Anda di halaman 1dari 30

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Negeri 1 Rujukan Indralaya Utara


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XII / 1 (Gazal)
Materi Pokok : Sifat Koligatif Larutan
Alokasi waktu : 2 Jp x 4 Pertemuan ( 8 Jp)

A. Kompetensi Inti
KI 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya (Spiritual)
KI 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia. (Sosial)
KI 3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah (Pengetahuan)
KI 4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta
bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan. (Keterampilan).

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
3.1 Menganalisis fenomena sifat 3.1.1 Menentukan konsentrasi larutan.
koligatif larutan (penurunan 3.1.2 Menghitung penurunan tekanan uap
tekanan uap jenuh, kenaikan titik 3.1.3 Menghitung tekanan osmosis
didih, penurunan titik beku, dan 3.1.4 Menghitung kenaikan titik didih
tekanan osmosis). 3.1.5 Menghitung penurunan titik beku
4.1 Menyajikan hasil penelusuran 4.1.1 Merancang kenaikan titik didih
informasi tentang kegunaan prinsip 4.1.2 Melakukan rancangan percobaan kenaikan titik didih
sifat koligatif larutan dalam 4.1.3 Menyusun hasil data percobaan kenaikan titik didih
kehidupan sehari-hari. yang dilakukan.
4.1.4 Merancang penurunan titik beku.
4.1.5 Melakukan rancangan percobaan penurunan titik
beku.
4.1.6 Menyusun hasil data percobaan penurunan titik beku
yang dilakukan.

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui Model Discovery Learning Peserta Didik dapat menganalisis fenomena sifat
koligatif larutan (penurunan tekanan uap jenuh, kenaikan titik didih, penurunan titik beku,
dan tekanan osmosis) dan menyajikan hasil penelusuran informasi tentang kegunaan prinsip
sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari serta mengembangkan nilai karakter
religius, berpikir kritis , kreatif (kemandirian), kerjasama (gotong royong) dan kejujuran.

D. Materi Pembelajaran
1. Macam-macam Konsentrasi :
a. Konsentrasi Molar
b. Konsentrasi Molal
c. Fraksi Mol
2. Sifat Koligatif larutan :
a. Penurunan tekanan uap
b. Tekanan osmosis
c. Kenaikan titik didih
d. Penurunan titik beku

E. Metode Pembelajaran
 Model Pembelajaran : Discovery Learning
 Metode Pembelajaran : Tanya Jawab interaktif, Diskusi Informasi, Literasi
 Strategi Pembelajaran : Saintific (5m)

F. Media/Alat dan Bahan Pembelajaran


 Alat dan Bahan Pembelajaran : Papan Tulis, Spidol, Infokus, Laptop
Pertemuan Ke- 3 :
 Praktikum Kenaikan Titik Didih
a. Termometer e. Gelas Kimia
b. Bunsen f. Urea
c. Kaki tiga g. Aquades
d. Kawat Kasa h. Korek
Pertemuan Ke- 4 :
 Praktikum Penurunan Titik Beku
a. Termometer e. Gelas Kimia
b. Baskom f. Urea
c. Garam g. Es Batu

G. Sumber Belajar
Watoni, A. H., Dini K., Meta J. 2016. Kimia untuk Siswa SMA /MA Kela s XII Kelompok
Peminatan Matematika dan Ilmu-ilmu Alam. Bandung : Yrama Widya.
H. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Ke – 1
Indikator Pencapain Kompetensi :
3.1.1. Menentukan konsentrasi larutan.
Langkah Deskripsi Kegiatan pembelajaran **) Penanaman Alokasi Rujukan
Pembelajaran Penilaian Waktu
Karakter
(PPK)
Pendahuluan 1. Mengucap Salam Religius 10 Religiusitas
2. Meminta Berdo’a menit
3. Melihat lingkungan kelas dan
meminta Peserta didik memungut
sampah
4. Melakukan Pre-test sembari Mandiri Kemandirian
mengecek Kehadiran Kelas
5. Memberi motivasi
6. Melakukan Apersepsi
7. Tujuan Pembelajaran dan Indikator
Pencapaian Kompetensi

Stimulus 65
Kegiatan Inti 8. Guru membimbing Peserta Didik menit
dalam pembentukan kelompok. Disiplin Kedisiplinan
9. Peserta Didik memperhatikan dan
mengamati gambar teh dengan warna
coklat pekat dan kuning.

Identifikasi masalah
10. Guru memberikan kesempatan
peserta didik untuk menanyakan Kreatif Kreativitas
tentang gambar yang ditayangkan

Mengumpulkan informasi
11. Guru membagikan LKPD
12. Peserta Didik berdiskusi dalam
Mandiri Kemandirian
kelompok, masing-masing peserta
didik mencari informasi melalui
Buku Paket, Internet, untuk dapat
mengisi LKPD yang diberikan oleh
guru
13. Guru memantau jalannya diskusi
kelompok Peserta Didik dalam
pengerjaan LKPD

Mengolah informasi
14. Peserta didik mengisi LKPD yang Gotong Gotong
telah diberikan Royong Royong

Verifikasi hasil
15. Salah satu kelompok menuliskan
hasil diskusi kelompok yang telah
dituliskan dalam LKPD dipapan
tulis.
16. Guru mengevaluasi hasil kerja
peserta didik bersama peserta didik.
Generalisasi
17. Guru bersama peserta didik menarik
Kesimpulan mengenai LKPD yang
telah diisi
18. Guru memberikan penguatan dengan
memberikan penjelasan pada materi
yang dipelajari

