Anda di halaman 1dari 13

Eksis Vol. 7 No.

1, Mei 2016

FAKTOR FUNDAMENTAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP RETURN


SAHAM

Fadil Iskandar
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Batanghari

ABSTRACT

This research was conducted to find out the fundamental variables influence
against return company stock LQ45. As for the fundamental variables examined is
financial leverage ratio, dividend payout ratio, and book value per share. The results
showed that all the free variables in simultaneous partial or no effect significantly to
return stock, because the company's leverage level is still within the limits of
reasonableness. Party investors prefer growth companies, with the hope of return in the
future will be higher. Investors are also not looking at the low book value as a risk not
getting the cash return.

Key words: fundamental variables, financial leverage ratio, dividend payout ratio, book
value per share, stock return.

I. PENDAHULUAN Penelitian ini akan difokuskan pada


Dalam menghadapi pergerakan variabel fundamental yang bersipat
harga saham yang tidak menentu, internal, yaitu kinerja keuangan. Hal ini
diharapkan investor tetap berdasarkan didukung oleh konsep dasar yang
pengambilan keputusan investasinya terkadang dalam analisis fundamental
pada analisis fundamental, sehingga itu sendiri.
keputusan yang diambil adalah bersipat Konsep dasar yang terkandung
rasional. Ketika dasar pertimbangan dalam analisis fundamental adalah
adalah fundamental, investor akan bahwa nilai saham dipengaruhi oleh
mengukur nilai saham beserta segala kinerja perusahaan yang menerbitkan
risikonya secara lebih wajar. Pihak yang saham tersebut (Gitman, 2001:187).
dianggap menggunakan pendekatan Harga saham akan meningkat apabila
fundamental ini adalah investor jangka kinerja keuangan perusahaan
panjang yang selalu berusaha untuk menunjukkan adanya prospek yang
memilih saham dengan kinerja terbaik. baik, karena sahamnya diminati oleh
Adapun dalam suatu analisis investor.
fundamental, terdapat dua variabel yang Dalam analisis fundamental,
dapat digunakan, yaitu variabel investor melakukan penilaian saham
fundamental yang bersipat internal yang dimulai dari laporan keuangan,
memberi informasi tentang kinerja sehingga dengan mempelajari atau
perusahaan dan variabel yang bersipat menganalisa laporan keuangan dalam
eksternal yang meliputi kondisi bentuk neraca, laporan laba rugi, dan
perekonomian secara umum, seperti laporan arus kas, seorang analis
tingkat suku bunga bank, kebijakan fundamental dapat mengukur nilai suatu
pemerintah, kondisi perekonomian, saham. Selanjutnya Gitman berpendapat
gejolak politik, indeks saham regional bahwa dalam menilai suatu sekuritas,
dan international, dan lainnya. hal mendasar yang secara umum

40
Eksis Vol. 7 No. 1, Mei 2016

menjadi perhatian investor dalam Financial Leverage Ratio, Dividend


lingkup kinerja perusahaan adalah Payout, dan Book Value per Share.
earning, risk, dan growth. Financial Leverage Ratio
Kinerja perusahaan akan menggambarkan struktur modal
tercermin dalam laporan keuangan, perusahaan, termasuk sumber dana yang
yang meliputi neraca, laporan laba rugi, digunakan perusahaan dalam
laporan perubahan ekuitas, laporan arus membiayai aset dan kemampuan
kas, serta catatan atas laporan keuangan, perusahaan untuk memenuhi kewajiban
sehingga laporan keuangan ini dapat utang jangka panjangnya. Dividend
menjadi sumber informasi bagi investor Payout Ratio adalah rasio yang
dalam membuat suatu keputusan membandingkan dividen perlembar
investasi. Dengan mempelajari laporan saham dengan earning per share. Rasio
keuangan perusahaan, investor juga ini mendapat perhatian yang lebih,
akan memahami posisi persaingan karena tujuan utama investor
perusahaan, komposisi dan berinvestasi saham adalah memperoleh
pertumbuhan penjualan, kemampuan pembagian dividen. Melalui Dividend
memperoleh laba, komposisi dan Payout Ratio, investor dapat melihat
likuiditas perusahaan, serta struktur tingkat pengembalian dari dana yang
permodalan perusahaan, sehingga dapat telah diinvestasikan, sedangkan Book
menjadi bahan pertimbangan bagi Value per Share merupakan rasio yang
investor sebelum memutuskan akan menunjukkan nilai aktiva bersih yang
membeli atau menjual saham. tersedia untuk setiap lembar saham
Alat analisis yang sering yang dimiliki investor. Peningkatan
digunakan dalam analisis fundamental pada Book Value per Share akan
adalah analisis rasio. Gitman berdampak pada naiknya harga saham,
(2001:190), mengatakan bahwa tolok karena investor akan berpendapat
ukur yang sering dipakai untuk menilai bahwa perusahaan memiliki potensi
kondisi keuangan dan prestasi dimasa depan, demikian juga
perusahaan adalah rasio, yang sebaliknya.
menghubungkan dua data keuangan Ketiga rasio keuangan ini dapat
yang satu dengan yang lainnya. memberikan informasi penting
Kelebihan dari penggunaan rasio adalah sekaligus gambaran tentang kinerja
dapat memberikan pandangan yang perusahaan yang berkaitan dengan
lebih baik tentang kondisi keuangan earning, risk, dan growth kepada para
daripada analisa yang hanya didasarkan pemegang saham, yang nantinya akan
atas data keuangan sendiri-sendiri yang menjadi pertimbangan utama dalam
tidak berbentuk rasio. mengambil keputusan investasi. Dengan
Beberapa rasio keuangan demikian, rasio keuangan tersebut
menurut Gibson (2007:321-328) yang seharusnya memiliki pengaruh langsung
dapat mempengaruhi harga saham dan terhadap perubahan harga saham.
dapat digunakan investor sebagai alat Saham yang digunakan dalam
analisis fundamental adalah Financial penelitian ini adalah saham LQ45, yakni
Leverage, Earning per Share, Price yang terdiri atas 45 saham yang
Earning Ratio, Dividend Payout, memiliki tingkat likuiditas perdagangan
Dividend Yield, Book Value per Share. di atas rata-rata tingkat likuiditas
Dalam penelitian ini, peneliti hanya saham-saham lainnya, dan tergabung
mengambil tiga variabel, yaitu dalam indeks LQ45. Saham LQ45 ini

