Anda di halaman 1dari 10

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian Rancangan Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode survei analitik yaitu suatu survei

atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena

kesehatan itu terjadi. Kemudian melakukan analisis dinamika korelasi antara

fenomena atau antara faktor resiko dan faktor efek (Ratna, 2008).

3.2 Waktu dan Tempat Penelitian

3.2.1 Waktu Penelitian

Penelitian akan dilaksanakan pada April 2017.

3.2.2 Tempat Penelitian

Tempat yang dijadikan sebagai daerah penelitian adalah anak

sindrom down di Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Bakti Dharma

Pertiwi Bandar Lampung Tahun 2017.

3.3 Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional dimana

rancangan penelitian ini digunakan untuk mempelajari dinamika korelasi

antara faktor-faktor resiko dengan efek yaitu dengan menggunakan cara

pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu waktu

(point time approach) (Notoatmojo, 2010 : 37-38).

48
49

3.4 Subjek Penelitian

3.4.1 Populasi

Populasi adalah keseluruhan objek penelitian (Arikunto, 2006).

Populasi dalam penelitian ini adalah anak sindrom down di Sekolah

Luar Biasa (SLB) Dharma Bakti Dharma Pertiwi Bandar Lampung

Tahun 2017, yang jumlah keseluruhan adalah 76.

3.4.2 Sampel

Pengambilan sample adalah proses menyeleksi porsi dari populasi

yang dapat mewakili dari populasi (Arikunto, 2006). Teknik

pengambilan sample dalam penelitian ini menggunakan teknik total

sampling, yaitu cara pengambilan sample dengan mengambil semua

anggota populasi menjadi sample (Alimul, 2003).

3.5 Kriteria Inklusi dan Eksklusi

3.5.1 Kriteria Inklusi

1. Anak sekolah dasar sindrom down laki-laki dan perempuan di

SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi Bandar Lampung Tahun

2017.

2. Anak sindrom down yang hadir, bersedia dan dapat mengikuti

instruksi peneliti.

3. Diantar oleh orang tua/wali ke sekolah.

4. Orang tua/wali bersedia menjadi responden.


50

3.5.2 Kriteria Eksklusi

Anak sindrom down yang tidak kooperatif

3.6 Variabel Penelitian

Variabel penelitian meliputi variabel Independent dan variabel Dependent.

Variabel Independent :

1. Konsumsi makanan kariogenik

2. Kebiasaan menggosok gigi

Variabel Dependent :

3. Karies gigi

3.7 Definisi Operasional

No Variabel Definisi Alat Ukur Hasil Ukur Skala

1 Konsumsi Tingkat keseringan Kuesioner Resiko karies bila Ordinal

makanan seseorang mengkonsumsi mengkonsumsi

kariogenik makanan kariogenik. makanan kariogenik ≥

 Sering mengkonsumsi 3x sehari

makanan kariogenik 0. Tidak sering (jika

akan meningkatkan nilainya ≥ nilai

kemungkinan terjadinya mean)

karies (Arisman, 2002). 1. Sering (jika

nilainya ≤ nilai

mean)
51

2 Kebiasaan Tingkah laku dilakukan Kuosioner ADA menyatakan Ordinal

menggosok terus menerus dalam bahwa harus menyikat

gigi membersihkan gigi yang gigi secara teratur,

memperhatikan minimal 2 kali sehari :

pelaksanaan menggosok 0. Baik (jika nilainya ≥

gigi, alat menggosok gigi nilai mean)

dan cara menggosok gigi. 1. Tidak baik (jika

(Kandani, 2010 ; Potter & nilainya ≤ nilai

Perry, 2005). mean)

3 Karies gigi Karies yang dapat diinspeksi Observasi 1. Tidak karies Nominal

adalah lubang pada gigi 2. Karies

yang dapat dilihat secara

kasat mata dan telah

mengalami perubahan warna

menjadi kecoklatan dan

kehitaman (Behrman dkk,

1999 ; Potter & Perry,

2005).

3.8 Pengumpulan Data

3.8.1 Jenis data

Data primer meliputi konsumsi makanan kariogenik dan kebiasaan

menggosok gigi dengan menggunakan lembar kuesioner. Kuesioner

adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk

memperoleh informasi dari responden (Notoatmojo, 2010). Data

karies gigi diperoleh dari pemeriksaan langsung dengan sonde, kaca


52

mulut. Data sekunder adalah data jumlah siswa siswi anak sindrom

down di SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi Bandar Lampung

Tahun 2017 yang diperoleh dari Kepala Sekolah.

3.8.2 Prosedur Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan sesuai tahapan,yaitu:

1. Peneliti melakukan penelitian dengan mendatangi SLB Dharma

Bhakti Dharma Pertiwi Bandar Lampung dengan menjelaskan

maksud dan tujuan penelitian dengan meminta persetujuan kepada

responden apakah berkenan untuk mengisi kuesioner.