Penutup 19. Guru memberikan Evalusi Capaian Mandiri 15 Kemandirian


KD melalui Post Test menit
20. Memberikan penugasan di luar Tanggung Bertanggung
Jawab jawab
sekolah
21. Menginformasikan materi
selanjutnya untuk di literasi

Pertemuan Ke – 2
Indikator Pencapain Kompetensi :
3.1.2 Menghitung penurunan tekanan uap
3.1.3 Menghitung tekanan osmosis
Langkah Deskripsi Kegiatan pembelajaran **) Penanaman Alokasi Rujukan
Pembelajaran Penilaian Waktu
Karakter
(PPK)
Pendahuluan 1. Mengucap Salam Religius 10 Religiusitas
2. Meminta Berdo’a menit
3. Melihat lingkungan kelas dan
meminta Peserta didik memungut
sampah
4. Melakukan Pre-test sembari Mandiri Kemandirian
mengecek Kehadiran Kelas
5. Memberi motivasi
6. Melakukan Apersepsi
7. Tujuan Pembelajaran dan Indikator
Pencapaian Kompetensi

Stimulus 65
Kegiatan Inti 8. Guru membimbing Peserta Didik menit
dalam pembentukan kelompok. Disiplin Kedisiplinan
9. Peserta Didik memperhatikan dan
mengamati video penyebaran tinta di
dalam air yang akan mengubah
warna air.

Identifikasi masalah
10. Guru memberikan kesempatan Kreatif Kreativitas
peserta didik untuk menanyakan
tentang video yang ditayangkan

Mengumpulkan informasi
11. Guru membagikan LKPD
12. Peserta Didik berdiskusi dalam
Mandiri Kemandirian
kelompok, masing-masing peserta
didik mencari informasi melalui
Buku Paket, Internet, untuk dapat
mengisi LKPD yang diberikan oleh
guru
13. Guru memantau jalannya diskusi
kelompok Peserta Didik dalam
pengerjaan LKPD

Mengolah informasi Gotong Gotong


14. Peserta didik mengisi LKPD yang Royong Royong
telah diberikan

Verifikasi hasil
15. Salah satu kelompok menuliskan
hasil diskusi kelompok yang telah
dituliskan dalam LKPD dipapan
tulis.
16. Guru mengevaluasi hasil kerja
peserta didik bersama peserta didik.

Generalisasi
17. Guru bersama peserta didik menarik
Kesimpulan mengenai LKPD yang
telah diisi
18. Guru memberikan penguatan dengan
memberikan penjelasan pada materi
yang dipelajari
Penutup 19. Guru memberikan Evalusi Capaian Mandiri 15 Kemandirian
KD melalui Post Test menit
20. Memberikan penugasan di luar Tanggung Bertanggung
Jawab jawab
sekolah
21. Menginformasikan materi
selanjutnya untuk di literasi

Pertemuan Ke – 3
Indikator Pencapain Kompetensi :
3.1.4 Menghitung kenaikan titik didih
4.1.1 Merancang kenaikan titik didih
4.1.2 Melakukan rancangan percobaan kenaikan titik didih
4.1.3 Menyusun hasil data percobaan kenaikan titik didih yang dilakukan.
Langkah Deskripsi Kegiatan pembelajaran **) Penanaman Alokasi Rujukan
Pembelajaran Penilaian Waktu
Karakter
(PPK)
Pendahuluan 1. Mengucap Salam Religius 10 menit Religiusitas
2. Meminta Berdo’a
3. Melihat lingkungan kelas dan
meminta Peserta didik memungut
sampah
4. Melakukan Pre-test sembari
mengecek Kehadiran Kelas
5. Memberi motivasi
Mandiri Kemandirian
6. Melakukan Apersepsi
7. Tujuan Pembelajaran dan Indikator
Pencapaian Kompetensi

Kegiatan Inti Stimulus 65


8. Guru membimbing Peserta Didik menit
dalam pembentukan kelompok. Disiplin Kedisiplinan
9. Peserta Didik memperhatikan dan
mengamati video air yang mendidih
dan bertanya berapa suhu air yang
mendidih? Samakah dengan suhu air
gula yang mendidih?

Identifikasi masalah
10. Guru memberikan kesempatan
peserta didik untuk menanyakan
mengapa suhu zat yang mendidih Kreatif Kreativitas
berbeda-beda?

Mengumpulkan informasi
11. Guru membagikan LKPD
12. Peserta Didik melakukan praktikum
sesuai dengan petunjuk praktikum Mandiri Kemandirian
dalam LKPD untuk dapat menjawab
pertanyaan LKPD yang diberikan
oleh guru
13. Guru memantau jalannya praktikum

Mengolah informasi
14. Peserta didik melakukan praktikum
dan mulai menjawab pertanyaan
dalam LKPD yang telah diberikan
Gotong Gotong
Royong Royong
Verifikasi hasil
15. Salah satu kelompok menuliskan
hasil praktikum yang telah dituliskan
dalam LKPD dipapan tulis.
16. Guru mengevaluasi hasil kerja peserta
didik bersama peserta didik.

