Anda di halaman 1dari 36

1

BAGIAN ILMU OBGYN DAN GYNEKOLOGI LAPORAN KASUS


FAKULTAS KEDOKTERAN 23 Oktober 2018
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

KISTA OVARIUM

Disusun oleh :

NURUL FITRI

10542 0513 13

Pembimbing :

dr. H. Syarif Hidayat Sp.OG

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK

BAGIAN ILMU OBGYN DAN GYNEKOLOGI

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

2018
2

LEMBAR PENGESAHAN

Yang bertanda tangan di bawah ini menerangkan, bahwa:

Nama : Nurul Fitri, S.Ked

NIM : 10542 0533 13

Judul Laporan Kasus : Kista Ovarium

Telah menyelesaikan Laporan Kasus dalam rangka Kepanitraan Klinik di Bagian Ilmu Obgyn dan
Gynekologi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.

Makassar, oktober 2018

Pembimbing,

(dr. H. Syarif Hidayat, Sp.OG)


3

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena atas rahmat, hidayah,
kesehatan dan kesempatan-Nya sehingga laporan kasus dengan judul “Kista Ovarium ” ini dapat
diselesaikan. Salam dan shalawat senantiasa tercurah kepada baginda Rasulullah SAW, sang pembelajar
sejati yang memberikan pedoman hidup yang sesungguhnya.

Pada kesempatan ini, secara khusus penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang
setinggi-tingginya kepada dosen pembimbing dr. Syarif Hidayat, Sp.OG yang telah memberikan
petunjuk, pengarahan dan nasehat yang sangat berharga dalam penyusunan sampai dengan selesainya
laporan kasus ini.

Penulis menyadari sepenuhnya masih banyak terdapat kelemahan dan kekurangan dalam
penyusunan laporan kasus ini, baik dari isi maupun penulisannya. Untuk itu kritik dan saran dari semua
pihak senantiasa penulis harapkan demi penyempurnaan laporan kasus ini.

Demikian, Semoga laporan kasus ini bermanfaat bagi pembaca secara umum dan penulis secara
khususnya.

Billahi Fi Sabilill Haq Fastabiqul Khaerat

Wassalamu Alaikum WR.WB.

Makassar, oktober 2018

Penulis
4

BAB I

PENDAHULUAN

Ovarium mempunyai fungsi yang sangat penting pada reproduksi dan menstruasi.
Gangguan pada ovarium dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan, perkembangan dan
kematangan sel telur. Gangguan yang paling sering terjadi adalah kista ovarium, sindrom
ovarium polikistik, dan kanker ovarium.1

Kista adalah pertumbuhan berupa kantung (pocket, pouch) yang tumbuh dibagian
tubuh tertentu. Kista ovarium adalah suatu kantung yang berisi cairan atau materi semisolid
yang tumbuh dalam ovarium.1

Penemuan kista ovarium pada seorang wanita akan sangat ditakuti oleh karena
adanya kecenderungan menjadi ganas, tetapi kebanyakan kista ovarium memiliki sifat yang
jinak (80-84%).

Pada wanita usia muda (biasanya kurang dari 40 tahun) resiko pertumbuhan menjadi
ganas berkurang, oleh karena itu kista dapat dikontrol dengan USG pelvic. Ada beberapa
yang menjadi ganas, dengan risiko terjadinya karsinoma terutama pada wanita wanita yang
mulai menopause.2

Terdapat variasi dengan luas insidensi keganasan ovarium, rata-rata tertinggi terdapat
di Negara Skandinavia (14,5-15,3 per 100.000 populasi). Di Amerika insidensi keganasan
ovarium semua ras adalah 12,5 kasus per 100.000 populasi pada tahun 1988 sampai 1991.
Sebagian besar kista adalah kista fungsional dan jinak. Di Amerika , karsinoma ovarium
didiagnosa pada kira-kira 22.000 wanita, kematian sebanyak 16.000 orang.1,2

Topik Kista Ovarium menjadi sangat menarik untuk dibahas karena sebagian besar
pasien dengan kista ovarium berada dalam kondisi asimptomatik dan baru dapat didiagnosis
secara tidak sengaja ketika menjalani pemeriksaan USG atau sedang dalam operasi sectio
caesaria
5

BAB II

LAPORAN KASUS OBGYN GINEKOLOGI

RS.PELAMONIA MAKASSAR

Nama Mahasiswa : Nurul Fitri (10542051313) Tanda Tangan:

Dokter Pembimbing : dr. Syarif Hidayat, Sp.OG

I. IDENTITAS PASIEN
Nama lengkap : NY. N (63-08-16) Jenis kelamin : Perempuan
Umur : 42 Tahun Suku bangsa : Indonesia

Status perkawinan : Menikah Agama : Islam

Pekerjaan : - Pendidikan :-

Alamat : Pinrang

Tanggal masuk RS : 23/10/2018

II. ANAMNESIS  Autoanamnesis dan Alloanamnesis (Tgl 23


Oktober 2018)

Keluhan utama :
Nyeri perut

Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien masuk MRS dengan keluhan nyeri perut di sekitar pusat sebelah kanan, dirasakan
sejak 1 tahun terakhir, nyeri dirasakan tembus kebelakang, terasa benjolan pada perut sebelah
6

kanan, perut dirasakan semakin membesar, riwayat, riwayat operasi kista tahun 2010, pasien
tidak KB post kontap
Riwayat Obsetri :
1. 2000. Laki - laki. 3400 gr. PPN. RS
2. 2001. Perempuan. 3300 gr. PPN. RS

Riwayat penyakit dahulu :


Pasien menyangkal adanya riwayat tekanan darah tinggi dan penyakit kencing manis.
Riwayat keluhan yang sama seperti saat ini (+) 8 tahun yang lalu

Riwayat penyakit keluarga :


Pasien tidak mengetahui adanya riwayat tekanan darah tinggi dalam keluarga. Riwayat
penyakit kencing manis dalam keluarga disangkal.

Riwayat pengobatan :
Tidak ada obat yang dikonsumsi secara rutin oleh pasien.

Riwayat Alergi :
Riwayat alergi terhadap debu, cuaca, obat-obatan atau makanan disangkal.

Riwayat sosial dan kebiasaan:


Pasien adalah seorang ibu rumah tangga

III. PEMERIKSAAN FISIK

Pemeriksaan Umum

Keadaan Umum : Tampak sakit sedang

GCS : E4M6V5

Tekanan Darah : 130/90 mmHg


7

Nadi : 90 x/menit

Suhu : 36,7oC

Pernafasaan : 20 x/menit

Kepala

Ekspresi wajah : tampak simetris

Rambut : rambut panjang

Bentuk : normocephali

Mata

Konjungtiva : pucat (-/-)

Sklera : ikterik (-/-)

Kedudukan bola mata: ortoforia/ortoforia

Pupil : bulat isokor diameter 2 mm/2 mm. Refleks cahaya

langsung (normal/normal), refleks cahaya tidak

langsung (menurun/menurun).

