Anda di halaman 1dari 94

LAPORAN KUARTAL III

TIM NUSANTARA SEHAT

PUSKESMAS PASIKOLAGA
KABUPATEN MUNA

SULAWESI TENGGARA

TIM NUSANTARA SEHAT


KEMENTERIAN KESEHATAN RI
2017
Laporan Kuartal III 2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmatNya
Laporan Kuartal III tim Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga ini dapat diselesaikan. Laporan kuartal
III ini merupakan laporan triwulan yang secara berkala dilaporkan. Pada laporan kuartal III ini
memuat laporan – laporan kegiatan yang berlangsung dari bulan Desember tahun 2016 hingga
Februari tahun 2017. Dalam proses penyusunan laporan, tim dihadapkan oleh berbagai kendala
sehingga laporan ini tidak dapat diselesaikan dengan tepat waktu.

Dalam kurun waktu tiga bulan tersebut, telah dilaksanakan berbagai kegiatan yang menyangkut
berbagai hal dalam peningkatan kualitas kesehatan manusia di Pasikolaga. Terdapat total kegiatan
yang telah dilaksanakan. Kegiatan tersebut meliputi bidang Promosi Kesehatan yakni Penyuluhan
Hiv/Aids (Hari Aids Sedunia), Layar Suluh, Penyuluhan Aku Bangga Aku Tahu (Abat) (Hari Aids
Sedunia), Gema Cermat, Penyuluhan Asi-Eksklusif, Penyuluhan Gizi Seimbang, Lomba Mewarnai
Makanan Bergizi Tingkat Paud Tk (HGN 57), Lomba Cerdas Cermat Gizi Seimbang Tingkat Sd (HGN
Ke - 57), Sarapan Sehat Bersama (HGN Ke - 57), Seminar Gizi Seimbang (Gerakan Masyarakat Sadar
Gizi) (HGN 57), Pembinaan Kader Kesehatan, dan Penyuluhan Kanker. Dalam bidang Gizi masyarakat,
Pemanfaatan Bahan Panganan Lokal (Kelor). Untuk Bidang Usaha kesehatan sekolah berupa
Pembinaan UKS. Pembahasan POA puskesmas pada Manajemen Puskesmas. Sedangkan dalam Upaya
Kesehatan Perorangan, Pelayanan Kesehatan Bergerak juga dilakukan. Serta pada Pelayanan
kefarmasian Pemusnahan Obat Dan Bahan Medis Habis Pakai.

Dalam laporan ini juga disertakan dokumentasi berupa foto – foto dan tautan video kegiatan.
Lampiran – lampiran memuat hasil – hasil yang berkaitan dengan dokumen kegiatan.

Berbagai kegiatan tersebut telah terlaksana dengan baik walaupun masih banyak kendala dan
kekurangan yang dihadapi. Namun demikian, demi terus meningkatkan pelayanan dan kualitas
kesehatan tim tetap berupaya dalam memberikan yang terbaik.

Pasikolaga, September 2017

Tim Nusantara Sehat Pasikolaga

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………………………………………… 2


DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………………………..………….. 3
BAB I PEMETAAN PROGRAM BERKESINAMBUNGAN ……………………………………………………..………..... 4
BAB II PLAN OF ACTION ………………………………………………………………………………………………........... 4
BAB III PROGRAM INTERVENSI ……………………………………………………………………………………………… 5
III.1. PROMOSI KESEHATAN ……………………………………………..………………………………………………..
1. PENYULUHAN HIV/AIDS (HARI AIDS SEDUNIA) …………………………………………………………. 5
2. LAYAR SULUH………………………………………………………………………………………………………….. 7
3. PENYULUHAN AKU BANGGA AKU TAHU (ABAT) (HARI AIDS SEDUNIA)………………………….. 12
4. GEMA CERMAT………………………………………………………………………………………………………… 16
5. PENYULUHAN ASI-EKSKLUSIF…………………………………………………………………………………… 19
6. PENYULUHAN GIZI SEIMBANG …………………………………………………………………………………. 23
7. LOMBA MEWARNAI MAKANAN BERGIZI TINGKAT PAUD TK (HGN 57)…………………………. 27
8. LOMBA CERDAS CERMAT GIZI SEIMBANG TINGKAT SD (HGN KE - 57)……………………....... 39
9. SARAPAN SEHAT BERSAMA (HGN KE - 57)…………………………………………………………………. 44
10. SEMINAR GIZI SEIMBANG (GERAKAN MASYARAKAT SADAR GIZI) (HGN 57)…………………. 49
11. PEMBINAAN KADER KESEHATAN ……………………………………………………………………………… 54
12. PENYULUHAN KANKER…………………………………………………………………………………………….. 57

III.2. USAHA KESEHATAN SEKOLAH ……………………………………………………………………………………. 59


1. PEMBINAAN UKS …..……………………………………………………………………………………………… 60
III.3. GIZI MASYARAKAT …………………………………………………………………………………………………. 64
1. PEMANFAATAN BAHAN PANGANAN LOKAL (KELOR)…………………………………………………… 65
III.4. PELAYANAN KEFARMASIAN………………………………………………………………………………………… 73
1. PEMUSNAHAN OBAT DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI……………………………………………… 74
III.5. MANAJEMEN PUSKESMAS …………………………………………………………………………………………. 80
1. PEMBAHASAN PLAN OF ACTION (POA) TAHUN 2017………………………………………………….. 81
III.6. UPAYA KESEHATAN PERORANGAN ……………………………………………………………………………… 83
1. PELAYANAN KESEHATAN BERGERAK (PKB) ………………………………………………………………… 84
LAMPIRAN – LAMPIRAN ………….……………………………………………………………..................... 88

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 4

BAB I

PEMETAAN PROGRAM BERKESINAMBUNGAN


Pemetaan program telah dilaksanakan dan dilaporkan pada Laporan Awal.

BAB II

PLAN OF ACTION
Plan of Action (POA) telah dibuat dan dilaporkan pada Laporan Awal.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 5

BAB III
PROGRAM INTERVENSI

III.1. PROMOSI KESEHATAN

III.1.A. Latar Belakang Utama

Promosi kesehatan menurut Piagam Ottawa diartikan sebagai suatu proses yang
memungkinkan seseorang untuk meningkatkan dan mengontrol derajat kesehatannya, baik
secara individu, kelompok, maupun masyarakat. sedangkan menurut Permenkes Nomor 74
tahun 2015, pasal 1 butir 3, Promosi Kesehatan adalah proses untuk memberdayakan
masyarakat melalui kegiatan menginformasikan, mempengaruhi dan membantu masyarakat
agar berperan aktif untuk mendukung perubahan perilaku dan lingkungan serta menjaga dan
meningkatkan kesehatan menuju derajat kesehatan yang optimal

Istilah dan pengertian promosi kesehatan adalah merupakan pengembangan dari istilah
pengertian yang sudah dikenal selama ini, seperti : Pendidikan Kesehatan, Penyuluhan
Kesehatan, KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi). Promosi kesehatan/pendidikan
kesehatan merupakan cabang dari ilmu kesehatan yang bergerak bukan hanya dalam proses
penyadaran masyarakat atau pemberian dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang
kesehatan semata, akan tetapi di dalamnya terdapat usaha untuk memfasilitasi dalam rangka
perubahan perilaku masyarakat. WHO merumuskan promosi kesehatan sebagai proses untuk
meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya.
Selain itu, untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental, dan sosial
masyarakat harus mampu mengenal, mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya, serta mampu
mengubah atau mengatasi lingkungannya. Dapat disimpulkan bahwa promosi kesehatan
adalah program-program kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan (perbaikan),
baik di dalam masyarakat sendiri, maupun dalam organisasi dan lingkungannya.

Orientasi pelayanan kesehatan harus digeser dari pelayanan kesehatan yang konvensional
(paradigma sakit) ke pelayanan kesehatan yang sesuai dengan paradigma baru (paradigma
sehat). Paradigma Sehat itu sendiri merupakan Cara pandang atau pola fikir pembangunan
kesehatan bersifat holistik, proaktif antisipatif, Melihat masalah kesehatan sebagai masalah
yang dipengaruhi oleh banyak faktor secara dinamis dan lintas sektoral dalam suatu wilayah
dan Berorientasi kepada peningkatan pemeliharaan dan perlindungan terhadap penduduk
agar tetap sehat dan bukan hanya penyembuhan penduduk yang sakit.
Untuk itu, ujung tombak dari percepatan pembangunan kesehatan di DTPK adalah
Puskesmas, dan salah satu dari upaya kesehatan wajib puskesmas yang harus ditingkatkan
kinerjanya adalah promosi kesehatan.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 6

III.1.B. Tujuan Utama

 Tujuan Umum
Meningkatnya kemampuan individu, keluarga dan masyarakat untuk berperilaku hidup
bersih dan sehat, serta berperan aktif dalam setiap gerakan kesehatan masyarakat dalam
mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatannya secara mandiri melalui
pengembangan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat.

 Tujuan Khusus
 Meningkatkan komitmen pembangunan berwawasan kesehatan dari para penentu
kebijakan dari berbagai pihak
 Meningkatkan kerjasama antar masyarakat, antar kelompok, serta antar lembaga
dalam rangka pembangunan berwawasan kesehatan.
 Meningkatkan peran masyarakat termasuk swasta sebagai subjek atau
penyelenggara upaya pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan.
 Meningkatkan upaya pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan yang efektif
dengan mempertimbangan kearifan lokal.

III.1.C. Metode Pelaksanaan


 Strategi
o Advokasi
o Pemberdayaan Masyarakat
o Kemitraan

 Metode
o Metode Promosi Individual
 bimbingan, penyuluhan, wawancara
o Metode Promosi Kelompok
 Kelompok Besar : Ceramah,Seminar;
 Kelompok Kecil : Diskusi, Brain Storming, Snow Ball, Role Play,
permainan Simulasi

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 7

III.1.D. Uraian Kegiatan

D.1. PENYULUHAN HIV/AIDS (HARI AIDS SEDUNIA)


D.1.1. Latar Belakang
Terdapat 35 juta orang hidup dengan HIV yang meliputi 16 juta perempuan dan 3,2 juta
anak berusia<15 tahun pada tahun 2013 di seluruh dunia. Jumlah infeksi baru HIV pada
tahun 2013 sebesar 2,1 juta yang terdiri dari 1,9 juta dewasa dan 240.000 anak berusia <15
tahun. Jumlah kematian akibat AIDS sebanyak 1,5 juta yang terdiri dari 1,3 juta dewasa dan
190.000 anak berusia <15 tahun.
Di Indonesia, HIV AIDS pertama kali ditemukan di provinsi Bali pada tahun 1987. Hingga saat
ini HIV AIDS sudah menyebar di 386 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia.
Pengidan HIV meningkat dari 21.511 tahun 2012 menjadi 29.037 tahun 2013. Penderita AIDS
menurun dari 8.610 tahun 2012 menjadi 5.608 tahun 2013.
Infeksi HIV paling banyak terjadi pada kelompok usia produktif 25 – 49 tahun, diikuti
kelompok usia 20 – 24 tahun. Infeksi HIV dominan terjadi pada heteroseksial, diikuti
kelompok “lain – lain”, pengguna napza suntik dan kelompok homoseksual.
Perkembangan penularan HIV yang terus meningkat dari tahun ke tahun tersebut sangat
menghawatirkan. Berbagai upaya untuk mengurangi angka penularan infeksi HIV telah
dilakukan. Salah satu aspek tersebut adalah dengan upaya promotif dan preventif.
Penularan HIV kini sangat mengkhawatirkan dengan kelompok muda usia 20 – 29 tahun yang
banyak tertular. Dengan perjalanan alamiah penyakit yang panjang dan tanpa gejala, besar
kemungkinan bahwa penularan sesungguhnya telah terjadi di usia yang lebih muda, yaitu
pada usia remaja. Fakta tersebut tentu saja tidak bisa dilepaskan dari peranan masyarakat,
utamanya yang berusia lebih dewasa, karena dari kelompok masyarakat dewasa mereka
memperoleh informasi tentang HIV-AIDS. Selama ini informasi tersebut selalu dibalut atau
dikaitkan dengan norma, moral dan agama. Hal tersebut menyebabkan fakta medis tentang
HIV-AIDS menjadi kabur dan bahkan memunculkan mitos tentang penularan, sehingga
pemahaman terhadap cara pencegahannya juga menjadi salah.
Oleh karena itu pemahaman sedini mungkin tentang HIV-AIDS sangat diperlukan bagi
kelompok usia muda, yaitu remaja. Sehingga, dengan meningkatnya pemahaman tentang
HIV-AIDS para remaja dapat melakukan upaya pencegahan dengan menerapkan perilaku dan
gaya hidup sehat yang jauh dari resiko terkena infeksi HIV.

D.1.2. Tujuan
1. Meningkatkan pengetahuan siswa mengenai HIV/AIDS
2. Memberikan pemahaman bagaimana penularan HIV
3. Memberikan pemahaman pentingnya pencegahan HIV/AIDS

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 8

4. Memberikan pemahaman tentang ODHA


5. Mengajak siswa untuk menerapkan gaya hidup sehat

D.1.3. Pihak yang Dilibatkan dan Peranan


 Kepala sekolah sebagai pimpinan berperan dalam memberikan izin kegiatan dan
bertanggung jawab atas kesiapan sekolah dalam persiapan sarana dan prasarana.
 Guru yang bersentuhan langsung dengan siswa berperan untuk membimbing dan
mendidik siswa. Dalam kegiatan ini guru membantu mengatur para siswa untuk
mengikuti kegiatan dangan tertib.

D.1.4. Sasaran
Seluruh siswa kelas VII, VIII, IX SMP N 1 Pasikolaga.

D.1.5. Rincian Kegiatan


Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 1 Desember 2016 bertepatan dengan hari AIDS sedunia
bertempat di SMPN 1 Pasikolaga. Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 wita. Seluruh siswa
dikumpulkan di ruangan kelas. Diawali dengan sambutan kepala sekolah, kegiatan
penyuluhan AIDS pun dimulai. Terdapat dua sesi. Sesi pertama di dalam ruangan dan sesi
kedua diluar ruangan. Sesi dalam ruangan para siswa diajak mendengarkan pemaparan
HIV/AIDS menggunakan media film. Sekitar satu jam pemaparan dan tanya jawab sesi
pemaparan materi selesai.

Sesi kedua dilanjutkan diluar ruangan. Di halaman sekolah siswa diajak bermain peran
mengenai bagaimana proses penularan HIV hingga menjadi AIDS. Terdapat tiga kelompok,
masing – masing kelas VII, VIII, dan IX. Ketiga kelompok bergiliran menampilkan perannya.
Ketiga kelompok tersebut berlomba untuk menampilkan yang terbaik. Sekitar pukul 12.00
wita, kegiatan diakhiri dengan foto bersama.

