Anda di halaman 1dari 7

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA


BALAI PELAKSANAAN JALAN NASIONAL XVII
SATUAN KERJA PELAKSANAAN JALAN NASIONAL WILAYAH IV PROVINSI PAPUA BARAT(BINTUNI)
JalanSwapen.Manokwari Email. satker_bintuni@yahoo.com Manokwari - Papua Barat

BERITA ACARA
RAPAT PEMBUKTIAN KETERLAMBATAN III
( S H O W C A U S E M E E T I N G III)
PAKET PEKERJAAN:
PEMBANGUNAN JEMBATAN EFHA CS
TA. 2018

Pada hari ini Kamis tanggal Dua puluh tujuh bulan September tahun Dua ribu delapam belas,
bertempat di Ruang Rapat Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi Papua
Barat (Bintuni), telah dilaksanakan Rapat Pembuktian Keterlambatan Ketiga (Show Cause Meeting
III) sesuai yang telah ditentukan dalam Syarat-Syarat Umum Dokumen Kontrak.

I. Dasar Rapat Pembuktian Keterlambatan (Show Cause Meeting III)

a. Data Kontrak

Rapat Pembuktian keterlambatan dilaksanakan untuk proyek :


Nama Proyek : PEMBANGUNAN JEMBATAN EFHA CS
Tahun Anggaran : 2018
Sumber Dana : APBN
Kontraktor : PT. Maybrat Lestari
No.Kontrak : 16/HK.0203/PJN-WIL.IV/PPK IV.03/JBT. EFHA Cs/2018
Tanggal Kontrak : 26 Maret 2018
Nilai Kontrak Induk : Rp. 17.493.181.000,-
Waktu Pelaksanaan : 270 hari (28 Maret 2018 s/d 22 Desember 2018)

b. Prestasi Pekerjaan
Prestasi pekerjaan di lapangan sampai dengan tanggal 24 September2018, yaitu :
Uraian Persentase
Rencana Kumulatif Mingguan 61,27 %
Realisasi Kumulatif Mingguan 19,56 %
Deviasi - 41,71 %

c. Syarat-Syarat Umum Dokumen Kontrak

Pada syarat – syarat umum kontrak terdapat mengenai ketentuan penanganan kontrak yang
mengalami keterlambatan dalam hal pelaksanaan pekerjaannya dan kriteria kontrak yang
dinyatakan kontrak kritis. (Tabel 1)
Dalam upaya penyelesaian pekerjaan sesuai dengan ketentuan kontrak, serta dalam rangka
pembinaan terhadap industri jasa kontruksi, maka dalam menghadapi pelaksanaan pekerjaan
yang mengalami keterlambatan, PPK perlu melakukan upaya-upaya “Show Cause Meeting”.

a. Show Cause Meeting (SCM) atau Rapat Pembuktian merupakan tata cara penanganan
paket kritis (terlambat). Di dalam rapat SCM Penyedia Jasa harus dapat membuktikan
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
BALAI PELAKSANAAN JALAN NASIONAL XVII
SATUAN KERJA PELAKSANAAN JALAN NASIONAL WILAYAH IV PROVINSI PAPUA BARAT(BINTUNI)
JalanSwapen.Manokwari Email. satker_bintuni@yahoo.com Manokwari - Papua Barat
kemampuannya untuk mengejar keterlambatan yang ada dan selanjutnya menyelesaikan
pekerjaan sesuai Dokumen Kontrak, dilihat dari segi manajemen, material, peralatan dan
keuangan.

b. Upaya pembuktian tersebut dinilai dan dievaluasi oleh Tim Rapat Pembuktian melalui
Uji Coba Kemampuan (Test Case) Penyedia Jasa, dalam hal nilai kemajuan progres fisik
pada periode waktu tertentu (paling lama 30 Hari Kalender), dan selanjutnya dituangkan
dalam suatu Berita Acara yang ditandatangani bersama (Pengguna Jasa, Penyedia Jasa,
dan Konsultan Supervisi).

c. Show Cause Meeting dilakukan berjenjang sesuai dengan tingkat keterlambatan


pekerjaan yang terjadi. Perjenjangan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu :

1. SCM Tahap I, Kasatke rmengadakan SCM Tahap I setelah mendapatkan laporan dari
PPK mengenai adanya paket terlambat. Kasatker bisa menghadiri secara langsung atau
mendelegasikan salah satu asistennya sebagai wakil dari pihak Satker. Di dalam rapat
ini membahas dan menyepakati besaran program percepatan kemajuan fisik yang
harus dicapai penyedia dalam jangka waktu periode tertentu (paling lama 30 Hari
Kalender) untuk dilakukan Test Case Tahap I.
2. SCM Tahap II, dilakukan apabila penyedia jasa gagal melaksanakan Test Case Tahap
I, maka PPK melaporkannya kepada Kasatker, yang ditindaklanjuti dengan
mengusulkan diadakannya SCM Tahap II kepada Kabalai selaku Atasan Langsung. Di
dalam rapat ini juga membahas dan menyepakati besaran program percepatan
kemajuan fisik yang harus dicapai penyedia jasa dalam jangka waktu periode tertentu
(paling lama 30 Hari Kalender) untuk dilakukan Test Case Tahap II.
3. SCM Tahap III, dilakukan apa bila penyedia jasa gagal melaksanakan Test Case
Tahap II, maka PPK melaporkan ke Kabalai, yang ditindak lanjuti dengan
mengusulkan diadakannya SCM Tahap III kepada Dirjen Bina Marga melalui
Pembantu Atasan Kasatker. Kemudian Pembantu Atasan Kasatker atas nama Dirjen
Bina Marga mengadakan SCM Tahap III, untuk membahas dan menyepakati program
percepatan kemajuan fisik yang harus dicapai penyedia jasa dalam jangka waktu
periode tertentu (paling lama 30 Hari Kalender) untuk dilakukan Test Case Tahap III.

Tabel. 1 Kriteria Kontrak Kritis


No PERIODE KATEGORI KETERLAMBATAN
RENCANA BELUM KRITIS
PELAKSANAAN KRITIS
1. 0% - 70% ≤ 10% > 10% dari rencana

2. 70% - 100% ≤ 5% > 5% dari rencana

3. 70% - 100% - < 5% dari rencana


dan akanmelampaui tahunanggaran
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
BALAI PELAKSANAAN JALAN NASIONAL XVII
SATUAN KERJA PELAKSANAAN JALAN NASIONAL WILAYAH IV PROVINSI PAPUA BARAT(BINTUNI)
JalanSwapen.Manokwari Email. satker_bintuni@yahoo.com Manokwari - Papua Barat

Apabila sampai dengan Rapat Pembuktian (SCM) Tahap III ternyata Penyedia Jasa
gagal menunjukkan kemampuan kerjanya dalam uji coba kemampuan (Test Case Tahap
III), maka PPK dengan diketahui kasatker segera melaporkan kepada dirjen bina marga
melalui pembantu atasan kasatker dengan tembusan kepada kabalai selaku atasan
langsung kasatker dan sekaligus meminta pertimbangan untuk penyelesaian paket
Kritis. Langkah pengamanan dan penyelamatan pekerjaan yang dapat diusulkan adalah :
1) Kesepakatan tiga pihak (Three Parties Agreement), yakni melibatkan Penyedia Jasa
lain untuk menyelesaikan pelaksanaan pekerjaan atau;
2) Dengan cara Pemutusan Kontrak secara sepihak dengan mengesampingkan pasal
1266 Kitab Undang – Undang Hukum Perdata.

II. Materi Pembahasan Show Cause Meeting III

Materi yang dibahas pada saat Rapat Pembuktian Keterlambatan (SCM Tahap III), yaitu :
1) Meneliti permasalahan yang menyebabkan pekerjaan terlambat.
2) Membahas usaha-usaha untuk mengejar keterlambatan yang mana usaha-usaha tersebut
harus sudah disepakati bersama.
3) Menentukan target Uji Coba Kemampuan (Test Case Tahap III) dalam waktu tertentu
dengan menyebutkan uraian pekerjaan yang harus dikerjakan dan prosentase prestasi kerja
yang harus dicapai. Apabila Test Case Tahap III gagal selambat-lambatnya 3 hari, maka
dilakukan Test Case Tahap II setelah dilaksanakannya SCM Tahap II.
4) Membuat jadwal pelaksanaan Uji Coba Kemampuan dan program schedule secara detail
dan lengkap dengan data-data pendukungnya.
Data pendukung yang harus disampaikan oleh Penyedia Jasa:
a) Volume sisa pekerjaan
b) Sumber material alternatif yang akan diajukan antara lain: (bila volume material yang ada
kurang dari volume material yang dibutuhkan)
 Jenis material dengan menunjukan material sampai lokasi
 Jadwal mendatangkan material sampai lokasi
c) Peralatan yang harus didatangkan ke lokasi:
 Jenis alat, type alat dan jumlah.
 Jadwal mendatangkan alat
5) Hasil dari Rapat Pembuktian (SCM Tahap III) tersebut harus dituangkan dalam berita acara
dan ditembuskan kepada Kepala Dinas PU Bina Marga Propinsi Papua Barat dan Kepala
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVII.

