Anda di halaman 1dari 3

Gambaran Umum Perusahaan

Robinson Brothers Homes (RBH) adalah perusahaan tingkat menengah yang


bergerak di bidang kontruksi rumah. Perusahaan membangun rumah untuk keluarga
tunggal dan perumahan dengan kepadatan tinggi, seperti townhouse dan
kondominium. Pada tahun 2006, RBH membangun hampir 2.000 rumah per tahun.
RBH pertama befokus untuk membangun rumah dengan kualitas/harga yang lebih
tinggi dan kedua meningkatkan jumlah pembeli. Pada tahun 2006, rata-rata harga
jual untuk sebuah rumah buatan RBH sedikit lebih dari $400.000.

Saham RBH telah dijual kepada publik sejak tahun 1995. Perusahaan telah
mendapatkan keuntungan yang tinggi selama satu dekade terakhir, tetapi keuangan
diduga akan menjadi lebih ketat pada tahun 2007 karena melambatnya
pengonstruksian rumah sejak awal 2006. Harga saham turun hampir sebesar 50%
dari puncak tertingginya pada tahun 2005.

Perusahaan RBH terdiri atas staf kantor pusat yang berlokasi di Denver,
Colorado, dan 15 divisi yang berlokasi di sebagian besar daerah metropolitan di
Central, Mountain, dan Southwest di Amerika Serikat. Tiap divisi berisikan
anggotanya sendiri-sendiri, antara lain staf pengawasan, konstruksi, layanan
pelanggan, pembelian, penjualan dan pemasaran, pengembangan lahan, akuisisi
lahan, dan akuntansi. Satu-satunya fungsi utama yang dialihdayakan (outsource) ialah
konstruksi.

Struktur Organisasi Robinson Brothers Homes (RBH)


B
H A
e
a c k
r k u
r y n
y L a t
H a an
n
e
k
p e d
b y a
u n
r
n P
e
g
a
w
a
i

A
k
u
n
t
a
n
s
i
Permasalahan

Di awal Desember 2006, Harry Hepburn, presiden direktur Sothern California


Division dari Robinson Brothers Homes, dihadapkan pada tantangan yang signifikan.
Pasar dari divisi yang dilayaninya menjadi bergerak lambat. Untuk menjual rumah,
divisinya sering kali harus membuat konsesi harga yang signifikan. Akan tetapi, biaya
konstruksi terus melonjak, sehingga batasan pun diperketat. Jelaslah sudah bahwa
divisi ini tidak akan mencapai rencana penjualan dan keuntungan pada tahun 2006.
namun buruknya lagi, eksekutif perusahaan merekomendasikan dilakukannya
downsizing yang berarti terhadap divisi ini pada tahun 2007 untuk menunggu sampai
pemasaran rumah meningkat. Harry menolak ide ini. Menurutnya, ia telah
membentuk tim karyawan yang hebat. Ia ingin tetap menjaga keutuhan tim. Namun,
demi menjaga keutuhannya, tim perlu menemukan serangkaian proyek bagus yang
terus berlanjut untuk mereka kerjakan.

The Platinum Pointe Land Deal

The Platinum Pointe Land Deal merupakan sebuah proyek besar yang
menjanjikan pendapatan sebesar lebih dari $100 juta dan keuntungan mendekati $14
juta pada tahun 2008 – dalam 11 periode waktu.

Proyek ini direncanakan untuk dijalankan oleh Harry Hepburn, presiden


direktur Sothern California Division dari Robinson Brothers Homes, yang kala itu – di
awal Desember 2006, pasar dari divisi yang dilayaninya menjadi bergerak lambat
sedangkan biaya konstruksi terus melonjak, hal ini berakibat pada tidak tercapainya
rencana penjualan dan keuntungan divisi tahun 2006 dan buruknya lagi, eksekutif
perusahaan merekomendasikan dilakukannya downsizing yang berarti terhadap divisi
ini pada tahun 2007 untuk menunggu sampai pemasaran rumah meningkat. Untuk
mencegah downsizing tersebut, maka Harry

Jaringan Platinum Pointe ditentukan oleh Michael Borland, wakil direktur dari
akuisisi lahan untuk divisi Southern California. Jaringan Platinum Pointe terletak di
Emerald Estates master plannd community yang dikembangkan oleh Jackson
Development Company.

Michael menulis proposal secara detail untuk membangun 195 rumah dalam
2 format, yaitu triplex townhouse dan six-plex cluster home. Divisi lain dalam RBH
telah menghasilkan rumah yang hampir mirip, tapi formatnya tidak ditawarkan di
Southern California sebelumnya, dan beberapa modifikasi dibuat agar rumah-rumah
ini mampu menarik pembeli di California. Ukuran rumah-rumah ini berkisar dari
1.628 kaki persegi (1 kaki persegi = 0,093 m2) sampai 2.673 kaki persegi dengan
harga $445.000 sampai $705.000.

Michael kecewa setelah ia meliat proyeksi IRR untuk proyek ini yang haya sebesar
21% dibawah angka minimum yang diperlukan untuk proyek degan tingkat risiko
24,5%. Ia memutuskan untuk mendiskusikan masalah ini dengan hari Hepburn untuk
mencari solusinya.

Proyek ini akan membuat karyawan sibuk secara produktif. Harry sangat ingin
mengerjakan proyek ini. Akan tetapi, proyeksi keuangan menunjukkan bahwa proyek
ini tidak bisa memberikan pengembalian modal yang dibutuhkan perusahaan untuk
proyek dengan tingkat risiko sebesar ini. Ia lalu berpikir untuk menyiapkan proyeksi
yang “sedikit lebih optimis” untuk memastikan bahwa proyek ini akan disetujui.

Anda mungkin juga menyukai