Anda di halaman 1dari 8

ANALISIS RUGI DAYA SALURAN TRANSMISI DENGAN MEMPERHITUNGKAN

PENGEMBANGAN SMBER DAYA AIR PADA SISTEM KELISTRIKAN SULSELBAR

ANDI JUNIAWAN (D411 08 377)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR

ABSTRAK Kebutuhan energi listrik yang semakin


hari semakin bertambah,hal ini dapat dilihat
Pada sistem tenaga listrik,energi listrik dari meningkatnya jumlah beban akibat
yang dihasilkan diawali dari proses pembangkitan permintaan daya yang besar.Akan tetapi yang
yang selanjutnya disalurkan ke beban melalui menjadi permasalahan adalah ketersediaan
saluran transmisi dan distribusi.Pada saat sistem energi listrik yang tidak sebanding dengan
tersebut beroperasi maka pada sub-sistem transmisi kebutuhan beban yang selalu
akan terjadi rugi-rugi daya.Rugi daya ini bertambah.Dengan adanya penambahan
diakibatkan oleh letak beban yang tersebar Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) pada
diberbagai lokasi sehingga daya listrik yang dikirim sistem tenaga listrik SULSELBAR diharapkan
harus melalui saluran transmisi yang cukup dapat menjadi alternatif untuk mengatasi
jauh.Adanya rugi daya yang terjadi pada saluran ketersediaan energi listrik yang masih jauh dari
transmisi menjadi hal yang sangat penting untuk harapan.
diperhatikan karena hal ini akan menyebabkan
hilangnya daya yang cukup besar,olehnya itu Pada sistem tenaga listrik,energi listrik
masalah ini sangat penting untuk dikaji. yang dihasilkan diawali dari proses
Tujuan tugas akhir ini adalah pembangkitan yang selanjutnya disalurkan ke
menerapkan Perangkat Lunak LEAP untuk beban melalui saluran transmisi dan
memproyeksikan jumlah pelanggan listrik distribusi.Pada saat sistem tersebut beroperasi
,permintaan energi listrik dan menerapkan maka pada sub-sistem transmisi akan terjadi
Perangkat Lunak Etap untuk menghitung rugi daya rugi-rugi daya.Rugi daya ini diakibatkan oleh
saluran transmisi di tahun 2012 sampai dengan letak beban yang tersebar diberbagai lokasi
tahun 2030 dengan adanya penambahan PLTA dan sehingga daya listrik yang dikirim harus
PLTM. Potensi air yang sangat besar pada daerah melalui saluran transmisi yang cukup
SULSELBAR menjadi sebuah keuntungan untuk jauh.Adanya rugi daya yang terjadi pada
dijadikan sebagai sumber utama pada proses saluran transmisi menjadi hal yang sangat
pembangkitan tenaga listrik. penting untuk diperhatikan karena hal ini akan
Rugi daya saluran transmisi pada daerah menyebabkan hilangnya daya yang cukup
SULSELBAR mengalami kenaikan hal ini besar,olehnya itu masalah ini sangat penting
disebabkan jumlah energi listrik yang harus untuk dikaji.
diproduksi juga mengalami kenaikan akibat
permintaan energi listrik yang terus meningkat tiap
tahunnya. Pada awal tahun proyeksi tahun 2012 I.2 Rumusan Masalah
jumlah rugi daya saluran transmisi sebesar 9,27 Berdasarkan uraian singkat mengenai
MW dan pada akhir tahun proyeksi tahun 2030 yang dikemukakan sebelumnya, maka rumusan
mencapai 96,561MW.Adapun pertumbuhan rata- masalah yang akan penulis bahas dalam tugas
rata hasil proyeksi rugi daya saluran transmisi dari akhir ini adalah:
awal tahun 2012 hingga akhir tahun 2030 mencapai 1. Bagaimana memroyeksikan keadaan
13,945% . kelistrikan SULSELBAR ditinjau dari
jumlah pelanggan maupun konsumsi
I. PENDAHULUAN energi listriknya
2. Bagaimana menampilkan rugi daya
I.1 Latar Belakang saluran transmisi sistem kelistrikan
SULSELBAR
Kebutuhan energi listrik menjadi hal yang 3. Bagaimana menganalisis rugi daya saluran
sangat penting bagi kehidupan manusia, tidak transmisi sitem kelistrikan SULSELBAR
heran bila sebagian besar masyarakat menjadikan
energi listrik sebagai kebutuhan primer dalam I.3 Tujuan Penelitian
kehidupannya . Energi listrik menjadi penunjang Adapun tujuan penelitian tugas akhir
dalam segala aktivitas keseharian.Seiring dengan ini adalah:
laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang 1. Proyeksi jumlah pelanggan energi listrik
ada khususnya di wilayah Indonesia Timur maka tiap sektor daerah SULSELBAR dari tahun 2012
kebutuhan akan pasokan energi listrik menjadi hal sampai tahun 2030 dengan menggunakan LEAP
