Anda di halaman 1dari 26

Kata pengantar

Puji beserta syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah

memberikan kesehatan dan rahmat-Nya kepada penulis sehingga penulis bisa

menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Shalawat beriringan salam penulis

doakan kepada Allah SWT agar senantiasa tercurahkan buat tambatan hati pautan

cinta kasih yakninya Nabi Muhammad SAW.

Penulis menyadari dalam penulisan makalah ini banyak terdapat

kekurangan karena penulis masih dalam tahap pembelajaran. Namun, penulis tetap

berharap agar makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.

Kritik dan saran dari penulisan makalah ini sangat penulis harapkan untuk

perbaikan dan penyempurnaan pada makalah penulis berikutnya. Untuk itu penulis

ucapkan terima kasih.

i
Daftar isi
Bab I pendahuluan................................................................................................... 1
1. Latar belakang .............................................................................................. 1
2. Rumusan masalah......................................................................................... 2
3. tujuan ............................................................................................................ 2
Bab II pembahasan .................................................................................................. 3
A. pengartian kuantitatif ................................................................................... 3
B. Pengertian kualitatif ..................................................................................... 4
C. karakteristik penelitian kuantitatif................................................................ 5
D. Karakteristik penelitian kuanlitatif ............................................................... 5
E. ciri-ciri penelitian kuantitatif........................................................................ 9
F. Ciri-ciri kualitatif ......................................................................................... 9
G. proses penelitian kuantitatif ......................................................................... 9
H. Proses penelitian kualitatif ........................................................................ 11
I. penggunaan penelitian kuantitatif .............................................................. 13
J. Penggunaan penelitian kualitatif ................................................................ 14
K. perbedaan kuantitatif dan kualitatif ............................................................ 15
L. langkah-langkah penelitian kuantitatif ....................................................... 16
a) Penyusunan Latar Belakang Masalah..................................................... 16
b) Identifikasi, Pemilihan dan Perumusan Masalah .................................. 17
c) Perumusan Tujuan dan Manfaat Penelitian ............................................ 17
d) Telaah Pustaka ........................................................................................ 18
e) Pembentukan Kerangka Teori ................................................................ 18
f) Perumusan Hipotesis .............................................................................. 18
g) Definisi Operasional dan Klasifikasi Variabel Penelitian ...................... 18
M. kelebihan dan kekurangan kuantitatif..................................................... 19
N. kompetensi penelitian kuantitatif ............................................................... 20
O. Kompetensi peneliti kualitatif ................................................................ 21

ii
Bab III penutup ..................................................................................................... 22
I. Kesimpulan ................................................................................................ 22
II. Saran ....................................................................................................... 22
Daftar pustaka ....................................................................................................... 23

iii
Bab I

Pendahuluan

1. Latar belakang

Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk


mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.berdasarkan hal
sstersebut terdapat 4 kunci yang perlu diperhatikan yaitu,cara
ilmiah,data,tujuan,dan kegunaan.cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu
didasarkan pada ciri-ciri keilmuan,yaitu rasional,empiris,dan sistematis.
Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang
masuk akal,sehingga terjangkau oleh penalaran manusia.empiris berarti
cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indera manusia.sistematis
artinya proses yang digunakan dalam penelitian iti menggunakan langkah-
langkah tertentu yang bersifat logis.

Data yang diperoleh melalui penelitian itu adalah data empiris


(teramati) yang mempunyai kriteria tertentu yaitu valid.valid menunjukkan
derajat ketetapan antara data yang yang sesungguhnya terjadi pada objek
dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti.

Setiap penelitian mempunyai tujuan dan kegunaan tertentu. Secara


umum tujuan penelitian ada tiga macam yaitu yang bersifat
penemuan,pembuktian,dan pembangunan.penemuan berarti data yang
diperoleh dari penelitian itu adalah data yang betul-betul baru yang
sebelumnya belum pernah diketahui.pembuktian berarti data yang
diperoleh itu digunakan untuk membuktikan adanya keragu-raguan
terhadap informasi atau pengetahuan tertentu,dan pengembangan berarti
memperdalam dan mempeluas pengetahuan yang telah ada.

Secar umum data yang diperoleh dari penelitian dapat digunakan


untuk memahami,memecahkan,dan mengantisipasi masalah, memahami
berarti memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan

1
selanjutnya menjadi tahu,memcahkan berati menimalkan atau
menghilangkan masalah,dan mengantisipasi berarti mengupayakan masalah
tidak terjadi.