Generalisasi
17. Guru bersama peserta didik menarik
Kesimpulan mengenai LKPD yang
telah diisi
18. Guru memberikan penguatan dengan
memberikan penjelasan pada materi
yang dipelajari

Penutup 19. Guru memberikan Evalusi Capaian Mandiri 15 menit Kemandirian


KD melalui Post Test
20. Memberikan penugasan di luar Tanggung Bertanggung
Jawab jawab
sekolah
21. Menginformasikan materi
selanjutnya untuk di literasi

Pertemuan Ke – 4
Indikator Pencapain Kompetensi :
3.1.5 Menghitung penurunan titik beku
4.1.4 Merancang penurunan titik beku
4.1.5 Melakukan rancangan percobaan penurunan titik beku
4.1.6 Menyusun hasil data percobaan penurunan titik beku yang dilakukan.
Langkah Deskripsi Kegiatan pembelajaran **) Penanaman Alokasi Rujukan
Pembelajaran Penilaian Waktu
Karakter
(PPK)
Pendahuluan 1. Mengucap Salam Religius 10 menit Religiusitas
2. Meminta Berdo’a
3. Melihat lingkungan kelas dan meminta
Peserta didik memungut sampah
4. Melakukan Pre-test sembari mengecek
Kehadiran Kelas
5. Memberi motivasi
6. Melakukan Apersepsi
7. Tujuan Pembelajaran dan Indikator Mandiri Kemandirian
Pencapaian Kompetensi

Stimulus 65
Kegiatan Inti 8. Guru membimbing Peserta Didik menit
dalam pembentukan kelompok. Disiplin Kedisiplinan
9. Peserta Didik memperhatikan dan
mengamati video air yang mendidih
dan bertanya berapa suhu air mineral
yang membeku? Samakah dengan air
susu yang membeku?

Identifikasi masalah
10. Guru memberikan kesempatan
peserta didik untuk menanyakan
mengapa suhu zat yang membeku Kreatif Kreativitas
berbeda-beda?

Mengumpulkan informasi
11. Guru membagikan LKPD
12. Peserta Didik melakukan praktikum
sesuai dengan petunjuk praktikum Mandiri Kemandirian
dalam LKPD untuk dapat menjawab
pertanyaan LKPD yang diberikan
oleh guru
13. Guru memantau jalannya praktikum

Mengolah informasi
14. Peserta didik melakukan praktikum
dan mulai menjawab pertanyaan
dalam LKPD yang telah diberikan Gotong Gotong
Royong Royong
Verifikasi hasil
15. Salah satu kelompok menuliskan
hasil praktikum yang telah dituliskan
dalam LKPD dipapan tulis.
16. Guru mengevaluasi hasil kerja peserta
didik bersama peserta didik.

Generalisasi
17. Guru bersama peserta didik menarik
Kesimpulan mengenai LKPD yang
telah diisi
18. Guru memberikan penguatan dengan
memberikan penjelasan pada materi
yang dipelajari

Penutup 19. Guru memberikan Evalusi Capaian Mandiri 15 menit Kemandirian


KD melalui Post Test
20. Memberikan penugasan di luar Tanggung Bertanggung
Jawab jawab
sekolah
21. Menginformasikan materi
selanjutnya untuk di literasi

I. PENILAIAN
1. Teknik Penilaian:
a. Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan/Jurnal
b. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis/Lisan/Penugasan
c. Penilaian Keterampilan : Observasi
2. Bentuk Penilaian:
a. Observasi : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik
b. Tes tertulis : Lembar kerja
3. Penilaian (terlampir)
4. Remedial
a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang capaian KD nya belum
tuntas
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial teaching (klasikal),
atau tutor sebaya, atau tugas dan diakhiri dengan tes.
c. Tes remedial, dilakukan sebanyak 2 kali (sesuai peraturan akademik sekolah) dan
apabila setelah 2 kali tes remedial belum mencapai ketuntasan, maka remedial
dilakukan dalam bentuk tugas tanpa tes tertulis kembali.

5. Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran
pengayaan sebagai berikut:
 Siwa yang mencapai nilai n(ketuntasan)  n  n(maksimum) diberikan materi
masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
 Siwa yang mencapai nilai n  n(maksimum) diberiksan materi melebihi
cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.
Indralaya, November 2018
Guru Pamong Mahasiswa P4

F. Eka Safitri, S.Pd., M.Pd Puspa Ayu Wardani


NIP 198805202011012006 NIM 06101181520074

Mengetahui,
Kepala SMAN Indralaya Utara

Dra. Hj. Darmawati, M.M


NIP 196406101990022001
Lampiran-Lampiran

Lampiran 1 Materi Bahan Ajar


A. KONSENTRASI LARUTAN
1. Kemolaran (M)
Kemolaran atau molaritas menyatakan jumlah mol zat terlarut yang terdapat dalam satu liter
larutan, dirumuskan :
gram 1000
M  x
n atau Mm vol
M
v
dengan : M = molaritas larutan (mol/lt),
n = mol terlarut
v = volume larutan (liter)
gram = masa terlarut (gram)
Mm = masa molar terlarut(gram/mol),
vol = volume larutan (mL)

2. Kemolalan (m)
Kemolalan atau molalitas menyatakan jumlah mol (n) zat terlarut dalam 1 kg (=1.000 g)
pelarut. Oleh karena itu, satuan kemolalan adalah mol kgֿ¹.

masa 1000
m x
Mm P

dengan, m = kemolalan larutan (molal)


masa = jmasa terlarut (gram)
P = massa pelarut (gram)

3. Fraksi Mol (X)


Fraksi mol (X) menyatakan perbandingan mol zat terlarut atau pelarut terhadap
jumlah mol larutan. Jika jumlah mol zat pelarut adalah nA, dan jumlah mol zat terlarut = nB ,
maka fraksi mol pelarut dan zat terlarut adalah :
nA nB
XA  XB 
nA  nB nA  nB
XA = fraksi mol pelarut
XB = fraksi mol terlarut
Jumlah fraksi mol pelarut dengan zat terlarut adalah 1.
X A  XB 1

