Anda di halaman 1dari 6

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Posyandu Kelurahan Matabubu Kecamatan

Poasia Kota Kendari Tahun 2018. Dilakukan dengan cara menggunakan

kuesioner dan mewawancarai responden berdasarkan pertanyaan pada kuesioner

penelitian.

1. Karakteristik Responden

Karakteristik Responden adalah ciri khas yang melekat pada

responden yang diperoleh melalui kuesioner. Adapun uraiannya sebagai

berikut:

1.1 Umur Bayi (sesuaikan lokasi penelitian dan Tabel masing-masing)

Tabel 4.1
Distribusi menurut Umur bayi di Posyandu Kelurahan Matabubu
Kecamatan Poasia Kota Kendari Tahun 2018
Umur Bayi
Cumulati
Umur Frequen Valid
No Percent ve
Bayi cy Percent
Percent
1 2 bulan 3 8.6 8.6 8.6
2 3 bulan 4 11.4 11.4 20
3 4 bulan 4 11.4 11.4 31.4
4 5 bulan 5 14.3 14.3 45.7
5 7 bulan 5 14.3 14.3 60
6 8 bulan 5 14.3 14.3 74.3
7 9 bulan 4 11.4 11.4 85.7
8 10 bulan 2 5.7 5.7 91.4
9 12 bulan 3 8.6 8.6 100
Total 35 100 100

39
Tabel 4.2 menunjukkan bahwa kelompok umur bayi dari yang

paling rendah adalah 10 bulan (5,7%) sedangkan yang paling banyak

kelompok umur 5 bulan, 7 bulan, 8 bulan masing-masing sebanyak 5

orang (14,3%).

1.2 Pekerjaan Ibu


Distribusi responden berdasarkan pekerjaan ibu disajikan pada
Tabel 4.3.
Tabel 4.3
Distribusi Responden menurut Pekerjaan Ibu di Posyandu
Kelurahan Matabubu Kecamatan Poasia Kota Kendari Tahun 2018
Pekerjaan Ibu
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid IRT 15 42.9 42.9 42.9
PNS 4 11.4 11.4 54.3
Wiraswasta 16 45.7 45.7 100.0
Total 35 100.0 100.0

Tabel 4.3 menunjukkan bahwa responden yang bekerja sebagai Ibu


Rumah Tangga (IRT) sebanyak 15 responden (42,9%), Pegawai Negeri
Sipil (PNS) sebanyak 4 responden (11,4%), Wiraswasta sebanyak 16
responden (45,7%).

40
1.3 Pendidikan Ibu
Tabel 4.3
Distribusi Responden menurut Pendidikan Ibu di Posyandu
Kelurahan Matabubu Kecamatan Poasia Kota Kendari Tahun 2018
Pendidikan Ibu
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid S1 4 11.4 11.4 11.4
SD 4 11.4 11.4 22.9
SLTP 12 34.3 34.3 57.1
SMA 15 42.9 42.9 100.0
Total 35 100.0 100.0

Tabel 4.3 menunjukkan bahwa pendidikan responden dengan

pendidikan Sekolah Dasar sebanyak 4 (11,4%) responden, SLTP sebanyak

12 (34,3%) responden, SMA sebanyak 15 (42,9%) responden dan S1

sebanyak 4 (11,4%) responden.

2. Analisis Univariat
2.1 Distribusi Responden menurut Pertumbuhan Balita

Tabel 4.4
Distribusi Responden menurut Pertumbuhan Balita di Posyandu
Kelurahan Matabubu Kecamatan Poasia Kota Kendari Tahun
2018
Tumbuh Kembang Bayi
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Baik 14 40.0 40.0 40.0
Kurang 21 60.0 60.0 100.0
Total 35 100.0 100.0

41
Tabel 4.4 menunjukkan bahwa dari 35 responden, jumlah responden

dengan tumbuh dan kembang yang baik sebanyak 14 orang (40,0%)

responden dan bayi dengan tumbuh dan kembang yang kurang sebanyak

21 orang (60%) responden.

2.2 Distribusi Responden menurut Pengetahuan Ibu

Tabel 4.5
Distribusi Responden menurut Pengetahuan Gizi Ibu di Posyandu
Kelurahan Matabubu Kecamatan Poasia Kota Kendari Tahun
2018
Pengetahuan Responden
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Baik 14 40.0 40.0 40.0
Kurang 21 60.0 60.0 100.0
Total 35 100.0 100.0

Tabel 4.5 menunjukkan bahwa dari 35 responden, jumlah responden

dengan pengetahuan ibu yang baik sebanyak 14 (40%) responden dan

responden dengan pengetahuan ibu yang kurang baik sebanyak 21 (60%)

responden.

B. Pembahasan
Pengetahuan adalah hasil dari tahu yang terjadi setelah orang

melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi

melalui panca indra manusia yakni indera penglihatan, pendengaran,

42
penciuman, perasa dan peraba. Sebagian besar pengetahuan manusia

diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmodjo, 2010).

Pengetahuan atau kognitif merupakan hal yang sangat penting untuk

berbentuknya tindakan seseorang. Dari pengalaman dan penelitian ternyata

perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan berpengaruh pada perilaku yang

didasari oleh pengetahuan (Notoatmodjo, 2010).

Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa dari 35 responden, jumlah

responden dengan pengetahuan ibu yang baik sebanyak 14 (40%) responden

dan responden dengan pengetahuan ibu yang kurang baik sebanyak 21 (60%)

responden.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banyaknya responden yang

mempunyai pengetahuan kurang mengenai hal-hal yang dapat mempengaruhi

pertumbuhan pada anak balita sehingga masih banyak balita yang mempunyai

pertumbuhan dan perkembangan yang kurang. Kurangnya tingkat pendidikan

ibu dapat disebabkan oleh tingkat pendidikan yang dimiliki oleh masing-

masing ibu bayi. Hal ini dapat dilihat berdasarkan distribusi responden

berdasarkan tingkat pendidikan menunjukkan bahwa pendidikan responden

dengan pendidikan Sekolah Dasar sebanyak 4 (11,4%) responden, SLTP

sebanyak 12 (34,3%) responden, SMA sebanyak 15 (42,9%) responden dan

S1 sebanyak 4 (11,4%) responden.

Pada umumnya setiap orang sebelum bersikap dan bertindak terhadap

suatu obyek, terlebih dahulu ia mengetahui apa obyek yang hendak disikapi

43
dan ditindaki. Meski demikian, sering seseorang menyikapi bahkan langsung

bertindak terhadap suatu obyek tanpa lebih dahulu mengetahui tentang obyek

yang hendak disikapi dan ditindakinya (Notoatmodjo. 2010).

Hal ini disebabkan karena kurangnya para ibu untuk menggali

informasi-informasi yang berhubungan dengan tumbuh kembang balita

sehingga para ibu kurang mendapatkan informasi yang cukup mengenai hal-

hal yang berkaitan dengan pertumbuhan balita khususya di posyandu

Kelurahan Matabubu wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari.

Walaupun para ibu sudah diberikan pemahaman oleh petugas kesehatan akan

pentingnya informasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan

pertumbuhan balita namun masih kurangnya kepedulian para ibu mengenai

informasi tersebut menyebabkan kurangnya pengetahuan ibu tentang

pertumbuhan balita, serta kurangnya pengetahuan ibu mengenai pertumbuhan

balita didukung oleh latar belakang para ibu yang mayoritas pada tingkat

pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

44