Anda di halaman 1dari 4

Gangguan Bipolar

Perubahan suasana hati atau mood yang tidak menentu pasti pernah dialami oleh
semua orang, namun hal ini berbeda pada penderita gangguan bipolar. Istilah bipolar sendiri
mengacu pada adanya dua kutub yang melanda mood penderita secara bergantian yaitu kutub
manik dan kutub depresif. Gangguan bipolar atau bipolar disorder merupakan gangguan
mental yang menyebabkan terjadinya perubahan mood yang drastic, dimana penderita dapat
merasakan episode mood yang sangat bahagia (manik maupun hipomanik) dan episode
mood yang sangat sedih (depresi). Seringkali di antara perubahan mood, pasien tetap
mengalami kondisi mood yang normal. Perubahan mood ini berlangsung secara cepat dan
ekstrem tanpa pola waktu yang pasti.

Sampai saat ini, penyebab terjadinya gangguan bipolar belum diketahui secara pasti.
Beberapa berpendapat bahwa kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan
neurotransmitter atau zat pengontrol fungsi otak, dan ada juga berpendapat bahwa gangguan
ini berkaitan dengan faktor genetik (keturunan). Beberapa faktor diduga bisa meningkatkan
risiko seseorang menderita gangguan bipolar antara lain tingkat stress yang tinggi,
pengalaman traumatik, kecanduan alkohol atau obat-obat terlarang, dan riwayat keluarga
yang menderita gangguan bipolar atau gangguan kondisi mental lain. Usia awitan paling
sering yaitu antara 15-24 tahun, namun dapat pula terjadi pada usia lanjut. Awitan yang
muncul setelah usia 60 tahun dapat disebabkan oleh gangguan fisik. Gangguan bipolar dapat
mengenai semua ras, etnik, jenis kelamin, dan kelas sosial.

Ada lima jenis episode mood yang dapat dialami pada penderita bipolar, yaitu episode
mania, hipomania, depresi,campuran, dan eutimia.

1. Episode mania : ditandai oleh rasa gembira belebihan, sangat bersemangat atau
bertenaga dan banyak aktivitas. Tanda lainnya adalah mudah tersinggung dan uring-
uringan, pembicaraan banyak dan cepat (sulit menyela pembicaraannya) serta
melompat dari satu topik ke topik lainnya. Perhatian mudah teralih dan rasa percaya
diri meningkat disertai grandiositas (ilusi akan kehebatan), misalnya meyakini dirinya
orang penting atau hebat yang bisa menyelesaikan segala sesuatu. Kebutuhan tidur
berkurang, tetap merasa segar maupun tidak tidur dimalam hari. Boros dalam hal
keuangan, seksualitasnya meningkat atau banyak mengekplorasi hal-hal yang terkait
seksual. Sering memiliki ketidakmampuan mengontrol diri. Daya nilai berkurang dan
persepsi terhadap dirinya tidak akurat. Akibatnya, penderita bisa terlibat dalam
prilaku berisiko tanpa menyadari konsekuensinya. Misalnya menghamburkan uang,
ngebut dijalan raya, melakukan hubungan seksual yang tidak aman, dan terlibat
masalah hukum. Bisa juga disertai dengan waham (kepercayaan yang tidak sesuai
dengan fakta yang tetap dipertahankan meskipun telah diperlihatkan bukti-bukti nyata
terkait kepercayaannya tersebut) dan halusinasi misalnya melihat bayangan atau
mendengar suara yang tidak ada sumbernya. Episode mania berlangsung paling
sedikit satu minggu.

2. Episode hipomania : memiliki gejala yang sama dengan mania namun dalam taraf
yang lebih ringan, durasi lebih pendek, dan gangguan fungsi tidak mencolok. Ditandai
dengan optimis yang tidak realistis, iritabilitas, menurunnya kebutuhan tidur,
pembicaraan dan aktivitas meningkat, serta hiperseksualitas. Gejala tersebut terlihat
tidak begitu ekstrem. Episode hipomania berlangsung paling sedikit empat hari

3. Episode depresi : ditandai dengan kesedihan, murung, anhedonia (ketidakmampuan


untuk merasakan rasa senang), hilangnya minat terhadap aktivitas yang biasanya
menyenangkan serta hilangnya tenaga. Rasa bersalah, menyesal, berdosa, rendah diri
malu, tidak mau bergaul, tidur terganggu, daya ingat menurun, lambat berpikir, ragu-
ragu dan merasa tidak punya harapan. Dalam keadaan berat, penderita bisa berpikir
untuk bunuh diri dan kadang-kadang melukukan tindakan bunuh diri. Episeode
depresi paling sedikit berlangsung sekitar dua minggu

4. Episode campuran : ditandai dengan terjadinya mania dan depresi secara simultan.
Ketika terjadi episode ini penderita bipolar berpotensi terperangkap dalam kondisi
yang sangat berbahaya yaitu tenaga berlebihan tapi mood sangat sedih. Ia dapat
mengalami agitasi, tidak tenang, peningkatan energi, rasa gelisah yang terus menerus
dan pada saat yang sama ada perasaan tidak berharga dan ingin mencelakai diri
sendiri. Risiko bunuh diri lebih tinggi pada keadaan campuran karena penderita
gangguan bipolar memiliki tenaga untuk melakukan ide-ide bunuh dirinya. Episode
ini berlangsung paling sedikit satu minggu.