yang sangat diprioritaskan. 2. Proyeksi permintaan energi listrik tiap
sektor daerah SULSELBAR dari tahun
2012 sampai tahun 2030 dengan negara tergantung kemajuan dalam bidang
menggunakan LEAP. transmisi. Ditinjau dari klasifikasi tegangannya
3. Proyeksi rugi daya saluran transmisi pada saluran transmisi dibedakan menjadi :
sistem kelistrikan SULSELBAR dari
tahun 2012 sampai tahun 2030 dengan - Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi
adanya penambahan PLTA dan PLTM (SUTET) 200 Kv – 500 Kv
dengan menggunakan Etap 7.0.0. - Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT)
4. Menganalisis rugi daya saluran transmisi 30 Kv – 150 Kv
daerah SULSELBAR - Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT)
30 Kv – 150 Kv
I.4 Batasan Masalah - Saluran Udara Tegangan Menengah
Batasan masalah dalam penulisan tugas akhir ini (SUTM) 6 Kv – 30 Kv
hanya dalam memproyeksikan jumlah pelanggan Untuk keperluan analisis dan perhitungan,
dan konsumsi energi listrik serta menganalisis rugi saluran transmisi biasanya dibagi dalam tiga kelas
daya saluran transmisi sistem kelistrikan berdasarkan panjang saluran transmisi(Hutahruk,
SULSELBAR dari tahun 2012 sampai tahun 2030 1985:59) :
dengan adanya penambahan PLTA dan PLTM.
1. Saluran pendek (<80 km )
2. Saluran menengah ( 80-250 km )
3. Saluran panjang ( >250 km )
II. TEORI DASAR Sedangkan klasifikasi berdasarkan
fungsinya dalam beroperasi maka saluran transmisi
Ada dua kategori saluran transmisi yakni sering diberi nama :
saluran udara (overhead lines) dan saluran kabel
tanah (underground cable). Saluran udara 1. Transmisi, menyalurkan daya besar
menyalurkan daya listrik melalui kawat-kawat yang dari pusat-pusat pembangkit ke
digantung pada menara atau tiang transmisi dengan daerah beban atau antara dua atau
perantaraan isolator-isolator. Keuntungan dari lebih sistem. Saluran yang
saluran transmisi udara adalah lebih murah, mudah menghubungkan dua atau lebih sistem
dalam perawatan, mudah dalam mengetahui letak disebut juga sebagai saluran
gangguan, mudah dalam perbaikan, dan lainnya. interkoneksi (tie-line).
Namun juga memiliki kerugian, antara lain: karena 2. Sub transmisi, saluran atau transmisi
berada di ruang terbuka, maka cuaca sangat percabangan dari saluran yang tinggi
berpengaruh terhadap keandalannya, dengan kata ke saluran yang lebih rendah
lain mudah terjadi gangguan, seperti gangguan 3. Distribusi, saluran transmisi yang
hubung singkat, gangguan tegangan lebih karena menyalurkan daya dari gardu induk
tersambar petir, dan gangguan-gangguan lainnya. ke area beban.
Dari segi estetika/keindahan juga kurang, sehingga
saluran transmisi udara bukan pilihan yang ideal Pada saluran transmisi selain terjadi
untuk suatu saluran transmisi didalam kota. drop tegangan, juga terjadi rugi daya. Rugi daya
Sedangkan saluran kabel tanah melalui kabel-kabel mencerminkan adanya daya yang terbuang
yang ditanam di bawah permukaan tanah. Saluran sehingga mengakibatkan daya yang diterima di
bawah tanah tidak dipengaruhi oleh cuaca buruk, sisi penerima lebih kecil dari daya yang
taufan, hujan, angin, petir, dan sebagainya serta dikirim pada sisi pengirim. Pembuangan daya
sesuai diterapkan di tempat yang padat. Namun ini dikonversikan dalam bentuk panas pada
biaya pembuatannya jauh lebih mahal sistem transmisi selama selang waktu tertentu.
dibandingkan saluran udara dan perbaikannya lebih Sehingga energi yang diterima pada sisi penerima
sulit apabila terjadi gangguan. lebih kecil dari energi yang dikirim. Secara
umum rugi daya ini disebabkan oleh tahanan
Menurut jenis arus yang ditransmisikan pada penghantar dan daya korona.
dikenal sistem arus bolak-balik (Alternating
Current, AC) dan sistem arus searah (Direct Dengan menggunakan rangkaian
Current, DC). Hampir semua saluran transmisi saat ekivalen pendek, maka rugi daya pada saluran
ini menggunakan sistem AC dibandingkan sistem transmisi dapat ditentukan melalui saluran 3
DC. Salah satu penyebabnya adalah kemudahan phasa yang dinyatakan dalam persamaan
pentransformasian tegangan AC jauh lebih mudah [Arismunandar, 1993]:
dan murah dibandingkan transformasi tegangan
DC. P = I2.R (W)

