Anda di halaman 1dari 32

PETUNJUK TEKNIS

PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN


PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

KATA PENGANTAR

Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) sebagai


program strategis nasional menghasilkan produk data bidang
tanah baru dan sekaligus membenahi data bidang tanah yang
sudah sertipikat. Dengan volume yang sangat besar pada setiap
tahunnya, maka diperlukan mekanisme yang dapat digunakan
untuk menjaga kualitas hasil pekerjaan PTSL agar terhindar dari
masalah di kemudian hari.

Syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha


Kuasa, kami dapat menyelesaikan buku Petunjuk Teknis untuk
Pelaksanaan Kontrol Kualitas Pekerjaan Pengukuran dan
Pemetaan. Petunjuk Teknis ini disusun sebagai pedoman bagi
pihak ketiga atau aparatur sipil nasional selain pelaksana
pengukuran untuk melaksanakan pengawasan mutu atau kontrol
kualitas hasil pekerjaan pengukuran dan pemetaan sistematis
lengkap.

Beberapa hal yang perlu disampaikan dengan terbitnya


buku ini adalah :

1. Pelaksana kontrol kualitas harus berbeda dengan pelaksana


pengukuran dan pemetaan bidang tanah.
2. Pelaksana kontrol kualitas harus mempunyai pengetahuan,
pemahaman dan pengalaman dalam hal pengukuran dan
pemetaan bidang tanah.
3. Kontrol kualitas dilaksanakan sebelum kegiatan kendali mutu
oleh satgas fisik untuk memastikan produk pengukuran dan
pemetaan yang dilaksanakan telah memenuhi standar teknis
yang ditetapkan.

i
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

Semoga buku Petunjuk Teknis ini dapat menjadi pedoman


bagi pelaksana di daerah untuk menjaga kualitas hasil pengukuran
dan pemetaan PTSL valid dan akurat. Terima kasih kepada semua
pihak yang telah berperan dalam penyusunan Petunjuk Teknis ini.

Semoga pemikiran dan kerja keras dilakukan dengan


penuh keikhlasan.

Jakarta, 1 Februari 2019


Direktur Jenderal Infrastruktur Keagrariaan

Ir. R. Muhammad Adi Darmawan, M.Eng.Sc


NIP. 19611226 199203 1 001

ii
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

DAFTAR ISI
I. PENDAHULUAN .................................................................... 1
1.1 Dasar Peraturan .............................................................. 1
1.2 Ketentuan Umum ............................................................ 2
1.3 Deskripsi Petunjuk Teknis ................................................. 5
1.4 Latar Belakang, Maksud, dan Tujuan ................................. 5
II. PELAKSANAAN KEGIATAN ................................................... 6
2.1Pelaksana Pekerjaan ........................................................ 6
2.2Kewenangan Pelaksana Kontrol Kualitas ............................. 6
2.3Lingkup Kegiatan ............................................................. 8
2.4Tata Cara Pelaksanaan Kontrol Kualitas.............................. 9
2.4.1 Pemeriksaan Dokumen Administrasi ....................... 11
2.4.2 Kegiatan Pengukuran Sampel Bidang Tanah ........... 12
III. HASIL KEGIATAN ............................................................... 14
Lampiran I. Contoh Tabel Daftar Sampel Bidang Tanah ........ 16
Lampiran II. Tata Cara Pembuatan Gambar Ukur ................... 17
Lampiran III. Form Check List Kontrol Kualitas ....................... 21
Lampiran IV. Contoh Gambar Situasi Kontrol Kualitas ............ 23
Lampiran V. Contoh Tabel Perbandingan
Hasil Ukuran Kontrol Kualitas ............................ 24
Lampiran VI. Contoh Daftar Rekapitulasi
Bidang Tanah Kontrol Kualitas ........................... 25

iii
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

I. PENDAHULUAN
1.1 Dasar Peraturan
a. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun
1960 tentang Peraturan Dasar Pokok Pokok Agraria;
b. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24
tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah;
c. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 17
Tahun 2015 tentang Kementerian Agraria dan Tata
Ruang;
d. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 20
Tahun 2015 tentang Badan Pertanahan Nasional;
e. Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 16 tahun
2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
f. Peraturan Menteri Negara Agraria/ Kepala Badan
Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang
Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor
24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah;
g. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala
Badan Pertanahan Nasional Nomor 8 Tahun 2015
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agraria
dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional;
h. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala
Badan Pertanahan Nasional Nomor 33 Tahun 2016
tentang Surveyor Kadaster Berlisensi jo.Peraturan
Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan
Pertanahan Nasional Nomor 11 Tahun 2017 tentang
Perubahan atas Peraturan Menteri Agraria dan Tata
Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 33
Tahun 2016 tentang Surveyor Kadaster Berlisensi.
i. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala
Badan Pertanahan Nasional Nomor 6 Tahun 2018
tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap.
j. Petunjuk Teknis Pendaftaran Tanah Sistematis
Lengkap Nomor: 01/JUKNIS-300.UK.01.01/2019
Tanggal 1 Februari 2019.