5. Episode eutimia : merupakan periode mood dalam keadaan stabil. Pada kebanyakan
penderita gangguan bipolar, episode eutimia merupakan keadaan yang rapuh, mereka
dapat kambuh dalam episode mania, hipomania, campuran atau depresi. Beberapa
penderita dapat secara terus menerus mengalami hipomania ringan atau depresi ringan
selama fase stabil. Meskipun mood dalam keadaan eutimia, defisit kognitif (misalnya,
kesulitan mempertahankan atensi) tetap berlanjut sehingga menggangu penderita yang
dalam keadaan mood eutimia tersebut.

Secara umum ada empat jenis bipolar yang mungkin terjadi, antara lain gangguan
bipolar I, gangguan bipolar II, gangguan siklotimia, dan gangguan bipolar lain.

1. Gangguan bipolar I (GB-1) : Penderita GB-1 mengalami paling sedikit satu episode
mania atau campuran. Episode depresi yang muncul biasanya depresi berat. Namun,
gambaran penting untuk GB-1 adalah mania. Satu episode mania dalam kehidupan,
sudah bisa menegakkan episode GB-1. Tipe ini adalah yang paling berat dan tak
jarang membutuhkan penanganan rawat inap.
2. Gangguan bipolar II : Penderita GB-2 mengalami paling sedikit satu episode depresi
mayor dan satu episode hipomania, namun tidak pernah mengalami episode mania.
3. Gangguan siklotimia : Penderita siklotimia mengalamai riwayat gangguan yang
berlangusng lama. Gejala depresi dan hipomanianya berfluktuasi dengan cepat.
Gejalanya tidak cukup berat untuk memenuhi criteria episode mania atau episode
depresi mayorsepertiga orang dengan siklotimia, dapat berkembang menjadi GB-1
atau GB-2.
4. Gangguan bipolar lain : orang dengan gangguan bipolar yang tak dapat di
klasifikasikan, tidak memenuhi criteria diagnostic untuk GB-1, GB-2, maupun
siklotimia

Gangguan bipolar bersifat kronik progresif, episodic, sering rekuren dan biasanya
seumur hidup. Penderita bipolar dapat berada dalam keadaan mood yang normal (eutimia)
dalam jangka yang lama tetapi eutimia bukan berarti terjadinya kesembuhan. Kekambuhan
dapat terjadi setiap saat tanpa adanya warning sign.

Manifestasi ganggun bipolar berbeda pada masing-masing penderita. Episode mood


yang terjadi bisa mengikuti pola spesifik, contohnya mania diikuti oleh depresi lalu eutimia.
Namun ada episode mood tidak mengikuti pola tertentu, misalnya mengalami beberapa kali
episode depresi sebelum mengalami episode mania.
Dalam menegakan diagnosis gangguan bipolar yang akurat, psikiater akan melakukan
wawancara yang dilakukan secara langsung pada penderita dan keluarga. Psikiater akan
bertanya apakah pasien pernah mengalami perubahan suasana hati secara drastis, apa yang
dirasakan ketika periode itu muncul, dan kapan periode itu terjadi. Menanyakan riwayat
kesehatan keluarga, lingkungan dan gaya hidup. Pemeriksaan fisik dan penunjang juga
dilakukan untuk menyingkirkan penyebab lainnya.

Pengobatan terbaik untuk gangguan bipolar adalah dilakaukan secara komprehensif


meliputi pemberian obat-obatan, psikoedukasi, psikoterapi, electro convulsive therapy (ECT),
dan rehabilitasi. Pemilihan terapi disesuaikan secara individu. Pada intinya, tujuan dari
pengobatan ini adalah peningkatan kualitas hidup penderita dengan cara menurunkan
frekuensi terjadinya episode mania dan depresi agar penderita dapat hidup secara normal dan
membaur dengan lingkungan.

Untuk itu, jangan ragu untuk selalu rutin memeriksakan kesehatan mental ke psikiater
demi kesehatan mental yang lebih baik, karena kesehatan mental merupakan hal yang sama
pentingnya dengan kesehatan fisik. Keduanya harus sama-sama dijaga karena tidak ada
kesehatan yang paripurna tanpa kesehatan mental. No Health Without Mental Health, salam
sehat jiwa.