Anda di halaman 1dari 25

UJI MANN WHITNEY, UJI

KRUSKALL W, UJI WILCOXON


& UJI MC NEMAR

By: Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si

1
UJI MANN WHITNEY

2
Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si
SOAL UJI MANN WHITNEY
Misalkan peneliti ingin mempelajari efektifitas implementasi KTSP dan kurikulum 2013 dalam
meningkatkan high order thinking (HOT) mata pelajaran matematika di SMA yang tercermin dari
rata-rata kemampuan pemecahan masalah Matematika yang diperoleh siswa setelah
pemberlakuan kedua kurikulum tersebut. Agar kedua pemberlakuan kurikulum dapat
diperbandingkan maka kedua kelompok sampel yang dipilih harus ekivalen dari segi IQ , sosial
ekonomi, minat, sikap & kesungguhan. Untuk maksud tersebut telah dipilih secara acak 8 siswa
yang sedang mengikuti kurikulum 2013. Skor kemampuan pemecahan masalah Matematika
siswa dengan kedua kurikulum tersebut, disajikan pada tabel sbb:
KTSP KURIKULUM 2013
Inisial Siswa Inisial Siswa
S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 M1 M2 M3 M4 M5
76 82 70 83 94 90 78 75 84 100 78 98 95

3
Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si
PENYELESAIAN UJI MANN WHITNEY
1. HIPOTESIS KRITERIA PENGUJIAN
𝐻0 : 𝜇1 ≥ 𝜇2 𝑝 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 ≤ 𝛼 (𝐻0 ditolak, 𝐻1 diterima)
(Kemampuan pemecahan masalah 𝑝 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 > 𝛼 (𝐻0 diterima, 𝐻1 ditolak)
Matematika siswa dengan KTSP lebih tinggi
dibandngkan Kurikulum 2013)
4. UJI STATISTIK
𝐻1 : 𝜇1 < 𝜇2
Hasil output SPSS sbb:
(Kemampuan pemecahan masalah
Matematika siswa dengan KTSP lebih
rendah dibandngkan Kurikulum 2013)

2. TINGKAT SIGNIFIKANSI
𝛼 = 5% = 0.05
4
Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si
PENYELESAIAN UJI MANN WHITNEY
5. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil output SPSS diperoleh nilai 𝑝 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 sebesar 0.048Τ2 = 0.024 . Karena
nilai 𝑝 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 < 𝛼 (0.024 < 0.05) berarti 𝐻0 ditolak, 𝐻1 diterima. Dengan demikian,
kemampuan pemecahan masalah Matematika siswa dengan KTSP lebih rendah dibandngkan
Kurikulum 2013. Dengan kata lain, implementasi kurikulum 2013 lebih efektif meningkatkan
kemampuan HOT dalam pembelajaran Matematika daripada KTSP.

5
Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si
6
Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si
7
Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si
UJI KRUSKALL WALLIS

8
Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si
SOAL UJI KRUSKALL WALLIS
Untuk mempelajari efektifitas model sertifikasi terhadap kinerja mengajar, telah diambil secara
acak guru yang telah lulus sertifikasi dengan model Portofolio, PLPG dan sebagai pembanding
adalah guru yang belum tersertifikasi (non-sertifikasi). Adapun skor kinerja guru berdasarkan
keempat klasifikasi di atas adalah sebagai berikut:
Portofolio 60 75 36 47 56 66 38 42
PLPG 74 71 53 48 40 52 41
PPG 68 72 44 61 62 42
Non-Sertifikasi 70 77 86 72 51 70 87 57 92

Ujilah perbedaan rata-rata kinerja guru dari keempat klasifikasi tersebut.

9
Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si
PENYELESAIAN UJI KRUSKALL WALLIS
1. HIPOTESIS 4. UJI STATISTIK
𝐻0 : 𝜇1 = 𝜇2 = 𝜇3 = 𝜇4 Hasil output SPSS sbb:
(Tidak terdapat perbedaan rata-rata skor
kinerja guru dengan keempat model
sertifikasi)
𝐻1 : 𝜇1 ≠ 𝜇2 ≠ 𝜇3 ≠ 𝜇4
(Terdapat perbedaan rata-rata skor kinerja
guru dengan keempat model sertifikasi)

