Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL

“PEMANFAATAN DAUN PEPAYA SEBAGAI


OBAT MALARIA”

Oleh:

SARTIKA
1713042019

JURUSAN KIMIA
PRODI PENDIDIKAN KIMIA/A
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU
PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2018
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdullillah, segala puji hanya milik Allah SWT sang penentu
segalanya, atas limpahan Rahmat, Taufik dan Hidayah-Nya jualah sehingga
penulis dapat menyelesaikan penulisan Proposal dalam bentuk makalah ini
mengenai “Pemanfaatan Tanaman Padi atau Beras bagi Kesehatan” hingga dapat
terselesaikan dengan tepat waktu.
Dalam penulisan makalah ini bahkan tidak jarang penulis menemukan
kesulitan-kesulitan yang mendasar, hal ini disebabkan kurangnya buku referensi.
Akan tetapi, berkat motivasi dan dukungan dari berbagai pihak, kesulitan-
kesulitan itu akhirnya dapat diatasi.
Walaupun penulis berusaha secara maksimal, dengan berbagai tantangan
dan hambatan yang penulis hadapi, tetapi sebagai manusia biasa, penulis sadari
bahwa masih banyak kekurangan dalam proses penelitian ini. Saran dan kritik
yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan penelitian
berikutnya. Semoga penelitian ini membawa suatu manfaat bagi masyarakat dan
dunia penelitian.
Makassar, 5 Desember 2018

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... ..iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah .................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah........................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan ............................................................................. 2
1.4Sistematika Penulisan ...................................................................... 2
1.5 Metode dan Teknik ........................................................................ 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Asal Mula Tanaman Pepaya .................................................................... 4
2.2 Ekologi Pohon Pepaya.............................................................................. 4
2.3 Cara Menanam Pohon Pepaya Yang Baik .................................................... 5
2.3.1 Teknik Penanaman ....................................................................... 5
2.3.2 Cara Penanaman .......................................................................... 5
2.4 Pembibitan Tanaman Pepaya ........................................................................ 6
2.4.1 Syarat Pertumbuhan ..................................................................... 6
2.4.1 Pembibitan ................................................................................... 6
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Sampel.............................................................................................. 10
3.2 Tempat dan waktu penelitian............................................................. 8
3.3 Alat dan Bahan ................................................................................ .. 9
3.4 Cara Kerja...........................................................................................
3.5 Pengumpulan Data............................................................................ 10
3.6 Analisis Data..................................................................................... 10
3.7 Pengujian........................................................................................... 10
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan
Zoonotik Kementerian Kesehatan drg Vensya Sitohang MEpid menjelaskan
wilayah timur Indonesia masih menjadi daerah endemis tinggi malaria, seperti
NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Faktor geografis dan
rendahnya kesadaran masyrakat dinilai menjadi salah satu penyebab tingginya
kasus malaria di wilayah timur Indonesia, di mana Kementerian Kesehatan
mencatat terdapat 80% kasus malaria di wilayah tersebut.
Penyakit Malaria adalah penyakit disebabkan oleh infeksi protozoa dari
genus plasmodium dan mudah dikenali dari gejala panas dingin menggigil dan
demam berkepanjangan. Malaria tidak di tularkan secara kontak langsung dari
satu manusia ke manusia lain, melainkan telah terinfeksi parasit malaria, biasanya
oleh gigitan nyamuk dan hidup serta berkembang biak dalam sel darah merah
manusia
Sudah kita ketahui juga bahwa pepaya merupakan sebuah tanaman yang
seluruh organnya dapat dipergunakan baik untuk manusia maupun untuk hewan,
kegunaan pepaya di Indonesia belum begitu lengkap bila dibandingkan diluar
negeri, sebab disana selain digunakan sebagai makanan juga sebagai khususnya
daunnya yang berbau lemah dan rasanya yang pahit.
Tanaman pepaya atau yang bahasa latinnya Carica pepaya L termasuk
familia caricacea, yang banyak digunakan sebagai makanan atau lalap. Adapun
kandungan zat yang terdapat pada daun pepaya adalah alkoloid, karpin, glukosida,
karpasida, enzim proteolik papain, yang berfungsi sebagai obat penyakit malaria.
Banyak sekali manfaat dalam buah pepaya ini, mulai dari buah pepayanya
dan daunnya.Penyakit malaria termasuk penyakit menular pada manusia melalui
gigitan nyamuk. Nyamuk ini sering terdapat pada air yang menggenang, kalau
tidak secepatnya di bersihkan maka akan muncul bintik-bintik nyamuk yang akan
menjadi nyamuk berbahaya. Nyamuk penyakit malaria berbeda dengan nyamuk
penyakit demam berdarah.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana karakteristik tanaman pepaya?
2. Mengapa daun pepaya bisa mengobati penyakit malaria?
3. Bagaimana pengertian dari gejala-gejala penyakit malaria?
4. Bagaiman proses pengobatan penyakit malaria dengan menggunakan daun
pepaya?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Mengetahui karakteristik tanaman pepaya.
2. Mengetahui kandungan apa saja yang terdapat pada daun pepaya.
3. Mengetahui pengertian dari gejala-gejala penyakit malaria.

