Anda di halaman 1dari 15

PANDUAN AMBULANS

RSUP H.ADAM MALIK MEDAN


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
rahmatNya Buku Panduan Ambulan dapat selesai disusun.

Buku Panduan ini disusun sebagai acuan dalam proses pemindahan pasien dari
satu ruangan ke ruangan lain atau dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain dan
oleh berbagai sebab. Untuk keselamatan pasien perlu dipersiapkan peralatan
(emergensi kit dan obat-obatan), dan petugas medis yang berkompeten serta mobil
ambulance yang memenuhi standar.

Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada


Tim Penyusun dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam membantu
menyelesaikan penyusunan panduan ini.

Medan, Februari 2015


Direktur Utama

Dr.dr Yusirwan, SpB,SpBA (K),MARS


NIP. 19621122 198903 1001
DAFTAR ISI

BAB I AMBULANS.............................................................................. 1
A. Latar Belakang....................................................................... 1
B. Pengertian Transportasi.......................................................... 1
C. Tujuan.................................................................................... 1
D. Landasan Hukum................................................................... 2

BAB II RUANG LINGKUP................................................................... 3


BAB III TATALAKSANA....................................................................... 4
BAB IV DOKUMENTASI....................................................................... 13
BAB I
AMBULANS RUMAH SAKIT

A. Latar Belakang
Pelayanan Ambulans merupakan bagian integral dari pelayanan
kesehatan di rumah sakit, yang saling menunjang dan tidak dapat
dipisahkan. Ambulans merupakan faktor penting karena secara langsung
berpengaruh terhadap kualitas Pelayanan di rumah sakit.
Dalam pelayanan pasien dapat terjadi pemindahan pasien dari satu
ruangan ke ruangan lain atau dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain dan
oleh berbagai sebab. Untuk keselamatan pasien perlu dipersiapkan
peralatan (emergensi kit dan obat-obatan), dan petugas medis yang
berkompeten serta mobil ambulance yang memenuhi standar.
Pelayanan Ambulans merupakan Kendaraan Pelayanan Medik
sebagai wadah transportasi sebagai penunjang dan respon cepat bagi
penderita yang tidak memerlukan perawatan khusus /tindakan darurat
untuk menyelamatkan nyawa dan diperkirakan tidak akan menimbulkan
kegawatan selama dalam perjalanan. Hal ini sesuai dengan Kepmenkes
No.0152/ YanMed / RSKS/ 1987, tentang standarisasi kendaraan
Pelayanan Medik dan Kepmenkes No.143/Menkes-kesos/SK/II/2001,
tentang Standarisasi Kendaraan Pelayanan Medik tentang diperlukannya
standarisasi perlengkapan umum dan pada kendaraan ambulans .

B. Pengertian Transportasi Ambulans


Transportasi ambulans diperlukan dalam proses merujuk ke rumah sakit
lain untuk kesinambungan pelayanan dan memulangkan pasien dari rumah
sakit.

C. Tujuan
Tujuan dari transportasi adalah:
 Agar pelayanan rujukan dan pemulangan pasien dilaksanakan sesuai
kriteria dan jenis transportasi yang dibutuhkan pasien
 Agar proses pemindahan pasien berlangsung dengan aman dan lancar
serta pelaksanaannya sangat memperhatikan keselamatan pasien serta
sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

D. Landasan Hukum

PANDUAN AMBULANS DI RSUP H. ADAM MALIK Page 1


1. Undang-undang penanggulangan bencana nomor 24 tahun 2007
2. Undang-undang kesehatan nomor 36 tahun 2009
3. Undang-undang rumah sakit nomor 44 tahun 2009
4. SK Menkes Nomor 856/Menkes/SK/IX/2009 tentang standar IGD
rumah sakit
5. Kepmenkes nomor 0152/Yanmed/RSKS/1987 tentang standarisasi
kenderaan pelayanan medik
6. Kepmenkes 143 /Menkes-Kesos/SK/II/2001 tentang standarisasi
kenderaan Pelayanan Medik, diperlukan standarisasi perlengkapan
umum dan medik pada kenderaan ambulans khususnya untuk
keseragaman untuk peningkatan mutu pelayanan rujukan kegawat
daruratan medik

