Anda di halaman 1dari 12

MODUL

MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA


TEKS EKSPOSISI (2JP)

A. PENGANTAR
Kehidupan manusia tidak pernah lepas dari teks. Teks merupakan kajian yang menarik
bagi Anda sebagai guru SMP dan siswa Anda. Saat ini, beragam teks tidak pernah lepas
dari kehidupan seseorang. Salah satu jenis teks yang menjadi kajian di SMP adalah teks
eksposisi.

Dalam kaitannya dengan hal ini, sebagai guru SMP, Anda perlu menguasai materi teks
eksposisi. Selain itu, Anda diharapkan juga mempunyai wawasan dan ide-ide kreatif
untuk mengamati teks eksposisi, menyusun teks eksposisi, dan membimbing siswa
menyusun teks eksposisi. Selain itu, Anda diharapkan dapat menyusun alat penilaian
setara ujian nasional (UN) pada materi teks eksposisi.

Adapun kompetensi dasar pengetahuan (3.1 dan 3.2) dan keterampilan (4.1 dan 4.2)
yang harus dikuasai siswa SMP dalam materi teks eksposisi adalah sebagai berikut.
3.5 Mengidentifikasi informasi teks eksposisi berupa artikel ilmiah populer dari
koran/majalah) yang didengar dan dibaca.
3.6 Mengidentifikasi struktur, unsur kebahasaan, dan aspek lisan dalam teks eksposisi
artikel ilmiah populer (lingkungan hidup, kondisi sosial, dan/atau keragaman
budaya, dll) yang diperdengarkan atau dibaca.
4.5 Menyimpulkan isi teks eksposisi (artikel ilmiah populer dari koran dan majalah) yang
didengar dan dibaca.
4.6 Menyajikan gagasan dan pendapat ke dalam bentuk teks eksposisi artikel ilmiah
populer (lingkungan hidup, kondisi sosial, dan/atau keragaman budaya, dll) secara

1
lisan dan tertulis dengan memperhatikan struktur, unsur kebahasaan, dan aspek
lisan.

Adapun standar kompetensi lulusan untuk ujian nasional atau SKL UN 2017 SMP yang
terkait dengan materi teks eksposisi ini adalah sebagai berikut.
1. Siswa dapat memahami teks eksposisi
2. Siswa dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang teks eksposisi
3. Siswa dapat menggunakan penalaran dalam pembacaan atau penulisan teks
eksposisi.

B. TUJUAN
Setelah mempelajari modul ini, Anda sebagai guru SMP seharusnya memiliki
kemampuan sebagai berikut.
1. menguasai materi teks eksposisi
2. merumuskan indikator setara ujian nasional untuk kompetensi yang berkaitan
dengan teks eksposisi
3. menyusun butir soal setara ujian nasional sesuai dengan rumusan indikator pada
materi teks eksposisi.

C. URAIAN MATERI
1. Pengantar
Teks pada dasarnya tidak hanya berwujud tulis/cetak. Teks dalam arti luas mencakup
juga bentuk visual, auditori, nonverbal, spasial, digital. Teks yang wujudnya beragam
(merupakan gabungan) disebut sebagai teks multimoda (cf. Wiedarti dan Kisyani-L,
2016). Teks tidak akan terlepas dari konteks yang melingkupinya. Berikut adalah model
konteks teks secara utuh (Wiedarti, 2016).

2
2. Jenis Teks Eksposisi
Teks eksposisi adalah sebuah teks yang berisi informasi pengetahuan yang dimuat
secara singkat, padat, dan akurat. Eksposisi berusaha menjelaskan sesuatu dengan
gaya informatif (lugas dengan ragam baku), bersifat objektif dan netral (tidak
memihak), dan disertai data-data yang akurat. Eksposisi biasanya menjawab
pertanyaan apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, bagaimana (adik simba).

Beberapa jenis teks eksposisi, antara lain sebagai berikut.


a. Eksposisi definisi, yaitu eksposisi yang memaparkan definisi suatu topik atau
objek tertentu.
b. Eksposisi proses, yaitu eksposisi yang memaparkan langkah-langkah atau
cara-cara untuk melakukan sesuatu dari awal hingga akhir, dapat berupa panduan
atau tata cara membuat sesuatu.

