Anda di halaman 1dari 7

Nama : Deuis Amalia Dewi Fatra

Kelas : ADM.Bisnis G

Aspek Manajemen
Aspek manajeman merupakan faktor yang terpenting. Diaspek inilah ide pengembangan
usaha akan menjadi kenyataan di bawah kepemimpinan sebuah tim manajemen. Pada saat
awal, manajemwen akan menentukan visi, misi dan nilai – nilai dasar dari perusahaan. Visi
dan misi akan manjadi pegangan dan arahan seluruh organisasi bergerak dalam pencapaian
tujuan. Nilai – nilai dasar akan menjadi pegangan bagi seluruh anggota organisasi dalam
menjalankan usaha. Aspek manajemen dan organisasi merupakan aspek yang membahas
mengenai manajemen dan pengorganisasian dalam rangka melaksanakan proyek tertentu.

Aspek Manajemen merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari beberapa aspek kajian
dalam sebuah laporan studi kelayakan bisnis. Keberhasilan suatu proyek/kegiatan yang telah
dinyatakan feasible untuk dikembangkan, sangat dipengaruhi oleh peranan manajemen dalam
pencapaian tujuan proyek/kegiatan. Aspek manajemen dalam studi kelayakan bisnis
menyangkut fungsi-fungsimanajemen secara umum/makro, yang meliputi fungsi
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan (POAC).

Ada dua fungsi utama atau keahlian ( skill ) yaitu keahlian teknik ( Teknical Skill ) dan keahlian
manajerial ( Managerial Skill ). Keahlian teknik yaitu keahlian tentang bagaimana cara mengerjakan
dan menghasilkan sesuatu yang terdiri atas pengarah dengan motivasi, supervisi dan komunikasi.
Keahlian manajerial yaitu keahlian yang berkenan tentang hal penetapan tujuan perencanaan,
pengorganisasian, penyusunan personalia dan pengawasan.

Adapun penjabaran dari fungsi-fungsi manajemen tersebut diatas, diuraikan sebagai


berikut :

1. Planning

Perencanaan merupakan tahapan pertama bagi sebuah tim manajemen dalam menjankan
pungsinya. Perencanaan ini meliputi perencanaan bisnis mulai dari pruduksi, perencanaan
anggaran keuanggan, sampai dengan biaya –biaya produksi, penjualan dan administrasi.
Dalam menyusun perencanaan, ada beberapa pendekatan yakni :

1. Pendekatan dari atas ke bawah


2. Pendekatan dari bawah ke atas
3. Pendekatan bersama – sama

Dalam penyusunan sebuah studi kelayakan,perlu disusun nya sebuah perencanaan


anggaran jangka pendek sampai minilmal jangka menengah, jika tidak bisa merencanakan
anggaran jangka panjang.

1. Perencanaan jangka pendek


2. Perencanaan jangka menengah
3. Perencanaan jangka panjang
Dalam semua kegiatan yang bersifat manajerial untuk mendukung usaha-usaha
pencapaian tujuan, fungsi perencanaan haruslah dilakukan terlebih dahuludaripada fungsi-
fungsi pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan.Pada prinsifnya perencanaan
ditetapkan sekarang dan dilaksanakan sertadigunakan untuk waktu yang akan datang,
sehingga perencanaan merupakanfungsi dasar bagi seluruh fungsi-fungsi manajemen.
Sebelum masuk kedalam proses Perencanaan, ada baiknya memahami bagaimana bentuk-
bentuk perencanaan itu sendiri. Perencanaan memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut :

a. Tujuan (objective)

Merupakan suatu sasaran dimana kegiatan itu diarahkan dan diusahakanuntuk sedapat
mungkin dicapai dalam jangka waktu tertentu, dan diketahuioleh semua orang yang terlibat.

b. Kebijakan (Policy)

Merupakan suatu pernyataan atau pengertian untuk menyalurkan pikiran dalam mengambil
keputusan terhadap tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan.Karena kebijakan ini biasanya
tidak tertulis, maka seringkali sulit untuk dipahami oleh para bawahan.

c. Strategi (Strategy)

Merupakan tindakan penyesuaian dari rencana yang telah dibuat. Perlunyadiadakan


penyesuaian disebabkan oleh adanya berbagai macam reaksi. Karena itu dalam membuat
strategi haruslah memperhatikan beberapa faktor seperti ketepatan waktu, ketepatan tindakan
yang akan dilakukan dan lainsebagainya.

