Anda di halaman 1dari 12

PENYULUHAN KESEHATAN DEMAM BERDARAH 3M PLUS

DI PUSKESMAS SENAPELAN PEKANBARU

Disusun Oleh:

EMA FEBRIANTI

ERI TRI WINARTI

FADILAH ULFA

LISA VIONA

TENGKU YULIANI

DIII KEBIDANAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PAYUNG NEGERI

PEKANBARU

2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok Bahasan : Kesehatan Lingkungan

Sub Pokok Bahasan : Pencegahan Demam Berdarah dengan 3M Plus

Sasaran : Masyarakat

Tanggal : Kamis, 22 November 2018

Tempat : Puskesmas Senapelan

Waktu : 20 Menit

Penyuluhan :

 Moderator : Eri tri winarti


 pembicara :Tengku Yuliani Rahmayanti
 Anggota : Ema febrianti, Fadilah Ulfa, Lisa Viona
A. Tujuan Instruksional Umum

Setelah mendapatkan penyuluhan diharapkan masyarakat dapat mengetahui pentingnya


pencegahan sedini mungkin tentang Demam Berdarah dengan 3M Plus.

B. Tujuan Instruksional Khusus


Dengan adanya penyuluhan diharapkan masyarakat dapat :
 Menjelaskan pengertian Demam Berdarah
 Menjelaskan ciri-ciri nyamuk yang akan menyebabkan demam berdarah (Aedes
Aegypti
 Menjelaskan daur hidup nyamuk aedes aegypty
 menjelaskan tempat berkembangnya nyamuk
 menjelaskan penularan demam berdarah
 menjelaskan factor resiko penularan demam berdarah
 menjelaskan gejala demam berdarah
 menjelaskanpengobatan demam berdarah
 menjelaskan pencegahan demam berdarah dengan 3M Plus

C. Materi
 Pengertian Demam Berdarah
 Ciri-ciri nyamuk yang akan menyebabkan demam berdarah (Aedes Aegypti
 Daur hidup nyamuk aedes aegypty
 Tempat berkembangnya nyamuk
 Penularan demam berdarah
 Faktor resiko penularan demam berdarah
 Gejala demam berdarah
 Pengobatan demam berdarah
 Pencegahan demam berdarah dengan 3M Plus

D. Kegiatan

Tahap Waktu Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Sasaran Media


Pembukaan 5 menit  Menyampaikan  Menjawab salam PPT
salam  Menjawab/meres Infocus
 Apersepsi pon pertanyaan Leptop
 Menerangkan TIU penyuluhan Brosur
dan TIK  memperhatikan
Inti 10 menit  menjelaskan  memperhatikan PPT
Menjelaskan dan Infocus
pengertian Demam mendengarkan Leptop
Berdarah aktif Brosur
 Menjelaskan ciri-
ciri nyamuk yang
akan menyebabkan
demam berdarah
(Aedes Aegypti
 Menjelaskan daur
hidup nyamuk aedes
aegypty
 menjelaskan tempat
berkembangnya
nyamuk
 menjelaskan
penularan demam
berdarah
 menjelaskan factor
resiko penularan
demam berdarah
 menjelaskan gejala
demam berdarah
 menjelaskanpengob
atan demam
berdarah
 menjelaskan
pencegahan demam
berdarah dengan 3M
Plus
Penutup 5 menit  memberi  memberikan PPT
kesempatan pertanyaan Infocus
bertanya  menjawab Leptop
 memberikan pertanyaan Brosur
evaluasi dengan  menjawab salam
memberikan
pertanyaan
 menutup dengan
menyampaikan
salam

