Anda di halaman 1dari 2

Dengan perbekalan yang dimilikinya, apoteker memiliki peran penting dalam sebuah rumah sakit

atau industri farmasi, serta memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Sayangnya,
kadang beberapa apoteker bertindak menyalahi aturan dengan memberikan obat keras yang
diminta pasien tanpa melalui resep dokter. Hal ini merupakan tindakan malpraktik dan sangat
berisiko, karena dapat membahayakan pasien.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 02396/A/SK/VIII/1986 Pasal 2


menyebutkan bahwa obat keras hanya dapat diberikan dengan resep dokter. Selain itu, pada pasal
3 obat keras harus dicantumkan tanda khusus berupa huruf K dengan bulatan merah pada semua
kemasan obat keras. Anda memerlukan resep atau berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter
sebelum meminumnya.

Jadi, sekalipun apoteker memiliki banyak perbekalan mengenai obat dan penyakit, bukan berarti
apoteker dapat dengan mudah memberikan obat keras kepada pasien tanpa adanya resep dokter.

Perhatikan Beberapa Hal ini Saat Membeli Obat

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat ingin membeli obat di apoteker:

 Pastikan apoteker di tempat Anda membeli obat memiliki informasi atau pemahaman
yang sama dengan dokter mengenai obat yang diberikan dan juga reaksi yang mungkin
muncul pada diri Anda setelah mengonsumsi obat tersebut.

 Disarankan untuk meminta alat takar jika obat yang Anda konsumsi adalah obat cair.
Karena, sendok makan di rumah Anda dengan sendok takar dapat memiliki ukuran yang
berbeda.

 Guna menjaga obat dari jangkauan anak, khususnya untuk kemasan botol, pastikan obat
yang Anda beli disertai dengan pengaman untuk anak-anak, atau dengan pembuka yang
cukup sulit untuk dibuka oleh anak-anak.

 Agar obat dapat tersimpan dengan aman dan tidak rusak, mintalah saran kepada apoteker
tentang cara menyimpan obat tersebut, karena beberapa obat dapat rusak kandungannya
jika Anda menyimpannya di tempat yang tidak tepat. Misalnya, apakah harus disimpan di
dalam kulkas atau di tempat yang kering.

Selain beberapa hal di atas, apoteker juga akan memastikan bahwa obat dan petunjuk
penggunaan obat sudah sesuai dengan resep yang diberikan oleh dokter Anda atau sesuai dengan
informasi yang telah diberikan dokter Anda saat konsultasi.

Apoteker merupakan salah satu tenaga ahli pelayanan kesehatan yang bertanggung jawab dalam
memilih dan memberikan obat untuk Anda. Meskipun apoteker memiliki pengetahuan mengenai
obat dan penyakit tertentu, tidak dianjurkan bagi Anda membeli obat keras tanpa resep dokter.
Untuk penentuan obat yang akan diresepkan sesuai diagnosis penyakit, Anda tetap perlu
berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Selain itu, perhatikan juga apakah apoteker yang
bertugas di tempat Anda membeli obat, sudah memiliki izin atau belum, dan sudah terdaftar
dalam Ikatan Apoteker Indonesia atau belum.