Anda di halaman 1dari 8

Assalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh

َ
‫يم‬
ِ ‫ح‬ِ ‫ِمۡسِب ٱّللِ ٱ َلرِنَٰمۡح ٱ َلر‬

Apa kabarnya teman-teman semua? Semoga Allah selalu menjaga kesehatan lahir batin kita
semua.

Terbit resminya pada tanggal 18 Desember 2018. Namun kesempatan ini adalah amanah yang
Allah kehendaki, maka saya coba untuk sharing santai bedah buku ringan yang berjudul “Ketika
Al-Qur’an Tak Lagi Diagungkan.”

Mengutip salah satu firman Allah SWT di dalam Al-Qur’an:

َ َ َُ َُ َ َ َُ َ َ َ ََ َُ ُ ُّ َ َ ُ ‫ََا‬
٧٧ ‫ إِههۥ للرءان ك ِريم‬٧٦ ‫ ِإَوههۥ للسم لو تػلمون غ ِظيم‬٧٥ ‫وم‬ ُ
ِ ‫سم بِموك ِعِ ٱنلج‬ِ ‫فل أك‬

“Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Sesungguhnya


sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui. Sesungguhnya Al-
Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia.” (QS. Al Waqi’ah: 75-77)

Kenapa menulis buku ini?

1. Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis buku tentang Al-Qur’an namun dapat
terlaksana setelah ikut PMO maka jadilah buku ini.
2. Berawal dari kegelisahan akan realitas yang terjadi pada era globalisasi, di mana Al-
Qur’an mulai terasa asing dan terlupakan di hati manusia. Dunia tahu bahwa Al-Qur’an
adalah kitab suci umat Islam, mengimani Al-Qur’an merupakan salah satu dari enam
rukun Iman yang wajib diimani oleh setiap muslim. Al-Qur’an juga merupakan fitrah dan
pedoman hidup setiap muslim yang menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat, namun
apa yang seharusnya diketahui dan diimani saja ternyata belum cukup untuk mengenal
lebih jauh, agar mencintai dengan sebenar-benarnya cinta akan kitab mulia yang di
turunkan 14 abad yang lalu tersebut.
3. Al-Qur’an sudah mulai terlupakan, jangankan membacanya. Bahkan untuk memnyentuh
Kalamullah terasa sangat berat.
4. Sebagai titik awal hijrah umat muslim untuk memperhatikan dan menjaga tradisi dari
Rasulullah SAW beserta para ulama terdahulu dalam memuliakan Al-Qur’an.
5. Buku ini wajib dimiliki oleh mereka para pendamba kebahagiaan hakiki dunia dan
akhirat dengan berkah Al-Qur’an. Di dalam buku ini terdapat renungan mendalam,
inspirasi langit, motivasi teragung, solusi aktual serta nasihat sederhana yang diharapkan
menjadi perantara (wasilah) seseorang mendapatkan rahmat dan hidayah dari Allah
dengan istiqomah hingga ajal menjemput.
6. Sebagai sarana untuk fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikdan) serta saling
menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Betapa pentingnya Al-Qur’an?

Sangat penting sekali, kitab suci Al-Qur’an di tangan Anda saat ini terdapat sejarah panjang
dalam kurun waktu 14 abad silam hingga hari ini. Sejak ayat pertama kali turun dari Allah
kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril hingga sempurnanya Al-Qur’an dengan
jumlah 30 juz, 114 surah dan 6666/6236 ayat. Maka sudah menjadi kewajiban kita sebagai
seorang muslim sejati untuk mengimani Al-Qur’an, yang mana menjadi salah satu rukun Iman
yang wajib kita yakini.

Al-Qur’an…

Adalah kitab suci yang di dalamnya termuat semua berita sebelum dan sesudah zaman kita

Al-Qur’an…

Adalah pemberi keputusan yang tegas dan keputusan hukum segala masalah di antara manusia

Al-Qur’an…

Pedoman hidup yang tak bisa diabaikan oleh semua umat Islam di bumi ini
Apa sih sebenarnya inti dari buku ini?

Secara umum buku ini intinya adalah:

Ketika Al-Qur’an Tak Lagi Diagungkan,

Kitab suci kebanggan umat Islam saat ini hanya menjadi pajangan yang menghiasi rak buku

Kitabullah itu berdebu, lusuh, bahkan rusak akibat tak pernah disentuh pemiliknya

Kalamullah kini terabaikan, saat tak ada lagi yang mempelajarinya, tak ada lagi yang
membacanya.

***

Buku ini diawali dengan cahaya pertama, yaitu Menggali Al-Qur’an Lebih Dalam, Anda akan
diajak untuk menyelami tentang pemaknaan hakikat Al-Qur’an, keutamaannya serta posisi
manusia di dalam Al-Qur’an.

Cahaya kedua, yaitu Al-Qur’an Imam Setiap Muslim yang mengeksplorasi kisah dan renungan
betapa mulianya seorang yang memperjuangkan Al-Qur’an.

