Anda di halaman 1dari 11

Proposal TA

PEMANFAATAN ENERGI SURYA

SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF SISTEM KELISTRIKAN

PENERANGAN PADA PERAHU NELAYAN

Oleh:

Amirullah Burhan
Nim

1406030043

Jurusan Teknik Elektro

Fakultas Sains Dan Teknik

Universitas Nusa Cendana

Kupang

2017
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Energi Surya adalah sumber energi yang tidak akan pernah habis

ketersediaannya dan energi ini juga dapat di manfaatkan sebagai energi alternatif

yang akan di ubah menjadi energi listrik, dengan menggunakan sel surya. Sel

surya atau solar call sejak tahun 1970- an telah mengubah cara pandang kita

tentang energi dan memberi jalan baru bagi manusia untuk memperoleh energi

listrik tanpa perlu membakar bahan bakar fosil sebagaimana pada minyak bumi,

gas alam, batu bara, atau reaksi nuklir.

Sel surya juga mampu beroperasi dengan baik di hampir seluruh belahan

bumi yang tersinari matahari tanpa menghasilkan polusi yang dapat merusak

lingkungan sehingga lebih ramah lingkungan. Cara kerja sel surya adalah

dengan memanfaatkan teori cahaya sebagai partikel, Sebagaimana diketahui

bahwa cahaya baik yang tampak maupun yang tidak tampak memiliki dua buah

sifat yaitu dapat sebagai gelombang dan dapat sebagai partikel yang disebut

dengan photon. Penemuan ini pertama kali diungkapkan oleh Einstein pada

tahun 1905.

Photon dapat dilihat sebagai sebuah partikel energi atau sebagai

gelombang dengan panjang gelombang dan frekuensi tertentu. Indonesia berada

di garis katulistiwa yang membuat kepulauan kita disinari oleh cahaya matahari

selama 10 sampai 12 jam perharinya. Pemanfaatan sumber energi matahari

sangat memdukung di kepulauan tropis ini, hanya saja dalam 10 atau 12 jam
tidak semuanya dalam keadaan cerah, terkadang cuaca sering kali tidak stabil

dalam arti kondisi mendung, ber awan, dan hujan.

Kondisi seperti ini penyerapan energi yang optimal dalam satu hari

bahkan tidak akan mencapai 10 jam penuh, oleh karna itu dibutuhkan data

ratarata dan berapa lama optimalnya penyerapan energi matahari yang maksimal

dalam setiap harinya untuk perencanaan beban yang akan di pasang agar

penggunaan listik optimal dan tidak terjadi pemadaman atau pengosongan

baterai yang terlalu cepat dikarenakan beban yang terpasang yang terlalu

berlebihan.

Perkembangan teknologi dalam kurun waktu singkat telah mengalami

perkembangan yang sangat pesat. Teknologi tenaga surya yang dulunya banyak

digunakan oleh perusahaan – perusahaan besar kini mulai digunakan untuk

kebutuhan perumahan dan penerangan jalan. Seperti pada uraian diatas bahwa

tenaga surya merupakan energi alternatif yang sangat ramah lingkungan dan

tidak berbahaya bagi manusia.

Penggunaan panel surya sebagai alternatif penganti genset, dapat

membantu kebutuhan listrik untuk penerangan bagi para nelayan pada saat

menangkap ikan di malam hari dan hasil penangkapannya lebih baik,

dibandingkan dengan menggunakan genset yang mana hasil penangkapannya

lebih minim.

Berdasarkan beberapa permasalahan tersebut, terbesit ide untuk

membuat tugas akhir yang berjudul “Pemanfaatan Energi Surya Sebagai Energi

Alternatif Sistem Kelistrikan Penerangan Pada Perahu Nelayan”. Alat ini

nantinya akan dapat membantu para nelayan untuk memenuhi kebutuhan energi

listrik untuk penerangan saat penangkapan ikan dimalam hari.


1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, dapat dirumuskan

permasalahan tentang penggunaan sebuah energi alternatif yang dapat

dimanfaatkan untuk nelayan diantaranya:

1. Bagaimana perbandingan kinerja dari panel surya (solar cell) dan genset

pada saat penangkapan ikan dimalam hari.

2. Apakah penggunaan panel surya cukup efisien dari segi ekonomis untuk

menggantikan mesin genset?

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah yang penulis lakukan yaitu menganalisa energi

alternatif untuk nelayan dengan Memanfaatkan Panel Surya.

1.4 Tujuan Dan Manfaat Penelitian

Sejalan dengan permasalahan yang diungkapkan di atas, tujuan dari

penelitian

ini adalah untuk:

1. Mengetahui perbandingan kinerja dari panel surya dengan genset.

2. Menganalisa dan mengetahui tingkat efisiensi ekonimis dari penggunaan

panel surya sebagai energi alternatif.

1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan proposal tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi latar belakang, perumusan masalah, batasan masalah,

tujuan dan manfaat penelitian, dan sisitematika penulisan.

BAB II DASAR TEORI

Bab ini membahas telaah penelitian dan dasar teori yang berhubungan

dengan penggunaan energi alternatif ini.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini membahas cara melakukan analisis dan perancangan, dimulai

dari bahan dan perlengkapan pendukung yang harus disiapkan dan tahap yang

harus dilakukan sampai akhir penelitian.

BAB II

DASAR TEORI

2.1 Modul Surya / Panel Surya


Modul Sel Surya (Photovoltaik) adalah sejumlah sel surya yang dirangkai
secara seri maupun paralel ,untuk meningkatkan tegangan maupun arus yang
dihasilkan sehingga cukup untuk pemakaian sistem catu daya beban. Untuk
mendapatkan keluaran energi listrik yang maksimum maka permukaan modul
surya harus selalu mengarah ke matahari. Daya listrik yang dihasilkan
photovoltaik berupa daya listrik DC yang kemudian akan dikonversikan menjadi
daya listrik AC.

Gambar. Panel Surya Mono-Crystalline


Sumber : Hasnawiya Hasan. 2012. perancangan pembangkit listrik tenaga surya
di pulau saugi

2.2 Baterai / Aki


Baterai atau aki adalah penyimpan energi listrik pada saat matahari tidak
ada. Baterai yang cocok digunakan untuk PV adalah baterai deep cycle lead acid
yang mampu menampung kapasitas 100 Ah, 12 V, dengan efisiensi sekitar 80%.
Waktu pengisian baterai/aki selama 12 jam - 16 jam.
Gambar. Baterai/aki sebagai penyimpan energi listrik
Sumber : Hasnawiya Hasan. 2012. perancangan pembangkit listrik tenaga surya
di pulau saugi

2.3 Regulator Baterai


Regulator baterai adalah alat yang mengatur pengisian arus listrik dari
modul surya ke baterai/aki dan sebaliknya. Saat isi baterai tersisa 20% sampai
30%, maka regulator akan memutuskan dengan beban. Regulator baterai juga
mengatur kelebihan mengisi baterai dan kelebihan tegangan dari modul surya.
Manfaat dari alat ini juga untuk menghindari full discharge dan overloading serta
memonitor suhu baterai. Kelebihan tegangan dan pengisian dapat mengurangi
umur baterai. Regulator baterai dilengkapi dengan diode protection yang
menghindarkan arus DC dari baterai agar tidak masuk ke panel surya lagi.

Gambar. Regulator baterai


Sumber : Hasnawiya Hasan. 2012. perancangan pembangkit listrik tenaga surya
di pulau saugi
2.4 Inverter
Inverter adalah alat yang mengubah arus DC menjadi AC sesuai dengan
kebutuhan peralatan listrik yang digunakan. Alat ini mengubah arus DC dari panel
surya menjadi arus AC untuk kebutuhan beban-beban yang menggunakan arus
AC.

Gambar. Inverter untuk mengubah arus DC menjadi AC.


Sumber : Hasnawiya Hasan. 2012. perancangan pembangkit listrik tenaga surya
di pulau saugi

2.5 Kabel Instalasi


Kabel yang digunakan untuk instalasi PV adalah kabel khusus yang dapat
mengurangi loss (kehilangan) daya, pemanasan pada kabel, dan kerusakan pada
perangkat. Spesifikasi kabel yang cocok dapat mengurangi losses.
Konfigurasi teknologi PV yang lengkap terlihat pada gambar 6. Setiap terminal
positif panel dihubungkan satu sama lainnya demikian pula dengan setiap terminal
negatifnya. Kemudian terminal positif panel surya dihubungkan dengan terminal
positif charge controller, demikian pula dengan terminal negatifnya. Tegangan
panel surya akan digunakan untuk menghidupkan baterai.

Gambar. Skema lengkap teknologi photovoltaic.


Sumber : Hasnawiya Hasan. 2012. perancangan pembangkit listrik tenaga surya
di pulau saugi

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tempat Dan Waktu Penelitian


3.1.1 Tempat Penelitian
Penelitian tugas akhir ini dikerjakan selama 5 bulan, yaitu mulai
bulan Februari 2018 hingga bulan Juni 2018. Penelitian ini dilakukan di
Laboratorium Jurusan Teknik Elektro FST Universitas Nusa Cendana.

3.1.2 Waktu Penelitian

Tabel 3.1 Jadwal pelaksanaan penelitian

3.2 Metodologi Penelitian


3.3 Studi Literatur