41
Eksis Vol. 7 No. 1, Mei 2016

menarik untuk diteliti, karena saham- aktiva tersebut. Makin besar


saham tersebut aktif diperdagangkan, proporsi aset yang didanai dengan
sehingga setiap informasi yang modal saham biasa, akan
dicantumkan dalam laporan keuangan berdampak pada financial leverage
akan tercermin pada harga saham ratio yang rendah.
tersebut. Dalam bukunya, Gibson (2007:321)
menyatakan bahwa penggunaan
Tinjauan Pustaka hutang (financial leverage) akan
Variabel fundamental berdampak pada pendapatan yang
merupakan variabel yang berupa diperoleh perusahaan. Financial
informasi yang dapat digunakan oleh leverage akan dianggap sukses
investor dalam melakukan analisa atas apabila perusahaan memperoleh
nilai saham. Umumnya, dalam suatu pendapatan yang lebih besar dari
analisis fundamental, variabel-variabel beban pinjaman yang digunakan,
yang ada dibagi menjadi dua bagian, dan sebaliknya financial leverage
yaitu: (a) Variabel fundamental yang akan dikatakan tidak sukses jika
bersipat internal yang memberikan perusahaan memperoleh
informasi tentang kinerja perusahaan, pendapatan yang lebih kecil dari
yang umumnya dinyatakan dalam rasio beban pinjaman yang digunakan.
keuangan; dan (b) Variabel fundamental Perusahaan yang sukses dalam
yang bersipat eksternal, yang meliputi penggunaan leverage, tingginya
kondisi perekonomian secara Financial Leverage Ratio akan
keseluruahan, seperti tingkat suku diimbangi dengan meningkatnya
bunga bank, kebijakan pemerintah, Return on Equity. Namun dengan
kondisi perekonomian, gejolak politik, demikian risiko yang dihadapi
indeks saham regional dan international, investor lebih besar. Hal ini
dan lainnya. tentunya akan direspon oleh
investor, sehingga keputusan yang
Variabel Fundamental Internal yang nantinya diambil para investor akan
Mempengaruhi Harga Saham berdampak pada harga saham.
Beberapa rasio keuangan b. Earning per Share, adalah rasio
menurut Gibson (2007:321-328), yang yang menggambarkan jumlah
dapat mempengaruhi harga saham pendapatan tiap lembar saham biasa
adalah : selama suatu periode akuntansi
a. Financial Leverage, adalah rasio tertentu.
yang digunakan untuk mengukur c. Price Earning Ratio, adalah rasio
kemampuan perusahaan dalam yang membandingkan harga pasar
menyelesaikan hutangnya. saham dengan earning per share
Financial Leverage Ratio saham tersebut.
mengukur hubungan antara total d. Dividend Payout, adalah rasio yang
assets dengan modal saham biasa. mengindikasikan jumlah earning
Pendapat ini didukung oleh Wild yang dibagikan kepada para
(2005:215), yaitu Financial pemegang saham dalam bentuk
Leverage Ratio digunakan untuk dividen, dan umumnya dinyatakan
mengukur hubungan antara total dalam bentuk persentase.
aktiva dengan modal saham biasa e. Dividen Yield, adalah rasio yang
yang digunakan untuk mendanai mengindikasikan tingkat