D.1.6. Metode Pelaksanaan


 Penyuluhan menggunakan media film
 Bermain peran (Role Play)

D.1.7. Capaian Indikator Keberhasilan dan Rencana Tindak Lanjut


 Capaian Indikator Keberhasilan
o Seluruh siswa hadir dalam kegiatan penyuluhan
o Siswa aktif dalam mengikuti kegiatan bermain peran (Role Play)
 Rencana Tindak Lanjut
o Kegiatan penyuluhan HIV/AIDS dilanjutkan dengan penyuluhan ABAT.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 9

D.1.8. Evaluasi dan Rekomendasi

No Evaluasi Rekomendasi

Kendala teknis seperti sound system, LCD dsb.


Sarana dan Prasarana sudah cukup
1. Dapat diantisipasi dengan persiapan yang
memadai namun kurang maksimal
lebih baik lagi.

Tidak ada nya pre test dan post test


 Persiapan pre test dan post test pada kegiatan
2. sehingga tidak dapat mengukur tingkat
penyuluhan selanjutnya.
keberhasilan penyuluhan

3. Tidak ada sokongan dana dari Puskesmas 

D.1.9. Dokumentasi
Tautan video kegiatan : https://youtu.be/enrVicqxhag

Penyuluhan bahaya HIV/AIDS dengan menggunakan media film

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 10

Mengajak para siswa untuk bermain games

Penyuluhan bahaya HIV/AIDS dengan bermain peran (Role Play)

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 11

Penyuluhan bahaya HIV/AIDS dengan bermain peran (Role Play)

Foto bersama siswa dan guru SMPN 1 Pasikolaga

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 12

D.2. LAYAR SULUH


D.2.1. Latar Belakang

Perilaku kesehatan atau usaha – usaha seseorang untuk memelihara atau menjaga kesehatan
agar tidak sakit dan usaha untuk penyembuhan bilamana sakit. Pengetahuan adalah hasil dari
tahu, dan ini terjadi setelah seseorang melakukan tindakan penginderaan terhadap suatu
objek tertentu. Tanpa pengetahuan seseorang tidak mempunyai dasar untuk mengambil
keputusan dan menentukan tindakan terhadap masalah yang dihadapi. Ada enam tingkatan
domain pengetahuan yaitu 1). Tahu, 2). Memahami; 3). Aplikasi; 4). Analisis; dan 5). Sintesa.
Sebelum orang mengadopsi perilaku baru didalam diri orang tersebut terjadi proses berurutan
yakni, kesadaran, tertarik, evaluasi, mencoba, dan menerima.

Penyuluhan kesehatan diartikan sebagai kegiatan pendidikan kesehatan yang dilakukan


dengan cara menyebarluaskan pesan dan menanamkan keyakinan. Dengan demikian,
masyarakat tidak saja sadar, tahu dan mengerti, tetapi juga mau dan dapat melakukan
anjuran yang berhubungan dengan kesehatan.

Pemilihan media menjadi penting sebagai sarana dalam penyuluhan. Tidak sekedar berbicara
didepan orang banyak menyampaikan materi, dengan media/alat bantu, peserta penyuluhan
akan lebih paham dan mengerti. Salah satu contoh media penyuluhan adalah menggunakan
metode audio visual (film). Kombinasi metode ceramah dengan promosi kesehatan
menggunakan media film dirasa sangat membantu dalam menyampaikan bahan materi
kepada masyarakat. Masyarakat tidak hanya mendengar dari narasumber mengenai
penjelasan materi tetapi juga terbantu dengan gambaran visual yang ada di film.

Oleh karena itu, tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesadaran
menjaga kesehatan salah satunya dirasa perlu dilakukan dengan kegiatan penyuluhan
dengan menggunakan media film.

D.2.2. Tujuan
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan
2. Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pentingya menjaga kesehatan
3. Mengajak masyarakat lebih aktif dalam memeriksakan kesehatannya ke puskesmas

D.2.3. Pihak yang Dilibatkan dan Peranan

Kepala Desa persiapan Matampe. Sebagai pimpinan di wilayahnya, kepala desa memberikan
izin untuk mengadakan kegiatan ini di pasar desa. Kepala desa dalam kapasitasnya
mendorong masyarakat sekitar untuk menyiapkan berbagai sarana pendukung seperti
pembersihan tempat kegiatan, penyiapan Layar, sound sistem dan lainnya. Kepala Desa juga
mensosialisasikan kegiatan ini kepada warganya.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 13

D.2.4. Sasaran
Masyarakat Umum

D.2.5. Rincian Kegiatan


 Layar Suluh Bulan Desember 2016

Kegiatan Layar Suluh ini bertempat di pasar sore Desa persiapan Matampe, pada tanggal
3 Desember 2016. Masih dalam suasana Hari AIDS sedunia, tema yang diambil sebagai
materi penyuluhan adalah seputar HIV/AIDS. Sekitar pukul 18.00 dilakukan pemutaran
iklan – iklan kesehatan/layanan masyarakat. Setelah itu dilanjutkan dengan penyuluhan
dengan total durasi lebih kurang satu jam. Selanjutnya, acara hiburan dengan pemutaran
film komedi.

 Layar Suluh Bulan Januari 2017

Bertempat di halaman balai desa Mataindaha, tema layar suluh yang diambil masih
seputaran HIV/AIDS. Kegiatan dimulai sekitar pukul 19.30, satu jam lebih tertunda
karena masalah teknis. Warga yang telah diinformasikan sebelumnya berkumpul di
halaman balai desa. Sebelum pemutaran film sebagai hiburan, penyuluhan
menggunakan media film dilakukan. Kegiatan ini berakhir sampai pukul 22.00 wita.

 Layar Suluh Bulan Februari 2017

Kembali bertempat di pasar sore desa matampe, kegiatan layar suluh yang dilaksanakan
tmngambil tema gizi seimbang. Kegiatan dimulai pukul 18.00 dan diawali dengan
pemutaran video kesehatan mengenai gizi seimbang. Pada kali ini tidak banyak warga
yang hadir, dikarenakan sosialiasi kegiatan yang kurang.

D.2.6. Metode Pelaksanaan


Penyuluhan menggunakan Media Film dan ceramah.

D.2.7. Capaian Indikator Keberhasilan dan Rencana Tindak Lanjut


 Capaian Indikator Keberhasilan
o Masyarakat hadir dalam pelaksanaan kegiatan.

 Rencana Tindak Lanjut


o Mengadakan penyuluhan menggunakan media film setiap satu bulan sekali
dengan tema dan film yang berbeda.
o Melakukan sosialisasi kegiatan yang lebih baik lagi

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 14

D.2.8. Evaluasi dan Rekomendasi

No Evaluasi Rekomendasi

1. Sosialisasi belum maksimal Penyebaran informasi kegiatan lebih diperluas.

 Advokasi pengadaan sarana peminjaman sound


2. Sound system kurang maksimal
system yang lebih bagus

Cuaca yang kurang mendukung, sehingga


3.  Antisipasi kegiatan tidak diluar gedung
warga sedikit yang hadir

4 Tidak ada sokongan dana puskesmas 

D.2.9. Dokumentasi

Layar Suluh dengan tema bahaya HIV/AIDS di Desa Mataindaha

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 15

Layar Suluh dengan tema bahaya HIV/AIDS di Desa Mataindaha

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 16

D. 3. PENYULUHAN AKU BANGGA AKU TAHU (ABAT) (HARI AIDS SEDUNIA)

D.3.1. Latar Belakang


HIV tidak ditularkan melalui hubungan sosial yang biasa seperti jabatan tangan, bersentuhan,
berciuman biasa, berpelukan, penggungaan peralatan makan dan minum, gigitan nyamuk,
atau tinggal serumah bersama orang dengan HIV/AIDS. Penularan HIV tersebut umumnya
masih banyak yang tidak memahami. Banyak mitos dan hal yang salah tentang HIV/AIDS
yang berkembang di masyarakat.
Hal ini ditunjang dari Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI
tahun 2010, hanya 11,4 % kaum muda usia 15-24 tahun yang memiliki pengetahuan yang
benar dan komprehensif tentang HIV-AIDS. Rendahnya pengetahuan yang benar dan
komprehensif tentang HIV-AIDS berdampak pula terhadap perilaku dan gaya hidup seseorang
dalam melakukan upaya pencegahan.
Untuk itu upaya pencegahan penularan HIV diantara populasi umum, khususnya usia
15-24 tahun perlu terus dilakukan. Sebagai bagian dari kampanye peningkatan pengetahuan
yang benar dan komprehensif tentang HIV-AIDS kepada kelompok muda, maka penyuluhan
dengan tema “Aku Bangga Aku Tahu” menjadi sarana yang tepat.

D.3.2. Tujuan
1. Meningkatkan pemahaman siswa mengenai HIV/AIDS
2. Mengajak siswa untuk aktif dalam berperilaku hidup sehat dalam upaya pencegahan
3. Mendorong siswa menjadi agen kesehatan muda dalam promosi pencegahan HIV/AIDS

D.3.3. Pihak yang Dilibatkan dan Peranan


 Kepala sekolah sebagai pimpinan berperan dalam memberikan izin kegiatan dan
bertanggung jawab atas kesiapan sekolah dalam persiapan sarana dan prasarana.
 Guru yang bersentuhan langsung dengan siswa berperan untuk membimbing dan
mendidik siswa. Dalam kegiatan ini guru membantu mengatur para siswa untuk
mengikuti kegiatan dangan tertib.

D.3.4. Sasaran
Siswa SMPN 1 Pasikolaga

D.3.5. Rincian Kegiatan


Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan penyuluhan HIV/AIDS yang telah dilaksanakan
di SMPN 1 Pasikolaga. Masih dalam suasana Hari AIDS Sedunia, penyuluhan Aku Bangga Aku
Tahu (ABAT) menyasar generasi muda, dalam hal ini siswa SMP. Berbeda dengan penyuluhan
yang telah dilakukan sebelumnya bagi seluruh siswa, penyuluhan ABAT ini lebih fokus kepada

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 17

pendalaman materi, sehingga peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan perwakilan dari
masing – masing kelas VII, VIII dan IX. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni dari
tanggal 14 Desember 2016 sampai dengan 15 Desember 2016 Bertempat di Puskesmas
Pasikolaga. Terdapat beberapa materi yang diberikan kepada para peserta yaitu … …
Sebelum kegiatan berlangsung peserta terlebih dahulu mengisi pre test. Kemudian diakhir
kegiatan juga mengisi post test. Sebanyak … siswa mengikuti kegiatan dari awal sampai
akhir,

D.3.6. Metode Pelaksanaan


Ceramah, Diskusi

D.3.7. Capaian Indikator Keberhasilan dan Rencana Tindak Lanjut


 Capaian Indikator Keberhasilan
o Terlaksananya kegiatan penyuluhan ABAT dengan baik.

 Rencana Tindak Lanjut


o Membentuk komunitas remaja sehat
o Penyuluhan ABAT untuk siswa MTsN 5 Pasikolaga

D.3.8. Evaluasi dan Rekomendasi

No. Evaluasi Rekomendasi

Waktu pelatihan yang terbilang singkat Waktu pelatihan dibuat lebih lama
1. sehingga materi tidak semua dapat sehingga peserta lebih memahami
disampaikan. materi

Nilai post test yang lebih rendah dibanding


2. Diskusi dan praktek harus lebih banyak
pre test

Kurangnya keterlibatan tenaga puskesmas Menginformasikan kegiatan kepada


3.
yang lain dalam kegiatan tenaga puskesmas sebelumnya

Tidak ada sokongan dana dari puskesmas


4. untuk kegiatan termasuk pengadaan modul
ABAT untuk peserta

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 18

D.3.9. Dokumentasi
Tautan video : https://youtu.be/MEaGo6iGyBU

Penyuluhan ABAT di Puskesmas

Penyuluhan ABAT di Puskesmas

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 19

D. 4. GEMA CERMAT

D.4.1. Latar Belakang


Gema Cermat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat) merupakan sebuah gerakan
yang dicanangkan oleh Kementrian Kesehatan guna mewujudkan masyarakat yang bijak dan
cerdas dalam menggunakan obat sehari-hari. Mulai dari mendapatkan obat,
menggunakannya, menyimpannya di rumah, serta membuang obat yang sudah rusak dan
kadaluarsa.
Gerakan ini memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan masyarakat yang bijak
dalam penggunaan obat. Karena dewasa ini, peredaran obat-obatan ditengah masyarakat
sudah sulit untuk dipantau, pada umumnya mereka bisa mendapatkan obat di warung dan
kios terdekat tanpa mengetahui apa sebenarnya fungsi dari obat yang dikonsumsi. Bahkan
obat-obat golongan keras dan antibiotik diperjualbelikan dengan bebas.
Permasalahan terbesar yang terjadi ditengah masyarakat, khususnya di wilayah kerja
Puskesmas Pasikolaga adalah penggunaan antibiotik secara sembarangan. Bagi mereka
antibiotik adalah obat yang dapat digunakan untuk semua jenis penyakit. Bahkan di warung
dan kios antibiotik dijual bebas tanpa adanya pengawasan dari pihak yang terkait. Hal ini
tentu akan meningkatkan resiko terjadinya resistensi antibiotik.
Hasil evaluasi terhadap penggunaan obat pasien, rata-rata pasien tidak paham dengan aturan
pakai obat yang tertera pada etiket, sehingga obat-obatan dengan aturan pakai khusus tidak
memberikan efek terapi pada pasien, karena kesalahan dalam penggunaan obat. Akibatnya
mereka menganggap obat yang diperoleh dari puskesmas tidak bagus dan tidak
menyembuhkan penyakitnya.
Sehingga dengan adanya gerakan ini, diharapkan masyarakat bisa bijak dalam menggunakan
obat, baik yang didapatkan di fasilitas kesehatan, apotek, maupun toko terdekat. Dengan
adanya gerakan ini, masyarakat diedukasi untuk peduli terhadap obat-obatan yang mereka
gunakan dan mengetahui bahaya dari obat tersebut jika tidak digunakan sesuai dengan
aturan pakainya. Sehingga paradigma masyarakat akan berubah dan kesalahan-kesalahan
dalam penggunaan obat dapat dihindari.

D.4.2. Tujuan
1. Mewujudkan masyarakat yang bijak dan cerdas menggunakan obat
2. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara penggunaan obat yang benar
3. Menurunkan faktor resiko resistensi antibiotik
4. Meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap obat-obatan yang diperoleh dari fasilitas
pelayanan kesehatan, apotek, maupun toko obat.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 20

D.4.3. Pihak yang Dilibatkan dan Peranan


Pihak yang dilibatkan dalam gerakan ini adalah semua lapisan masyarakat, mulai dari tenaga
kesehatan, kader kesehatan, dan masyarakat umum.