2. Rumusan masalah
A. apa yang dimaksud dengan kuantitatif ?
B. apa yang dimaksud dengan kualitatif ?
C. bagaimana karakteristik penelitian kuantitatif ?
D. bagaimana karakteristik penelitian kualitatif ?
E. bagaimana ciri-ciri penelitian kuantitatif ?
F. apakah ciri-ciri penelitian kualitatif ?
G. bagaimana proses penelitian kuantitatif ?
H. bagaimana proses penelitian kualitatif ?
I. bagaimana penggunaan penelitian kuantitatif ?
J. bagaimana penggunaan penelitian kualitatif ?
K. apa perbedaan kuantitatif dan kualitatif ?
L. apa langkah-langlah penelitian kuantitatif ?
M. apa kelebihan dan kekurangan kuantitatif ?
N. apa yang dimaksud dengan kompetensi penelitian kuantitatif ?
O. apa yang dimaksud dengan kompetensi penelitian kualittaif ?

3. tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu
tugas dari dosen pengampu serta agar bisa mengetahui apa yang dimaksud
dengan kuantitatif.

2
Bab II

Pembahasan

A. pengartian kuantitatif
Penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang
spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas
sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Definisi lain
menyebutkan penelitian kuantitatif adalah penelitian yang banyak menuntut
penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data
tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian pula pada tahap
kesimpulan penelitian akan lebih baik bila disertai dengan gambar, table,
grafik, atau tampilan lainnya. Namun bukan berarti penelitian kuantitatif
bersih dari data yang berupa informasi kualitatif.
Penelitian kuamtitatif dinamakn metode tradisional,karena metode
ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode
penelitian.metode ini disebut sebagai metode positivistik karena
berlandaskan pada filsafat positivisme.metode ini sebagai metode ilmiah
karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konrit,obyektif,terukur,
rasional dan sistematis.
Penelitian kuantitatif dibangun oleh paradigma positivisme. Sebuah
paradigma yang di ilhami oleh David Hume, John Locke, dan Berkeley yang
menekankan pengalaman sebagai sumber pengetahuan dan memandang
pengetahuan memiliki kesamaan hubungan dengan aliran filsafat yang
dikenal dengan nama positivisme.Untuk selanjutnya penelitian kuantitatif
dikembangkan oleh para penganut paham positiviesme yang dipelopori oleh
August Comte. Mereka berpendapat bahwa untuk memacu perkembangan
ilmu-ilmu social, maka metode metode Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) harus
diadopsi ke dalam riset-riset ilmu social.

3
B. Pengertian kualitatif
Pengertian kualitatif dapat dilihat dari beberapa teori yaitu :

Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian ilmiah, yang bertujuan


untuk memahami suatu fenomena dalam konteks social secara alamiah
dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara
peneliti dengan fenomena yang diteliti.
Penelitian kualitaif merupakan penelitian yang digunakan untuk
menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau
keistimewaan dari pengaruh social yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau
digambarkan melalui pendekatan kuantitaif.
Penelitian kulitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan
pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek
yang alamiah, (sebagai lawannya eksperimen) dimana peneliti adalah
sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan
secara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan dengan trianggulasi
(gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitaif, dan hasil penelitian
kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.

Metode penelitian kualitatif dinamakan sebagai metode baru,karena


popularitasnya belum lama,dinamakan metode postpositivistik karena
berlandaskan pada filsafat postpositivisme.Metode ini disebut juga sebagai
metode artistik,karena proses penelitian lebih bersifat seni (kurang
terpola),dan disebut sebagai metode interpretive karena data hasil penelitian
lebih berkenaan dengan interpretasi terhadap data yang ditemukan di
lapangan.

Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian


naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah
(natural setting),disebut juga sebagai metode etnograpi,karena pada
awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang
antropologi budaya,disebut sebagai metode kualitatif,karena data yang
terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif.

4
Dari beberapa teori-teori di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa
yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang
berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada
kondisi obyek yang alamiah. Dengan tujuan untuk memahami suatu
fenomena dalam konteks social secara alamiah dengan mengedepankan
proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan
fenomena yang diteliti.

C. karakteristik penelitian kuantitatif


karakteristik penelitian kuantitatif yaitu :
 dilakukan pada kondis yang alamiah,langsung kesumber data dan
peneliti adalah instrumen kunci.
 Penelitian kuantitatif lebih bersifat deskriptif.
 Penelitian kuantitatif lebih menekan kan pada proses daripada prosuk
atau outcome
 Penelitian kualitatif melakukan analisi data secara induktif
 Penelitian kuantitatif lebih menekan makna.