Klasifikasi saluran transmisi berdasarkan Selanjutnya rugi daya pada saluran


tegangan kerjanya yakni berbeda-beda untuk setiap transmisi dapat dikurangi dengan cara
meninggikan tegangan transmisi, memperkecil 4.1 Proyeksi Konsumsi Energi Listrik Sulselbar
tahanan konduktor, dan memperbesar faktor daya
beban (Tobing, 2003). Tetapi cara yang Pada pemodelan konsumsi energi listrik
cenderung dilakukan adalah meninggikan untuk daerah SULSELBAR dengan menggunakan
tegangan transmisi dengan beberapa pertimbangan perangkat lunak LEAP,software ini akan
teknis. memproyeksikan jumlah konsumsi energy listrik
dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2030,adapun
III. ALUR PENELITIAN yang menjadi parameter acuan yakni dengan
memasukkan data-data berupa intensitas energy
dan jumlah pelanggan.Pertumbuhan kedua faktor
MULAI tersebut menjadi dasar perhitungan dengan enam
tahun sabelumnya yaitu dari tahun 2005 sampai
2011 dimana tahun 2011 menjadi tahun dasar.
Intensitas Energi diperoleh dengan menggunakan
MENCARI DATA KELISTRIKAN DAN rumus :
KEPENDUDUKAN DAERAH
SULSELBAR Intensitas Energi =
Jumlah Konsumsi Energi Total
(MWh)
Jumlah Pelanggan

Sebagai contoh perhitungan intensitas Energi untuk


PENGOLAHAN DATA
YANG ADA sektor Rumah tangga yakni sebagai berikut :
1.691,75×1000
Intensitas Energi RT 2011 =
1.391.614

MEMASUKKAN HASIL = 1,215675 MWh


PENGOLAHAN DATA KE LEAP
Intensitas Energi masing-masing sektor pada tahun
2011 ditunjukkan pada tabel berikut ini.

