Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN

INTERNATIONAL ACCOUNTING STANDARD 7


“STATEMENT OF CASH FLOWS”

DISUSUN OLEH:
WULAN KANTI FITRANI 1511060094
DEWI MUSTIKA NOOR 1511060095

ASIAN BANKING FINANCE & INFORMATICS INSTITUTE OF


PERBANAS
PROGRAM SARJANA AKUNTANSI
2017
DAFTAR ISI

PENDAHULUAN .............................................................................................................. 2
RUANG LINGKUP PENULISAN ..................................................................................... 4
ISTILAH PENTING ........................................................................................................... 4
PEMBAHASAN ................................................................................................................. 5
Tujuan Laporan Arus Kas ............................................................................................... 5
Klasifikasi Laporan Arus Kas ......................................................................................... 6
Penyusunan Laporan Arus Kas ....................................................................................... 7
Pengungkapan Laporan Arus Kas ................................................................................. 12
CONTOH SOAL .......................................................................................................... 13
LAMPIRAN..........................................................................Error! Bookmark not defined.

1
I. PENDAHULUAN

Kualitas suatu perusahaan dapat dilihat dari perkembangan status keuangan


perusahaan yang disajikan dalam laporan keuangan. Menurut Standar Akuntansi
Keuangan No 1 tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang
menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu
perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan
keputusan ekonomi. Maka dari itu, laporan keuangan dapat dijadikan sarana untuk
melihat produktivitas perusahaan di masa lalu dan dapat dijadikan sebagai alat
untuk mengambil keputusan di masa yang akan datang.

Laporan arus kas merupakan salah satu bentuk laporan keuangan yang
menyajikan informasi arus kas keluar dan arus kas masuk perusahaan. Laporan arus
kas menunjukkan tingkat efektivitas dan efisiensi penggunaan kas pada suatu
perusahaan. Selain itu, laporan arus kas juga menunjukkan sumber-sumber
pemasukan kas dan pengeluaran kas dari berbagai aktivitas, diantaranya aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan.

Bagi pihak-pihak pengguna laporan keuangan, laporan arus kas menjadi


bagian yang penting dalam pengambilan keputusan yang tepat, misalnya untuk
menyajikan informasi dalam kondisi tertentu. Apabila arus kas masuk lebih kecil
daripada arus kas keluar tentu kondisi ini akan membawa perusahaan dalam kondisi
defisit kas, dan hal tersebut tentu tidak baik untuk perusahaan. Kondisi arus kas
yang kecil dibandingkan dengan beban akan membuat kreditor kehilangan
keyakinan atas perusahaan karena dianggap mengalami financial distress atau
permasalahan keuangan.

Kas merupakan pembentuk utama laporan arus kas, kas yang merupakan
elemen aktiva yang paling lancar dan sangat dibutuhkan dalam kegiatan
perusahaan. Kas digunakan untuk membiayai baik untuk pembelian aktiva,
pembelian saham, pengeluaran untuk beban, dan tentunya kas juga berperan aktif
dalam menghasilkan laba untuk perusahaan. Selain itu kas juga digunakan untuk
menjamin utang-utang perusahaan kepada kreditur, dengan demikian rasio kas
2
dengan utang harus dijamin dengan rasio yang bisa menjamin kreditur untuk
menghindari adanya krisis likuiditas.

Dengan posisi kas yang memegang peranan yang sangat penting dalam
kelanjutan perusahaan dapat dikatakan laporan arus kas juga memegang peran yang
sangat penting untuk perusahaan karena kegunaannya untuk menyajikan laporan
aktivitas kas perusahaan, baik kas masuk maupun kas keluar serta sumber
penerimaan dan pengeluaran kas.

Berikut perbandingan antara penyusunan laporan keuangan berdasarkan


Standar Laporan GAAP dengan Standar Laporan IFRS:

Type of Cash Flow U.S GAAP IFRS - IAS 7

Cash paid for interest Operating activity Operating or Financing


(associated with interest activity
expense)

Cash paid for income taxes Operating activity Usually operating


(associated with income tax activity, but can be split
expense) among operating,
investing, and financing
depending on the nature
of the transaction giving
rise to the tax payment

Cash received from interest Operating activity Operating or investing


(associated with interest activity
revenue)

Cash received from dividend Operating activity Operating or investing


(associated with dividend activity
revenue)

Cash paid for dividends (not Financing activity Financing or operating


an income statement item ) activity

3
II. RUANG LINGKUP PENULISAN

Adapun ruang lingkup permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan


makalah ini mengenai tujuan dan manfaat dari penyajian laporan arus kas baik dari
sisi perusahaan, investor maupun pengguna laporan keuangan lainnya. Penulisan
ini menjelaskan bagaimana klasifikasi laporan arus kas berdasarkan aktivitas
perusahaan, diantaranya aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus
kas yang disusun berdasarkan aktivitas tersebut disajikan sesuai dengan standar
pelaporan arus kas yang ditentukan dalam IAS 7.