D. Karakteristik penelitian kuanlitatif


 Menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data
 Memiliki sifat deskriptif analitik

 Tekanan pada proses bukan hasil

 Bersifat induktif

 Mengutamakan makna

5
No Metode kuantitatif Metode kualitatif
1 A.DESAIN A.Desain
a. Spesifik,jelas,rinci a. Umum
b. Ditentukan secara mantap sejak b. Fleksibel
awal. c. Berkembang,dan muncul
c. Menjadi pegangan langkah dalam proses penelitian
demi langkah.
2 B.TUJUAN B.Tujuan
a. Menunjukkan hubungan antar a. Menemukan pola
variabel hubungan yang bersifat
b. Menguji teori interaktif
c. Mencari generalisasi yang b. Menemukan teori
mempunyai nilai prediktif c. Menggambarkan realitas
yang kompleks
d. Memperoleh pemahaman
makna
3 C.Teknik Pengumpulan Data C.Teknik Pengumpulan Data
a. Kuesioner a. Participant observation
b. Observasi dan wawancara b. In dept interview
terstuktur c. Dokumentasi
d. Tringulasi
4 D.Instrumen Penelitian D.Instrumen Penelitian
a. Test,angket,wawancara a. Peneliti sebagai instrumen
terstruktur (human instrumen)
b. Intrumen yang telah terstandar b. Buku catatan,tape
recorder,camera,handycam
dan lain-lain
5 E.Data E.Data
a. Kuantitatif a. Deskriptif kualitatif

6
b. Hasil pengukuran variabel b. Dokumen pribadi,catatan
yang di oprasionalkan dengan lapangan,ucapan dan
menggunakan instrumen tindakan
responden,dokumen dan
lain-lain
6 F.Sampel F.Sampel/Sumber Data
a. Besar a. Kecil
b. Representatif b. Tidak representatif
c. Sedapat mungkin random c. Purposive,snowball
d. Ditentukan sejak awal d. Berkembang selama
proses penelitian
7 G.Analisis G.Analisis
a. Setelah selesai pengumpulan a. Terus menerus sejak awal
data sampai akhir penelitian
b. Deduktif b. Induktif
c. Menggunakan statistik untuk c. Mencari
menguji hipotesis pola,model,tema,teori
8 H.Hubungan dengan Responden H.Hubungan dan Responden
a. Dibuat berjarak,bahkan sering a. Empati,akrab supaya
tanpa kontak supaya obyektif memperoleh pemahaman
b. Kedudukan peneliti lebih tinggi yang mendalam
dari responden b. Kedudukan sama bahkan
c. Jangka pendek sampai sebagai guru,konsultan
hipotesis dapat dibuktikan c. Jangka lama,sampai
datanya jenuh,dapat
ditemukan hipotesis atau
teori

7
9 I.Usulan Desain I.Usulan Desain
a. Luas dan rinci a. Singkat,umum bersifat
b. Literatur yang berhubungan sementara
dengan masalah,dan variabel b. Literatur yang digunakan
yang diteliti bersifat sementara,tidak
c. Prosedur yang spesifik dan menjadi pegangan utama
rinci langkah-langkahnya c. Prosedur bersifat
d. Masalah dirumuskan dengan umum,seperti akan
spesifik dan jelas merencanakan tour/piknik
e. Hipotesis dirumuskan dengan d. Masalah bersifat
jelas sementara dan akan
f. Ditulis secara rinci dan jelas ditemukan setelah studi
sebelum terjun kelapangan pendahuluan
e. Tidak merumuskan
hipotesis,karena justru
akan menemukan
hipotesis
f. Fokus penelitian
ditetapkan setelah
diperoleh data awal dari
lapangan
10 J.Kapan penelitian dianggap selesai J.Kapan Penelitian dianggap
Setelah semua kegiatan yang selesai?
direncanakan dapat diselesaikan Setelah tidak ada data yang
dianggap baru/jenuh
11 K.Kepercayaan terhadap hasil K.Kepercayaan terhadap hasil
penelitian penelitian
Pengujian validitas dan realiabilitas Pengujian
instrumen kredibilitas,depanebilitas,proses
dan hasil penelitian

8
E. ciri-ciri penelitian kuantitatif
a. Sifat realitasnya dapat diklasifikasikan, konkrit, teramati, terukur.
b. Hubungan peneliti dengan yang diteliti independen, supaya terbangun
objektivitas.
c. Hubungan variabelnya sebab-akibat (kausal)
d. Cenderung membuat generalisasi
e. Cenderung bebas nilai

F. Ciri-ciri kualitatif
a. Bersifat umum, fleksibel, dan berkembang dalam proses penelitian.
b. Emik yaitu mementingkan pemahaman dari dalam.
c. Menggambarkan beragam bentuk realitas yang sifatnya kompleks.
d. Berakhir dengan kesimpulan (induktif).
e. Peneliti berperan sebagai instrumen utama penelitian
f. Teknik pengumpulan data atau instrumen penelitian yang biasa
digunakan yaitu wawancara dan observasi.
g. Analisis dilakukan sejak awal hingga akhir penelitian.
h. Hubungan dengan informan cukup dekat.
i. Sajian data berupa deskripsi catatan lapangan, jawaban informan, dan
dokumen