1.4 Sistematika Penulisan


Pada penelitian ini, penulis akan menjelaskan hasil penelitian dengan bab
pendahuluan. Bab ini meliputi latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan,
dan sistematika penulisan.
Pada bab kedua menguraikan hubungan teori yang diterapkan dalam
penelitian. Teori adalah seperangkat konsep, batasan, dan proposisi. Pengambilan
teori dijadikan landasan dalam kegiatan penelitian ini dan berhubungan dengan
permasalahn yang diteliti.
Pada bab ketiga berisi metode penelitian masalah terhadap data yang
diperoleh dalam penelitian berupa gambaran umum objek penelitian dan deskripsi
hasil penelitian. Sorotan objektif peneliti terhadap hasil penelitiannya sangat
diperlukan.

1.5 Metode dan Teknik


Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode
penelitian deskriptif. Metode deskriptif adalah cara penelitian dengan
menggunakan pengamatan (observasi) terhadap gejala, peristiwa, dan kondisi
aktual di masa sekarang.
Teknik yang digunakan penulis dalam penyusunan proposal ini adalah
sebagai berikut:
1. Teknik Literatur, yaitu pemahaman untuk memperoleh landasan berfikir
sebagai bekal dalam penelitian serta merupakan penunjang dalam pembahsan
selanjutnya.
2. Teknik Kepustakaan, yaitu dengan melakukan pengumpulan data dalam buku
ataupun median cetak yang berhubungan dengan tema sebagai sumber. Teknik
ini yang paling banyak digunakan penulis.
Penulis tidak memiliki waktu banyak untuk melaksanakan penelitian,
sehingga pengambilan data dari objek wisata langsung sangat terbatas. Oleh
karena itu penyajian karya tulis ini kurang memuaskan dan memiliki banyak
kekurangan.
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Asal Mula Tanaman Pepaya


Pepaya (Carica papaya L.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari
Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar
luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. C.
papaya adalah satu-satunya jenis dalam genusCarica. Nama pepaya dalam bahasa
Indonesia diambil dari bahasa Belanda, "papaja", yang pada gilirannya juga
mengambil dari nama Bahasa Arawak, "papaya".
Orang yang berjasa menyebarkan pepaya di daerah tropis adalah orang-orang
Spanyol, di daerah tropis yang pertama adalah di Manila pada pertangahan abad
16 M. Walaupun belum ada data yang komplit, namun para ahli menyatakan
bahwa pepaya mulai ditanam di indonesia pada abad 16 M atau sebelumnya.Kini
pohon pepaya telah terdapat dimana-mana dan hampir setiap rumah terdapat
pohon pepaya.

2.2 Ekologi Pohon Pepaya


Sebelum kita menanam pohon pepaya kita harus tahu dimanakah tempat
yang paling cocok menanam pepaya itu, oleh karena itu kita harus mengetahui
akan ekologi dari pohon itu sendiri.
1. Ketinggian Tempat
Pohon pepaya dapat tumbuh pada daratan rendah dan hingga didaerah yang
mempunyai ketinggian 1000 m diatas permukaan laut, tapi sebaliknya jika
pohon pepaya ditanam didaerah yang makin tinggi maka buah dan rasa
manisnya akan berkurang, sebab hal ini ditentukan oleh matahari dan
kelembaban udara.
2. Tanah
Pohon pepaya akan tumbuh baik jika ditanam ditanah latosol dan laterit
merah, kemudian tanah untuk tanaman pepaya harus banyak mengandung
bahan organis atau humus yang dapat mengatur kelembaban tanah. Oleh
karena itu, keadaan tanah air dalam tanah menentukan pertumbuhan tanaman
pepaya.
3. Iklim
Faktor-faktor iklim terdiri dari:
a) Cuaca Hujan
b) Sinar matahari
c) Suhu Udara
d) Angin
Kemudian kalau kita ingat bahwa pepaya dapat tumbuh di daratan rendah,
juga dapat tumbuh didaratan tinggi, tidaklah banyak pengaruhnya terhadap
pertumbuhan tanaman pepaya pada umunya.

2.3 Cara Menanam Pohon Pepaya Yang Baik


2.3.1 Teknik Penanaman
Pembuatan Lubang Tanam
a. Lubang tanam berukuran 60 x 60 x 40 cm, yang digali secara berbaris.
Biarkan lubang-lubang kosong agar memperoleh cukup sinar matahari.
Setelah itu lubang-lubang diisi dengan tanah yang telah dicampuri
dengan pupuk kandang 2 - 3 blek. Jika pupuk kandang tidak tersedia
dapat dipakai SUPERNASA dengan cara disiramkan kelubang tanam
dosis 1 sendok makan/10 lt air sebelum tanam. Lubang - lubang yang
ditutupi gundukan tanah yang cembung dibiarkan 2-3 hari hingga tanah
mengendap.Setelah itu baru lubang-lubang siap ditanami.Lubang-lubang
tersebut diatas dibuat 1-2 bulan penanaman.
b. Apabila biji ditanam langsung ke kebun, maka lubang - lubang
pertanaman harus digali terlebih dahulu. Lubang-lubang pertanaman
untuk biji-biji harus selesai ± 5 bulan sebelum musim hujan.