BAB II
RUANG LINGKUP

Yang diatur dalam Kepmenkes 143 /Menkes-Kesos/SK/II/2001 adalah jenis


kenderaan Ambulans :
1. Ambulans Transportasi
Ambulans yang digunakan untuk pengangkutan penderita yang tidak
memerlukan perawatan khusus / tindakan darurat untuk menyelamatkan
nyawa dan diperkurakan tidak akan timbul kegawatan selama dalam
perjalanan

2. Ambulans Gawat Darurat


Ambulans yang digunakan untuk penderita gawat darurat yang sudah
distabilkan dari lokasi kejadian ketempat tindakan defenitif atau kerumah sakit
sebagai kenderaan transport rujukan

PANDUAN AMBULANS DI RSUP H. ADAM MALIK Page 2


3. Ambulans Rumah Sakit Lapangan
Merupakan gabungan beberapa ambulans gawat darurat dan ambulans medik
bergerak berfungsi sebagai ambulans gawat darurat

4. Ambulans Pelayanan Medik Bergerak


Merupakan Ambulans yang digunakan sebagai salah satu upaya pelayanan
medik dilapangan

5. Mobil Jenazah
Merupakan kenderaan yang khusus untuk mengangkut jenazah

BAB III
TATA LAKSANA

A. Syarat Pengemudi Ambulans


Untuk menjadi pengemudi ambulans yang aman harus :
1. Sehat secara fisik, mental
2. Mempunyai SIM yang masih berlaku
3. Emosi terkontrol
4. Bisa mengemudi dibawah tekanan
5. Memiliki keyakinan positif atas kemampuan diri sebagai seorang
pengemudi tapi jangan terlalu percaya diri dengan menantang resiko
6. Bersikap toleran dengan pengemudi lain tanpa harus marah
7. Tidak dalam pengaruh obat-obatan yang berbahaya, alkohol, obat-obatan
terlarang seperti marijuana, kokain, antihistamin dan obat penenang
lainnya.

B. Aturan ambulans gawat darurat


Setiap negara memiliki undang-undang yang mengatur pengoperasian
kendaraan emergensi. Pengemudi ambulans umumnya dibebaskan dari aturan
kecepatan, parkir, larangan menerobos lampu lalu lintas, dan arah jalan. Namun
demikian, peraturan juga menggariskan bahwa jika seorang pengemudi ambulans
mengemudikan kendaraannya tanpa memperdulikan keselamatan orang lain, maka
harus siap membayar konsekuensinya - bisa berupa surat tilang, gugatan
pengadilan, atau bahkan ditahan untuk beberapa waktu. Berikut adalah beberapa
hal yang mencakup peraturan pengoperasian ambulans:

PANDUAN AMBULANS DI RSUP H. ADAM MALIK Page 3


1. Hak-hak khusus memperbolehkan pengemudi ambulans untuk tidak
mematuhi peraturan ketika ambulans digunakan untuk respon emergency
atau untuk transportasi pasien darurat. Ketika ambulans tidak dalam
respon emergency, maka peraturan yang berlaku bagi setiap pengemudi
kendaraan non-darurat, juga berlaku untuk ambulans.
2. Walaupun memiliki hak istimewa dalam keadaan darurat, hal tersebut
tidak menjadikan pengemudi ambulans kebal terhadap peraturan terutama
jika mengemudikan ambulans dengan ceroboh atau tidak memperdulikan
keselamatan orang lain.
3. Hak istimewa selama situasi darurat hanya berlaku jika pengemudi
menggunakan alat-alat peringatan (warning devices) dengan tata cara yang
diatur oleh peraturan.
4. Sebagian besar undang-undang memperbolehkan pengemudi kendaraan
emergensi untuk :
 Memarkir kendaraannya dimanapun, selama tidak merusak hak milik
atau membahayakan nyawa orang
 Melewati lampu merah dan tanda berhenti. Beberapa negara
mengharuskan pengemudi ambulans untuk berhenti terlebih dahulu
saat lampu merah, lalu melintas dengan hati-hati. Negara lain hanya
menginstruksikan pengemudi untuk memperlambat laju kendaraan dan
melintas dengan hati-hati
 Melewati batas kecepatan maksimum yang diperbolehkan selama tidak
membahayakan nyawa dan hak milik orang lain.
 Mendahului kendaraan lain di daerah larangan mendahului setelah
memberi sinyal yang tepat, memastikan jalurnya aman, dan
menghindari hal-hal yang membahayakan nyawa dan harta benda
 Mengabaikan peraturan yang mengatur arah jalur dan aturan berbelok
kearah tertentu, setelah memberi sinyal dan peringatan yang tepat.
5. Apabila terjadi kecelakaan /Tabrakan ambulans, sebagian besar peraturan
perundang-undangan yang menyidangkan pengemudi dipengadilan akan
mengemukakan dua hal penting :