G. proses penelitian kuantitatif


Seperti telah diketahui bahwa penelitian itu pada prinsipnya adalah
untuk menjawab masalah.Masalah merupakan penyimpangan dari apa yang
seharusnya dengan apa yang terjadi sesungguhnya.Penyimpangan antara
aturan dengan pelaksanaan,teori dengan praktek,perencanaan dengan
pelaksanaan dan sebagainya.penelitian kuantitatif bertolak dari studi
pendahuluan dari obyek yang diteliti (preliminary study) untuk
mendapatkan yang betul-betul masalah.Masalah tidak dapat diperoleh dari
belakang meja,oleh karena itu harus digali melalui studi pendahuluan
melalui fakta-fakta empiris.Supaya peneliti dapat menggali masalah dengan

9
baik,maka peneliti harus menguasai teori melalui membaca berbagai
referensi.Selanjutnya supaya masalah dapat dijawab maka dengan baik
masalah tersebut dirumuskan secara spesifik,dan pada umumnya dibuat
dalam bentuk kalimat tanya.
Untuk menjawab rumusan masalah yang sifatnya sementara
(berhipotesis) maka,peneliti dapat membaca referensi teoritis yang relevan
dengan masalah dan berfikir.Selain itu penemuan penelitian sebelumnya
yang relevan juga dapat digunakan sebagai bahan untuk memberikan
jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian (hipotesis).Jadi
kalau jawaban terhadap rumusan masalah yang baru didasarkan pada teori
dan di dukung oleh penelitian yang relevan,tetapi belum ada pembuktian
secara empiris (faktual) maka jawaban itu disebut hipotesis.
Untuk menguji hipotesis tersebut peneliti dapat memilih
metode/strategi/pendekatan/desain penelitian yang sesuai.pertimbangan
ideal untuk memilih metode itu adalah tingkat ketelitian data yang
diharapkan dan konsisten yang dikehendaki.Sedangkan pertimbangan
praktis,adalah tersedianya dana,waktu,dan kemudahan yang lain.Dalam
penelitian kuantitatif metode penelitian yang dapat digunakan adalah
metode survey,expost facto,eksperimen,evaluasi,action research,policy
research (selain metode naturalistik dan sejarah).
Setelah metode penelitian yang sesuai dipilih,maka peneliti dapat
menyusun instrumen penelitian.Instrumen ini digunakan sebagai alat
pengumpul data yang dapat berbentuk test,angket/kuesioner,untuk pedoman
wawancara atau observasi.Sebelum instrumen digunakan untuk
pengumpulan data,maka instrumen penelitian harus terlebih dulu diuji
validitas dan reliabilitasnya.
Pengumpulan data dilakukan pada obyek tertentu baik yang
berbentuk populasi maupun sampel.Bila peneliti ingin membuat
generalisasi terhadap temuannya,maka sampel yang diambil harus
representatif (mewakili).

10
Setelah data terkumpul,maka selanjutnya dianalisis untuk menjawab
rumusan masalah dan menguji hipotesis yang diajukan dengan teknik
statistik tertentu.Berdasarkan analisis ini apakah hipotesis yang diajukan
ditolak atau diterima atau apakah penemuan itu sesuai dengan hipotesis
yang diajukan atau tidak.
Kesimpulan adalah langkah terakhir dari suatu periode penelitian
yang berupa jawaban terhadap rumusan.Berdasarkan proses penelitian
kuantitatif di atas maka nampak bahwa proses penelitian kuantitatif bersifat
linier,dimana langkah-langkahnya jelas,mulai dari rumusan
masalah,berteori,berhipotesis,mengumpulkan data,analisis data dan
membuat kesimpulan dan saran.
Penggunaan konsep dan teori yang relevan serta pengkajian
terhadap hasil-hasil penelitian yang mendahului guna menyusun hipotesis
merupakan aspek logika (logico-hypothetico),sedangkan pemilihan metode
penelitian,menyusun instrumen,mengumpulkan data dan analisisnya adalah
merupakan aspek metodologi untuk memverifikasikan hipotesis yang
diajukan.

H. Proses penelitian kualitatif


Rancangan penelitian kualitatif diibaratkan oleh Bogdan,seperti
orang mau piknik,sehingga ia baru tahu tempat yang akan dituju,tetapi tentu
belum tahu pasti apa yang di tempat itu.Ia akan tahu setelah memasuki
obyek,dengan cara membaca berbagai informasi tertulis,gambar-
gambar,berfikir dan melihat obyek dan sebagainya.Proses penelitian
kualitatif juga dapat diibaratkkan seperti orang asing yang mau melihat
pertunjukkan wayang kulit atau kesenian,atau peristiwa lain.Ia belum tahu
apa,mengapa,bagaimana wayang kulit itu.Ia akan tahu setelah ia
melihat,mengamati dan menganalisis dengan serius.

