Anda di halaman 1dari 7

KEGIATAN PRAKTIKUM ( UDARA DAN BATUAN)

Judul Percobaan : Pembakaran Memerlukan Udara

2. Tujuan : Menjelaskan kegunaan udara

3. Alat dan Bahan :


Ø Lilin 2 buah
Ø Korek api
Ø Gelas dengan ukuran berbeda
Ø Piring/mangkok
Ø Stopwatch

4. Cara Kerja :
Ø Sediakan 2 lilin yang sama ukurannya, diameter dan panjang, warna dan bentuknya
Ø Letakkan kedua lilin di atas meja dan beri jarak antara lilin sekitar 30 cm
Ø Nyalakan kedua lilin
Ø Lalu tutup salah satu lilin dengan gelas
Ø Bandingkan lama lilin menyala antara kedua lilin, amati dan catat perubahan yang terjadi

5. Teori Dasar :

Udara merujuk kepada campuran gas yang terdapat pada permukaan bumi.
Udara bumi yang kering mengandungi 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1%
uap air, karbon dioksida, dan gas-gas lain.
Kandungan elemen senyawa gas dan partikel dalam udara akan berubah-ubah
dengan ketinggian dari permukaan tanah. Demikian juga massanya, akan
berkurang seiring dengan ketinggian. Semakin dekat dengan lapisan troposfer,
maka udara semakin tipis, sehingga melewati batas gravitasi bumi, maka udara
akan hampa sama sekali.

6. Pengamatan Data :

Table pengamatan
No. Uji coba Selang waktu sampai lilin mati ( t
)
1 Percobaan 1 3 detik
2 Percobaan 2 3 detik
3 Percobaan 3 2,38 detik
4 Percobaan 4 3 detik
5 Percobaan 5 2,85 detik

7. Pembahasan :

Dari percobaan di atas maka diperoleh rata rata waktu ketika lilin dinyalakan kemudian
ditutup gelas dan lilin itu padam sampai empat kali percobaan membutuhkan waktu sebesar
1,96 sekon. Ini menunjukkan bahwa dalam pembakaran memerlukan udara. Sementara lilin
yang tidak ditutup gelas akan tetap menyala namun pada lilin yang ditutup gelas hanya sesaat
saja menyala kemudian langsung padam karena di dalam gelas hampa udara/tidak ada
oksigen. Untuk gelas yang bahannya tebal maka ketika lillin ditutup gelas langsung cepat
padam berbeda dengan gelas yang bahannya tipis ketika ditutup gelas lilin dapat menyala
sesaat saja. Begitu juga dengan arang sate, ketika dipaskan baranya dapat menjalar dan
membakar semua arang. Jadi tanpa udara maka proses pembakaran tidak akan
berlangsung/terjadi.

8. Kesimpulan
Setelah melakukan percobaan dapat disimpulkan bahwa lilin yang dinyalakan dan didiamkan
di tempat terbuka akan tetap menyala sedang lilin yang dinyalakan lalu ditutup dengan gelas
akan menjadi padam karena tidak ada udara/oksigen didalamnya.

Udara Menekan dari Tekanan yang Tinggi ke Rendah”

A. Tujuan

Menjelaskan adanya tekanan udara dari tekanan tinggi ke rendah.


Alat dan Bahan

1. Lilin 2 batang yang berukuran sama.

2. Mangkok / piring kaca.

3. Gelas kaca.

4. Korek api.
5. Stopwatch / jam.

6. Penggaris.

D. Cara Kerja

1. Letakkan lilin diatas piring atau mangkok kaca.

2. Isilah air ke dalam piring atau mangkok kaca ± 2 cm.

3. Nyalakan lilin tersebut lalu tutup dengan gelas. Amatilah:

a. Permukaan air dalam gelas saat lilin baru ditutup gelas.

b. Permukaan air dalam gelas setelah lilin padam.

4. Amati nyala lilin dan permukaan air dalam gelas. Catat hasil pengamatan dalam tabel.

E. Hasil Pengamatan

a. Permukaan air dalam gelas saat lilin baru ditutup gelas, permukaan air rendah.

b. Permukaan air dalam gelas saat lilin padam, permukaan air dalam gelas naik melebihi air
diluar gelas.

Keadaan lilin Tinggi permukaan air

a. Saat lilin baru ditutup gelas (lilin menyala). 0 cm


b. Beberapa saat setelah lilin di tutup gelas (lilin 2,5 cm
padam).

Bumi merupakan bagian dari tata surya. Keunikan bumi dibandingkan dengan planet lain
dalam tata surya kita, bumi mempunyai kehidupan, air, udara dan permukaan yang terus
menerus mengalami perubahan. Udara merupakan bagian terluar dari bumi yang memiliki
peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia di bumi. Pada hakikatnya manusia perlu
udara oksigen untuk bernafas. Jumlah oksigen di udara ± 20 % dari keseluruhan udara yang
ada. Oleh sebab itu, kita harus berhati – hati dalam memelihara keberadaan udara agar
makhluk hidup tidak kesulitan dalam mendapatkan oksigen.
Disamping itu udara yang bergerak memberikan banyak manfaat pada kehidupan
manusia. Penyebab utama dari pergerakan udara adalah perbedaan suhu. Perbedaan suhu
menyebabkan timbulnya perbedaan tekanan udara, sehingga terjadi gerakkan udara dari
daerah yang bertekanan tinggi menuju daerah tekanan rendah. Gerakan udara pada arah
horizontal selalu disebabkan oleh selisih tekanan yang disebut angin. Angin mempunyai sifat
meratakan tekanan udara, sehingga semakin tinggi selisih tekannan udaranya maka semakin
kuat juga aliran anginnya.
Pemanfaatan udara bergerak banyak digunakan manusia terutama sebagai pembangkit
tenaga atau sumber energi. Sedangkan dalam kaitannya dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, udara dapat dimanfaatkan untuk peluncuran roket luar angkasa
yang berguna dalam penyelidikan kehidupan di luar angkasa. Ketika bahan bakar dalam roket
dibakar terbentuklah gas panas. Gas inilah yang menyebabkan dorongan yang kuat sehingga
roket terdorong ke atas.