D.4.4. Sasaran
Masyarakat di Kecamatan Pasikolaga.

D.4.5. Rincian Kegiatan


Kegiatan Gema Cermat dilakukan selama bulan Desember 2016 pada setiap Posyandu Balita
dan Lansia setiap Desa (4 Desa) di Kecamatan Pasikolaga. Sebelum dilaksanakan kegiatan
posyandu terlebih dahulu diadakan penyuluhan. Selain ceramah menggunakan media lembar
balik, juga dipraktekkan cara penggunaan obat yang benar, seperti puyer, salep, tetes mata,
salep mata, tetes telinga, dll menggunakan alat peraga.

Materi yang diberikan terdiri dari:


a. Penggolongan Obat
b. Obat Generik dan Obat Paten
c. Bahaya penyalahgunaan antibiotik
d. Bentuk sediaan obat dan cara menggunakannya
e. DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang).

Disesi terakhir diberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan jika ada
yang belum dimengerti.

D.4.6. Metode Pelaksanaan


1. Penyuluhan/Ceramah
2. Demo cara penggunaan Obat yang benar.

D.4.7. Capaian Indikator Keberhasilan dan Rencana Tindak Lanjut


D.1.7.1 Capaian Indikator Keberhasil

Masyarakat yang mengikuti penyuluhan mengerti dengan materi yang disampaikan


terbukti dengan evaluasi yang dilakukan pada saat menerima obat dari apoteker,
mereka sudah mengetahui cara pakai obat yang didapatkan tanpa dijelaskan terlebih
dahulu.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 21

D.1.7.2 Rencana Tindak Lanjut

Untuk kegiatan selanjutnya akan dilakukan secara berkelompok dan ada pendamping
dari tenaga kesehatan untuk masing-masing kelompok. Serta adanya pre-test dan
post-test sebagai media evaluasi yang memadai dalam gerakan ini.

Kegiatan ini dilakukan dalam 3 tahap, yaitu untuk tenaga kesehatan, kader
kesehatan, dan masyarakat.

D.4.8. Evaluasi dan Rekomendasi

No. Evaluasi Rekomendasi

1. Metode penyampaian berupa ceramah Sebaiknya dikombinasikan dengan demo


cendrung membuat peserta kurang tertarik DAGUSIBU, dan praktek langsung di depan
untuk mendengarkan dan susah dimengerti. peserta.

2. Seringkali peserta lupa dengan materi yang Sebaiknya peserta juga diberikan brosur/ leaflet
disampaikan, ketika di evaluasi pada mengenai materi yang disampaikan dan bisa
pertemuan selanjutnya. dibawa pulang.

D.4.9. Dokumentasi

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 22

Penyuluhan DAGUSIBU di Desa Kolese

Penyuluhan DAGUSIBU di Desa Mata Indaha

Penyuluhan Cara Penggunaan Obat yang Benar di Puskesmas Pasikolaga

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 23

D. 5. PENYULUHAN ASI-EKSKLUSIF

D.5.1. Latar Belakang


Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif merupakan pilihan asupan nutrisi yang sangat baik bagi bayi.
Namun masih banyak ibu yang salah mengartikan pengertian dari ASI Eksklusif, dimana
mereka biasanya hanya memfokuskan bahwa ASI Eksklusif hanya tidak memperbolehkan
pemberian makanan tambahan saja. Menurut Peraturan Pemerintah nomor 33 tahun 2012
tentang pemberian Air Susu Ibu Eksklusif, ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada
bayi sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti
dengan makanan atau minuman lain. World Health Organization(WHO) menambahkan bahwa
selama pemberian ASI eksklusif ada beberapa cairan yang dapat dikonsumsi oleh bayi pada
keadaan tertentu, cairan tersebut ialah beberapa tetes sirup yang terdiri dari vitamin,
suplemen mineral atau obat-obatan.
Berdasarkan data dari Profil Kesehatan Republik Indonesia selama 3 tahun berturut-turut
yaitu tahun 2012, 2013 dan 2014 capaian ASI Eksklusif di Indonesia mengalami peningkatan
dan penurunan. Capaian ASI Eksklusif Indonesia pada tahun 2012 berada pada angka
48,62%, kemudian mengalami peningkatan ditahun 2013 ialah 54,3%. Sedangkan pada
tahun 2014 capaian ASI eksklusif di Indonesia mengalami penurunan yaitu menjadi 52,3%.
Hasil survei cepat keluarga sehat yang telah dilakukan di wilayah kecamatan pasikolaga
didapatkan masih 60% bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Masih jauh dari target yaitu
80%. Hal ini tidak terlepas dari faktor pengetahuan ibu yang masih rendah mengenai
pentingnya ASI eksklusif.

D.5.2. Tujuan
1. Meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI eksklusif
2. Memberikan pemahaman mengenai dampak bayi yang tidak diberi ASI eksklusif
3. Memberikan penjelasan mengenai teknik menyusui yang baik
4. Meningkatkan cakupan ASI eksklusif

D.5.3. Pihak yang Dilibatkan dan Peranan


Kader Kesehatan berperan dalam membantu mensosialiasikan kegiatan posyandu yang
didalamnya terdapat acara penyuluhan.

D.5.4. Sasaran
Ibu hamil dan menyusui yang datang ke posyandu.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 24

D.5.5. Rincian Kegiatan


Penyuluhan yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan posyandu merupakan kegiatan
rutin yang dilakukan. Tema yang diambil pada kali ini adalah tentang ASI-Eksklusif. Hal ini
berkaitan dengan Tema besar Bulan januari yaitu Gizi Seimbang, sehubungan dengan hari
gizi nasional. Penyuluhan ini dilaksanakan di tiap pos posyandu meliputi delapan posyandu
yang tersebar di empat desa yaitu, Mataindaha, Kolese, Lambelu dan Tampunabale. Kegiatan
ini berlangsung dari tanggal 9 sampai dengan 12 Januari 2017. Pengunjung posyandu yang
terutama ibu – ibu, baik ibu hamil dan menyusui setelah melakukan pendaftaran dan
menimbang bayi dan balitanya, kemudian berkumpul untuk mendengarkan pemaparan
materi. Lebih kurang lima belas menit penyampaian materi yang menggunakan alat bantu
poster dilaksanakan. Setelah sesi tanya jawab selesai. Kegiatan selanjutnya adalah pelayanan
kesehatan (pengobatan).

D.5.6. Metode Pelaksanaan


Ceramah, Diskusi

D.5.7. Capaian Indikator Keberhasilan dan Rencana Tindak Lanjut


 Capaian Indikator Keberhasilan
Pengunjung Posyandu (Ibu – ibu) mendengarkan penyuluhan
 Rencana Tindak Lanjut
Penyuluhan dan pembinaan kader tentang ASI –Eklusif agar terus mempromosikan
pentingnya ASI –Eksklusif

D.5.8. Evaluasi dan Rekomendasi

No. Evaluasi Rekomendasi

1. Ibu – Ibu yang memiliki bayi dan balita Tenaga puskesmas setempat dan kader agar
masih banyak yang tidak hadir posyandu mensosialiasikan kepada ibu – ibu untuk datang
ke posyandu

2. Kurangnya keterlibatan tenaga puskesmas Agar tenaga puskesmas yang lain lebih aktif
yang lain dalam berpartisipasi

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 25

D.5.9. Dokumentasi

Penyuluhan ASI Eksklusif di Posyandu

Penyuluhan ASI Eksklusif di Posyandu

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 26

Penyuluhan ASI Eksklusif di Posyandu

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 27

D. 6. PENYULUHAN GIZI SEIMBANG

D.6.1. Latar Belakang


Pola makan merupakan perilaku paling penting yang dapat mempengaruhi
keadaan gizi. Hal ini disebabkan karena kuantitas dan kualitas makanan dan
minuman yang dikonsumsi akan mempengaruhi tingkat kesehatan individu dan
masyarakat. Gizi yang optimal sangat penting untuk pertumbuhan normal serta
perkembangan fisik dan kecerdasan bayi, anak-anak, serta seluruh kelompok umur. Gizi yang
baik membuat berat badan normal atau sehat, tubuh tidak mudah terkena penyakit infeksi,
produktivitas kerja meningkat serta terlindung dari penyakit kronis dan kematian dini.
Sebagian besar PTM terkait-gizi di atas berasosiasi dengan kelebihan berat badan dan
kegemukan yang disebabkan oleh kelebihan gizi. Data Riskesdas 2007, 2010, 2013
memperlihatkan kecenderungan prevalensi obes (IMT > 25) semua kelompok umur. Anak
balita 12,2%, 14% dan 11,9%;usia 6-19 tahun (Riskesdas 2007, 2010) naik dari 5,2%
menjadi 5,9%; orang dewasa dan usia lanjut (Riskesdas 2007, 2010) naik dari 21,3%
menjadi 22,8%. Pada Riskesdas 2013 laki-laki obes 19,7% dan perempuan 32,9% [Depkes,
2008; Kemenkes, 2010, 2013].
Riskesdas 2007, 2010, 2013 menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki masalah
kekurangan gizi. Kecenderungan prevalensi kurus (wasting) anak balita dari 13,6% menjadi
13,3% dan menurun 12,1%. Sedangkan kecenderungan prevalensi anak balita pendek
(stunting) sebesar 36,8%, 35,6%, 37,2%. Prevalensi gizi kurang (underweight) berturut-turut
18,4%, 17,9% dan 19,6%. Prevalensi kurus anak sekolah sampai remaja. Riskesdas 2010
sebesar 28,5% [Kemenkes, 2007, 2010, 2013].
Mengingat pentingnya gizi seimbang diterapkan dalam keseharia, sudah seharusnya anak –
anak sejak dini diberikan pemahaman mengenai pentingya gizi seimbang. Dengan demikian,
PTM dapat dicegah sejak usia dini.

D.6.2. Tujuan
1. Meningkatkan pengetahuan siswa mengenai Gizi Seimbang
2. Mengajak siswa untuk memilih jajanan yang bergizi
3. Meningkatkan status gizi anak sekolah

D.6.3. Pihak Yang Dilibatkan dan Peranan


 Kepala sekolah sebagai pimpinan berperan dalam memberikan izin kegiatan dan
bertanggung jawab atas kesiapan sekolah dalam persiapan sarana dan prasarana.
 Guru yang bersentuhan langsung dengan siswa berperan untuk membimbing dan
mendidik siswa. Dalam kegiatan ini guru membantu mengatur para siswa untuk
mengikuti kegiatan dangan tertib.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 28

D.6.4. Sasaran
Siswa Sekolah Dasar dan Taman Kanak – Kanak / PAUD

D.6.5. Rincian Kegiatan


Kegiatan penyuluhan gizi seimbang ini dilaksanakan pada tanggal 16 – 20 Januari 2017, Di
masing – masing sekolah dasar dan TK/PAUD se-kecamatan Pasikolaga. Total terdapat 6
sekolah dasar dan 6 TK/Paud. Menggunakan media poster sebagai sarana bantu penyuluhan,
kegiatan diawali dengan mengumpulkan seluruh siswa dalam satu ruangan. Materi yang
disampaikan mengenai Gizi Seimbang adalah Apa Itu Gizi Seimbang, Jenis – Jenis Zat Gizi,
Manfaat mengkonsumsi makanan bergizi, manfaat sarapan sehat, serta bahaya makanan/
jajanan anak sekolah. Tidak hanya pemaparan materi, kegiatan juga disertai dengan
mengajak siswa untuk melakukan senam CTPS dan senam Sarapan Sehat bersama – sama.

D.6.6. Metode Pelaksanaan


Ceramah, demo senam Sarapan Sehat

D.6.7. Capaian Indikator Keberhasilan dan Rencana Tindak Lanjut


 Capaian Indikator Keberhasilan
Siswa Sekolah mengikuti dengan aktif kegiatan penyuluhan
 Rencana Tindak Lanjut
Mengadakan Lomba Cerdas Cermat Gizi Seimbang

D.6.8. Evaluasi dan Rekomendasi

No. Evaluasi Rekomendasi

1. Media penyuluhan menggunakan poster Membuat leaflet / brosur sebagai alat bantu
memiliki kendala. Karena, dengan ruangan untuk dibagikan kepada siswa
yang cukup luas gambar dan tulisan yang
ada di poster tidak dapat dibaca bila dari
jarak yang cukup jauh

2. Kurangnya keterlibatan tenaga puskesmas Agar tenaga puskesmas lainnya aktif


yang lain berpartisipasi

3. Tidak ada sokongan dana dari puskesmas

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 29

D.6.9. Dokumentasi
Tautan video kegiatan : https://youtu.be/mcvxJ0d3u30

Penyuluhan Gizi Seimbang dan Sarapan Sehat di PAUD Maatampe

Penyuluhan Gizi Seimbang dan Sarapan Sehat di SD 1 Pasikolaga

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 30

Penyuluhan Gizi Seimbang dan Sarapan Sehat di SD 3 Pasikolaga

Penyuluhan Gizi Seimbang dan Sarapan Sehat di PAUD Kolese

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 31

Penyuluhan Gizi Seimbang dan Sarapan Sehat di SD 2 Pasikolaga

Penyuluhan Gizi Seimbang dan Sarapan Sehat di PAUD Tampunabale

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 32

Penyuluhan Gizi Seimbang dan Sarapan Sehat di TK Lambelu

Penyuluhan Gizi Seimbang dan Sarapan Sehat di PAUD Mataindaha

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 33

Penyuluhan Gizi Seimbang dan Sarapan Sehat di SD 5 Pasikolaga

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 34

D. 7. LOMBA MEWARNAI MAKANAN BERGIZI TINGKAT PAUD TK (HGN 57)

D.7.1. Latar Belakang


Dalam rangka memperingati hari gizi nasional ke 57 berbagai kegiatan dilakukan. Kegiatan
tersebut diantaranya penyuluhan mengenai gizi seimbang. Sasaran kegiatan pun melingkupi
semua golongan umur, dari anak – anak, remaja, hingga dewasa. Penyuluhan gizi seimbang
sangat penting dilakasanakan. Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat
mengenai gizi seimbang, maka resiko untuk terjadinya penyakit tidak menular juga akan
menurun.
Khusus untuk anak - anak, metode yang digunakan dalam penyuluhan harus lah beragam.
Berbeda dengan remaja ataupun dewasa menggunakan metode atau ceramah. Terlebih
untuk anak usia PAUD dan TK. Anak usia ini masih sangat awam mengenai berbagai
informasi kesehatan. Untuk itu, agar pesan gizi seimbang tetap dapat sampai kepada anak –
anak tersebut digunakan lah metode bermain sambil belajar.
Salah satu cara nya adalah dengan mewarnai aneka gambar makanan yang bergizi. Dengan
dikemas dalam kegiatan lomba mewarnai, diharapkan sejak usia dini anak – anak mengenal
makanan – makanan yang bergizi.