Palpebra : dalam batas normal.

Telinga

Selaput pendengaran : sulit dinilai Lubang : lapang

Penyumbatan : -/- Serumen : +/+

Perdarahan : -/- Cairan : -/-

Mulut
8

Bibir : darah (-), swelling (-), stomatitis (-).

Leher

Trakhea terletak di tengah

Tidak teraba benjolan/KGB yang membesar

Kelenjar Tiroid : tidak teraba membesar

Kelenjar Limfe : tidak teraba membesar

Thoraks

Bentuk : simetris

Pembuluh darah : tidak tampak pelebaran pembuluh darah

Paru – Paru

Pemeriksaan Depan Belakang


Inspeksi Kiri Simetris saat statis dan dinamis Simetris saat statis dan dinamis
Kanan Simetris saat statis dan dinamis Simetris saat statis dan dinamis
Palpasi Kiri - Tidak ada benjolan - Tidak ada benjolan
- Vocal fremitus simetris - Vocal fremitus simetris
Kanan - Tidak ada benjolan - Tidak ada benjolan
- Vocal fremitus simetris - Vocal fremitus simetris
Perkusi Kiri Sonor di seluruh lapang paru Sonor di seluruh lapang paru
Kanan Sonor di seluruh lapang paru Sonor di seluruh lapang paru
Auskultasi Kiri - Suara vesikuler - Suara vesikuler
- Wheezing (-), Ronki (-) - Wheezing (-), Ronki (-)
Kanan - Suara vesikuler - Suara vesikuler
- Wheezing (-), Ronki (-) - Wheezing (-), Ronki (-)

Jantung
9

Inspeksi : Tidak tampak pulsasi iktus cordis

Palpasi : Teraba ictus cordis sela iga V, 1cm sebelah lateral

linea midklavikularis kiri.

Perkusi :

Batas kanan : Sela iga III-V linea sternalis kanan.

Batas kiri : Sela iga V, 1cm sebelah lateral linea midklavikularis kiri.

Batas atas : Sela iga III linea parasternal kiri.

Auskultasi : Bunyi jantung I-II murni reguler, Gallop (-), Murmur

(-).

Abdomen

Inspeksi : terdapat bekas operasi yang tertutp verban, cembung, simetris,

smiling umbilicus (-), dilatasi vena (-)

Palpasi :

Dinding perut : supel, tidak teraba adanya massa / benjolan, defense

muscular (-), terdapat nyeri tekan pada bekas operasi,

tidak terdapat nyeri lepas.

Hati : tidak teraba

Limpa : tidak teraba

Ginjal : ballotement -/-

Perkusi : redup di keempat kuadran abdomen

Auskultasi : bising usus (+) menurun

Ekstremitas
10

Akral teraba hangat pada keempat ekstremitas. edema (-).

Kelenjar Getah Bening

Preaurikuler : tidak teraba membesar

Postaurikuler : tidak teraba membesar

Submandibula : tidak teraba membesar

Supraclavicula : tidak teraba membesar

Axilla : tidak teraba membesar

Inguinal : tidak teraba membesar

PEMERIKSAAN LUAR

Mammae : TAK/TAK

ASI : -/-

TFU : Tidak dapat diraba

MT : (+)

NT : (+)

Fluxus : (-)

BAK : biasa

BAB : biasa

PEMERIKSAAN DALAM VAGINA

- V/V : tak /tak


- Portio : mencucu
- Uterus : kesan membesar
- Nyeri goyang portio : (+)
- Pelepasan : (-)
11

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan Laboratorium

23 okteber 2018

Jenis Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Normal


Leukosit 10,08 ribu/μL 3,8-10,6
Eritrosit 4,67 juta/μL 4,4-5,9
Hemoglobin 13,2 gr/dL 13,2-17,3
Hematokrit 38,0 % 40-52
Trombosit 339 ribu/μL 150-440
MCV 81,4 fL 80-100
MCH 28,3 pg 26-34
MCHC 34,7 gr/dL 32-36
GDS 131 mg/dL <110
HBsAg (Rapid) Non-Reaktif - Non-Reaktif
CT 8’45” menit 1 - 15
BT 1’45” menit 1–3

Pemeriksaan USG Genikology : Kista Ovarium Ukuran 5x6 cm

V. RESUME

Pasien masuk MRS dengan keluhan nyeri perut di sekitar pusat sebelah kanan, dirasakan
sejak 1 tahun terakhir, nyeri dirasakan tembus kebelakang, terasa benjolan pada perut sebelah
kanan, perut dirasakan semakin membesar, riwayat, riwayat operasi kista tahun 2010, pasien
tidak KB post kontap.
Riwayat Obsetri :
1. 2000. Laki - laki. 3400 gr. PPN. RS
2. 2001. Perempuan. 3300 gr. PPN. RS
12

Pada pemeriksaan fisik ditemukan kesadaran composmentis (GCS E4M6V5) , TD 130/90 mmHg, nadi
92x/menit, pernapasan 20x/menit, dan suhu 36,7oC. Pada pemeriksaan status generalis didapatkan
konjungtiva tidak anemis, inspeksi abdomen terdapat pembesaran simetris, auskultasi abdomen
peristaltik kesan menurun dan pada perkusi redup(+). Pada pemeriksaan luar didapatkan mammae
(tak/tak), Asi (-/-), TFU sulit diraba, MT (+), Nyeri tekan (+), BAK lnacar, BAB biasa. Pemeriksaan dalam
vagina: V/V : tak /tak, Portio : mencucu, Uterus : kesan membesar, Nyeri goyang portio : (+), Pelepasan :
(-)

Pada pemeriksaan darah normal, pemeriksaan usg geninology didapatkan sesan kista ovarium
ukuran 5x6 cm

VI. Diagnosis

Kista ovarium

VII. Penatalaksanaan:

1. Non medikamentosa
Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang penyakit dan pengobatan yang diberikan.

2. Medikamentosa
 Dari Spesialis Obgyn Ginekologi
o Ceftriaxon 1gr/12jam/iv
o Dexametazon /12jam/iv
3. Operatif : Kistektomi
IX. Prognosis

Ad vitam : Dubia ad bonam

Ad fungsionam : Dubia ad bonam

Ad Sanationam : Dubia ad bonam


13

BAB III

TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Anatomi Ovarium

Gambar 1 : Anatomi Ovarium dan Tuba

Wanita pada umumnya memiliki dua indung telur kanan dan kiri, dengan
penggantung mesovarium di bagian belakang ligamentum latum, kiri dan kanan. Ovarium
adalah kurang lebih sebesar ibu jari tangan dengan ukuran panjang kira-kira 4 cm, lebar
dan tebal kira-kira 1,5 cm.1
14