42
Eksis Vol. 7 No. 1, Mei 2016

pendapatan investor yang berasal Hubungan Financial Leverage dengan


dari dividen berdasarkan harga Perubahan Harga Saham
pasar saham. Financial Leverage Ratio
f. Book Value per Share, adalah rasio merupakan komponen dari rasio hutang
yang mengindikasikan jumlah atau rasio solvabilitas, yang
ekuitas yang tersedia untuk setiap menggambarkan struktur modal
lembar saham biasa yang beredar perusahaan, termasuk sumber dana
yang dimiliki oleh pemegang jangka panjang dan kemampuan
saham, sehingga investor perusahaan untuk memenuhi kewajiban
berkepentingan untuk melakukan utang jangka panjang. Financial
analisa terhadap pertumbuhan Leverage Ratio mengukur hubungan
(growth) book value dari waktu ke antara total assets dengan modal saham
waktu. biasa. Makin besar proporsi aset yang
didanai dengan modal saham biasa,
Return Saham akan berdampak pada financial leverage
Harga saham akan mengalami ratio yang rendah. Perhitungan
perubahan setelah investor memperoleh Financial Leverage Ratio adalah :
informasi tentang kinerja keuangan Financial Leverage Ratio =
perusahaan dan merespon sesuai dengan
baik buruknya kinerja perusahaan
tersebut. Harga saham akan meningkat Makin besar proporsi aset yang
apabila kinerja keuangan perusahaan didanai dengan modal saham biasa,
menunjukkan adanya prospek yang akan berdampak pada financial leverage
baik. Hal ini dikarenakan semakin ratio yang rendah, seperti yang dikutip
banyak investor yang ingin membeli Faff, Brooks, dan Kee bahwa terdapat
atau menyimpan saham tersebut. hubungan positif antara financial
Demikian juga akan berlaku leverage dengan beta saham. Beta
sebaliknya, harga saham akan saham itu sendiri menunjukkan tingkat
mengalami penurunan apabila investor risiko suatu saham.
beranggapan bahwa kinerja keuangan Gitman (2001:58) juga
perusahaan kurang baik dan keuntungan menyatakan bahwa with increase debt
yang diperoleh investor juga kecil. Hal comes greater risk, yang berarti bahwa
ini dikarenakan semakin banyak bertambahnya hutang akan berdampak
investor yang menjual atau melepaskan pada bertambahnya risiko finansial yang
saham perusahaan tersebut. dihadapi perusahaan, dan hal ini akan
Horne (2000:27) menyatakan direspon negatif oleh investor, sesuai
bahwa investor membeli saham dengan dengan pernyataan Weston (1985:382)
tujuan untuk mendapatkan dividen, dan yang mengemukakan bahwa dalam
menjualnya untuk memperoleh keuangan terdapat suatu kenyataan
keuntungan (capital gain). Dengan bahwa investor tidak menyukai risiko,
demikian, capital gain dan dividen sehingga besar kemungkinan investor
dinyatakan sebagai return saham. akan melepaskan saham yang dimiliki,
Return saham yang diperoleh dari suatu sehingga harga saham cenderung turun
jenis saham dinyatakan dalam bentuk di pasar. Sedangkan Financial Leverage
persentase. Ratio yang rendah akan membuat harga
saham cenderung naik. Hal ini
disebabkan karena jika Financial