D.7.2. Tujuan
1. Meningkatkan pengetahuan siswa mengenai jenis – jenis makanan bergizi
2. Melatih kemampuan motorik siswa
3. Memperingati Hari Gizi Nasional

D.7.3. Pihak Yang Dilibatkan dan Peranan


 Kepala sekolah sebagai pimpinan berperan dalam memberikan izin kegiatan dan
bertanggung jawab atas kesiapan sekolah dalam persiapan sarana dan prasarana.
 Guru yang bersentuhan langsung dengan siswa berperan untuk membimbing dan
mendidik siswa. Dalam kegiatan ini guru membantu mengatur para siswa untuk
mengikuti kegiatan dangan tertib.

D.7.4. Sasaran
Siswa PAUD dan TK

D.7.5. Rincian Kegiatan


Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 sampai dengan 20 Januari 2017. Bertempat di
masing – masing TK/PAUD. Sebelum kegiatan lomba, diawali dengan penyuluhan mengenai
gizi seimbang dan pentingya sarapan. siswa TK dan Paud kemudian diberikan krayon dan
kertas bergambar aneka buah dan sayuran. Setiap siswa diberikan satu kertas gambar dan

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 35

ditugaskan untuk mewarnai gambar buah atau sayur yang ada. Seluruh siswa dari enam
TK/Paud mengikuti kegiatan ini.

D.7.6. Metode Pelaksanaan


Lomba

D.7.7. Capaian Indikator Keberhasilan dan Rencana Tindak Lanjut


D.1.7.1 Capaian Indikator Keberhasilan
Seluruh siswa yang hadir mengikuti kegiatan lomba
D.1.7.2 Rencana Tindak Lanjut
Pengumuman pemenang dan pemberian hadiah

D.7.8. Evaluasi dan Rekomendasi

No. Evaluasi Rekomendasi

1. Terbatasnya alat mewarnai seperti crayon Pengadaan peralatan lomba yang lebih baik lagi
sehingga membatasi kreatifitas siswa

2. Tidak semua siswa TK/PAUD terbiasa belajar Mendorong PAUD/ TK dalam pembelajarannya
mewarnai sehingga saat lomba banyak diisi dengan kegiatan mewarnai
siswa yang baru pertama kali mewarnai

3. Kurangnya keterlibatan tenaga puskesmas Agar tenaga puskesmas lainnya lebih aktif
lainnya berpartisipasis

4. Tidak ada sokongan dana dari Puskesmas

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 36

D.7.9. Dokumentasi
Tautan video kegiatan : https://youtu.be/mcvxJ0d3u30

Lomba Mewarnai di PAUD Tampunabale

Lomba Mewarnai di PAUD Roda

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 37

Lomba Mewarnai di PAUD Mataindaha

Lomba Mewarnai di PAUD Maatampe

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 38

Lomba Mewarnai di PAUD Kolese

Lomba Mewarnai di TK Lambelu

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 39

D. 8. LOMBA CERDAS CERMAT GIZI SEIMBANG TINGKAT SD (HGN Ke - 57)

D.8.1. Latar Belakang


Gizi Seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan
jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip
keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan mempertahankan berat
badan normal untuk mencegah masalah gizi. Pola makan merupakan perilaku paling penting
yang dapat mempengaruhi keadaan gizi.
Gizi yang tidak optimal berkaitan dengan kesehatan yang buruk. Gizi yang tidak baik adalah
faktor risiko PTM, seperti penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan pembuluh darah,
hipertensi dan stroke), diabetes serta kanker yang merupakan penyebab utama kematian di
Indonesia.
Oleh karena itu untuk mencegah timbulnya masalah gizi, perlu disosialisasikan
pedoman gizi seimbang. Sosialisasi dilakukan ke seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali
kepada siswa sekolah.
Sosialiasi gizi seimbang kepada siswa sekolah telah dilakukan dengan penyuluhan
sebelumnya. Dengan metode ceramah, penyuluhan efesien dalam menyampaikan informasi
kepada orang banyak sekaligus, namun kurang efektif dalam pendalaman materi. Untuk itu,
dengan memanfaatkan metode lomba cerdas cermat, materi – materi gizi seimbang dapat
dipahami dengan lebih dalam lagi oleh para siswa.

D.8.2. Tujuan
1. Meningkatkan pemahaman siswa mengenai Gizi Seimbang
2. Meningkatkan jiwa kompetesi siswa
3. Memperingati Hari Gizi Nasional

D.8.3. Pihak yang Dilibatkan dan Peranan


 Kepala sekolah sebagai pimpinan berperan dalam memberikan izin kepada siswa untuk
mengikuti kegiatan.
 Guru berperan sebagai pendamping dalam persiapan lomba.

D.8.4. Sasaran
Siswa Sekolah Dasar

D.8.5. Rincian Kegiatan


Kegiatan Lomba Cerdas - Cermat yang merupakan rangkaian dari peringatan Hari Gizi
Nasional dilaksanakan pada tanggal 21 Januari 2017 bertempat di Puskesmas Pasikolaga.
Lomba Cerdas Cermat yang diikuti oleh perwakilan dari 6 sekolah dasar ini bertempat di

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 40

Puskesmas Pasikolaga. Masing – masing sekolah diwakilkan oleh satu tim yang
beranggotakan tiga orang. Kegiatan dimulai dengan acara pembukaan yang dihadiri oleh
kepala sekolah dan guru perwakilan. Sebelum lomba dimulai, tata tertib dan tata cara lomba
dibacakan kepada seluruh peserta. Terdapat dua babak, yaitu babak kualifikasi dan babak
final. Setiap babak ada tiga sesi, sesi satu menjawab pertanyaan tanpa digilir, sesi dua
menjawab pertanyaan dengan dilempar, sesi tiga sesi rebutan. Dalam babak kualifikasi enam
tim dibagi menjadi tiga kelompok. Sehingga, juara masing – masing kelompok masuk ke
dalam babak final. Acara berlangsung seru dan dengan suasana cukup tegang, namun secara
keseluruhan berjalan lancar. Dengan hasil, juara satu juara dua dan juara tiga . mengingat
lomba cerdas cermat gizi seimbang ini hal yang baru bagi siswa sekolah dasar, maka
seminggu sebelum perlombaan, kami memberikan modul yang memuat materi – materi gizi
seimbang yang dapat dipelajari sebagai bahan persiapan mengikuti lomba.

D.8.6. Metode Pelaksanaan


Lomba

D.8.7. Capaian Indikator Keberhasilan dan Rencana Tindak Lanjut


D.1.7.1 Capaian Indikator Keberhasilan
Lomba diikuti oleh seluruh perwakilan sekolah dasar
Kegiatan Lomba Cerdas Cermat berjalan dengan lancar

D.1.7.2 Rencana Tindak Lanjut


Pemberian Hadiah dan Sertifikat

D.8.8. Evaluasi dan Rekomendasi

No. Evaluasi Rekomendasi

1 Teknis lomba belum dipahami sebelumnya oleh peserta. Mengadakan teknikal meeting
Sehingga sebelum lomba diberikan penjelasan terlebih sebelum lomba
dahulu

2 Alat lomba seperti bel tidak ada. Sehingga resiko Mengupayakan adanya bel lomba
terjadinya ketidakpuasaan saat sesi debat tinggi

3 Antusias yang tinggi dari peserta dan pihak sekolah Mengadakan lomba serupa kembali
terhadap kegiatan ini di kemudian hari

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 41

4 Kurangnya keterlibatan dari tenaga puskesmas Agar pihak tenaga puskesmas


lainnya aktif berpartisipasi

5 Tidak ada Sokongan dana dari Puskesmas

D.8.9. Dokumentasi
Tautan video kegiatan : https://youtu.be/YBuYf1Yq7pY

Lomba Cerdas Cermat HGN di Puskesmas

Lomba Cerdas Cermat HGN di Puskesmas

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 42

Lomba Cerdas Cermat HGN di Puskesmas

Lomba Cerdas Cermat HGN di Puskesmas

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 43

Lomba Cerdas Cermat HGN di Puskesmas

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 44

D. 9. SARAPAN SEHAT BERSAMA (HGN Ke - 57)

D.9.1. Latar Belakang


Sarapan adalah kegiatan makan dan minum yang dilakukan antara
bangun pagi sampai jam 9 untuk memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian (15-30%
kebutuhan gizi) dalam rangka mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif.
Masyarakat Indonesia masih banyak yang belum membiasakan sarapan. Padahal dengan
tidak sarapan akan berdampak buruk terhadap proses belajar di sekolah bagi anak sekolah,
menurunkan aktifitas fisik, menyebabkan kegemukan pada remaja, orang dewasa, dan
meningkatkan risiko jajan yang tidak sehat.
Sebaliknya, sarapan membekali tubuh dengan zat gizi yang diperlukan untuk berpikir,
bekerja, dan melakukan aktivitas fisik secara optimal setelah bangun pagi. Bagi anak sekolah,
sarapan yang cukup terbukti dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan stamina. Bagi
remaja dan orang dewasa sarapan yang cukup terbukti dapat mencegah kegemukan.
Membiasakan sarapan juga berarti membiasakan disiplin bangun pagi dan
beraktifitas pagi dan tercegah dari makan berlebihan dikala makan kudapan atau makan
siang.
Karena itu sarapan merupakan salah satu perilaku penting dalam mewujudkan gizi seimbang.
Bertepatan dengan Hari Gizi Nasional yang ke 57, kegiatan sarapan sehat bersama dilakukan
secara serentak di enam sekolah dasar. Diharapkan dengan kegiatan ini siswa sekolah
semakin terbiasa untuk melakukan sarapan setiap hari sebagai bagian dari upaya
mewujudkan Gizi Seimbang.

D.9.2. Tujuan
1. Membiasakan siswa untuk sarapan sehat
2. Mengajarkan siswa contoh sarapan sehat
3. Memperingati Hari Gizi Nasional

D.9.3. Pihak Yang Dilibatkan dan Peranan


 Kepala sekolah sebagai pimpinan berperan dalam memberikan izin kegiatan dan
bertanggung jawab atas kesiapan sekolah dalam persiapan sarana dan prasarana.
 Guru yang bersentuhan langsung dengan siswa berperan untuk membimbing dan
mendidik siswa. Dalam kegiatan ini guru membantu mengatur para siswa untuk mengikuti
kegiatan dangan tertib.
 Orang tua siswa berperan menyiapkan sarapan sehat bagi anaknya.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 45

D.9.4. Sasaran
Siswa sekolah dasar

D.9.5. Rincian Kegiatan


Bertepatan dengan Hari Gizi Nasional pada tanggal 25 Januari 2017, dilaksanakan Sarapan
Sehat Bersama. Kegiatan ini dilaksanakan di masing – masing sekolah (6 Sekolah Dasar),
serentak pada pukul 07.00 wita. Setelah berkumpul, seluruh siswa diajak untuk
memperagakan cuci tangan pakai sabun yang benar dan dilanjutkan dengan sarapan
bersama. Bekal yang dibawa masing – masing siswa sebelumnya telah diinformasikan kepada
orang tua siswa melalui guru. Sehingga seluruh siswa hadir dengan bekal masing – masing.

D.9.6. Metode Pelaksanaan


Ceramah

D.9.7. Capaian Indikator Keberhasilan dan Rencana Tindak Lanjut


D.1.7.1 Capaian Indikator Keberhasilan
Seluruh siswa membawa bekal sarapan
D.1.7.2 Rencana Tindak Lanjut
Mengenalkan dan membiasakan Sarapan sehat dengan senam

D.9.8. Evaluasi dan Rekomendasi

No. Evaluasi Rekomendasi

1. Masih ada beberapa siswa - siswi yang Informasi dan sosialiasi kegiatan agar dilakukan
tidak membawa bekal sarapan lebih baik lagi

2. Menu makanan/ sarapan pagi yang dibawa Penyuluhan gizi seimbang kepada orangtua
oleh siswa masih belum memenuhi gizi murid
seimbang

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 46

D.9.9. Dokumentasi
Tautan video kegiatan : https://youtu.be/Zh8wtg5AerM

Sarapan Sehat Bersama di SD 5 Pasikolaga

Sarapan Sehat Bersama di SD 6 Pasikolaga

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 47

Sarapan Sehat Bersama di SD 3 Pasikolaga

Sarapan Sehat Bersama di SD 4 Pasikolaga

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 48

Sarapan Sehat Bersama di SD 2 Pasikolaga

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 49

D. 10. SEMINAR GIZI SEIMBANG (GERAKAN MASYARAKAT SADAR GIZI) (HGN 57)

D.10.1. Latar Belakang


Indonesia adalah salah satu negara yang masih dibelit masalah gizi. Berdasarkan Global
Nutrition Report 2014, Indonesia termasuk 17 negara yang memiliki masalah gizi serius.

Salah satu efek dari masalah kekurangan gizi di Indonesia adalah stunting. Data Riset
Kementerian Kesehatan mencatat balita Indonesia yang mengalami stunting di 2015
sebanyak 29,6%. Kemisikinan ditengarai sebagai akar dari permasalahan gizi di Indonesia.
Namun, dari data yang ada, orang miskin di Indonesia hanya 10 persen sedangkan masalah
gizi seperti stunting, justru diatas 10 persen. Sehingga, banyak juga warga yang tidak miskin
menderita masalah gizi.

Oleh karena akar permasalahan bukan semata – mata karena faktor ekonomi, namun juga
karena masalah kesadaran akan pentingnya gizi seimbang dalam kehidupan sehari – hari. Hal
itu dapat diatasi dengan cara melakukan penyuluhan, ataupun sosialiasi secara terus
menerus kepada masyarakat luas tentang pentingnya gizi seimbang.

D.10.2. Tujuan
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai gizi seimbang
2. Mengajak masyarakat berpartisipasi aktif untuk melaksanakan gizi seimbang
3. Mengajak lintas sektor untuk berperan aktif mempromosikan gizi seimbang ke
masyarakat luas

D.10.3. Pihak Yang Dilibatkan dan Peranan


Camat Pasikolaga, Kepala Sekolah, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, Tim PKK berperan
menggerakan masyarakat untuk menerapkan gizi seimbang dalam kehidupan sehari –
hari.
Persagi Kab. Muna berperan sebagai narasumber dan memberikan dukungan terhadap
berlangsungnya kegiatan.