2.4 Pembibitan Tanaman Pepaya


2.4.1 Syarat Pertumbuhan
Tanaman dapat tumbuh pada dataran rendah dan tinggi 700 - 1000
mdpl, curah hujan 1000 - 2000 mm/tahun, suhu udara optimum 22 - 26 derajat
C dan kelembaban udara sekitar 40% dan angin yang tidak terlalu kencang
sangat baik untuk penyerbukan. Tanah subur, gembur, mengandung humus dan
harus banyak menahan air, pH tanah yangideal adalah netral dengan pH 6-
7.
2.4.2 Pembibitan
Peryaratan Bibit/Benih, biji yang digunakan sebagai bibit diambil dari
buah-buah yang telah masak benar dan berasal dari pohon pilihan. Buah pilihan
tersebut di belah dua untuk diambil biji-bijinya.Biji yang dikeluarkan
kemudian dicuci bersih hingga kulit yang menyelubungi biji terbuang lalu
dikeringkan ditempat yang teduh. Biji yang segar digunakan sebagai bibit.
Bibit jangan diambil dari buah yang sudah terlalu masak/tua dan jangan dari
pohon yang sudah tua.Penyiapan BenihKebutuhan benih perhektar 60 gram (±
2000 tanaman). Benih direndam dalam larutan POC NASA 2 cc/liter selama 1-
2 jam, ditiriskan dan ditebari Natural GLIO kemudian disemai dalam polybag
ukuran 20 x 15 cm. Media yang digunakan merupakan campuran 2 ember
tanah yang di ayak ditambah 1 ember pupuk kandang yang sudah matang dan
diayak ditambah 50 gram TSP dihaluskan ditambah 30 gram natural GLIO.
Teknik Penyamain Benih, Benih dimasukan pada kedalaman 1 cm
kemudian tutup dengan tanah. Disiram setiap hari.Benih berkecambah muncul
setelah 12-15 hari.Pada saat ketinggiannya 15-20 cm atau 45-60 hari bibit siap
ditanam.Biji-biji tersebut bisa langsung ditanam/disemai lebih dahulu.
Penyemaian dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum bibit persemaian itu
dipindahkan ke kebun.Pemeliharaan Pembibitan,pada persemaian biji-biji
ditaburkan dalam larikan (barisan ) dengan jarak 5 - 10 cm. Biji tidak boleh
dibenam dalam-dalam, cukup sedalam biji, yakni 1 cm. Dengan pemeliharaan
yang baik, biji-biji akan tumbuh sesudah 3 minggu ditanam. Semprotkan POC
NASA seminggu sekali dosis 2 tutup/tangki.Pemindahan Bibit, bibit-bibit yang
sudah dewasa, sekitar umur 2 - 3 bulan dapat dipindahkan padapermulaan
musim hujan.
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Sampel
Daun pepaya yang diambil dari tetangga.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian


Tempat penelitian : Di rumah Kec. Somba Opu
Waktu penelitian : November 2018

3.3 Alat dan Bahan


1. Alat
Peralatan yang dipakai dalam penelitian ini antara lain :
a. Panci
b. Penyaring (kain halus).
c. Alat pemanas
d. Gelas
2. Bahan
a. Daun pepaya
b.Air

3.4 Cara Kerja


1. Ambil dua helai daun pepaya
2. Cuci daun sampai bersih
3. Masukkan kedalam panci dengan air tiga gelas
4. Rebus air dan daun pepaya sampai mendidih hingga menjadi takaran satu
gelas
5. Dinginkan rebusan daun pepaya sejenak sebelum
6. Minum sebelum tidur malam.

3.5 Pengumpulan Data


Pengumpulan data hasil penelitian dilakukan dengan kegiatan dan
dokumentassi berupa foto atau gambar proses pembuatan obat malaria dari daun
papaya.
3.6 Analisis Data
Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif.

3.7 Pengujian
Untuk mengetahui kemampuan obat malaria dari daun papaya.Pengujiannya
yaitu air dari rebusan daun papaya . diberikan kepada orang yang menderita
penyakit malaria. selama 3 hari berturut – turut. Dilihat perkembangannya
DAFTAR PUSTAKA

Suwarto, A. 2011. Pepaya dan Khasiatnya (1) Kedaulatan Rakyat. 02 Oktober


2011 hlm 19.Yogyakarta : PT-BP Kedaulatan Rakyat.

Sonhaji, Aang. 2010. Penyakit-penyakit menular pada manusia. Bandung. CV


WAHANA IPTEK BANDUNG.

https://lifestyle.sindonews.com/read/1193384/155/ini-daerah-endemis-tinggi
malaria-di-indonesia-1491029727