Hilusnya berhubungan dengan mesovarium tempat ditemukannya pembuluh-


pembuluh darah dan serabut-serabut saraf untuk ovarium. Pinggir bawahnya bebas.
Permukaan belakangnya pinggir keatas dan belakang , sedangkan permukaan depannya ke
bawah dan depan. Ujung yang dekat dengan tuba terletak lebih tinggi dari pada ujung yang
dekat pada uterus, dan tidak jarang diselubungi oleh beberapa fimbria dari infundibulum.1,4

Ujung ovarium yang lebih rendah berhubungan dengan uterus dengan ligamentum
ovarii proprium tempat ditemukannya jaringan otot yang menjadi satu dengan yang ada di
ligamentum rotundum. Embriologik kedua ligamentum berasal dari gubernakulum1,2,3

Gambar 2 : Anatomi Ovarium

Secara histologik, ovarium dilapisi oleh epitelium germinalis dan tunika albugenia.
Sisi dalam ovarium terdiri dari sel-sel folikel dan jaringan ikat yang sangat sensitif terhadap
hormon seks. Ovarium diperdarahi oleh arteri ovarica kanan dan kiri yang merupakan cabang
dari aorta desendens. Vena sebagai drainase mengikuti perjalanan arteri ovarica sebagai vena
ovarica kanan dan kiri.4
15

II.2 Definisi Tumor Ovarium

Secara harfiah, Tumor adalah jaringan baru (neoplasma) yang timbul dalam tubuh
akibat pengaruh berbagai faktor penyebab dan menyebabkan jaringan setempat pada
tingkat gen kehilangan kendali normal atas pertumbuhannya. Istilah neoplasma pada
dasarnya memiliki makna sama dengan tumor. Keganasan merujuk kepada segala
penyakit yang ditandai hiperplasia sel ganas.

Tumor ovarium adalah sebuah proses penumbuhan jaringan baru yang berasal
dari ovarium baik yang bersifat jinak maupun ganas. Beberapa literatur menggolongkan
kista sebagai tumor namun beberapa literatur lain memisahkan antara tumor dengan kista.
Perlu diketahui bahwa definisi kista adalah suatu jenis tumor berupa kantong abnormal
yang berisi cairan. Karena secara definisi tumor adalah jaringan, oleh karena itu beberapa
literatur membedakan antara kista dengan tumor ovarium.

Gambar 3 : Ilustrasi Tumor Ovarium

II. 3. Epidemiologi

Berdasarkan data penelitian Jurnal Medscape di Amerika Serikat, umumnya kista


ovarium ditemukan saat pasien melakukan pemeriksaan USG baik abdominal maupun
transvaginal dan transrektal. Kista ovarium terdapat disekitar 18% yang sudah
16

postmenopause. Sebagian besar kista yang ditemukan merupakan kista jinak, dan 10%
sisanya adalah kista yang mengarah ke keganasan.

Kista ovarium fungsional umumnya terjadi pada usia produktif dan relatif jarang pada
wanita postmenopause. Secara umum, tidak ada persebaran umur yang spesifik mengenai
usia terjadinya kista ovarium.5

II.4 Sifat Kista

1. Kista Fisiologis

Sesuai siklus menstruasi, di ovarium timbul folikel dan folikelnya berkembang, dan
gambaranya seperti kista. Biasanya kista tersebut berukuran dibawah 4 cm, dapat dideteksi
dengan menggunakan pemeriksaan USG, dan dalam 3 bulan akan hilang. Jadi ,kista yang
bersifat fisiologis tidak perlu operasi, karena tidak berbahaya dan tidak menyebabkan
keganasan, tetapi perlu diamati apakah kista tersebut mengalami pembesaran atau tidak.
Kista yang bersifat fisiologis ini dialami oleh orang di usia reproduksi karena masih
mengalami menstruasi. Biasanya kista fisiologis tidak menimbuklkan nyeri pada saat haid.
Beberapa jenis kista fisiologis diantaranya adalah kista korpus luteal, kista folikular, kista
teka-lutein.4

2. Kista Patologis

Kista ovarium yang bersifat ganas disebut juga kanker ovarium. Kanker ovarium
merupakan penyebab kematian terbanyak dari semua kanker ginekologi. Angka kematian
yang tinggi karena penyakit ini pada awalnya bersifat tanpa gejala dan tanpa menimbulkan
keluhan apabila sudah terjadi metastasis, sehingga 60-70% pasien datang pada stadium
lanjut, penyakit ini disebut juga sebagai silent killer. Angka kematian penyakit ini di
Indonesia belum diketahui dengan pasti.1

Pada kista patologis, pembesaran bisa terjadi relatif cepat, yang kadang tidak disadari
penderita. Karena, kista tersebut sering muncul tanpa gejala seperti penyakit umumnya. Itu
sebabnya diagnosa agak sulit dilakukan. Gejala gejala seperti perut yang agak membuncit
17

serta bagian bawah perut yang terasa tidak enak biasanya baru dirasakan saat ukuranya
sudah cukup besar. Jika sudah demikian biasanya perlu dilakukan tindakan pengangkatan
melalui proses laparoskopi.1,2

Ada lagi jenis kista abnormal pada ovarium. Jenis ini ada yang bersifat jinak dan
ganas. Bersifat jinak jika bisa berupa spot dan benjolan yang tidak menyebar. Meski jinak
kista ini dapat berubah menjadi ganas. Tetapi sampai saat ini, belum diketahui dengan pasti
penyebab perubahan sifat tersebut. Kista ganas yang mengarah ke kanker biasanya bersekat
sekat dan dinding sel tebal dan tidak teratur. Tidak seperti kista fisiologis yang hanya berisi
cairan, kista abnormal memperlihatkan campuran cairan dan jaringan solid dan dapat
bersifat ganas. 1,2,3

II.5 Klasifikasi Kista

Diantara tumor-tumor ovarium ada yang bersifat neoplastik dan non neoplastik. Tumor
neoplastik dibagi atas tumor jinak dan ganas, dan tumor jinak dibagi dalam tumor kistik dan
solid

A. Tumor Non Neoplastik


a. Tumor akibat radang
i. Abses ovarial
ii. Abses tubo – ovarial
iii. Kista tubo – ovarial
b. Tumor lain
i. Kista folikel
ii. Kista korpus lutein
iii. Kista teka-lutein
iv. Kista inklusi germinal
v. Kista endometrium
B. Tumor Neoplastik Jinak
a. Kistik
i. Kistoma ovarii simpleks
18

ii. Kistadenoma ovarii musinosum


iii. Kistadenoma ovarii serosum
iv. Kista endometroid
v. Kista dermoid
b. Solid
i. Fibroma, leiomioma, fibroadenoma, papiloma, angioma, limfangioma
ii. Tumor Brenner
iii. Tumor sisi aderenal (makulinovo-blastoma).1