E. Metode
Ceramah dan Tanya jawab

F. Evaluasi
1. Bagaimanakah apabila menaburkan bubuk abate ke dalam tempat penampungan
air apakah aman untuk di minum?
Jawaban :Takaran penggunaan bubuk ABATE Untuk penggunaan pada tangki dan
wadah kecil dosis yang dianjurkan adalah 1 gram untuk setiap 10 liter air yang
terkandung pada wadah (Setara dengan 1 mg bahan aktif per liter)
Bila memerlukan ABATE kurang dari 10 gram, maka :
 Ambil 1 sendok makan ABATE dan tuangkan pada selembar kertas
Lalu bagilah ABATE menjadi, 2, 3, dan 4 bagian sesuai dengan takaran yang
dibutuhkan setelah dibubuhkan ABATE maka : selama 3 bulan bubuk
ABATE dalam air tersebut mampu membunuh jentik aedes aegypti selama 3
bulan bila tempat penampungan air tersebut akan dibersihkan atau diganti
airnya, hendaknya jangan menyikat bagian dalam dinding tempat
penampungan air tersebut.
Air yang telah dibubuhi ABATE dengan takaran yang benar, tidak
membahayakan dan tetap aman bila air tersebut diminum. Biasanya diamkan
dahulu selama 2 jam atau satu malam setelah dibubuhi ABATE baru
dikonsumsi.
G. Materi
1. Pengertian Demam Berdarah

Virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegyti dan Aedes
albbopictus. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia
kecuali ditempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut.
Menurut Rampengan seseorang di dalam darahnya mengandung virus Dengue
merupakan sumber penular penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Virus
Dengue berada dalam darah selama 4-7 hari mulai 1-2 hari sebelum demam. Bila
penderita tersebut digigit nyamuk penular, maka virus dalam darah akan ikut
terhisap masuk ke dalam lambung nyamuk. Selanjutnya virus akan
memperbanyak diri dan tersebar di berbagai jaringan tubuh nyamuk termasuk di
dalam kelenjar liurnya. Kira-kira satu minggu setelah menghisap darah penderita,
nyamuk bersiap untuk menularkan kepada orang lain. Virus ini akan tetap berada
dalam tubuh nyamuk sepanjang hidupnya. Penularan ini terjadi setiap kali nyamuk
menggigit, sebelum menghisap darah akan mengeluarkan air liur melalui saluran
alat menggigitnya (proboscis), agar darah yang dihisap tidak membeku. Bersama
air liur inilah virus Dengue dipindahkan dari nyamuk ke orang lain.

2. Ciri-Ciri Nyamuk Yang Akan Menyebabkan Demam Berdarah (Aedes Aegypti)


Adapun cirri-ciri nyamuk aedes Agypti adalah :
1)Mempunyai ciri-ciri khusus dan paling mudah dikenal adalah warna hitam dan
belang-belang ( Loreng-loreng ) putih pada seluruh tubuhnya dan benmtuknya
lebih kecil jika dibandingkan dengan nyamuk biasa.Tubuh nyamuk jika
menghisap darah posisinya mendatar. Nymuk yang menggigit manusia hanya
nyamuk aedes betina (untuk mematangkan telur ), karena nyamuk jantan lebih
tertarik pada cairan yang mengandung gula seperti bunga dan tumbuhan.
2 Nyamuk ades agypti tidak dapat berkembang biak deselokan atau Got.
Nyamuk ini bertelur serta pembiakannya di air yang jernih, dimana permukaan
air pada dinding tegak lurus dan terlindung pengaruh mata hari langsung.
3) Biasanya mengigit ( menghisap darah ) pada pagi sampai sore hari.Ada 2
puncak aktivitas menggigit yaitu antara pukul 08.00 sampai 10.00 pagi dan pukul
16.00 samai 18.00 sore. Malam hari nyamuk lebih suka bersembunyi disela-sela
pakaian yang tergantung atau korden, terutama diruang gelap atau lembab.
4) Nyamuk aedes agypti tergolong antropilik yaitu doyan ( suka ) darah
manusia.berbeda dengan species nyamuk lain yang biasanya sudah puas
menggigit/menghisap darah satu orang saja, maka nyamuk aedes agypti
mempunyai kebiasaan menggigit berulang, yaitu menggigit beberapa orang secra
bergantian dalam waktu singkat, sehingga semakin cepat proses penuralaran yang
terjadi. Nyamuk ini setiap 2 hari sekali menggigit atau menghisap darah manusia.
Bagi nyamuk , darah manusia ini untuk kebutuhan repruduksi ( memetangkan
terlur agar dapat dibuahi pada saat perkawinan.) , biasanya 3 hari setelah
menghisap darah, nyamuk akan bertelur di tempat yang disukai yaitu digenangan
air bersih.
5) Mampu terbang sampai radius 100-200 meter saja sehingga selalu mencari
mangsa dekat . Mobilisasi penduduk dari tempa yang satu ketempat yang lain
berpengaruh besar pada penyebaran nyamk ini, biasanya nyamuk bersembunyi
didalam mobil, perahu, kapal kereta api, dll.
6) Pada fase jentik berukuran 0,5-1 cm, selalu bergerak di dalam air ( gerakan
berulang – ulang dari bawah keatas permukaan air untuk bernafas, kemudian
kembali ke bawah ). Pada saat istirahat, posisinya hamper tegak lurus dangan
permukaan air.
7) Ukuran telur Aedes Agypti sangat kecil ( 0,7 mm ), berwarna hitam dan tahan
sampai 6 bulan ditempat kering dan masih menyimpan larva yang siap menetas
ketika turun hujan dan air.