d. Prosedur (Procedure)

Merupakan rangkaian tindakan yang akan dilaksanakan untuk waktumendatang. Adanya


prosedur akan lebih memudahkan pelakanaan semuaaktivitas dalam organisasi.

e. Aturan (Rule)

Merupakan suatu tindakan yang spesifik dan merupakan bagian dari prosedur.

f. Program (Programe)

Merupakan campuran antara kebijakan prosedur, aturan dan pemberian tugasyang disertai
dengan suatu anggaran (budget); semuanya ini akan menciptakan adanya tindakan. Dalam
organisasi, biasanya program dibuat dalam dua macam, yakni Program Umum dan Program
Khusus. ProgramUmum meliputi seluruh organisasi, sedangkan program khusus
hanyamencakup kegiatan-kegiatan dari masing-masing bagian yang ada dalam organisasi
tersebut.

Dalam beberapa kondisi tertentu, perencanaan ini di perlukan untuk restrukturisasi utang
sampai sebuah hutang bisa lunas. Adapun jenis – jenis perencanaan yang harus di siapkan
sebelum sebuah usaha dimulai, diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Rencana pemasaran

Rencana ini berisi tentang target pasar, karakteristik produk, strategi harga, cara
penjualan, salurn distribusi dan strategi promosi.

b. Rencana keuangan

Rencana ini berisikan sumber pendanaan, kelayakan secara keunagan, proyeksi arus kas,
proyeksi neraca, proyeksi laba rugi.

c. Rewncana produksi

Dalam rewncan ini akan di cantumkan mengani rencana produksi, rencana keperluan bahan
baku, bahan penunjang danrencana hasil produksi.

d. Rencana sumber daya manusia (Man Power Planning )

Rencana sumber daya manusia mencantumkan akan keperluan jumlah sumber daya manusia
yang di perlukan dan waktu kapan di perlukannya.

2. Organizing

Setiap organisasi memiliki tiga komponen pokok, yaitu :1.Personalia;2.Fungsi;3.Faktor-


faktor fisik pengorganisasian merupakan sebuah proses menciptakan hubungan antara
berbagai fungsi, personalia dan faktor-faktor fisik agar semua pekerjaan yang dilakukan dapat
bermanfaat serta terarah pada suatu tujuan

Hubungan-hubungan yang timbul didalam organisasi dapat berbentuk :1.Hubungan


Informal lebih banyak menyangkut pada hubungan manusiawi, seperti hubungan-hubungan
diluar tugas/pekerjaan, dan hubungan-hubungan lain yang bersifattidak resmi. 2.Hubungan
Formal Merupakan bentuk hubungan yang dilakukan dengan sengaja. Secara resmihubungan
formal ini ditunjukkan didalam bagan organisasi, pedoman organisasi atau deskripsi jabatan
yang ada. Dalam hubungan formal terdapat tiga hubungan dasar, yaitu :

1. Tanggung jawab
2. Wewenang
3. Pertanggungjawaban

Pengelompokan kegiatan atau aktivitas serta tenaga kerja ke dalam bagian- bagian didalam
sebuah organisasi dapat didasarkan pada beberapa faktor, yaitu :

1. Didasarkan pada suatu angka;


2. Didasarkan pada waktu;
3. Didasarkan pada fungsi perusahaan;
4. Didasarkan pada luas daerah operasi;
5. Didasarkan pada jenis barang yang dihasilkan;
6. Didasarkan pada jenis langgganan.
Setiap bentuk struktur organisasi yang baik harus memiliki dua karakteristik dasar, yaitu :

a. Keseimbangan dalam organisasi

Sebuah organisasi dapat dikatakan imbang bilamana kepada masing-masing bagian/fungsi


dialokasikan modal dan tenaga kerja yang sesuai dengan kontribusi yang dihasilkan guna
pencapaian tujuan.

b. Fleksibel,

Merupakan kemampuan dari struktur organisasi untuk menyesuaikan diri terhadap semua
perubahan-perubahan yang terjadi, seperti perubahan kegiatan, jumlah karyawan dan
kemampuan kerja, formasi jabatan dansebagainya. Adapun proses pengorganisasi adalah
sebagai berikut :

– Menetapkan alokasi tenaga dan kemampuan kerja serta faktor-faktor pendukung


lainnya;

– Penentuan dan pengelompokkan fungsi, beban kerja serta tanggung jawab bagi semua
anggota organisasi;

– Pendelegasian wewenang berdasarkan hierarki tanggung jawab dari masing-masing


kelompok;

– Menetapkan standar kerja sebagai bagian dari bentuk pertanggung jawaban.

