Anda di halaman 1dari 5

MENEMUKAN IDE DENGAN PEKA

{By: Dian Yuni P. (Dengan sedikit pengubahan)}


Banyak dari kita yang ingin menulis namun sering bertanya, “Dari mana ya, biar bisa dapat
bahan tulisan? Giman ya, biar bahan tulisannya jadi panjang dan ngalir?”. Beberapa penulis masih
sering mengalaminya. Merasa buntu akan mengembangkan tulisan seperti apa. Cara jitu yang bisa
digunakan untuk melatih agar tulisan dapat mengalir adalah dengan menggunakan teknik PEKA.
1. Peka terhadap kegelisahan diri.
Kita harus dapat melihat dan bertanya pada diri sendiri mengenai hal-hal apa saja yang menjadi
kegelisahan kita. Setelah itu renungkan dan memikirkan kira-kira apa yang dapat ditulis
berdasarkan kegelisahan yang kita rasakan. Kegelisahan diri adalah hal yang cukup jitu untuk
menemukan ide menulis, karena:
a. Jika kita gelisah terhadap sesuatu, bisa jadi orang lain juga mengalami kegelisahan yang sama.
Sehingga diharapkan dapat lebih mengena ke pembaca.
b. Dari kegelisahan, biasanya kita akan merenung dan akhirnya menemukan solusi atau
pembelajaran dari kegelisahan yang kita rasakan. Pembelajaran yang kita dapat itu, bisa saja
berguna untuk orang lain.
2. Peka terhadap berita yang sedang populer ataupun berita-berita yang terpinggirkan.
Berita-berita terkini terkadang dapat memberikan inspirasai dalam menuliskan artikel, pusi, dan
lain sebagainya. Misalnya saja berita mengenai penyiksaan TKW yang ada di luar negeri, kita bisa
membuat cerita bagaimana sulitnya kehidupan TKW di luar negeri.
3. Peka terhdap kejadian sehari-hari.
Kejadian apapun sebetulnya dapat menjadi bahan tulisan yang menginspirasi. Contohnya
perjalanan mendaki gunung, bisa saja kejadian-kejadian yang berlangsung dalam perjalanan itu
menjadi cerita menarik bagi orang lain.
4. Peka terhdap alam.
Menjadi pengamat terhadap perubahan alam dan perilaku makhluk hidup juga bisa menjadi
sumber bahan tulisan. Misalnya tiap pagi kita mendengar kicauan burung kemudian melihat
burung-burung itu terbang ke sana kemari. Di situ lah, kita bisa berimajinasi dan mengembangkan
tulisan kita.
5. Peka den;gan curhatan teman atau obrolan orang-orang sekitar.
Tak ada salahnya juga kita menggunakan keresahan orang lain sebagai sumber inspirasi kita. Ini
tak kalah jitu dengan peka yang pertama.
QUESTIONS & ANSWERS
Q : Di saat menulis, tiba-tiba kita merasa susah untuk merangkai kata. Contohnya pada
novel. Kita akan membuat paragraph khusus bercerita. Tapi terkadang buyer.
Bagaimana mengatasi hal tersebut.
A : Cara yang pertama adalah ketika menulis jangan memikirkan dulu bagus atau
tidaknya. Apa yang terpikir/terlintas pertama kali di kepala ditulis saja terlebih
dahulu. Entah dialog maupun narasi. Kemudian endapkan 1 – 2 hari. Setelah itu
baru diedit.
Tips lain:
Banyak membaca tem-tema terkait. Perhatikan cara penulisannya dalam bercerita.
Amati gaya bahasa dan tata tulisannya.

