaringan komunikasi dan sistem bahasa tubuh yang digunakan, dan apa
pengambilan keputusan, serta ekspresi wajah yang diberikan.
mempengaruhi pola-pola perilaku anggota- Komunikasi interpersonal atau disebut
anggota populasi itu. juga dengan komunikasi antar personal
merupakan komunikasi yang dilakukan
Lingkungan Psikososial , oleh individu untuk saling bertukar

Jurnal Spektrum Komunikasi Vol. 5 No. 2 2017 54


Konsepsi Psikologi Komunikasi Dalam Hubungan Interpersonal

gagasan ataupun pemikiran kepada yang lebih tinggi, komunikasi berlangsung


individu lainnya. Atau dengan kata lain, antara orang-orang yang secara akrab
komunikasi interpersonal adalah salah satu terhubung satu sama lain, misalnya ayah
konteks komunikasi dimana setiap dan anak.
individu mengkomunikasikan perasaan, Komunikasi interpersonal melibatkan
gagasan, emosi, serta informasi lainnya pertukaran pesan baik pesan verbal
secara tatap muka kepada individu maupun pesan nonverbal. Kata-kata yang
lainnya.Menurut Joseph A. DeVito (2013), kita gunakan dalam komunikasi tatap
komunikasi interpersonal memiliki muka dengan orang lain biasanya disertai
beberapa sifat, yaitu : dengan petunjuk nonverbal seperti ekspresi
Komunikasi interpersonal adalah wajah, kontak mata, dan gerak tubuh atau
komunikasi yang melibatkan dua bahasa tubuh. Kita menerima pesan
individu atau lebih yang masing-masing interpersonal melalui panca indera yang
saling bergantung. kita miliki seperti mendengar, melihat,
Pada umumnya komunikasi mencium, dan menyenuh. Kita bersikap
interpersonal adalah komunikasi antara diam pun sebernarnya mengirimkan suatu
dua orang atau biasa disebut juga dengan pesan interpersonal. Pesan-pesan yang
komunikasi diadik. Misalnya komunikasi disampaikan sebagian besar bergantung
antara seorang anak dan ayah dan lain-lain. pada faktor-faktor lain yang terlibat dalam
Meskipun begitu, komunikasi interaksi.
interpersonal juga merujuk pada Komunikasi interpersonal pada
komunikasi dalam kelompok kecil seperti umumnya berlangsung secara tatap muka,.
misalnya keluarga. Walau dalam keluarga, Di era kemajuan teknologi komunikasi
komunikasi berlangsung dalam bentuk seperti sekarang, komunikasi interpersonal
komunikasi diadik seperti ibu kepada berlangsung melalui jaringan komputer.
anak.Komunikasi interpersonal berada Kehadiran internet sebagai media
dalam sebuah rangkaian kesatuan yang komunikasi modern serta media
panjang yang membentang dari impersonal komunikasi modern lainnya menjadikan
ke personal yang lebih tinggi. Pada titik komunikasi interpersonal dapat dilakukan
impersonal, kita berkomunikasi secara melalui surat eletronik atau media sosial.
sederhana antara orang-orang yang tidak Beberapa bentuk komunikasi interpersonal
saling mengenal, misalnya pembeli dan masa kini bersifat real time, dalam artian
penjual. Sedangkan pada titik personal pesan yang dikirim dan diterima pada satu

Jurnal Spektrum Komunikasi Vol. 5 No. 2 2017 55


Konsepsi Psikologi Komunikasi Dalam Hubungan Interpersonal

waktu sebagaimana dalam komunikasi intern individu/personal dan juga dari luar
tatap muka. Pesan yang dikirimkan dan individu yang berasal dari lingkungannya.
diterima melalui berbagai media sosial (2) Konsepsi Psikologi Komunikasi
dalam konteks komunikasi interpersonal memandang bahwa segala tingkah laku
memiliki pengaruh serta efek media sosial manusia. juga tidak lain adalah hasil
bagi hubungan interpersonal yang daripada proses pembelajaran. Yakni hasil
dibangun. daripada latihan-latihan atau kebiasaan-
Dalam kehidupan interpersonal kita kebiasaan bereaksi terhadap stimulus –
dan interaksi kita dengan orang lain, stimulus atau perangsangan-perangsangan
ditentukan dengan berbagai pilihan. tertentu yang dialaminya di dalam
Maksudnya adalah kita harus membuat kehidupannya.
pilihan kepada siapa kita berkomunikasi, 3). Konsepsi psikologi Komunikasi dalam
apa yang akan kita komunikasikan, apa hubungan Komunikasi interpersonal
yang tidak boleh kita komunikasikan, bertujuan untuk membuat individu belajar
apakah pilihan frasa yang ingin kita memahami orang lain, mempengaruhi
komunikasikan, dan lain sebagainya. sikap dan perilaku orang , berfungsi
Pilihan-pilihan komunikasi interpersonal sebagai kegiatan bermain/refresing/hiburan
beserta alasannya, dalam beberapa situasi, dan terapi kesehatan sebagai teknik
berbagai pilihan yang dipilih dapat bekerja penyembuhan jiwa
dengan baik dibanding yang lainnya. 4) Demikian pula dalam konteks psikologi
Kesimpulan komunikasi hubungannya dengan
Berdasar pada pembahasan sebelumnya komunikasi interpersonal, kelompok
maka pada akhir tulisan ini dapat kami maupun komunikasi massa teori-teori
simpulkan bebarapa hal yang dianggap yang dikembangkan tidak lepas dari
penting, antara lain: asumsi dasar bahwa manusia belajar
(1) Konsepsi Psikologi Komunikasi dari lingkungannya (Stimulus Respon)
memusatkan pada pendekatan ilmiah yang dengan demikian psikologi komunikasi
objektif sehingga dalam pendekatan ini menitik beratkan pada kondisi dan
hal-hal yang berbau subjektifitas sama situasi individu/personal serta
sekali diabaikan. Dalam pendekatan yang lingkungan yang dapat mempengaruhi
dilakukan psikologi komunikasi komunikan kita. ***
menekankan pada kekuatan-kekuatan dari

Jurnal Spektrum Komunikasi Vol. 5 No. 2 2017 56


Konsepsi Psikologi Komunikasi Dalam Hubungan Interpersonal

Daftar Pustaka
Depari Edward, Collin Mac Andrews, Peranan Komunikasi Massa Dalam Pembangunan,
Yogyakarta : Gadjah Mada Press, 1991.
Devito, JosephA. Komunikasi AntarManusia 5Ed.Tangerang : Karisma, 2011
Fisher, B.Aubrey, ,Teori-Teori Komunikasi Massa, Bandung : Remadja Karya, 1990
Griffin EM, ,A First Look At Communication Theory, Fifth Edition, Mc. Graw Hill, Boston.
2002
Rakhmat, Jalaluddin, 2001, Psikologi Komunikasi, Remadja Karya, Bandung,
Sarwono, Sarlito Wirawan. 1986. Berkenalan dengan Alirah Aliran dan Tokoh-Tokoh
Psikologi, Bulan Bintang: Jakarta.
Sears, O.David, Jonathan L Freedman dan L. Anne Peplau, 1992, Psikologi Sosial, edisi
lima, Erlangga, Jakarta.

Jurnal Spektrum Komunikasi Vol. 5 No. 2 2017 57