B. SIFAT KOLIGATIF LARUTAN NON ELEKTROLIT


Larutan non elektrolit tidak mengalami penguraian, maka jumlah partikel yang ada dalam
larutannya sama dengan konsentrasi larutan tersebut. Beberapa contoh larutan non elektrolit
adalah : urea, glukosa, sukrosa, metanol, dan senyawa organik lainnya.
1. Penurunan Tekanan Uap (ΔP)
Bila zat cair murni dipanaskan, pada suhu tertentu sebagian zat cair tersebut akan
menguap dan menimbulkan tekanan yang disebut tekanan uap jenuh pelarut murni. Tekanan
uap adalah ukuran kecenderungan molekul-molekul suatu cairan untuklolos menguap. Bila
ke dalam pelarut murni dilarutkan zat terlarut yang bersifat non volatil (tidak mudah
menguap) lalu dipanaskan juga menguap dan menimbulkan tekanan uap jenuh larutan.
Adanya zat terlarut menyebabkan jumlah uap yang dihasilkan menjadi berkurang hal ini
dikarenakan molekul-molekul terlarut menghalangi molekul- molekul pelarut untuk berubah
menjadi uap, disamping itu adanya gaya adesi antara molekul terlarut dan pelarut juga
menyebabkan menurunnya jumlah molekul pelarut yang berubah menjadi uap. Sehingga
tekanan uap larutan selalu lebih kecil dari tekanan uap pelarutnya. Makin banyak zat terlarut,
makin besar penurunan tekanan uap larutan.

Gambar 1.1 Tekanan uap larutan < tekanan uap pelarut murni

Menurut Raoult, tekanan uap jenuh larutan sama dengan hasil kali tekanan uap jenuh
pelarut murni (Po) dengan fraksi mol zat pelarut (XA), yang dirumuskan :
P  P o . X A (1)
Besarnya penurunan tekanan uap larutan merupakan selisih antara tekanan uap jenuh pelarut
murni dengan tekanan uap jenuh larutan, yang dirumuskan :
Δ P  P o  P (2)
Bila persamaan (1) disubstitusikan ke dalam persamaan (2) akan didapatkan :
Δ P  Po  Po X A

Δ P  Po (1  X A )

Δ Δ P  P .X B
o
(3)
nA
Ket : XA = fraksi mol zat pelarut =
nA  nB
nB
XB = fraksi mol zat terlarut =
nA  nB
ΔP = penurunan tekanan uap
P˚ = tekanan uap jebuh pelarut murni
P = tekanan uap jenuh larutan

2. Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku


a. Diagram P-T air

∆Tf ∆Tb

Gambar 1.2 Diagram P-T air

Hubungan antara tekanan uap jenuh dengan suhu air dan larutan berair diberikan pada
gambar di atas. Garis C-D disebut garis didih air. Setiap titik pada garis itu menyatakan suhu
dan tekanan air mendidih. Titik D menyatakan titik didih normal air. Oleh karena tekanan uap
jenuh larutan lebih rendah dari tekanan uap pelarut, maka garis didih larutan (garis BE)
berada paralel di bawah garis didih air. Pada suhu 100oC, tekanan uap larutan masih berada di
bawah 760 mmHg. Oleh karena itu, larutan belum mendidih pada 100oC. Larutan harus
dipanaskan lebih tinggi lagi hingga tekanan uapnya mencapai 760mmHg. Jadi, titik didih
larutan lebih tinggi daripada titik didih pelarutnya. Selisih antara titik didih larutan dengan
titik didih pelarut itu disebut kenaikan titik didih larutan (∆Tb=boiling point elevation).
∆Tb= Tb larutan – Tb pelarut

Adapun titik beku atau suatu larutan adalah suhu pada saat tekanan uap cairan sama
dengan tekanan uap pelarut padat murni. Garis CF disebut garis beku air. Titik C yaitu
perpotongan garis didih dan garis beku disebut titik triple. Titik triple air adalah 0,0099oC dan
tekanan 0,0060 atm. Jadi, pada tekanan 0,0060 atm air membeku dan pada suhu 0,0099oC air
mendidih. Ternyata tekanan luar tidak mempengaruhi titik beku.
Oleh karena tekanan uap larutan lebih rendah daripada tekanan uap pelarut, maka larutan
belum membeku pada 0oC. Jika terus diturunkan ternyata pelarut padat mengalami penurunan
tekanan uap yang lebih cepat dari larutan, sehingga pada suhu di bawah titik beku pelarut,
tekanan uap larutan sama dengan tekanan uap pelarut padat. Larutan makin pekat dan titik
bekunya juga makin rendah. Larutan tidak membeku pada suhu yang tetap. Titik beku larutan
ialah suhu pada saat larutan mulai membeku.

∆Tf = Tf pelarut – Tf larutan

b. Kenaikan Titik Didih (∆Tb)


Suatu zat cair akan mendidih jika tekanan uap jenuh zat cair itu sama dengan tekanan udara
di sekitarnya. Apabila air murni dipanaskan pada tekanan 1 atm, maka air akan mendidih
pada suhu 100oC, karena pada suhu itu tekanan uap air sama dengan tekanan udara di
sekitarnya.
Apabila pada temperatur itu dilarutkan gula maka tekanan uap air akan turun.
Semakin banyak gula yang dilarutkan, semakin besar penurunan tekanan uapnya, sehingga
pada suhu 100 oC larutan gula belum mendidih sebab tekanannya kurang dari 1 atm. Larutan
tersebut memerlukan temperatur yang lebih tinggi lagi agar tekanan uap jenuhnya sama
dengan tekanan udara disekitarnya. Dapat dinyatakan adanya zat terlarut dalam suatu larutan
menyebabkan kenaikan titik didih larutan. Besarnya kenaikan titik didih larutan dirumuskan :
∆Tb = m . Kb, atau
gram 1000
∆ Tb  x xKb
Mm P
Keterangan :
∆Tb = kenaikan titik didih larutan
= Tb larutan – Tb pelarut
m = molalitas larutan
P = masa pelarut (g)
Kb = tetapan kenaikan titik didih molal

c. Penurunan Titik Beku (∆Tf)