Organizing menyangkut pengorganisasian sumber daya yang terarah, sehingga tercipta


sebuah orkestra yang harmonis guna mancaopai tujuan yang di inginkan. Berikut ini adalah
beberpa bentuk organisasi :

a. Organisasi garis

Organisasi ini merupakan organisasi garis paling sederhana dalam menjalankan tugasnya,
dengan jumlah karyawan yang sedikit dan organisasi yang kecil.

b. Organisasi fungsional

Organisasi ini di bentuk atas dasar fungsi masing – masing bagian atau kelompok dalam
menjalankan tugasnya.

c. Organisasi staf

Organisasi ini merupakan pengembangan dari organisasi garis, dimana para pengambil
keputusan memerlukan beberapa staf untuk memberikan nasehat kepadanya seblum
mengambil keputusan.

3. Matriks

Sejalan semakin kompleknya sebuah organisasi maka munculah organisasi matriks yang
mana seorang menejer bisa melapor kepada dua orang atasan karna fungsi dan dudukannya.
Dalam penentuan organisasi tipe apa yang akan kita gunakan, kita perlu mempertimbangkan
beberapa hal diantaranya :

a. Pendelegasian wewenang

Penentuan akan wewenang dalam sebuah organisasi, apakah dalam bentuk sentralisasi
wewenang ataupun dalam bentuk desentralisasi wewenang.

b. Pembagian kerja

Pembagian kerja yang jelas antar bagian akan memudahkan dalam memilih organisasi seperti
apa yang akan di bentuk.

c. Koordinasi

Perlu koordinasi antar bagian yang melakukan kegiatan termasuk tersedianya forum
komunikasi formal dan informal.

d. Sistem komunikasi

Semakin lebar dan panjang jenjang organisasinya, semakin sulit terjadinya komunikasi antar
bagian.

e. Rentang kendali

Jumlah bawahan dalam satu organisasi perlu di pertimbangkan, semakin banyak jumlah
bawahan maka semakin tidak efesien rentang kendali.

f. Jenjang organisasi

Jenjang organisasi juga penting, semakin tinggi jenjang organisasi makan komunikasi
semakin sulit.

g. Fleksibilitas

Organisasi harus cukup fleksibel dan sesual dengan perkembangan jaman, organisasi juga
tidak bisa kaku.

h. Kompetensi pasar

Organisasi juga harus sesuai dengan kompetensi pasar dan reaksi terhadap permintaan
konsumen.

i. Leading

Dalam tahapan ini kepemimpinan menjadi faktor terpenting bagaimana memotofasi,


mengarahkan dan menggerkan semua faktor organisasi yang ada untuk mencapai sasaran.
Pemimpin juga di katagorikan dalam beberapa tipe seperti :
j. Autocratic

Wewenang ada pada level pengambi, keputusan, bawahan memiliki sedikit wewenag maupun
kemampuan untuk mempengaruhi keputusan pimpinan.

k. Free rein

Tipe ini cenderung kebalikan dari autocratic dan mendelegasikan hampir semua wewenag
kepada lever bahawan untuk mengambil keputusan.

l. Participative

Meminta masukan dari bawahan dalam pengambilan keputusan akan tetapi keputusan akhir
tetap ada pada pimpinan. Manajemen memerlukan empat keahliaan untuk menunjukan
kinerja yang baik

a. Keahlian konseptual
b. Keahlian interpersonal
c. Keahlian teknis
d. Keahlian pengambilan keputusan

4. Controlling

Dalam kenyataanya pelaksanan harus selalu diikuti denga pengawas atau perbandingan
kedalam rencana awal. Pelaksanan akan selalu menimbulkan hal –hal yang belum di
perkirakan dalam perencanaan awal, yang mana bisa menimbulkan biaya –biaya tambahan
mauoun resiko- resiko tambahan.

Beberapa organisasi besar membentuk beberapa bagian yang berfungi untuk


mengendalikan fungsi organisasi seperti bagian internal kontrol, audit dan juga bagian
antisipasi resiko, selain itu untuk perusahaan publik juga menunjuk anggota direksi yang
independen dan juga anggota komisaris yang independen.