Saat lilin baru ditutup gelas

Keadaan lilin stelah ditutup


BATUAN
Jawaban Pertanyaan
1. Jenis-Jenis Batuan
a. Batuan beku : batu apung, granit, obsidian, basal
b. Batuan sedimen : konglomerat, batu gamping, breksi, batu pasir,
batu serpih
c. Batuan metamorf : batu pualam, batu sabak
2. Ciri-ciri dari jenis batuan
* Batu apung : warna keabu-abuan, berpori-pori, bergelembung, ringan, terjadi di air.
* Granit : terdiri atas kristal-kristal kasar, warna putih sampai abu-abu
kadang jingga.
* Obsidian : hitam seperti kaca, tidak ada kristal
* Basal : terdiri atas kristal-kristal kecil, berwarna hijau keabu-abuan dan berlubang-
lubang.
- Batuan sedimen
* Konglomerat : material kerikil-kerikil bulat, batu-batu dan pasir yang
melekat satu sama lain.
* Batu gamping (kapur) : agak lemah, warna putih keabu-abuan, membentuk gas
karbondioksida (CO2) bila ditetesi asam.
* Fibreksi : gabungan pecahan-pecahan yang berasal dari letusan
gunung berapi, butirannya kasar dan bersudut-sudut tajam.
* Batu pasir : jelas terlihat tersusun dari butir-butir pasir warna abu-abu,
kuning, merah.
* Batu serpih : lunak, baunya seperti tanah liat, butir-butir batuan halus,
warna hijau, hitam, kuning, merah, abu-abu.
- Batuan Metamorf
* Batu pualam : campuran warna yang berbeda-beda dapat menyerupai pita-pita warna,
kristal-kristalnya sedang sampai kasar, bila ditetesi asam mengeluarkan bunyi
mendesis.
* Batu sabak : warnanya abu-abu kehijauan dan hitam, dapat dibelah-belah
menjadi lempeng-lempeng kecil.
3. Suatu batuan dapat berubah menjadi jenis batuan yang lain karena ada
proses metamorfisme yaitu berubahnya satu jenis batuan menjadi batuan lain
karena pengaruh panas/temperatur tinggi, tekanan besar, dan perubahan
kimia.
Udara Sebagai Sumber Energi

A. Tujuan
Mengetahui manfaat dari udara.

B. Alat dan Bahan


1.Balon.
2.Selongsong bolpoin plastik.
3.Gulungan kawat.
4.Pita perekat (solatif).
5.Gunting.
C. Cara Kerja
1) Balon ditiup sampai besar dan kencang, Kemudian diikat dengan karet.
2) Selongsong bolpoin dengan balon diisolasi.
3) Dua sisi penyangga disediakan, dapat berupa tiang, dinding atau dua buah
kursi, jaraknya sekitar 1.5 meter diatur.
4) Kawat dimasukan dalam selongsong bolpoin, kemudian alat dan bahan
disusun. Ujung – ujung kawat diikat pada kedua sisi penyangga yang dapat
berupa tiang.
5) Pangkal selongsong bolpoin ditarik sampai ujung bentangan kawat.
6) Ikatan pengikat karet dibuka.
7) Bentuk dan gerak balon setelah tiupannya dilepaskan diamati dan dicatat.
8) Balon ditiup dan dilepaskan tanpa menggunakan lintasan.
9) Gerak balon diamati dan dicatat.
10) Variasi besar kecilnya pengaruh balon diamati.

D. Pertanyaan
1) Mengapa lilin yang menyala ketika ditutup gelas akan padam ? jelaskan !
2) Bagaimana anda dapat menunjukan bahwa udara memenuhi ruangan?
3) Bagaimana anda menjelaskan kepada siswa bahwa udara bergerak dari
tempat yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah ?
4) Jelaskan apa yang dimaksud dengan udara sebagai sumber energi !!
E. Jawaban Pertanyaan
1. Lilin yang menyala ditutup gelas akan padam karena di dalam gelas tidak
ada udara (hampa udara) sehingga membuat lilin padam.
2. Bukti kalau udara udara seperti balon ditiup, ban sepeda dan lainnya.
3. Udara bergerak dari tempat bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan
rendah, hal ini dibuktikan dengan padamnya lilin dalam ruang hampa
udara karena udara menekan dari tekanan tinggi ke tempat bertekanan
rendah.
4. Udara sebagai sumber energi, udara dapat mendorong roket keluar angkasa
karena tekanan udara yang tinggi sehingga dapat mendorong roket
meluncur.