III. Peserta Rapat


(Daftar HadirTerlampir)
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
BALAI PELAKSANAAN JALAN NASIONAL XVII
SATUAN KERJA PELAKSANAAN JALAN NASIONAL WILAYAH IV PROVINSI PAPUA BARAT(BINTUNI)
JalanSwapen.Manokwari Email. satker_bintuni@yahoo.com Manokwari - Papua Barat
IV. Pelaksanaan Rapat
a. Rapat dipimpin oleh :
Nama : Sonny J. Kudubun, ST
Jabatan : Kepala Seksi Preservasi dan Pembangunan BPJN XVII Manokwari

b. Rapat dihadiri oleh unsur-unsur antara lain :


 Direksi Pekerjaan (Pengguna Jasa)
1. Benyamin Elieser Pasurnay, ST : Kasatker PJN Wil. IV Prov. Papua Barat
(Bintuni)
2. Handayani Butarbutar, MT, MM : Pejabat Pembuat Komitmen IV.03

 Direksi Teknis (KonsultanSupervisi)


1. Agus Tappe, ST : Supervision Engineer

 Core Team Pengawasan


1. Ir. Jasmin Rusman : Team Leader

 Kontraktor Pelaksana (Penyedia Jasa)


1. Wahyudi Kurniawan : Direktur PT. Maybrat Lestari

V. Hasil Rapat Pembuktian Keterlambatan (Show Cause Meeting III)

Mengingat keterlambatan tersebut dapat dikategorikan Kritis, maka perlu diadakan rapat
pembuktian dan evaluasi pelaksanaan pekerjaan untuk mengejar keterlambatan tersebut diatas.
Untuk itu dari pihak Penyedia Jasa menjelaskan tentang kesiapannya untuk menyelesaikan
pekerjaan dengan kondisi terlambat, diyakini dapat selesai tepat waktu mengingat data-data
sebagai berikut :

a. Penyebab Keterlambatan :
- Adanya perubahan desain jembatan Efha dari Balok T 20 m menjadi Rangka Baja
bentang 40 m Kelas A dikarenakan perubahan bentang sungai.
- Adanya perubahan desain jembatan Frekas dari Baja Komposit 30 m menjadi Rangka
Baja bentang 60 m Kelas A dikarenakan perubahan bentang sungai.
- Keterlambatan pengadaan material tiang pancang karena gelombang tinggi.

b. Personil Inti
- Total Kebutuhan Personil :
o Site Manager : 1 Orang
o Pelaksana : 2 Orang
- Personil Yang telah ada :
o Site Manager : 1 Orang
o Pelaksana : 2 Orang
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
BALAI PELAKSANAAN JALAN NASIONAL XVII
SATUAN KERJA PELAKSANAAN JALAN NASIONAL WILAYAH IV PROVINSI PAPUA BARAT(BINTUNI)
JalanSwapen.Manokwari Email. satker_bintuni@yahoo.com Manokwari - Papua Barat
c. Material
- Total Rencana Kebutuhan Material :
o Semen = 6,011 Ton
o Pasir beton = 388 M3
o Agregat Kasar = 537 M3
o Kayu Perancah = 140 M3
o Paku = 1.122 Kg
- Material Yang telah Ada :
o Semen = 6,011 Ton
o Pasir beton = 388 M3
o Agregat Kasar = 537 M3
o Kayu Perancah = 140 M3
o Paku = 1.122 Kg

d. Peralatan
- Total Rencana Kebutuhan Peralatan :
o Excavator : 2 Unit
o Bulldozer : 0 Unit
- Peralatan yang telah ada :
o Excavator : 2 Unit
o Bulldozer : 0 Unit

e. Klarifikasi / Tanggapan Penyedia Jasa


1. Keterlambatan material dikarenakan gelombang tinggi dan handling pemindahan
material ke kapal kecil mengalami hambatan.

f. Solusi
- Segera buat Adendum untuk reschedule waktu pelaksanaan.
- Memaksimalkan cuaca cerah dengan melaksanakan pekerjaan tambahan (lembur)
- Penambahan Sumber Daya sesuai dengan rencana Test Case.
- Evaluasi Test Case setiap 3 hari untuk penilaian kemajuan pekerjaan.