5. Identitas Proyek (nama, bentuk, badan usaha, pelaksana, dll)

Indentitas atau merek (brand) adalah suatu identitas yang mengkomunikasikan suatu janji dari
manfaat yang diberikan suatu manajemen perusahaan. Identitas merek diciptakan dari salah satu
atau elemen-elemen berikut: nama, logo, simbol, warna, jenis huruf, desain kemasan, dan desain
atau penampakan produk itu sendiri. Ornament bintang tiga Mercedes Benz adalah bagian dari
identitas merek Mercedes, sama seperti bintang lima pada sepasang sepatu olah raga adalah
identitas merek dari Converse, suatu perusahaan sepatu atletik yang telah malang melintang lebih
dari 75 tahun di pasar. Nama perusahaan bisa saja menjadi suatu merek. Merek perusahaan sering
dianggap sebagai merek yang memayungi atau sebagai bendera. IBM, Intel, dan Sony adalah
contohnya.

Identitas produk adalah suatu identitas yang diciptakan intuk individu produk atu lini produk.
Marlboro, Tide, Jello adalah contoh dari merek produk. Sebagian besar masyarakat mengenal uji
rasa mata tertutup. Coca-cola, Pepsi cola, dimana konsumen yang ditutup matanya menunjukkan
pilihan yang kuat atas produk Pepsi. Akan tetapi, ketika label merek yang sebenarnmya ditunjukkan,
65 persen konsumen menyatakan dirinya cenderung memilih Coca-cola. Merupakan indikasi yang
jelas tentang nilai dari sekitar produk. Tidak diragukan bahwa sekitar produk (product surround)
adalah penentu utama keberhasilan pengiklanan. Ketika suatu perusahaan membeli perusahaan lain,
seperti pasa kasus Ford dan Jaguar, sering sekali terbukti bahwa nilai dari akuisisi bukanlah pada
asset nyata yang muncul pada neraca perusahaan, seperti nilai asset pabrik dan peralatan,
melainkan nama merek milik perusahan yang diakuisisi.

Juga telah menjadi fakta bahwa nama merek mulai diabaikan, dimulailah apa yang dinamakan
sebagai peluncuran komuditas (commodity slide). Hal ini disebabkan karena karakteristik fisik suatu
prosuk menjadi semakin sulit dibedakan dan semakin mudah ditiru. Ketika suatu produk berada
dalam kategori peluncuran, keputusan pembelian cenderung dibuat berdasarkan harga atau
ketersediaan.

6. SDM

SDM sebagai salah satu unsur penunjang organisasi, dapat diartikan sebagai manusia yang
bekerja dilingkungan suatu organisasi (disebut personil, tenagakerja, pekerja/karyawan); atau
potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya; atau potensi
yang merupakan asset & berfungsi sebagai modal non-material dalam organisasi bisnis, yang dapat
diwujudkan menjadi potensi nyata secara fisik dan non-fisik dalam mewujudkan eksistensi
organisasi.

Pada organisasi yang masih bersifat tradisional, focus terhadap SDM belum sepenuhnya
dilaksanakan. Organisasi tersebut masih berkonsentrasi pada fungsi produksi, keuangan, dan
pemasaran yang cenderung berorientasi jangka pendek. Mengingat betapa pentingnya peran SDM
untuk kemajuan organisasi, maka organisasi dengan model yang lebih moderat menekankan pada
fungsi SDM dengan orientasi jangka panjang.

Mengelola SDM dieraglobalisasi bukan merupakan hal yang mudah. Oleh karena itu, berbagai
macam suprastruktur dan infrastruktur perlu disiapkan untuk mendukung proses terwujudnya SDM
yang berkualitas. Perusahaan yang ingin tetap eksis dan memiliki citra positif dimata masyarakat
tidak akan mengabaikan aspek pengembangan kualitas SDM-nya. Oleh karena itu peran manajemen
sumberdaya manusia dalam organisasi tidak kecil,bahkan sebagai sentral pengelola maupun
penyedia SDM bagi departemen lainnya. Manajemen sumberdaya manusia dapatd iartikansebagai
kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atas pengadaan tenaga
kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan
sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi dan masyarakat (Flippo,
1996). Atau dengan kata lain, secara lugas SDM dapat diartikan sebagai kegiatan perencanaan,
pengadaan, pengembangan, pemeliharaan dan penggunaan SDM dalam upaya mencapai tujuan
individual maupun organisasional.