3
c. Eksposisi ilustrasi, yaitu eksposisi yang memaparkan gambaran yang sederhana
mengenai suatu topik dengan topik lainnya yang memiliki kesamaan sifat atau
kemiripan dalam hal-hal tertentu.
d. Eksposisi perbandingan, yaitu eksposisi yang gagasan utamanya disajikan
dengan cara membandingkan dengan yang lain.
e. Eksposisi pertentangan, yaitu eksposisi yang berisi pertentangan antara suatu
objek dengan objek yang lain.
f. Eksposisi berita, yaitu eksposisi yang memberikan informasi suatu kejadian, sering
dijumpai dalam berita atau surat kabar.
g. Eksposisi analisis, yaitu eksposisi yang mengemukakan proses memisahkan suatu
masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa subbagian, kemudian
melakukan pengembangan secara berurutan.

3. Tujuan
Teks eksposisi bertujuan menjelaskan suatu informasi untuk menambah
pengetahuan pembaca.

4. Isi
Teks eksposisi disusun dengan struktur yang terdiri atas pernyataan pendapat (tesis),
argumentasi, dan penegasan ulang pendapat. Berikut adalah penjelasannya.
a) Bagian pernyataan pendapat (tesis) berisi pendapat yang dikemukakan oleh
penulis teks, biasanya dimulai dengan kalimat yang memberikan sudut pandang tentang
suatu topik berdasarkan fakta. Disebut juga bagian pembuka.
b) Bagian argumentasi berisi argumen-argumen yang mendukung pernyataan
penulis (ada alasan dan bukti). Dalam bagian ini disampaikan penjelasan secara
mendalam tentang pernyataan pendapat dan pengungkapan fakta sebagai
penjelasan dari argumen. Bagian ini juga memuat alasan yang bisa memperkuat
argumen penulis dalam memperkuat ataupun menolak suatu gagasan.
c) Penegasan ulang berisi pengulangan pernyataan yang digunakan untuk
meyakinkan pembaca tentang kebenaran pernyataan (tesis).

4
5. Bahasa
Teks eksposisi cenderung menggunakan ragam baku, menggunakan kata-kata yang
meyakinkan. Contoh: frasa 'akan merusak' lebih meyakinkan daripada 'dapat merusak'.
Ada beberapa hal yang dapat diamati terkait dengan kecenderungan pemakaian bahasa
dalam teks eksposisi, yakni penggunaan pronomina; pemakaian konjungsi untuk
memperkuat argumentasi; pemberdayaan kata leksikal (kata yang mengacu pada
kamus).

6. Contoh
Contoh I
Literasi dan Gerakan Literasi Sekolah (cf. Wiedarti dan Kisyani-L., 2016).

Tesis
Literasi tidak terpisahkan dari dunia pendidikan. Kemampuan literasi yang didasarkan
pada kemampuan membaca peserta didik menjadi sarana untuk mengenal, memahami,
dan menerapkan ilmu yang didapatkannya di bangku sekolah. Hal ini akan terkait
dengan kehidupan peserta didik, baik di rumah maupun di lingkungan sekitarnya.
Sayangnya beberapa prestasi Indonesia dalam hal kemampuan membaca masih
tergolong kurang.

Argumentasi
Hasil tes Progress International Reading Literacy Study (PIRLS) tahun 2011 yang
mengevaluasi kemampuan membaca peserta didik kelas IV menempatkan Indonesia
pada peringkat ke-45 dari 48 negara peserta dengan skor 428, di bawah nilai rata-rata
500 (IEA, 2012). Sementara itu, hasil survei d Programme for International Student
Assessment (PISA) yang mengevaluasi kemampuan peserta didik berusia 15 tahun
untuk kemampuan membaca, matematika, dan sains menunjukkan hasil yang kurang
menggembirakan. Indonesia yang semula pada PISA 2009 berada pada peringkat ke-57
dari 65 negara dengan skor 396 (skor rata-rata OECD 493), ternyata pada PISA 2012

5
peringkatnya menurun, yaitu berada di urutan ke-64 dari 65 negera dengan skor 396
(skor rata-rata OECD 496) (OECD, 2013). Adapun hasil PISA 2015, Indonesia berada di
peringkat ke-64 dari 72 negara. Hasil Indonesia National Assesment Program (INAP)
tahun 2016 dalam hal kemampuan membaca berada pada angka 46,83%b(kategori
kurang). Data ini selaras dengan temuan UNESCO terkait kebiasaan membaca
masyarakat Indonesia yang menyebutkan hanya satu dari 1.000 orang masyarakat
Indonesia yang membaca. Kondisi demikian ini jelas memprihatinkan karena
kemampuan dan keterampilan membaca merupakan dasar bagi pemerolehan
pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan sikap peserta didik.

Penegasan ulang
Permasalahan ini menegaskan bahwa pemerintah memerlukan strategi khusus agar
kemampuan membaca peserta didik dapat meningkat dengan
mengintegrasikan/menindaklanjuti program sekolah dengan kegiatan dalam keluarga
dan masyarakat. Hal ini untuk memastikan keberlanjutan intervensi kegiatan literasi
sebagai sebuah gerakan literasi sekolah (GLS) agar dampaknya dapat dirasakan oleh
masyarakat.