43
Eksis Vol. 7 No. 1, Mei 2016

Leverage Ratio rendah, maka dapat dividen adalah penting bagi pemegang
dikatakan aset perusahaan mayoritas saham, karena kebijakan dividen
didanai dengan modal sendiri, sehingga berhubungan erat dengan earning.
risiko hutang menjadi rendah, dan
investor merasa risiko berinvestasi Hubungan BookValue per Share
semakin kecil pula, sehingga mampu dengan Perubahan Harga Saham
mengurangi tingkat kekhawatiran Book Value per Share
investor. merupakan komponen dari rasio
penilaian (rasio pasar), yang
Hubungan Dividend Payout dengan menggambarkan potensi perusahaan
Perubahan Harga Saham dimasa yang akan datang. Formula
Dividend Payout Ratio untuk Book Value per Share adalah :
merupakan komponen dari rasio Book Value per Share =
penilaian (rasio pasar) yang
menunjukkan tingkat imbalan dari dana
yang ditanamkan atau diinvestasikan
oleh investor, yang berarti bahwa Sebagaimana yang diketahui
seberapa besar tingkat imbalan yang bahwa investor juga
diperoleh investor dalam bentuk dividen mempertimbangkan pertumbuhan
atas dana yang diinvestasikan dalam (growth) dalam keputusan investasinya,
bentuk saham perusahaan. Perhitungan maka Book Value per Share dapat
Dividend Payout Ratio adalah : menjadi ukuran pertumbuhan yang baik,
Dividend Payout Ratio = serta prediksi pertumbuhana investasi
dimasa yang akan datang. Book Value
per Share menggambarkan aktiva per
Dividend Payout Ratio yang lembar saham biasa yang dimiliki oleh
tinggi menggambarkan kinerja pemegang saham, sehingga peningkatan
keuangan perusahaan yang baik, karena Book Value dapat diartikan bahwa
laba yang dibagikan kepada pemegang aktiva per lembar saham yang dimiliki
saham dalam bentuk dividen tinggi, dan juga mengalami peningkatan, dan hal
hal ini akan direspon positif oleh ini akan direspon positif oleh investor,
investor, sehingga harga saham sehingga harga saham cenderung
cenderung naik di pasar. Namun meningkat. Hal ini dikarenakan investor
sebaliknya, Dividend Payout yang optimis bahwa saham tersebut memiliki
rendah akan membuat harga saham prospek yang baik. Namun sebaliknya,
cenderung turun. Hal ini disebabkan penurunan Book Value dapat diartikan
karena jika Dividend Payout rendah, bahwa aktiva per lembar saham yang
maka dapat diartikan bahwa dividen dimiliki pemegang saham juga
yang diperoleh investor juga semakin mengalami penurunan, sehingga akan
rendah, sehingga saham tersebut berdampak pada turunnya harga saham,
menjadi kurang diminati oleh investor, karena investor pesimis tentang prospek
dan akhirnya harga saham di pasar saham tersebut.
turun. Dalam bukunya, Gibson
Pengumuman pembayaran (2007:328) menjelaskan bahwa apabila
dividen merupakan sumber informasi, book value lebih rendah jika
dan dapat menyebabkan reaksi pasar dibandingkan dengan market value,
yang kuat dan positif. Pembagain maka investor akan berpendapat bahwa

44
Eksis Vol. 7 No. 1, Mei 2016

perusahaan memiliki potensi, serta H2: Dividend Payout Ratio secara


optimis bahwa saham suatu perusahaan signifikan mempunyai pengaruh positif
memiliki prospek yang baik. Namun terhadap perubahan harga saham
sebaliknya, apabila book value melebihi Book Value per Share
market value, maka akan menyebabkan mengindikasikan jumlah ekuitas yang
investor pesimis tentang prospek suatu tersedia untuk setiap lembar saham
saham oleh karena saham tersebut dijual biasa yang beredar yang dimiliki oleh
lebih rendah daripada nilai buku saham pemegang saham. Book Value
itu sendiri. merupakan variabel yang terbaik untuk
Book value termasuk salah satu mengetahui apakah saham overvalued
indikator fundamental suatu perusahaan, atau undervalued, sehingga dapat
dan variabel ini merupakan variabel membantu investor dalam mengambil
yang terbaik untuk mengetahui apakah keputusan atas investasinya.
saham berada dalam kondisi overvalued Berdasarkan penjelasan tersebut, maka
atau undervalued. hipotesis ketiga yang diajukan adalah :
H3 : Book Value per Share secara
Hipotesis signifikan mempunyai pengaruh positif
Financial Leverage, adalah rasio terhadap perubahan harga saham.
yang digunakan untuk mengukur Dividend Payout Ratio
kemampuan perusahaan dalam menggambarkan laba yang dibagikan
menyelesaikan hutangnya. Gitman kepada pemegang saham, sehingga hal
(2001:58) menyatakan bahwa with ini menjadi sumber informasi yang
increase debt comes greater risk. penting, mengingat bahwa tujuan utama
Weston (1985, hal. 382) juga investor berinvestasi pada saham adalah
mengemukakan bahwa dalam keuangan mendapatkan dividen. Dengan
terdapat suatu kenyataan bahwa investor demikian, seharusnya Dividend Payout
tidak menyukai risiko. Berdasarkan Ratio memiliki pengaruh yang
penjelasan tersebut, maka hipotesis signifikan terhadap keputusan
pertama yang diajukan adalah : pemegang saham yang nantinya
H1: Financial Leverage Ratio secara berdampak pada perubahan harga
signifikan mempunyai pengaruh negatif saham di pasar. Pengumuman
terhadap perubahan harga saham. pembayaran dividen merupakan sumber
Dividend Payout Ratio informasi, dan dapat menyebabkan
menunjukkan tingkat imbalan dari dana reaksi pasar yang kuat dan positif.
yang ditanamkan atau diinvestasikan Berdasarkan penjelasan tersebut, maka
oleh investor. Pengumuman hipotesis keempat yang diajukan adalah:
pembayaran dividen merupakan sumber H4 : Dividend Payout Ratio
informasi, dan dapat menyebabkan berpengaruh dominan terhadap
reaksi pasar yang kuat dan positif. perubahan harga saham.
Pembagian dividen adalah penting bagi
pemegang saham, karena kebijakan II. METODE PENELITIAN
dividen berhubungan erat dengan Populasi yang digunakan adalah
earning. Berdasarkan penjelasan perusahaan go publik, yang terdaftar
tersebut, maka hipotesis kedua yang pada Bursa Efek Indonesia periode
diajukan adalah : 2005-2015. Penentuan sampel dalam
penelitian ini menggunakan teknik
penarikan sampel secara purposive