Berdasarkan ilustrasi tersebut di atas dapat dikemukakan bahwa


walaupun peneliti kualitatif belum memiliki masalah,atau keinginan yang
jelas,tetapi dapat langsung memasuki obyek/lapangan.Pada waktu

11
memasuki obyek,peneliti tentu masih merasa asing terhadap obyek
tersebut,seperti halnya orang asing yang masih asing yang masih asing
terhadap pertunjukan wayang kulit.Setelah memasuki obyek,peneliti
kualitatif akan melihat segala sesuatu yang ada ditempat itu,yang masih
bersifat umum.Misalnya dalam pertunjukkan wayang pada tahap awal,ia
akan melihat penontonnya,panggungnya,gamelannya,penabuhnya (pemain
gamelannya),wayangnya,dalangnya,pesindennya (penyanyi) aktivitas
penyelenggaraannya.Pada tahap ini disebut tahap orientasi atau
deskripsi,dengan grand tour question.Pada tahap ini peneliti
mendeskripsikan apa yang dilihat,didengar,dirasakan dan
ditanyakan.Mereka baru mengenal serba sepintas terhadap informasi yang
diperolehnya.

Proses penelitian kualitatif pada tahap ke-2 disebut tahap


reduksi/fokus.Pada tahap ini peneliti mereduksi segala informasi yang telah
diperoleh pada tahap pertama.Pada proses reduksi ini,peneliti mereduksi
data yang ditemukan pada tahap 1 untuk memfokuskan pada masalah
tertentu.Pada tahap reduksi ini peneliti menyortir data dengan cara memilih
mana data yang menarik,penting,berguna,dan baru.Data yang dirasa tidak
dipakai disingkirkan.Berdasarkan pertimbangan tersebut,maka data-data
tersebut selanjutnya dikelompokkan menjadi berbagai kategori yang
ditetapkan sebagai fokus penelitian.

Bila dikaitkan dengan melihat contoh pertunjukkan wayang,maka


peneliti telah memfokuskan pada masalah tertentu,misalnya masalah
wayang dan dalang nya saja.

Proses penelitian kualitatif,pada tahap ke 3,adalah tahap


selection.Pada tahap ini peneliti menguraikan fokus yang telah ditetapkan
menjadi lebih rinci.Ibaratnya pohon,kalau fokus itu baru pada aspek
cabang,maka kalau pada tahap selection peneliti sudah mengurai sampai
ranting,daun dan buahnya.Kalau diibaratkan pertunjukkan wayang
tadi,kalau fokusnya pada wayangnya,maka peneliti ingin tau lebih dalam

12
tentang wayang,mulai dari nama wayang dan perannya,bentuk dan ukuran
wayang,cara membuat wayang,makna setiap pahatan pada wayang,jenis cat
yang digunakan,cara mengecatnya dan sebagainya.

Hasil akhir dari penelitian kualitatif,bukan sekedar menghasilkan


data atau informasi yang sulit di cari melalui metode kuantitatif,tetapi juga
harus mampu menghasilkan informasi-informasi yang bermakna,bahkan
hipotesis atau ilmu baru yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi
masalah dan meningkatkan taraf hidup manusia.

I. penggunaan penelitian kuantitatif


metode kuantitatif digunakan apabila :
 bila masalah yang merupakan titik tolak sudah jelas.masalah adalah
merupakan penyimpangan antara yang seharusnya dengan yang terjadi,
antara aturan dengan pelaksanaan antara teori dengan praktek,antara
rencana dengan pelaksanaan.dalam menyusun proposal penelitian,
masalah ini harus ditunjukan dengan data,baik data hail
penelitian,maupun dokumentasi.
 Bila meneliti mendapatkan imformasi yang luas dari suatu populasi.
Metode penelitian kuantitatif cocok digunakan untuk mendapatkan
informasi yang luas dan tidak mendalam.bila populasi terlalu luas,maka
penelitian dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi
tersebut.
 Bila ingin diketahui pengaruh perlakuan/treatment tertentu terhadap
yang lain.untuk kepemtimgam ini metode ekspirimen paling cocok
digunakan.
 Bila peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitian.hipotesis
penelitian dapat berbentuk hipotesis deskriptif,komparatif,dan
asosiatif.
 Bila peneliti ingin mendapatkan data yang akurat,berdasarkan
penomena yang empiris dan dapat diukur.