1
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

k. Petunjuk Teknis Pendaftaran Tanah Sistematis


Lengkap Partisipasi Masyarakat Nomor: 02/JUKNIS-
300.UK.01.01/2019 Tanggal 1 Februari 2019.
1.2 Ketentuan Umum
a. Peta Dasar Pendaftaran adalah peta yang memuat titik-
titik dasar teknik dan unsur-unsur geografis, seperti
sungai, jalan, bangunan dan batas fisik bidang-bidang
tanah.
b. Pengukuran bidang tanah secara sistematis adalah
proses pemastian letak batas bidang-bidang tanah
yang terletak dalam satu atau beberapa
desa/kelurahan atau bagian dari desa/kelurahan atau
lebih dalam rangka penyelenggaraan pendaftaran
tanah secara sistematis;
c. Pemetaan bidang tanah adalah kegiatan pengolahan
data dan penggambaran hasil pengukuran bidang-
bidang tanah dengan suatu metode tertentu pada
media tertentu sehingga letak, bentuk dan ukuran
bidang tanahnya dapat diketahui;
d. Peta Kerja adalah peta yang digunakan sebagai acuan
untuk mengidentifikasi, mendeliniasi dan atau
memetakan batas bidang tanah yang sudah terdaftar
maupun bidang tanah yang belum terdaftar. Peta kerja
dapat berupa peta Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT)
maupun peta foto udara yang dicetak pada skala paling
kecil 1:5000;
e. Peta foto adalah peta yang menggambarkan detail
lapangan dari citra foto dengan skala tertentu. Peta
foto sudah melalui proses pemetaan fotogrametri oleh
karena itu ukuran-ukuran pada peta foto sudah benar
dengan demikian detail-detail yang ada di peta foto dan
dapat diidentifikasi di lapangan mempunyai posisi
sudah benar di peta;
f. Tanda Batas adalah tanda-tanda yang dibuat dan atau
dipasang oleh pemilik tanah pada setiap sudut batas
tanah. Apabila dianggap perlu oleh petugas yang
melaksanakan pengukuran, pemilik tanah juga
membuat/memasang tanda batas pada titik-titik
tertentu sepanjang garis batas bidang tanah tersebut.

2
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

Tanda batas dapat berupa patok atau benda-benda


yang terpasang secara tetap seperti pagar beton, pagar
tembok atau pojok penguat pagar, pematang sawah,
pematang tambak;
g. Identifikasi bidang tanah secara fotogrametrik adalah
penentuan lokasi dan batas bidang tanah secara visual
berdasarkan kenampakan batas-batas fisik di peta
kerja.
h. Deliniasi adalah penarikan garis batas-batas bidang
tanah yang terlihat secara visual pada Peta Kerja.
Deliniasi dapat dilaksanakan untuk mengidentifikasi
batas-batas bidang tanah pada peta kerja dan dapat
digunakan juga sebagai metode pengukuran
fotogrametris dengan syarat teknis :
 Peta kerja yang digunakan telah dikoreksi
geometris
 Dilakukan verifikasi terhadap kesesuaian batas-
batas fisik di lapangan oleh petugas ukur, pemilik
dan tetangga batas
 Satu sisi batas bidang tanah dilakukan pengecekan
panjang ukuran di lapangan di saat verifikasi;

i. Gambar ukur (GU) adalah dokumen tempat


mencantumkan gambar satu bidang tanah atau lebih
dan situasi sekitarnya serta data hasil pengukuran
bidang tanah baik berupa jarak, sudut, azimuth, sudut
jurusan ataupun koordinat batas bidang tanah baik
dalam bentuk elektronik atau non elektronik;
j. Gambar Situasi Kontrol Kualitas adalah dokumen
tempat mencantumkan gambar satu bidang tanah yang
dibandingkan dengan bidang tanah pada Gambar Ukur
dari sampel pengukuran kontrol kualitas yang
dilaksanakan oleh Pelaksana Pengukuran dan
Pemetaan.
k. Komputerisasi Kegiatan Pertanahan yang selanjutnya
disingkat KKP adalah aplikasi utama dalam menunjang
pelaksanaan kewenangan, tugas dan fungsi
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan
Pertanahan Nasional berbasis teknologi informasi dan
komunikasi yang dibangun dan dikembangkan