Kista Ovarium Non-Neoplastik

a. Tumor Akibat Radang

Tumor ini biasanya disebabkan oleh proses infeksi yang terjadi pada adneksa. Tumor
ini cukup jarang. Proses pembentukan tumor ini didahului oleh masuknya bakteri kedalam
uterus yang berlanjut ke bagian salfing dan menuju ke adneksa. Kemudian terjadilah infeksi
dan terjadi proses imunologis sehingga terbentuk abses.1

b. Kista Folikel
Kista ini berasal dari folikel de graff yang tidak sampai berovulasi, namun tumbuh
terus menjadi kista folikel, atau dari beberapa folikel primer yang setelah bertumbuh di
bawah pengaruh estrogen tidak mengalami proses atresia yang lazim, melainkan membesar
menjadi kista.bisa di dapati satu kista atau beberapa dan besarnya biasanya berdiameter 1-1
½cm. Dalam menangani tumor ovarium timbul persoalan apakah tumor yang dihadapi itu
neoplasma atau kista folikel. Umumnya jika diameter tumor tidak lebih dari 5 cm, dapat di
tunggu dahulu karena kista folikel dalam 2 bulan akan hilang sendiri.1,3

Kista folikuler secara tipikal kecil dan timbul dari folikel yang tidak sampai saat
menopause, sekresinya akan terlalu banyak mengandung estrogen sebagai respon terhadap
hipersekresi FSH (folikel stimulating hormon) dan LH (luteinizing hormone) normalnya
ditemui saat menopause berdiameter 1 -10 cm (folikel normal berukuran limit 2,5 cm);
berasal dari folikel ovarium yang gagal mengalami involusi atau gagal meresorpsi cairan.
Dapat multipel dan bilateral. Biasanya asimtomatik.1
19

Gambar 4 : Kista Folikel

c. Kista Korpus Lutein

Dalam keadaan normal korpus luteum lambat laun mengecil dan menjadi korpus
albikans. Kadang-kadang korpus luteum akan mempertahankan diri (korpus luteum
persisten); perdarahan yang terjadi di dalamnya akan menyebabkan kista, berisi cairan
berwarna merah coklat karena darah tua. Pada pembelahan ovarium kista korpus luteum
memberi gambaran yang khas. Dinding kista terdiri atas lapisan berwarna kuning, terdiri
atas sel-sel luteum yang berasal dari sel-sel teka. Penanganan kista luteum ini menunggu
sampai kista hilang sendiri. Dalam hal ini dilakukan operasi atas dugaan kehamilan ektopik
terganggu,kista korpus luteum diangkat tanpa mengorbankan ovarium.1,3

Gambar 5 : Kista Korpus Luteal


20

d. Kista Teka Lutein

Kista biasanya bilateral dan sebesar tinju. Pada pemeriksaan mikroskopik terlihat
luteinisasi sel-sel teka.Tumbuhnya kista ini ialah akibat pengaruh hormone
koriogonadrotropin yang berlebihan.1,3

Kista granulosa lutein yang terjadi di dalam korpus luteum indung telur yang
fungsional dan membesar bukan karena tumor, disebabkan oleh penimbunan darah yang
berlebihan saat fase pendarahan dari siklus menstruasi.

Kista teka-lutein biasanya berisi cairan bening, berwarna seperti jerami; biasanya
berhubungan dengan tipe lain dari growth indung telur, serta terapi hormon.

Gambar 6 : Kista Teka Lutein


21

e. Kista Inklusi Germinal

Terjadi karena invaginasi dan isolasi bagian-bagian terkecil dari epitel germinativum
pada permukaan ovarium. Biasanya terjadi pada wanita usia lanjut dan besarnya jarang
melebihi 1 cm. Kista terletak di bawah permukaan ovarium, dindingnya terdiri atas satu
lapisan epitel kubik atau torak rendah, dan isinya cairan jernih dan serous.1,3

Gambar 7 : Kista Inklusi Germinal

f. Kista Endometrium

Kista ini endometriosis yang berlokasi di ovarium. Akibat proliferasi dari sel yang
mirip dinding endometrium, umumnya berisi darah yang merupakan hasil peluruhan dinding
saat menstruasi 1

Neoplasti Jinak

1. Kistik:
a. Kistoma Ovari Simpleks
Kista ini mempunyai permukaan yang rata dan halus, biasanya bertangkai, seringkali
bilateral dan dapat menjadi besar. Dinding kista tipis dan cairan di dalam kista jernih,
serous dan berwarna kuning. Pada dinding kista tampak lapisan epitel kubik. Terapi
terdiri atas pengangkatan kista dengan reseksi ovarium, akan tetapi jarinngan yang
dikeluarkan harus segera diperiksa secara histologik untuk mengetahui apakah ada
keganasan.1,3
22

b. Kistadenoma Ovarii Serosum

Kista ini ditemukan dalam frekwensi yang hampir sama dengan kistadenoma
musinosum dan dijumpai pada golongan umur yang sama. Kista ini sering ditemukan
bilateral (10-20%) daripada kistadenoma musinosum. Tumor serosa dapat membesar
sehingga memenuhi ruang abnomen, tetapi lebih kecil dibanding dengan ukuran
kistadenoma musinosum. Permukaan tumor biasanya licin, tetapi dapat
juga lobulated karena kista serosum pun dapat berbentuk multikolur, meskipun lazimnya
berongga satu. Warna kista putih keabuan.

Ciri khas dari kista ini adalah potensi pertumbuhan papiler ke dalam rongga kista
sebesar 50% dan keluar pada permukaan kista sebesar 5%. Isi kista cair, kuning dan
kadang-kadang coklat karena bercampur darah. Tidak jarang, kistanya sendiri kecil,
tetapi permukaannya penuh dengan pertumbuhan papiler (solid papiloma)

Pada umumnya dapat dikatakan bahwa sulit membedakan gambaran makroskopis


kistadenoma serosum papileferum yang ganas dari yang jinak, bahkan pemeriksaan
rnikroskopis pun tidak selalu mernberikan kepastian.

Pada pemeriksaan mikroskopis terdapat dinding kista yang dilapisi epitel kubik
atau torak yang rendah, dengan sitoplasma eosinofil dan inti sel yang besar dan gelap
warnanya. Karena tumor ini berasal dari epitel permukaan ovarium (germinal epithelum),
maka bentuk epitel pada papil dapat beraneka ragam, tetapi sebagian besar terdiri atas
epitel bulu getar seperti epitel tuba. Pada jaringan papiler dapat ditemukan pengendapan
kalsium dalam stromanya yang dinamakan psamoma. Adanya psamoma menunjukkan
bahwa kista adalah kistadenoma ovarium serosum papiliferum, tetapi bukan ganas.