3. Daur Hidup Nyamuk Aedes Aegypty

Nyamuk Aedes aegypti mempunyai morfologi sebagai berikut :


1) Nyamuk dewasa
Nyamuk dewasa berukuran lebih kecil, jika dibandingkan dengan rata-rata
nyamuk yang lain. Mempunyai warna dasar hitam dengan bintik-bintik putih pada
bagian badan dan kaki.
2) Pupa (Kepompong)
Pupa atau kepompong berbentuk seperti “Koma”. Bentuknya lebih besar namun
lebih ramping dibandingkan larva (jentik) nya. Pupa nyamuk Aedes aegypti
berukuran lebih kecil, jika dibandingkan dengan rata-rata pupa nyamuk lain.
3) Larva (jentik)
Ada 4 tingkat (instar) larva sesuai dengan pertumbuhan larva
a. Larva instar I berukuran paling kecil, yaitu 1-2 mm.
b. Larva instar II berukuran 2,5-3,8 mm.
c. Larva instar III berukuran lebih besar sedikit dari larva instar II.
d. Larva instar IV berukuran paling besar 5mm.
Larva dan pupa hidup pada air yang jernih pada wadah atau tempat air buatan
seperti pada potongan bambu, dilubang-lubang pohon, pelepah daun, kaleng
kosong, pot bunga, botol pecah, tangki air, talang atap, tempolong atau bokor,
kolam air mancur, tempat minum kuda, ban bekas, serta barang-barang lainnya
yang berisi air yang tidak berhubungan langsung dengan tanah. Larva sering
berada di dasar container, posisi istirahat pada permukaan air membentuk sudut
45 derajat, sedangkan posisi kepala berada di bawah.
4) Telur
Telur berwarna hitam dengan ukuran lebih 0,80 mm. Telur berbentuk oval yang
mengapung satu persatu pda permukaan air yang jernih, atau menempel pada
dinding penampungan air, Aedes aegypti betina bertelur diatas permukaan air
pada dinding vertikal bagian dalam pada tempat-tempat yang berair sedikit,
jernih, terlindung dari sinar matahari langsung, dan biasanya berada di dalam dan
dekat rumah. Telur tersebut diletakkan satu persatu atau berderet pada dinding
tempat air, di atas permukaan air, pada waktu istirahat membentuk sudut dengan
permukaan air.