13
 Bila ingin menguji terhadap adanya keragu-raguan tentang validitas
pengetahuan,teori dan produk tertentu.

J. Penggunaan penelitian kualitatif


Metode kualitatif digunakan apabila :
 Bila masalah penelitian belum jelas,kondisi saat ini cocok diteliti
dengan metode kualitatif.karena peneliti kualitatif akan langsung
masuk ke obyek,melakukan penjajahan dengan grand tour
question,sehingga masalah akan dapat ditemukan dengan mudah.
 Untuk memahami makna didata yang lebih tampak.gejala sosial sering
tidak dipahami berdasarkan apa yang diucapkan dan dilakukan
orang.setiap ucapan dan tindakan orang memiliki makna tertentu.
 Untuk memahami interaksi sosial.interaksi sosial yang kompleks hanya
dapat diurai kalau peneliti melakukan penelitian dengan metode
kualitatif dengan cara ikut berperan serta,wawancara mendalam
terhadap interaksi sosial tersebut.
 Memahami perasaan orang.perasaan orang sulit dimengerti kalau tidak
diteliti dengan metode kualtatif,dengan teknik pengumpulan
data,wawancara mendalam,dan observasi berperan serta untuk ikut
merasakan apa yang dirasakan orang tersebut.
 Untuk mengembangkan teorimetode kualitatif paling cocok digunakan
untuk mengembangkan teori yang dibangun melalui data yang
diperoleh dari lapangan.
 Untuk memastikan kebenaran data.data sosial sering sulit dipastikan
kebenarannya.
 Meneliti sejarah perkembangan.sejarah perkembangan kehidupan
seorang tokoh atau masyarakat akan dapat dilacak melalui metode
kualitatif.

14
K. perbedaan kuantitatif dan kualitatif

No Unsur Penelitian Kuantitatif Penelitian Kualitatif


1 Kejelasan Tujuan, pendekatan, Subjek sampel, sumber
Unsur subjek, sumber data sudah data tidak mantap dan
mantap, dan rinci sejak rinci, masih flexsibel,
awal timbul dan
berkembangnya sambil
jalan
2 Langkah Segala sesuatu di Baru diketahui dengan
penelitian rencanakan sampai mantap dan jelas setelah
matang ketika persiapan penelitian selesai
disusun
3 Sampel dan Dapat menggunakan Tidak dapat
populasi sampel dan hasil menggunakan pendekatan
penelitiannya populasi dan sampel.
diberlakukan untuk Dengan kata lain dalam
populasi penelitian kualitatif tidak
dikenal istilah populasi
dan sampel, istilah yang
digunakan adalah setting.
Hasil penelitia hanya
berlaku bagi setting yang
bersangkutan.
4 Hipotesis a. Mengajukan hipotesis Tidak mengemukakan
yang akan diuji dalam hipotesis sebelumnya,
penelitian tetapi dapat lahir selama
b. Hipotesis menentukan penelitian berlangsung.
hasil yang diramalkan Hasil penelitian terbuka.
5 Desain Dalam desain jelas Desain penelitiannya
langkah-langkah adalah flexible dengan

15
penelitian dan hasil yang langkah dan hasil yang
diharapkan tidak dapat dipastikan
sebelumnya.
6 Pengumpulan Kegiatan pengumpulan Kegiatan pengumpulan
data data memungkinkan untuk data harus selalu
diwakilkan dilakukan oleh peneliti
sendiri.
7 Analisis data Dilakukan sesudah semua Dilakukan bersamaan
data terkumpul dengan pengumpulan
data.
8 Pemberi Disebut responden Disebut informan
Informasi
9 Data Berupa data kuantitatif Berupa narasi dan angka
atau dalam bentuk angka
10 Instrumen Berupa kuisioner yang Instrument penelitian
penelitian tidak boleh adalah peneliti sendiri,
diinterpretasikan oleh sehingga peneliti harus
pengedar kuisioner dan konseptual dan teoritikal.
tidak juga boleh ditambah
atau dikurangi

L. langkah-langkah penelitian kuantitatif


a) Penyusunan Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah memuat hal-hal.Secara rinci latar belakang
masalah berisi:
 Argumentasi; mengapa masalah tersebut menarik untuk diteliti
dipandang dari segi keilmuan maupun kebutuhan praktis.
 Penjelasan akibat-akibat negatif jika masalah tersebut tidak dipecahkan.
 Penjelasan dampak positif yang timbul dari hasil-hasil penelitian

16
 Penjelasan bahwa masalah tersebut relevan, aktual dan sesuai dengan
situasi dan kebutuhan zaman.
 Relevansinya dengan penelitian-penelitian sebelumnya.
 Gambaran hasil penelitian dan manfaatnya bagi masyarakat atau negara
dan bagi perkembangan ilmu.