3
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

mengacu kepada alur persyaratan, waktu, biaya, dan


kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan;
l. Peta bidang tanah adalah hasil pemetaan 1 (satu)
bidang tanah atau lebih pada lembaran kertas dengan
suatu skala tertentu yang batas-batasnya telah
ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan
digunakan untuk pengumuman data fisik;
m. Daftar tanah adalah dokumen dalam bentuk daftar
yang memuat identitas bidang tanah dengan suatu
sistem penomoran;
n. Surat ukur adalah dokumen yang memuat data fisik
suatu bidang tanah dalam bentuk peta dan uraian;
o. Objek PTSL meliputi seluruh bidang tanah tanpa
terkecuali, baik bidang tanah yang belum ada hak atas
tanahnya maupun bidang tanah hak yang memiliki hak
dalam rangka memperbaiki kualitas data pendaftaran
tanah.
p. Pelaksana Pengukuran dan Pemetaan adalah penyedia
jasa kegiatan pengukuran, pemetaan dan informasi
bidang tanah baik berupa KJSKB atau perusahaan
(Badan Hukum Perseroan) di bidang industri survei,
pemetaan dan informasi geospasial.
q. Pelaksana Kontrol Kualitas:
 Penyedia jasa yang melaksanakan kontrol kualitas
terhadap kegiatan pengukuran, pemetaan dan
informasi bidang tanah yang dilaksanakan oleh
pelaksana pengukuran dan pemetaan, baik berupa
KJSKB atau perusahaan (Badan Hukum Perseroan)
di bidang industri survei, pemetaan dan informasi
geospasial.
 Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kementerian
Agraria dan Tata Ruang yang bukan sebagai Satgas
Fisik pada Tim Ajudikasi PTSL di Kabupaten / Kota
tersebut.

4
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

1.3 Deskripsi Petunjuk Teknis


Petunjuk teknis ini membahas tata cara pelaksanaan
kontrol kualitas untuk pekerjaan pengukuran, pemetaan
dan informasi bidang tanah yang dilaksanakan oleh KJSKB
atau Perusahaan (Badan Hukum Perseroan) di bidang
industri survei, pemetaan dan informasi geospasial.

Kontrol kualitas dilaksanakan sebelum proses kendali mutu


oleh Kantor Pertanahan/satgas fisik untuk memastikan
hasil kegiatan pengukuran dan pemetaan telah memenuhi
kaidah teknis. Diharapkan dengan didahului kegiatan
kontrol kualitas, maka proses kendali mutu oleh satgas fisik
dapat terbantu dan berjalan lebih lancar (terhindar dari
potensi bottleneck).

1.4 Latar Belakang, Maksud, dan Tujuan


Kantor Pertanahan atau satgas fisik selain melaksanakan
proses kendali mutu kegiatan pengukuran dan pemetaan
oleh pelaksana pihak ketiga, juga mempunyai beban
tanggung jawab menyelesaikan kegiatan pengukuran dan
pemetaan yang dilaksanakan secara swakelola baik dalam
rangka PTSL, Redistribusi Tanah, maupun dalam rangka
layanan rutin. Memperhatikan hal tersebut maka sebagian
tugas kontrol kualitas dilimpahkan kepada pihak ketiga.

Tanggung jawab pelaksana kegiatan kontrol kualitas


meliputi seluruh tahapan proses serta produk pengukuran
dan pemetaan, antara lain kegiatan survei
pendahuluan/persiapan, verifikasi hasil pengukuran,
pemetaan dan informasi bidang tanah yang dilaksanakan
Pelaksana Pengukuran dan Pemetaan serta pembuatan
laporan.

Tujuan kegiatan kontrol kualitas adalah untuk memastikan:

a. Kegiatan pengukuran, pemetaan dan informasi bidang


tanah sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan
dan disetujui oleh Kepala Kantor Pertanahan sehingga
dapat dipergunakan untuk pendaftaran tanah.

5
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

b. Dokumen dan data yang dihasilkan dalam pelaksanaan


kegiatan pengukuran, pemetaan dan informasi bidang
dibuat dengan format dan standar yang telah ditetapkan
sehingga dapat diintegrasikan.

Apabila kualitas hasil pengukuran, pemetaan dan informasi


bidang tanah yang dihasilkan oleh penyedia jasa tidak
memenuhi syarat, maka hasilnya tidak dapat dilanjutkan ke
tahapan selanjutnya.

II. PELAKSANAAN KEGIATAN

2.1 Pelaksana Pekerjaan


Pelaksana kontrol kualitas terdiri dari tim KJSKB atau
Perusahaan (Badan Hukum Perseroan) di bidang industri
survei, pemetaan dan informasi geospasial. Tim Kontrol
Kualitas dipimpin oleh seorang Surveyor Kadaster
Berlisensi dan dibantu oleh Asisten Surveyor Kadaster
Berlisensi. Oleh karena tugasnya adalah melakukan kontrol
kualitas hasil pekerjaan pengukuran dan pemetaan, maka
tim kontrol kualitas harus mempunyai pengetahuan,
pemahaman, dan pengalaman yang cukup tentang
pengukuran dan pemetaan bidang tanah, terutama dalam
rangka PTSL.

2.2 Kewenangan Pelaksana Kontrol Kualitas


Setiap pelaksana kontrol kualitas bertanggung jawab dan
melaporkan secara langsung kepada Wakil Ketua Bidang Fisik
Tim Ajudikasi PTSL di lokasi pekerjaan. Kontrol Kualitas
dilakukan sebelum Perusahaan atau KJSKB pelaksana
pengukuran dan pemetaan mengajukan hasil pekerjaannya
ke tahap kendali mutu kepada Satgas Fisik.