Q : Bagaimana caranya agar kerangka berpikir kita dalam memilih kata dan menyusun
kalimat itu baik, bukan menggunakan spoken languages, dan bisa bagus untuk
dinaikan menjadi artikel/buku.
A : Sebetulnya menggunakan bahasa gaul sehari-hari tidak masalah asal jenis buku dan
target pembacanya sesuai dengan bahasa yang digunakan, dan harus tetap
memperhatikan S(subyek) - P(predikat) – O(obyek) – K(keterangan).
Namun jika tulisannya untuk artikel ilmiah ataupun buku yang target pemasarannya
orang dewasa, disarankan:
a. Baca buku tentang cara penulisan Bahasa Indonesia yang baik, jenis-jenis
kalimat, penggunaan tanda baca, dll.
b. Sering-sering buka kamus online dan pelajari kata-kata baku.
c. Baca lagi buku-buku dengan tema yang sama.
Kalau menurut Mas Brilli, kalau mau nulis buku minimal baca 10 buku referensi.

Q : Bagaimana memberikan awalan yang baik terhadap tulisan kita?


A : Menurut Helvy Tiana Rosa. Untuk kalimat pembuka bab atau awal kata, buat yang
menghentak dan mengagetkan.
Kalau masih bingung, buka beberapa buku referensi lalu perhatikan kalimat
pembuka yang dipakai penulis. Biasanya ide dapat muncul dari situ.

Q : Bagaimana agar tulisan kita aman untuk umum?


A : Kembalikan ke tujuan penulisan dan hindari tulisan yang mengitimidasi ataupun
menjelek-jelekan pihak tertentu.

Q : Buku referensi maksudnya bebas?


A : Kalau tujuannya untuk menulis buku, buku referensi yang dibaca sebaiknya sesuai
dengan tema dan genre yang akan ditulis.

Q : Terkadang penulisannya itu kalimat pembukanya berada di akhir tulisan, dan


penutupnya malah di awal tulisan.
A : Bisa diatasi dengan membuat outline atau bagan penulisan yang runtun. Lalu ketika
menulis diusahakan mengikuti outline yang sudah dibuat.

Q : Jadi pada intinya, teknik peka ini kan menuntut kesensitifan penulis dalam
menangkap sumber-sumber inspirasinya kan?
A : Iya, untuk jadi penulis memang perlu sensitif terhadap sekitar.
Begitu ada yang terpikir langsung dicatat. Bisa catat di note atau buku saku.

Q : Bagaimana untuk membuat kalimat tanpa harus mubadzir kata di cerpen?


A : Kuncinya dalam satu kalimat, maksimal 15 kata, dan sebaiknya tidak ada kata yang
berulang.
Dalam satu paragraph narasi maksimal 3 kalimat.

Q : Apa perbedaan puisi dan prosa?


A : Puisi itu terikat oleh irama dan menekankan keindahan diksi yang dipakai.
Prosa tidak terkait rima (contoh: novel, cerpen, esai, dll.)

Q : Idenya banyak tapi tida tau bagaimana untuk memulainya. Sering nulis tapi
setengah jalan.
A : Setelah ada ide kemudian buat outline. Kalu stuck berhenti sejenak. Kemudian cari
ide lanjutan untuk pengembangan tulisan atau cerita dari referensi. Setelah itu,
lanjutkan lagi dengan tulisan yang sedang dikerjakan. Jangan langsung pindah ke
tulisan yang lain.

Q : Bagaimana menghadirkan suasana yang nyata pada pembaca.


A : Ketika menjelaskan sesuatu, jelaskan apa yang diliha, didengar, dan dirasa.
Usahakan menulis yang mewakili panca indra.
Contoh:
Pintu restoran yang berukuran 3x2 meter itu dibanting dengan keras olehnya.
Saking kerasnya, sampai membuat jantung berdebar kencang. Semua mata pun
tertuju kepadanya.
TUGAS
Mualailah melihat sekitar dan temukan 1 ide. Setelah dapat ide. Coba kembangkan menjadi sebuah
tulisan minimal 100 kata.

Boleh tulis di laptop, FB, IG

Saran: tulis di IG terus minta teman-teman berpendapat tentang tulisan yang telah dibuat.