D.10.4. Sasaran
Masyarakat Umum, khususnya aparat pemerintah, kepala sekolah, tokoh masyarakat

D.10.5. Rincian Kegiatan


Kegiatan seminar bertempat di Balai Desa Tampunabale. Dilaksanakan pada tanggal 25
Januari 2017, bertepatan dengan Hari Gizi Nasional. Acara dimulai pukul 10.00 wita dengan
pembukaan senam CTPS dan Senam Sarapan Sehat yang dibawakan oleh perwakilan siswa
SD 6 Pasikolaga. Selanjutnya, laporan oleh koordinator kegiatan, sambutan kepala

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 50

puskesmas, sambutan Camat Pasikolaga, dan sambutan dari Ketua Persagi. Sebelum acara
seminar, diselingi dengan kegiatan kuis tanya jawab. Mini Seminar ini dibawakan oleh Ketua
Persagi Kab Muna. Dengan tema Gerakan Masyarakat Sadar Gizi. Dalam pemaparannya,
bapak ketua persagi juga mengajak masyarakat yang hadir untuk menjaga kesehatan dengan
membiasakan menu gizi seimbang. Kegiatan diakhiri dengan pembacaan pemenang lomba
dan pemberian hadiah.

D.10.6. Metode Pelaksanaan


Ceramah

D.10.7. Capaian Indikator Keberhasilan dan Rencana Tindak Lanjut


D.1.7.1 Capaian Indikator Keberhasilan
Peserta mini seminar yang hadir meliputi aparat pemerintah, tenaga pendidik, tokoh
masyarakat, ibu – ibu PKK dan masyarakat umum.
D.1.7.2 Rencana Tindak Lanjut
Melakukan kegiatan penyuluhan gizi seimbang secara berkala

D.10.8. Evaluasi dan Rekomendasi

No. Evaluasi Rekomendasi

1. Secara umum kegiatan berjalan dengan Antisipasi terhadap segala kemungkinan yang
lancar walaupun ini merupakan kegiatan bisa menghambat berlangsungnya acara.
pertama kali dan terkendala dengan cuaca
buruk sehingga waktu pelaksanaan menjadi
molor.

2. Kurangnya sokongan dana dari Puskesmas

D.10.9. Dokumentasi
Tautan video kegiatan Gema Cermat : https://youtu.be/BgPrXNuE7nU
https://youtu.be/CdCe3sM9jww

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 51

Peringatan Puncak HGN dan Seminar Gizi Seimbang

Penandatanganan Komitmen Seluruh Lapisan Masyarakat mendukung Gerakan Masyarakat Sadar Gizi

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 52

Pemberian Trophy dan Hadiah Bagi Juara Lomba – Lomba

Spanduk Tanda Tangan Komitmen

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 53

Foto Bersama Persagi, Puskesmas, Pemerintah Desa, Kepala Sekolah, dan Juara Lomba

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 54

D. 11. PEMBINAAN KADER KESEHATAN

D.11.1. Latar Belakang

Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang
dikelolah dan diselenggarakan untuk masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan, memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat
dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka
kematian ibu dan bayi

Tujuan Umum Posyandu yaitu Menunjang percepatan penurunan angka kematian ibu (AKI),
angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian anak balita (AKABA) di Indonesia melalui
upaya pemberdayaan masyarakat. Tujuan khusus yaitu Meningkatnya peran masyarakat
dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar, terutama yang berkaitan dengan penurunan
angka kematian ibu, angka kematian bayi dan angka kematian anak balita. Meningkatnya
peran lintas sektor dalam penyelenggaraan posyandu, terutama berkaitan dengan penurunan
angka kematian ibu, angka kematian bayi dan angka kematian anak balita. Meningkatnya
cakupan dan jangkauan pelayanan kesehatan dasar, terutama yang berkaitan dengan
penurunan kematian ibu, angka kematian bayi dan angka kematian anak balita Sasaran
posyandu adalah seluruh masyarakat, utamanya :Bayi, anak balita, Ibu hamil, ibu nifas dan
ibu menyusui, pasangan usia subur (PUS).

Pada kegiatan posyandu tersebut tenaga kesehatan dibantu oleh warga masyarakat setempat
yang disebut kader. Kader inilah yang nantinya menjadi motor penggerak atau pengelola dari
upaya kesehatan primer. Melalui kegiatannya sebagai kader ia diharapkan mampu
menggerakkan masyarakat untuk melakukan kegiatan yang bersifat swadaya dalam rangka
peningkatkan status kesehatan

Kader kesehatan sebagai mitra strategis puskesmas memiliki peranan yang penting dalam
pelaksanaan program. Kader yang kesehariannya ada bersama masyarakat turut serta
berperan didalam pembangunan kesehatan. Peranan kader sangatlah penting karena kader
bertanggung jawab dalam pelaksanaan posyandu.bila kader tidak aktif maka pelaksanaan
posyandu juga akan menjadi tidak lancar dan akibatnya status gizi bayi atau balita dibawa
lima tahun tidak dapat dideteksi secara jelas, Hal ini akan mempengaruhi tingkat keberhasilan
program posyandu khususnya dalam pemantauan tumbuh kembang balita

D.11.2. Tujuan
1. Meningkatkan pengetahuan kader kesehatan
2. Meningkatkan kemampuan kader dalam tertib administrasi
3. Melatih kader dalam melakukan pencatatan yang baik
4. Terlaksananya posyandu dengan sistem yang baik

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 55

D.11.3. Pihak yang Dilibatkan dan Peranan


Kader kesehatan. Kader kesehatan (posyandu) sebagai mitra membantu tenaga kesehatan
dalam pelaksanaan program kesehatan di masyarakat dalam wadah posyandu terutama
program Kesehatan Ibu dan Anak

D.11.4. Sasaran
Kader kesehatan

D.11.5. Rincian Kegiatan


Kegiatan pembinaan kader kesehatan dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan.
Pertemuan dilakukan setiap satu bulan sekali, di masing – masing posyandu. Setelah
pelayanan posyandu dilakukan, kader berkumpul dan diberikan pengarahan. Pembinaan
kader yang dilakukan pada bulan februari 2017 ini adalah melatih kader dalam melakukan
pencatatan menggunakan format sistem informasi posyandu. Kader dijelaskan mengenai tata
cara pengisian dan pencatatan yang benar di format baru tersebut.

D.11.6. Metode Pelaksanaan


Diskusi

D.11.7. Capaian Indikator Keberhasilan dan Rencana Tindak Lanjut


D.1.7.1 Capaian Indikator Keberhasilan
Kader paham mengenai cara melakukan pengisian format SIP

D.1.7.2 Rencana Tindak Lanjut


Evaluasi posyandu bulan depan mengenai kelengkapan pengisian format SIP
Peringatan Hari Posyandu bersama Kader

D.11.8. Evaluasi dan Rekomendasi

No. Evaluasi Rekomendasi

1. Kader masih belum mengerti mengenai Melakukan pendampingan berkala setiap bulan
pengisian pada format SIP

2. Waktu untuk melakukan pendampingan Melakukan pertemuan setiap tiga bulan sekali
terbatas untuk evaluasi secara keseluruhan

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 56

D.11.9. Dokumentasi

Pembinaan Kader Pengisian Format Sistem Informasi Posyandu (SIP)

Pembinaan Kader Pengisian Format Sistem Informasi Posyandu (SIP)

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 57

D. 12. PENYULUHAN KANKER

D.12.1. Latar Belakang

Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada
tahun 2012, sekitar 8,2 juta kematian disebabkan oleh kanker. Kanker paru, hati, perut,
kolorektal, dan kanker payudara adalah penyebab terbesar kematian akibat kanker setiap
tahunnya.

Lebih dari 30% dari kematian akibat kanker disebabkan oleh lima faktor risiko perilaku dan
pola makan, yaitu: (1) Indeks massa tubuh tinggi, (2) Kurang konsumsi buah dan sayur, (3)
Kurang aktivitas fisik, (4) Penggunaan rokok, dan (5) Konsumsi alkohol berlebihan. Merokok
merupakan faktor risiko utama kanker yang menyebabkan terjadinya lebih dari 20%
kematian akibat kanker di dunia dan sekitar 70% kematian akibat kanker paru di seluruh
dunia. Kanker yang menyebabkan infeksi virus seperti virus hepatitis B/hepatitis C dan virus
human papilloma berkontribusi terhadap 20% kematian akibat kanker di negara
berpenghasilan rendah dan menengah. Lebih dari 60% kasus baru dan sekitar 70% kematian
akibat kanker di dunia setiap tahunnya terjadi di Afrika, Asia dan Amerika Tengah dan
Selatan. Diperkirakan kasus kanker tahunan akan meningkat dari 14 juta pada 2012 menjadi
22 juta dalam dua dekade berikutnya. Lebih dari 30% penyakit kanker dapat dicegah dengan
cara mengubah faktor risiko perilaku dan pola makan penyebab penyakit kanker. Kanker
yang diketahui sejak dini memiliki kemungkinan untuk mendapatkan penanganan lebih baik.

Hari Kanker Sedunia diperingati setiap tanggal 4 Februari dan Hari Kanker Anak diperingati
setiap tanggal 15 Februari. Untuk itu momentum tersebut tepat dalam mensosialiasikan
tentang penyakit kanker. Sehingga faktor – faktor resiko penyakit tersebut dapat dicegah
sedini mungkin.

D.12.2. Tujuan
1. Meningkatkan pengetahuan siswa mengenai penyakit Kanker
2. Mengajak siswa melakukan gaya hidup sehat sebagai pencegahan kanker
3. Memperingati Hari Kanker Sedunia

D.12.3. Pihak yang Dilibatkan dan Peranan


 Kepala sekolah sebagai pimpinan berperan dalam memberikan izin kegiatan dan
bertanggung jawab atas kesiapan sekolah dalam persiapan sarana dan prasarana.
 Guru yang bersentuhan langsung dengan siswa berperan untuk membimbing dan
mendidik siswa. Dalam kegiatan ini guru membantu mengatur para siswa untuk mengikuti
kegiatan dangan tertib.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 58

D.12.4. Sasaran
Siswa MTsN 5 Muna.

D.12.5. Rincian Kegiatan


Kegiatan penyuluhan kanker yang dilaksanakan di MTsN 5 Muna dilakukan pada tanggal ….
Dihadiri oleh seluruh siswa kelas 1, 2 dan 3. Acara diawali dengan kata sambutan dari
Kepala Sekolah dan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai penyakit Kanker. Siswa
diajak untuk mengetahui berbagai jenis penyakit kanker terutama kanker payudara dan leher
rahim yang paling banyak menyebabkan kematian pada wanita. Siswa juga diajak untuk
melakukan penerapan gaya hidup sehat sebagai upaya menghindari penyakit kanker sejak
dini.

D.12.6. Metode Pelaksanaan


Ceramah

D.12.7. Capaian Indikator Keberhasilan dan Rencana Tindak Lanjut


D.1.7.1 Capaian Indikator Keberhasil
Siswa kelas 1, 2 dan 3 hadir dalam penyuluhan kanker

D.1.7.2 Rencana Tindak Lanjut


Mengadakan penyuluhan kesehatan lanjutan dengan topik lainnya

D.12.8. Evaluasi dan Rekomendasi

No. Evaluasi Rekomendasi

1. LCD proyektor sebagai media presentasi Antisipasi kondisi teknis, menggunakan media
tidak dapat digunakan secara maksimal poster sebagai alternatif
karena kondisi ruangan yang terlalu terang

D.12.9. Dokumentasi

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 59

III.2. USAHA KESEHATAN SEKOLAH


III.2.A. Latar Belakang Utama

UKS adalah segala usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan anak usia sekolah
dan lingkungan sekolah serta seluruh warga sekolah pada setiap jalur, jenis, jenjang
pendidikan mulai TK/RA sampai SMA/SMK/MA.

Sesuai dengan UU No. 23 tahun 1992 pasal 45 tentang Kesehatan menyebutkan bahwa
Usaha Kesehatan Sekolah wajib di selenggarakan di sekolah. Sebagai suatu institusi
pendidikan, sekolah mempunyai peranan dan kedudukan strategis dalam upaya promosi
kesehatan. Hal ini disebabkan karena sebagian besar anak usia 5-19 tahun terpajan dengan
lembaga pendidikan dalam jangka waktu cukup lama. Dari segi populasi, promosi kesehatan
di sekolah dapat menjangkau 2 jenis populasi, yaitu populasi anak sekolah dan masyarakat
umum/keluarga.

Di dalam tatanan pelayanan kesehatan, Guru UKS secara langsung berhubungan dengan
Promosi kesehatan di sekolah yang merupakan suatu upaya untuk menciptakan sekolah
menjadi suatu komunitas yang mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekolah
melalui kegiatan utama ;
1. Penciptaan lingkungan sekolah yang sehat,
2. Pemeliharaan dan pelayanan kesehatan di sekolah,
3. Upaya pendidikan yang berkesinambungan.
Ketiga kegiatan tersebut dikenal dengan istilah Trias UkS

III.2.B. Tujuan Utama

Tujuan umum
Untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik.

Tujuan khusus
Agar peserta didik ;
1. Memiliki pengetahuan/sikap/keterampilan untuk berprilaku hidup sehat.
2. Sehat jasmani/rohani/sosial
3. Memiliki daya tangkal dan daya hayat terhadap pengaruh buruk narkotika, rokok, alkohol
dan obat berbahaya lainnya

III.2.C. Metode Pelaksanaan


 Pembentukan Tim Pembina dan Pelaksana UKS
 Pembinaan dan Pelatihan UKS

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 60

III.2.D. Uraian Kegiatan

D. 1. PEMBINAAN UKS
D.1.1. Latar Belakang

UKS (Usaha Kegiatan Sekolah) merupakan suatu wahana untuk meningkatkan derajat
kesehatan peserta didik. Dalam mencapai tujuannya, ruang lingkup UKS terdiri atas
pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah. Pendidikan
kesehatan melingkupi segala kegiatan yang bersifat promosi kesehatan, berupa transfer
informasi dan pengatahuan kepada peserta didik. Begitu pula dengan pembinaan lingkungan
sekolah, peserta didik dituntut untuk berprilaku aktif menjaga kesehatan di lingkungan
sekolah. Walaupun sebagian besar kegiatan UKS meliputi promotif dan preventif, upaya
pelayanan kesehatan tidak dapat dikesampingkan.

Salah satu kegiatan pelayanan kesehatan di sekolah adalah penanganan masalah kesehatan
yang dapat ditangani segera oleh tim pelaksana uks sebelum di rujuk ke faskes selanjutnya.
Masalah kesehatan sehari-hari yang dapat dijumpai di sekolah berupa kegawatdaruratan yang
mungkin terjadi pada peserta didik selama melangsungkan aktifitas di sekolah. Hal – hal
tersebut seperti, kejadian luka, pingsan, sesak nafas akibat tersedak, kecelakaan bermain di
sekolah dan sebagainya.

Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) sangat penting dilakukan pada korban sebelum
di rujuk ke faskes. Sebab, dengan pertolongan pertama yang tepat keparahan yang terjadi
pada korban dapat dicegah. Untuk itulah, pengetahuan dan keterampilan dasar P3K tersebut
sudah tentu wajib dipahami oleh tim pelaksana UKS. Sehingga, ketika ada kecelakaan
terhadap peseta didik, dapat dilakukan penanganan awal yang cepat dan tepat.

D.1.2. Tujuan
1. Meningkatkan pemahaman guru dan siswa dalam menggunakan peralatan UKS kit
2. Meningkatkan keterampilan guru dan siswa dalam penggunaan peralatan UKS kit di
sekolah
3. Memaksimalkan UKS kit untuk digunakan dalam kegiatan UKS di sekolah

D.1.3. Pihak yang Dilibatkan dan Peranan


 Kepala Sekolah : Sebagai pimpinan di institusi sekolah selaku penanggung jawab
 Guru : Sebagai pembina UKS dan pendamping siswa
 Siswa : Sebagai anggota UKS

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 61

D.1.4. Sasaran
Guru dan Siswa UKS

D.1.5. Rincian Kegiatan


Kegiatan ini dilaksanakan di MTsN 5 Muna sebagai tindak lanjut dari pemberian UKS kit dari
Puskesmas ke pihak Sekolah. Berlangsung pada tanggal …. Dihadiri oleh guru dan siswa
pengurus UKS. Kegiatan diawali dengan penjelasan jenis – jenis peralatan yang ada di UKS
kit. Setelah itu masing – masing alat didemokan cara penggunaanya. Kemudian, guru dan
siswa selanjutnya mencoba menggunakan alat – alat tersebut.

D.1.6. Metode Pelaksanaan


 Ceramah
 Demo
 Praktek Mandiri

D.1.7. Capaian Indikator Keberhasilan dan Rencana Tindak Lanjut


 Capaian Indikator Keberhasilan
o Guru dan Siswa UKS dapat menggunakan alat – alat yang ada di UKS kit dengan
baik dan benar
 Rencana Tindak Lanjut
o Pelatihan Dokter Kecil di sekolah

D.1.8. Evaluasi dan Rekomendasi

No Evaluasi Rekomendasi

Mengajukan pengadaan UKS Kit bagi sekolah


1. Tidak semua sekolah mendapatkan UKS Kit
yang belum mendapatkan

Belum terbentuknya struktur UKS. Sehingga


 Mendorong pihak sekolah untuk membuat
2.
pembinaan UKS disekolah tidak berjalan baik struktur UKS.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 62

D.1.9. Dokumentasi

Pembinaan UKS di MTsN 5 Muna

Penjelasan penggunaan UKS kit

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 63

Penjelasan penggunaan UKS kit di MTsN 5

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 64

III.3. GIZI MASYARAKAT

III.2.A. Latar Belakang Utama

Data Global Nutrition Report (2014) menyebutkan bahwa Indonesia termasuk Negara yang
memiliki masalah gizi yang kompleks. Hal ini ditunjukan dengan tingginya prevalensi stunting,
prevalensi wasting, dan masalah gizi lebih. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013,
menunjukan prevalensi gizi kurang pada balita fluktuatif dari 18,4% pada 2007, menurun
menjadi 17,9% pada 2010. Namun, meningkat lagi menjadi 19,6% pada 2013. Adapun
masalah stunting atau pendek pada balita ditunjukan dengan angka nasional 37,2%.

Masalah gizi memiliki dampak yang luas, tidak saja terhadap kesakitan, kecacatan, dan
kematian, tapi juga terhadap pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas dengan
produktivitas optimal. Kualtias anak ditentukan sejak terjadinya konsepsi hingga masa balita.
Kecukupan gizi ibu selam hamil hingga anak berusia di bawh 5 tahun, serta pola pengasuhan
yang tepat akan memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi unggul.

Perlu dukungan seluruh lapisan masyarakat dan lintas sector untuk menanggulangi
permasalahan gizi di negeri ini. Masalah gizi juga dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti
ekonomi, sosial, budaya, pola pengasuhan, pendidikan juga lingkungan, dan bukan hanya
masalah kesehatan saja.

III.2.B. Tujuan Utama


 Menurunkan angka permasalahan gizi (cth. Stunting, Wasting, Underweight, & Obese)
 Memperbaiki keadaan gizi masyarakat
 Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang

III.2.C. Metode Pelaksanaan


 Pemantauan/screening status gizi
 Pelayanan Gizi
 Penyuluhan/pendidikan gizi
 Pemberdayaan masyarakat

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 65

III.2.D. Uraian Kegiatan

D.1. PEMANFAATAN BAHAN PANGANAN LOKAL (KELOR)

D.1.1. Latar Belakang

Potensi sumber gizi masyarakat sebenarnya dapat mengoptimalkan lahan dan tanaman yang
memang sudah ada di daerah. Lahan yang masih luas dan tidak dimanfaatkan terutama di
halaman rumah bisa digunakan menjadi sumber gizi keluarga. Kebun gizi dan kebun obat
keluarga, juga dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang keluarga.
Harapannya, pengetahuan masyarakat menjadi meningkat akan sumber – sumber pangan
yang bergizi dan mampu mengolahnya dengan baik.

Seringkali orangtua kebingungan dalam memberikan makanan yang bergizi pada anaknya.
Pasalnya, makanan yang bergizi cenderung tidak enak. Salah satu makanan yang memiliki
sumber gizi tinggi adalah kelor (Moringa olifera). Kelor yang sejak dahulu memang telah
dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Mitos ini pun berlanjut dengan penelitian
yang dilakukan terhadap kelor. Faktanya kelor memang memiliki zat gizi yang berlimpah
dibandingkan makanan lainnya.

Tidak sedikit anak – anak sudah mengalami anemia. Suplementasi zat besi mutlak diperlukan
untuk mencegah anemia yang lebih berat. Dengan memperhatikan tanaman kelor yang
cukup banyak dan memiliki zat gizi tinggi terutama fe maka upaya untuk mengolah kelor
menjadi berbagai macam makanan yang disukai anak memang diperlukan. Untuk itu,
pemberdayaan masyarakat berperan penting disini, Kelompok Usaha Bersama (KUBE) “Kelor
Kehidupan” yang dibentuk diupayakan sebagai langkah awal sebagai sumber produksi olahan
kelor. Harapannya, tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dengan olahan kelor
namun menjadi makanan khas bergizi yang bisa diperjualbelikan ke masyarakat luas
sehingga dapat menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat.

D.1.2. Tujuan
1. Meningkatkan pemanfaatan bahan pangan lokal dalam pemenuhan sumber gizi
2. Sebagai alternatif dalam pemenuhan asupan zat besi bagi anak
3. Membuka peluang usaha ekonomi berbasis rumah tangga
D.1.3. Pihak yang Dilibatkan dan Peranan
Tim Penggerak PKK Desa dan Kecamatan

D.1.4. Sasaran
Ibu – Ibu PKK

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 66

D.1.5. Rincian Kegiatan


Pertama – tama dilakukan percobaan pengolahan daun kelor menjadi tepung kelor.
Selanjutnya mengolah tepung kelor menjadi olahan kelor seperti kue kelor. Setelah beberapa
kali melakukan eksperimen dan mendapatkan takaran yang tepat, cara pembuatan kue kelor
kemudian dipaparkan kepada ibu – ibu PKK. Bersama ibu – ibu PKK melakukan pengolahan
tepung kelor menjadi kue dan bolu kelor. Resep dan hasil olahan tepung kelor ini kemudian
disosialisasikan kepada ibu – ibu PKK yang lain serta diperkenalkan kepada Ibu Bupati selaku
ketua Tim penggerak PKK kabupaten.

D.1.6. Metode Pelaksanaan


 Eksperimen
 Demo
 Presentasi

D.1.7. Capaian Indikator Keberhasilan dan Rencana Tindak Lanjut


 Capaian Indikator Keberhasilan
- Berhasil dibuatnya tepung kelor
- Tepung kelor diolah menjadi kue kelor
- Sosialiasi manfaat dan cara pembuatan tepung kelor
 Rencana Tindak lanjut
- Mendapat dukungan modal untuk usaha pembuatan tepung kelor

D.1.8. Evaluasi dan Rekomendasi

No Evaluasi Rekomendasi

Masih sulitnya proses pembuatan tepung kelor


Perlu dilakukan lagi pelatihan pembuatan
1. membuat ibu – ibu PKK belum mandiri
tepung kelor
membuat tepung kelor

Kendala alat dan teknologi yang digunakan Pengadaan alat penepung daun kelor dan
2.
untuk membuat tepung kelor ketersediaan listrik

Respon masyarakat yang belum cukup


Sosialisasi manfaat tepung kelor lebih
3. mengetahui manfaat dan potensi ekonomi dari
digalakan kembali
pengembangan olahan kelor

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 67

D.1.9. Dokumentasi
Tautan video kegiatan : https://youtu.be/gsqwWNLiwNA

Proses pengolahan daun kelor. Pengumpulan daun kelor.

Proses pengolahan daun kelor. Pensortiran daun kelor.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 68

Proses pengolahan daun kelor. Pengeringan daun kelor

Proses pengolahan daun kelor. Penepungan

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 69

Proses pengolahan tepung kelor menjadi kue kelor

Hasil Olahan tepung kelor. Bolu Kelor.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 70

Hasil Olahan tepung kelor. Bolu Kelor.

Hasil Olahan tepung kelor. Kue Kering kelor

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 71

Presentasi didepan Ibu PKK kabupaten Muna. Pemanfaatan olahan daun Kelor

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 72

Presentasi di depan Ibu bupati dan Camat. Manfaat kelor dan Olahannya

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 73

III.4. PELAYANAN KEFARMASIAN

III.4.A. Latar Belakang Utama

Pelayanan kefarmasian merupakan bagian yang harus ada dalam melaksanakan upaya
kesehatan di Puskesmas. Sebagaimana yang tercantum didalam PERMENKES No.75 Tahun
2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat Pasal 38 bahwa untuk melaksanakan upaya
kesehatan Puskesmas harus menyelenggarakan beberapa pelayanan dan salah satunya
adalah pelayanan kefarmasian.

Pelayanan kefarmasian dewasa ini, sudah berbeda dengan pelayanan kefarmasian yang
sebelumnya.Hal ini terjadi karena semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, tingkat
pendidikan masyarakat, pola hidup dan paradigma kesehatan itu sendiri. Pelayanan
kefarmasian dahulunya hanya menyangkut manajemen dan peracikan obat saja yang
kemudian diserahkan pada pasien. Namun, pelayanan ini tidak cukup untuk menjamin
bahwa pasien akan memperoleh hasil yang diinginkan setelah menggunakan obat tersebut.
Setelah ditinjau kembali banyak pasien yang gagal dalam menggunakan obat karena
ketidakpahaman dalam penggunaan obat, baik cara pemakaian, waktu penggunaan, jumlah
obat yang akan dikonsumsi bahkan pengetahuan mengenai cara penyimpanan obat yang
benar.

Sehingga hari ini paradigma kefarmasian sudah berubah dari yang dulu hanya “ Drug
Oriented” sekarang bertambah menjadi “Patient Oriented”.Jadi pelayanan farmasi klinis atau
yang dikenal dengan “Pharmaceutical Care” punya peranan yang sangat besar dalam
mengatasi permasalahan tersebut.

Dalam pelaksanaannya pelayanan kefarmasian di Puskesmas sudah diatur dalam


PERMENKES No.30 Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di
Puskesmas.Dalam kebijakan ini telah dijelaskan bahawa pelayanan kefarmasian di
Puskesmas meliputi Manajemen obat dan bahan medis habis pakai serta pelayanan Farmasi
klinis, dimana kegiatan yang termasuk kedalam pelayanan tersebut sudah dijelaskan secara
rinci.

Di Puskesmas Pasikolaga pelayanan kefarmasiannya sudah ada, tetapi belum terlaksana


sesuai dengan yang dijelaskan dalam Peraturan Menteri Kesehatan dan ketentuan yang
berlaku.Banyak hal yang harus dibenahi demi terwujudnya pelayanan kefarmasian yang
dapat memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan kepada pasien di wilayah kerja
Puskesmas Pasikolaga. Selain program yang sudah berjalan seperti pelayanan farmasi klinis
dan manajemen lainnya pada laporan ini akan disampaikan kegiatan pemusnahan obat dan
bahan medis habis pakai yang sudah rusak dan kadaluarsa.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 74

III.4.B. Tujuan Utama

Tujuan dari program ini adalah untuk terlaksananya pelayanan kefarmasian yang sesuai
dengan peraturan dan standar yang sudah ada.Selain itu pelayanan kefarmasian sebagai
salah satu bagian dari upaya kesehatan yang ada di Puskesmas disamping pelayanan
lainnya dapat memberikan peranan yang besar dalam meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat.

III.4.C. Metode Pelaksanaan

Metode yang digunakan pada pemusnahan ini ada 3 tahap, yaitu pemisahan obat dan
bahan medis habis pakai dari kemasan primer, obat yang sudah dibuka dari kemasan
primernya direndam dengan air satu malam, dan terakhir dimasukkan ke lobang yang telah
disediakan serta kemasannya di bakar.

III.4.D. Uraian Kegiatan

D.1. PEMUSNAHAN OBAT DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI

D.1.1. Latar Belakang

Obat dan bahan medis habis pakai merupakan komponen yang yang sangat penting dalam
pelayanan kesehatan. Dua komponen ini haruslah dijaga dan diawasi kualitas dan
kuantitasnya, tentunya ini merupakan bagian dari peran kefarmasian terutama di fasilitas
kesehatan tingkat pertama yaitu puskesmas.

Setelah dilakukan revitalisasi terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas Pasikolaga


beberapa bulan yang lalu, sehingga didapatlah obat dan bahan medis habis pakai yang sudah
kadaluarsa dan rusak. Hal ini sangat berbahaya jika dibiarkan, karena rawan penyalahgunaan
atau kemungkinan kesalahan dalam pelayanan jika obat-obat dan bahan medis habis pakai ini
tidak dimusnahkan.

Sehingga dilakukanlah pemusnahan terhadap obat dan bahan medis habis pakai tersebut,
agar kualitas dan keamanannya terjamin dan prlayanan terhadap masyarakat dapat
dimaksimalkan.