PANDUAN AMBULANS DI RSUP H. ADAM MALIK Page 4


 Apakah pengemudi telah memperdulikan keselamatan orang lain
selama mengemudi?
 Apakah saat itu panggilan benar-benar dalam keadaan darurat?
C. Menggunakan Alat-alat Peringatan
Pengoperasian kendaraan emergensi yang aman dapat dicapai hanya jika alat-
alat peringatan dan sirine emergensi digunakan dengan tepat dan dengan
mengemudikan kendaraan secara difensif/hati-hati.
Sirine adalah alat peringatan audio yang paling banyak digunakan dalam
praktek ambulans dan juga paling sering disalahgunakan. Saat menyalakan
sirine, pertimbangkan efeknya yang bisa terjadi baik pada pengendara
bermotor lainnya, pasien dalam ambulans, maupun pengemudi ambulans itu
sendiri.
Dibawah ini beberapa aturan penggunaan sirine ambulans gawat darurat :
1. Gunakan sirine secara bijak, dan gunakan hanya ketika perlu
2. Selalu waspada meski sudah membunyikan sirine. Jangan pernah
beranggapan bahwa semua pengendara kendaraan bermotor akan
mendengar sinyal Anda.
3. Jangan berada di dekat kendaraan lain lalu membunyikan sirine tiba-tiba.
Hal ini dapat menyebabkan pengemudi lain menginjak rem mendadak dan
Anda tidak bisa berhenti tepat pada waktunya.
4. Jangan menggunakan sirine sembarangan, dan jangan digunakan untuk
menakuti orang lain.
Klakson adalah perlengkapan standar pada setiap ambulans. Pengemudi yang
berpengalaman menyadari bahwa penggunaan klakson dengan bijak dapat
membuka jalur lalu lintas secepat sirine. Petunjuk penggunaan sirine
diaplikasikan juga untuk penggunaan klakson.
Lampu depan harus selalu dinyalakan dimanapun ambulans berada di jalan,
siang ataupun malam. Hal ini dapat meningkatkan jarak pandang kendaraan
terhadap pengemudi lain. Ketika ambulans berada pada keadaan emergensi
untuk pasien dengan prioritas tinggi, baik dalam perjalanan menuju lokasi
kejadian maupun transportasi ke rumah sakit, semua lampu emergensi harus
digunakan. Kendaraan harus bisa terlihat dari setiap sudut 360 derajat.