2. Peneliti mulai membagikan kuesioner kepada responden yang

bersedia diteliti dan memberikan penjelasan tentang cara pengisian.

3. Pada saat pengisian kuesioner berlangsung peneliti mendampingi

dan memberikan penjelasaan, jika responden tidak memahami

tentang pernyataan yang diajukan.

4. Responden yang tidak bisa mengisi kuesioner akan dibantu oleh

peneliti dalam pengisian kuesioner.

5. Mengumpulkan kuesioner yang telah diisi oleh sampel dan meneliti

kembali apakah seluruh pertanyaan yang disediakan sudah diisi

oleh sampel penelitian.

6. Kuesioner yang telah diisi lengkap kemudian dilakukan pengolahan

dan analisa data.


53

3.8.3 Persiapan Penelitian

a) Mengajukan usulan tema penelitian kebagian akademik.

b) Melakukan diskusi dengan dosen pembimbing dalam menentukan

tema dan judul penelitian yang tepat.

c) Membuat surat perizinan dan persetujuan ke bagian akademik di

Universitas Malahayati sehingga dapat memperoleh data jumlah

SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi Bandar Lampung.

3.8.4 Alat dan Bahan

Alat penelitian yang digunakan adalah:

1. Formulir pemeriksaan

2. Baki instrumen

3. Alat dasar (kaca mulut)

4. Sarung tangan

5. Alat sterilisasi

6. Alat tulis

Cara Pemeriksaan/Pengukuran

Peneliti melakukan persiapan alat dan bahan yang akan

digunakan untuk pemeriksaan. Peneliti mengisi formulir

pemeriksaan yang sudah disediakan untuk setiap subyek. Lalu

mengatur posisi duduk dengan didampingi oleh wali asuh. Subyek

harus dalam keadaan tenang dengan posisi tegak. Selanjutnya

peneliti dengan cara pemeriksaan sebagai berikut:

1) Pasien diminta untuk membuka mulut


54

2) Lihat dan lakukan pemeriksaan gigi dengan menggunakan

kaca mulut.

3) Mencatat hasil pemeriksaan pada formulir pemeriksaan.

3.9 Pengelolahan Data

Setelah data terkumpul, kemudian data tersebut diolah. Data diolah dan

dianalisis dengan menggunakan komputer program SPSS.

Proses pengolahan data tersebut meliputi :

1. Editing

Upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang diperoleh

atau dikumpulkan. Editing dapat dilakukan pada tahap pengumpulan

data atau setelah data terkumpul.

2. Coding

Setelah melakukan editing data, penulis memberikan kode tertentu

pada tiap data sehingga memudahkan penulis dalam melakukan

analisis data

3. Processing

Proses pengetikan kembali data dari lembar kuesioner ke program

komputer agar dapat dianalisa.

4. Cleaning

Pada tahap ini data yang sudah lengkap kemudian dilakukan

pengecekan kembali data yang dimasukkan kedalam program komputer

agar tidak dapat kesalahan.


55

3.10 Analisa Data

Data yang diperoleh dari proses pengumpulan data observasi dan

kuesioner diubah kedalam bentuk tabel, kemudian diubah menggunakan

program software statistik pada komputer SPSS.

3.10.1 Analisis Univariat

Analisis univariat untuk menjelaskan atau mendeskripsikan

karakteristik masing-masing variabel yang diteliti (Hastono SP,

2007). Baik variabel dependent (Karies Gigi ) maupun Variabel

independen (Konsumsi makanan kariogenik dan Kebiasaan

menggosok gigi).

3.10.2 Analisis Bivariat

Analisa Bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan antara

konsumsi makanan kariogenik dan kebiasaan menggosok gigi

dengan kejadian karies gigi pada anak syndrome down. Analisa

pada kedua variabel menggunakan rumus chi square.

Berdasarkan hasil perhitungan statistik dapat dilihat

kemaknaan hubungan antara 2 variabel independen dan dependen,

yaitu :

1. Jika p value < 0,05 maka bermakna/signifikan, berarti ada

hubungan yang bermakna antara variabel independen dengan

variabel dependen atau hipotesis Ha diterima.


56

2. Jika p value > 0,05 maka tidak bermakna/signifikan, berarti

tidak ada hubungan yang bermakna antara variabel independen

dan variabel dependen atau hipotesis Ha ditolak.


57

3.11 Alur Penelitian

Menentukan populasi anak sekolah


dasar sindrom down di SLB Dharma
Bakti Dharma Pertiwi Bandar Lampung

Menentuka populasi dan sample yang


memenuhi kriteria inklusi

Menjelaskan tujuan dan maksud peneliti

Informed Consent

Kuesioner konsumsi Kuesioner kebiasaan Pemeriksaan gigi


makanan kariogenik menggosok gigi

Pengumpulan data Pengumpulan data Pencatatan

Analisa data dan pembuatan laporan

Gambar 3.11 Alur penelitian