Anda di halaman 1dari 2

Assalamualaikum ..

Selamat pagi .. :)

Dalam mengaudit laporan keuangan seorang auditor harus menguji dan


menganalisis laporan keuangan tersebut apakah laporan keuangan yang telah dibuat
telah sesuai dengan standar yang ada.
Empat jenis pengujian audit lainnya menggambarkan prosedur audit lanjutan
yang dilakukan untuk menghadapi risiko-risiko yang teridentifikasi.
Ada beberapa perbedaan dan hubungan antara 4 jenis pengujian tersebut.

Pengujian Pengendalian

Pengujian pengandalian adalah prosedur audit yang digunakan untuk menentukan


efektivitas kebijakan dan operasi pengendalian internal, auditor mengukur resiko
pengendalian yang ada sehingga auditor mendapatkan bukti yang cukup atau memadai
atas laporan keuangan apakah salah saji atau tidak. Ini akan mendukung pada saat
pengujian substantif, semakin baik pengendalian internal nya maka bukti yang akan
dikumpulkan akan relatif kecil begitu pula sebaliknya.

Dilakukan pengujian pengendalian, ex: tanya jawab, konfirmasi, atau pemeriksaan


langsung.

Pengujian Substantif Transaksi

adalah perosedur yang digunakan untuk menguji kekeliruan atau kecurigaan dalam
menguji salah saji bentuk moneter yang berpengaruh langsung terhadap kebenaran
saldo laporan keuangan. Prosedur ini digunakan untuk apakah transaksi yang dicatat
telah terpenuhi atau benar-benar terjadi sehingga dapat memastikan transaksi yang
tercatat tersebut.
Prosedur Analitis

Prosedur analitis meliputi perbandingan dari jumlah yang tercatat dengan dengan angka
tertentu yang dikembangkan oleh auditor. Prosedur ini biasanya menggunakan kalkulasi
rasio yang dibandingkan dengan rasio tahun sebelumnya atau rasio perusahaan
sejenis. Tujuan utama dari prosedur analitis dalam tahap perencanaan ini adalah :
Menunjukkan kemungkinan adanya salah saji dalam laporan keuangan
Mengurangi pengujian audit yang lebih rinci.

Pengujian Terinci atas Saldo

Pengujian Terinci atas Saldo merupakan prosedur yang digunakan untuk menguji salah
saji moneter berfokus pada saldo akhir buku besar, baik untuk neraca maupun laba-rugi,
dengan penekanan utama pada angka-angka di neraca saldo. Pengujian terinci atas
saldo akhir tersebut penting dalam pelaksanaan audit, karena bahan bukti diperoleh dari
sumber yang independen dari klien sehingga dinilai berkualitas tinggi.