45
Eksis Vol. 7 No. 1, Mei 2016

sampling, dimana sampel yang dipilih koefisien determinasi, maka makin baik
bersipat tidak acak, serta didasarkan pula kemampuan variabel independen
pada kriteria dan pertimbangan- dalam menjelaskan pergerakan variabel
pertimbangan tertentu, yaitu : (a) Saham dependen.
terdaftar dalam indeks LQ45 periode Nilai dari koefisien determinasi
2005-2015; (b) Perusahaan dengan adalah 0 R2 1. Bila R2 = 1, maka
tahun buku yang berakhir 31 Desember; dapat diartikan bahwa variabel bebas
(c) Perusahaan tidak sedang dalam yang ada sangat menjelaskan perubahan
proses delisting; dan (d) Data-data yang dari variabel terikat. Namun, apabila R2
diperlukan dalam penelitian ini tersedia = 0, maka variabel bebas yang ada tidak
dalam laporan keuangan. menjelaskan perubahan dari variabel
terikat.
Teknik Analisis Data
Melakukan perhitungan untuk Uji Asumsi Klasik
memperoleh nilai dari variabel bebas Uji asumsi klasik regresi linier
yang meliputi Financial Leverage Ratio digunakan untuk mengetahui apakah
(FLR), Dividend Payout Ratio (DPR), model yang ada dapat menghasilkan
serta Book Value per Share (BV). koefisien korelasi (R) dan koefisien
Menghitung nilai return saham masing- regresi (ß) yang akurat, sehingga uji t
masing perusahaan yang berasal dari dan uji F dapat diberlakukan. Uji
perubahan harga saham (capital gain), asumsi klasik yang dipakai dalam
dan telah terbebas dari return pasar. penelitian ini ada tiga, yaitu :
Untuk menganalisa data, model yang 1. Uji Autokorelasi (Independence of
digunakan adalah model statistik analisa Errors)
regresi berganda. Persamaan regresi Uji autokorelasi untuk mengetahui
berganda merupakan model regresi apakah data penelitian yang disusun
yang melibatkan dua atau lebih variabel time series terjadi korelasi
independen. Analisis regresi linier otomatis, atau munculnya suatu
berganda ini mengukur intensitas dua data dipengaruhi oleh data
variabel, yaitu variabel independen (y) sebelumnya. Data penelitian yang
dan variabel dependen (x). Model yang dikehendaki adalah tidak terjadi
digunakan dalam penelitian ini adalah : autokorelasi. Uji autokorelasi
RS = ß0 + ß1FLR + ß2DPR + ß3BV + e menggunakan uji Durbin Watson
Dimana : RS = Return saham; ß0 = (uji DW), pendeteksian ada
Konstanta; ß1-3 = Koefisien Regresi tidaknya gejala autokolerasi
variabel independen; FLR = Financial menurut Gujarati (2006:428) adalah
Leverage Ratio; DPR = Dividend sebagai berikut :
Payout Ratio; BV = Book Value per  Jika angka D-W di bawah -2,
Share: e = error berarti ada autokorelasi negatif;
 Jika angka D-W di antara -2
Koefisien Determinasi Berganda (R2) sampai 2, berarti tidak ada
Dalam analisis regresi berganda autokorelasi;
dapat diperoleh koefisien determinasi  Jika angka D-W di atas + 2,
yang digunakan untuk berarti ada autokorelasi positif;
mempresentasikan proporsi dari 2. Uji Multikolineritas (Multiko)
variabel terikat yang diterangkan dari Uji multiko digunakan untuk
variabel bebas yang ada. Makin tinggi menunjukkan ada tidaknya