Satu tim pelaksana kontrol kualitas dapat memeriksa hasil


pekerjaan beberapa tim puldasik dan melaporkan hasil
pekerjaannya kepada beberapa Wakil Ketua Bidang Fisik,

6
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

sesuai dengan jumlah bidang yang menjadi obyek


pemeriksaan kontrol kualitasnya.

Mekanisme kerja kontrol kualitas meliputi pelaksanaan di


lapangan dan kegiatan di kantor.

Kewenangan pelaksana kontrol kualitas :

a. Memeriksa dokumen administrasi yang meliputi:


pengecekan kesesuaian surat tugas, data, pelaksana, dan
peralatan yang tercantum pada kontrak dengan existing
di lapangan.
b. Memeriksa metodologi yang digunakan oleh
perusahaan/KJSKB dalam melakukan pengukuran dan
pemetaan, serta pengecekan hasil kegiatan lapangan.
Pemeriksaan metodologi dan hasil pengukuran
dilaksanakan terhadap sampel bidang tanah acak.

Pemilihan sampel bidang tanah untuk kontrol kualitas


dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
i. Obyek bidang tanah yang menjadi sampel mewakili
10% dari total bidang tanah yang diajukan
pembayarannya oleh pihak pelaksana pengukuran
dan pemetaan dengan sebaran yang merata.
ii. Sampel yang diambil, mewakili:
 Setiap desa yang diukur sesuai dengan SK
Penetapan Lokasi
 Setiap blok wilayah (secara spasial)
 Permukiman dan non permukiman
 Bidang tanah belum terdaftar dan bidang tanah
terdaftar (K4)
iii. Bidang tanah yang akan dijadikan sampel kontrol
kualitas ditentukan oleh Wakil Ketua Bidang Fisik.

Pemeriksaan metodologi dan hasil untuk kontrol kualitas


dilakukan dengan:

i. Melakukan pengukuran dan pemetaan batas bidang


tanah yang menjadi sampel.
ii. Hasil pengukuran poin di atas dibuat dalam bentuk
Gambar Situasi Kontrol Kualitas.

7
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

iii. Hasil Gambar Situasi Kontrol Kualitas dibandingkan


dengan GU bidang – bidang tanah yang
berkesesuaian hasil dari pengukuran oleh pihak ketiga
pelaksana pengukuran dan pemetaan.
iv. Jumlah bidang yang dilakukan pengukuran kontrol
kualitas sebanyak 10% dari jumlah total bidang tanah
yang dikerjakan oleh pihak ketiga pelaksana
pengukuran dan pemetaan.
v. Untuk setiap bidang tanah yang menjadi sampel,
perbandingan ukuran antara hasil kegiatan kontrol
kualitas dengan hasil pengukuran oleh pihak ketiga
tidak boleh melebihi ± 5% dari luas bidang tanah
yang pada GU.

c. Melaksanakan tugas-tugas lain sebagaimana yang


ditetapkan oleh Kepala Kantor Pertanahan atau Kepala
Satuan Kerja atau Pejabat Pembuat Komitmen yang
bersangkutan sehubungan dengan kegiatan kontrol
kualitas pengukuran, pemetaan dan informasi bidang
tanah.

2.3 Lingkup Kegiatan


Secara umum kegiatan kontrol kualitas meliputi:

a. Tahapan Pemeriksaan Administrasi, yaitu melakukan


pemeriksaan terhadap output data/dokumen dari
kegiatan pengukuran, pemetaan dan informasi bidang
tanah yang dilaksanakan oleh pihak ketiga pelaksana
pengukuran dan pemetaan dibandingkan dengan
kesesuaian administrasinya. Form Check List Kontrol
Kualitas dapat dilihat pada Lampiran III.
b. Tahapan Verifikasi Lapangan, yaitu melakukan
pemeriksaan terhadap hasil pengukuran dan pemetaan
bidang tanah yang dilaksanakan oleh pihak ketiga
pelaksana pengukuran dan pemetaan. Objek kontrol
kualitas dipilih secara acak oleh Wakil Ketua Bidang Fisik.
Jumlah Objek yang dikontrol kualitas mewakili 10% total
bidang tanah yang diajukan pembayarannya.
Verifikasi lapangan hasil pengukuran dan pemetaan
dilakukan dengan melakukan pengukuran dan pemetaan
lokasi bidang tanah yang menjadi obyek sampel. Hasil

8
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

pengukuran dan pemetaan obyek sampel ini berupa


Gambar Situasi Kontrol Kualitas.
Pelaksana kontrol kualitas membandingkan hasil
pengukuran dan pemetaan bidang tanah (Gambar Situasi
Kontrol Kualitas) dengan GU bidang tanah pada lokasi
yang sama.
Hasil perbandingan tersebut dilaporkan kepada Wakil
Ketua Bidang Fisik sesuai dengan Lampiran V.
c. Tahapan Pelaporan, yakni membuat laporan secara
tertulis terkait pelaksanaan kegiatan kontrol kualitas.
Penyampaian laporan dilakukan sekurang-kurangnya 3
(tiga) kali (awal-antara-akhir).
Lingkup kegiatan kontrol kualitas dapat dilihat pada gambar
berikut ini.