PANDUAN AMBULANS DI RSUP H. ADAM MALIK Page 5


D. Kecepatan dan Keselamatan
Sebagai pengemudi ambulans, Anda pasti sering sekali diingatkan untuk
mengemudi dengan pelan dan hati-hati. Ambulans harus memperhatikan hal-
hal di bawah ini:
1. Kecepatan yang berlebihan dapat menigkatkan kemungkinan terjadinya
tabrakan.
2. Kecepatan yang tinggi membutuhkan jarak yang lebih panjang untuk
berhenti, sehingga dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diharapkan.
Ingatlah bahwa peraturan di beberapa negara mungkin memperbolehkan
Anda untuk tidak mematuhi peraturan lalu lintas dalam keadaan emergensi
yang sebenarnya dan dengan memperdulikan keselamatan orang lain.
Pengecualian dalam hal ini, mencakup aturan batas kecepatan, lampu
merah dan tanda berhenti, dan peraturan lain serta sejumlah batasan
larangan. Namun jangan lupa untuk selalu melintasi persimpangan dengan
lampu peringatan peringatan, hindari menikung tiba-tiba, dan selalu
menyalakan lampu penunjuk arah. Pastikan bahwa pengemudi ambulans
dan semua penumpang menggunakan sabuk pengaman saat ambulans
sedang berjalan.

E. Pengiriman Ambulans Lebih Dari Satu atau dengan Kendaraan


Pengiring
Ketika polisi mengiringi ambulans mengantar ke lokasi kejadian, mungkin
akan timbul beberapa bahaya tambahan. Seringkali terjadi, pengemudi
ambulans yang tidak berpengalaman mengikuti mobil pengiring terlalu dekat
dan tidak bisa menghentikan ambulans saat kendaraan di depannya berhenti
mendadak. Pengemudi ambulans yang tidak berpengalaman bisa saja memiliki
anggapan yang keliru bahwa pengemudi kendaraan lain mengetahui bahwa
ambulans yang dikendarainya tengah mengikuti mobil pengiring. Pada
kenyataannya, pengemudi lain akan berhenti tepat di depan ambulans sesaat
setelah kendaraan pengiring melintas. Pada pengiriman ambulans lebih dari
satu, bahaya yang timbul dapat serupa seperti yang ditimbulkan kendaraan

PANDUAN AMBULANS DI RSUP H. ADAM MALIK Page 6


pengiring, terutama ketika iringan kendaraan melaju pada satu arah yang
sama, dengan jarak yang terlalu berdekatan. Bahaya besar juga terjadi ketika
dua ambulans melintasi persimpangan jalan pada saat yang sama. Tidak hanya
mereka akan kesulitan untuk saling menghindar, tetapi pengemudi kendaraan
lain mungkin akan dapat menghindar mobil pertama tapi tidak mobil kedua.
Pada intinya, pengemudi ambulans harus memberikan perhatian lebih saat
melintasi persimpangan untuk pengiriman ambulans lebih dari satu.
F. Mencari Jalur alternatif
Jikadiperkirakan ambulans akan terlambat mencapai lokasi pasien, maka supir
ambulans dapat memikirkan alternatif jalur lain atau meminta dikirimkan
ambulans.
Beberapa tip untuk antisipasi adanya kemacetan:
1. Perkirakan waktu-waktu di mana perubahan keadaan dapat mempengaruhi
kecepatan pengiriman.
2. Dapatkan peta detail wilayah pelayanan Anda. Kemudian tandai titik-titik
pada peta yang biasa timbul masalah lalu lintas seperti area sekolah,
jembatan, terowongan, persimpangan rel kereta api, dan area-area padat.
3. Tandai juga keadaan-keadaan lain yang bisa timbul sewaktu-waktu seperti
lokasi pembangunan dan perbaikan jalan ataupun adanya jalan memutar
yang panjang maupun pendek.
4. Gunakan warna yang berbeda, tandai jalur alternatif, jalur salju, dan lain
sebagainya.
5. Gantung sebuah peta di pangkalan dan letakkan sebuah peta lain di dalam
ambulans. Sehingga jika Anda kelak menghadapi wilayah yang
bermasalah, Anda akan dapat memilih jalur alternatif yang mampu
mengantarkan Anda ke tujuan dengan lebih cepat dan lebih aman.

G. Menempatkan Ambulans di Lokasi Kejadian Kecelakaan/Tabrakan


Ketika mengirimkan ambulans ke lokasi kejadian kecelakaan/tabrakan
kendaraan, pastikan untuk mengambil segala tindakan guna melokalisir tempat
kejadian.
1. Lakukan penilaian keamanan lokasi dan tentukan area-area berbahaya di
sekitar lokasi kejadian.