MENJALANKAN
Tabel 4.1 Intensitas Energi
PROGRAM LEAP
Sektor Intensitas Energi Listrik (MWh)

Rumah Tangga 1,215674749


YA
Industri 630,8699634
ADA PERBEDAAN DATA
YANG SIGNIFIKAN
? Bisnis 10,6693205

Sosial 4,538857967
TIDAK

MENGIMPORT DATA
DARI LEAP

ANALISIS OUTPUT DARI


LEAP

SELESAI

Adapun hasil konsumsi Energi Listrik untuk


IV HASIL DAN PEMBAHASAN
masing-masing sektor Rumah
Tangga,Industri,Bisnis dan Sosial dapat dilihat
pada tabel-tabel dibawah ini.

4.1.1 Proyeksi Konsumsi Energi Listrik


Sektor Rumah Tangga

Tabel 4.2 Konsumsi Energi Listrik Rumah


Tangga

Tahun Konsumsi Listrik (GWh)


2012 1.897,10
2013 2.127,40
2014 2.385,70
2015 2.675,30
2016 3.000,10
2017 3.364,20
2018 3.772,60
2019 4.230,60
2020 4.744,20
2021 5.320,10
Gbr.4.1 Grafik Konsumsi Energi Listrik RT
2022 5.965,90
2023 6.690,20 4.1.2 Proyeksi Konsumsi Energi Listrik
Sektor Industri
2024 7.502,30
2025 8.413,10 Tabel 4.2 Konsumsi Energi Listrik Industri

2026 9.434,40 Tahun Konsumsi Listrik (GWh)

2027 10.579,70 2012 731


2013 775,7
2028 11.864,00
2014 823
2029 13.304,20
2015 873,3
2030 14.919,30
2016 926,7
2017 983,3
2018 1.043,30
2019 1.107,10
2020 1.174,70
2021 1.246,50
2022 1.322,60
2023 1.403,40
2024 1.489,10
2025 1.580,10
2026 1.676,60
2027 1.779,10
2028 1.887,70
2029 2.003,10
2030 2.125,40
Gbr.4.2 Grafik Proyeksi Konsumsi Energi
Gbr.4.2 Grafik Proyeksi Konsumsi Energi
Listrik Sektor Industri
Listrik Sektor Bisnis
4.1.3 Proyeksi Konsumsi Energi Listrik
4.1.3 Proyeksi Konsumsi Energi Listrik
Sektor Bisnis
Sektor Sosial
Tabel 4.3 Konsumsi Energi Listrik Bisnis
Tabel 4.4 Konsumsi Energi Listrik Bisnis
Tahun Konsumsi Listrik (Ribu GWh)
Tahun Konsumsi Listrik (GWh)
2012 759,3
2012 123,2
2013 833,9
2013 137,9
2014 915,7
2014 154,3
2015 1.005,50
2015 172,7
2016 1.104,20 2016 193,2
2017 1.212,50 2017 216,2
2018 1.331,50
2018 242
2019 1.462,10
2019 270,8
2020 1.605,60
2020 303
2021 1.763,10
2021 339,1
2022 1.936,10 2022 379,5
2023 2.126,10 2023 424,7
2024 2.334,70
2024 475,3
2025 2.563,80
2025 531,9
2026 2.815,40
2026 595,2
2027 3.091,60
2027 666,1
2028 3.394,90 2028 745,4
2029 3.728,00 2029 834,2
2030 4.093,80
2030 933,5
2028 17.892.068,50
2029 19.869.484,30
2030 22.072.034,60

4.2 Analisis Proyeksi Konsumsi Energi Listrik

Gbr.4.4 Grafik Proyeksi Konsumsi Energi


Listrik Sektor Sosial

Total hasil proyeksi konsumsi energi


listrik pada tahun 2012 hingga 2030 terlihat pada
tabel dibawah ini.

Tabel 4.5 Jumlah Total Konsumsi Energi


Listrik Sulselbar Gbr.4.5 Grafik Proyeksi Konsumsi Energi
Listrik Semua Sektor
Tahun Konsumsi Listrik (GWh)
2012 3.510.663,10 Pada pemodelan proyeksi konsumsi
energy listrik dengan menggunakan LEAP, Pada
2013 3.874.796,20 proyeksi konsumsi energy listrik daerah
2014 4.278.672,00 SULSELBAR,dapat dianalisis bahwa jumlah
permintaan energi terbesar terdapat pada sektor
2015 4.726.776,40 rumah tangga dengan nilai sebesar 14.919,3 GWh
2016 5.224.112,40 pada akhir proyeksi tahun 2030,adapun untuk
sektor bisnis sebesar 4.093,8 GWh,sektor
2017 5.776.261,20 Industri sebesar 2.125,4 GWh,dan sektor
2018 6.389.449,10 Sosial sebesar 933,5 GWh. Adapun
pertumbuhan rata-rata jumlah permintaan
2019 7.070.623,60
energi pada masing-masing sektor yakni untuk
2020 7.827.537,90 sektor Rumah Tangga sebesar 12,139
2021 8.668.845,30 GWh,sektor Bisnis sebesar 9,81 GWh,sektor
Industri 6,108 GWh,dan sektor Sosial sebesar
2022 9.604.205,00
11,908 GWh.
2023 10.644.400,30
4.3 Proyeksi Rugi Daya Saluran Transmisi
2024 11.801.470,90
2025 13.088.861,00 Pada proyeksi rugi daya saluran transmisi
digunakan perangkat lunak ETAP 7.0.0. Dengan
2026 14.521.584,40 asumsi bahwa konfigurasi sistem yang digunakan
2027 16.116.410,00 sesuai dengan konfigurasi sistem kelistrikan
interkoneksi SULSELBAR yang ada dimana
dengan adanya penambahan pembangkit pada Dari tabel dan grafik diatas dapat
system yaitu PLTA Malea pada tahun 2012 dengan dianalasis bahwa proyeksi rugi daya saluran
kapasitas sebesar 230 MW dan pada tahun 2020 transmisi dari tahun 2012 hingga tahun 2030 terus
juga dilakukan penambahan pembangkit berupa mengalami kenaikan hal ini disebabkan jumlah
PLTA Paleleng dengan kapasitas sebesar 113 MW energi listrik yang harus diproduksi juga
serta PLTM Mandar sebesar 12,8 MW maka mengalami kenaikan akibat permintaan energi
diperoleh output rugi daya saluran transmisi listrik yang terus meningkat tiap tahunnya.Pada
seperti pada tabel dibawah ini . awal tahun proyeksi tahun 2012 jumlah rugi daya
saluran transmisi sebesar 9,27 MW dan pada akhir
Tabel 4.6 Rugi Daya Saluran Transmisi tahun proyeksi tahun 2030 mencapai
Tahun Rugi Daya (MW) 96,561MW.Adapun pertumbuhan rata-rata hasil
proyeksi rugi daya saluran transmisi dari awal
2012 9,27 tahun 2012 hingga akhir tahun 2030 mencapai
2013 10,718 13,945%

2014 12,432 V SIMPULAN DAN SARAN


2015 14,45
V.1 Simpulan
2016 16,815 Dari hasil perancangan dan pengujian
2017 19,568 yang dilakukan didalam tugas akhir ini, maka dapat
disimpulkan bahwa:
2018 22,753 1. Jumlah pelanggan listrik daerah
SULSELBAR terlihat terus mengalami
2019 26,401
peningkatan disemua sector hal ini
2020 31,547 disebabkan kebutuhan energy listrik yang
yang juga terus meningkat tiap tahunnya
2021 36,376
dengan pertumbuhan rata-rata masing-masing
2022 41,73 sector Rumah Tangga sebesar 6,914%,
Industri sebesar 1,74%, Bisnis sebesar 9,93%
2023 47,598
dan sektor sosial sebesar 6,85%.
2024 53,926 2. Konsumsi energi listrik terbesar pada daerah
SULSELBAR pada akhir tahun proyeksi
2025 60,647 2030 terdapat pada sector rumah tangga
2026 67,663 sebesar 14.919,3 GWh kemudian diikuti
dengan sektor bisnis sebesar 4.093,8 GWh,
2027 74,89 sektor industri sebesar 2.125,4 GWh, dan
2028 82,183 sektor sosial sebesar 933,5 GWh.
3. Pada awal tahun proyeksi tahun 2012 jumlah
2029 89,443 rugi daya saluran transmisi sebesar 9,27 MW
2030 96,561 dan pada akhir tahun proyeksi tahun 2030
mencapai 96,561MW.Adapun pertumbuhan
rata-rata hasil proyeksi rugi daya saluran
transmisi dari awal tahun 2012 hingga akhir
Rugi Daya Saluran Transmisi tahun 2030 mencapai 13,945% .
120
100 4. Hasil proyeksi rugi daya saluran transmisi
dari tahun 2012 hingga tahun 2030 terus
80
mengalami kenaikan hal ini disebabkan
60 jumlah energi listrik yang harus diproduksi
40 juga mengalami kenaikan akibat permintaan
energi listrik yang terus meningkat tiap
20 tahunnya.
0
V.2 Saran
Dalam penyelesaian tugas akhir ini,
kami telah dihadapkan oleh beberapa kendala dan
masalah serta berbagai kekurangan. Oleh karena
itu, sehubungan dengan pengembangan tugas akhir
Gbr.4.5 Grafik Rugi Daya Saluran ini lebih lanjut, maka kami menyarankan beberapa
Transmisi hal berikut:
1. Hasil proyeksi energi listrik ini hendaknya Andi Juniawan, lahir di
dapat digunakan sebagai bagian dari Bangka,1989, Provinsi
penyusunan kebijakan di bidang Bangka Belitung, Indonesia.
ketenagalistrikan daerah SULSELBAR. Anak ketujuh dari pasangan
2. Potensi air yang ada pada daerah Syamsuddin dan Andi Aisyah.
SULSELBAR diharapkan menjadi prioritas Pada tahun 2008-sekarang
utama sebagai sumber pembangkitan tenaga menjalankan studi S1 di sub
listrik. jurusan Teknik Energi Listrik,
3. Penelitian selanjutnya diharapkan Jurusan Teknik Elektro,
mengumpulkan data selengkap mungkin agar Fakultas Teknik, Universitas
hasil yang akan diperoleh jauh lebih akurat. Hasanuddin, Makassar.
4. Penelitian selanjutnya hendaknya mengolah
data sebaik mungkin sebelum memasukkan
data pada LEAP dan ETAP.

DAFTAR PUSTAKA

Arismunandar, Artono, DR. Dan DR. S.


Kuwahara. . Teknik Tenaga Listrik Jilid II,
Pradnya Paramita. Jakarta. 1993.

Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana


Nasional Direktorat Pelaporan Dan
Statistik,Jakarta,2012.

Marsudi, Djiteng, Ir. Pembangkitan Energi Listrik,


Erlangga, 2005.

Perencanaan Energi Menggunakan Long-range


Energy Alternatives Planning System”, 2003,
Jakarta, Indonesia.

Pusat Informasi Energi, Departemen Energi dan


Sumber Daya Mineral, “Pelatihan Perencanaan
Energi Menggunakan Long-range Energy
Alternatives Planning System”, 2003, Jakarta,
Indonesia.

Saadat,Hadi.. Power System Analysis. McGraw-


Hill, International edition, Singapore. 1999.

Stevenson, William D, Jr.. Analisis Sistem Tenaga.


Erlangga, Jakarta. 1996.

Stockholm Environment Institute -Boston, "User


Guide for LEAP version 2003", October 2002,
Boston, USA.

www.google.co.id searching “Transmisi Tenaga


Listrik”.

Zuhal. Ketenagalistrikan Indonesia. PT Ganeca


Prima. Jakarta. 1995
Hutahuruk, Prof, Ir,. Msc. Transmisi Daya Listrik.
Erlangga, Jakarta.