Pemeriksaan Dokumen Pengukuran Sampel Menghasilkan Gambar


Administrasi Bidang Tanah Situasi Kontrol Kualitas

Membandingkan
Gambar Situasi Hasil
Pelaporan
Kontrol Kualitas
dengan GU

Gambar 1. Lingkup Kegiatan Kontrol Kualitas

2.4 Tata Cara Pelaksanaan Kontrol Kualitas


Prosedur pemeriksaan oleh Tim Kontrol Kualitas tidak
terlepas dari prosedur pekerjaan Pengukuran, Pemetaan
dan Informasi Bidang Tanah. Pemeriksaan meliputi proses
pelaksanaan pekerjaan, produk yang dihasilkan,
koordinasi/komunikasi dengan pelaksana pengukuran dan
pemetaan, Panitia PTSL maupun Kantor Pertanahan, serta

9
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

kualitas yang memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan.


Diagram alir pelaksanaan kontrol kualitas pengukuran,
pemetaan dan informasi bidang tanah adalah sebagai
berikut:

Gambar 2. Alur Kegiatan Kontrol Kualitas Terhadap Kegiatan Pengukuran, Pemetaan Dan
Informasi Bidang Tanah

10
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

2.4.1 Pemeriksaan Dokumen Administrasi


 Pelaksana pengukuran dan pemetaan
mengajukan permohonan kontrol kualitas atas
hasil kegiatan pengukuran, pemetaan dan
informasi bidang tanah yang telah selesai dan
akan diajukan permohonan pembayarannya.

 Pengajuan permohonan disampaikan kepada


Wakil Ketua Bidang Fisik Tim Ajudikasi PTSL paling
lambat 2 minggu sebelum pengajuan
pembayaran.

 Pengajuan permohonan kontrol kualitas berupa


surat permohonan kontrol kualitas dengan
melampirkan :
o Data file spasial bidang tanah (*.dxf).
o Daftar Bidang Tanah PTSL dan informasi
bidang tanah.
o GU

 Wakil Ketua Bidang Fisik selanjutnya menentukan


sebaran bidang tanah sampel sebanyak 10% dari
total bidang tanah yang diajukan pembayarannya
oleh pelaksana pengukuran dan pemetaan,
dengan kriteria :
o Terdistribusi merata
o Mewakili per RT/RW/blok
o Maksimal 1 bidang dalam 1 lembar GU, untuk
setiap GU yang memuat paling banyak 5
bidang tanah.
o Maksimal 2 bidang dalam 1 lembar GU, untuk
setiap GU yang memuat 5 – 15 bidang tanah.
o Maksimal 3 bidang dalam 1 lembar GU, untuk
setiap GU yang memuat 15 – 25 bidang tanah.

 Penentuan sampel bidang tanah paling lambat 2


hari setelah pengajuan permohonan diterima.
Hasil penentuan sampel berupa Daftar Sampel

11
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

Bidang Tanah (lampiran I) yang ditetapkan oleh


Wakil Ketua Bidang Fisik .

 Wakil Ketua Bidang Fisik/Satgas Fisik selanjutnya


membuat salinan GU Bidang Tanah Sampel untuk
diberikan kepada Pelaksana Kontrol Kualitas.

 Pelaksana Kontrol Kualitas menerima Daftar


Sampel Bidang Tanah dan salinan GU bidang
tanah yang menjadi sampel dari Wakil Ketua
Bidang Fisik.

 Pelaksana Kontrol Kualitas melaksanakan


pemeriksaan administrasi terhadap kelengkapan
GU bidang tanah sampel dengan mengisi Form
Check List (Lampiran III).

 Pengisian dan penulisan GU secara detil dapat


dilihat pada Lampiran II.

2.4.2 Kegiatan Pengukuran Sampel Bidang Tanah


Kegiatan pengukuran sampel bidang tanah bertujuan
memastikan bahwa hasil pengukuran oleh pelaksana
pengukuran dan pemetaan telah memenuhi syarat
teknis dan sesuai dengan kondisi senyatanya di
lapangan.

Hal-hal yang harus diperhatikan oleh pelaksana


kontrol kualitas adalah sebagai berikut :
a. Bidang tanah yang diukur sesuai daftar sampel
bidang tanah yang ditetapkan oleh Wakil Ketua
Bidang Fisik.
b. Pengukuran dapat dilaksanakan dengan metode
terestris, pengamatan satelit atau kombinasi
keduanya.
c. Bidang tanah yang diukur dapat dipetakan dan
dapat diketahui letak, batas dan luas di atas peta,
serta dapat direkonstruksi batas-batasnya di
lapangan.