Indonesia telah menetapkan untuk mengadopsi standar IFRS sejak tahun


2012 dan mengkonversikan IAS 7 mengenai laporan arus kas ke dalam PSAK 2.
Dengan adanya adopsi IFRS sebagai praktik akuntansi yang diterima secara umum
GAPP Nasional, maka perusahaan yang beraktivitas didalamnya pun harus
mengadopsi seluruhnya sesuai Standar Pelaporan Keuangan Internasional IFRS.

III. ISTILAH PENTING

Selama suatu periode tertentu, sebuah entitas harus menyajikan laporan arus
kas yang melaporkan sebagai aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas
pendanaan. Arus kas terdiri dari arus masuk dan arus keluar dari kas dan setara kas.
Pada umumnya kas terdiri dari:
· Kas di tangan, dan
· Tabungan (tabungan setelah dikurangi bank overdraft neto)

Setara kas adalah investasi jangka pendek, sangat likuid (seperti: surat berharga
utang jangka pendek) yang siap dikonversikan menjadi kas dan memiliki risiko
perubahan nilai yang sangat tidak signifikan.
Kas (cash). Jumlah kas yang ada di tangan dan rekening giro pada bank.
Setara kas (cash equivalent). Investasi yang sifatnya jangka pendek sangat likuid,
4
dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu, tanpa
menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan.
Arus kas (cash flows). Arus kas masuk dan arus kas keluar atau arus masuk dan
arus keluar dari setara kas.
Aktivitas operasi (operating activities). Aktivitas-aktivitas penghasil pendapatan
utama perusahaan (principal revenue producing activities) dan aktivitas lain yang
bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan.
Aktivitas investasi (investing activities). Perolehan dan pelepasan aset jangka
panjang serta investasi lain yang lain yang tidak termasuk dalam setara kas.
Aktivitas pendanaan (financing activities). Aktivitas yang mengakibatkan
perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan.

IV. PEMBAHASAN

1. Tujuan Laporan Arus Kas


Tujuan utama dari laporan arus kas adalah untuk menyajikan informasi
mengenai penerimaan kas dan pembayaran kas perusahaan dalam suatu periode.
Selain itu, menyediakan informasi dasar perusahaan mengenai kegiatan operasi,
investasi dan pendanaan. Laporan arus kas menjadi informasi akhir dalam segala
aktivitas kas, mulai dari penerimaan dan pembayaraan/pendanaan secara kas,
hingga menunjukkan perubahan kas bersih dari suatu perusahaan.

Manfaat dari laporan arus kas diantaranya untuk memberikan informasi


kepada investor, kreditur dan pengguna laporan keuangan lainnya dalam:

a. Memperlihatkan kemampuan entitas dalam menghasilkan arus kas untuk


mengambil keputusan dimasa akan datang.
b. Kemampuan entitas untuk membayar dividen dan kewajiban.
c. Untuk membandingkan laba bersih yang dihasilkan dengan arus kas bersih

5
dari aktivitas operasi.
d. Menyajikan transaksi investasi dan pendanaan baik secara kas maupun non-
kas selama satu periode.

2. Klasifikasi Laporan Arus Kas


Tiga klasifikasi laporan arus kas yaitu sebagai berikut:

a. Aktivitas Operasi
Adalah aktivitas penghasil utama pendapatan entitas dan aktivitas lain
yang bukan merupakan aktivitas investasi dan pendanaan.

b. Aktivitas Investasi
Adalah aktivitas berupa perolehan dan pelepasan aset jangka panjang
serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.

c. Aktivitas Pendanaan
Adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta
komposisi kontribusi modal dan pinjaman entitas.

Berikut adalah beberapa contoh klasifikasi penerimaan kas dan pembayaran


kas menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan :

Aktivitas Operasi:

Arus kas masuk dari: penjualan barang dan jasa, penerimaan royalti atau komisi,
pendapatan bunga (dapat juga masuk di aktivitas investasi), dan dividen yang
diterima (dapat juga masuk di aktivitas investasi).

Arus kas keluar untuk: pembayaran pemasok, pegawai, pajak, dan bunga
pinjaman (dapat juga masuk di aktivitas pendanaan)

Aktivitas Investasi:

6
Arus kas masuk dari: penjualan aset tetap, penjualan aset tak berwujud,
penjualan saham atau instrumen utang entitas lain, penerimaan dari pembayaran
pinjaman yang diberikan kepada entitas lain.

Arus kas keluar untuk: pembelian aset tetap, pembelian aset tak berwujud,
pembelian investasi saham atau instrumen utang entitas lain, pengeluaran untuk
pemberian pinjaman kepada entitas lain.

