Anda di halaman 1dari 5

Tes ELISA untuk Mendeteksi Antibodi IgG terhadap

Toxoplasma Gondii pada Serum Manusia


A. Pendahuluan
Tes ELISA Toxo IgG dimaksudkan untuk mendeteksi antibodi kelas IgG pada
Toxoplasma gandii yang ada di dalam serum manusia. Toxoplasma hampir
menginfeksi semua mamalia dan burung. Toxoplasma adalah penyebaran yang paling
banyak dari parasit intraselular. Manusia dapat terinfeksi melalui kotoran (feces),
daging mentah, atau melalui inokulasi langsung lewat transfusi darah atau transmisi
kongenital. Ibu hamil yang memperoleh toxoplasmosis pada trimester pertama
memiliki 25% resiko dari transmisi fetal yang mengakibatkan aborsi spontan, stiilborn
(meninggal saat lahir), atau penyakit yang parah. Sebanyak 65% bayi yang lahir pada
wanita yang telah terinfeksi saat trimester ketiga memiliki infeksi subklinik yang
akhirnya menimbulkan korioretinitis atau neurogical sequelae.
Korioretinitis adalah radang koroid dan retina dimana akan terlihat infiltrasi
berwarna putih pada koroid disertai proliferasi pigmen perifer lesi, perdarahan retina,
dan subkoroid. Bila terjadi atrofi akan terlihat jaringan sklera yang berwarna putih.
Neurogical sequelae adalah kondisi medis yang terkait dengan neuron yang rusak
akibat penyakit sebelumnya, cedera, atau trauma lainnya.

B. Prinsip Kerja
C. Alat dan Bahan
D. Prosedur Kerja
 Langkah 1
1. Siapkan alat dan bahan pada suhu ruangan.
2. Siapkan sampel dengan mencampur 10 µl sampel dan 1000 µl larutan
pengencer sampel (1:100).
3. Well A1 adalah blanko.
4. Masukkan TOXO IgG Negative Control (NC) sebanyak 100 µl ke dalam sumur
B1 dan C1 (rankap 2).
5. Masukkan TOXO IgG Cut-Off Control (CC) sebanyak 100 µl ke dalam sumur
D1 dan E1 (rangkap 2).
6. Masukkan TOXO IgG Positive Control Low (PCL) sebanyak 100 µl ke dalam
sumur F1 dan G1 (rangkap 2).
7. Masukkan TOXO IgG Positive Control Medium (PCM) sebanyak 100 µl ke
dalam sumur H1 dan A2 (rangkap 2).
8. Masukkan TOXO IgG Positive Control High (PCH) sebanyak 100 µl ke dalam
sumur B2 dan C2 (rangkap 2).
9. Masukkan sampel yang telah diencerkan sebanyak 100 µl ke dalam sumur D2,
E2 dan F2, G2, dan H2 Tutup well menggunakan adhesive strip.
10. Inkubasi selama 30 menit pada suhu 17-25⁰C.
11. Sambil menunggu inkubasi siapkan larutan kerja pencuci dengan perbandingan
1:20 Wash Solution dengan H2O deionised atau aquabides.
12. Setelah selesai inkubasi cuci 4 kali dengan Wash Solution sebanyak 300 µl.
Berikut adalah prosedur pencucian:
 Buka tutup perekat lalu buang semua cairan yang terdapat didalam well ke
larutan lisol.
 Tambahkan 300 µl larutan pencuci ke semua well.
 Rendam selama 30 detik.
 Buang semua cairan yang terdapat didalam well ke larutan lisol.
 Ulangi langkah sebanyak 4 kali.
 Buang semua cairan dengan mengetuk mikroplate dengan posisi terbalik
diatas kertas tisu.

