Anda di halaman 1dari 5

Tugas

MAKRO EKONOMI I

DISUSUN OLEH

NAMA : GATANIUS RAJA HOTTUA. P

NIM : A021181331

JURUSAN : MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS HASANUDIN

2018
1. Pengangguran
Yang di maksut dari pengangguran adalah di mana orang orang yang berada di dalam usia
produktif namun tidak memiliki pekerjaan menetap dan juga tidak memiliiki pendapatan. Di
bawah ini saya akan menujukkan angka pengangguran yang ada di Indonesia selama 15 tahun
terakhir

PENGANGGURAN
12

10

0
2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018

Tahun Angka pengangguran


2005 10,26
2006 10,45
2007 9,75
2008 8,46
2009 8,14
2010 7,41
2011 6,96
2012 6,37
2013 5,88
2014 5,70
2015 5,81
2016 5,50
2017 5,33
2018 5,13
Sumber dari Data BPS Indonesia

Berdasarkan data data yang ada, dapat kita ambil kesimpulan bahwa tingkat pengangguran
yang ada di Indonesia semakin menurun, dalam artian banyak dari warga indonesi yang sudah
memiliki pekerjaan. Menurut pengamatan saya penyebab terjadinya pengengguran ini di karenakan
banyaknya masyarakat Indonesia yang tidak memiliki keahlian dalam bidang tertentu sehingga
masyarakat Indonesia sulit bersaing dalam dunia kerja, hal kedua yaitu kurangnya angka lapangan
pekerjaan yang ada di Indoneisa, namun sebenarya itu tidak menjadi hambatan karena masyarakat
dapat membuat usaha sendiri, yang menjadi masalah adalah masyarakat indonesia banyak yang tidak
memiliki modal untuk berwirausaha, dan juga kurangnya pemahan masyarakat tentang bagai mana
mengelolah usaha yang benar.
2. Inflasi
Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan di anggap terjadi jika proses
kenaikan harga berlansung secara terus menerus dan saling mempengaruhi. Inflasi juga dapat di
gunakan dalam artian penikatan persediaan uang yang beredar di pasar sehingga penyebab
meningkatnya harga.

INFLASI INDONESIA
18

16

14

12

10

0
2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018

2005 17,11% Data ini di ambil dari situs BPS Indonesia


2006 6,60%
2007 6,59% Dari data data di atas dapat di simpulkan bahwa tingkat inflasi di
2008 11,06% indonesia mengalami penurunan, tingkat inflasi tertinggi yang
2009 2,78% pernah di alami indonesia pada tahun 1996 yaitu sebesar 635%
2010 6,96% penyebabnya karena tingginya kebutuhan pembiayaan politik
2011 3,79% sehingga berdampak pada defisit APBN 1956.
2012 4,3% Inflasi yang cukup tinggi juga pernah terjadi pada era
2013 8,36% Presiden Soeharto yakni pad tahun 1998. Hal ini terjadi krisi
2014 8,36% moneter yang di alami oleh negara negara di Asia
2015 3,35%
2016 3,02%
2017 3,61%
2018 3,13%

Cara cara mengatasi Inflasi


A. Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter adalah segala bentuk kebijakan yang di ambil oleh pemerintah di bidang
moneter (keuangan) yang tujuannya untuk menjaga kestabilan moneter agar dapat meningkatkan
kesejahteraan masyarakat. Kebijakan moneter meliputi
 Kebijakan penetapan persedian kas
 Kebijakan diskonto
 Kebijakan Oprasi terbuka
B. Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal adalah langkah untuk memengaruhi penerimaan dan pengeluaran
pemerintah.Kebijakan itu dapat memengaruhi tingkat inflasi. Kebijakan fiskal antara lain
 Menghemat pengeluaran pemerintah
 Menaikan tarif pajak

C. Kebijakan Lainnya
Untuk memperbaiki dampak yang diakibatkn inflasi, pemerintah menerabkan kebijakan
moneter daan fiskal. Tetapi selain kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, pemerintah masih
mempunyai cara lain. Cara laim dalam mengendalikan infasi adalah.
 Meningkatkan produksi dan menambah jumlah barang di pasar
 Menetapkan harga maksimum untuk beberapa jenis barang
3. Kurs Rupiah
Kurs adalah harga sebuah mata uang dari suatu mata uang dari suatu negara terhadap mata
uang di negara lain. Kurs dapat di ukur atau di nyatakan dalam mata uang lainnya. Kurs juga
dapat di artikan sebagai perbandian nilai. Artinya, ketika terjadi pertukaran antara dua mata uang
yang berbeda, maka akan menghasilkan perbandingan nilai atau harga dari kedua mata uang
tersebut.
Di bawah ini saya akan menjelaskan perbedaan kurs Rupiah dengan Dollar dalam 15 tahun
terakhir. Dengan perbandingan 1$ : Rp, dan di rata ratakan dalam 1 Tahun tersebut

Series 1
Rp16,000.00

Rp14,000.00

Rp12,000.00

Rp10,000.00

Rp8,000.00

Rp6,000.00

Rp4,000.00

Rp2,000.00

Rp-
2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018

Data ini di ambil dari situs BI


Tahun Harga rata rata Rp/ 1$ dalam Dari data di atas dapat kita lihat bahwa
1 Tahun kurs mata uang rupiah selalu menurun menurut
2004 Rp. 9.018,00 data yang saya dapat , melemahnya rupiah
2005 Rp. 9.830,00 dikarenakan 2 faktor, yaitu
2006 RP. 9.235,00
 Neraca Perdagangan Defisit
2007 Rp. 9.410,00
2008 Rp. 10.995,00  Kinerja perdagangan yang kurang optimal
2009 Rp. 10.340,00  Yield Spread
2010 Rp. 9.083,00  Sistem perbankan dan perang dagang
2011 Rp. 8.597,00  Krisis Argentina
2012 Rp. 9.480,00
2013 Rp. 10.924,00 Tidak hanya Indonesia yang terkena
2014 Rp. 11.969,00
dampak ini, hampir seluruh hampir seluruh
2015 Rp. 13.481,00
wilayah Asia terkena dampak ini, pengaruh
2016 Rp. 13.094,00
2017 Rp. 13.351,00 terbesar kenaikan Dolar di karenakan perang
2018 Rp. 14.711,00 dagang yang di lakukan oleh Amerika serikat
dengan negara negara asia, contohnya Amerika
menutup Inpor barang barang dari Cina

Menurut sejarah mata uang rupiah pernah melemah dan jatuh sangat rendah, yaitu sampai ke
angka Rp.20.000,00 /1$ ,kejadian ini terjadi pada tahun 1998 saat terjadinya krisis moneter.