46
Eksis Vol. 7 No. 1, Mei 2016

hubungan linier yang kuat di antara a) Jika probabilitas > 0,05; maka
variabel-variabel bebas dalam H0 diterima dan dengan kata
model regresi. Data penelitian yang lain variabel financial leverage
dikehendaki dalam persamaan ratio tidak berpengaruh secara
regresi linier adalah tidak terjadi statistik terhadap return saham.
multiko. Uji multiko penelitian ini b) Jika probabilitas < 0,05; maka
menggunakan Collinearity H0 ditolak dan dengan kata lain
Statistics. Apabila nilai tolerance < variabel financial leverage
0,1 dan VIF > 10 (Variance ratio berpengaruh secara
Inflation Factor) mengindikasikan statistik terhadap return saham.
terjadi multicollinearity (Gujarati, B. Hipotesis kedua diuji dengan uji t,
2006:366). dan hasilnya akan diketahui dengan
3. Uji Heteroskedastisitas (Hetero) membandingkan probabilitas,
Uji Heteroskedastisitas dilakukan dimana :
dengan cara grafik, dari grafik a) Jika probabilitas > 0,05; maka
Scatterplot yang disajikan SPSS, H0 diterima dan dengan kata
yang terlihat titik-titik menyebar lain variabel dividend payout
secara acak tidak membentuk ratio tidak berpengaruh secara
sebuah pola tertentu yang jelas statistik terhadap return saham.
serta tersebar baik di atas maupun b) Jika probabilitas < 0,05; maka
di bawah angka nol pada sumbu Y. H0 ditolak dan dengan kata lain
Hal ini berarti tidak terjadi variabel dividend payout ratio
heteroskedastisitas pada model berpengaruh secara statistik
regresi. (Gujarati, 2006:390). terhadap return saham.
C. Hipotesis ketiga diuji dengan uji
Uji Hipotesis t,dan hasilnya akan diketahui
Uji t dengan membandingkan
Uji statistik t dilakukan untuk probabilitas, dimana :
mengetahui pengaruh variabel bebas a) Jika probabilitas > 0,05; maka
berpengaruh secara parsial terhadap H0 diterima dan dengan kata
variabel terikat. Variabel bebas dalam lain variabel book value per
penelitian ini adalah Financial Leverage share tidak berpengaruh secara
Ratio, Dividend Payout Ratio, dan Book statistik terhadap return saham.
Value per Share, sehingga dengan uji t, b) Jika probabilitas < 0,05; maka
dapat diambil kesimpulan apakah H0 ditolak dan dengan kata lain
masing-masing variabel bebas memiliki variabel book value per share
pengaruh yang signifikan secara parsial berpengaruh secara statistik
terhadap variabel terikat, yakni return terhadap return saham.
saham.
Hipotesis yang diajukan adalah : Uji F
H0 = koefisien regresi tidak signifikan Uji statistik F dilakukan untuk
H1 = koefisien regresi signifikan mengetahui pengaruh variabel bebas
A. Hipotesis pertama diuji dengan uji berpengaruh secara simultan terhadap
t, dan hasilnya akan diketahui variabel terikat. Dalam penelitian ini,
dengan membandingkan peneliti ingin mengetahui apakah
probabilitas, dimana : variabel bebas yang terdiri dari
Financial Leverage Ratio, Dividend

47
Eksis Vol. 7 No. 1, Mei 2016

Payout Ratio, dan Book Value per kata lain model regresi tidak dapat
Share memiliki pengaruh yang digunakan untuk memprediksi
signifikan secara simultan terhadap variabel terikat.
return saham. b) Jika nilai probabilitas F statistik <
Hipotesis yang diajukan adalah : 0,05; maka H0 ditolak dan dengan
H0 = model regresi tidak dapat kata lain model regresi dapat
digunakan untuk memprediksi variabel digunakan untuk memprediksi
terikat. variabel terikat.
H1 = model regresi dapat digunakan
untuk memprediksi variabel terikat. III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil uji F ini akan diketahui dengan Uji Multikolinearitas
membandingkan probabilitas, dimana :
a) Jika nilai probabilitas F statistik >
0,05; maka H0 diterima dan dengan
Tabel 1
Hasil Uji Multikolineritas dengan Collinearity Statistic
Collinearity Statistics
Model
Tolerance VIF
1 Financial Leverage Ratio 0,990 1,011
Book Value per Share 0,993 1,007
Divident Payout Ratio 0,991 1,009
Sumber : Data Olahan SPSS
Tabel 1 menunjukkan nilai
Tolerance > 0,1 dan VIF < 10. Apabila Uji Autokorelasi
nilai tolerance < 0,1 dan VIF > 10, Dari hasil penelitian terlihat
mengindikasikan terjadi pada Tabel 2 didapat nilai DW 1,311
multicollinearity. Sehingga dapat yang berada diantara -2 < DW < 2. Hal
disimpulkan pada model penelitian ini ini menunjukkan tidak terjadi
no collenearity atau problem autokorelasi. Dengan demikian dapat
multikolinearity tidak terjadi. Hasil disimpulkan model penelitian ini
pengujian tersebut didukung oleh nilai memenuhi asumsi bebas autokorelasi.
korelasi matriks yang disajikan pada
Tabel 1.
Tabel 2.
Hasil Uji Autokorelasi
Model Variabel Bebas Durbin-Watson
I Financial Leverage Ratio, 1,311
Book Value per Share,
Divident Payout Ratio
Sumber : Data Olahan SPSS