Air murni membeku pada temperatur 0 oC dan tekanan 1 atm. Temperatur itu dinamakan titik
beku normal air.
Dengan adanya zat terlarut ternyata pada tempertur 0 oC air belum membeku. Pada
temperatur tersebut tekanan uap jenuh larutan lebih kecil dari 1 atm. Agar larutan membeku,
temperatur larutan harus diturunkan sampai tekanan uap jenuh larutan mencapai 1 atm. Dapat
dinyatakan adanya zat terlarut dalam suatu larutan menyebabkan terjadinya penurunan titik
beku larutan. Besarnya penurunan titik beku larutan tergantung dari molalitas larutan yang
dirumuskan :
∆Tf = m . Kf, atau
gram 1000
∆ Tf  x xKf
Mm P
Keterangan :
∆Tf = penurunan titik beku larutan
= Tf pelarut – Tf larutan
m = molalitas larutan
P = masa pelarut (g)
Kf = tetapan penurunan titik beku molal

3. Tekanan Osmosis (л)


Apabila dua jenis larutan yang konsenttrasinya berbeda dimasukkan ke dalam wadah yang
dipisahkan oleh selaput semipermiabel (membran tipis yang hanya dapat dilewati oleh
molekul-molekul pelarut sedangkan molekul-molekul terlarut tidak dapat melewatinya) maka
molekul-molekul pelarut akan merembes dari larutan yang lebih encer menuju larutan yang
lebih pekat.Akibatnya volume larutan yang lebih pekat menjadi bertambah, sedangkan
volume larutan yang lebih encer berkurang. Peristiwa perpindahan molekul-molekul-molekul
pelarut dari larutan encer menuju larutan yang lebih pekat melalui selaput semipermiabel
disebut osmosis.
Gambar 1.3 Selaput semipermiabel hanya dilewati oleh molekul pelarut
Besarnya tekanan osmosis suatu larutan dapat dihitung dengan rumus yang serupa
dengan persamaan gas ideal, yaitu :
Л = M.R.T
gram 1000
= x xRxT
Mr vol
Keterangan :
gram = massa zat terlarut (gram)
vol = volume larutan (mL)
R = tetapan gas = 0,082 liter.atm. mol-1 . K-1
T = suhu mutlak (˚C + 273) K
M = molaritas larutan
Larutan–larutan yang mempunyai tekanan osmotik yang sama disebut isotonik.
Larutan-larutan yang mempunyai tekanan osmotik lebih rendah daripada larutan lain disebut
hipotonik. Sedangkan larutan-larutan yang mempunyai tekanan osmotik lebih tinggi daripada
larutan yang lain disebut hipertonik.
Lampiran 2
Kisi kisi soal penilaian hasil belajar

Kelas/ Indikator Butir Soal Level Bentuk Nomor


KD/IPK Materi
Semester Kognitif Soal Soal
3.1.1 Menentu Macam- XII/ 1 Peserta didik dapat C3 Lisan -
kan konsentrasi macam membedakan
larutan. konsentrasi kemolaran, kemolalan,
larutan dam fraksi mol

Peserta didik dapat


menghitung C3 Tertulis 1,2,3
kemolaran, kemolalan,
dan fraksi mol suatu
larutan

Peserta didik dapat


3.1.2 Menghit Penurunan XII/ 1 menghitung tekanan C3 Tertulis 1
ung penurunan tekanan uap uap larutan
tekanan uap
Peserta didik dapat
menghitung massa C3 Tertulis 2
molekul relative
berdasarkan tekanan
uap pada data yang
tersedia

Peserta didik dapat


3.1.3 Menghit
Tekanan XII/ 1 menghitung tekanan C3 Tertulis 3
ung tekanan
osmosis osmosis larutan
osmosis

Peserta didik dapat


menghitung massa C3 Tertulis 4
molekul relative
berdasarkan tekanan
osmosis pada data
yang tersedia
Lampiran 3
Kartu Soal Pertemuan 1
Kartu Soal1
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XII/ 1
Kompetensi Dasar : 3.1. Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan (penurunan tekanan uap jenuh,
kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis).
IPK : Menentukan konsentrasi larutan.
Materi : Macam-macam konsentrasi laruran
Level Kognitif : C3

Soal
Suatu larutan 40% massa NaNO3 mempunyai kerapatan 1,368gram/mL.
Tentukan : a Fraksi mol NaNO3
b. Kemolalan NaNO3
c. Molaritas NaNO3

Kartu Soal 2
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XII/ 1
Kompetensi Dasar : 3.1. Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan (penurunan tekanan uap jenuh,
kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis).
IPK : Menentukan konsentrasi larutan.
Materi : Macam-macam konsentrasi laruran
Level Kognitif : C3

Soal
Hitung kemolalan suatu asam sulfat dalam air, jika diketahui fraksi mol asam sulfat 0,05!

Kartu Soal 3
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XII/ 1
Kompetensi Dasar : 3.1. Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan (penurunan tekanan uap jenuh,
kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis).
IPK : Menentukan konsentrasi larutan.
Materi : Macam-macam konsentrasi laruran
Level Kognitif : C3

Soal
Ke dalam 500gram air ditambahkan berturut-turut 1,8gram glukosa dan x gram urea. Diperoleh larutan dengan
kemolalan 0,06. Berapa nilai x?