4. Tempat Berkembangnya Nyamuk

Tempat perkembangbiakan utama nyamuk Aedes aegypti ialah pada tempat-


tempat penampungan air berupa genangan air yang tertampung di suatu tempat
atau bejana di dalam atau sekitar rumah atau tempat-tempat umum, biasanya tidak
melebihi jarak 500 meter dari rumah. Nyamuk ini biasanya tidak dapat
berkembangbiak di genangan air yang langsung berhubungan dengan tanah. Jenis
tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti dapat dikelompokkan sebagai
berikut :
1) Tempat Penampungan Air (TPA), yaitu tempat-tempat untuk menampung
air guna keperluan sehari-hari, seperti: tempayan, bak mandi, ember, dan
lain-lain.
2) Bukan tempat penampungan air (non TPA), yaitu tempat-tempat yang
biasa menampung air tetapi bukan untuk keperluan sehari-hari, seperti :
tempat minum hewan peliharaan (ayam, burung, dan lain-lain), barang
bekas (kaleng,botol, ban,pecahan gelas, dan lain-lain), vas bunga,perangkap
semut, penampung air dispenser, dan lain-lain.
3) Tempat penampungan air alami, seperti : Lubang pohon, lubang batu,
pelepah daun, tempurung kelapa, kulit kerang, pangkal pohon pisang,
potongan bambu, dan lain-lain .

5. Penularan Demam Berdarah


DBD dapat dengan mudah menular melalui vektor penularnya, yakni nyamuk
Aedes aegypti melalui gigitannya.Meskipun nyamuk Aedes albopictus dapat
menularkan DBD tetapi peranannya dalam penyebaran penyakit sangat kecil,
karena biasanya hidup di kebun-kebun. Seminggu setelah digigit oleh nyamuk
Aedes aegypti yang mengandung virus dengue, maka orang tersebut akan
jatuh sakit demam berdarah, atau dapat juga tetap sehat tetapi menjadi carrier
(sumber penular dengan menyimpan virus dengue). Karena nyamuk yang
menggigit orang yang darahnya mengandung virus dengue, sepanjang nyamuk
tersebut hidup akan tetap mengandung virus dengue dan setiap saat dapat
ditularkan kepada orang lain melalui gigitannya pula (menggigit pada siang
hari).
Apabila terdapat tetangga Anda yang menderita DBD dan lokasi rumahnya
berada tidak jauh dari rumah Anda, maka perlu diwaspadai akan keberadaan
nyamuk Aedes aegypti, hal ini karena kemampuan terbang nyamuk tersebut
+40 m, dan jangkauan terbang maksimal sejauh 100 m. Sehingga secepatnya
melakukan pembersihan terhadap tempat-tempat penampungan air di sekitar
Anda atau menghubungi Puskesmas terdekat.Sehingga setiap orang dapat
terserang demam berdarah setelah digigit oleh nyamuk Aedes aegypti yang
mengandung virus dengue. Hanya saja ketahanan tubuh setiap orang yang
memungkinkan tingkat kasus DBD berbeda satu sama lain. Sehingga selain
memberantas vektor penular dan menghindarinya, ada baiknya setiap orang
menjaga imunitasnya sehingga dapat terhindar dari kasus DBD.

6. Faktor Resiko Penularan Demam Berdarah

Penularan penyakit DBD dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu agent (virus),
host (pejamu), dan lingkungan, yaitu :
1) Agent (penyebab penyakit) adalah semua unsur atau elemen hidup atau
mati yang kehadirannya, apabila diikuti dengan kontak yang efektif
dengan manusia rentan dalam keadaan yang memungkinkan akan menjadi
stimuli untuk mengisi dan memudahkan terjadinya suatu proses penyakit.
Dalam hal ini yang menjadi agent penyebaran DBD adalah virus dengue.
2) Karakteristik host (pejamu) adalah manusia yang kemungkinan
terjangkit penyakit DBD. Faktor-faktor yang terkait dalam penularan DBD
pada manusia yaitu :
a. Mobilitas penduduk akan memudahkan penularan dari suatu tempat
ke tempat yang lainnya.
b. Pendidikan akan mempengaruhi cara berpikir dalam penerimaan
penyuluhan dan cara pemberantasan yang dilakukan
c. Kelompok umur akan mempengaruhi peluang terjadinya penularan
penyakit DBD..
d. Jenis kelamin, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara angka
insiden laki-laki dan perempuan.
3) Lingkungan, lingkungan yang terkait dalam penularan penyakit DBD
adalah
a. Tempat penampungan air / keberadaan kontainer, sebagai tempat
perindukan nyamuk Aedes aegyptikondisi tempat penampungan air
mempunyai hubungan dengan kejadian DBD dengan OR 5,706 (CI
95% 1,59 – 20,39).
b. Ketinggian tempat suatu daerah mempunyai pengaruh terhadap
perkembangbiakan nyamuk dan virus DBD. Di wilayah dengan
ketinggian lebih dari 1.000 meter diatas permukaan laut tidak
ditemukan nyamuk Aedesaegypti.
c. Curah hujan, pada musim hujan (curah hujan diatas normal)
tempatperkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang pada
musim kemarau tidak terisi air, mulai terisi air. Telur-telur yang
belum sempat menetas, dalam tempo singkat akan menetas, dan
kelembaban udara juga akan meningkat yang akan berpengaruh
bagi kelangsungan hidup nyamuk dewasa dimana selama musim
hujan jangka waktu hidup nyamuk lebih lama dan berisiko
penularan virus lebih besar
d. Kebersihan lingkungan / sanitasi lingkungan,kondisi sanitasi
lingkungan berperan besar dalam perkembangbiakan nyamuk
Aedes aegypti.