Uji Heteroskedastisitas sebuah pola tertentu yang jelas serta


Uji Heteroskedastisitas tersebar baik di atas maupun di bawah
dilakukan dengan cara grafik, dari angka nol pada sumbu Y. Hal ini dapat
grafik Scatterplot yang disajikan pada disimpulkan bahwa persamaan regresi
gambar 1 di atas, terlihat titik-titik model penelitian ini memenuhi asumsi
menyebar secara acak tidak membentuk bebas heteroskedastisitas

48
Eksis Vol. 7 No. 1, Mei 2016

Gambar 1.
Grafik Scatterplot Uji Heteroskedastisitas

Analisis Regresi RS = ß0 + ß1FLR + ß2DPR + ß3BV + e


Persamaan regresi berganda Hasil pengolahan regresi berganda di
pada model penelitian ini adalah atas dengan menggunakan SPSS adalah
sebagai berikut : sebagai berikut :

Tabel 3
Hasil Regresi Linier Berganda Model Penelitian
Variabel Coefficient Std.Error t-Statistik Sig.
Constant -1,385E-8 0,346 0,000 1,000
FLR -0,173 0,364 -0,474 0,650
BVS 0,158 0,364 0,435 0,677
DPR -0,152 0,364 -0,418 0,688
Sumber : data olahan SPSS

Berdasarkan perhitungandalam RS = -1,385E-8 – 0,173FLR +


tabel tersebut di atas, maka persamaan 0,158BVS – 0,152DPR + e
regresi pada model penelitian ini
menjadi sebagai berikut :
Uji F (Uji Regresi Simultan)
Pengujian Hipotesis
Berdasarkan hasil uji F diperoleh Financial Leverage Ratio, Book Value
nilai probabilitas F hitung > 0,05; maka per Share, dan Dividend Payout Ratio
H0 diterima, dengan demikian model tidak dapat digunakan untuk
regresi tidak dapat digunakan untuk memprediksi return saham, sehingga
memprediksi variabel terikat. Dengan Uji t tidak dapat dilanjutkan.
kata lain, variabel fundamental berupa

49
Eksis Vol. 7 No. 1, Mei 2016

Tabel 4
Pengaruh Secara Simultan dan Uji F
Variabel Tergantung F Hitung Sig. Keterangan
Return Saham 0,203 0,891 Tidak Signifikan
Sumber : Data Olahan SPSS

Uji Koefisien Determinasi (R2)


Tabel 5
Koefisien Determinasi
Periode R Square Std. Error of the Estimate
2005 – 2015 0,080 1,146375894
Sumber : Data Olahan SPSS

Tampilan Tabel 5 dapat teknikal dalam investasinya. Dalam


diketahui nilai R square (koefisien analisa teknikal, investor berupaya
determinasi) periode penelitian ini memperkirakan harga saham dengan
sebesar 8% yang dapat diartikan, bahwa mengamati perubahan harga saham di
8% variasi return saham dapat waktu yang lalu tanpa memperhatikan
dijelaskan oleh variabel bebas yang faktor fundamental yang ada (Husnan,
terdiri dari financial leverage ratio, 2003:337). Dengan demikian, patokan
book value per share, dan dividend dalam pengambilan keputusan investasi
payout ratio. Sedangkan sisanya bukan lagi berdasarkan fundamental
dipengaruhi oleh variabel lain yang perusahaan, melainkan didasarkan pada
tidak dimasukkan dalam penelitian ini. pola perubahan harga saham
Standard error of the estimate sebesar sebelumnya. Kondisi investasi di
1,146375894, semakin kecil nilai Indonesia juga mendukung, dimana
standard error of the estimate, maka investasi yang dilakukan para pemegang
model regresi semakin tepat dalam saham kini tidak lagi bersipat jangka
memprediksi return saham. panjang, melainkan jangka pendek dan
semata-mata hanya dimaksudkan untuk
Pembahasan memperoleh gain, sehingga tidak lagi
Berdasarkan hasil pengujian dilihat sisi fundamental perusahaan.
secara statistik, dapat diambil Sebab lainnya yang jika dikaitkan
kesimpulan bahwa hipotesis keempat dengan teori pasar efisien adalah bahwa
yang diajukan dalam penelitian ini tidak mayoritas keputusan yang diambil
dapat diterima. Hasil uji F menunjukkan investor hanya menggunakan dasar
bahwa F hitung berada di atas 0,05, informasi pergerakan harga saham yang
sehingga disimpulkan bahwa variabel- bersangkutan dimasa lalu, sehingga
variabel fundamental secara simultan laporan keuangan perusahaan tidak lagi
tidak dapat menjelaskan variasi return dipertimbangkan, dan dengan kata lain
saham untuk periode penelitian ini. tergolong pasar bentuk lemah (weak
Dengan demikian hipotesis keempat form). Dengan kondisi demikian, maka
tidak dapat diterima. dapat disimpulkan bahwa variabel
Secara keseluruhan, hal ini fundamental berupa financial leverage
terjadi karena selain analisa ratio, dividend payout ratio, dan book
fundamental, kerap kali investor di value per share tidak berpengaruh
Indonesia juga melakukan analisa secara simultan terhadap return saham.