Pedoman penskoran:
No Uraian Jawaban Skor
a. 0,148 20
1 b. 9,63m 20
c. 7,24M 20
2 2,92m 20
3 1,2 gram 20
Total Skor 100
Kartu Soal Pertemuan 2
Kartu Soal1
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XII/ 1
Kompetensi Dasar : 3.1. Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan (penurunan tekanan uap jenuh,
kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis).
IPK : Menghitung penurunan tekanan uap
Materi : Penurunan tekanan uap
Level Kognitif : C3

Soal
Suatu zat non volatile sulfanilamide (C6H8O2N2S)terlarut dalam aseton (C3H6O). Berapa mmHg tekanan uap
larutan yang mengandung 1,00 g sulfanilamide yang terlarut dalam 10,0gram aseton pada 39,5℃ jika tekanan
uap murni aseton pada temperature tersebut 4,00×102 mmHg?

Kartu Soal 2
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XII/ 1
Kompetensi Dasar : 3.1. Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan (penurunan tekanan uap jenuh,
kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis).
IPK : Menghitung penurunan tekanan uap
Materi : Penurunan tekanan uap
Level Kognitif : C3

Soal
Suatu larutan yang dibuat dari 5,00 g formamid ( suatu zat nonvolatile) yang dilarutkan dalam 1,00×102 g air
pada 30℃ menunjukkan tekanan uap larutan 31,20mmHg. Jika tekanan uap air murni pada temperature tersebut
31,82mmHg, berapa massa molekul relative formamid?

Kartu Soal3
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XII/ 1
Kompetensi Dasar : 3.1. Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan (penurunan tekanan uap jenuh,
kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis).
IPK : Menghitung tekanan osmosis
Materi : Penurunan tekanan osmosis
Level Kognitif : C3

Soal
Suatu larutan terbuat dari 0,57g sukrosa (C12H22O11) yang dilarutkan ke dalama air sehingga bervolume 250mL
pada temperature 27℃. Berapa tekanan osmotiknya?
Kartu Soal 4
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XII/ 1
Kompetensi Dasar : 3.1. Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan (penurunan tekanan uap jenuh,
kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis).
IPK : Menghitung penurunan tekanan osmosis
Materi : Penurunan tekanan osmosis
Level Kognitif : C3

Soal
Sebanyak 0,45g suatu senyawa nonelektrolit X dilarutkan kedalam air sehingga bervolume 500mL. tekanan
osmotiknya larutan92,72mmHg pada 25℃. Berapa massa molekul relative X?

Pedoman penskoran:
No Uraian Jawaban Skor
1 3,87×102mmHg 25
2 45,45g/mol 25
3 0,164 atm 25
4 180g/mol 25
Total Skor 100
Lampiran 4
LKPD pertemuan 1
Lembar Kerja Peserta Didik

Kelompok :
Nama Anggota :

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mampu membedakan macam-macam konsentrasi


dan menghitung konsentrasi suatu larutan
Langkah-langkah kegiatan
1. Bentuklah kelompok
2. Isilah LKPD dibawah ini dengan mencari sumber yang relevan.

KONSENTRASI LARUTAN
1. Kemolaran (M)
Kemolaran atau molaritas menyatakan jumlah mol zat terlarut yang terdapat dalam satu liter
larutan, dirumuskan :
gram 1000
M  x
n atau Mm vol
M
v
dengan : M = molaritas larutan (mol/lt),
n = mol terlarut
v = volume larutan (liter)
gram = masa terlarut (gram)
Mm = masa molar terlarut(gram/mol),
vol = volume larutan (mL)

2. Kemolalan (m)
Kemolalan atau molalitas menyatakan jumlah mol (n) zat terlarut dalam 1 kg (=1.000 g)
pelarut. Oleh karena itu, satuan kemolalan adalah mol kgֿ¹.

masa 1000
m x
Mm P
dengan, m = kemolalan larutan (molal)
masa = jmasa terlarut (gram)
P = massa pelarut (gram)
3. Fraksi Mol (X)
Fraksi mol (X) menyatakan perbandingan mol zat terlarut atau pelarut terhadap
jumlah mol larutan. Jika jumlah mol zat pelarut adalah nA, dan jumlah mol zat terlarut = nB ,
maka fraksi mol pelarut dan zat terlarut adalah :
nA nB
XA  XB 
nA  nB nA  nB
XA = fraksi mol pelarut
XB = fraksi mol terlarut
Jumlah fraksi mol pelarut dengan zat terlarut adalah 1.
X A  XB 1

Jawablah pertanyaan dibawah ini :


1. Suatu larutan 40% massa NaNO3 mempunyai kerapatan 1,368gram/mL.
Tentukan : a Fraksi mol NaNO3
b. Kemolalan NaNO3
c. Molaritas NaNO3

2. Hitung kemolalan suatu asam sulfat dalam air, jika diketahui fraksi mol asam sulfat 0,05!

3. Ke dalam 500gram air ditambahkan berturut-turut 1,8gram glukosa dan x gram urea.
Diperoleh larutan dengan kemolalan 0,06. Berapa nilai x?
LKPD pertemuan 2
Lembar Kerja Peserta Didik

Kelompok :
Nama Anggota :

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mampu menghitung penurunan tekanan uap dan
tekanan osmotik
Langkah-langkah kegiatan
1. Bentuklah kelompok
2. Isilah LKPD dibawah ini dengan mencari sumber yang relevan.