12
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

d. Sebelum dilaksanakan pengukuran bidang


sampel, pelaksana kontrol kualitas agar
berkoordinasi dengan perangkat desa untuk
penunjukkan batas di lapangan.
e. Hasil pengukuran sampel bidang tanah berupa
Gambar Situasi Kontrol Kualitas (Lampiran IV).
f. Pelaksana Kontrol Kualitas melakukan
perbandingan antara GU hasil pekerjaan
Pelaksana Pengukuran dan Pemetaan dengan
Gambar Situasi Kontrol Kualitas berupa :
i. panjangan sisi bidang tanah
ii. posisi bidang tanah
iii. bentuk geometri bidang tanah
iv. luasan bidang tanah
g. Hasil perbandingan dituangkan dalam Tabel
Perbandingan Hasil Pengukuran Kontrol Kualitas
(Lampiran V).
h. Toleransi perbedaan luas yang diperkenankan
tidak melebihi ±5% dari luas yang tertera pada
GU.
contoh:
Luas bidang sampel pada GU adalah 100m2. Jika
luas bidang sampel pada Gambar Situasi Kontrol
Kualitas adalah 104m2, maka luasan di terima.
Sebaliknya jika luas pada Gambar Situasi Kontrol
Kualitas adalah 109m2 maka luasan ditolak.

13
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

III. HASIL KEGIATAN


a. Hasil akhir kegiatan kontrol kualitas adalah :
1) Dokumen check list kelengkapan administrasi (Form check
list sebagaimana pada Lampiran III).
2) Gambar Situasi Kontrol Kualitas (sebagaimana pada
lampiran IV).
3) Laporan hasil kontrol kualitas (termasuk melampirkan tabel
sebagaimana pada Lampiran V).
4) Laporan Awal – Antara - Akhir hasil penyelesaian pekerjaan
kegiatan kontrol kualitas yang memuat informasi minimal:
o Judul Kegiatan,
o Dasar Pelaksanaan (kontrak),
o Jadwal Pelaksanaan,
o Kemajuan Pekerjaan,
o Kendala Pekerjaan
o Kesimpulan dan Saran, dan
o Lampiran.

b. Hasil kegiatan kontrol kualitas selanjutnya ditidaklanjuti oleh


Wakil Ketua Bidang Fisik dengan memverifikasi hasil kontrol
kualitas.
1) Wakil Ketua Bidang Fisik selanjutnya memutuskan bidang-
bidang tanah lolos atau tidak lolos dari proses kontrol
kualitas berdasarkan hasil verifikasi pekerjaan kontrol
kualitas.
2) Apabila terdapat bidang tanah sampel dalam satu lembar
Gambar Ukur dinyatakan tidak lolos kontrol kualitas maka
seluruh bidang tanah yang terpetakan dalam Gambar Ukur
tersebut dinyatakan tidak lolos kontrol kualitas.
3) Bagi bidang-bidang tanah yang tidak lolos kontrol kualitas,
Wakil Ketua Bidang Fisik meminta pelaksana pengukuran
dan pemetaan untuk melakukan pengukuran ulang
terhadap seluruh bidang tanah pada GU tersebut dan
dibuatkan GU baru.
4) Hasil pengukuran ulang selanjutnya diperiksa oleh Wakil
Ketua Bidang Fisik dan
diberikan stempel KENDALI MUTU

persetujuan Kendali NUB./ No.Berkas :

Mutu hasil revisi. Paraf/Tgl. :

14
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

c. Dalam rangka pengajuan pembayaran dan


pertanggungjawaban perkerjaan kontrol kualitas pelaksana
harus menyampaikan:
1) Laporan kemajuan pekerjaan yang dilampiri dengan
dokumen hasil pekerjaan kontrol kualitas sebagaimana
pada poin a.
2) Daftar Rekapitulasi Bidang Tanah pada Gambar Situasi
Kontrol Kualitas (Lampiran VI).
3) Dokumen lain yang dipersyaratkan pada kontrak.

15
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

Lampiran I.
Contoh Tabel Daftar Sampel Bidang Tanah

16
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

Lampiran II.
Tata Cara Pembuatan Gambar Ukur
HALAMAN 1

 Nama Kabupaten/Kota : sudah jelas


 Nomor Gambar Ukur :
- Untuk Gambar Ukur ASN dan swakelola : diberikan
nomor dengan format nomor dan tahun;
- Untuk Gambar Ukur SKB : diberikan nomor dengan
format nomor lisensi / nomor / tahun.
I. Penomoran, ditulis nomor yang terkecil sampai dengan nomor
yang tertinggi dalam satu GU.

a. Nomor Urut Bidang (NUB), ditulis urutan nomor bidang-


bidang yang terukur

b. Nomor Berkas, jika sebelum ke lapangan sudah melakukan


booking nomor berkas dari KKP, ditulis nomor terendah
sampai dengan nomor tertinggi pada bidang-bidang
tanah yang terukur dalam satu GU, misalnya 3104/2017 sd
3113/2017.

c. NIB, diperoleh setelah proses integrasi dari dari KKP, ditulis


nomor terendah s/d tertinggi pada bidang-bidang tanah
yang terpetakan, misalnya 00086, 00245 sd 00253.

Pemberian nomor-nomor di atas sesuai dengan tahap kegiatan


dalam seluruh proses pengukuran dan pemetaan bidang.

