Anda di halaman 1dari 9

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI MAKASSAR

STIEM BONGAYA
2016
Kata Pengantar
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat dan
hidayahnya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah Perencanaan Pajak yang berjudul “PAJAK KINI DAN
PAJAK TANGGUHAN”. Tidak lupa pula Penulis mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang
telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca,
Untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Penulis yakin masih banyak kekurangan dalam
makalah ini, Oleh karena itu Penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

Makassar.3 November 2016

Penyusun

Daftar Isi
Sampul ………………………………………………………………..i
Daftar isi ………………………………………………………… ……ii
Kata Pengantar……………………………………………………………..iii
BAB I. Pendahuluan…………………………………………………………1
A. Latar Belakang…………………………………………………..1
B. Rumusan Masalah………………………………………………..2
BAB II. Pembahasan………………………………………………………….3
A. Pajak Kini………………………………………………………….3
B. Pajak Tangguhan………………………………………………….4
C. Perhitungan Pajak kini…………………………………………….
D. Pengakuan Pajak Tangguhan……………………………………..
BAB III. Penutup……………………………………………………………….
A. Kesimpulan…………………………………………………………
B. Saran………………………………………………………………...
Daftar
Pustaka………………………………………………………………….

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada dasarnya antara akuntansi pajak dan akuntansi keuangan memiliki kesamaan tujuan, yaitu untuk
menetapkan hasil operasi bisnis dengan pengukuran dan rekognisi
penghasilan dan biaya, namun ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian, bahwa
ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan tidak sekedar instrument pentransfer
sumber daya, akan tetapi acapkali pula digunakan untuk tujuan mempengaruhi perilaku wajib pajak untuk investasi,
kesejahteraan dan lain-lain yang kadang-kadang merupakan alasan untuk membenarkan penyimpangan dari standar
akuntansi keuangan.Di lain pihak, atas penghasilan yang diterima atau diperoleh subjek pajak dalam tahun pajak
yang bersangkutan, baik subjek pajak orang pribadi maupun subjek pajak badan,dikenakan Pajak Penghasilan dan
untuk menghitung Pajak Penghasilan tersebut, subjek pajakyang bersangkutan berkewajiban mengisi Surat
Pemberitahuan yang disediakan oleh Instansi Pajak.
Pada umumnya, bentuk dan isi yang terdapat dalam Surat Pemberitahuan untuk
kepentingan perpajakan hampir tidak berbeda jauh dengan bentuk dan isi yang terdapat dalamLaporan Keuangan
untuk kepentingan komersial. Penghasilan Kena Pajak (PKP-Taxable Income) dihitung berdasarkan Ketentuan
Peraturan Perundang-undangan Perpajakan (KPPP) sedang Penghasilan Sebelum Pajak (PSP-Accounting Income
atau Pretax Accounting Income atau Pretax Book Income) dihitung berdasarkan standar yang disusun oleh profesi
yang dikenal sebagai Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Oleh karena basis pengenaan penghasilan untuk
keperluan perhitungan Pajak Penghasilan berbeda dengan basis penghitungan penghasilan untuk keperluan
komersial, atau dengan perkataan lain akibat dari perbedaan rekognisi penghasilan dan biaya, maka akan terdapat
perbedaan yang cukup signifikan antara kedua basis tersebut. Pajak Penghasilan yang dihitung berbasis Penghasilan
Kena Pajak yang sesungguhnya dibayar kepada pemerintah,
disebut sebagai “PPh terutang – Income Tax Payable atau Income Tax Liability” sedang Pajak.