50
Eksis Vol. 7 No. 1, Mei 2016

perubahan yang signifikan dan


IV. KESIMPULAN return pun juga tidak akan
Setelah dilakukan analisis terpengaruh.
terhadap data, maka dapat ditarik c. Variabel dividend payout ratio
kesimpulan sebagai berikut : secara parsial tidak berpengaruh
a. Variabel financial leverage ratio signifikan terhadap return saham.
secara parsial tidak berpengaruh Hal ini dapat terjadi karena investor
signifikan terhadap return saham. lebih mementingkan pertumbuhan
Hal ini dapat terjadi karena tingkat perusahaan daripada memperoleh
leverage masih dalam batas return dalam bentuk dividen.
kewajaran, maka investor tidak d. Variabel-variabel fundamental yang
akan mempertimbangkannya meliputi financial leverage ratio,
sebagai bagian dari risiko investasi, dividend payout ratio dan book
sehingga tidak berdampak pada value per share secara simultan
harga saham yang pada akhirnya tidak berpengaruh signifikan
tidak akan berdampak pada return terhadap return saham. Secara
yang diterima investor. keseluruhan hal ini terjadi karena
b. Variabel book value per share selain analisa fundamental, kerap
secara parsial tidak berpengaruh kali investor di Indonesia juga
signifikan terhadap return saham. melakukan analisa teknikal dalam
Hal ini dapat terjadi karena investor investasinya.
tidak memandang rendahnya book e. Dalam penelitian ini disimpulkan
value sebagai suatu risiko tidak tidak ada variabel yang dominan
memperoleh cash return, sehingga dalam model.
harga saham tidak mengalami

DAFTAR PUSTAKA Brett J., & Wright, Sue J., 2001.


Brooks, Chris. 2002. Introductory Fundamentals of Investing,
Econometrics for Finance, Australia : Pearson Education
Cambridge, U.K. : Cambridge Australia Pty, Ltd.
University Press. Gujarati, Damodar, 2006. Ekonometrika
Brigham, Eugene F and J. Fred Weston, Dasar, (DR. Sumarno Zain,
1993, Essential of Managerial Trans), Jakarta : Penerbit
Finance,10th Edition, USA : Erlangga
Harcourt Brace Jivanovich Horne, Van James C., 2002, Financial
College Publisher. Management and Policy, New
Francis, J Clark, 1993. Management of Jersey : Prentice Hall Inc.
Investment, 3rd ed, Singapore : Husnan, Suad, 2003. Dasar-dasar Teori
McGraw-Hill.Inc. Fortofolio dan Analisis
Gibson, Charles H. 2007. Financial Sekuritas, Yogyakarta : Penerbit
Statement Analysis Using AMP YKPN.
Financial Accounting Kristianto, & Hendri Dwi, 2008.
Information, Ohio : Thomson Analisa Pengaruh Profitabilitas,
South-Western College Growth Opportunities,
Publishing. Solvabilitas, Asset Utilization,
Gitman, Lawrence J., Joehnk, Michael Kurs, Tingkat Inflasi dan Suku
D., Juchau, Roger H., Wheldon, Bunga Deposito terhadap Harga

51
Eksis Vol. 7 No. 1, Mei 2016

Saham Perusahaan yang Satu dan Dua, 5th ed, Klaten :


termasuk Liquidity 45. (TA. No. PT. Intan Sejati.
03012390/MAN/2008). Value Stock, Investopedia®, n.d. A
Unpublished Undergraduate Forbes Digital Company,
Thesis, Universitas Kristen http://www.investopedia.com/ter
Petra, Surabaya. m/v/valuestock.asp?viewed=1
Keown, J. Arthur. et all, 1994, Weston, J.F., & Copeland, Thomas E.
Foundations of Finance, New 1992. Manajemen Keuangan,
Jersey : Prentice Hall, Egelwood Jilid 1 (8th ed), Jakarta : Penerbit
Cliff. Erlangga.
Nairbohu, Justarina. 1991. Wild J., Subramanyam K. R., & Halsey,
Pendewasaan Pasar Modal, Robert F. 2005. Analisa Laporan
Berlakukah Analisa Keuangan, 8th ed, Jakarta :
Fundamental ?, (Sjahrir & Salemba Empat.
Usman Marzuki, Eds.), Jakarta : Widoatmodjo, Sawidji, 2005, Cara
Ikatan Sarjana Ekonomi Sehat Investasi di Pasar Modal,
Indonesia. Jakarta : PT. Elex Media
Sundjaja, Ridwan., & Barlian, Inge, Komputindo.
(2003). Manajemen Keuangan

52