g. Rencana Penyelesaian Pekerjaan (Test Case III)


- Rencana progress pelaksaaan item pekerjaan periode tgl 01 Oktober 2018 s/d 28 Oktober
2018

Item PekerjaanUtama Kontrak Induk


Manajemen dan keselamatan lalin : 0,10 ls 0,003%
Manajemen mutu : 0,6 ls 0,37%
Galian biasa : 1.337,27 m3 0,46%
Timbunan pilihan : 388.13 m3 0,8 %
Beton mutu f’c 20 Mpa : 147,83 Mpa 2,92 %
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
BALAI PELAKSANAAN JALAN NASIONAL XVII
SATUAN KERJA PELAKSANAAN JALAN NASIONAL WILAYAH IV PROVINSI PAPUA BARAT(BINTUNI)
JalanSwapen.Manokwari Email. satker_bintuni@yahoo.com Manokwari - Papua Barat

Beton mutu f’c 10 Mpa : 1.053,40 Mpa 0,29 %


Baja tulangan polos U24 : 1.781,97kg 3,97 %
Baja tulangan polos U32 : 67.022,40 kg 4,15%
Pengadaan rangka baja panjang 40 m : 0,75 9,04%
Pengangkutan rangka jembatan : 72.347,03 kg 2,15%
Peyediaan Pipa tiang pancang 600 mm : 101.99 m’ 2,26 %
Penyediaan baja H beam (INP) : 2.807,04 kg 0,94%
Pemancangan Pipa tiang pancang 600 mm : 435,72 m’ 0,26%
Pemancangan Pipa tiang pancang 400 mm : 112 m’ 0,07%
Pasangan batu : 228,08 m3 2,06%

TOTAL 44,15 %
-
Time table pelaksanaan pekerjaan utama s/d akhir waktu pelaksanaan :

September 2018

Nopember 2018

Desember 2018
Oktober 2018
Volume
No Item PekerjaanUtama Volume Kontrak Volume Sisa Ket
Realisasi

1 Beton f’c 20Mpa 695,53 m3 81,83 m3 613,70 m3


2 Beton f’c 10Mpa 22 m3 5,50 m3 16,50 m3
3 Baja tulangan polos U24 2.801,73 kg 465,15 kg 2.336,63 kg

4 Baja tulangan polos U32 137.427,73 kg 24.452,603 kg 112.975,13 kg


Pemancangan pipa tiang
5 510 m’ 169,80 m’ 340,20 m’
pancang 600 mm
Pemancangan pipa tiang
6 336 m’ 336 m’
pancang 400 mm

- Beton f’c 20Mpa : Selesai pada Desember 2018


- Beton f’c 10Mpa : Selesai pada Nopember 2018
- Baja tulangan polos U24 : Selesai pada Nopember 2018
- Baja tulangan polos U32 : Selesai pada Nopember 2018
- Pemancangan pipa tiang pancang 600 mm : Selesai pada September 2018
- Pemancangan pipa tiang pancang 400 mm : Selesai pada Nopember 2018
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
BALAI PELAKSANAAN JALAN NASIONAL XVII
SATUAN KERJA PELAKSANAAN JALAN NASIONAL WILAYAH IV PROVINSI PAPUA BARAT(BINTUNI)
JalanSwapen.Manokwari Email. satker_bintuni@yahoo.com Manokwari - Papua Barat

Demikian Berita Acara Rapat Pembuktian Keterlambatan (Show Cause Meeting III) ini dibuat
sebagai bahan untuk proses tahapan selanjutnya.Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Disetujui Oleh,

Pejabat Pembuat Komitmen IV.03 Konsultan Supervisi, Penyedia Jasa Konstruksi,


Satker PJNWilayah IV Provinsi PT. Seecons, KSO PT. Maybrat Lestari
Papua Barat (Bintuni)

Handayani Butarbutar, MT, MM Ir. Agus Tappe Wahyudi Kurniawan


NIP. 19800602 200909 1 002 Supervision Engineer Direktur

Mengetahui,

Kasatker Pelaksanaan Jalan Nasional Kepala Balai


Wilayah IV Provinsi Papua Barat (Bintuni) Pelaksanaan Jalan Nasional XVII Manokwari

Benyamin Elieser Pasurnay, ST Yohanis Tulak Todingrara,


NIP. 19701109 199303 1 007 NIP. 19670614 199703 1 007