B. Rumusan Masalah
Berangkat dari latar belakang diatas maka penulis merumuskan masalah :
1. Apa itu pajak kini dan pajak tangguhan?
2. Bagaimana perhitungan pajak kini?
3. Bagaimana pengakuan pajak tangguhan?
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pajak Kini
Pajak kini (current tax) adalahsejumlah pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak. Jumlah pajak ini harus
dihitung sendiri oelh wajib pajak berdasarkan penghasilan kena pajak dikalikan dengan tarif pajak, kemudian
dibayar sendiri dan dilaporakan dalam surat pemberitahuan (SPT) sesuai dengan peraturan peundang-undangan
pajak yang berlaku.
Penghasilan kena pajak atau laba fiskal diperoleh dri hasil koreksi fiskal terhadap laba bersih sebelum pajak
berdasarkan laporan keuangan komersial (laporan keuangan akuntansi).
Koreksi fiskal harus dilakukan karena adanya perbedaan perlakukan atas pendapatan maupun biaya yang
berbeda antara standar akuntansi dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Untuk kepentingan internal dan
kepentinan lain wajib pajak dapat menggunakan standar akuntansi yang berlaku umum, sedangkan untuk
penghitungan dan pembayaran pajak harus berdasarkan peraturan perpajakan, dalam hal ini adalah undang-undang
pajak pengahsilan dan peraturan lainnya yang terkait. Perbedaan ini dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu beda
tetap/beda permanen (permanent differnce) dan beda waktu/sementara/temporer (temporary difference).
 Beda tetap/beda permanen (permanent diffence) adalah perbedaan yang disebabkan oleh adanya perbedaan
pengakuan pendapatan dan beban standar akuntansidan peraturan perpajakan. Perbedaan ini akan mengakibatkan
perbedaan besarnya laba bersih sebelum pajak dengan laba fiskal atau penghasilan kena pajak.
 Beda waktu/sementara/temporer (temporary difference) adalah perbedaan yang disebabkan adanya perbedaan waktu
dan metode pengakuan penghasilan dan beban tertentu berdasarkan standar akuntansi dengan perpajakan. Perbedaan
ini mengakibatkan perbedaan waktu pengakuan pendapatan dan beban antara tahun pajak yang satu ke tahun pajak
berikutnya.

Beda waktu sementara/temporer dapat berupa :


1. Perbedaan temporer kena pajak
Adalah perbedaan temporer yang menimbulkan suatu jumlah kena pajak dalam
penghitungan laba fiscal pariode mendatang pada saat nilai tercatat asset
dipulihkan atau nilai tercatat kewajiban tersebut dilunasi
2. Perbedaan temporer yang boleh dikurangkan
Adalah perbedaan temporer yang menimbulkan suatu jumlah yang boleh
dikurangkan dalam penghitungan laba fiscal pariode mendatang pada saat nilai
tercatat asset dipulihkan atau nilai tercatat kewajiban teersebut di lunasi

B. Pajak Tangguhan

Pajak tangguhan adalah pajak yang kewajibannya ditunda sampai waktu yang ditentukan atau
diperbolehkan. Pada dasarnya antara akuntansi pajak dan akuntansi keuangan memiliki kesamaan tujuan, yaitu
untuk menetapkan hasil operasi bisnis dengan pengukuran dan rekognisi pengahasilan dan biaya. Namun ada
beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian, bahwa ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan tidak
sekadar intstrumen penstranfer sumber daya ( fungsi budgeter), akan tetapi seringkali pula digunakan untuk tujuan
memepengaruhi perilaku wajib pajak untuk inveastasi, kesejahteraan dll ( fungsi mengatur) yang kadang-kadang
merupakan alas an untuk membenarkan penyimpangan dari standar akuntansi keuangan.
Pajak tangguhan diatur dalam PSAK Nomor 46 tentang Akuntansi Pajak Pengahsilan. Pajak tangguhan
memerlukan bagian yang cukup sulit untuk dipelajari dan dipahami, karena pengakuan pajak tangguhan bisa
membaw akibat terhadap berkurangnya laba bersih jika ada pengakuan beban pajak tangguhan. Sebaliknya bisa juga
berdampak terhadap berkurangnya rugi bersih jika ada pengakuan manfaat pajak tangguhan.

C. Perhitungan Pajak Kini


Pajak kini adalah beban pajak penghasilan perusahaan (badan) yang dihitung berdasarkan tarif pajak
penghasilan dikalikan dengan laba fiskal, yaitu laba akuntansi yang telah dikoreksi agar sesuai dengan ketentuan
perpajakan.
Contoh
PT. Cemerlang pada tahun 2015 mempunyai data sebagai berikut.
1.Laba bersih sebelum pajak komersial Rp500.000.000
2.Bunga deposito Rp20.000.000
3.Sumbangan untuk perayaan 17 Agustus 2015 sebesar Rp5.000.000
4.Aset tetap yang dimiliki terdiri atas:
Tahun Harga Masa Manfaat Masa Manfaat( Metode
aset Perolehan Perolehan(Rp) (Komersial) fiskal) Penyusutan

Tanah 2006 400.000.000 - - Garis Lurus


Bangunan 2006 800.000.000 20 tahun 20 tahun Garis Lurus
Inventaris 2006 200.000.000 5 tahun 4 tahun Garis Lurus

Beban penyusutan sebagia berikut.