1. Penurunan Tekanan Uap (ΔP)


Bila zat cair murni dipanaskan, pada suhu tertentu sebagian zat cair tersebut akan
menguap dan menimbulkan tekanan yang disebut tekanan uap jenuh pelarut murni. Tekanan
uap adalah ukuran kecenderungan molekul-molekul suatu cairan untuklolos menguap. Bila
ke dalam pelarut murni dilarutkan zat terlarut yang bersifat non volatil (tidak mudah
menguap) lalu dipanaskan juga menguap dan menimbulkan tekanan uap jenuh larutan.
Adanya zat terlarut menyebabkan jumlah uap yang dihasilkan menjadi berkurang hal ini
dikarenakan molekul-molekul terlarut menghalangi molekul- molekul pelarut untuk berubah
menjadi uap, disamping itu adanya gaya adesi antara molekul terlarut dan pelarut juga
menyebabkan menurunnya jumlah molekul pelarut yang berubah menjadi uap. Sehingga
tekanan uap larutan selalu lebih kecil dari tekanan uap pelarutnya. Makin banyak zat terlarut,
makin besar penurunan tekanan uap larutan.

Gambar 1.1 Tekanan uap larutan < tekanan uap pelarut murni
Menurut Raoult, tekanan uap jenuh larutan sama dengan hasil kali tekanan uap jenuh
pelarut murni (Po) dengan fraksi mol zat pelarut (XA), yang dirumuskan :
P  P o . X A (1)
Besarnya penurunan tekanan uap larutan merupakan selisih antara tekanan uap jenuh pelarut
murni dengan tekanan uap jenuh larutan, yang dirumuskan :
Δ P  P o  P (2)
Bila persamaan (1) disubstitusikan ke dalam persamaan (2) akan didapatkan :
Δ P  Po  Po X A

Δ P  Po (1  X A )

Δ Δ P  P .X B
o
(3)
nA
Ket : XA = fraksi mol zat pelarut =
nA  nB
nB
XB = fraksi mol zat terlarut =
nA  nB
ΔP = penurunan tekanan uap
P˚ = tekanan uap jebuh pelarut murni
P = tekanan uap jenuh larutan

2. Tekanan Osmosis (л)


Apabila dua jenis larutan yang konsenttrasinya berbeda dimasukkan ke dalam wadah
yang dipisahkan oleh selaput semipermiabel (membran tipis yang hanya dapat dilewati oleh
molekul-molekul pelarut sedangkan molekul-molekul terlarut tidak dapat melewatinya) maka
molekul-molekul pelarut akan merembes dari larutan yang lebih encer menuju larutan yang
lebih pekat.Akibatnya volume larutan yang lebih pekat menjadi bertambah, sedangkan
volume larutan yang lebih encer berkurang. Peristiwa perpindahan molekul-molekul-molekul
pelarut dari larutan encer menuju larutan yang lebih pekat melalui selaput semipermiabel
disebut osmosis.

Gambar 1.3 Selaput semipermiabel hanya dilewati oleh molekul pelarut


Besarnya tekanan osmosis suatu larutan dapat dihitung dengan rumus yang serupa
dengan persamaan gas ideal, yaitu :
Л = M.R.T
gram 1000
= x xRxT
Mr vol
Keterangan :
gram = massa zat terlarut (gram)
vol = volume larutan (mL)
R = tetapan gas = 0,082 liter.atm. mol-1 . K-1
T = suhu mutlak (˚C + 273) K
M = molaritas larutan
Larutan–larutan yang mempunyai tekanan osmotik yang sama disebut isotonik.
Larutan-larutan yang mempunyai tekanan osmotik lebih rendah daripada larutan lain disebut
hipotonik. Sedangkan larutan-larutan yang mempunyai tekanan osmotik lebih tinggi daripada
larutan yang lain disebut hipertonik.

Jawablah pertanyaan dibawah ini :


1. Suatu zat non volatile sulfanilamide (C6H8O2N2S)terlarut dalam aseton (C3H6O). Berapa
mmHg tekanan uap larutan yang mengandung 1,00 g sulfanilamide yang terlarut dalam
10,0gram aseton pada 39,5℃ jika tekanan uap murni aseton pada temperature tersebut
4,00×102 mmHg?

2. Suatu larutan yang dibuat dari 5,00 g formamid ( suatu zat nonvolatile) yang dilarutkan
dalam 1,00×102 g air pada 30℃ menunjukkan tekanan uap larutan 31,20mmHg. Jika
tekanan uap air murni pada temperature tersebut 31,82mmHg, berapa massa molekul
relative formamid?

3. Suatu larutan terbuat dari 0,57g sukrosa (C12H22O11) yang dilarutkan ke dalama air
sehingga bervolume 250mL pada temperature 27℃. Berapa tekanan osmotiknya?

4. Sebanyak 0,45g suatu senyawa nonelektrolit X dilarutkan kedalam air sehingga


bervolume 500mL. tekanan osmotiknya larutan92,72mmHg pada 25℃. Berapa massa
molekul relative X?
LKPD Pertemuan ke 3
Lembar Kerja Peserta Didik

Kelompok :
Nama Anggota :

Judul percobaan : Sifat Koligatif Larutan


Tujuan percobaan : Mempelajari kenaikan titik didih

Kenaikan Titik Didih (∆Tb)