2. TINGKAT SIGNIFIKANSI
𝛼 = 5% = 0.05

3. KRITERIA PENGUJIAN
𝑝 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 ≤ 𝛼 (𝐻0 ditolak, 𝐻1 diterima)
𝑝 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 > 𝛼 (𝐻0 diterima, 𝐻1 ditolak)Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si 10
PENYELESAIAN UJI KRUSKALL WALLIS
5. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil output SPSS diperoleh nilai 𝑝 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 sebesar 0.033 . Karena nilai 𝑝 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 ≤
𝛼 (0.033 ≤ 0.05), berarti 𝐻0 ditolak, 𝐻1 diterima. Dengan demikian, terdapat perbedaan rata-
rata skor kinerja guru dengan keempat model sertifikasi. Dengan kata lain, model setifikasi guru
berpengaruh terhadap kinerja mengajar guru.

11
Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si
12
Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si
13
Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si
UJI WILCOXON

14
Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si
SOAL UJI WILCOXON
Suatu survei tentang minat sesorang membeli produk baru sabun antikuman. Untuk mengetahui
apakah ada pengaruh iklan terhadap minat pembeli dilakukan observasi terhadap jumlah
pembeli sebelum dan setelah penayagan iklan pada 10 orang pemilik toko. Data jumlah pembeli
sebagai berikut: RESPONDEN SEBELUM SESUDAH
A 70 72
B 75 75
C 83 87
D 86 85
E 90 88
F 95 100
G 85 88
H 65 72
I 68 63
J 72 78 15
Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si
PENYELESAIAN UJI WILCOXON
1. HIPOTESIS 3. KRITERIA PENGUJIAN
𝐻0 : 𝐾1 = 𝐾2 𝑝 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 ≤ 𝛼 (𝐻0 ditolak, 𝐻1 diterima)
(Tidak terdapat pengaruh iklan terhadap 𝑝 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 > 𝛼 (𝐻0 diterima, 𝐻1 ditolak)
minat pembeli sebelum dan setelah
penayagan iklan)
𝐻1 : 𝐾1 ≠ 𝐾2 4. UJI STATISTIK
(Terdapat pengaruh iklan terhadap minat Hasil output SPSS sbb:
pembeli terhadap sebelum dan setelah
penayagan iklan)

2. TINGKAT SIGNIFIKANSI
𝛼 = 5% = 0.05
16
Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si
PENYELESAIAN UJI WILCOXON
5. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil output SPSS diperoleh nilai 𝑝 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 sebesar 0.138 . Karena nilai
𝑝 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 > 𝛼 (0.138 > 0.05), berarti 𝐻0 diterima, 𝐻1 ditolak. Dengan demikian,
Tidak terdapat pengaruh iklan terhadap jumlah pembeli sebelum dan setelah
penayagan iklan.

17
Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si
18
Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si
19
Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si
UJI MC NEMAR

20
Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si
SOAL MC NEMAR
Seorang peneliti ingin mengetahui peran penyuluhan terhadap pengetahuan responden.
Sebelum penyuluhan terlebih dahulu mengukur tingkat pengetahuan responden yang
dikelompokkan menjadi baik dan buruk. Setelah dilakukan penyuluhan kembali melakukan
pengukuran tingkat pengetahuan (baik atau buruk).

Sebelum Sesudah Baik Buruk Total


Baik 6 2 8
Buruk 16 1 17
Total 22 3 25

21
Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si
PENYELESAIAN UJI MC NEMAR
1. HIPOTESIS 3. KRITERIA PENGUJIAN
𝐻0 : 𝜇1 = 𝜇2 𝑝 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 ≤ 𝛼 (𝐻0 ditolak, 𝐻1 diterima)
(Tidak terdapat perbedaan antara sebelum 𝑝 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 > 𝛼 (𝐻0 diterima, 𝐻1 ditolak)
dan sesudah penyuluhan)
𝐻1 : 𝜇1 ≠ 𝜇2
(Terdapat perbedaan antara sebelum dan 4. UJI STATISTIK
sesudah penyuluhan) Hasil output SPSS sbb:

2. TINGKAT SIGNIFIKANSI
𝛼 = 5% = 0.05

22
Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si
PENYELESAIAN UJI MC NEMAR
5. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil output SPSS diperoleh nilai 𝑝 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 sebesar 0.001. Karena nilai
𝑝 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 ≤ 𝛼 (0.001 ≤ 0.05), berarti 𝐻0 ditolak, 𝐻1 diterima. Dengan demikian,
terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah penyuluhan.

23
Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si
24
Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si
25
Noor Ell Goldameir, S.Si., M.Si