Cahaya ketiga, yaitu Ketika Al-Qur’an Tak Lagi Diagungkan yang merupakan inti dari buku ini,
Anda akan diajak untuk mendalami lebih jauh rahasia kitab suci dan memupuk kecintaan
mendalam terhadap Al-Qur’an.

Cahaya keempat, yaitu Syafaat Al-Qur’an, Anda akan dibawa pada terbukanya hati nurani dalam
menyelami tujuan hidup secara hakiki.

Ditutup dengan cahaya kelima, yaitu Segera Hidupkan Cahayamu yang menjadi penekanan
kembali agar berhati-hati jangan sampai lalai terhadap Al-Qur’an serta memotivasi umat muslim
untuk terus mempelajari Al-Qur’an sepanjang masa.

Buku ini tidak hanya menjadi perenungan agar benar-benar menjadikan Al-Qur’an sebagai
rujukan hidup kita sebagai seorang muslim sejati, namun juga memberi nasihat sederhana,
renungan, teladan, inspirasi serta motivasi yang menggugah dan mencerdaskan demi tercapainya
cita-cita mulia dalam hidup yaitu memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Pesan apa yang ingin disampaikan?

Secara umum, penulis ingin mengajak pembaca untuk tidak lalai terhadap kitab suci Al-Qur’an.
Bagi kita yang sudah mulai melupakan Al-Qur’an, maka segera introspeksi diri. Perbaiki hati
yang sudah terlanjur dipenuhi akan dosa. Kembali memposisikan Al-Qur’an sebagai Imam yang
wajib diikuti. Maka pelajarilah, bacalah, dengarkanlah, ajarkanlah, amalkanlah dan hapalkanlah
agar Al-Qur’an selalu terpatri dalam jiwa-jiwa orang beriman hingga hari kiamat.

Itu saja isinya?

Tidak, buku ini kaya akan nutrisi ilmu dan bergizi dosis tinggi. Tebal bukunya saja 320 halaman.
Dijamin sangat memuaskan dahaga rasa penasaran pembaca. Apa yang saya sampaikan di atas
hanya sedikit menggambarkan isi buku Ketika Al-Qur’an Tak Lagi Diagungkan. Lebih jauh,
buku ini berisi pembahasan yang luar biasa dalam rangka pengembaraan suci terhadap kitab Al-
Qur’an. Anda harus miliki buku ini, terdapat banyak mutiara yang sayang Anda lewatkan.
Jadikan buku ini sebagai pegangan dan bacaan wajib agar hidup tidak lalai dari Al-Qur’an. Serta
kembali mencintai Al-Qur’an sepenuh hati guna mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Update Terbaru

Baru-baru ini terdapat berita yang menghebohkan penduduk bumi dan langit pada hari senin
tanggal 24 April 2017 pukul 12.30. Ustadz Jakfar Abdurrahman, Qori yang meninggal dunia saat
membaca Al-Qur’an pada acara pembukaan Haul keluarga PP Muslimat NU di Surabaya. Allah
SWT mengangkat nyawa beliau saat sedang membaca surah Al-Mulk ayat 2.

ُ ُ َ ُ َ َ ُ َ ‫َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ َ ُ َ ُّ ُ َ َ ُ َ َ ا‬ َ
٢ ‫ٱَّلِي خلق ٱلموت وٱۡليوة ِِلبلوكم أيكم أحسن عمل ۚ وهو ٱلػ ِزيز ٱلغفور‬

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih
baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
Sungguh kematian yang sangat dirindukan oleh orang-orang yang beriman dengan husnul
khatimah. Lihatlah video detik-detik nyawa beliau diangkat oleh Allah SWT. Merinding dan
meneteskan air mata. Semoga kita mendapatkan kematian seperti beliau, amin.

Itulah salah satu kemuliaan Al-Qur’an, tidak hanya diberikan pahala yang besar keapda ahlinya.
Bahkan saat di dunia Allah berikan kemudahan-kemudahan, menjadi penolong (syafaat) ketika
di alam barzakh (kubur) dan penolong di akhirat kelak saat semua mahluk diminta
pertanggungjawaban kehadirat Allah SWT. Maka cintailah Al-Qur’an, sayangi Al-Qur’an, dan
jadikanlah kitab suci tersebut sebagai Imam yang membawa ahlinya kepada jalan kebenaran dan
sumber kebahagiaan dunia akhirat. Semoga kita bisa menjadi ahli Al-Qur’an.

Di dalam buku ini penulis menyingkap semua rahasia tentang Al-Qur’an yang akan dibedah satu
persatu sehingga pembaca akan terus menyelami lautan cahaya Al-Qur’an yang tak terbatas.

Ikutlah Pre-Order buku ini, investasikanlah waktu Anda untuk memiliki buku ini. Sungguh
dengan memiliki buku ini berarti Anda sudah peduli dengan Al-Qur’an dan menjadi kebaikan di
sisi Allah untuk Anda, keluarga Anda dan umat Islam di negeri tercinta ini. Amiin.