II. Lokasi, ditulis data lapangan lokasi wilayah bidang-bidang tanah


terukur dan lembar-lembar peta bidang-bidang tersebut
dipetakan/diidentifikasi.

a. Kecamatan, sudah jelas


b. Desa/Kelurahan atau nama lokal yang identik dengan
nama desa/kelurahan, sudah jelas.
c. Nomor Peta Pendaftaran, ditulis zone TM3o letak-letak
bidang tanah terukur.
d. Nomor Peta Kerja, digunakan untuk GU yang berasal dari
citra(CSRT), ditulis nomor sesuai dengan jumlah lembar
peta kerja yang digunakan dalam satu wilayah tersebut.
III. Tanda Batas dan Informasi Bidang, data lapangan yang
digunakan sebagai informasi yuridis dalam pemetaan dan
pengembalian batas (jika terjadi sengketa batas dikemudian

17
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

hari). Karena informasi yang dibutuhkan dalam bidang per


bidang, secara rinci disiapkan tabel per bidang untuk diisi data
lapangan.

IV. Keterangan Pengukuran, untuk memastikan petugas pelaksana


yang melakukan pengukuran dengan peralatan yang
digunakan.

a. Nama Petugas Lapangan, sudah jelas.


b. Status, dipilih petugas (ASN) atau SKB, baik perorangan
maupun firma.
c. Nama KSKB atau Perusahan yang telah ditugaskan oleh
KATR/BPN.
d. NIP/Nomor Lisensi, supaya ditulis Nomor Identitas Pegawai
atau nomor lisensi SKB yang bertugas.
e. Nomor dan tanggal Surat Tugas, sudah jelas
f. Alat ukur yang digunakan, dipilih sesuai yang digunakan,
bisa dipilih lebih dari satu.
V. Sket Lokasi, menunjukan gambaran lokasi bidang tanah terukur
terhadap lokasi sekitar yang memudahkan untuk identifikasi dan
pengembalian batas, misalnya kantor-kantor pelayanan publik,
tempat-tempat ibadah dan lain-lain.

HALAMAN 2

 Halaman kedua merupakan data lapangan yang diambil dari


pelaksanaan pengukuran, identifikasi, penggambaran dan
pencatatan pada DI 107 atau peta kerja dari peta foto. Karena
outputnya data lapangan, maka penyajian data spasialnya baik itu
berupa bidang tanah, situasi sekitar maupun angka ukurnya
menggunakan tulisan tangan.
 Untuk pengambilan data menggunakan alat ukur elektronik sehingga
data tersimpan dalam bentuk file dijital, print-out data mentah (raw
data) dan data hitungan harus dilampirkan dan menjadi bagian yang
tak terpisahkan dari GU tersebut.
 Mencantumkan arah utara pada sisi atas
 Untuk memudahkan koordinasi dan penyimpanan data,
pembuatannya per blok/RT/RW
 Dibuat pada saat di lapangan berdasarkan urutan bidang yang
terukur.
 Pemberian NUB/NomorBerkas pada bidang-bidang
terukur/teridentifikasi per GU, dimulaidari bidang yang terletak di sisi
utara barat, menuju ke arah timur, mengikuti pola spiral. Untuk bidang-

18
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

bidang tanah bersertipikat dicantumkan jenis dan Nomor Hak serta NIB
nya.
 Untuk bidang-bidang bersertipikat, identifikasi bidang dilakukan
dengan memastikan salah satu atau lebih batas bidang. Memastikan
batas bidang (stake-out) dengan mengidentifikasi bidang-bidang
sekitarnya.
 Penulisan angka ukur mengikuti ketentuan sebagai berikut :
- Angka ukuran ditulis tangan (bukan komputer) menggunakan
tinta warna biru apabila angka ukuran diperoleh dari deliniasi
Peta Citra Resolusi Tinggi (CSRT) dan atau Foto Udara

- Angka ukuran ditulis tangan (bukan komputer) menggunakan


tinta warna hitam apabila angka ukuran diperoleh dari
pengukuran di lapangan.
- Penulisan angka ukuran menggunakan tinta yang tidak mudah
luntur
 Nomor-nomor titik batas bidang tanah sebagai titik sasaran alat ukur
dicantumkan pada batas bidang yang dibidik.
 Hal yang sama untuk titik-titik bantu pengukuran poligon, jika ada.
 Toponimi yang perlu dicantumkan antara lain nama jalan, nama blok,
nama sungai/saluran, nama-nama kantor pelayanan publik,
bangunan-bangunan penting (gardu listrik, tower) dan lain-lain.
 Penggunaan peta foto sebagai GU (pengganti DI 107 halaman 2 )
untuk identifikasi bidang-bidang tanah yang akan diukur supaya
memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Prik pada titik-titik batas bidang tanah;
2. Mengukur minimal satu sisi bidang tanah;
3. Menghubungkan antar titik titik sehingga membentuk sisi bidang
tanah. Garis yang menghubungkan antar titik batas
menggunakan tinta berwarna merah yang tidak mudah luntur;
 Untuk batas-batas bidang yang belum ditetapkan, penggambaran
garis ukur berupa strip-strip.