b) Identifikasi, Pemilihan dan Perumusan Masalah


 Identifikasi Masalah
Masalah penelitian dapat diidentifikasi sebagai adanya kesenjangan
antara apa yang seharusnya dan apa yang ada dalam kenyataan,
adanya kesenjangan informasi atau teori dan sebagainya.
 Pemilihan Masalah
 Mempunyai nilai penelitian (asli penting dan dapat diuji).
 Fisible (biaya, waktu dan kondisi).
 Sesuai dengan kualifikasi peneliti.
 Menghubungkan dua variabel atau lebih.
 Sumber Masalah
Bacaan, seminar, diskusi, pengamatan, pengalaman, hasil
penelitian terdahulu, dan lain-lain.
 Perumusan Masalah
 Dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.
 Jelas dan padat.
 Dapat menjadi dasar dalam merumuskan hipotesa dan judul
penelitian

c) Perumusan Tujuan dan Manfaat Penelitian


a. merumuskan tujuan masalah yang paling mudah adalah dengan
mengubah kalimat pertanyaan dalam rumusan masalah menjadi

17
kalimat Tujuan penelitian adalah suatu pernyataan tentang apa
yang akan kita cari/capai dari masalah penelitian.
b. Manfaat penelitian mencakup manfaat teoritis dan praktis.

d) Telaah Pustaka
Manfaat telaah pustaka adalah:
a. Untuk memperdalam pengetahuan tentang masalah yang diteliti.
b. Menyusun kerangka teoritis yang menjadi landasan pemikiran.
c. Untuk mempertajam konsep yang digunakan sehingga memudahkan
perumusan hipotesa.
d. Untuk menghindari terjadinya pengulangan penelitian.

e) Pembentukan Kerangka Teori


Kerangka teori merupakan landasan pemikiran yang membantu
arah penelitian, pemilihan konsep, perumusan hipotesa dan memberi
kerangka orientasi untuk klasifikasi dan analisis data.Kerangka teori
dibuat berdasarkan teori-teori yang sudah ada atau berdasarkan
pemikiran logis yang dibangun oleh peneliti sendiri.

f) Perumusan Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban terhadap masalah penelitian yang
secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat
kebenarannya. Hipotesis merupakan kristalisasi dari kesimpulan
teoritik yang diperoleh dari telaah pustaka. Secara statistik, hipotesis
merupakan pernyataan mengenai keadaan populasi yang akan diuji
kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh dari sampel penelitian.
g) Definisi Operasional dan Klasifikasi Variabel Penelitian
Konsep merupakan definisi dari sekelompok fakta atau gejala
(yang akan diteliti). Konsep ada yang sederhana dan dapat dilihat,
seperti konsep tentang meja, kursi dan sebagainya, juga ada konsep

18
yang abstrak dan tak dapat dilihat seperti konsep partisipasi, peranan
dan sebagainya. Konsep yang tak dapat dilihat disebut construct.
Konsep yang mempunyai variasi nilai disebut variabel. Variabel
dibagi menjadi dua:
 Variabel deskrit/katagorikal, misalnya variabel jenis kelamin.
 Variabel continues, misalnya variabel umur.
Proses pengukuran variabel merupakan rangkaian dari empat
aktivitas pokok yaitu:
 Menentukan dimensi variabel penelitian. Variabel-variabel
penelitian sosial sering kali memiliki lebih dari satu dimensi.
Semakin lengkap dimensi suatu variabel yang dapat diukur maka
semakin baik pula ukuran yang dihasilkan.
 Merumuskan dimensi variabel. Setelah dimensi-dimensi suatu
variabel dapat ditentukan, barulah dirumuskan ukuran untuk
masing-masing dimensi. Ukuran ini biasanya berbentuk
pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan dimensi tadi.
 Menentukan tingkat ukuran yang akan digunakan dalam
pengukuran. Apakah skala: nominal, ordinal, interval atau ratio.
 Menguji tingkat validitas dan reliabilitas dari alat pengukur apabila
yang dipakai adalah alat ukur yang baru.

M. kelebihan dan kekurangan kuantitatif


1) Kelebihan metode penelitian kuantitatif
Suryabrata menjelaskan beberapa kekuatan metode penelitian
kuantitatif yaitu :
a. Memungkinkan dilakukan pencatatan data hasil penelitian secara
eksak.
b. mengikuti tata pikir dan tata kerja yang pasti dan konsisten.
c. Data dapat diringkas dengan cara dan bentuk yang lebih bermakna
dan lebih mudah dianalisis.

19
d. Memungkinkan penggunaan teknik analisis statistic dan matematis
yang dapat diandalkan dalam penelitian ilmiah.
e. hasil penelitian yang diperoleh memiliki komunikabilitas yang
tinggi.