Tidak ada gejala klasik yang menyertai tumor serosa proliferatif. Kebanyakan
ditemukan pada pemeriksaan rutin dari pelvis. Kadang-kadang pasien mengeluh rasa
ketidaknyamanan daerah pelvis dan pada pemeriksaan ditemukan massa abdomen atau
pun ascites. Kelainan ekstra abdomen jarang ditemukan pada keganasan ovarium kecuali
pada stadium terminal. 1,2,6
23

Apabila ditemukan pertumbuhan papiler, proliterasi dan stratifikasi epitel, serta


anaplasia dan mitosis pada sel-sel, kistadenoma serosum secara makroskopik
digolongkan ke dalam kelompok tumor ganas. 30-35% dari kistadenoma serosum
mengalami perubahan keganasan. Bila terdapat implantasi pada peritoneum disertai
dengan ascites, prognosis penyakit adalah kurang baik. Meskipun
diagnosis histopatologis pertumbuhan tumor tersebut mungkin jinak (histopathologically
benign), tetapi secara klinis harus dianggap sebagai neoplasma ovarium ganas (clinicaly
malignant).

Terapi pada umumnya adalah pengangkatan tumor. Tetapi oleh karena berhubung
dengan besarnya kemungkinan keganasan perlu dilakukan pemeriksaan yang teliti
terhadap tumor yang dikeluarkan. Bahkan kadang-kadang perlu diperiksa sediaan yang
dibekukan (frozen section) pada saat operasi, untuk menentukan tindakan selanjutnya
pada waktu operasi.1,3

Gambar 8 : Kista Ovarium Serosum

c. Kistadenoma Ovarii Musinosum

Asal tumor ini belum diketahui dengan pasti. Tumor ini mungkin muncul
sebagai tumor unilateral kista teratoma atau sebagai metaplasia mucinosum dari
24

mesothelium. Tumor mucinous yang berasal dari teratoid ditemukan pada penderia
yang muda. Paling sering pada wanita berusia antara 20-50 tahun dan jarang sekali
pada masa prapubertas. Tumor evarium ini terbanyak ditemukan bersama-sama
dengan kistadenoma ovarii serosum. Kedua tumor ini merupakan kira-kira 60% dari
seluruh ovarium, sedang kistadenoma ovarii musinosum nerupakan 40% dari seluruh
kelompok neoplasma ovarium.

Kista ini biasanya mempunyai dinding yang licin, permukaan berbagala


(lobulated) dan umumnya multitokular dan odematosa; lokular yang mengandung
niukosa ini kelihatan biru dari peregangan kapsulnya. Kira-kira 10% dapat mencapai
ukuran yang amat besar dan pada tumor ini tidak dapat ditemukan jaringan yang
normal lagi. Tumor biasanya unilateral, akan tetapi dapat juga dijumpai yang bilateral
(8-10%).

Dinding kista agak tebal dan berwarna putih keabuan terutama apabila terjadi
perdarahan atau perubahan degeneratif di dalam kista. Pada permukaan terdapat
cairan lendir yang khas, kental seperti gelatin, melekat dan berwarna kuning sampai
coklat tergantung dari percampurannya dengan darah.

Pemeriksaan mikroskopik : tampak dinding kista dilapisi oleh epital torak tinggi
dan sel-sel goblet yang terisi lendir. Sel-sel epitel yang terdapat dalam satu lapisan
bersifat odernatus dan mempunyai potensi untuk tumbuh seperti struktur kelenjar,
kelenjar-kelenjar menjadi kista-kista baru, yang menyebabkan kista menjadi
multilokuler. Jika terjadi suatu sobekan pada dinding kista (spontan ataupun pada saat
operasi), maka sel-sel epitel dapat tersebar pada permukaan peritoneum rongga perut,
dan sekresinya menyebabkan pseudomiksoma peritonei. Akibat pseudorniksoma
peritonei timbul penyakit menahun dengan musin terus bertambah dan menyebabkan
banyak perlengketan. Akhirnya penderita meninggal karena ileus. Pada kista kadang-
kadang ditemukan daerah padat dan pertumbuhan papiler.1,3
25

d. Kista Endometroid

Terjadi karena lapisan didalam rahim (yang biasanya terlepas sewaktu haid dan
terlihat keluar dari kemaluan seperti darah); tidak terletak dalam rahim tetapi
melekat pada dinding luar ovarium. Akibat peristiwa ini setiap kali haid, lapisan
tersebut menghasilkan darah haid yang akan terus menerus tertimbun dan menjadi
kista. Kista ini bisa 1 pada dua indung telur. Timbul gejala utama yaitu rasa sakit
terutama sewaktu haid/ sexual intercourse.1,3

Gambar 9 :Kista Endometroid

e. Kista Dermoid

Tumor ini merupakan 10% dan seluruh neoplasma ovarium yang kistik, dan
paling sering ditemukan pada wanita yang masih muda. 25% dari semua kista dermoid
bilateral, lazimnya dijumpai pada masa reproduksi walaupun dapat ditemukan pada anak
kecil. Tumor ini dapat mencapai ukuran sangat besar, sehingga beratnya mencapai
beberapa kilogram.

Kista ini tumbuh akibat proses yang kurang sempurna saat pembentukan lapisan
embrional. Lapisan ektoderm yang saat dewasa akan menjadi sel sel folikel rambut,
tulang, serta gigi secara tidak sempurna tumbuh di sekitar ovarium. Kista ini tidak
mempunyai ciri yang khas. Dinding kista kelihatan putih keabuan dan agak tipis.
Konsistensi tumor sebagian kistik kenyal, di bagian lain padat. Dapat ditemukan kulit,
rambut kelenjer sebasea, gigi (ektodermal), tulang rawan, serat otot jaringan ikat
26

(mesodemal) dan mukosa traktus gasttrointotinelis, epitel saluran kista terdapat produk
kelenjer sebasea berupa massa lembek seperti lemak, bercampur dengan rambut

Pada kista dermoid dapat terjadi torsio tangkai dengan gejala nyeri mendadak di
perut bagian bawah. Ada kemungkinan terjadinya sobekan dinding kista dengan akibat
pengeluaran isi kista dalam rongga peritoneum.Perubahan keganasan dari kista sangat
jarang, hanya 1,5% dari semua kista dermoid dan biasanya pada wanita lewat
menopause.1,3

Gambar 10 : Kista Dermoid

2. Solid
Semua tumor ovarium yang padat adalah neoplasma. Akan tetapi, ini tidak berarti bahwa
termasuk suatu neoplasma yang ganas, meskipun semuanya berpotensi maligna. Potensi
menjadi ganas sangat berbeda pada berbagai jenis, umpamanya sangat rendah pada
fibroma ovarium dan sangat tinggi pada teratoma embrional yang padat.1,6
a. Fibroma ovarii
Potensi menjadi ganas sangat rendah pada fibroma ovarium, kurang dari 1%.
Fibroma ovarii berasal dari elemen fibroblastik stroma ovarium atau sel mesenkim yang
multipoten. Tumor ini merupakan 5% dari semua neoplasma ovarium dan paling sering
ditemukan pada penderita menopause.