D.1.2. Tujuan

1. Menjaga kualitas dan keamanan obat dan bahan medis habis pakai yang ada di
Puskesmas.
2. Memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan memuaskan kepada masyarakat di
wilayah kerja Puskesmas.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 75

3. Menghindari terjadinya penyalahgunaan obat dan bahan medis habis pakai yang sudah
kadaluarsa dan rusak.
4. Menghindari terjadinya kesalahan dalam pelayanan pengobatan (penggunaan obat yang
kadaluarsa) di Puskesmas.

D.1.3. Pihak yang Dilibatkan dan Peranan

1. Petugas Pengelola Obat dalam hal ini apoteker penanggung jawab, sebagai pihak yang
bertanggung jaawab dan melaksanakan pemusnahan.
2. Kepala Puskesmas sebagai pihak yang mengetahui dan saksi dalam pemusnahan.
3. Petugas Sanitarian sebagai pihak yang mengontrol cemaran selama pemusnahan serta
melanjutkan pemusnahan jarum dari spuit yang kadaluarsa dan rusak menggunakan
needle destroyer.

D.1.4. Sasaran

Semua obat dan bahan medis habis pakai yang kadaluarsa dan rusak dapat dimusnahakan.

D.1.5. Rincian Kegiatan

Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 18 Februari – 19 Februari 2017 di puskesmas


Pasikolaga, dengan tahapan sebagai berikut:

 Pemisahan obat dan bahan medis habis pakai dari kemasan primernya. Hal ini dilakukan
karena masing-masing bagian mendapatkan perlakuan yang berbeda baik obat, bahan
medis habis pakai, maupun kemasan primer tersebut.
 Obat yang telah dipisah direndam dengan air selama satu sampai dua malam, sampai
semuanya larut.
 Kemasan primer obat dapat dimusnahkan dengan cara dibakar sampai habis.
 Bahan medis habis pakai yang ada jarumnya dimusnahkan menggunakan needle
destroyer yang dilakukan oleh petugas sanitarian.
 Obat yang sudah direndam dibuang ke lobang yang sudah ada dan dicampur dengan
tanah.

Kegiatan ini disaksikan oleh salah seorang petugas puskesmas dan sekaligus menjadi saksi
dalam pemusnahan obat dan bahan medis habis pakai. Kegiatan ini didokumentasikan dan
dilaporkan ke dinas kesehatan kabupaten.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 76

D.1.6. Metode Pelaksanaan

Pemusnahan secara manual, yaitu dengan pembakaran untuk kemasan primer, perendaman
dan pencampuran dengan tanah untuk obat, dan pemusnahan alkes yang ada jarumnya
dilakukan oleh petugas sanitarian.

D.1.7. Capaian Indikator Keberhasilan dan Rencana Tindak Lanjut

D.7.1. Capaian Indikator Keberhasilan

Semua obat dan bahan medis habis pakai yang kadaluarsa dan rusak dapat
dimusnahkan.

D.7.2. Rencana Tindak Lanjut

Kedepannya obat dan bahan medis habis pakai harus dipisahkan pada tempat tertentu
dan dilakukan inspeksi setiap bulannya di setiap sub bagian yang ada di puskesmas.
Pemusnahan dilakukan setiap 6 bulan.

D.1.8. Evaluasi dan Rekomendasi

No Evaluasi Rekomendasi

Pembakaran masih dilakukan ditempat Sebaiknya dibuat insenerator sederhana


1.
terbuka di belakang puskesmas. sehingga pembakaran tidak mencemari
lingkungan secara langsung.
Obat dan bahan medis habis pakai yang
Sosialisasi SPO Pemusnahan obat dan bahan
kadaluarsa harus didata secara menyeluruh
2. medis habis pakai keseluruh sub bagian yang
sehingga setelah pemusnahan tidak ada
ada di puskesmas.
lagi yang tersisa

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 77

D.1.9. Dokumentasi

Obat dan alkes yang kadaluarsa dan rusak

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 78

Pemisahan obat dan bahan medis habis pakai dari kemasan primernya

Perendaman obat yang sudah dipisah dari kemasan primernya

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 79

Pembakaran kemasan primer

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 80

III.5. Manajemen Puskesmas


III.1.A. Latar Belakang Utama

Pelayanan kesehatan di puskesmas akan diapresiasi oleh masyarakat luas selaku pengguna
layanan jika pelayanan tersebut bermutu. Pelayanan kesehatan yang bermutu pasti
menggunakan pendekatan manajemen sehingga pengelolaannya menjadi efektif, efisien, dan
produktif. Untuk bisa menyediakan pelayanan kesehatan seperti itu, pimpinan dan staf harus
menerapkan prinsip – prinsip manajemen.

Manajemen adalah ilmu terapan yang dapat dimanfaatkan di berbagai jenis organisasi untuk
membantu manajer dalam memecahkan masalah organisasi, sehingga manajemen juga dapat
digunakan dalam bidang kesehatan untuk membantu manajer organisasi pelayanan
kesehatan masyarakat. Menurut Notoatmodjo, manajemen kesehatan adalah suatu kegiatan
atau suatu seni untuk mengatur petugas kesehatn dan non-petugas kesehatan masyarakat
melalui program kesehatan.

Untuk mencapai tujuan Puskesmas secara efektif dan efisien, pimpinan Puskesmas dituntut
untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, yaitu fungsi-fungsi yang harus dilaksanakan
oleh pimpinan Puskesmas secara terorganisasi, berurutan dan berkesinambungan. Banyak
ahli manajemen mengemukakan teori tentang fungsi-fungsi manajemen, tergantung dari
sudut pandangnya. Ada beberapa rumusan fungsi-fungsi manajemen, sebagai berikut yaitu,
Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Actuating (Penggerakan
Pelaksanaan), Controlling (Pengawasan/Pembimbingan), dan Evaluating (Penilaian).

Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas bertujuan untuk mendukung


tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan kesadaran,
kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah
kerja Puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tinginya. Untuk mewujudkan
tujuan Puskesmas tersebut, perlu dijabarkan dalam tujuan, sasaran, dan target rencana
operasional Puskesmas.

Untuk dapat melaksanakan usaha pokok puskesmas secara efisien, efektif, produktif, dan
berkualitas, pimpinan puskesmas harus memahami dan menerapkan prinsip-prinsip
manajemen. Penerapan manajemen kesehatan di puskesmas terdiri dari, Lokakarya Mini
Puskesmas dan Lokakarya Lintas Sektor.

III.1.B. Tujuan Utama


Untuk mencapai pelayanan kesehatan yang berkualitas melalui program – program kesehatan
yang dilakukan secara efisien, efektif, dan produktif.

III.1.C. Metode Pelaksanaan


Rapat

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 81

III.1.D. Uraian Kegiatan

D.1. PEMBAHASAN PLAN OF ACTION (POA) TAHUN 2017

D.1.1. Latar Belakang

Puskesmas dalam melaksanakan kegiatannya mengacu pada empat azas penyelenggaraan,


yaitu azas pertanggungjawaban wilayah, azas pemberdayaan masyarakat, azas keterpaduan,
dan azas rujukan. Puskesmas mempunyai kewenangan untuk melakukan pengelolaan
program kegiatannya, untuk itu perlu didukung kemampuan manajemen yang baik.
Manajemen puskesmas merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bekerja secara sinergik
yang meliputi perencanaan, penggerakan serta pengendalian, pengawasan dan penilaian.

Salah satau penerapan fungsi manajemen puskesmas adalah penyusunan rencana kegiatan
(POA) puskesmas tahunan. POA ini disusun berdasarkan rencana pelaksanaan kegiatan
puskesamas, yang termasuk fungsi perencanaan. Perencanaan adalah proses penyusunan
rencana tahunan puskesmas untuk mengatasi masalah kesehatan di wilayah kerjanya dengan
tetap mempertahankan kegiatan yang sudah dicapai sebelumnya.

Dengan POA ini diharapkan dapat memberikan petunjuk untuk menyelenggarakan upaya
kesehatan secara efektif dan efisien demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan,
memudahkan pengawasan dan pertanggungjawaban dengan tetap mempertimbangkan
hambatan dan potensi yang ada.

D.1.2. Tujuan

1. Sebagai bahan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program


2. Sebagai media koordinasi dengan pihak terkait
3. Mendokumentasikan pola pikir yang runtut dari hakekat tujuan organisasi puskesmas
dengan tahapan yang harus dilalui demi mencapai tujuan tersebut

D.1.3. Pihak yang Dilibatkan dan Peranan

Kepala puskesmas berperan sebagai penanggung jawab sekaligus koordinator yang mengatur
dan Staff puskesmas berperan sebagai pelaksana program, memberikan masukan kepada
pimpinan untuk program – program yang akan dilaksanakan

D.1.4. Sasaran

Staff Puskesmas

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 82

D.1.5. Rincian Kegiatan

Kegiatan pembahasan Planning Of Action (POA) dilakukan saat Mini Loka Karya akhir bulan
Desember 2016.

D.1.6. Metode Pelaksanaan

Rapat dan diskusi


D.1.7. Capaian Indikator Keberhasilan dan Rencana Tindak Lanjut

 Capaian Indikator keberhasilan


Tersusunnya Plan Of Action (POA) Puskesmas Tahun 2017
 Rencana Tindak Lanjut
Pelaksanaan dan evaluasi program berdasarkan Plan Of Action (POA)
D.1.8. Evaluasi dan Rekomendasi

No Evaluasi Rekomendasi

Penyusunan POA puskesmas sebelumnya


tidak dilakukan dengan proses yang baik.
Proses penyusunan POA tahun – tahun
sebelumnya hanya mengandalkan program
rutin dari Juknis BOK dan instruksi Dinas.
Penyusunan juga tidak mempertimbangkan Memberikan pemahaman mengenai tata cara
1. masalah – masalah kesehatan yang ada dan alur serta pentingnya merancang POA
dilapangan, sehingga program yang dengan baik dan benar.
dilaksanakan tidak berdasarkan analisa
masalah dan kebutuhan serta skala prioritas.
Pun akhirnya programer/ staff terkait hanya
diminta nama kegiatan apa saja yang akan
dilakukan dalam setahun kedepan.

Tidak ada dukungan dari kepala puskesmas


 Memberikan penjelasan mengenai pentingnya
selaku pimpinan. Sehingga proses
2. POA sesuai dengan situasi permasalahan
penyusunan POA mendapat hambatan dan
kesehatan di wilayah kerja puskesmas
halangan

D.1.9. Dokumentasi

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 83

III.6. USAHA KESEHATAN PERORANGAN

III.1.A. Latar Belakang Utama


Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang dilakukan
secara terpadu, eterintegrasu dan berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan,
pengobatan penyakit dan pemulihan kesehatan oleh pemerintah dan/atau masyarakat.

Puskesmas wajib berpartisipasi dalam penanggulangan bencana, wabah penyakit, pelaporan


penyakit menular dan penyakit lain yang ditetapkan oleh tingkat nasional dan daerah serta
dalam melaksanakan program prioritas pemerintah. Lingkup upaya kesehatan Puskesmas
meliputi Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) yang
saling berkaitan.

Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh Puskesmas
untuk ememlihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menyembuhkan
penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan.

III.1.B. Tujuan Utama


Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan, pencegaran, penyembuhan
penyakit, pengurangan penderitaan akibat penyakit dan memulihkan kesehatan perorangan.

III.1.C. Metode Pelaksanaan


Metode yang digunakan dalam melaksanakan upaya kesehatan perseorangan meliputi
penyuluhan, pemeriksaan kesehatan umum, pelayanan laboratorium sederhana, kefarmasian,
dan konseling kesehatan.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 84

III.1.D. Uraian Kegiatan

D.1. PELAYANAN KESEHATAN BERGERAK

D.1.1. Latar Belakang

Pelayanan Kesehatan Bergerak merupakan sebuah terobosan yang dilakukan dalam rangka
meningkatkan akses dan ketersediaan pelayanan kesehatan di daerah yang sulit diakses
karena terhalang oleh kondisi geografis. Selain itu PKB juga ditujukan untuk daerah yang
sangat jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan.

Kebanyakan masyarakat terutama di daerah Pasikolaga, sangat jarang ke Puskesmas, mereka


lebih memilih menunggu pelayanan yang dilakukan saat Posyandu (1 kali dalam sebulan)
untuk memeriksakan kesehatannya. PKB terutama ditujukan untuk pasien hipertensi yang
harus mendapatkan obat dan pemeriksaan berkelanjutan dan jumlah kasusnya lumayan
banyak di Desa Mataindaha dan Kolese. Desa ini terletak di sepanjang pantai dan cukup jauh
dari Puskesmas. Sehingga PKB ini akan sangat membantu bagi pasien disana.

D.1.2. Tujuan

1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat


2. Mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi desa yang jauh dari fasilitas kesehatan dan
terhalang kondisi geografis
3. Memudahkan masyarakat untuk berobat

D.1.3. Pihak yang Dilibatkan dan Peranan

a. Kepala desa, Mendukung terlaksananya Pelayanan Kesehatan Bergerak serta


memfasilitasi tempat PKB.
b. Kader kesehatan, Mensosialisasikan kegiatan kepada masyarakat untuk berobat pada
jadwal yang telah disepakati.
c. Bidan desa, Bekerjasama dengan Tim PKB untuk melakukan pelayanan dan
mensosialisasikan kegiatan ini.
d. Tim PKB (Dokter, Aopoteker, Perawat, Analis Laboratorium), melakukan pelayanan
kesehatan.

D.1.4. Sasaran

Masyarakat Desa Mataindaha

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 85

D.1.5. Rincian Kegiatan

Kegiatan PKB dilakukan setiap bulannya. Kegiatan ini dilakukan pada minggu pertama dan
ketiga setiap bulannya. Karena pada minggu kedua dilakukan posyandu balita dan minggu
keempat posyandu lansia. Sehingga setiap minggu masyarakat dapat berobat dan melakukan
pengecekan kesehatan lainnya.
Pada bulan februari tempat pelaksanaan PKB ditambah di Desa Kolese. Sehingga dalam
sebulan terdapat empat kali PKB. Yaitu dua kali di desa Mataindaha dan dua kali di Desa
Kolese.
PKB dilakukan di Pustu Desa Mataindaha, pada hari jumat sedangkan PKB di Desa Kolese
pada hari kamis, mulai dari jam 08:00-12:00 WITA.
Kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan adalah:
a. Registrasi Pasien
Pasien yang mendaftar untuk berobat dibuatkan rekam medisnya, dan dicantumkan
nomor urut, agar memudahkan saat berobat selanjutnya.
b. Penyuluhan Kesehatan
Setelah pasien berkumpul, sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan, pasien diberikan
penyuluhan kesehatan.
c. Pengukuran berat badan, tinggi badan, dan Tekanan Darah
Perawat melakukan penimbangan berat badan, tinggi badan (jika diperlukan), dan
pengukuran tekanan darah sebelum diperiksa oleh dokter.
d. Pemeriksaan dan Konsultasi dengan Dokter
Selanjutnya pasien masuk ke ruang dokter dan membawa rekam medis. Dokter
melakukan pada pemeriksaan dan memberikan resep kepada pasien.
e. Pelayanan kefarmasian (Penyerahan Obat, Pemberian Informasi Obat, dan Konseling)
Pasien menyerahkan resep dan rekam medis kepada apoteker untuk disiapkan obatnya.
Kemudian apoteker menjelaskan obat yang didapat oleh pasien, jika termasuk kedalam
kriteria konseling maka dilakukan konseling dan dicatat. Pelayanan pada pasien di catat
dalam Patient Medical Record (PMR)
f. Pemeriksaan Laboratorium (Gula darah, Kolesterol, Asam Urat, dan Hb)
Bagi pasien yang ingin melakukan pemeriksaan darah, atau yang direkomendasikan oleh
dokter, maka diperiksakan terlebih dahulu oleh analis, kemudian hasilnya diserahkan ke
dokter untuk ditindaklanjuti.