HALAMAN 3

 Halaman ketiga merupakan proses pengolahan dan penyajian data


lapangan, sehingga data dan informasi yang tersaji merupakan print-
out komputer.
- Arah utara di sisi atas dengan skala
- Grid beserta koordinat TM-3 ° disesuaikan dengan lokasi bidang-
bidang tanah yang terpetakan
- Koordinat TM-3° pada satu-dua titik batas batas bidang
 Batas-batas bidang yang belum ditetapkan, pencetakan panjangan
sisinya berupa strip-strip. Sehingga luas yang diperoleh belum fix
(perkiraan).

19
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

 Angka hitung hasil pengkartiran tercetak pada sisi-sisi bidang dengan


warna biru (jika diperoleh dari deliniasi peta foto) atau warna hitam
(jika dari pengukuran lapangan).
 Pada setiap bidang tanah tercantum NUBdan luas (m 2), sedangkan
bidang bersertipikat disertakan juga Nomor Hak.
 Toponimi yang tercantum pada sket data lapangan (GU halaman 2).
 Kolom persetujuan supervisi, dengan menyajikan informasi bidang-
bidang tanah yang disetujui untuk diterbitkan PBT dan yang tidak
disetujui (perlu direvisi).

HALAMAN 4

 Berisi hasil pendataan/ identifikasi lapangan, yaitu nama


pemohon atau pemilik tanah (beserta No.KTP), alamat
tanahnya, tanda batas, dan keadaan tanahnya.
 Pada kolom terakhir harus ditanda tangani persetujuan batas
setiap pemohon/pemiliktanah, untuk batas-batas bidang
tanah yang belum ditetapkan pada kolom tersebut diberikan
informasi “BatasBelum Ditetapkan”
Untuk bidang tanah bersertipikat, pada kolom NUB dicantumkan
juga jenis nomor sertipikatnya.

20
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

Lampiran III.
Form Check List Kontrol Kualitas
1. Kelengkapan GU antara lain:

 Surat Tugas

 Peta Kerja yang berfungsi sebagai GU halaman 2, data hitungan koordinat/poligon,

 Daftar lembar informasi bidang tanah & tanda tangan penunjuk batas (jika pada

GU halaman 4 tidak tercantum)

 Surat kuasa penunjukan batas

2. Apakah semua data yang tersedia GU halaman 1 sudah terisi semua?

 Nomor GU  NUB  Nomor Berkas

 NIB  Nama Kecamatan  Nama Desa/Kel.

 Nomor Peta Dasar  Nomor Peta Kerja  Status

 Nama Petugas Lapangan  Tanda Tangan

 NIP/No.Lisensi Nama KJSKB  Nomor/Tgl.Surat Tugas

 Alat Ukur yang digunakan  Gambar Denah Lokasi

3. Tata Cara Pengambilan Data Lapangan (disesuaikan dengan metoda-nya):

 Metoda Pengambilan Data  Penggambaran Sket Bidang Tanah

 Penulisan Angka Ukur  Kelengkapan Toponimi

 Penulisan Titik-titik Ikatan  Penulisan Titik-titik Batas Bidang

 Status Panunjukan Batas  Arah Utara

 Lampiran Hitungan Poligon L ampiran Data Mentah


 Penulisan NUB/No.Berkas

4. Tata cara pengkartiran:

 Arah Utara  Angka Skala


 Status Batas Bidang  Angka hitung sisi-sisi Bidang Tanah
 Pencantuman No.Hak/NIB  Kelengkapan Toponimi
 Kontrol Hitungan Luas

21
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

5. Kelengkapan informasi bidang tanah & Penandatangan GU:

 Informasi per Bidang  Penandatangan per Bidang, kecuali bid. bersertipikat


 Luas per Bidang

22
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

Lampiran IV
Contoh Gambar Situasi Kontrol Kualitas

23
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

Lampiran V
Contoh Tabel Perbandingan Hasil Ukuran Kontrol Kualitas

24
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN KONTROL KUALITAS PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG TANAH

Lampiran VI
Contoh Daftar Rekapitulasi Bidang Tanah Kontrol Kualitas

Daftar Rekapitulasi Bidang Tanah Kontrol Kualitas


Pekerjaan Kontrol Kualitas Paket: ….
Kantor Pertanahan: ….
Termin: …

Tim
No. Nomor GSKK NUB Desa/Kelurahan Kecamatan Ajudikasi
PTSL
1 1/2019 00010 Keluarga Cemara Tim I

2 1/2019 00013 Keluarga Cemara Tim I

3 2/2019 00052 Sahabat Cemara Tim III

4 Dst…

Surveyor Kadaster Berlisensi KJSKB SELAMET SIANG DAN REKAN

Widodo SELAMET SIANG


1-02454-69 1-01555-44

25
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL INFRASTRUKTUR KEAGRARIAAN
Jalan Kuningan Barat I Nomor 1 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan 12710
Telp. 021-5202328 : www.atrbpn.go.id