Tumor ini mencapai diameter 2 sampai 30 cm; dan beratnya 20 kg, dengan 90%
uniteral. Permukaan tidak rata, konsistensi keras, warnanya merah jambu keabuan.
Apabila konsistensi sangat padat disebut fibroma durum, dan apabila lunak disebut
27

fibroma molle. Neoplasma ini terdiri atas jaringan ikat dengan sel-sel di tengah jaringan
kolagen. Apabila terdiri atas kelenjar-kelenjar kistik, maka disebut kistadenofroma ovarii.
Fibroma ovarii yang besar biasanya mempunyai tangkai dan dapat terjadi torsi. Pada
tumor ini sering ditemukan sindroma Meigs (tumor ovarii, ascites, hidrotoraks). 1,2,6

b. Tumor Brenner
Merurupakan suatu neoplasma ovarium yang sangat jarang ditemukan, biasanya
pada wanita dekat atau sesudah menopause. Frekuensinya 0,5% dari semua tumor
ovarium. Besar tumor ini beraneka ragam, dari sangat kecil ke yang beratnya beberapa
kilogram. Lazimnya tumor ini unilateral. Pada pembelahan berwarna kuning muda seperti
fibroma, dengan kista-kista kecil. Kadang-kadang pada tumor ini temukan sindroma
Meigs. Gambar mikroskopis tumor ini sangat khas, terdiri dari 2 elemen, yakni sarang-
sarang yang terdiri atas epitel epitel, yang dikelilingi jaringan ikat yang luas dan padat.

Tumor Brenner tidak menimbulkan gejala-gejala klinik yang khas, dan jika masih kecil,
biasanya ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan histopatologik
ovarium. Meskipun biasanya jinak, dalam beberapa kasus tumor ini menunjukkan
keganasan pada histopatologi dan klinisnya.1,2,6

c. Maskulinovoblastoma (adrenal cell rest tumor)


Tumor ini sangat jarang terjadi. Biasanya unilateral dan besarnya bervariasi antara
0,5-16 cm. Beberapa dari tumor ini menyebabkan gejala maskulinasi, terdiri atas
hirsutisme, pembesaran klitoris, atrofi memmae, dan perubahan suara.

II.6 Etiologi

Penyebab terjadinya kista ovarium yaitu terjadinya gangguan pembentukan hormon


pada hipotalamus, hipofise, atau ovarium itu sendiri. Kista ovarium timbul dari folikel
yang tidak berfungsi selama siklus menstruasi.1

Faktor resiko terjadinya kista ovarium.4

a. Riwayat kista ovarium sebelumnya


b. Siklus menstruasi yang tidak teratur
28

c. Meningkatnya distribusi lemak tubuh bagian atas


d. Menstruasi dini
e. Tingkat kesuburan
f. Hipotiroid atau hormon yang tidak seimbang
g. Terapi tamosifen pada kanker mamma

Sedangkan pada tumor padat, etiologi pasti belum diketahui, diduga akibat abnormalitas
pertumbuhan sel embrional, atau sifat genetis kanker yang tercetus oleh radikal bebas
atau bahan bahan karsinogenik.

II.7 Patofisiologi

Setiap hari, ovarium normal akan membentuk beberapa kista kecil yang disebut
Folikel de Graff. Pada pertengahan siklus, folikel dominan dengan diameter lebih dari 2.8
cm akan melepaskan oosit mature. Folikel yang ruptur akan menjadi korpus luteum, yang
pada saat matang memiliki struktur 1,5 – 2 cm dengan kista ditengah-tengah. Bila tidak
terjadi fertilisasi pada oosit, korpus luteum akan mengalami fibrosis dan pengerutan
secara progresif. Namun bila terjadi fertilisasi, korpus luteum mula-mula akan membesar
kemudian secara gradual akan mengecil selama kehamilan.1,6
Kista ovari yang berasal dari proses ovulasi normal disebut kista fungsional dan
selalu jinak. Kista dapat berupa folikular dan luteal yang kadang-kadang disebut kista
theca-lutein. Kista tersebut dapat distimulasi oleh gonadotropin, termasuk FSH dan
HCG.1,2
Kista fungsional multiple dapat terbentuk karena stimulasi gonadotropin atau
sensitivitas terhadap gonadotropin yang berlebih. Pada neoplasia tropoblastik gestasional
(hydatidiform mole dan choriocarcinoma) dan kadang-kadang pada kehamilan multiple
dengan diabetes, hcg menyebabkan kondisi yang disebut hiperreaktif lutein. Pasien dalam
terapi infertilitas, induksi ovulasi dengan menggunakan gonadotropin (FSH dan LH) atau
terkadang clomiphene citrate, dapat menyebabkan sindrom hiperstimulasi ovari, terutama
bila disertai dengan pemberian HCG.1,2
29

Kista neoplasia dapat tumbuh dari proliferasi sel yang berlebih dan tidak
terkontrol dalam ovarium serta dapat bersifat ganas atau jinak. Neoplasia yang ganas
dapat berasal dari semua jenis sel dan jaringan ovarium. Sejauh ini, keganasan paling
sering berasal dari epitel permukaan (mesotelium) dan sebagian besar lesi kistik parsial.
Jenis kista jinak yang serupa dengan keganasan ini adalah kistadenoma serosa dan
mucinous. Tumor ovari ganas yang lain dapat terdiri dari area kistik, termasuk jenis ini
adalah tumor sel granulosa dari sex cord sel dan germ cel tumor dari germ sel primordial.
Teratoma berasal dari tumor germ sel yang berisi elemen dari 3 lapisan germinal
embrional; ektodermal, endodermal, dan mesodermal. Endometrioma adalah kista berisi
darah dari endometrium ektopik. Pada sindroma ovari pilokistik, ovarium biasanya terdiri
folikel-folikel dengan multipel kistik berdiameter 2-5 mm, seperti terlihat dalam
sonogram.1,2

II.8 Tanda dan Gejala

Kebanyakan wanita dengan kanker ovarium tidak menimbulkan gejala dalam waktu
yang lama. Gejala umumnya sangat bervariasi dan tidak spesifik.4,6

Pada stadium awal gejalanya dapat berupa:

a. Gangguan haid
b. Jika sudah menekan rectum atau VU mungkin terjadi konstipasi atau sering
berkemih.
c. Dapat terjadi peregangan atau penekanan daerah panggul yang menyebabkan
nyeri spontan dan sakit diperut.
d. Nyeri saat bersenggama.