Contoh II
Pemimpin Sosial dan Politik Tidak Harus Mempunyai Pendidikan Formal yang Tinggi (cf.
Wiratno, 2013).

Tesis
Sudah diketahui oleh semua orang bahwa pendidikan formal itu penting. Akan tetapi,
apakah seseorang akan menjadi pemimpin sosial atau pemimpin politik yang bagus
pada kemudian hari tidak selalu ditentukan oleh pendidikan formalnya. Diyakini bahwa
pengalaman juga menjadi faktor penentu untuk menuju kesuksesan.

Argumentasi

6
Betul bahwa pendidikan formal memberikan banyak manfaat kepada para calon
pemimpin atau calon orang terkemuka, tetapi pelajaran yang mereka peroleh dari
pendidikan formal tidak selalu dapat diterapkan di masyarakat tempat mereka menjadi
pemimpin atau menjadi orang terkenal di kemudian hari. Kenyataan bahwa di sekolah
dan di perguruan tinggi, orang hanya “mempelajari” teori, sedangkan di masyarakat,
orang betul-betul belajar untuk hidup melalui beraneka ragam pengalaman. Pengalaman
semacam inilah yang menghasilkan orang-orang terkemuka, termasuk pemimpin sosial
dan politik. Orang-orang terkemuka dan pemimpin-pemimpin itu lahir dari hal-hal yang
mereka pelajari di masyarakat.

Penegasan ulang
Dengan demikian, jelaslah bahwa melalui pendidikan formal orang hanya mempelajari
cara belajar, bukan cara menjalani hidup. Meskipun pendidikan formal diperlukan,
pendidikan formal bukan satu-satunya jalan yang dapat ditempuh oleh setiap orang
untuk menuju ke puncak kesuksesannya.

D. CONTOH INDIKATOR SOAL DAN PENYELESAIAN


Setelah mempelajari materi, silakan Anda cermati contoh soal yang setara ujian
nasional (UN) pada materi ini! Contoh soal yang disajikan dijajarkan dengan indikator.
Penyusunan soal menggunakan indikator yang menggunakan kata kerja operasional
yang sesuai dengan standar kompetensi lulusan ujian nasional atau SKL UN (kolom
pertama: level kognitif pengetahuan dan pemahaman, level kognitif aplikasi, dan level
kognitif penalaran). Contoh indikator merujuk pada kondisi, audiens, behavior, dan
derajat pencapaian.

Contoh Indikator Contoh Soal Sesuai Indikator


Diberikan teks eksposisi, siswa dapat 1. Perhatikanlah penggalan teks eksposisi
menentukan makna kata/kalimat dalam teks berikut “Luas lahan dan produksi kopi
dengan tepat di Jawa Tengah terus meningkat dalam
tiga tahun terakhir. Perluasan lahan
didukung inovasi petani dalam
pengembangan tanaman dan produk

7
kopi, Kopi produksi petani Jateng pun
telah menembus pasar dunia.“
2. Makna inovasi dalam teks tersebut
adalah …
a. A. upaya
b. B. kreasi
c. C. pembaharuan
d. D. modernisasi
e.
f. Kunci: C (konteks kalimat menolong
pemaknaan)
3. Diberikan beberapa kalimat acak, siswa 4. Berikut adalah beberapa kalimat acak
dapat menyusun urutan kalimat menjadi yang merupakan bagian dari teks
paragraf eksposisi dengan benar (level eksposisi.
1. (1) Petani di Desa Tlahab, misalnya
aplikasi).
membuka Rumah Kopi Posong di
lereng Gunung Sindoro.
2. (2) Gairah menanam kopi memang
makin tumbuh.
3. (3) Mereka, menanam, mengolah, dan
menjual kopi speciality dari jenis
arabica.
4. (4) Total penjualan biji kopi kering ke
Korea Selatan mencapai 14 ton
dengan harga Rp85.000,00 per kg.
5. (5) Ada yang mengekspor kopi yang
ditanam pada ketinggian 1.700 meter
di atas permukaan laut ke Korea
Selatan.
Urutan yang tepat untuk paragraph
eksposisi tersebut adalah ....
A. (1), (2), (3), (4), (5)
B. (2), (4), (5), (1), (2)
C. (1) (2), (4), (5), (2)
D. (2), (1), (3), (5), (4)