Aktivitas Pendanaan:

Arus kas masuk dari: menerbitkan saham, menerbitkan instrumen utang

Arus kas keluar untuk: membeli saham (saham treasuri), membayar utang atau
pinjaman, membayar dividen kepada pemegang saham (dapat juga masuk aktivitas
operasi)

3. Penyusunan Laporan Arus Kas

a. Arus Kas dari Aktivitas Operasi


Arus kas dari aktivitas operasi dapat disajikan dengan dua metode, yaitu
sebagai berikut:

1) Metode langsung, yang menyajikan kelompok utama penerimaan kas bruto


(gross) dan pembayaran kas bruto; atau
2) Metode tidak langsung, dimulai dengan laba rugi periode berjalan dan
menyesuaikan laba rugi tersebut dengan transaksi nonkas, akrual, dan
tangguhan dari pos yang penghasilan atau pengeluaran dalam aktivitas
investasi dan pendanaan

Metode Langsung
Metode langsung memperinci arus kas aktual dari kegiatan operasi
entitas. Ketika metode ini digunakan, informasi dapat diperoleh dari catatan
7
akuntansi entitas atau dengan menyesuaikan penjualan, beban pokok penjualan,
dan pos-pos lain dalam laporan laba rugi komprehensif. Dalam metode ini
pelaporan arus kas dilakukan dengan cara melaporkan kelompok-kelompok
penerimaan kas dan pengeluaran kas dari kegiatan operasi secara lengkap
(gross) kemudian dilanjutkan dengan kegiatan investasi dan pembiayaan.

Laporan arus kas terdiri dari kas bersih aktivitas operasi yang telah
dikombinasikan dengan gabungan arus kas masuk dan pengurangan arus kas
keluar. Arus kas masuk merupakan kas yang diterima dari customers, dan bunga
dan dividen yang diterima, sedangkan arus kas keluar merupakan kas yang
dibayarkan kepada supplier dan employee, pembayaran hutang bunga, dan
pembayaran pajak penghasilan.

Entitas dianjurkan untuk menggunakan metode langsung dalam


penyusunan arus kas dari aktivitas operasi. Metode ini menghasilkan informasi
yang berguna dalam mengestimasi arus kas masa depan yang tidak dapat
dihasilkan oleh metode tidak langsung.

Keunggulan utama dari metode langsung yaitu dapat melaporkan


sumber dan penggunaan kas secara rinci dalam laporan arus kas. Metode
langsung lebih mudah untuk dimengerti, dan memberikan informasi yang lebih
banyak untuk mengambil keputusan. Di samping memiliki keunggulan dalam
metode ini, adapun kelemahan utamanya yaitu data yang dibutuhkan seringkali
tidak mudah didapat karena membutuhkan data yang lebih rinci. Metode
Langsung membagi kegiatan operasi menjadi beberapa kategori utama, seperti
kas yang diterima dari pelangga, bunga dan dividen yang diterima, kas yang
dibayarkan kepada pemasok dan pekerja, dan sebagainya.

Metode Tidak Langsung


Metode tidak langsung, arus kas neto dari aktivitas operasi ditentukan
dengan menyesuaikan laba atau rugi neto dari pengaruh:

1. perubahan persediaan dan piutang usaha serta utang usaha selama periode
8
berjalan;
2. pos non-kas, seperti penyusutan, provisi, pajak tangguhan, keuntungan dan
kerugian mata uang asing yang belum direalisasi, serta laba entitas asosiasi
yang belum didistribusikan;
3. pos lain yang berkaitan dengan aktivitas investasi atau pendanaan, misalnya
laba dari penjualan aset.
Dari pengaruh tersebut ada beberapa hal yang harus disesuaikan dari net
income yang ada, diantaranya dengan menghilangkan:

1. Pengaruh transaksi yang masih belum di realisasi (defferal) dari arus kas
masuk dan keluar dari transaksi yang lalu, seperti perubahan jumlah
persediaan defferal income, arus kas masuk dan keluar dari transaksi yang
accured seperti piutang dan utang.
2. Pengaruh perkiraan yang terdapat dalam kelompok investasi dan
pembiayaan yang tidak mempengaruhi kas seperti : penyusutan, amortisasi,
laba rugi dari penjualan aktiva tetap dan dari operasi yang dihentikan (yang
berkaitan dengan kegiatan investasi), laba rugi pembatalan utang (transaksi
pembagian).