Pada stadium lanjut:

a. Asites
b. Penyebaran ke omentum (lemak perut) serta organ di dalam rongga perut
c. Perut membuncit, kembung, mual, gangguan nafsu makan
d. Gangguan buang air besar dan kecil.
30

e. Sesak nafas akibat penumpukan cairan di rongga dada.4

II.9 Diagnosis
Diagnosis kista ovarium dapat ditegakkan melalui pemeriksaan fisik. Namun biasanya
sangat sulit untuk menemukan kista melalui pemeriksaan fisik. Maka kemudian
dilakukan pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis kista ovarium. Pemeriksaan yang
umum digunakan adalah :
1. Ultrasonografi (USG)
Alat peraba (transducer) digunakan untuk memastikan keberadaan kista,
membantu mengenali lokasinya dan menentukan apakah isi kista cairan atau
padat. Kista berisi cairan cenderung lebih jinak, kista berisi material padat
memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.5,6
Dari gambaran USG dapat terlihat:
a. Akan terlihat sebagai struktur kistik yang bulat (kadang-kadang oval)
dan terlihat sangat echolucent dengan dinding yang tipis/tegas/licin,
dan di tepi belakang kista nampak bayangan echo yang lebih putih dari
dinding depannya.
b. Kista ini dapat bersifat unillokuler (tidak bersepta) atau multilokuler
(bersepta-septa).
c. Kadang-kadang terlihat bintik-bintik echo yang halus-halus (internal
echoes) di dalam kista yang berasal dari elemen-elemen darah di
dalam kista.

Gambar 11 : Gambaran Kista pada USG


31

2. Pemeriksaan Lab
Pemeriksaan lab dapat berguna sebagai screening maupun diagnosis apakah
tumor tersebut bersifat jinak atau ganas. Berikut pemeriksaan yang umum
dilakukan untuk mendiagnosis kista ovarium.
 Pemeriksaan Beta-HCG  Pemeriksaan ini digunakan untuk
screening awal apakah wanita tersebut hamil atau tidak.
Pemeriksaan ini dapat menyingkirkan kemungkinan kehamilan
ektopik.
 Pemeriksaan Darah Lengkap  Untuk sebuah penyakit
keganasan, dapat diperkirakan melalui LED. Parameter lain seperti
leukosit, HB, HT juga dapat membantu pemeriksa menilai keadaan
pasien.
 Urinalisis  Urinalisis penting untuk mencari apakah ada
kemungkinan lain, baik batu saluran kemih, atau infeksi dan untuk
menyingkirkan diagnosis banding.
 Pemeriksaan Tumor Marker  Tumor marker spesifik pada
keganasan ovarium adalah CA125. CEA juga dapat diperiksa,
namun CEA kurang spesifik karena marker ini juga mewakili
keganasan kolorektal, uterus dan ovarium.

3. Pemeriksaan Patologi Anatomi


Merupakan pemeriksaan untuk memastikan tingkat keganasan dari tumor
ovarium. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan bersama dengan proses operasi,
kemudian sampel difiksasi dan diperiksa dibawah mikroskop.6

II.10 Penatalaksanaan
1. Observasi dan Manajemen Gejala
Jika kista tidak menimbulkan gejala, maka cukup dimonitor (dipantau) selama 1-2
bulan, karena kista fungsional akan menghilang dengan sendirinya setelah satu atau dua
siklus haid. Tindakan ini diambil jika tidak curiga ganas. Apabila terdapat nyeri, maka
dapat diberikan obat-obatan simptomatik seperti penghilang nyeri NSAID1,2,4
32

2. Operasi
Jika kista membesar, maka dilakukan tindakan pembedahan, yakni dilakukan
pengambilan kista dengan tindakan laparoskopi atau laparotomi. Biasanya kista yang
ganas tumbuh dengan cepat dan pasien mengalami penurunan berat badan yang
signifikan. Akan tetapi kepastian suatu kista itu bersifat jinak atau ganas jika telah
dilakukan pemeriksaan Patologi Anatomi setelah dilakukan pengangkatan kista itu
sendiri melalui operasi. Biasanya untuk laparoskopi diperbolehkan pulang pada hari ke-3
atau ke-4, sedangkan untuk laparotomi diperbolehkan pulang pada hari ke-8 atau ke-9.1,2,4
Indikasi umum operasi pada tumor ovarium melalu screening USG umumnya
dilakukan apabila besar tumor melebihi 5cm baik dengan gejala maupun tanpa gejala.
Hal tersebut diikuti dengan pemeriksaan patologi anatomi untuk memastikan keganasan
sel dari tumor tersebut. 1,2,4,6

II.11 Prognosis

Prognosis dari kista jinak sangat baik. Kista jinak tersebut dapat tumbuh di
jaringan sisa ovarium atau di ovarium kontralateral. Apabila sujdah dilakukan operasi,
angka kejadian kista berulang cukup kecil yaitu 13%.

Kematian disebabkan karena karsinoma ovari ganas berhubungan dengan


stadium saat terdiagnosis pertama kali dan pasien dengan keganasan ini sering ditemukan
sudah dalam stadium akhir.1

Angka harapan hidup dalam 5 tahun rata-rata 41.6%. Tumor sel granuloma
memiliki angka bertahan hidup 82% sedangkan karsinoma sel skuamosa yang berasal
dari kista dermoid berkaitan dengan prognosis yang buruk.1,6
33

BAB III

TINJAUAN ISLAM

Sehat biasanya diartikan sebagai suatu keadaan yang baik bagi seluruh anggota tubuh,
dan dapat menjalankan fungsinya. Dalam Munjid al-Thulab, Fu’ad Ifram al-Bustamy
berpendapat bahwa sehat adalah hilangnya penyakit, dan berarti pula sesuatu yang terbebas, dan
selamat dari segala yang tercela.

hadis Rasulullah saw, yang berbunyi:


ُ ‫الص َّحةُ َو ْالفَ َرا‬
)‫ (رواه البخاري‬.‫غ‬ ِ ‫اس‬ِ َّ‫َان َم ْغب ُْو ٌن فِ ْي ِه َما َكثِي ٌْر ِمنَ الن‬
ِ ‫نِ ْع َمت‬
“Dua kenikmatan yang banyak manusia menjadi rugi (karena tidak diperhatikan), yaitu
kesehatan dan waktu luang”. (HR. Al-Bukhari)
Dari Usamah bin Syarik radhiallahu'anhu, bahwa beliau berkata:
"Aku pernah berada di samping Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Lalu datanglah
serombongan Arab dusun. Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, bolehkah kami berobat?" Beliau
menjawab: "Iya, wahai para hamba Allah, berobatlah. Sebab Allah Subhanahu wa Ta'ala tidaklah
meletakkan sebuah penyakit melainkan meletakkan pula obatnya, kecuali satu penyakit." Mereka
bertanya: "Penyakit apa itu?" Beliau menjawab: "Penyakit tua." (HR. Ahmad, Al-Bukhari dalam
Al-Adabul Mufrad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi, beliau berkata bahwa hadits ini
hasan shahih. Syaikhuna Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i menshahihkan hadits ini dalam kitabnya Al-
Jami' Ash-Shahih mimma Laisa fish Shahihain, 4/486)