Tahun Komersial (Rp) Fiskal (Rp)
2006 40.000.000 50.000.000
2007 40.000.000 50.000.000
2008 40.000.000 50.000.000
2009 40.000.000 50.000.000
2010 40.000.000 -

Rekonsiliasi Fiskal PT.Cemerlang pada tahun 2015 dilakukan sebagai berikut.


Laba bersih komersial sebelum PPh Rp500.000.000
Beda waktu
Penyusutan (10.000.000)
Beda tetap
Pendapatn bunga (20.000.000)
Sumbangan 5.000.000

Laba fiskal 475.000.00


Rugi fiskal yang dapat dikompensasikan (175.000.000)
Laba kena pajak Rp300.000.000
PPh yang harus dibayar 25%*300.000.000 = Rp75.000.000

Dengan demikian besarnya, pajak kini (pajak yang harus dibayar) oleh PT. Cemerlang adalah Rp75.000.000

D. Pengakuan Pajak Tangguhan


Apabila pada masa mendatang akan terjadi pembayaran pajak yang lebih besar maka berdasarkan standar
akuntansi yang berlaku umum harus diakui sebagai suatu kewajiban. Kewajiban didefenisikan sebagai suatu
kemungkinan adanya pengorbanan ekonomi pada masa yang akan datang yang muncul ari kewajiban masa kini,
suatu entitas untuk menyerahkan aset kepada entitas-entitas laiinya sebagai suatu akibat kejadian masa lalu.
Sebagai contoh, perusahaan menggunakan metode penyusutan yang berbeda antara akuntansi dan fiskal.
Jika beban penyusutan aset tetap yang diakui secara komersial , selisih tersebut akan mengakibatkan beban
pajak kini menjadi lebih kecil, tetapi akan mengakibatkan pengakuan beban pajak yang lebih besar secara komersial
pada masa akan datang. Dengan demikian , selisih tersebut akan menghasilkan kewajiban pajak tangguhhan.
Pengakuan kewajiban pajak tangguhan didasrkan pada fakta adanya kemungkinan pelunasan kewajiban
yangmengakibatkan pembayaran pajak pada periode mendatang menjadi lebih besar sebagai akibat pelunasan
kewajiban pajak.
Apabila ada kemungkinan pajak yang lebih kecil pada masa yang akan datang maka berdasarkan standar
akuntansi yang berlaku umumdapat dianggap sebagai suatu aset. Aset didefenisikan sebagai suatu kemungkinan
adanya manfaat ekonomi pada masa yang akan datang diperoleh atau dikendalikan oleh suatu entitas sebagai
akibat kejadian atau transaksi pada masa lalu. Misalnya rugi fiskal yang dapat dikompensasi berdasarkan peraturan
perpajakan atau kemungkinan adanya manfaat ekonomi pada masa yang akan datang yang akan mengurangi beban
pajak maka dapat diakui sebagai suatu aset pajak tangguhan.
Pengakuan aset tangguhan didasarkan pada fakta adanya kemungkinan pemulihan aset mengakibatkan
pembayaran pajak pada periode mendatangmenjadi lebih kecil sebagai akibat pemulihan aset yang tidak memiliki
konsekuensi pajak.
Besarnya pengakuan aset dan kewajiban pajak tangguhan dapat dihitung dengan mengalikan beda waktu antara
laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal atau rugi fiskal yang dapat dikompensasi dengan tarif
pajak yang berlaku. Namun, perlu diingat, tidak semua beda waktu dapat dikurangkan untuk tujuan fiskal. Semua itu
harus sesuai dengan ketentuan perpajakan.