D.1.6. Metode Pelaksanaan

- Penyuluhan Kesehatan
- Pengobatan
- KIE (Konseling, Informasi, dan Edukasi)
- Pelayanan Farmasi Klinik

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 86

D.1.7. Capaian Indikator Keberhasilan dan Rencana Tindak Lanjut

D.1.7.1 Capaian Indikator Keberhasilan


Kunjungan pasien relatif meningkat setiap bulannya.

D.1.7.2 Rencana Tindak Lanjut


Mengadakan kelengkapan rekam medis pada masing – masing pustu dalam
menunjang PKB.

D.1.8. Evaluasi dan Rekomendasi

No Evaluasi Rekomendasi

Meningkatkan sosialisasi ke masyarakat untuk


1. Jumlah pasien PKB di kolese belum banyak
datang pada saat PKB.

Fasilitas yang belum lengkap, seperti meja


 Melengkapi fasilitas yang belum ada, dan
2. dan kursi, serta alat kesehatan dan obat- bekerjasama dengan pihak aparat desa dalam
obatan. melengkapi peralatan tersebut.

Penyuluhan kesehatan tidak rutin dilakukan


3.  Menginformasikan agar datang lebih awal.
karena kehadiran pasien tidak bersamaan.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 87

D.1.9. Dokumentasi

Penyuluhan Kesehatan sebelum memulai pelayanan di Pustu Kolese (1)

Penyuluhan Kesehatan sebelum memulai pelayanan di Pustu Kolese (1)

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 88

LAMPIRAN – LAMPIRAN

Tabel Jumlah Kunjungan Pasien Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) Desa Mataindaha
dan Desa Kolese

Bulan Mataindaha Kolese


Oktober 9
November 72
Desember 26
Januari 25
Februari 25 9
Maret 24 21
April 21 4
Mei 20 6
Juni 6 1
Juli 11 51
Total 239 92
Rata2/Bulan 23.9 15.33333

Grafik Kunjungan Pasien Pelayanan Kesehatan Bergerak desa Mataindah dari bulan oktober 2016 – juli 2017

80
70
60
50
40
30 Series1
20
10
0

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 89

Grafik Kunjungan Pasien Pelayanan Kesehatan Bergerak desa Kolese dari bulan Februari – Juli 2017

60

50

40

30
Series1

20

10

0
februari maret april mei juni juli

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 90

RPK/POA PUSKESMAS PASIKOLAGA 2017

No Upaya Kegiatan Rincian Kegiatan Sasaran Target Volume Rincian Lokasi Tenaga Jadwal Biaya Sumber
Kesehatan Kegiatan Pelaksanaan Pelaksanaan Pelaksana Biaya
1 Promosi Penyuluhan Pembinaan Keluarga Sehat (Baluaras) Keluarga dengan 72 6 or x Transportasi Rumah Tim NS Januari - 7200000 BOK
Kesehatan IKS Tidak Sehat Keluarga 12 KK x Warga Desa (6 org) Desember
Rp. Tampunabale 2017
100.000
Penyuluhan Kesehatan Menggunakan Media Masyarakat 1 Desa 3 or x Transportasi Pasar Sore Tim Januari - 3600000 BOK
Film (Layar Suluh) 12 kl x Desa promkes Desember
Rp. Matampe (3 org) 2017
100.000
Penyuluhan Kesehatan di Sekolah (Suluh Siswa Sekolah 6 PAUD, 6 3 or x Transportasi Sekolah di Tim Januari - 7200000 BOK
Sekolah) SD, 2 24 kl x Kecamatan promkes Desember
SMP/MTs, Rp. Pasikolaga (3 org) 2017
1 SMA/MA 100.000
Penyuluhan Penyakit Menular dan Tidak Pasien 6 1 or x 6 Transportasi Posyandu Tenaga Januari - 7200000 BOK
Menular (Suluh Pasien) Posyandu pos x 12 Penyuluh Desember
Lansia kl x Rp. 2017
Penyuluhan Penggunaan Obat yang Baik Pasien 100.000 Puskesmas & Apoteker Januari -
dan Benar (Gema Cermat) Posyandu (Tenaga Desember
Farmasi) 2017
Penyuluhan Pemanfaatan TOGA & TAGI Keluarga
Penyuluhan Kespro Catin (SIAP NIKAH) Calon Pengantin Puskesmas Dokter & Januari -
Bidan Desember
2017
Pemberdayaan Pembinaan Kader Kesehatan Kader Kesehatan 40 Kader 3 or x Transportasi Posyandu Tim Januari - 3600000 BOK
Kesehatan 12 kl x promkes April
Rp. (3 org) 2017
100.000
Pembinaan Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) Keluarga 10
Keluarga
Pembinaan Generasi Muda Aktif dan Sehat Anak Sekolah 1
Kelompok
Pembinaan Kelompok Lansia Kelompok Usia 1
Lanjut Kelompok
Advokasi Pengembangan Kawasan Tanpa Rokok Kepala Sekolah 9 Sekolah 1 or x 9 Transportasi Sekolah di Tim Januari - 900000 BOK
(KTR) kl x Rp. Kecamatan Promkes Mei 2017
100.000 Pasikolaga
2 Gizi Pendidikan dan Penyuluhan Gizi Ibu bayi/anak 6 4 or x Transportasi Pustu Dokter, Januari - 4800000 BOK
Masyarakat Perbaikan Gizi balita, bumil, Posyandu 12 kl x Mataindaha Apoteker, Desember
Pemantauan Status Gizi

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 91

Promosi ASI eksklusif dan Makanan bulin, bufas, Rp. & Puskesmas Analis & 2017
Pengganti ASI (MPASI) ibu menyusui 100.000 Bidan
PMT penyuluhan untuk bayi, anak balita
dan bumil
Kunjungan rumah/pendampingan
Penanggulangan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Ibu bayi/anak 6
permasalahan Pemulihan anak Balita balita, Balita Posyandu
gizi
Surveilans dan pelacakan gizi buruk
Kunjungan rumah
3 Pengendalian Deteksi dini dan Pengukuran dan pemeriksaan faktor risiko Kelompok usia >15 5 4 or x 5 Transportasi Posbindu Dokter, Januari - 24000000 BOK
dan tindak lanjut dini penyakit tidak menular di posbindu PTM tahun Posbindu pos x 12 desa Kolese, Apoteker, Desember
Pencegahan PTM kl x Rp. Mataindaha, Analis, & 2017
Penyakit 100.000 Lambelu, Perawat
Matampe,
Tampunabale
Pelayanan Promosi (etika batuk, Perilaku Hidup Bersih Penderita,
Pencegahan dan Sehat/PHBS dll) masyarakat
Pengendalian Konseling dan pencegahan transmisi kelompok berisiko
Malaria dan penularan penyakit dari penderita ke orang tinggi
Tuberculosis (TB lain
Pemantauan kepatuhan minum obat
Penemuan dan tata laksana kasus
Pengambilan spesimen TB dan malaria
Spot survei terhadap tempat perindukan
vektor
Pengendalian vektor
Pendistribusian kelambu pada kelompok
berisiko
Pelayanan Promosi (Aku Bangga Aku Tahu/ABAT, Penderita,
Pencegahan dan Pemakaian Kondom, Pengetahuan masyarakat
Pengendalian komprehensif HIV/AIDS,dll) kelompok berisiko
Penyakit Konseling dan pencegahan transmisi tinggi
HIV/AIDS penularan penyakit
Pemantauan kepatuhan minum obat
Penemuan dan tata laksana kasus
Pengambilan spesimen HIV/AIDS, IMS
Sero surveilans bagi populasi risiko tinggi

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 92

(serologi, mass blood survey, blood


survey,dll)
4 Upaya Pelayanan Pendataan Pra Lansia Kelompok Usia 5
Kesehatan kesehatan lanjut dan Lansia Lanjut Posbindu
Lanjut Usia usia Pelayanan lanjut usia di Posbindu, Posyandu PTM
lansia
Pemantauan Lansia
Resiko Tinggi
5 Upaya Pencegahan Sosialisasi dan penyuluhan KIE Keswa dan Siswa SMP & SMA 2 3 or x 3 Transportasi SMP & SMA Tim Mei & 1800000 BOK
Pencegahan Masalah Keswa Napza SMP/MTs sekolah di Pasikolaga promkes Desember
dan dan Napza &1 x 2 kl x (3 org) 2017
Pengendalian SMA/MA Rp.
Masalah Keswa 100.000
dan Pengendalian Pendampingan penderita gangguan jiwa Penderita
Napza Masalah Keswa dan Napza antara lain Kegiatan dalam
dan Napza rangka Bebas Pasung: Sweeping/ pencarian
kasus, Penemuan kasus secara dini,
Konseling, Pemberian obat pencegahan
kekambuhan dalam bentuk pendampingan
dan kunjungan rumah
6 Kesehatan Peningkatan Kunjungan kerumah masyarakat yang Warga yang terpicu 4 Desa 1 or x 4 Transportasi Desa Sanitarian Januari - 4800000 BOK
Lingkungan akses terpicu dan melakukan binaan keluarga. desa x Mataindaha, Desember
masyarakat Membentuk kelompok setiap desa dan 12 kl x Kolese, 2017
terhadap membayar anggaran sesuai dengan Rp. Lambelu,
sumber air kesepakatan bersama dan masing masing 100.000 Tampunabale
minum dan menerima hasil angsuran secara bergantian
sanitasi dasar Advokasi jambanisasi kepemerintah Desa Aparat Pemerintah 4 Desa
yang layak Desa
Kemitraan dengan PAMSIMAS dan Pamsimas 4 Desa
Pemerintah Desa dalam menyediakan air
bersih
7 Kesehatan Ibu Pelayanan Pendataan ibu hamil (bumil) Bumil, bumil risiko
dan Anak (KIA) Antenatal bagi tinggi, suami dan
Pemeriksaan kehamilan
Ibu Hamil keluarga bumil
(Antenatal Promosi Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif, Inisiasi
Care/ANC) Menyusu Dini (IMD) dan lainnya
Promosi KB
Pendampingan Program Perencanaan
Pencegahan Persalinan dan Komplikasi
(P4K)
Kunjungan rumah bumil (termasuk yang
drop out)

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 93

Pemantauan bumil risiko tinggi


Deteksi dini risiko tinggi
Pendampingan kelas bumil
Kemitraan bidan dukun
Pemberian PMT pada Ibu KEK
Pelayanan Promosi ASI Eksklusif, IMD Bulin
Kesehatan Ibu
bersalin (bulin)
Pelayanan Pelayanan Nifas Bufas
kesehatan ibu
Promosi ASI Eksklusif
nifas (bufas)
Kunjungan rumah (termasuk yang drop out)
Pemantauan ibu nifas risiko tinggi
Pelayanan Kunjungan rumah PUS yang tidak berKB Pasangan Usia
atau drop out Subur (PUS) dan
Promosi KB dan kesehatan reproduksi remaja
Pelayanan Kunjungan neonatus Neonatus, neonatus
kesehatan risiko tinggi
Pemantauan kesehatan neonatus
neonatus
termasuk neonatus risiko tinggi
Pelayanan Pendataan bayi Bayi, bayi risiko
kesehatan bayi tinggi
Pemantauan Kesehatan Bayi
(pengukuran tumbuh kembang,
pemantauan perkembangan, pemberian
vitamin A, imunisasi dasar lengkap)
termasuk bayi dengan risiko tinggi
Kunjungan rumah (termasuk yang drop out)
Deteksi dini risiko tinggi
Pelayanan Pendataan anak balita (bawah lima tahun) Anak balita, anak
kesehatan anak balita risiko tingg
Pemantauan kesehatan anak balita
balita
(pengukuran tumbuh kembang,
pemantauan perkembangan, pemberian
vitamin A) termasuk anak balita dengan
risiko tinggi
Kunjungan rumah (termasuk yang drop out)
Deteksi dini risiko tinggi
8 Imunisasi Imunisasi Dasar Pendataan Sasaran Bayi & Balita 100%

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Kuartal III 94

Pelayanan Imunisasi Bayi &


Balita
Imunisasi Pendataan Sasaran Balita, Anak Sekolah 100%
lanjutan Balita &
Pelaksanaan Anak
Pelayanan Imunisasi
Pekan Imunisasi Sekolah
Nasional (PIN),
crash program ,
backlog fighting,
dan imunisasi
dalam rangka
penanganan KLB
(outbreak
respon
imunization/ORI)
9 Upaya Pelayanan Pembinaan dokter kecil Anak Sekolah 9 Sekolah
Kesehatan kesehatan anak
Penjaringan peserta didik
Anak Usia usia sekolah
Sekolah dan Pemeriksaan berkala peserta didik
Remaja Pemberian TTD untuk remaja putri
Bulan Imunisasi Anak Sekolah
10 Pelayanan Pelayanan Pelayanan Kesehatan di Pustu Masyarakat 2 Pustu 4 or x 2 Transportasi Pustu Dokter, Januari - 9600000 BOK
Kesehatan Kesehatan pos x Mataindaha Apoteker, Desember
Perorangan Bergerak 12 kl x & Kolese Analis & 2017
Rp. Perawat
100.000
11 Upaya Pengaktifan & Pembinaan UKS Sekolah 9 Sekolah 3 or x 9 Transportasi Sekolah di Tim Februari - 8100000 BOK
Kesehatan Pembinaan UKS sekolah Kecamatan promkes April
Pengembangan Pengaktifan & Pembinaan Saka Bakti Husada (SBH) Sekolah 9 Sekolah x 3 kl x Pasikolaga (3 org) 2017
Pembinaan Saka Rp.
Bhakti Husada 100.000
(SBH)
SAKA BHAKTI
HUSADA

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga

Anda mungkin juga menyukai