2) Kekurangan metode penelitian kuantitatif


a. Berdasarkan pada anggapan-anggapan (asumsi)
b. Asumsi tidak sesuai dengan realitas yang terjadi atau menyimpang
jauh maka kemampuannya tidak dapat dijamin bahkan menyesatkan.
c. Data harus berdistribusi normal dan hanya dapat digunakan untuk
menganalisis data yang populasi atau sampelnya sama. d. Tidak
dapat dipergunakan untuk menganalisis dengan cuplikan (sampel)
yang jumlahnya sedikit.

N. kompetensi penelitian kuantitatif


 memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang yang akan
diteliti
 mampu melakukan analisis masalah secara akurat,sehingga dapat
ditemukan penelitian yang betul-betul masalah
 mampu menggunakan teori yang tepat sehingga dapat digunakan untuk
memperjelas masalah yang diteliti,dan merumuskan hipotesis
penelitian
 memahami berbagai jenis metode penelitian kuantitatif
 memahami teknik-teknik sampling
 mampu menyusun instrumen untuk mengukur berbagai variabel yang
diteliti.
 Mampu mengumpulkan data dengan konsioner
 Bila mengumpilkan data dilakukan oleh tim
 Mampu menyajikan data
 Mampu memberikan interprestasi terhadap data hasil penelitian

20
 Mampu membuat laporan secara sistematis
 Mampu membuat abstraksi hasil penelitian

O. Kompetensi peneliti kualitatif


 Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang yang akan
diteliti.
 Mampu menciptakan rapport kepda setiap orang yang ada konteks
soaial yang akan diteliti.menciptakan rupport berarti mampu
membangun hubungan yang akrab dengan setiap orang yang ada setiap
konteks sosial.
 Memiliki kepekaan untuk melihat setiap gejala yang ada pada obyek
penelitian.
 Mampu menggali sumber data dengan observasi pastisipan,dan
wawancara mendalam secara triangulasi,serta sumber-sumber lain
 Mampu menganalisis data kualitatif secara induktif kesinambungan
mulai dari analisis deskriptif,domain,konponensial,dan tema kultural
/budaya
 Mampu menguji kredibilitas,depadibiltas,hipotetis,konfirmabalitas,dan
transferabilitas
 Mampu menghasilkan temuan pengetahuan,hipotesis atau ilmu baru
 Mampu membuat laporan secara sistematis,jelas,lengkap,dan rinci

21
Bab III

Penutup

I. Kesimpulan
Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang banyak menuntut
penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data
tersebut, serta penampilan dari hasilnya. penelitian kuantitatif
dikembangkan oleh para penganut paham positiviesme yang dipelopori oleh
August Comte. Mereka berpendapat bahwa untuk memacu perkembangan
ilmu-ilmu social, maka metode metode Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) harus
diadopsi ke dalam riset-riset ilmu social. Berdasar pada paradigma di atas
maka lingkup penelitian kuantitatif sama dengan besaran ruang lingkup
social, seperti pendidikan, sosiologi, politik, ekonomi, hukum, administrasi,
komunikasi dan sebagainya.
Kelebihan metode kuantitatif Dapat digunakan untuk menduga atau
meramal. Hasil analisis dapat diperoleh dengan akurat bila digunakan sesuai
aturan. Dapat digunakan untuk mengukur interaksi hudungan antara
dua/lebih variabel. Dapat menyederhanakan realitas permasalahan yang
kompleks dan rumit dalam sebuah model. Kekurangan metode kuantitatif
Berdasarkan pada anggapan-anggapan (asumsi) Asumsi tidak sesuai dengan
realitas yang terjadi atau menyimpang jauh maka kemampuannya tidak
dapat dijamin bahkan menyesatkan. Data harus berdistribusi normal dan
hanya dapat digunakan untuk menganalisis data yang populasi/sampelnya
sama. Tidak dapat dipergunakan untuk menganalisis dengan cuplikan
(sampel) yang jumlahnya.

II. Saran
Kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih banyak
kekurangan. Kami tetap berharap makalah ini tetap memeberikan manfaat
bagi pembaca. Namun, saran dan kritik yang sifatnya membangun dengan
tangan terbuka kami terima demi kesempurnaan di masa akan datang.

22
Daftar pustaka
Buku prof.Dr.sugiyono dalam buku metode penelitian kuantitatif dan
kualitatif dan R&D.
https://rizaalfarid.blogspot.com/2017/05/makalah-penelitian-
kuantitatif.html,http://forummah.blogspot.com/2011/11/makalah-
penelitian-kuantitatif.html,
https://reynandorico.blogspot.com/2017/05/makalah-penelitian-
kuantitatif.html,https://www.kosngosan.com/2017/06/makalah-
penelitian-kualitatif-lengkap.html,

23