Contoh
PT Gemilang pada tahun 2015 mempunyai data sebagai berikut.
1.Laba bersih sebelum pajak komersial Rp500.000.000
2.Kompensasi kerugian tahun 2015 sebesar Rp50.000.000
3.Aset tetap yang dimiliki terdiri atas

Aset Tahun Harga Masa Manfaat Masa Manfaat Metode


Perolehan Perolehan(Rp) (Komersial) (Fiskal) Penyusutan

Tanah 2009 400.000.000 - - -

Bangunan 2009 600.000.000 20 tahun 20 tahun Garis Lurus

Inventaris 2009 400.000.000 5 tahun 8 tahun Garis Lurus

Beban penyusutan aset tetap inventaris adalah sebagai berikut.

Tahun Komersial(Rp) Fiskal(Rp) Perbedaan(Rp)

2009 80.000.000 50.000.000 30.000.000


2010 80.000.000 50.000.000 30.000.000

2011 80.000.000 50.000.000 30.000.000


2012 80.000.000 50.000.000 30.000.000

2013 80.000.000 50.000.000 30.000.000


2014 - 50.000.000 (50.000.000)
2015 - 50.000.000 (50.000.000)

2016 - 50.000.000 (50.000.000)

Jumlah 400.000.000 400.000.000 0

Pencatatan kewajiban pajak tangguhan 2015:


(Dr) Aset Pajak Tangguhan 12.500.000
(Cr) Manfaat Pajak Tangguhan 12.500.000
Pencatatan aset pajak tangguhan yang berasal dari rugi fiskal yang dapat
dikompensasi(Rp50.000.000*25%)

Pencatatan kewajiban pajak tangguhan 2012:


(Dr) Beban Pajak tangguhan 12.500.000
(Cr) Aset Pajak Tangguhan 12.500.000
Pengakuan beban pajak tangguhan yang bersal dari rugi yang dikompensasikan
(Rp50.000.000*25%)
(Dr) Beban Pajak Tangguhan 7.500.000
(Cr) Kewajiban Pajak Tangguhan 7.500.000
Pengakuan kewajiban pajak tangguhan yang muncul dari beda temporer penyusutan inventaris
(Rp30.000.000*25%).

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pajak kini (current tax) adalahsejumlah pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak. Jumlah pajak ini harus
dihitung sendiri oelh wajib pajak berdasarkan penghasilan kena pajak dikalikan dengan tarif pajak, kemudian
dibayar sendiri dan dilaporakan dalam surat pemberitahuan (SPT) sesuai dengan peraturan peundang-undangan
pajak yang berlaku.
Penghasilan kena pajak atau laba fiskal diperoleh dri hasil koreksi fiskal terhadap laba bersih sebelum pajak
berdasarkan laporan keuangan komersial (laporan keuangan akuntansi).
Pajak tangguhan adalah pajak yang kewajibannya ditunda sampai waktu yang ditentukan atau diperbolehkan.
Pada dasarnya antara akuntansi pajak dan akuntansi keuangan memiliki kesamaan tujuan, yaitu untuk menetapkan
hasil operasi bisnis dengan pengukuran dan rekognisi pengahasilan dan biaya. Namun ada beberapa hal yang perlu
mendapatkan perhatian, bahwa ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan tidak sekadar intstrumen
penstranfer sumber daya ( fungsi budgeter), akan tetapi seringkali pula digunakan untuk tujuan memepengaruhi
perilaku wajib pajak untuk inveastasi, kesejahteraan dll ( fungsi mengatur) yang kadang-kadang merupakan alas an
untuk membenarkan penyimpangan dari standar akuntansi keuangan

B. Saran
Penulis berharap materi ini menjadi tambahan ilmu pengetahuan bagi pembaca , dan semoga
kedepannya dan semoga berguna bagi khalayak ramai.

DAFTAR PUSTAKA

LITERATUR

Suandy, Erly. 2016. Perencanaan Pajak: Edisi ke-6. Jakarta: Salemba Empat
Agoes, Sukrisno.Trisnawati, Estralita. 2012. Akuntansi Perpajakan. Edisi ke-2. Jakarta: Salemba Empat

INTERNET

http://dokumen.tips/documents/makalah-pajak-55c0909c31b0d.html
http://indahyuanita010492.blogspot.co.id/2013/01/pajak-kini-dan-pajak- tangguhan.html