8
Kunci: D (kata kunci ada, mereka,
Korea Selatan) .
5. Diberikan penggalan teks eksposisi, siswa 6. Kalimat “Petani di Desa Tlahab,
dapat memperbaiki kesalahan penggunaan misalnya membuka Rumah Kopi
ejaan dengan tepat (level kognitif Posong di lereng Gunung Sindoro.”
penalaran). Yang terdapat dalam teks ekopsisi
2. seharusnya ditulis dengan tanda baca
sebagai berikut.
A. Petani di Desa Tlahab, misalnya
membuka Rumah Kopi Posong
di lereng Gunung Sindoro.
B. Petani di Desa Tlahab,
misalnya, membuka Rumah
Kopi Posong di lereng Gunung
Sindoro.
C. Petani di Desa Tlahab misalnya,
membuka Rumah Kopi Posong
di lereng Gunung Sindoro.
D. Petani di Desa Tlahab misalnya:
membuka Rumah Kopi Posong
di lereng Gunung Sindoro.
Kunci: B (keterangan aposisi)

E. SOAL-SOAL LATIHAN
Indikator Soal Latihan
Diberikan teks eksposisi, siswa dapat Berikut adalah penggalan sebuah
menentukan makna kata dengan tepat novel “Upaya revitalisasi Danau Toba
(level kognitif pengetahuan dan yang telah ditetapkan sebagai tujuan
pemahaman) wisata nasional, kini mulai dikerjakan
secara terintegrasi khususnya di sektor
kehutanan dan lingkungan hidup.
Revitalisasi akan diwujudkan dengan

9
mengelola daerah tangkapan air serta
menjaga dan mengembalikan kualitas
air Danau Toba.”

Kata revitalisai dalam penggalan berita


tersebut bermakna ….
A. A. penjagaan kembali
B. B. pembangunan kembali
C. C. pengelolaan kembali
D. D. penghidupan kembali
E.
Diberikan teks eksposisi, siswa dapat Berikut adalah penggalan teks
mengisi konjungsi dalam kalimat dengan eksposisi
benar (level kognitif aplikasi) “Banjir masih terus mengancam
sejumlah daerah. Bencana ini
menggenangi pemukiman warga,
merusak fasilitas umum, …
menewaskan warga. …, ada pula
warga yang terpaksa diungsikan demi
menjauhkan dari bahaya. … banyak
warga yang masih tetap bertahan
tidak mau mengungsi.”

Urutan kata yang tepat untuk mengisi


penanda… dalam penggalan teks
tersebut adalah sebagai berikut.
a. A. atau, Bahkan, tetapi
b. B. atau, Dan, tetapi
c. C. dan, Bahkan, tetapi
d. D. atau, Bahkan, tetapi

Diberikan teks eksposisi, siswa dapat Berikut adalah penggalan sebuah teks
memperbaiki kesalahan penggunan ejaan eksposisi yang ditulis dengan ejaan
(level kognitif penalaran). yang benar.

10
A. Investor yang hendak menanamkan
modal di Kawasan Ekonomi Khusus
Mandalika, Lombok Tengah Nusa
Tenggara Barat kini mendapatkan
kemudahan dalam pengurusan ijin.
B. Investor yang hendak menanamkan
modal di kawasan ekonomi khusus
Mandalika Lombok Tengah, Nusa
Tenggara Barat kini mendapatkan
kemudahan dalam pengurusan izin.
C. Investor yang hendak menanamkan
modal di kawasan ekonomi khusus
Mandalika, Lombok Tengah, Nusa
Tenggara Barat, kini mendapatkan
kemudahan dalam pengurusan ijin
D. Investor yang hendak menanamkan
modal di Kawasan Ekonomi Khusus
Mandalika, Lombok Tengah, Nusa
Tenggara Barat kini mendapatkan
kemudahan dalam pengurusan izin.
A.

F. LATIHAN MERUMUSKAN INDIKATOR DAN MEMBUAT BUTIR SOAL


Berdasarkan SKL materi Teks Eksposisi, rumuskanlah indikator dan kembangkanlah butir
soal untuk mengukur SKL tersebut!

G. DAFTAR PUSTAKA
Department of Education and Communities, NSW. 2011. “Text Types (Different Types of
Writing)”. Dalam www.schoolatoz.com.au
Wiedarti, Pangesti. 2016. “Model Konteks Teks.”

11
Wiedarti, Pangesti dan Kisyani-Laksono (ed). 2016. Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah.
Jakarta: Kemdikbud.
Wiratno, Tri. 2013. “Pembelajaran Bahasa Berbasis Teks dan Jenis-Jenis Teks”. Jakarta: Badan
Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud.

Sumber berita teks eksposisi:


Kompas, 13 Fberuari 2017.

12