Keunggulan dalam metode ini adalah memusatkan pada aktivitas kas


yang mempengaruhi antara laba bersih dan arus kas dari aktivitas operasi.
Dalam hal ini, metode tersebut menunjukan hubungan antara laporan laba rugi,
neraca dan laporan arus kas.

b. Arus Kas dari Aktivitas Investasi


Arus kas dari aktivitas investasi menyajikan efek kas dari transaksi yang
meliputi properti, bangunan, dan peralatan, aset tidak berwujud dan investasi
lainnya. Kegiatan dari investasi ini diantaranya :

Kas yang diterima

1. Peningkatan kas dari penjualan investasi, properti, bangunan, peralatan dan


aset tidak berwujud
9
2. Pelunasan pinjaman yang digolongkan sebagai investasi perusahaan

Kas yang dibayar

1. Pembayaran untuk memperoleh investasi (penanaman modal), properti,


bangunan, peralatan dan aset tidak berwujud
2. Pinjaman yang diberikan kepada entitas lain dengan tujuan memberikan
pinjaman investasi
Informasi ini relevan bagi investor karena informasi perubahan aset-aset
jangka panjang memberikan informasi tentang kapasitas operasi dan potensi
laba yang dihasilkan dan arus kas masa depan. Bagian ini juga membantu
pengguna dalam menilai apakah entitas hanya mempertahankan kapasitas atau
meningkatkan kapasitas, dan apakah entitas hanya secara pasif melakukan
investasi pada instrumen ekuitas dan utang.

c. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan


Arus kas dari kegiatan meliputi aktivitas berikut yang merupakan hasil
dari transaksi pinjaman dan keuangan ekuitas

Kas yang diterima

1. Peningkatan dari pinjaman jangka panjang dan jangka pendek


2. Kas yang diterima dari pemilik perusahaan (contohnya dari penerbitan
saham)
Kas yang dibayar

1. Pembayaran atas pinjaman


2. Pembayaran dividen
Pengguna laporan keuangan memerlukan informasi arus kas dari
aktivitas pendanaan untuk mengetahui informasi tentang perubahan struktur
modal entitas. Informasi ini penting untuk mengetahui pihak-pihak yang
berkepentingan atas klaim terhadap arus kas entitas di masa depan.

10
4. Pos Khusus
Penyajian Neto
Arus kas aktivitas investasi dan pendanaan biasanya dilaporkan pada
jumlah bruto. Sebagai contoh, jika entitas mengakuisisi tanah dan bangunan
seharga Rp 100 miliar, sebagian dananya berasal dari pinjaman bank sebesar
Rp 75 miliar, maka akan dilaporkan pada arus kas keluar aktivitas investasi
sebesar Rp 100 miliar dan arus kas masuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 75
miliar. Jika entitas meminjam Rp 100 miliar di awal tahun dan membayar Rp
90 miliar pada akhir tahun, maka entitas akan melaporkan arus kas masuk
aktivitas pendanaan sebesar Rp 100 miliar dan arus kas keluar secara terpisah.

Arus kas operasi, investasi, dan pendanaan dapat dilaporkan secara neto
hanya berlaku untuk dua kondisi berikut ini:

a. Penerimaan dan pengeluaran kas untuk kepentingan pelanggan, jika arus


kas tersebut lebih mencerminkan aktivitas pelanggan daripada aktivitas
entitas. Contoh: penerimaan dan pembayaran rekening giro, dana pelanggan
yang dikelola oleh entitas investasi, dan rental yang ditagih oleh pengelola
untuk kepentingan dari, dan selanjutnya disetor kepada, pemilik properti.
b. Penerimaan dan pengeluaran kas untuk pos-pos dengan perputaran cepat,
jumlah yang besar, dengan jangka waktu singkat. Contohnya, jumlah pokok
transaksi kartu kredit nasabah, pembelian dan penjualan investasi, dan
pinjaman jangka pendek lain, misalnya pinjaman dengan jangka waktu jatuh
tempo dalam tiga bulan atau kurang.

5. Bunga dan Dividen


Bunga dan dividen yang diterima atau dibayarkan seharusnya
diklasifikasi. Arus kas bunga dan dividen yang diterima dan dibayarkan,
masing-masing diungkapkan secara terpisah. Masing-masing diklasifikasikan
secara konsisten antar periode sebagai aktivitas operasi, investasi, atau
pendanaan. Bunga yang dibayar dan bunga atau dividen yang diterima dapat
diklasifikasi sebagai arus kas dari aktivitas operasi, karena dipandang turut
11
menentukan laba rugi entitas dalam satu periode tertentu. Sedangkan bunga
yang dibayar dapat juga diklasifikasikan sebagai aktivitas investasi karena
dipandang sebagai hasil investasi.

6. Pajak
Arus kas yang berkaitan dengan pajak penghasilan diungkapkan secara
terpisah dan diklasifikasikan sebagai arus kas dari aktivitas operasi, kecuali
dapat secara spesifik diidentifikasi sebagai aktivitas pendanaan atau investasi.

7. Transaksi Non-Kas
Bilamana penyusunan laporan arus kas dilakukan, maka transaksi yang
tidak memerlukan penggunaan kas atau setara kas harus dikeluarkan. Informasi
yang diperlukan mengenai transaksi seperti ini, harus diungkapkan sedemikian
rupa di dalam laporan keuangan.