PANDUAN AMBULANS DI RSUP H. ADAM MALIK Page 7


2. Parkirlah ambulans sekurang-kurangnya 100 kaki dari rongsokan
kendaraan, jika terlihat ada nyala api, atau kebocoran cairan dan asap yang
berbahaya. Jika tidak tampak nyala api atau kebocoran cairan dan asap,
parkir sekurang-kurangnya 50 kaki dari rongsokan. set rem parkirnya dan
letakkan baji pengganjal roda di bawah ban sedemikian rupa sehingga
pergerakan maju akan tertahan bila ambulans terdorng.
3. Parkirlah ambulans Anda di belakang rongsokan kendaraan (dari arah
keadatangan Anda) jika Anda adalah kendaraan emergensi pertama yang
ada di lokasi kejadian sehingga lampu peringatan anda dapat
memperingatkan kendaraan bermotor lain yang mendekat sebelum nyala
api atau tanda lain diletakkan.
4. Jika lokasi kejadian telah diamankan oleh polisi atau pihak lain parkirlah
di depan rongsokan kendaraan untuk mencegah ambulans Anda tertabrak
arus lalu lintas yang datang dari belakang.
5. Minta seseorang berada di belakang ambulans untuk bertindak sebagai
pengarah dan pemandu Anda ketika memundurkan ambulans untuk
mengambil pasien, anda memiliki keterbatasan pandangan jika sekedar
mengandalkan spion dan kemungkinan resiko menabrak pejalan kaki,
benda, atau kendaran lain.
H. Ketentuan Dasar Pemakaian
1. Mobil Ambulans dapat digunakan apabila mobil siap pakai di dalam garasi
(tidak sedang digunakan untuk kepentingan yang sama oleh pengguna lain
atau rusak).
2. Mobil Ambulans dapat digunakan seluruh masyarakat yang membutuhkan
tanpa membedakan golongan, suku, ras dan agama.
3. Penggunaan mobil Ambulans untuk keadaan darurat bagi orang sakit dan
pelayanan angkutan mengantar jenazah.
4. Pengendara mobil Ambulans hanya dapat dilakukan oleh pengemudi yang
ditugaskan, terkecuali karena satu dan lain hal yang mengharuskan diganti
oleh pengemudi lain.
5. Permohonan penggunaan mobil Ambulans harus mengisi form atau
blangko peminjaman. Bila keadaan memaksa pengisian form atau blangko

PANDUAN AMBULANS DI RSUP H. ADAM MALIK Page 8


meminjam setelah evakuasi pasien/ jenazah dilaksanakan agar tertib
administrasi dalam pengelolan mobil Ambulance.
6. Masyarakat harap maklum apabila tidak dapat menggunakan mobil
Ambulans apabila mobil sedang digunakan untuk kepentingan yang sama
atau dalam keadaan rusak .
7. Segala sesuatu perbedaan pendapat yang menyangkut banyak orang dapat
dibicarakan dengan pengelola dan elemen yang ada semata mata demi
kebaikan bersama .
I. Syarat Penggunaan
1. Penggunaan mobil Ambulans digunakan pada saat dibutuhkan atau dengan
kata lain tidak dapat dipesan untuk kebutuhan beberapa hari kedepan.
2. Penggunaan mobil Ambulans hanya digunakan untuk evakuasi orang sakit
atau mengantar jenazah dan dilarang diperggunakan diluar dari ketentuan
tersebut kecuali mendapat persetujuan dari pengurus Ambulans
3. Pengguna memiliki identitas yang jelas.
4. Memberikan kontribusi biaya untuk perawatan kendaraan.
5. Membayar biaya bahan bakar sesuai yang dibutuhkan dalam jarak tertentu
dan membayar jasa sopir/kru demi kelancaraan kegiatan .
6. Apabila pengguna dipandang tidak mampu maka pengelola akan
membebaskan seluruh biaya tanggungan atas penggunaan mobil Ambulans
dan dilengkapi surat keterangan dari RT dan RW untuk kepentingan
administrasi pengelola.
7. Dalam penggunaan mobil Ambulans dalam kota dibebankan biaya sesuai
tabel untuk kepentingan bahan bakar dan sopir, sedangkan untuk keperluan
luar kota sesuai dengan table harga yang telah ditentukan oleh rumah sakit
8. Untuk menghindari adanya komplain dan fitnah maka masyarakat
dimohon mengikuti ketentuan dan syarat yang ada.
9. Dengan alasan apapun pihak yang akan menggunakan tidak diperkenankan
komplain apabila mobil memang sedang dipakai untuk kepentingan yang
sama
J. TATA TERTIB PENGELOLAAN
1. Yang dimaksud biaya operasional meliputi :
a. Jasa sopir yang sudah ditetapkan oleh pihak rumah sakit
b. Bahan bakar, oli, dan cuci mobil.
c. Uang makan sopir (dalam hal ini disesuaikan jaraknya)