7. Gejala Demam Berdarah

1) Demam mendadak tinggi 2-7 hari.

2) Ada gejala pendarahan, misalnya bintik-bintik merah dikulit yang tidak hilang
meski kulit diregangkan, gusi berdarah, mimisan dan tinja berdarah. Bintik-bintik
merah dikulit bisa muncul sendiri atau dibuat muncul dengan uji bendung. Uji ini
dilakukan menggunakan alat pengukur tekanan darah yang digembungkan di
seputar lengan hingga pembuluh darah tertekan. Bila positif akan muncul bintik-
bintik merah.

3) Ada pembesaran hati (organ hati membesar saat dilakukan perabaan)

4) Terjadi syok, denyut nadi melemah dan cepat, tekanan darah turun, anak
gelisah, tangan dan kaki dingin.

5) Pemeriksaan laboratorium trombosit turun dan terjadi kenaikan kekentalan


darah. Trombosit kurang dari 100.000/ul dan hematokrit meningkat 20% dari
normal.
8. Pengobatan Demam Berdarah

1) Gunakan Obat Penurun Demam dengan Paracetamol

2) Jika disertai diare gunakan garam elektrolit


3) Untuk mencegah infeksi sekunder gunakan antibiotik
4) Juga bisa melakukan kompres, lakukanlah kompres tanpa menggunakan es
karena bisa berdampak pada syok. Saran dari para tim medis adalah
kompres dilakukan dengan alkohol.
5) Pengobatan alternatif, dapat dilakukan dengan menggunakan jambu biji.
Jambu biji dapat meningkatkan nilai trombosit darah dan mengembalikan
cairan intravena. Sebenarnya sudah lama jambu biji terkenal sebagai obat
tradisional

9. Pencegahan Demam Berdarah Dengan 3M Plus


Dalam penanganan DBD, peran serta masyarakat untuk menekan kasus ini
sangat menentukan. Oleh karenanya program Pemberantasan Sarang Nyamuk
(PSN) dengan cara 3M Plus perlu terus dilakukan secara berkelanjutan
sepanjang tahun khususnya pada musim penghujan. Program PSN , yaitu:
1) Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat
penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air
minum, penampung air lemari es dan lain-lain
2) Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air
seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya; dan
3) Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki
potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam
Berdarah.
Adapun yang dimaksud dengan 3M Plus adalah segala bentuk kegiatan
pencegahan seperti:
a) Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit
dibersihkan
b) Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk
c) Menggunakan kelambu saat tidur
d) Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk
e) Menanam tanaman pengusir nyamuk
f) Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah
g) Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah
yangbisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.
I. Referensi
Dinata Arda, Yulidar. 2016. Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk Demam
Berdarah. Yogyakarta : Deepublish.
Misnadiarly. 2009. Demam Berdarah Dengue. Jakarta : Yayasan PustakaObor
Indonesia.
Nadesul Handrawan. 2007. Cara Mudah Mengalahkan Demam Berdarah.
Jakarta : Buku Kompas.

J. Dokumentasi