Contoh:

a. Penerbitan saham terhadap pembelian aset


b. Konversi hutang yang ada menjadi ekuitas

8. Arus Kas dalam Mata Uang Asing


Entitas mengakui transaksi kas yang berasal dari transaksi mata uang
asing, dibukukan dengan menggunakan kurs mata uang asing pada saat
transaksi arus kas. Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi yang timbul
akibat perubahan nilai tukar mata uang asing bukan merupakan arus kas.
Namun demikian, pengaruh perubahan nilai tukar atas kas dan setara kas dalam
mata uang asing dilaporkan dalam laporan arus kas untuk merekonsiliasikan
saldo awal dan akhir dari kas dan setara kas. Jumlah selisih kurs tersebut
disajikan terpisah dari arus kas aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

9. Pengungkapan Laporan Arus Kas

Pada laporan arus kas bahwa transaksi investasi dan pendanaan yang
tidak memerlukan penggunaan kas dan setara kas, tidak termasuk dalam laporan
12
arus kas. Transaksi tersebut contohnya adalah perolehan aset secara kredit atau
melalui sewa pembiayaan, akuisisi suatu entitas melalui penerbitan saham, dan
konversi utang menjadi modal. Transaksi semacam itu meskipun memengaruhi
struktur aset serta modal entitas, tapi tidak memengaruhi arus kas periode
berjalan, sehingga tidak dimasukkan ke dalam laporan arus kas. Hal ini
konsisten dengan tujuan laporan arus kas, yaitu melaporkan transaksi yang
berpengaruh terhadap arus kas periode berjalan. Transaksi tersebut
diungkapkan pada bagian lain dalam laporan keuangan sedemikian rupa
sehingga dapat memberikan semua informasi yang relevan mengenai aktivitas
investasi dan pendanaan tersebut.

Dalam keadaan tertentu, saldo kas dan setara kas yang dimiliki oleh
entitas tidak dapat digunakan, misalnya saldo kas dan setara kas milik entitas
anak yang beroperasi di suatu negara yang memberlakukan peraturan tentang
lalu lintas devisa atau pembatasan hukum lain sehingga saldo kas tersebut tidak
dapat digunakan oleh entitas induk atau entitas anak lainnya. Entitas
mengungkapkan jumlah saldo kas dan setara kas yang signifikan dan tidak dapat
digunakan oleh kelompok usaha, beserta pendapat manajemen.

CONTOH SOAL

DALAM MENYAJIKAN LAPORAN KEUANGAN ARUS KAS

Menurut Smith dan Skousen (1992:191), penyusunan laporan arus kas


terdiri dari sumber-sumber data yang meliputi tiga langkah pokok :
1. Menentukan perubahan dalam kas.
2. Menentukan arus kas bersih dari aktivitas operasi
3. Menentukan arus kas dari aktivitas investasi dan pendanaan.
Ada dua sumber data yang digunakan untuk membuat Laporan Arus Kas, yaitu:
1. Laporan Laba Rugi periode berjalan
2. Neraca periode berjalan dengan neraca periode sebelumnya
13
Langkah 1: Data Laporan Laba Rugi Tahun 2010
Allinson Company
Income Statement
For the Year Ended 31 December 2010
Revenue and Gains:
Net sales $900,000
Dividend revenue 3,000
Interest revenue 6,000
Gain on sales of property, plant, and equipment 31,000
Total revenue and gains 940,000
Cost, expenses, and losses:
COGS $500,000
Operating expenses (including depreciation of $40,000) 300,000
Interest expenses 35,000
Income tax expenses 36,000
Loss on sales of equity securities 4,000
Total cost, expenses, and losses 875,000
Profit $ 65,000
Dari contoh Laporan Laba Rugi di atas, bisa dilihat perusahaan memperoleh profit
sebesar $65.000
Langkah 2: Mengumpulkan data Neraca Tahun 2009 dan 2010
Laporan Posisi Keuangan tahun 2009:
ALLISON COMPANY
Financial Position Statement
31 December 2009

Assets
Current Assets :
Cash and Cash Equivalents 20,000
Equity Securities 64,000
Notes Receivable 12,000
Accounts Receivable 80,000
Accrued Interest Receivable 3,000
Inventory 90,000
14
Prepaid Expenses 1,000
Total Current Assets 270,000
Property, Plant, and Equipment (net of accumulated depreciation 500,000
Total Assets 770,000