Sebelum saya tutup, saya ingin menyampaikan kabar gembira kepada Anda khusus grup ini:

DAPATKAN 7 BONUS EKSKLUSIF DAN TERBATAS BAGI 50 PEMESAN PERTAMA

Rincian Buku:

Judul : Ketika Al-Qur'an Tak Lagi Diagungkan

Penulis : Muhammad Ilham Nur

Halaman : 320 halaman

Ukuran : 14x21
Isi : bookpaper 60

ISBN : 978-603-04-5177-0

Harga : IDR 69.800 (belum termasuk ongkos kirim)

Penerbit : Quanta, PT Elex Media Komputindo.

Review

Buku yang dinanti-nantikan oleh penduduk bumi akhirnya lahir di dunia. Buku yang berjudul
"Ketika Al-Qur'an Tak Lagi Diagungkan" ini diharapkan mampu menjadi pelopor agar umat
Islam bisa kembali memuliakan Al-Qur'an. Kita terkadang terlalu sibuk dengan kehidupan
duniawi, sehingga jangankan membaca Al-Qur'an, bahkan menyentuhnya pun tidak sempat.
Astagfirullah. Semoga Allah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada hati yang gersang ini.

Apa kata mereka tentang buku ini?

"Yang benar saja, semenjak saya baca buku ini, saya bener-bener nggak mau lagi meninggalkan
Al-Qur'an. Efek dahsyatnya, pokoknya dalam sehari nggak boleh lagi meninggalkan Al-Qur'an
untuk dibaca, dipelajari, dipahami dan diamalkan. Semua terjadi setelah saya membaca buku ini.
Semoga Anda juga merasakan seperti yang saya rasakan ini. Rugi kalau sampai nggak baca."

-Wildan Fuady (Penulis buku “Yuk Gaul-Gaya Ala Rasul-“)

“Amazing! Miniatur Ensiklopedia Al-Qur’an yang tak akan sirna. You should read it!”

-Habib Taufiq bin Muhammad Baraqbah (Mubalig Majelis Maulid Wat Ta’lim Riyadlul
Jannah, Malang-Jawa Timur)

“Sungguh buku ini sangat menampar hati dan kembali menyadarkan betapa pentingnya Al-
Qur'an untuk kehidupan kita. Semakin dibaca, semakin rindu Al-Qur'an. Sungguh!”

-Dwi Suwiknyo (Penulis buku “Ubah Lelah Jadi Lillah”)


“Ketika banyak orang memandang hapalan Al-Qur’an sebagai sesuatu tujuan hakiki, sebagian
lupa bahwa Al-Qur’an bukan sekedar hapalan. Al-Qur’an adalah pengamalan, sekaligus jalan
hidup sesungguhnya. Mas Ilham menyadarkan saya bagian penting yang sering saya lupakan ini.
Buku penggungah yang gagah.”

-Brili Agung (CEO Inspirator Academy - Penulis 27 buku)

“Membaca buku ini seolah saya tersadarkan pentingnya kebersamaan dengan Al-Qur'an.
Semakin lama kita membersamai diri dengan Al-Qur'an, maka semakin terbukti pula kecintaan
kita kepada Rabb Semesta Alam. Buku ini recommended untuk semua kalangan, dengan bahasa
yang mudah dipahami, penulis memberikan dorongan yang cukup kuat kepada pembaca untuk
selangkah lebih dekat dengan Al-Qur’an.”

-Silmy Kaffah (Penulis buku “Jangan Jadi Manusia Gampangan, Jadilah Manusia Limited
Edition”)

Masih belum berminat?

Saya akan memberikan bonus eksklusif bagi Anda. 1 atau 2 bonus saja?? Tidak. Saya akan
langsung memberikan 7 bonus langsung kepada Anda tanpa tapi dan nanti. Sayangnya, bonus
tersebut hanya terbatas pada 50 pemesan pertama.

Apa saja 7 bonus itu?

- Buku berisi TTD [kecuali jika diminta tidak]


- Quotes motivasi
- Stiker dakwah
- Book note (limited edition)
- Bookmark
- E-book Eksklusif "Mengikat Hikmah dengan Menulis" (senilai IDR 50.000)
- E-book "Doa Spesial di dalam Al-Qur'an" (senilai IDR 30.000).
Saya sedang baik hati maka saya tambahkan RANDOM GIFT untuk mereka yang PO. Tunggu
saja kejutannya di rumah masing-masing. Siapa tahu, Anda yang beruntung.

- Ada 3 buku second Islami berkualitas.

Tunggu apalagi?

Hei, hidayah Allah itu dijemput, bukan ditunggu. Salah satu cara menjempunya adalah dengan
jalan buku ini. Kabar buruknya, sudah ada 10 orang yang memesan buku ini, bahkan sebelum
saya posting di sosial media. Segera amankan buku istimewa ini dan dapatkan 7 bonus
eksklusifnya. Saya tunggu ikhtiar Anda dalam membantu mensyiarkan Islam dan Kitabullah ini
kepada umat. Sebagai upaya mencintai Al-Qur'an sepenuh hati. Semoga barokah dan manfaat
dunia akhirat.

Silakan klik dan isi tautan di bawah ini:

http://bit.ly/po_bukuKATLD

Semoga tergugah!

Muhammad Ilham Nur

Wassalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh