Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM PROPERTI DAN MATERIAL

BERAT JENIS BITUMEN KERAS DAN TER

Kelompok p 4

Ade Ambya Piliang 1706026443


Amanda Yohanna 1706025270
Amirah Syifa 1706025333
Kamilah Azzahra 1706025472
Imelda Meyvita 1706025453

Tanggal Praktikum : Sabtu, 2 Desember 2018


Asisten Praktikum : M. Rafky Danifaro
Tanggal Disetujui : Jumat , 7 Desember 2018
Paraf :
Nilai :

LABORATORIUM STRUKTUR DAN MATERIAL


DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK 2018
BERAT JENIS BITUMEN KERAS DAN TER

1. Tujuan
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan berat jenis bitumen keras
dan ter dengan piknometer. Berat jenis bitumen atau ter adalah perbandingan
antara berat bitumen atau ter dan berat air suling dengan isi yang sama pada
suhu tertentu.

2. Teori Dasar
Gravitasi spesifik dari bahan aspal semi-padat, semen aspal, dan pitches
tar lembut harus dinyatakan sebagai rasio massa volume tertentu dari material
pada 25 °C dengan volume air yang sama pada suhu yang sama.
Tes ini dilakukan untuk menentukan berat jenis jalan aspal semi-padat,
creosote dan minyak anthracene sesuai IS: 1202 - 1978.
Berat jenis aspal atau bitumen tergantung pada serangkaian faktor, seperti
sumber, jenis proses yang digunakan untuk memproduksi aspal, jika
dimodifikasi atau tidak, jika teroksidasi. Biasanya, untuk bitumen distilasi
lurus, berat satuan adalah antara 0,98 dan 1,03 g/cm3. Untuk aspal yang
diproduksi menggunakan pengenceran dengan bensin, berat unit dapat
bervariasi dari 1,01 hingga 1,05 g/cm3. Untuk aspal teroksidasi, mungkin
bervariasi dari 1,00 hingga 1,07 g/cm3, tergantung pada tingkat oksidasi.
Untuk aspal yang dimodifikasi polimer, dapat bervariasi dari 0,98 hingga
1,05 g/cm3, tergantung pada polimer dan konsentrasi yang digunakan, dan
jika silang atau tidak. Untuk aspal yang dimodifikasi dengan remah-karet,
dapat naik hingga 1,07 g/cm3. Sedangkan cara untuk mengetahui dengan pasti
adalah mengukurnya

Teori Tambahan

C(cst) berguna untuk pembuatan dan memasukan nilai pada grafik natinya
pada pratikum pengujian viskositas diperlukan 60 ml sampel untuk melalui
suatu lubang yang telah dikalibrasi. Diukur dibawah kondisi tertentu dan
selanjutnya dilaporkan sebagai nilai viskositas dari sampel tersebut pada suhu
tertentu, sedangkan viskositas kinematik dinyatakan dengan waktu Yang
dibutuhkan oleh bitumen cair dengan suhu 60o C untuk mengisi penuh wadah
gelas (viskositas)
Penentuan kekentalan dengan menggunakan alat saybolt ini sebenarnya
kurang praktis karena hasilnya didapat dari hasil percobaan tidak bisa
digunakan langsung tetapi harus dihitung dulu dengan menggunakan factor
koreksi.

Tetapi dengan mengabaikan ketidak praktisan diatas, sifat kekentalan


material bitumen merupakan salah satu factor penting dalam pelaksanaan
perencanaan campuran maupun dilapangan disini hubungan
antara kekentalan dan suhu mencapai peranan sifat campuran tertentu .
Apabila vikositas yang terlalu tinggi, maka akan menyulitkan dalam
pelaksanaanya campuran sebaiknya apabila suhu viskositas terlalu rendah
maka bitumen tersebut menjadi kurang berperan sebagai bahan perekat pada
campuran dan ini akan mengurangi stabilitas campuran.

3. Peralatan
1. Termometer
2. Bak perendam
3. Piknometer
4. Air suling sebanyak 1000 cm3
5. Bejana gelas

4. Peralatan K3
1. Sarung tangan
2. Jas lab
3. Sepatu tertutup

5. Bahan
Bahan percobaan terdiri atas bitumen keras atau ter sejumlah 50 gram
sampai menjadi cair dan diaduk untuk mencegah pemanasan setempat.

6. Prosedur
1. Mengisi bejana dengan air suling sehingga diperkirakan bagian atas
piknometer yang tidak terendam setinggi 40 mm. Kemudian merendam
dan menjepit bejana tersebut dalam bak perendam sekurang-kurangnya
100 mm dan mengatur suhu bak perendam pada suhu 25 °C.
2. Membersihkan dan mengeringkan piknometer, lalu ditimbang dengan
ketelitian 1 mg (A).
3. Mengangkat bejana dari bak perendam dan mengisi piknometer dengan air
suling. Kemudian menutup piknometer tanpa ditekan.
4. Meletakkan piknometer ke dalam bejana dan menekan penutup sehingga
rapat, lalu mengembalikan bejana berisi piknometer ke dalam bak
perendam. Bejada didiamkan selama sekurang-kurangnya 30 menit,
kemudian piknometer diangkat dan dikeringkan dengan lap (kain pel).
5. Menimbang piknometer dengan ketelitian 1 mg (B).
6. Menuangkan benda uji tersebut ke dalam piknometer yang telah kering
higga terisi ¾ bagian.
7. Membiarkan piknometer sampai dingin, waktu tidak kurang dari 40 menit
dan menimbangnya denga penutup dengan ketelitian 1 mg (C).
8. Mengisi piknometer yang berisi benda uji dengan air dan menutupnya
tanpa ditekan, kemudian didiamkan agar gelembung-gelembung udaranya
keluar.
9. Mengangkat bejana dari bak perendam dan meletakkan piknometer di
dalamnya dan menekan penutup hingga rapat.
10. Memasukkan dan mendiamkan bejada ke dalam bak perendam selama
sekurang-kurangnya 30 menit. Lalu diangkat, dikeringkan dan ditimbang
piknometernya (D).
7. Data Praktikum

Tabel 7.1. Berat piknometer, air, dan aspal


Berat Piknometer A 29,562 gram
Berat Piknometer + Air B 52,624 gram
Berat Piknometer + Aspal C 45,000 gram
Berat Piknometer +Aspal + Air D 52,000 gram

8. Pengolahan Data
Berat jenis bitumen keras dan ter

Keterangan :
BJ : Berat jenis bitumen
A : Berat piknometer dengan penutup
B : Berat piknometer berisi air
C : Berat piknometer berisi aspal
D : Berat piknometer berisi aspal dan air

9. Analisis
a. Analisis Percobaan
Pada percobaan berat bitumen kasar praktikan mencoba mencari
berat jenis bitumen pada piknometer. Langkah pertama yaitu praktikan
Mengisi bejana dengan air suling sehingga diperkirakan bagian atas
piknometer yang tidak terendam setinggi 40 mm. Kemudian praktikan
merendam dan menjepit bejana tersebut dalam bak perendam sekurang-
kurangnya 100 mm dan mengatur suhu bak perendam pada suhu 25 °C.
Lalu praktikan Membersihkan dan mengeringkan piknometer agar tidak
ada massa air pada piknometer , lalu piknometer ditimbang dengan
ketelitian 1 mg (A) seletah ditimbang praktikan mengangkat bejana dari
bak perendam dan mengisi piknometer dengan air suling. Lalu piknometer
ditutup tanpa ditekan.
Selanjutnya praktikan meletakkan piknometer ke dalam bejana dan
menekan penutup sehingga rapat sehingga tidak ada air yang masuk, lalu
mengembalikan bejana berisi piknometer ke dalam bak perendam selama
sekurang-kurangnya 30 menit, kemudian praktikan Menimbang
piknometer dengan ketelitian 1 mg (B).Setelah piknometer ditimbang
untuk kedua kali praktikan menuangkan benda uji ke dalam piknometer
yang telah kering higga terisi ¾ bagian.
Setelah benda uji dituang kedalam piknometer praktikan membiarkan
piknometer sampai dingin selama 40 menit dan menimbangnya denga
penutup dengan ketelitian 1 mg (C). Setelah piknometer dengan benda uji
ditimbang, praktikan mengisi piknometer yang berisi benda uji dengan air
dan menutupnya tanpa ditekan, kemudian didiamkan agar gelembung-
gelembung udaranya keluar dan menghitung data-data yang didapat dari
pengujian tersebut.

b. Analisis Hasil
Berdasarkan hasil percobaan, diperoleh nilai berat piknometer sebesar
29,562 gram ; berat piknometer berisi air 52,624 gram ; berat piknometer
berisi aspal 45 gram ; serta berat piknometer berisi air dan aspal sebesar 52
gram.
Dengan data yang diperoleh, maka kita dapat mencari berat jenis
bitumen dengan cara sebagai berikut:
BJ = (c −a )
( b −a ) − (d − c )
Dengan menggunakan persamaan tersebut, maka kita dapat
3
memperoleh berat jenis bitumen yang diuji sebesar 0,9611 gram/cm .

c. Analisis Kesalahan
Selama percobaan modul daktilitas bahan-bahan bitumen, terdapat
beberapa kesalahan yang praktikan lakukan yang dapat memengaruhi data
yang diperoleh. Kesalahan-kesalahan tersebut diantaranya:
1. Masih terdapat gelembung udara pada benda uji sehingga
mengganggu perhitungan berat jenis bitumen
2. Adukan pada bitumen kurang merata

d. Analisis K3L
Pada praktikum ini, untuk menunjang keselamatan kerja saat
praktikum, praktikan menggunakan jas lab untuk melindungi baju maupun
tubuh praktikan terkena kotor atau bahkan tergores batu/ benda yang tajam.
Praktikan juga memakai sepatu tertutup sebagai pellindung dari kotor
maupun pencegahan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan seperti
tertimpa batu atau alat berat lainnya.

10. Kesimpulan
Dari percobaan berat jenis bitumen kasar dan ter diatas, praktikan mengambil
berbagai kesimpulan sebagai berikut:
1. Berat jenis bitumen yang diuji sebesar 0,9611 gram/cm3
2. Berat jenis bitumen adalah perbandingan antara berat bitumen atau ter
dan berat air suling dengan isi yang sama pada suhu tertentu.
3. Berat jenis benda uji belum sesuai dengan SNI 03-2441-1991, yaitu
minimal 1 gram/cm3 karena terdapat kesalahan kesalahan yang ada
seperti gelembung dan adukan bitumen yang kurang merata.

11. Daftar Pustaka

Badan Standarisasi Nasional. “Berat Jenis Bitumen”. SNI 03-2441-1991


Pedoman Praktikum. “Berat Jenis Bitumen Kasar dan Ter”, Laboratorium
Struktur dan Material Departemen Teknik Sipil Universitas Indonesia.
12. LAMPIRAN

Gambar 1. Pengukuran berat piknometer dan aspal


Sumber : Dokumentasi penulis, 2018

Gambar 2. Pengukuran berat piknometer berisi aspal dan air


Sumber : Dokumentasi penulis, 2018