Liabilities & Equity


Current Liabilities:
Notes Payable (short-term) 55,000
Accounts Payable 61,000
Interest Payabel 15,000
Income Taxes Payable 10,000
Other Accrued Expenses Payable 9,000
Total current liabilities 150,000
Noncurrent liabilities:
Notes Payable (long-term) -
Bonds Payable 300,000
Total liabilities 450,000
Equity:
Share Capital 50,000
Share Premium 100,000
Retained Earnings 170,000
Total Equity 320,000
Total liabilities equity 770,000
Laporan Posisi Keuangan tahun 2010:

ALLISON COMPANY
Financial Position Statement
31 December 2010

Assets
Current Assets :
Cash and Cash Equivalents $ 55,000
Equity Securities 85,000
Notes Receivable 17,000
Accounts Receivable 110,000
Accrued Interest Receivable 2,000
Inventory 100,000
Prepaid Expenses 4,000
Total Current Assets 373,000
Property, Plant, and Equipment (net of accumulated
depreciation 616,000
Total Assets $ 989,000
15
Liabilities & Equity
Current Liabilities:
Notes Payable (short-term) $ 45,000
Accounts Payable 76,000
Interest Payabel 22,000
Income Taxes Payable 8,000
Other Accrued Expenses Payable 3,000
Total current liabilities $ 154,000
Noncurrent liabilities:
Notes Payable (long-term) 40,000
Bonds Payable 400,000
Total liabilities $ 594,000
Equity:
Share Capital 60,000
Share Premium 140,000
Retained Earnings 195,000
Total Equity 395,000
Total liabilities equity $ 989,000

Langkah 3: Membandingkan dan menentukan perubahan antara Laporan


Posisi Keuangan periode sebelumnya 2009 dengan periode berjalan 2010,
tujuannya adalah untuk memperoleh data aktivitas keuangan perusahaan
pada periode tahun 2010.
Sehingga dapat diperoleh data laporan sebagai berikut:

16
ALLISON COMPANY
Financial Position Statement
31 December 2010 and 2009

Assets 2010 2009 Net Change


Current Assets :
Cash and Cash Equivalents 55,000 20,000 35,000
Equity Securities 85,000 64,000 21,000
Notes Receivable 17,000 12,000 5,000
Accounts Receivable 110,000 80,000 30,000
Accrued Interest Receivable 2,000 3,000 (1,000)
Inventory 100,000 90,000 10,000
Prepaid Expenses 4,000 1,000 3,000
Total Current Assets 373,000 270,000 103,000
Property, Plant, and Equipment (net of accumulated depreciation 616,000 500,000 116,000
Total Assets 989,000 770,000 219,000

Liabilities & Equity


Current Liabilities:
Notes Payable (short-term) 45,000 55,000 (10,000)
Accounts Payable 76,000 61,000 15,000
Interest Payable 22,000 15,000 7,000
Income Taxes Payable 8,000 10,000 (2,000)
Other Accrued Expenses Payable 3,000 9,000 (6,000)
Total current liabilities 154,000 150,000 4,000
Noncurrent liabilities:
Notes Payable (long-term) 40,000 - 40,000
Bonds Payable 400,000 300,000 100,000
Total liabilities 594,000 450,000 144,000
Equity:
Share Capital 60,000 50,000 10,000
Share Premium 140,000 100,000 40,000
Retained Earnings 195,000 170,000 25,000
Total Equity 395,000 320,000 75,000
Total liabilities equity 989,000 770,000 219,000

Kolom Net Change pada tabel di atas menunjukkan aktivitas atau kegiatan yang
terjadi sejak 01 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2010.
Kolom net change merupakan selisih antara data neraca tahun 2010 dengan tahun
2009

17
Aktivitas Operasi:
1. Peningkatan Account Receivable $30,000 selama tahun berjalan
2. Pendapatan dividen yang diakui secara kas basis, tetapi interest revenue diakui
secara akrual basis. Pengakuan interest receivable sebesar $1,000 selama tahun
berjalan
3. Inventory meningkata sebesar $10,000 dan account payable meningkat sebesar
$15,000 selama tahun berjalan
4. Selama tahun berjalan, short-term prepaid expenses meningkat sebesar $3,000
dan accrued expenses payable (selain dari interest atau income taxes) menurun
sebesar $6,000. Depreciation pada tahun tersebut $40,000
5. Kewajiban interest payable meningkat $7,000 selama tahun berjalan
6. Kewajiban income taxes payable menurun $2,000 selama tahun berjalan
Aktivitas Investasi:
7. Analisa investasi pada Equity Securitas menunjukkan pengeluaran sebesar
$65,000 yang merupakan biaya pembelian securitas, dan adanya penjualan
securitas dengan nominal $44,000
8. Analisa dari Notes Receivable account, menunjukkan pencatatan debit sebesar
$17,000 merupakan pinjaman cash kepada Allison Company selama tahun
berjalan, dan $12,000 pencatatan kredit untuk bayar tagihan notes receivable.
(Tagihan terdiri dari interest revenue dan sudah diperhitungkan dalam aktivitas
operasi)
9. Allison’s PPE (property, plant, and equipment) meningkat $116,000 selama
tahun berjalan. Analisis menunjukkan transaksi sebagai berikut:

Effect on PPE Accounts


Purchaesd $200,000 in PPE, paying $160,000 cash and
Issuing a long-term note payable for the $40,000 balance $200,000
Sold of $75,000 cash PPE with a book value of $44,000 (44,000)
Recorded depreciation expense for the periode (40,000)
Net change in PPE controlling accounts $116,000

18
Aktivitas Pendanaan:
10. Selama tahun berjalan, Allison Company meminjam uang kas sebesar $45,000
dengan menerbitkan short-term notes payable kepada bank. Perusahaan
melunasi sebesar $55,000 untuk jumlah pokok pinjaman dan notes payable
lainnya. (Interest payment diklasifikasikan ke aktivitas operasi)
11. Perusahaan menerbitkan Bonds Payable dengan cash sebesar $100,000
12. Perusahaan menerbitkan 1,000 saham biasa dengan harga lembar saham $10
dengan perlembar harga jual $50
13. Dividen kas diumumkan dan dibayarkan kepada shareholders sebesar $40,000
selama tahun berjalan.

Langkah 4: Menyusun Laporan Arus Kas


Dari informasi Laporan Laba/Rugi dan perbandingan neraca tahun 2009
dengan 2010 seperti di atas, maka langkah selanjutnya adalah penyusunan Laporan
Arus Kas. Sebagaimana telah disebutkan di bagian awal, bahwa Laporan Arus Kas
terdiri dari 3 kegiatan.
a. Arus Kas dari Kegiatan Operasi (Operating Activities)

Penyusunan arus kas operasi terdiri dari metode tidak langsung dan metode
langsung. Pada metode tidak langsung langkah yang dilakukan pertama kali dalam
penyusunan yaitu memasukan laba perusahaan yang ditetapkan sebagai sumber
dana dari aktivitas operasi.
Berikut penyusunan arus kas dari kegiatan operasi dengan metode tidak
langung. Berdasarkan sumber data dari Laporan Laba Rugi Tahun 2010, selama
tahun 2010 perusahaan mengalami profit sebesar $65.000.

Penyusunan Arus Kas Operasi dengan Metode Tidak Langsung (Indirect


Method)
Profit $ 65,000
Add:
Depreciation expenses 40,000
Decrease in accrued interest receivable 1,000
19
Increase in account payable 15,000
Increase in accrued interest liabilities 7,000
Non operating loss on sales of equity securities 4,000
Subtotal $ 132,000
Less:
Increase in accounts receivable $ 30,000
Increase in inventory 10,000
Increase in prepaid expenses 3,000
Decrease in accrued operating expense payable 6,000
Decrease in accrued income tax payable 2,000
Nonoperating gain on sales of property, plant, & equipment 31,000 82,000
Net cash from operating activities $50,000

Penyusunan Arus Kas Operasi dengan Metode Langsung (Direct Method)


Adapun langkah-langkah yang harus dihitung dalam masing-masing arus
kas, dimulai dari penjualan bersih, COGS, atau beban bunga. Dalam perhitungan
ini entitas harus memahami pada saat kondisi seperti apakah arus kas dapat
mempengaruhi kenaikan atau penurunan (increased or decreased) nilai laba atau
rugi perusahaan. Pada tahap ini perusahaan harus mengidentifikasi pengaruh dari
selisih laporan posisi keuangan tahun 2009 dengan tahun 2010.
1. Cash Receipts from Customers
Net Sales (accrual basis) 900,000
Less/Add: Increase/decrease in account receivable 30,000 -
Cash Receipts from Customers 870,000

Pada langkah ini entitas harus mengurangi peningkan yang terjadi pada account receivable
dan menambahkan kredit penjualan jika terjadi peningkatan account receivable

2. Interest and Dividends Received


Interest revenue (accrual basis) 6,000
Add/Less: Decrease/Increase in accrued interest receivable 1,000 +
Interest received (cash basis) 7,000

Interest Received (cash basis) 7,000


20
Dividends received (cash basis) 3,000 +
Interest and dividends received 10,000

3. Cash Paid for Purchases of Goods


COGS 500,000
Less/Add: Decrease/Increase in inventory 10,000 +
Net purchases (accrual basis) 510,000
Less/Add: Increase/Decrease acc payable to suppliers 15,000 -
Cash Payments for purchases of goods * 495,000

4. Cash Payments for Expenses


Operating expenses (including depreciation) 300,000
Less: Noncash expenses (depreciation) 40,000 -
Subtotal 260,000
Add: Increase in short term prepayments 3,000
Decrease in accrued liabilities 6,000 +
Cash payments for operating expenses * 269,000