PANDUAN AMBULANS DI RSUP H. ADAM MALIK Page 9


d. Insiden tak terduga seperti terkena tilang atau kecelakaan kecil.

2. Yang dimaksud dengan biaya pemeliharaan meliputi :


a. penggantian onderdil atau suku cadang kendaraan
b. perpanjang STNK
c. Service
3. Kewajiban sopir :
a. Berpengalaman
b. Mempunyai SIM A.
c. Selalu siap bersedia saat dibutuhkan dalam waktu mendadak.
d. Selalu siap sendiri atau berpasangan dengan orang yang ditunjuk untuk
jarak jauh/ keluar kota.
e. Bersedia mengikuti rotasi penugasan.
f. Mengerti teknis operasional jenis kendaraan yang dibawanya .
g. Siap bertanggung jawab terhadap resiko yang di sebabkan kelalaiannya
dalam bertugas, seperti terkena tilang atau kecelakaan kecil .
h. Membawa surat jalan dari rumah sakit untuk keluar kota/jarak jauh
dari Unit Kemotoran/ dari Unit yang memerlukan( Unit Transfusi
Darah).
i. Pengemudi harus meyetor pendapatan ambulan sesuai dengan
perjalanan yang dilakukan kepada kasir dengan system SIRS

4. Hak sopir :
a. Tarif pelayanan ambulan sebesar Rp 6500/km
b. Tarif pelayanan ambulan dalam kota Rp. 200.000
c. Jasa pelayanan 40% dari total biaya ambulance baik didalam kota
maupun luar kota

5. Larangan bagi pengemudi :


a. Mengutip uang tambahan dari tarif yang telah disepakati antara
pengguna dengan pengurus Ambulans
b. Dilarang membawa barang titipan termasuk hewan.
c. Membawa mobil keluar tanpa adanya surat tugas, menandatangani
surat jalan minimal pemberitahuan kepada urusan kemotoran.

6. Sanksi bagi pengemudi tanpa kecuali manakala melanggar :


a. Teguran secara lisan dari atasan

PANDUAN AMBULANS DI RSUP H. ADAM MALIK Page 10


b. Teguran tertulis yang berisi kesediaan bagi si pelanggar untuk
memperbaiki kesalahannya dan bersedia mengundurkan diri atau
dikeluarkan tanpa dari tim sopir manakala mengulang kembali .

PANDUAN AMBULANS DI RSUP H. ADAM MALIK Page 11


BAB IV
DOKUMENTASI

Kepala Unit Kemotoran mendokumentasikan daftar jaga Pengemudi Ambulans,


monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan ambulans, serta melaporkannya
setiap bulan kepada Direktur Umum dan Operasional melalui Kepala Sub.Bagian
Rumah Tangga dan Perlengkapan.

Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan, dengan ketentuan bilamana dikemudian


hari terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Direktur Utama

Dr.dr. Yusirwan, SpB, SpBA(K), MARS


NIP. 19621122 198903 1001

PANDUAN AMBULANS DI RSUP H. ADAM MALIK Page 12