Dari Jabir bin 'Abdullah radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda: "Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya
maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta'ala." (HR. Muslim)

Dari Ibnu Mas'ud radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda: "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala tidaklah menurunkan sebuah penyakit
melainkan menurunkan pula obatnya. Obat itu diketahui oleh orang yang bisa mengetahuinya
dan tidak diketahui oleh orang yang tidak bisa mengetahuinya." (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan
Al-Hakim, beliau menshahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi. Al-Bushiri menshahihkan
hadits ini dalam Zawa`id-nya. Lihat takhrij Al-Arnauth atas Zadul Ma'ad, 4/12-13)
34

"Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obatnya, demikian pula Allah menjadikan
bagi setiap penyakit ada obatnya. Maka berobatlah kalian dan janganlah berobat dengan yang
haram." (HR. Abu Dawud dari Abud Darda` radhiallahu 'anhu)

Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, dan hendaklah
manusia melakukan perawatan sakitnya atau berobat kepada yang mengetahuaninya atau
ahlinya. Tetapi obat dan dokter hanyalah cara kesembuhan, sedangkan kesembuhan hanya
datang dari Allah. Karena Allah menyatakan, "Dialah yang menciptakan segala sesuatu."
Semujarab apapun obat dan sehebat apapun dokternya, namun jika Allah tidak menghendaki
kesembuhan, maka kesembuhan itu tidak akan didapat. Bahkan jika meyakini bahwa
kesembuhan itu datang dari selain-Nya, berarti ia telah rela keluar dari agama dan neraka sebagai
tempat tinggalnya kelak jika tidak juga bertaubat.

Islam sangat memperhatikan tentang masalah kesehatan. Hal ini terbukti banyaknya ayat-
ayat al-Qur’an dan hadist yang memerintahkan manusia untuk hidup sehat, diantaranya:
1. Kebersihan diri
Istilah kebersihan dalam al-Qur’an dicantumkan dengan Thaharah (kesucian atau
kebersihan), kata tersebut disebutkan dalam al-Qur’an sebanyak 31 kali. Diantaranya:
َ َ‫َوثِيَا َبكَ ف‬
‫ط ِهر‬
“Dan pakaianmu bersihkanlah”. (QS. Al-Mudatstsir/74; 4)
‫ َو ِإ ْن ُك ْنت ُ ْم‬،‫س ُح ْوا ِب ُر ُء ْو ِس ٌك ْم َوأ َ ْر ُجلَ ُك ْم ِإلَى ْال َك ْع َبي ِْن‬ ِ ‫صلَ ِة فَا ْغ ِسلُ ْوا ُو ُج ْو َه ُك ْم َوأ َ ْي ِد َي ُك ْم ِإلَى ْال َم َرا ِف‬
َ ‫ق َوا ْم‬ َّ ‫َياأَيُّ َهاالَّ ِذيْنَ آ َمنُ ْوا ِإذَا قُ ْمت ُ ْم ِإلَى ال‬
َّ ‫ُجنُبًا فَا‬
.‫ط َّه ُر ْوا‬
“Wahai orang-orang yang beriman. Bila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah
wajahmu dan tanganmu sampai siku, dan sapulah kepalamu, dan (basuh) kedua kakimu sampai
mata kaki. Jika kamu junub maka bersihkanlah (dengan mandi)”(QS. Al-Ma’idah/5:6).
Dalil tersebut diatas menyuruh manusia untuk terus membersihkan diri, ini sesuai dengan
konsep kesehatan yang sangat menganjurkan manusia untuk hidup bersih. Karena kebersihan
pangkal kesehatan.
Dalam hadist Rasulullah yang berbunyi

"Agama Islam itu adalah (agama) yang bersih/suci, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan.
Sesungguhnya tidak akan masuk surga, kecuali orang-orang yang suci." (HR. Baihaqi).
35

"Diriwayatkan dari Sa'ad bin Al-Musayyib dari Rasulullah Saw. Beliau bersabda:
"Sesungguhnya Allah swt. itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha bersih yang
menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Mahaindah yang
menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu. Dan jangan meniru orang-orang
Yahudi." (HR. Tirmizi)."

2. Pola makan yang sehat


Salah satu cara yang diajarkan oleh islam untuk meraih kesehatan adalah dengan
mengatur pola makan yang baik. Ajaran islam dalam mengelola makan itu ada beberapa hal,
diantaranya:
· Mengonsumsi makanan yang halal dan baik
َ ً‫َو ُكلُ ْوا ِم َّما َرزَ قَ ُك ُم هللاُ َحلَال‬
.‫طيِبًا‬
“Dan makanlah dari yang diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik”. (QS.
Al-Ma’idah/5; 8).
· Tidak berlebihan dalam makan dan minum.
. َ‫ ِإ َّن هللاَ الَ ي ُِحبُّ ْال ُم ْش ِرفِيْن‬.‫ُكلُ ْوا َوا ْش َرب ُْوا َوالَتُس ِْرفُ ْوا‬
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orangyang berlebih-lebihan”.(QS.Al-A`raf; 31).

(Ya ALLAH, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk padaku, selamatkanlah aku (dari
berbagai penyakit), dan berikanlah rizqi kepadaku)
36

DAFTAR PUSTAKA

1. Wiknjosastro H. Buku Ilmu Kandungan Edisi 2., editor: Saifuddin A.B,dkk. Jakarta:
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.1999: 13-14
2. Sjamsuhidayat, Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi Revisi, EGC, l 1027; Jakarta, 1998
3. Mansjoer, Arif dkk. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 3. Jilid 2. Jakarta: Media
Aesculapius. 2000.
4. Medscape Reference , Ovarium Anatomy, Available at
http://emedicine.medscape.com/article/1949171-overview#aw2aab6b3, Last Update
October 3, 2013. Accessed on April 23, 2014.
5. Medscape Reference , Ovarian Cyst http://emedicine.medscape.com/article/255865-
overview#a0101, Last Update August 19, 2013. Accessed on April 23, 2014.
6. Schorge et al. William’s Gynecology [Digital E-Book] Gynecologic Oncology Section.
Ovarian Tumors and Cancer. McGraw-Hills..2008