Suatu zat cair akan mendidih jika tekanan uap jenuh zat cair itu sama dengan tekanan udara
di sekitarnya. Apabila air murni dipanaskan pada tekanan 1 atm, maka air akan mendidih
pada suhu 100oC, karena pada suhu itu tekanan uap air sama dengan tekanan udara di
sekitarnya.
Apabila pada temperatur itu dilarutkan gula maka tekanan uap air akan turun.
Semakin banyak gula yang dilarutkan, semakin besar penurunan tekanan uapnya, sehingga
pada suhu 100 oC larutan gula belum mendidih sebab tekanannya kurang dari 1 atm. Larutan
tersebut memerlukan temperatur yang lebih tinggi lagi agar tekanan uap jenuhnya sama
dengan tekanan udara disekitarnya. Dapat dinyatakan adanya zat terlarut dalam suatu larutan
menyebabkan kenaikan titik didih larutan. Besarnya kenaikan titik didih larutan dirumuskan :
∆Tb = m . Kb, atau
gram 1000
∆ Tb  x xKb
Mm P
Keterangan :
∆Tb = kenaikan titik didih larutan
= Tb larutan – Tb pelarut
m = molalitas larutan
P = masa pelarut (g)
Kb = tetapan kenaikan titik didih molal
Alat : 1. Kaki tiga 5. Korek Api
2. Bunsen Spritus 6. Kawat kassa
3. Gelas kimia 500mL 7.Termometer
4. Sendok spatula 8. Neraca
Bahan : 1. Urea
2. Aquadest
Cara Kerja : 1. Bersihkan semua alat praktikum
2. Buatlah larutan urea dengan konsentrasi 2 molal
3. Ambil 200mL larutan urea 2 molal tadi, lalu masukkan ke dalam
gelas kimia. Catat suhu larutan tersebut dengan thermometer.
4. Panaskan hingga mendidih dengan thermometer di dalam tabung
reaksi untuk melihat kenaikan suhu yang terjadi. Catat suhu larutan
urea 2 molal yang mendidih tersebut.
Pertanyaan
1. Bandingkan titik didih larutan urea 2 molal secara teori dengan titik didih larutan urea 2
molal berdasarkan hasil praktikum!
LKPD Pertemuan ke 4
Lembar Kerja Peserta Didik

Kelompok :
Nama Anggota :

Judul percobaan : Sifat Koligatif Larutan


Tujuan percobaan : Mempelajari penurunan titik beku

Penurunan Titik Beku (∆Tf)


Air murni membeku pada temperatur 0 oC dan tekanan 1 atm. Temperatur itu
dinamakan titik beku normal air.
Dengan adanya zat terlarut ternyata pada tempertur 0 oC air belum membeku. Pada
temperatur tersebut tekanan uap jenuh larutan lebih kecil dari 1 atm. Agar larutan membeku,
temperatur larutan harus diturunkan sampai tekanan uap jenuh larutan mencapai 1 atm. Dapat
dinyatakan adanya zat terlarut dalam suatu larutan menyebabkan terjadinya penurunan titik
beku larutan. Besarnya penurunan titik beku larutan tergantung dari molalitas larutan yang
dirumuskan :
∆Tf = m . Kf, atau
gram 1000
∆ Tf  x xKf
Mm P
Keterangan :
∆Tf = penurunan titik beku larutan
= Tf pelarut – Tf larutan
m = molalitas larutan
P = masa pelarut (g)
Kf = tetapan penurunan titik beku molal

Alat : 1. Termometer 3. Gelas kimia 500mL


2. Baskom 4. Sendok
Bahan : 1. Urea 3. Es Batu
2. Aquadest 4. Garam 3kg
Cara Kerja : 1. Bersihkan semua alat praktikum
2. Buatlah larutan urea dengan konsentrasi 2 molal
3. Siapkan baskom + esbatu yang telah dipecahkan. Lalu tambahkan
sedikit-demi sedikit garam, aduk dengan sendok
4. Ambil 200mL larutan urea 2 molal tadi, lalu masukkan ke dalam
gelas kimia. Catat suhu larutan tersebut dengan thermometer.
5. Masukkan gelas kimia yang berisi larutan urea 2molal kedalam
baskom dengan thermometer di dalam gelas kimia untuk melihat
penurunan suhu yang terjadi. Catat suhu larutan urea 2 molal yang
membeku.

Pertanyaan
1. Bandingkan titik beku larutan urea 2 molal secara teori dengan titik beku larutan urea 2
molal berdasarkan hasil praktikum!
Lampiran 5
Penilaian
Penilaian Kinerja / Praktik

Nama Satuan pendidikan : SMA Negeri 1 Rujukan Indralaya Utara


Tahun pelajaran : 2018/2019
Kelas/Semester : XII / Semester II
Mata Pelajaran : Kimia

Membaca Analisa/
Merangkai Penulisan Presentasi Jumlah
Hasil Pengolahan
No Nama Peserta alat Laporan Laporan Skor
Pengukuran Data
didik
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Abby Virgiawan
2 Aisyah Oktarina
Alfajriya
3
Sulistiani
4 Annisa Apriliani
5 Ariyanto
6 Della Puspita
7 Denis Fauziyah
8 Dwinanto Akbar
9 Faranisa Zullya
10 Finka Maulina
11 Galuh Mawar
14 Gimnastiar
15 Hilda Zunurraini

Keterangan : 1= Kurang baik ; 2= Cukup baik ; 3= Baik ; 4=Sangat baik


Skore total maksimal 20

Kriteria Aspek Penilaian :


No Skore Peserta Didik Predikat Kategori
1 16-20 A Sangat baik
2 11-15 B Baik
3 6-10 C Cukup baik
4 0-5 D Kurang baik
INTRUMEN PENILAIAN SIKAP

Nama Satuan pendidikan : SMA Negeri 1 Rujukan Indralaya Utara


Tahun pelajaran : 2018/2019
Kelas/Semester : XII / Semester II
Mata Pelajaran : Kimia

KEJADIAN/ BUTIR POS/


NO WAKTU NAMA TINDAK LANJUT
PERILAKU SIKAP NEG
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10