Langkah 1 Sumur (l)


A1 B1/C1 D1/C2 D2…
Blanko NC PC Sampel
NC di rangkap dua … 100 … …
CC di rangkap dua, D1/E1 … … 100 …
PCL di rangkap dua, F1/G1 … … 100 …
PCM di rangkap dua, H1/A2 ... ... 100 ...
PCH di rangkap dua, B2/C2 ... ... 100 ...
Sampel ... ... ... 100
MIC ditutup dengan adhesive strip
Inkubasi 30 menit pada suhu 17-25⁰C
Cuci 4 kali seperti yang dijelaskan (lihat W1-W3)
Wash 300 300 300 300
 Langkah 2
1. Tambahkan conjugat sebanyak 100 µl kedalam sumur B1-H2.
2. Tutup dengan menggunakan strip adhesive.
3. Homogenkan dengan cara mengetukkannya pada jari secara perlahan.
4. Inkubasi selama 30 menit pada suhu 17-25⁰C.
5. Setelah selesai inkubasi cuci 5 kali dengan Wash Solution sebanyak 300 µl.
Berikut adalah prosedur pencucian:
 Buka tutup perekat lalu buang semua cairan yang terdapat didalam well ke
larutan lisol.
 Tambahkan 300 µl larutan pencuci ke semua well.
 Rendam selama 30 detik.
 Buang semua cairan yang terdapat didalam well ke larutan lisol.
 Ulangi langkah sebanyak 5 kali.
 Buang semua cairan dengan mengetuk mikroplate dengan posisi terbalik
diatas kertas tisu.

Langkah 2
CON … 100 100 100
Campur dengan rata
MIC ditutup dengan strip-strip perekat
Inkubasi 30 menit pada suhu 17-25C
Cuci 5 kali seperti yang dijelaskan (lihat W1-W3)
Wash 300 300 300 300

 Langkah 3
1. Masukkan 100 µl larutan substrat ke semua well.
2. Homogenkan dengan cara mengetukkannya pada jari secara perlahan.
3. Tutup dengan menggunakan aluminium foil.
4. Inkubasi selama 15 menit pada suhu 17-25OC pada ruangan yang gelap.
5. Masukkan Stop Solution ke semua well sebanyak 100 µl dengan hati-hati.
6. Homogenkan dengan cara mengetukkannya pada jari secara perlahan.
7. Gunakan blanko A1 ke blanko photometer.
8. Ukur absorbansi pada 450nm sesegera mungkin atau dalam 30 menit setelah
penghentian reaksi, dengan menggunakan panjang gelombang acuan 630-
690nm (jika ada).

Langkah 3
SUB 100 100 100 100
Campur dengan hati-hati
Inkubasi 15 menit pada suhu 17..25C (lihat P8)
STOP 100 100 100 100
Campur dengan rata
Gunakan blanko A1 ke blanko untuk meng-nol kan ELISA (HUMAREADER)
ukur absorbansi pada 450nm sesegera mungkin atau dalam 30 menit setelah penghentian
reaksi, dengan menggunakan panjang gelombang acuan 630-690 nm (jika ada).

E. Interpretasi Hasil
𝐴450 (𝐷1) + 𝐴450 (𝐸1)
𝑀𝐶𝐶 =
2
Validasi :
Blank A1 < 0,150
MNC ≤ MCC
MPCM ≥ 0,750
MPCM : MNC ≥ 5
Interpretasi hasil:
A450 (sampel pasien) ≥ MCC + 15% anti-TOXO-IgG-Ab-positif
A450 (sampel pasien) < MCC - 15% anti-TOXO-IgG-Ab-negatif

F. Hasil Pemeriksaan
Well Absorbans
A1 (Blanko) 0,146
B1 (NC1) 0,183
C1 (NC2) 0,161
D1 (CC1) 0,386
E1 (CC2) 0,372
F1 (Sampel 1) 2,097
G1 (Sampel 2) 2,153
H1 (Sampel 3) 2,016

 Perhitungan

MCC berdasarkan hasil yang didapatkan oleh kelompok 2 dan 3


0,386+0,372
MCC = = 0,379
2
0,183+0,161
MNC = = 0,172 (valid)
2
1,127+1,310
MPCM = = 1,2185 (valid)
2
0,672+0,583
MPCL = = 0,6275
2

MPCM : MNC ≥ 5
1,2185 : 0,172 ≥ 5
7,0843 ≥ 5 (valid)

Positif: A450 (sampel pasien) ≥ ?


Negatif: A450 (sampel pasien) < ?