5. Cash paid to suppliers and employees


Cash payments for purchases of goods *495,000
Cash payments for operating expenses *269,000 +
Cash payments to suppliers and employees ** 764,000

6. Cash payments for interest and taxes


Interest expense 35,000
Less: Increase in related accrued liability 7,000 -
Interest Paid 28,000

Income tax expense 36,000


Add: Decrease in related accrued liability 2,000 -
Income tax paid 38,000

A Quick Review
Cash Receipts from customers 870,000
Interest and dividends received 10,000

Cash provided by operating activities 880,000


Cash paid to suppliers and employees ** (764,000)
Interest paid (28,000)
Income taxes paid (38,000)

Cash disbursed for operating activities (830,000)

Net cash from operating activities 50,000


21
Pada penyusunan laporan arus kas kegiatan operasi baik metode langsung
maupun tidak langsung didapatkan net cash from operating activities sebesar $
50,000. Kedua metode tersebut memiliki perhitungan yang berbeda, namun hasil
yang ditemukan akan tetap sama yaitu sejumlah perhitungannya.

Penggunaan metode langsung ataupun tidak langsung digunakan sesuai


dengan kebutuhan perusahaan masing-masing karena kedua metode ini memiliki
keunggulan dan kekurangan tersendiri. Pada umumnya IAS 7 mengutamakan untuk
menggunakan metode langsung dengan alasan metode ini merincikan dengan jelas
sumber kas yang diterima dan yang dibayar.

Berikut adalah tabel yang menunjukan perbandingan antara kedua metode


arus kas operasi. Kedua metode ini mempunyai tujuan yang sama namun jenis
informasi yang disediakan berbeda. Metode langsung menginformasikan pengguna
laporan keuangan secara alaminya aktivitas arus kas, bahwa ada kas yang masuk
dan kas yang keluar. Sedangkan metode tidak langsung, terlihat hanya menjelaskan
mengapa kas bersih dari aktivitas operasi berbeda dengan pengukuran dari kinerja
profit lainnya.

Indirect Method
Profit $65,000
Add:
Depreciation expenses 40,000
Decrease in accrued interest receivable 1,000
Increase in account payable 15,000
Increase in accrued interest liabilities 7,000
Non operating loss on sales of equity securities 4,000
Subtotal $132,000
Less:
Increase in accounts receivable $ 30,000
Increase in inventory 10,000
Increase in prepaid expenses 3,000
Decrease in accrued operating expense payable 6,000
22
Decrease in accrued income tax payable 2,000
Nonoperating gain on sales of property, plant, &
equipment 31,000 82,000
Net cash from operating activities $ 50,000

Direct Method
Cash Receipts from customers $ 870,000
Interest and dividends received 10,000
Cash provided by operating activities 880,000
Cash paid to suppliers and employees (764,000)
Interest paid (28,000)
Income taxes paid (38,000)
Cash disbursed for operating activities (830,000)
Net cash from operating activities $ 50,000

23
LAPORAN ARUS KAS

ALLISON COMPANY
Statement of Cash Flows
For the Year Ended 31 December 2017

Cash flows from operating activities


Cash Receipts from customers $ 870,000
Interest and dividends received 10,000
Cash provided by operating activities 880,000
Cash paid to suppliers and employees (764,000)
Interest paid (28,000)
Income taxes paid (38,000)
Cash disbursed for operating activities (830,000)
Net cash from operating activities $ 50,000
Cash flows from investing activities
Purchases of equity securities $ (65,000)
Proceeds from sales of equity securities 40,000
Loans made to borrowers (17,000)
Collections on loans 12,000
Cash paid to acquire property, plant, and equipment (160,000)
Proceeds from sales of property, plants, and equipment 75,000
Net cash used in investing activities (115,000)
Cash flows from financing activities
Proceeds from short-term borrowing $ 45,000
Payments to settle short-term debts (55,000)
Proceeds from issuing bonds payable 100,000
Proceeds from issuing share capital 50,000
Dividends paid (40,000)
Net cash from financing activities 100,000
Net increase (decrease) in cash and cash equivalents $ 35,000
Cash and cash equivalents, 1 Jan 2010 20,000
Cash and cash equivalents, 1 Dec 2010 $ 55,000

24
LAMPIRAN

25
Pertanyaan:

1. Alasan perusahaan mengganti metode langsung ke metode tidak langsung


atau sebaliknya dalam penyusunan laporan arus kas
2. In case dalam laporan laba rugi terlihat laba yang tinggi, nemun pada
laporan posisi keuangannya menunjukkan akun Cash dan setara kas kecil,
Itu menunjukkan apa?
3. Tolong jelaskan, mengapa piutang penjualan yang meningkat dianggap
mempengaruhi arus kas sebagai pengurang, padahal tidak ada aliran kas
keluar pada aktivitas?

26

Anda mungkin juga menyukai